Beranda blog Halaman 557

KPK Siap Hadirkan Bobby Nasution di Sidang Korupsi Jalan Jika Diminta Hakim

0
Gedung Merah Putih KPK di Jakarta, pusat penegakan hukum tindak pidana korupsi. Foto: Fajri/MKN

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merespons permintaan majelis hakim Pengadilan Negeri Medan yang meminta jaksa KPK menghadirkan Gubernur Sumatra Utara, Bobby Nasution, sebagai saksi dalam sidang kasus korupsi proyek jalan.

Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menyebut hal itu wajar karena berkaitan dengan pergeseran anggaran yang relevan dengan pokok perkara. “Terkait hakim yang meminta jaksa KPK menghadirkan Gubernur Sumatera Utara, karena ada pergeseran anggaran, itu hal yang lumrah,” ujar Asep, Jumat (26/9/2025).

Menurutnya, jaksa penuntut umum (JPU) akan melaporkan hasil persidangan lebih dulu sebelum KPK mengambil langkah. Jika ada permintaan resmi, KPK memastikan akan menindaklanjutinya sesuai prosedur. “Jaksa setelah sidang ini akan membuat laporan. Kalau ada permintaan, kita tindaklanjuti. Setelah itu akan dibicarakan juga dengan pimpinan untuk persidangan berikutnya,” jelasnya.

Asep menegaskan, apabila permintaan hakim dipenuhi, Bobby akan langsung dihadirkan di ruang sidang tanpa perlu diperiksa lebih dulu di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. “Apabila akan dipenuhi, itu langsung di persidangan. Karena tahapnya sudah di pengadilan, saksi-saksi yang diminta hakim langsung dihadirkan di ruang sidang,” tegasnya.

Kasus korupsi proyek jalan di Sumatra Utara ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Dari hasil penyelidikan, KPK menetapkan lima orang tersangka, yakni Topan Ginting (Kadis PUPR Sumut), Rasuli Efendi Siregar (Kepala UPTD Gunung Tua), Heliyanto (PPK Satker PJN Wilayah I), M. Akhirun Piliang (Dirut PT DNG), dan M. Rayhan Dulasmi Piliang (Direktur PT RN).

KPK menduga Topan Ginting mengatur pemenang lelang untuk menguntungkan pihak tertentu. Ia bahkan disebut dijanjikan fee Rp8 miliar terkait proyek jalan senilai Rp231,8 miliar. Sementara Akhirun dan Rayhan diduga sudah menarik Rp2 miliar untuk dibagikan kepada pejabat yang membantu mengatur proyek.

Saat ini, JPU KPK masih menjalani proses persidangan dengan terdakwa Muhammad Akhirun Piliang dan Muhammad Rayhan Dulasmi Piliang di Pengadilan Tipikor Medan.

Reporter: Fajri/MKN
Editor: Agus Susanto

Kutim Fokus Efisiensi dan 50 Program Prioritas di Perubahan APBD 2025

0
Sekda Kutim bersama jajaran saat mengikuti rapat paripurna pembahasan Perubahan APBD 2025. Foto: Ramlah/Radarbontang.com

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan komitmennya menindaklanjuti seluruh masukan fraksi DPRD dalam pembahasan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD-P) Tahun 2025. Fokus diarahkan pada efisiensi belanja daerah sekaligus menjamin terlaksananya 50 program prioritas.

Dalam rapat paripurna, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengapresiasi pandangan fraksi PKS, Golkar, Nasdem, Demokrat, PPP, Gelora Amanat Perjuangan (GAP), dan Persatuan Indonesia Raya (PIR). Menurutnya, catatan yang disampaikan dewan sangat substantif dan menjadi masukan penting bagi perbaikan tata kelola anggaran. “Masukan fraksi DPRD sangat berharga. Pemerintah siap menindaklanjutinya dengan tetap berpegang pada prinsip efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas,” tegasnya, Jumat (26/9/2025).

Pemkab Kutim mengakui adanya penurunan pendapatan daerah hingga Rp1,256 triliun akibat berkurangnya transfer dari pemerintah pusat. Namun PAD menunjukkan tren positif dengan kenaikan 23 persen, sementara transfer dari pemerintah provinsi juga meningkat 26 persen. “Kami akan terus menggali potensi dari pariwisata, perikanan, hingga UMKM agar Kutim tidak bergantung pada satu sumber,” jelas Ardiansyah.

Sejumlah fraksi menyoroti rendahnya serapan anggaran yang baru mencapai 43,98 persen per Agustus 2025. PKS dan Golkar meminta percepatan realisasi agar manfaat anggaran segera dirasakan masyarakat. Golkar juga menekankan pentingnya prinsip Value for Money dan digitalisasi pengelolaan anggaran. PKS mengapresiasi kenaikan PAD Rp82,7 miliar, namun meminta fokus anggaran pada pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar, dan UMKM.

Fraksi Demokrat menekankan agar belanja daerah tidak hanya terkonsentrasi pada belanja pegawai. Fraksi PIR mendesak percepatan pembangunan infrastruktur, sedangkan Nasdem menegaskan perubahan APBD harus sesuai PP No. 12/2019, memperhatikan mandatory spending, dan tetap mengawal realisasi 50 program prioritas.

Menjawab hal itu, Pemkab Kutim memastikan langkah strategis akan ditempuh. Antara lain optimalisasi PAD melalui diversifikasi ekonomi, percepatan belanja infrastruktur dasar, evaluasi program unggulan secara transparan, serta fokus pada pendidikan, kesehatan, UMKM, dan layanan dasar masyarakat. Pemerintah juga mengoptimalkan pemanfaatan DAK, DBH, dan BLUD dengan menjaga komitmen mandatory spending. “Pemerintah bersama DPRD dan seluruh elemen masyarakat harus bergotong-royong memastikan anggaran benar-benar memberi manfaat nyata. Amanat rakyat adalah prioritas utama kita,” pungkas Ardiansyah.

Penulis: Ramlah
Editor: Agus S

Kendala Teknis MBG: Buah Cepat Basi, Menu Monoton, Pengantaran Molor

0

Edisi Sabtu, 27 September 2025, Koran Digital Radar Bontang menyoroti persoalan layanan katering MBG. Sejumlah kendala teknis muncul, mulai dari buah yang cepat basi, pilihan menu yang dianggap kurang variatif, hingga pengantaran yang sering terlambat.

Ingin tahu ulasan lengkapnya? Baca Koran Digital Radar Bontang edisi terbaru melalui tautan berikut:

👉 Koran Radar Bontang
👉 E-Paper Edisi 27 September 2025

Kahar Kalam Sulap 100 Hektare Hutan di Bontang Jadi Sentra Pangan

0
Kahar Kalam Sulap 100 Hektare Hutan di Bontang Jadi Sentra Pangan
Gerbang bertuliskan HKm KTH Graha Mandala Lestari dan kondisi pertanian milik Kahar Kalam. (ist)

Sudah cukup lama saya tidak berkomunikasi dengan Bapak Kahar Kalam. Sosok pengusaha yang tak asing lagi di Bontang, apalagi jika bicara kontribusi sektor swasta dalam pembangunan daerah.

Ia adalah Direktur PT Graha Mandala Sakti (GMS), penggagas kawasan wisata mangrove di belakang Perumahan Bukit Sekatup Damai (BSD) Bontang. Kawasan itu sempat viral di awal pembangunannya. Sayangnya, kini terbengkalai. Padahal, Pak Kahar telah menggelontorkan dana hingga Rp12 miliar dari kantong pribadinya. Tapi kali ini, saya tidak akan membahas mangrove. Itu akan saya ulas dalam tulisan terpisah.

Dua hari lalu, melalui sambungan telepon saat ia berada di Singapura dalam perjalanan ke Kuala Lumpur, justru terbuka cerita lain—lebih besar dan lebih strategis. Tentang kebun pertanian dan peternakan yang ia bangun di kawasan Bontang Lestari. Luasnya mencapai 100 hektare. Legal, aktif, dan produktif. Tapi nyaris tanpa dukungan dari pemerintah kota.

Beberapa waktu lalu saya melintas di kawasan itu. Gerbang bertuliskan HKm KTH Graha Mandala Lestari berdiri kokoh. Saat itu saya urungkan niat mampir karena Pak Kahar sedang tidak di tempat. Tapi saya tahu betul isi di dalamnya.

Lahan itu kini menjadi pusat pertanian aktif. Ada kebun cabai, semangka, kelapa, dan peternakan. Pendopo, kandang sapi, tandon air, mesin pencacah kompos, dan alat kultivator tertata rapi. Semuanya bukan proyek dadakan. Itu hasil kerja sama yang ia bangun dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta Pemprov Kalimantan Timur.

“Sawit tidak dibolehkan, saya babat semua. Saya ikuti regulasi,” kata Pak Kahar. Ia tahu betul aturan kawasan hutan. Tidak boleh sawit, tidak boleh tambang. Maka ia alihkan seluruh areal menjadi pertanian dan edukasi. Kelapa sawit yang sempat tumbuh ia tebang sendiri agar izin kehutanan bisa dikeluarkan.

Panen semangka ratusan ton saat bulan Ramadan menjadi bukti bahwa lahan ini bukan sebatas klaim. “Pasar lokal cukup. Warga sekitar tidak perlu beli dari luar kota,” ujarnya. Tapi siapa yang tahu?

Semua kegiatan di kebun ini legal. Izin resmi dikeluarkan KLHK. Setelah mempresentasikan konsep ketahanan pangan yang ia rintis, bantuan dari pusat mulai mengalir.
“Bahwa hidup itu harus mempunyai karya. Saya ingin memberikan satu karya di Kota Bontang,” katanya.

“Saya diberi bantuan 50 ekor sapi, gazebo, paving 1.000 meter persegi, tandon, mesin pencacah, alat kultivator. Dan tahun depan, saya dijanjikan dua unit traktor John Deere. Satu unitnya saja Rp750 juta,” sambungnya.

Bantuan memang datang dari provinsi dan kementerian. Tapi yang terasa ganjil justru ketidakhadiran Pemkot. “Sepeser pun tidak. Bahkan datang pun tidak,” ujarnya. Dinas pertanian? Dinas ketahanan pangan? Tak pernah terlihat. Padahal dulu, saat lokasi mangrove masih ramai, mereka kerap mondar-mandir ke sana.

Satu-satunya yang konsisten sejak awal adalah Ibu Endang dari UPTD KPHP Santan. “Beliau datang pertama kali naik motor bersama anak-istri saya. Lihat langsung kondisi awal. Dari situlah semuanya mulai bergerak.”

Yang membuat kawasan ini makin hidup adalah kegiatan yang berlangsung pada 9 Juli lalu. Lokasi ini menjadi tempat pelatihan yang digelar Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur. Temanya jelas dan relevan: Pelatihan Pengembangan Kewirausahaan melalui Perencanaan Bisnis dan Pengembangan Akses Pemasaran Produk Kelompok Perhutanan Sosial Wilayah Bontang dan Kutai Timur. Graha Mandala Lestari bukan lagi sekadar kebun pribadi. Ia berkembang menjadi ruang pembelajaran dan pemberdayaan.

Langkah Kahar ini bukan tanpa pembanding. Di berbagai wilayah lain, model serupa telah lebih dulu terbukti. Seperti Hutan Kemasyarakatan di Gunung Kidul, Yogyakarta, dan Hutan Desa di Jambi dan Bengkulu. Keduanya menjadi contoh bagaimana lahan kawasan kehutanan bisa dikelola masyarakat untuk pangan, agroforestri, hingga hasil hutan non kayu.

Di Jawa Tengah, ada kawasan hutan rakyat di Wonosobo dan Temanggung yang berhasil mengembangkan kopi, sayuran, dan kayu rakyat dalam pola agroforestri. Semua itu menopang ekonomi desa, menjaga tutupan hutan, dan disokong Dinas Kehutanan serta LSM lokal.

Apa yang dilakukan Kahar Kalam di Bontang sebenarnya sejalan. Hanya saja, ia memulai lebih dulu—sendirian, tanpa bendera koperasi, tanpa sorotan.

Mengapa ini penting?

Karena Bontang hingga kini masih bergantung pada pasokan pangan dari luar. Samarinda, Tenggarong, Sangatta, bahkan dari Jawa. Ketika ada pengusaha lokal yang membuka 100 hektare lahan, mempekerjakan petani, mengurus legalitas mereka, hingga menyediakan tempat tinggal dan KTP, mestinya itu tidak sekadar diberi ucapan terima kasih. Tapi dicatat sebagai langkah konkret yang layak ditiru.

“Saya urus semua. Petani dari luar saya datangkan, saya carikan tempat tinggal, saya buatkan legalitas. Mereka kerja di sini, hidup di sini, bantu kota ini,” ujar Pak Kahar. Ia tidak sedang bicara bisnis. “Kalau soal balik modal, jangan ditanya. Jauh. Tapi saya bukan kejar untung. Saya cuma ingin berbuat.”

Nada kecewa terdengar jelas. Tapi tekadnya lebih tebal. “Kalau saya bukan orang Bontang, mungkin saya sudah pergi dari dulu,” katanya. “Tapi ini kota saya. Saya ingin Bontang berdiri di kaki sendiri. Tidak terus bergantung pada luar.”

Kahar tak butuh panggung. Ia hanya ingin pemerintah melihat—bahwa ada yang sudah lebih dulu berbuat. Bukan untuk dirinya. Tapi untuk Bontang.

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.
Pemimpin Redaksi Radarbontang.com

IHYA 2025: Gubernur Harum Boyong Penghargaan Industri Halal untuk Kaltim

0
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud (baju putih) bersama para penerima penghargaan IHYA 2025 di ICE BSD City. Foto: Adpimprovkaltim.

TANGERANG – Provinsi Kaltim kembali menorehkan prestasi di kancah nasional. Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud (Harum), menerima penghargaan dalam ajang bergengsi Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) 2025 yang digelar di Hall 7 ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Kamis (25/9/2025).

Penghargaan ini diberikan dalam rangkaian Halal Indonesia International Industry Expo 2024 yang dibuka langsung oleh Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita. Dari 16 kategori yang diperebutkan, Kaltim berhasil meraih peringkat I sebagai Lembaga Pemerintahan dengan Dukungan Program Halal Terbaik. Trofi penghargaan diserahkan langsung oleh Menperin kepada Gubernur Harum.

Menurut Gubernur Harum, peluang industri halal masih sangat luas untuk digarap, termasuk di Benua Etam. “Pangsa pasar industri halal masih terbuka lebar. Kaltim siap berperan aktif mendukung pengembangan industri halal nasional sekaligus menjadikannya motor pertumbuhan ekonomi daerah,” tegasnya.

Komitmen tersebut, kata Harum, diwujudkan melalui program-program halal yang tidak hanya memperkuat sektor industri besar, tetapi juga membuka jalan bagi UMKM untuk naik kelas.

Sementara, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (DPPKUKM) Kaltim, Heni Purwaningsih, menambahkan bahwa penghargaan ini menjadi pemicu semangat baru. “Kami akan terus memperluas dukungan terhadap ekosistem industri halal di Kaltim agar semakin memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (rls/MK)

Editor: Agus S

Coding Mama Batch 5 di IKN Angkat Isu Keamanan Digital, 45 Peserta Ikuti Pelatihan

0
Dosen Informatika Universitas Mulawarman, Addy Suyatno Hadisuwito, menyampaikan materi keamanan digital pada pembukaan Coding Mama dan Difabel Batch 5 di IKN. (foto: Atmaja Riski/Media Kaltim)

NUSANTARA – Isu keamanan digital menjadi sorotan utama dalam pembukaan Program Coding Mama dan Difabel Batch 5 yang digelar di auditorium Kantor Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Jumat (26/9/2025). Usai pembukaan, pelatihan akan dilanjutkan secara daring melalui Learning Management System (LMS) edutara.ikn.go.id selama 12 hari.

Mentor kegiatan sekaligus dosen Informatika Universitas Mulawarman, Addy Suyatno Hadisuwito, menekankan pentingnya perlindungan data pribadi di tengah maraknya penipuan digital. Ia mengingatkan peserta, terutama ibu rumah tangga, agar lebih waspada.
“Jika salah klik atau salah kirim, urusannya bisa berabe, Bu. Jangan gampang percaya, jangan asal kasih kode OTP,” pesannya.

Addy menegaskan, data penting seperti KTP dan KK harus benar-benar dijaga karena pelaku kejahatan digital semakin canggih, mulai dari email phishing hingga manipulasi kode verifikasi.

Pelatihan Berbasis Digital
Coding Mama batch 5 ini merupakan lanjutan dari batch sebelumnya, namun kali ini seluruh pembelajaran dilakukan secara digital, mulai dari materi hingga mentoring. Jumlah peserta sebanyak 45 orang, diseleksi dari 106 pendaftar yang berasal dari 5 kecamatan: Sepaku, Muara Jawa, Samboja, Samboja Barat, dan Loa Janan.

Peserta dibagi ke dalam tiga kelas:

  • Video editing & desain grafis
  • Digital marketing
  • Coding dasar

Sebagian peserta merupakan penyandang disabilitas, dengan mentor berasal dari Universitas Mulawarman, STMIK Widya Cipta Dharma, dan Politeknik.

Dukungan OIKN dan Antusiasme Peserta
Deputi Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN, Agung Indrajit, yang membuka resmi acara, meminta peserta serius mengikuti pelatihan. “Siapa tahu nantinya bisa menambah keterampilan, membuka peluang usaha, dan ikut membangun ekonomi digital IKN,” ujarnya.

Salah satu peserta, Tabita, guru TK dari Samboja Barat, mengaku bersyukur terpilih. “Semoga pelajaran ini membawa kebaikan dan bisa saya manfaatkan untuk masa depan,” ungkapnya.

Dengan materi yang relevan dan dukungan penuh Otorita IKN, Coding Mama batch 5 diharapkan dapat mencetak lebih banyak talenta lokal yang siap menghadapi era digital.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Okupansi Qubika Hotel IKN Tembus 60 Persen, Jadi Incaran Pemerintah dan Korporasi

0
Suasana lobby Qubika Boutique Hotel Nusantara yang menjadi pilihan utama tamu pemerintahan dan korporasi di IKN. (foto: riski/MKN)

NUSANTARA – Tingkat keterisian kamar (okupansi) Qubika Boutique Hotel Nusantara terus melonjak seiring meningkatnya aktivitas pemerintahan dan korporasi di Ibu Kota Nusantara (IKN). General Manager Qubika, Rizal Murdiansyah, menyebut hotel bintang tiga pertama di IKN ini kini menjadi pilihan utama bagi tamu instansi maupun swasta.

“Sejak Juli lalu okupansi naik ke 50 persen dari sebelumnya hanya 30–40 persen. Untuk September–Oktober ini, kami optimistis bisa tembus 60 persen dari total 206 kamar,” ujar Rizal saat berbincang dengan Media Kaltim, Kamis (25/9/2025).

Menurutnya, capaian itu tergolong baik untuk hotel baru. Rata-rata kamar terisi sekitar 50 unit setiap hari, bahkan memasuki Oktober daftar tunggu (waiting list) sudah cukup banyak hingga 80 persen, mayoritas berasal dari kalangan pemerintahan dan korporasi. “Booking Oktober sudah banyak yang waiting list,” ungkapnya.

Event dan Fasilitas Lengkap
Selain akomodasi, Qubika aktif menggelar berbagai event untuk menarik pengunjung. Pada 25 Oktober mendatang, hotel berkonsep eco-friendly dan industrial ini akan mengadakan Glow Run 7K yang dipadukan dengan penampilan DJ dan band.

Qubika berdiri unik dengan konstruksi berbahan ratusan kontainer. Fasilitasnya cukup lengkap, mulai ballroom berkapasitas 500–600 orang, enam ruang meeting, restoran 200 orang, hingga kolam renang dengan panorama hutan asri.

Harga kamar dibanderol mulai Rp775 ribu per malam dengan empat tipe pilihan: superior, deluxe, suite, dan club suite. Sementara untuk fasilitas kolam renang, tamu cukup membayar Rp150 ribu per orang, sudah termasuk nasi goreng dan es teh. “Diskon 50 persen diberikan bagi anak usia 6–12 tahun,” tambah Rizal.

Dengan konsep unik dan fasilitas komplit, Qubika Boutique Hotel Nusantara makin mempertegas posisinya sebagai ikon hospitality di kawasan IKN yang sedang tumbuh.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S

BRI Bangun Gedung 8 Lantai di IKN, Fokus Jadi Pusat Keuangan Mikro Internasional

0
Aktivitas kendaraan proyek di area lahan pembangunan BRI International Microfinance Center, kawasan financial center 1B IKN. (foto: riski/MKN)

NUSANTARA – Bank Rakyat Indonesia (BRI) resmi memperoleh lahan seluas 13 ribu meter persegi di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk mendirikan BRI International Microfinance Center. Gedung setinggi delapan lantai ini akan dibangun di kawasan financial center 1B, bersebelahan dengan kampus Gunadarma dan dua rumah sakit swasta.

Plt Deputi Sarana dan Prasarana Otorita IKN, Danis Hidayat Sumadilaga, menjelaskan bahwa sektor perbankan memang dipusatkan di zona tersebut. “Areanya di 1B, ya,” ujarnya singkat. Akses menuju lokasi berada di jalur paket F yang kini tengah dalam tahap pengerjaan.

Groundbreaking pembangunan telah dilakukan sejak 2024, sementara konstruksi fisik direncanakan dimulai pada akhir 2025 atau 2026, seiring rampungnya infrastruktur utama.

Komitmen untuk UMKM
Mantan Direktur Utama BRI, Sunarso, menegaskan pendirian International Microfinance Center adalah dedikasi BRI untuk mendukung sektor UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional. “Harapannya, pembangunan Gedung BRI di IKN menjadi langkah yang memberi manfaat luas bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Kini kepemimpinan BRI berada di tangan Hery Gunardi yang menjabat sejak Maret 2025. Partisipasi BRI di IKN disebut sebagai bentuk nyata komitmen BUMN perbankan dalam mendukung pembangunan nasional.

Fasilitas Modern dan Ramah UMKM
Gedung BRI International Microfinance Center akan menampung beberapa fungsi:

  • BRI Office Nusantara: 8 lantai berisi lobby, priority lounge, office area, dan multifunction hall.
  • BRI Microfinance Gallery: galeri UMKM sebagai etalase produk dan inovasi.
  • BRI Community Hub: amphitheater untuk acara komunitas, gathering, hingga pameran luar ruang.

Selain BRI, sejumlah bank lain juga mulai menempatkan branding di kawasan financial center 1B, di antaranya Bankaltimtara dan BTN.

Dengan hadirnya BRI, kawasan pusat keuangan IKN diproyeksikan menjadi episentrum baru bagi layanan perbankan sekaligus motor penggerak ekonomi digital dan UMKM.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Kendala Teknis MBG: Buah Cepat Basi, Menu Monoton, hingga Pengantaran Molor

0
Kepala Regional SPPG BGN Bontang, Surya Dwi Saputra. (Syakurah)

BONTANG – Evaluasi perdana program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengungkap sejumlah kendala teknis yang harus segera dibenahi. Salah satu yang paling banyak dikeluhkan sekolah adalah makanan cepat basi, terutama pada buah.

Kepala Regional SPPG BGN Bontang, Surya Dwi Saputra, menyebut hal itu karena penyimpanan yang kurang tepat. “Buah sering bercampur dengan hawa panas dari nasi atau sayur, sehingga lebih cepat rusak,” jelasnya.

Untuk mengatasi, dapur akan mulai membagi jam masak menjadi dua shift. Selama ini baru satu dapur yang menerapkan pola tersebut.

Selain itu, menu yang dinilai monoton juga mendapat sorotan. Sekolah menilai sajian masih berputar pada tahu atau sayur tertentu, yang kurang cocok untuk anak SD. Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, meminta variasi menu diperhatikan, misalnya menyesuaikan ukuran lauk dan mengganti jenis sayur.

Masalah lain adalah keterlambatan distribusi. Ada laporan pengantaran yang molor hingga satu jam dari jadwal yang disepakati, sehingga mengganggu jam belajar. Surya mengakui hal ini juga dipicu miskomunikasi antara pihak sekolah dan relawan pengantar.

Tak hanya itu, ada pula keluhan piring makan sekali pakai (ompreng) yang kadang telat diambil kembali. Semua persoalan ini akan dibenahi secara bertahap agar kualitas layanan MBG semakin baik.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

11 Ribu Siswa Sudah Jadi Penerima Manfaat MBG, Dua Dapur Baru Segera Dibuka

0
Evaluasi pertama MBG. (Syakurah)

BONTANG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bontang kini telah menjangkau sekitar 46 sekolah dengan total penerima manfaat lebih dari 11 ribu siswa. Angka tersebut berasal dari lima dapur utama yang saat ini beroperasi di berbagai wilayah kota.

Kepala Regional SPPG BGN Bontang, Surya Dwi Saputra menyebutkan rencana penambahan dua dapur baru di wilayah Bontang Selatan. Lokasinya berada di sekitar Bukit Indah dan Pasar Rawa Indah.

“Targetnya bisa beroperasi awal atau pertengahan Oktober mendatang,” ungkapnya, Kamis (26/9/2025).

Meski begitu, ia menegaskan penambahan jumlah penerima manfaat dilakukan bertahap. Salah satu pertimbangan adalah kesiapan dapur dan kualitas layanan. “Kalau masih ada keluhan makanan basi atau menu yang kurang bervariasi, tentu kita tahan dulu. Setelah siap, baru porsi bisa ditambah,” jelasnya

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menekankan pentingnya sinergi semua pihak agar program ini benar-benar berjalan optimal. Ia berharap manfaat MBG bisa dirasakan lebih luas, terutama dalam mendukung kesehatan dan konsentrasi belajar anak.

“Orang tua menyampaikan, anak-anak kini lebih rajin ke sekolah karena ada makanan. Itu bukti manfaat nyata MBG,” katanya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam