Beranda blog Halaman 556

Status Ratusan Honorer Non-Database di Kaltim Masih Menggantung, Pemprov Masih Tunggu Arahan Kemen PAN-RB

0
(Kiri) Plt. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltim, Yuli Fitriyanti (Kanan). Rizqi Pratama sebagai perwakilan dari para tenaga honorer. Foto: Hanafi/MKN

SAMARINDA – Plt Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltim, Yuli Fitriyanti, menyampaikan, pihaknya masih menunggu arahan resmi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), terkait kondisi ratusan tenaga honorer non-database di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) yang belum mendapat kejelasan status.

Menurutnya, upaya untuk memperjuangkan tenaga honorer tersebut sudah dilakukan sejak Mei lalu. BKD bahkan telah menyampaikan surat resmi yang ditandatangani langsung oleh Gubernur Kaltim kepada KemenPAN-RB.

“Bahkan surat permohonan itu langsung diteken Gubernur Kaltim,” jelasnya saat diwawancarai usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi I di Gedung E, Komplek DPRD, Jalan Teuku Umar, Samarinda, Jum’at sore (27/09/2025).

Hal yang sama kembali ditempuh pada Agustus, namun hingga saat ini Kaltim tetap diminta bersabar menunggu petunjuk teknis dari kementerian.

“Intinya seluruh persoalan honorer di Kaltim sudah kami sampaikan. Tapi sampai sekarang kami tetap harus menunggu instruksi,” begitu jelasnya, lagi.

Ia menegaskan, BKD tidak memiliki kewenangan membuat kebijakan sendiri di luar arahan pusat. Selain fokus pada pengangkatan ASN tahap I dan II, BKD juga masih menangani urusan terkait PPPK paruh waktu.

“Masalah honorer ini kan dialami semua daerah, jadi kemungkinan memang harus diselesaikan bertahap. Mudah-mudahan bisa segera ada keputusan,” katanya.

Yuli memastikan pihaknya terus mengawal agar tenaga honorer non-database tidak terabaikan, termasuk memfasilitasi pertemuan lebih lanjut dengan kementerian. “Kepala daerah juga mendukung penuh agar ada solusi nyata untuk persoalan ini,” demikian ucapnya.

Dari sisi tenaga honorer, Rizqi Pratama, perwakilan non-database, menuturkan bahwa hasil komunikasi sebelumnya dengan KemenPAN-RB sempat memberi harapan. Ada peluang bagi mereka untuk diangkat sebagai ASN, meski secara bertahap dan menunggu giliran.

“Kami diminta terus berkoordinasi dengan kementerian sampai regulasi khusus benar-benar keluar,” terang Rizqi di kesempatan lain.

Rizqi menyebutkan, jumlah honorer non-database di Kaltim masih berkisar 600 orang, sementara data BKD hanya mencatat sekitar 300. Ia mencontohkan langkah Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang menaikkan status honorer dengan mengubah kontrak menjadi Surat Keputusan (SK).

“Contohnya ada yang awalnya hanya sopir atau petugas keamanan, lalu dialihkan menjadi pengelola venue, operator, dan tenaga operasional lainnya. Harapannya, pola seperti ini juga bisa diterapkan di Kaltim,” tutupnya.

Pewarta: Hanafi
Editor: Yusva Alam

Perdana Ikut di KKSS Bontang Cup 2025, Sragen FC Sukses Raih Kemenangan

0
Tim sepak bola Sragen FC berfoto bersama sebelum pertandingan dimulai. (Darman/RadarBontang).

BONTANG – Paguyuban Sragen (Sragen FC) turut serta dalam memeriahkan ajang sepak bola kategori U-40 di KKSS Bontang Cup 2025, yang berlangsung di Stadion Bessai Berinta (Lang-Lang), Sabtu (27/9/2025).

Suharto, Kapten Sragen FC mengatakan, turnamen ini pertama kalinya diikuti Paguyuban Sragen, walaupun paguyuban Sragen ini telah berdiri sejak 2016 lalu.

“Pemain kami ini campuran, ada dari Setda bahkan juga dari ASN. Semua bergabung menjadi satu disini, dengan motivasi guyub rukun,” ucapnya saat ditemui, Sabtu (27/9/2025) sore.

Karena sebagai pendatang di Kota Bontang, Paguyuban Sragen pun telah konsisten dan selalu memupuk motivasi dari pada sesepuh, untuk bisa menjadi contoh terbaik dari paguyuban yang ada.

“Motivasinya tetap untuk guyub rukun, adapun dalam paguyuban untuk tetap bisa membentuk kesatuan antar sesama, dimana kita semua di dalam paguyuban sudah bersama dan menjadi satu,” tutupnya.

Diketahui, di ajang KKSS Bontang Cup 2025 ini, Sragen FC berhasil menang melawan B-Legend dengan skor 1-0.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis, Wawali: Kualitas Paling Utama

0
Rapat evaluasi MBG digelar Pemkot Bontang di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang. (Dwi S/Radarbontang.com)

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) menggelar rapat evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), untuk para siswa-siswi di tiap sekolah yang telah berjalan sejak Juli 2025 lalu.

Forum ini menjadi upaya pemkot dalam menjawab berbagai kekhawatiran masyarakat, sekaligus memastikan jika program unggulan tersebut tetap berjalan dengan optimal dan aman untuk dikonsumsi para siswa.

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris mengatakan bahwa keluhan yang masuk dari berbagai pihak, pastinya akan diterima secara terbuka. Bahkan semua masukan yang ada, menjadi bahan evaluasi untuk ke depan, dan dirinya sangat apresiasi atas keterbukaan seluruh pihak dalam menyampaikan keluhan yang ada.

“Sangat perlu diketahui bahwa evaluasi ini bukan hanya bentuk tanggung jawab moral Pemkot saja, akan tetapi juga sebagai langkah konkrit dalam memastikan keberlangsungan dan kualitas program, karena itu paling utama,” ucapnya.

Sehingga Wawali menekankan, jika tidak boleh puas hanya karena program ini sudah berjalan. Tetapi harus terus mengevaluasi, memperbaiki, dan memastikan bahwa makanan yang diterima oleh anak-anak benar-benar layak konsumsi dan bergizi.

“Jangan sampai terjadi lagi makanan basi atau tidak segar. Ini soal kepercayaan dan juga kesehatan anak-anak kita. Kita ingin MBG ini bukan hanya sekadar program makan gratis, tapi benar-benar menjadi pilar pendukung tumbuh kembang anak yang sehat dan berkualitas,” jelasnya.

Adapun Agus Haris turut menghimbau kepada seluruh Satuan Pelaksana Pengelola Gizi (SPPG) di Bontang, agar semakin memperketat pengawasan dalam proses pengolahan dan juga dalam distribusi makanan.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Sektor Pariwisata Kaltim Disiapkan Jadi Motor Ekonomi Pasca Migas

0
Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Ririn Sari Dewi (kerudung orange) saat diwawancara awak media. Foto: Hanafi/MKN

SAMARINDA – Sektor pariwisata Kalimantan Timur (Kaltim) perlahan mulai menanjak. Bahkan mulai diproyeksikan sebagai penopang utama, seiring capaian provinsi ini yang berhasil meraih peringkat keempat dalam Indeks Pembangunan Pariwisata Nasional 2024 dengan skor 4,54.

Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Ririn Sari Dewi, menyebut prestasi tersebut menjadi pijakan penting. “Ini bukan hanya angka di atas kertas, melainkan bukti bahwa Kaltim punya potensi besar untuk bersaing dengan destinasi lain di Indonesia. Ke depan, pariwisata akan menjadi motor penggerak ekonomi daerah,” ujarnya dalam acara Bincang-Bincang Pariwisata, Pariwisata untuk Pertumbuhan Ekonomi Kalimantan Timur, yang diselenggarakan di Samarinda Theme park jalan DI Panjaitan, Jumat (26/9).

Kebangkitan pariwisata Kaltim tidak lepas dari pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara. Aktivitas MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) meningkat tajam sejak proyek IKN bergulir. Ribuan orang datang menghadiri rapat, pameran, hingga pertemuan skala nasional, yang secara langsung mendorong tingkat hunian hotel, restoran, hingga transportasi lokal.

Dispar Kaltim mencatat, kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara ikut melonjak. Bahkan, untuk memperkuat pasar wisatawan regional, pemerintah provinsi sedang menjajaki rute penerbangan langsung Samarinda–Brunei Darussalam.

“Jika rute ini terealisasi, wisatawan dari Brunei, Malaysia, dan Singapura tak perlu lagi transit di Jakarta. Mereka bisa langsung masuk ke Samarinda atau Balikpapan,” jelas Ririn.

Meski potensinya besar, kontribusi sektor pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kaltim masih minim. Angkanya belum menembus 10 persen, jauh di bawah daerah pariwisata mapan seperti Bali atau Yogyakarta. Ririn mengakui kondisi ini menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera diatasi.

“Kalau ingin sejajar dengan destinasi besar, kita harus memperbaiki akses, menambah atraksi, dan memastikan kenyamanan wisatawan. Tidak bisa hanya mengandalkan potensi alam yang sudah ada,” tegasnya.

Dispar Kaltim menyiapkan beberapa langkah strategis. Pertama, diversifikasi ekonomi kreatif berbasis budaya dan alam. Kedua, memperbanyak event bertaraf nasional hingga internasional yang bisa menarik wisatawan dalam jumlah besar. Ketiga, memperkuat infrastruktur pendukung, terutama akses jalan menuju daerah wisata di Mahakam Ulu dan Kutai Barat yang saat ini sedang digenjot oleh Dinas Pekerjaan Umum.

Ririn menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor. Konsep kolaborasi pentahelik antara pemerintah, swasta, BUMN, perbankan, komunitas, dan media massa disebut menjadi kunci utama. “Pariwisata tidak bisa berdiri sendiri. Semua pihak harus bergerak bersama agar dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.

Kaltim memiliki ratusan destinasi potensial, mulai dari wisata alam di Derawan dan Labuan Cermin, wisata budaya Dayak, hingga wisata minat khusus seperti jelajah sungai Mahakam. Jika akses semakin mudah dan fasilitas terus ditingkatkan, peluang menjadikan pariwisata sebagai tulang punggung ekonomi sangat terbuka.

“Harapan kami, wisatawan yang datang bukan hanya sekali, tapi kembali lagi dan membawa cerita positif. Dari situlah multiplier effect pariwisata akan dirasakan, bukan hanya bagi pelaku usaha, tapi juga masyarakat sekitar,” tutup Ririn.

Pewarta: Hanafi
Editor: Yusva Alam

KKSS Bontang Cup 2025, Ajangnya Silaturahmi Antar Paguyuban di Kota Taman

0
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris bersama tim Paguyuban Sragen. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Ajang KKSS Bontang Cup 2025, menjadi salah satu ajang dalam menjalin tali silaturahmi antar paguyuban di wilayah Kota Bontang. Hal tersebut dikatakan secara langsung oleh Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris.

Dirinya pun turut terlibat dalam pertandingan sepak bola di ajang KKSS Bontang Cup 2025, dimana Agus Haris masuk di tim SulBar FC.

“Saya pikir dengan adanya kegiatan seperti ini merupakan kegiatan yang positif, yang digagas langsung oleh tim KKSS dengan ketua yang baru, yakni Andi Faizal Sofyan Hasdam,” ucapnya saat ditemui, Sabtu (27/9/2025).

Terlebih lagi, untuk peserta yang mengikuti ajang KKSS tersebut adalah masyarakat dari para paguyuban-paguyuban yang sudah ada di Bontang sejak lama.

Sehingga lewat ajang KKSS ini, masyarakat yang telah terbentuk di dalam paguyuban masing-masing, bertemu dalam suatu kegiatan pertandingan lewat olahraga dan lapangan.

“Dengan adanya kegiatan seperti ini juga, kita bisa membangun kebersamaan antar paguyuban di Bontang. Saling rukun satu dengan yang lain, serta selalu bersatu dengan keberagaman kita semua,” tambahnya.

Bukan hanya pertandingan saja, lewat kegiatan KKSS Bontang Cup 2025 ini juga meningkatkan ekonomi bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di wilayah Bontang.

“Pastinya selalu mendukung kegiatan seperti ini, saya pun ikut terlibat serta memeriahkan kegiatan KKSS, dimana kepala daerah atau wakilnya harus terus ada bersama masyarakat dimanapun berada,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Target Baru IKN, 9.500 ASN Siap Pindah ke Nusantara 2029

0
Kepala OIKN Basuki Hadimuljono meninjau progres peningkatan jalan di kawasan IKN Nusantara bersama tim teknis. Foto: Istimewa

JAKARTA – Pemerintah resmi menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2025 tentang Pemutakhiran Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2025. Regulasi yang diteken pada Senin (30/7/2025) itu menegaskan percepatan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), sekaligus memastikan target menjadikan Nusantara sebagai Ibu Kota Politik pada tahun 2028.

Perpres tersebut mengatur pemindahan aparatur sipil negara (ASN) secara bertahap. Antara 1.700 hingga 4.100 ASN dijadwalkan mulai bertugas di IKN, dan jumlah itu diproyeksikan terus bertambah hingga mencapai 9.500 ASN pada 2029. Untuk mendukung kebutuhan hunian, hingga September 2025 telah tersedia 44 tower siap huni. Tiga tower lainnya dalam tahap penyelesaian, dan empat tower baru masih dalam pembangunan.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyebut Perpres ini memberi kepastian hukum sekaligus sinyal kuat bagi semua pemangku kepentingan. “Perpres 79 Tahun 2025 diharapkan memberikan kepastian bagi masyarakat, pelaku usaha, maupun investor, untuk tidak meragukan kelanjutan pembangunan IKN yang hingga saat ini terus berjalan,” ujarnya.

Tahap pertama pembangunan IKN (2022–2024) telah menghasilkan sejumlah infrastruktur utama, antara lain Istana Garuda, kantor pemerintahan, hunian menteri dan ASN, rumah sakit, hotel, hingga bandara VVIP. Pembangunan ini juga memperkenalkan standar Bangunan Gedung Hijau (BGH) dan Bangunan Gedung Cerdas (BGC), serta dilengkapi command center berbasis CCTV, drone, dan IoT untuk memantau progres secara real-time.

Sejumlah proyek multiyears dari Tahap I masih berjalan hingga 2025, seperti Istana Wakil Presiden, Masjid Negara, hunian ASN, dan Jalan Tol Balikpapan–IKN, yang ditargetkan rampung akhir tahun. Sementara Tahap II (2025–2028) difokuskan pada pemindahan ASN, pembangunan gedung legislatif dan yudikatif, penguatan infrastruktur konektivitas, penataan kawasan Sepaku, ruang terbuka hijau, serta investasi di sektor pendidikan.

Selain mengandalkan APBN, investasi swasta berperan besar dalam mendukung pembangunan IKN. Hingga September 2025, realisasi investasi non-APBN telah mencapai Rp65,3 triliun yang berasal dari 49 pelaku usaha dengan total 52 perjanjian kerja sama.

Melalui regulasi ini, pemerintah menegaskan pembangunan IKN bukan sekadar pemindahan ibu kota, melainkan transformasi menuju tata kelola pemerintahan modern, kolaboratif, dan berdaya saing global.

Pewarta: Nasrul
Editor: Agus S

Pemprov Kaltim Gelar Gala Dinner Business Cooperation, Harum Ajak Investor Tanam Modal di Sektor Strategis

0
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud (kiri) bersalaman dengan perwakilan tamu undangan pada Gala Dinner Business Cooperation 2025 di Jakarta. Foto: Adpimprovkaltim.

JAKARTA – Pemprov Kaltim menggelar Gala Dinner Business Cooperation 2025 di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, Kamis (25/9/2025) malam. Acara yang dihadiri para duta besar negara sahabat, pimpinan Kamar Dagang Internasional, investor, dan pelaku usaha ini menjadi ajang promosi sekaligus membuka ruang kerja sama investasi.

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud (Harum) menegaskan daerahnya siap menampung investasi di berbagai sektor strategis, mulai dari energi, pertanian, perkebunan, perikanan, hingga pariwisata. “Kaltim memiliki potensi yang sangat besar. Dengan luas wilayah 127 ribu kilometer persegi, posisi strategis di jalur ALKI II, serta dukungan infrastruktur dan stabilitas sosial, Kaltim siap menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru Indonesia,” ujarnya.

Menurut Harum, keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) semakin memperkuat posisi Kaltim sebagai pusat investasi masa depan. Ia mengajak investor untuk datang langsung melihat peluang yang tersedia. “Investasi di Kaltim bukan hanya soal keuntungan ekonomi, tapi juga kontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan bangsa,” tegasnya.

Turut hadir Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kaltim Fahmi Prima Laksana, Kepala Badan Penghubung Kaltim Andrie Lesmana Saturninus, serta sejumlah kepala perangkat daerah.

Selain promosi peluang investasi, Gala Dinner juga menjadi momentum untuk mengundang para investor menghadiri Mahakam Investment Forum (MIF) di Balikpapan pada 9 Oktober 2025. Forum tersebut akan mempertemukan calon investor dengan pengelola proyek Investment Project Ready to Offer (IPRO) yang ditawarkan Pemprov Kaltim. (rls/MK)

Editor: Agus S

APBD Perubahan 2025 Kaltim Naik Jadi Rp21,74 Triliun, DPRD Ketok Palu

0
Wagub Kaltim, Sekda, Ketua DPRD, dan jajaran pimpinan DPRD Kaltim usai Rapat Paripurna ke-39. Foto: Istimewa.

SAMARINDA – DPRD Kaltim resmi mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025. Keputusan itu diambil dalam Rapat Paripurna ke-39 yang digelar di Gedung B DPRD Kaltim, Jumat (26/9/2025) malam.

Rapat dipimpin Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud bersama jajaran wakil ketua dan diikuti 42 anggota dewan. Hadir pula Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji, jajaran asisten, staf ahli, serta sejumlah kepala perangkat daerah. Agenda utama paripurna adalah mendengarkan laporan akhir Badan Anggaran (Banggar) sekaligus penandatanganan persetujuan bersama dengan Gubernur Kaltim.

Pendapat akhir Gubernur Kaltim dibacakan oleh Sekretaris Daerah Sri Wahyuni. Ia menegaskan, pembahasan yang berjalan alot namun tetap kondusif mencerminkan kedewasaan politik di Kaltim. “Perubahan APBD ini adalah wujud sinergi pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat. Terima kasih kepada semua pihak yang menjaga komitmen pembangunan daerah,” ucapnya.

Dalam APBD Perubahan 2025, struktur anggaran mengalami pergeseran signifikan. Total anggaran naik Rp746,85 miliar dari Rp21 triliun menjadi Rp21,74 triliun. Pendapatan daerah justru disesuaikan turun, dari Rp20,10 triliun menjadi Rp19,14 triliun. Sementara belanja daerah meningkat dari Rp20,95 triliun menjadi Rp21,69 triliun. Kenaikan paling tajam terlihat pada pos pembiayaan, melonjak dari Rp900 miliar menjadi Rp2,59 triliun, terutama berasal dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya.

Sri menjelaskan tambahan anggaran itu diarahkan untuk memperkuat pendanaan program prioritas. “Kita harapkan tambahan ini bisa mengoptimalkan program yang langsung menyentuh kepentingan masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, sinergi eksekutif dan legislatif harus terus dijaga agar pembangunan berjalan berkesinambungan. “APBD ini harus menjadi instrumen nyata untuk menciptakan kondisi lebih baik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kaltim,” tegasnya.

Setelah disetujui DPRD, Ranperda Perubahan APBD 2025 akan dikirim ke Kementerian Dalam Negeri untuk dievaluasi sebelum ditetapkan menjadi Peraturan Daerah.

Penulis: Umam
Editor: Agus S

Banjir Bontang: Proyek Tanggul Belum Rampung, Warga Jadi Korban Lagi

0

BONTANG – Hujan deras yang mengguyur Kota Bontang yang terjadi pada pekan lalu, membuat sejumlah kawasan kembali terendam banjir. Perumahan Bontang Permai menjadi titik terparah. Air setinggi paha orang dewasa memaksa ratusan warga mengungsi ke lokasi lebih aman.

BPBD Bontang mencatat sekitar 900 jiwa terdampak banjir di kawasan itu. Anak-anak, lansia, hingga warga yang sakit dievakuasi ke masjid yang dijadikan tempat pengungsian sementara. “Kami khawatir kalau hujan di hulu terus turun, air bisa makin tinggi. Karena itu evakuasi dilakukan lebih cepat,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bontang, Eko Mashudi.

Warga mengaku banjir datang tiba-tiba. “Semalam jam 9 hujan deras, air langsung naik. Paling dalam di titik dekat tanggul. Tanggul yang diperbaiki itu jebol lagi,” ujar Supri, warga RT 07 Api-Api. Barang-barang di rumah banyak yang tidak sempat diselamatkan karena air meninggi dengan cepat.

Banjir di Jalan Ahmad Yani, Gunung Sari, Kota Bontang. (Dwi/Radarbontang).

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, turun langsung ke lokasi. Ia menilai banjir terjadi karena proyek turap di kawasan itu belum rampung. “Progresnya baru sekitar 70 persen. Jadi genangan air belum bisa teratasi dengan baik. Kami minta warga bersabar,” ucapnya. Neni juga meminta camat segera berkoordinasi dengan Baznas untuk menyalurkan bantuan makanan bagi korban banjir.

Selain Bontang Permai, enam kelurahan lain juga terdampak. Di Api-Api, sebanyak 29 RT terendam, melibatkan lebih dari 3 ribu jiwa. Genangan juga terjadi di Guntung, Satimpo, Telihan, Gunung Elai, dan Kanaan. Di Jalan Ahmad Yani, Gunung Sari, banjir membuat warga menutup sebagian akses jalan karena banyak kendaraan yang mogok. Jalan Imam Bonjol pun lumpuh, sementara di Brokoli Raya air meluber hingga depan sekolah dasar. Bahkan longsor terjadi di jalan tembusan Perumahan Bukit Sintuk menuju RT 41 Belimbing.

Di sisi lain, hujan deras Kamis sore (25/9) juga membuat sebuah pohon tumbang di Jalan Arif Rahman Hakim, Kilometer 3, tepat di depan SPBU Kilo 3 yang berhadapan dengan SMAN 3. Pohon besar itu menutup jalan hingga menyebabkan kemacetan. Beruntung tidak ada korban, meski kabel listrik di jalur itu ikut tertimpa.

Banjir yang terus berulang di Bontang memperlihatkan dua hal: lambannya pembangunan infrastruktur pengendali banjir dan kurangnya kesadaran warga menjaga lingkungan. Hujan deras hanya menjadi pemicu, sementara persoalan utamanya ada pada sistem yang tak kunjung tuntas. Seperti biasa, warga kecil kembali jadi pihak paling menderita setiap kali air meluap.

Reporter: Dwi/Syahkura
Editor: Agus S

Generasi Muda Dukung Pembangunan IKN Lewat Pemberdayaan dan Produk Lokal

0
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono saat menerima kunjungan delegasi AYS Indonesia. Foto: Humas OIKN. Foto: Istimewa

NUSANTARA – Kolaborasi generasi muda dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) semakin nyata. Association of Youth for Sustainability (AYS) Indonesia melakukan silaturahmi dengan Otorita IKN, ditandai kunjungan 13 delegasi yang disambut langsung Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, di Balai Kota Otorita IKN, Jumat (26/9/2025). Pertemuan ini bertujuan mengintegrasikan program pemberdayaan masyarakat dengan visi IKN sebagai “Ibu Kota untuk Semua.”

Sebagai komunitas pemberdayaan pemuda dan gerakan inovasi sosial yang diakui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), AYS Indonesia menegaskan komitmennya untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di IKN. Salah satu langkah ke depan adalah penguatan produk lokal Kalimantan Timur, khususnya kopi liberika, sebagai simbol peran aktif pemuda dalam menggerakkan ekonomi daerah.

Komitmen itu juga terlihat dari rangkaian kegiatan sosial AYS Indonesia yang bersamaan dengan agenda Kaltimtara Beraksi #1. Mereka menyalurkan hibah buku untuk SDN 020 Sepaku dan menggelar kegiatan lingkungan bersama Karang Taruna Desa Bumi Harapan. AYS mengusung semangat low budget, big impact, di mana partisipasi sederhana bisa memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar IKN.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menekankan bahwa kopi liberika sedang dikembangkan sebagai produk unggulan daerah. “Kalau AYS Indonesia ingin memberikan support, itu lebih konkret dilakukan sebagai penguatan produk lokal Kalimantan Timur,” ujarnya.

Founder AYS Indonesia, Muhammad Abrar Putra Siregar, memastikan pihaknya siap berkontribusi. “Kami akan terus melakukan pengabdian melalui program pemberdayaan, termasuk mempromosikan kopi liberika sebagai produk Kalimantan Timur lewat jaringan influencer media sosial yang kami miliki,” ungkapnya.

Kolaborasi ini menegaskan bahwa pembangunan IKN bukan hanya soal infrastruktur, melainkan juga ruang partisipasi generasi muda. Dengan dukungan pada pemberdayaan masyarakat dan penguatan produk lokal, IKN diharapkan tumbuh sebagai pusat pemerintahan baru yang menumbuhkan inovasi sekaligus semangat kolaborasi untuk Indonesia berkelanjutan.

Pewarta: Nasrul
Editor: Agus S