Beranda blog Halaman 559

Kebakaran Hanguskan Ruko di Klandasan Ilir, Warga Sempat Dengar Teriakan Minta Tolong

0
Kebakaran di RT 32 Klandasan Ilir. (Aprianto/MKN)

BALIKPAPAN — Kebakaran hebat melanda kawasan padat penduduk di RT 32 Kelurahan Klandasan Ilir, Kecamatan Balikpapan Kota, Rabu (5/11/2025) dini hari sekitar pukul 03.40 Wita. Api diketahui pertama kali muncul dari sebuah ruko berlantai dua yang difungsikan sebagai gudang penyimpanan susu, popok bayi, serta suku cadang kendaraan.

Ketua RT 32, Sri Rahayu, mengatakan warga sempat mendengar teriakan minta tolong dari dalam ruko sebelum api membesar. Namun, upaya penyelamatan tidak dapat dilakukan karena kobaran api dengan cepat menjalar ke seluruh bangunan.

“Memang ada yang menghuni di situ. Warga dengar teriakan minta tolong, langsung keluar semua, tapi apinya sudah besar,” ujar Sri Rahayu di lokasi kejadian.

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan segera dikerahkan ke lokasi untuk mencegah api merembet ke bangunan sekitar. Kepala BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali, menyebut proses pemadaman berlangsung cukup lama karena banyaknya material mudah terbakar di dalam ruko.

“Dari data sementara, api melalap satu rumah dan dua ruko tiga lantai. Tidak ada korban jiwa, tapi proses pemadaman cukup lama karena material di dalamnya mudah terbakar,” jelas Usman.

Sedikitnya 18 unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan dalam operasi tersebut, dibantu aparat kepolisian, relawan, serta warga sekitar. Hingga pukul 07.30 Wita, api masih tampak di beberapa titik sebelum akhirnya berhasil dikendalikan sepenuhnya.

Petugas saat ini masih melakukan pendinginan di area bekas kebakaran dan berjaga untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi menyala kembali. Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan kepolisian. (MK)

Editor: Agus S

Dewa United Bawa Energi Positif dari Kompetisi Asia Jelang Hadapi Borneo FC

0
Press Conference Dewa United di Media Center Borneo FC. (Dimas/MKN)

SAMARINDA – Pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink, memastikan timnya datang ke Samarinda dengan semangat tinggi menghadapi tuan rumah Borneo FC dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026 di Stadion Segiri, Rabu (5/11) malam. Keberhasilan mereka menembus perempat final AFC Challenge League menjadi modal penting untuk menjaga motivasi skuad.

Dalam sesi konferensi pers di Samarinda, Selasa (4/11), pelatih asal Belanda itu mengatakan bahwa performa impresif di ajang Asia membawa dampak besar terhadap kepercayaan diri tim.

“Kita tahu dalam tiga pertandingan terakhir di AFC Cup kami tampil baik dan sekarang berada di peringkat satu Grup E. Itu memberi energi positif untuk seluruh tim. Sekarang kami mencoba membawa semangat itu ke liga domestik,” ujar Riekerink.

Namun demikian, ia mengakui laga melawan Borneo FC tidak akan mudah. Selain menghadapi tekanan dari tuan rumah, kondisi lapangan Stadion Segiri yang dinilai kurang ideal juga menjadi perhatian.

“Jujur, ini pertandingan yang cukup sulit, apalagi di lapangan yang kurang bagus ini. Tapi sepak bola ditentukan oleh winning mood, dan itu yang kami coba pertahankan,” katanya.

Riekerink membawa 21 pemain dalam tur ke Samarinda, dengan Febi Eka tidak ikut dalam rombongan. Ia menegaskan bahwa keputusan akhir terkait susunan pemain akan ditentukan setelah sesi latihan terakhir. Pelatih berusia 61 tahun itu juga menyoroti pentingnya peran pemain pelapis, termasuk di posisi sentral seperti Nick Kuipers.

Menyoal posisi Dewa United di klasemen sementara Liga 1 yang belum memuaskan, Riekerink menilai hal itu bukan karena kualitas individu, melainkan karena keseimbangan permainan tim yang perlu diperbaiki.

“Yang harus kami perbaiki adalah keseimbangan tim. Tapi Dewa United selalu bisa menunjukkan karakter permainannya. Tiga laga terakhir di AFC memberi mental positif untuk semua pemain,” ujarnya.

Ia menambahkan, Dewa United masih tim muda di sepak bola nasional, namun telah menunjukkan progres signifikan. “Jangan lupa, Dewa United baru berusia tiga tahun. Tapi kami sudah berkembang banyak dan siap menunjukkan permainan terbaik kami,” tegasnya.

Bek kiri Dewa United, Edo Febriansyah, turut menegaskan kesiapan seluruh pemain untuk tampil maksimal di laga tandang tersebut. “Kami dari pemain sudah sangat siap dan akan berjuang maksimal di laga besok malam,” kata Edo. (MK)

Editor: Agus S

Wakapolresta Samarinda Imbau Warga Waspadai Peredaran Uang Palsu

0
Wakapolresta Samarinda AKBP Heri Rusyaman. (Humas Polresta Samarinda)

SAMARINDA – Wakapolresta Samarinda, AKBP Heri Rusyaman, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya peredaran uang palsu di wilayah kota. Peringatan ini disampaikan menyusul temuan sejumlah kasus uang palsu yang beredar di tengah masyarakat dalam beberapa waktu terakhir.

AKBP Heri menekankan pentingnya kembali menerapkan prinsip dasar yang telah lama disosialisasikan, yakni 3D: Dilihat, Diraba, Diterawang. “Fenomena peredaran uang palsu ini harus membuat masyarakat lebih tanggap dan berhati-hati. Ingat prinsipnya: diraba, dilihat, diterawang — itu jangan dilupakan lagi,” tegasnya.

Selain mengingatkan soal ciri fisik uang, Heri juga memperingatkan masyarakat agar mewaspadai modus penipuan baru yang memanfaatkan aplikasi dan situs daring.

“Kalau ada situs atau aplikasi yang menawarkan pertukaran uang dengan nominal lebih banyak padahal ditukar dengan uang sedikit, itu sudah pasti indikasi uang palsu. Jangan mudah percaya dengan tawaran semacam itu,” ujarnya.

Ia menegaskan agar masyarakat tidak mudah tergiur oleh penawaran yang tidak masuk akal, apalagi yang menjanjikan keuntungan besar dari pertukaran uang. “Kalau tawarannya tidak logis, bisa dipastikan itu modus penipuan,” imbuhnya.

AKBP Heri juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif melapor kepada pihak kepolisian apabila menemukan atau mencurigai adanya uang palsu yang beredar. “Segera laporkan ke pihak kepolisian. Kami akan tindak lanjuti, lakukan penyelidikan, dan proses sesuai hukum. Yang jelas, masyarakat harus lebih waspada dan tidak mudah terpengaruh,” tegasnya.

Ia memastikan Polresta Samarinda siap menindaklanjuti setiap laporan untuk menekan peredaran uang palsu yang berpotensi merugikan masyarakat. “Kewaspadaan harus ditingkatkan dengan mengenali ciri-ciri uang asli, baik dari warna, tekstur, maupun detail gambarnya. Masyarakat harus lebih jeli dan tidak asal menerima uang,” tutupnya. (MK)

Editor: Agus S

Pemprov dan DPRD Kaltim Bahas Evaluasi APBD Perubahan 2025 dan Arah Fiskal 2026

0
Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud, saat diwawancarai usai pertemuannya dengan DPRD Kaltim di Gedung D, Komplek DPRD, Samarinda. (K. Irul Umam/MKN)

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim menggelar pertemuan untuk membahas hasil evaluasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terhadap rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2025. Pertemuan berlangsung di Gedung D, Komplek DPRD Kaltim, Senin malam (3/11/2025).

Selain mengevaluasi APBD tahun berjalan, pertemuan tersebut juga menjadi ruang koordinasi untuk menyusun arah kebijakan keuangan daerah tahun 2026 yang diprediksi menghadapi tantangan berat akibat menurunnya dana transfer dari pemerintah pusat.

Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, mengungkapkan bahwa tahun depan dana transfer untuk Kaltim tersisa sekitar Rp2,49 triliun setelah mengalami pemangkasan cukup signifikan. Kondisi tersebut menjadi momentum bagi daerah untuk memperkuat kemandirian fiskal dengan mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Pemerintah daerah dan DPRD harus satu visi agar fiskal daerah tetap sehat. Salah satunya dengan mendongkrak PAD supaya tidak bergantung pada dana transfer lagi,” ujar Rudy usai rapat di Samarinda.

Rudy menegaskan, upaya mewujudkan kemandirian fiskal tidak dapat dilakukan secara parsial. Sinergi antara eksekutif, legislatif, dan sektor swasta dibutuhkan untuk menghadirkan kebijakan yang mampu memperluas basis pajak daerah, meningkatkan kepatuhan wajib pajak, serta memperkuat tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan.

“Kalau semua bergerak bersama, PAD bisa tumbuh sehingga pembangunan bisa disusun sesuai potensi dan kemampuan fiskal daerah,” tambahnya.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kaltim, Ahmad Muzzakir, menjelaskan bahwa hasil evaluasi Kemendagri menyoroti dua aspek utama, yakni penyesuaian regulasi dan efisiensi belanja.

“Penyesuaian dilakukan agar program daerah selaras dengan arah kebijakan pusat, sedangkan efisiensi diarahkan untuk memastikan belanja publik tepat sasaran dan sesuai target indikator,” jelasnya.

Ia menambahkan, nilai APBD Perubahan 2025 disepakati sebesar Rp21,75 triliun. Namun, dampak pemangkasan dana transfer dari pusat sebesar Rp6,84 triliun akan mulai terasa pada tahun 2026.

Menurut Muzzakir, Pemprov Kaltim sudah mulai melakukan langkah efisiensi pada tahun berjalan dengan menggeser sejumlah pos belanja ke program prioritas agar penyelesaiannya lebih cepat dan efektif.

“Fokus tahun ini adalah penyelarasan indikator capaian dan skala prioritas pembangunan daerah agar hasilnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (MK)

Editor: Agus S

KPK Tetapkan Gubernur Riau Abdul Wahid dan Dua Pejabat Lain sebagai Tersangka Korupsi

0
KPK tetapkan 3 tersangka terkait jatah fee penambahan anggaran di Dinas PUPR, PKPP Pemerintah Provinsi Riau. (Foto: Fajri/MKN)

JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Gubernur Riau Abdul Wahid sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait jatah fee penambahan anggaran di Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR PKPP) Pemerintah Provinsi Riau.

Selain Abdul Wahid, KPK juga menetapkan dua pejabat lain sebagai tersangka, yakni Kepala Dinas PUPR PKPP Muhammad Arief Setiawan dan Tenaga Ahli Gubernur Riau, Dani M. Nursalam.

Wakil Ketua KPK Johanis Tanak menjelaskan, penetapan tersangka dilakukan setelah tim penyidik menemukan bukti kuat adanya praktik korupsi dalam proses peningkatan anggaran proyek di lingkungan Dinas PUPR PKPP.

“Setelah dilakukan pemeriksaan intensif pada tahap penyelidikan dan ditemukan unsur dugaan peristiwa pidananya, maka perkara ini naik ke tahap penyidikan. Setelah ada kecukupan alat bukti, KPK menetapkan tiga orang sebagai tersangka,” ujar Johanis Tanak di Gedung Merah Putih KPK, Rabu (5/11/2025).

Menurut Tanak, kasus ini bermula dari dugaan permintaan fee oleh Gubernur Abdul Wahid terkait penambahan anggaran tahun 2025 untuk enam UPT Jalan dan Jembatan Dinas PUPR PKPP, yang meningkat dari Rp71,6 miliar menjadi Rp177,4 miliar.

Dalam prosesnya, Abdul Wahid diduga meminta fee sebesar 2,5 persen sebagai imbalan atas keberhasilan penambahan anggaran tersebut. Namun, hasil pertemuan para Kepala UPT Wilayah dan Sekretaris Dinas PUPR PKPP Riau memutuskan untuk menaikkan besaran fee menjadi 5 persen atau sekitar Rp7 miliar.

“Hasil pertemuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Kepala Dinas PUPR PKPP Riau dengan menggunakan bahasa kode ‘7 batang’,” ungkap Tanak.

KPK juga menemukan bahwa penyerahan uang dilakukan secara bertahap sebanyak tiga kali pada bulan Juni, Agustus, dan November 2025, dengan total realisasi sebesar Rp4,05 miliar dari kesepakatan awal Rp7 miliar.

Tanak menegaskan bahwa KPK akan memproses perkara ini sesuai ketentuan hukum dan terus berkomitmen menindak tegas praktik korupsi di lingkungan pemerintahan daerah. (MK)

Editor: Agus S

Bontang Jadi Percontohan Kota Berkelanjutan di Indonesia

0

BONTANG – Kota Bontang ditetapkan sebagai kota percontohan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan kota ramah lingkungan dan berorientasi masa depan.

📖 Baca E-Paper Lengkap
📱 Versi Mobile

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!

Manasik Haji Akbar Kutim: Tanam Nilai Islami, Eratkan Komitmen Wajib Belajar 13 Tahun

0
Usai menggelar rangkai manasik haji, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman berfoto bersama peserta manasik haji cilik. (Ist)

SANGATTA — Suasana haru dan gembira menyelimuti halaman Masjid Agung Al-Faruq Sangatta pada Rabu (5/11/2025). Ribuan anak-anak berpakaian ihram putih memenuhi area masjid, menirukan gerakan thawaf dan sai dengan penuh antusias.

Pemandangan ini menjadi bagian dari kegiatan Manasik Haji Akbar Kutai Timur 2025, yang diikuti oleh peserta dari Taman Kanak-kanak (TK), Raudatul Athfal (RA), dan Satuan PAUD Sejenis (SPS) se-Kecamatan Sangatta Utara dan Selatan.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kutim ini mengusung tema “Dengan Manasik Haji Kita Tanam Karakter dan Nilai-nilai Islami Sejak Dini.” Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak mengenal makna ibadah haji dengan cara menyenangkan, sambil menanamkan nilai kesabaran, disiplin, dan ketulusan sejak usia dini.

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama Bunda PAUD Kutim Siti Robiah Ardiansyah, Kepala Disdikbud Mulyono, dan unsur Forkopimda. Dalam sambutannya, Bupati mengapresiasi para guru dan orang tua yang telah berperan aktif menanamkan nilai-nilai keagamaan melalui kegiatan edukatif seperti ini.

“Pengenalan lebih dini kepada anak-anak kita ini sesungguhnya juga edukasi bagi kita semua, para orang tua dan guru, tentang pentingnya ibadah haji,” ujarnya.

Bupati menambahkan, pengalaman spiritual seperti ini akan membekas kuat dalam memori anak-anak dan menjadi bagian dari pembentukan karakter Islami mereka di masa depan.

“Semoga pengalaman ini menjadi bekal akhlak dan spiritual yang menuntun mereka hingga dewasa,” imbuhnya.

Tak hanya fokus pada nilai religius, momentum ini juga dimanfaatkan Bupati untuk menegaskan kembali komitmen Pemkab Kutim terhadap Program Wajib Belajar 13 Tahun, yang menjamin pendidikan gratis bagi seluruh anak Kutim mulai dari PAUD hingga SMA/sederajat.

“Sekolah gratis, seragam dikasih, buku disediakan, tahun ini sepatu pun dibagikan. Apalagi yang kurang? Sekarang tinggal komitmen orang tua agar anaknya benar-benar sekolah,” tegasnya.

Menurut Bupati, pendidikan formal harus berjalan seiring dengan pembentukan moral dan spiritual agar lahir generasi Kutim yang berkarakter kuat, berakhlak, dan berdaya saing.

Kegiatan Manasik Haji Akbar ini juga menjadi bukti nyata sinergi antara lembaga pendidikan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun generasi emas Kutai Timur.

Di akhir kegiatan, suara talbiyah kembali menggema. Anak-anak melambaikan tangan ke arah Kakbah mini sambil tersenyum bangga. Bagi mereka, inilah pengalaman pertama “menjadi tamu Allah” sederhana, namun sarat makna.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Peserta Pelatihan Kerajinan Kerang Jalani Uji Kompetensi dan Sertifikasi BNSP

0
Pelatihan pengolahan kerang yang diadakan DKUMPP Bontang. (Ist)

BONTANG — Sebanyak 20 peserta pelatihan pengolahan kerang di Kota Bontang kini memasuki tahap akhir, uji kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Kegiatan ini menjadi puncak dari rangkaian pelatihan yang difasilitasi oleh Dinas Koperasi, Usaha Mikri, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Bontang.

Kepala Bidang Perindustrian DKUKMPP Bontang, Muh Ridwan, menjelaskan bahwa proses sertifikasi tersebut bertujuan memastikan kemampuan teknis dan profesional para peserta benar-benar sesuai dengan standar nasional.

“Sertifikasi ini tidak hanya formalitas. Peserta akan melalui uji kompetensi yang ketat, meliputi kemampuan teknis, pemahaman prosedur, serta penerapan standar kerja di lapangan,” ujarnya, Senin (3/11/2025).

Ia menambahkan, sertifikasi BNSP menjadi langkah penting dalam pemberdayaan masyarakat pesisir dan peningkatan kualitas tenaga kerja lokal, khususnya di sektor pengolahan hasil laut.

Sebelumnya, para peserta telah mendapatkan pelatihan intensif yang mencakup berbagai keterampilan dasar, mulai dari pemilihan bahan baku kerang, pengolahan higienis, hingga teknik pengemasan produk agar layak dipasarkan.

“Pelatihan ini menjadi bekal awal sebelum mereka diuji. Setelah mendapatkan pelatihan teori dan praktik, barulah peserta diuji secara profesional oleh asesor bersertifikat,” terangnya.

Ridwan berharap seluruh peserta mampu memenuhi standar kompetensi dan berhasil meraih sertifikat resmi dari BNSP. Menurutnya, sertifikat tersebut tidak hanya menjadi pengakuan keahlian, tetapi juga membuka peluang baru bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha mandiri di bidang pengolahan hasil laut.

“Dengan sertifikat BNSP, mereka diakui secara nasional sebagai tenaga kerja kompeten. Harapannya, ini bisa menjadi jalan bagi peningkatan daya saing dan kemandirian ekonomi masyarakat,” pungkasnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Bangunan Sepanjang Jalan Masuk Pelabuhan Loktuan Dipastikan Tak Berizin

0
Pejabat Fungsional Penata Perizinan Ahli Muda DPMPTSP Bontang, Idrus. (Syakurah)

BONTANG – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang pastikan bangunan yang dibongkar di jalan menuju Pelabuhan Loktuan tidak memiliki izin dan telah dibebaskan oleh Pemkot.

Pejabat Fungsional Penata Perizinan Ahli Muda DPMPTSP Bontang, Idrus mengatakan beberapa tahun lalu wilayah tersebut sudah dilakukan pembersihan lantaran telah mereka lakukan pembebasan.

Pembongkaran bangunan liar di sepanjang jalan masuk Pelabuhan Loktuan. (Syakurah)

Namun, tidak lama setelah itu, beberapa warga mulai membuat bangunan semi permanen hingga bangunan tersebut menjamur.

“Ada 10 tahun lebih sudah kita bebaskan, beberapa juga masih belum dibebaskan, jadi bangunannya kami berikan stiker agar tidak dibongkar,” pungkasnya, Rabu (5/11/2025).

Idrus mengatakan, mediasi dengan para pedagang di hari sebelum pembongkaran sudah dilakukan tanpa ada bentrok. Mereka justru mengerti dan memilih mengamankan dagangan mereka lantaran mediasi ini sekaligus sosialisasi.

Ditambahkan Sony Suwito, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan menjelaskan terdapat 25 bangunan yang dibongkar. Jumlah ini berbeda dengan perencanaan pembebasan lahan yang akan dilakukan.

“Kemungkinan selanjutnya akan melakukan pembebasan lagi sekitar 19 rumah, 19+1, karena ternyata di tikungan sana ada bangunan yang perlu dibebaskan juga,” tuturnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Bakal Dibangun Pabrik Sabun di Bontang Lestari

0
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang, Aspiannur. (Ist)

BONTANG – Rencana pembangunan pabrik sabun di Kota Bontang mulai mencuat. Pabrik ini direncanakan menjadi turunan dari industri minyak kelapa sawit (CPO) yang telah lebih dulu beroperasi di kawasan industri setempat yakni di PT Energi Unggul Persada (EUP).

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang, Aspiannur, menyebut rencana itu merupakan bentuk hilirisasi dari industri CPO. Menurutnya, langkah ini berpotensi menambah nilai ekonomi daerah sekaligus membuka peluang kerja baru bagi masyarakat.

“Investor memang sudah menyampaikan keinginan untuk mengembangkan produk turunan CPO menjadi sabun,” ujarnya, Selasa (4/11/2025).

Aspiannur juga mengungkapkan, bahwa kawasan industri tersebut telah memiliki Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR). Sehingga, bila pembangunan pabrik sabun direalisasikan, investor hanya perlu melanjutkan proses Perizinan Bangunan Gedung (PBG).

Sebagai bentuk tindak lanjut, Aspiannur beberapa waktu lalu telah melakukan kunjungan langsung ke PT EUP. Kunjungan itu dilakukan untuk memastikan kesiapan dan rencana investor dalam mengembangkan pabrik turunan tersebut.

“Waktu itu saya sempat ke sana, rencananya hanya bikin video tapi sekaligus menanyakan langsung rencana pembangunan pabrik sabunnya. Kami dari pemerintah siap mendukung dari sisi perizinan agar prosesnya bisa dipercepat,” ujarnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam