Beranda blog Halaman 560

Lagi, Pengedar Sabu Ditangkap Beserta Barang Bukti 32 Poket Sabu Seberat 10,78 Gram

0
Sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan polisi. (Ist).

BONTANG – Unit Reskrim Polsek Bontang Utara berhasil mengamankan seorang pria berinisial RS, Rabu (24/9/2025) sekitar pukul 18.30 Wita.

Pelaku diamankan di wilayah Kelurahan Gunung Elai, Kecamatan Bontang Utara, terkait dengan pengedaran sabu. Pihak kepolisian berhasil menyita sebanyak 32 poket sabu siap edar, dengan berat 10,78 gram.

”Untuk pengamatan dan penyelidikan, dilakukan setelah menerima informasi akurat dari warga. Alhasil saat dilakukan penggeledahan, ditemukan 32 plastik kecil berisi kristal putih yang diduga narkotika jenis sabu,” jelas Kasat Resnarkoba Polres Bontang, AKP Rihard.

Selain itu ada pula barang bukti lainnya yang berhasil petugas amankan, meliputi satu unit handphone merek Realme 7 warna biru, dan beserta dengan satu buah sedotan runcing warna hitam.

“Saat kami introgasi, pelaku mengakui bahwa barang-barang tersebut adalah miliknya,” tambahnya.

Sehingga saat ini tersangka masih dalam pemeriksaan intensif, dan penyidik akan melakukan pendalaman untuk mengungkap jaringan peredaran narkotika lainnya di wilayah Bontang.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Neni: Program Prioritas Tetap Jalan Meski Dana Transfer Pusat Rp912 Miliar

0

Pembaca Setia Radar Bontang!
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, memastikan bahwa program-program prioritas pembangunan di Kota Taman tetap berjalan meski dana transfer pusat tahun ini hanya sebesar Rp912 miliar. Komitmen ini menjadi bukti bahwa efisiensi anggaran tidak akan mengurangi pelayanan maupun program strategis bagi masyarakat.

Simak kabar lengkapnya di Koran Digital Radar Bontang edisi Kamis, 25 September 2025.

👉 Baca E-Paper Lengkap
👉 Akses Versi Mobile

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!

8 Tim Sepak Bola Bontang Siap Berlaga di KKSS CUP 2025

0
Technikal Meeting jelang laga KKSS CUP 2025. (Ist)

BONTANG – Ketua Panitia Pelaksana KKSS CUP 2025, Andi Amri menjelaskan, pihaknya sudah melaksanakan Technical Meeting (TM) di Gedung Disporapar Bontang pada Selasa (24/9/2025). Hal itu agar menyamakan peraturan yang akan berlaku saat laga nanti dimainkan.

Dari hasil TM tersebut dibeberkan bahwa turnamen akan terbagi menjadi 2 Pool:

Pool A :
1. Sulbar
2. ⁠Seragen FC
3. ⁠Asbon
4. ⁠Bontang Legend

Pool B:
1. Badak Old Star
2. ⁠Santan FC
3. ⁠Matua FC
4. ⁠KKSS MACUA FC

Sementara dijelaskan, pertandingan akan dimulai dari babak penyisihan tanggal 27 September 2025. Setiap pertandingan hanya diberi waktu 1×20 menit dengan sistem grafeo.

“Babak selanjutnya pada tanggal 28 September 2025, dengan durasi 1×25 menit tetap dengan sistem grafeo,” imbuh Andi.

Sebelumnya diberitakan Radarbontang.com, hasil Musda KKSS Bontang memilih Andi Faizal Sofyan Hasdam sebagai Ketua KKSS Periode 2025 – 2030.

Sementara menunggu proses persiapan pelantikan, ketua terpilih melaksanakan silaturahmi dengan warga Sulawesi Selatan bersama suku lainnya di Kota Bontang melalui turnamen sepakbola Grafeo Bertajuk “ MASSIARA PA’GGOLO “ U-40 (SILATURAHMI SEPAKBOLA) di Stadion Bessai Berinta Kota Bontang.

“Kami berharap, ajang ini semakin mempererat hubungan kekeluargaan antara suku di Bontang, sehingga Kota Bontang semakin kondusif, tertib, aman, dan nyaman dalam hidup rukun berdampingan antara suku di Kota Bontang.

Penulis: Darman
Editor: Yusva Alam

Gak Cuma Dirampok, Kasir BRI Link Juga Alami Pelecehan Seksual

0
Pemilik agen BRI Link di Gang Masjid, Sabhan saat memberikan keterangan pers. Foto: Ramlah/Radarbontang.com

SANGATTA — Tak hanya merampok, rupanya pelaku perampokan di BRI Link Gang Masjid, Sangatta Utara juga melakukan pelecehan seksual terhadap salahsatu karyawan BRI Link. Hal itu terungkap setelah pemilik agen BRI Link, Sabhan, memberikan keterangan pers di Polres Kutai Timur (Kutim) pada Selasa (23/9/2025) kemarin.

Sabhan menyampaikan bahwa pelaku perampokan terhadap karyawannya telah berhasil diringkus oleh jajaran kepolisian.
Menurut Sabhan, akibat kejadian tersebut, karyawannya kini berada dalam kondisi psikologis yang sangat tertekan. Ancaman serius berupa todongan golok di leher menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan trauma mendalam.
“Untuk saat ini karyawan kami sangat trauma sekali, sehingga mau dipanggil ke sini pun sangat-sangat takut,” terang Sahban.

Selain ancaman fisik, korban juga mengalami pelecehan. Hal ini menambah berat beban psikologis yang dirasakan.
“Dia sempat diremas, pelecehan seksual, jadi dia sangat-sangat trauma. Selain itu, dia dapat pengancaman dengan golok di leher,” tambahnya.

Meski tidak ada luka fisik serius, Sabhan menyebut bahwa karyawannya sempat terjatuh dan terseret saat mencoba mengejar pelaku. “Tidak ada luka serius, cuma dia jatuh terseret saat mengejar,” ujar Sabhan.

Menyikapi kondisi karyawannya, Sabhan memutuskan untuk meliburkannya sementara waktu guna pemulihan kondisi psikologis. Sabhan juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Polres Kutai Timur (Kutim) atas gerak cepat dalam menangkap pelaku, sehingga kini ia kembali merasa aman untuk melanjutkan operasional usaha.
“Dengan ditangkapnya pelaku, kami kembali berani membuka usaha kami. Sebelum pelaku ditangkap, kami ketakutan untuk membuka BRI Link,” tutupnya.

Pewarta: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Tanda Tangan Elektronik Mulai Diberlakukan 1 Oktober

0
Bupati Paser, Fahmi Fadli. (Humas Paser)

PASER – Pemerintah Kabupaten Paser mulai meniadakan tanda tangan manual di atas kertas. Sebagai penggantinya, bakal menerapkan tanda tangan elektronik per 1 Oktober 2025. Hal ini untuk meningkatkan administrasi pemerintah yang efektif dan efisien.

Wacana pemberlakuan kebijakan tersebut disampaikan Bupati Fahmi Fadli pada acara Peningkatan Efektivitas Pelaksanaan Administrasi Pemerintahan dan Pemanfaatan Teknologi Informasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Paser, bertempat di Pendopo Lou Bepekat, Senin (22/9/2025) malam.

“Saya tetapkan tanda tangan elektronik yaitu per 1 Oktober 2025, ke depan tidak ada lagi tanda tangan manual di atas kertas,” tegas Bupati Fahmi kepada para kepala perangkat daerah.

Untuk mendukung kebijakan tersebut, Bupati menghimbau kepada seluruh kepala perangkat daerah untuk melakukan pengadaan tablet, sebagai perangkat untuk tanda tangan elektronik.

“Perangkat itu statusnya pinjam pakai saja, kalau mutasi serah terima atau habis masa tugasnya tolong dikembalikan ke daerah,” katanya.

Bupati Fahmi menambahkan, tanda tangan elektronik yang diterapkan per 1 oktober nantinya, tidak hanya bagian dari upaya peningkatan pelayanan pelayanan publik melalui teknologi informasi digital, tapi juga merupakan bentuk dari efisiensi dan juga dukungan terhadap misi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang adaptif.

Menurutnya, tanda tangan elektronik mampu mempercepat pelayanan publik karena dinilai efektif dan efisien. Dan hal ini juga dapat meningkatkan kemampuan pemerintah daerah dalam reformasi birokrasi tentang pengelolaan kearsipan.

“Jadi pada saat saya kunjungan kerja, untuk perangkat daerah yang perlu percepatan bisa saya tanda tangan elektronik. Tanda tangan elektronik ini merupakan bagian dari percepatan pelayanan publik,” pungkasnya. (MKN)

Editor: Yusva Alam

Neni Tegaskan Program Prioritas Bagi Masyarakat Harus Tetap Berjalan, Walaupun Dana Transfer Pusat Rp 912 Miliar

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat ditemui awak media. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menegaskan bahwa, program-program prioritas untuk masyarakat Kota Bontang harus tetap berjalan.

Sebab semuanya harus dilakukan, demi kesejahteraan masyarakat, sehingga jangan sampai ada program yang gagal bahkan berhenti di tengah jalan. Walaupun dana transfer pusat menyentuh Rp 912 miliar.

“Tapi saya tetap optimistis, untuk APBD Bontang di 2026 mendatang bisa sampai tembus di angka Rp 2,1 triliun,” ucapnya saat dikonfirmasi, Rabu (24/9/2025).

Bahkan di dalam status pribadi Whatsapp dirinya, Neni membeberkan jika total Dana Transfer Umum (DTU) Bontang sekitar Rp 830 miliar.

Dana Alokasi Khusus non fisik (DAKnf) sekitar Rp 75,6 miliar, dan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik sekitar Rp 6,5 miliar. Adapun dari Dana Bagi Hasil (DBH) Rp 321 miliar, dan juga Dana Alokasi Umum (DAU) Rp 590 miliar, dengan akumulasi berjumlah Rp 834 miliar.

“R-APBD Bontang 2026 yang diajukan mencapai Rp2,8 triliun. Saat ini tengah menghitung, dan juga lagi menyesuaikan APBD Bontang di 2026,” jelasnya.

Neni juga sempat mendatangi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) beberapa waktu lalu, terkait dengan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) di 2026 agar tidak dipangkas, mengingat kondisi fiskal Bontang masih sangat lemah.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Program MBG Masuki Satu Bulan, Wawali Siapkan Evaluasi

0
Wakil Wali Kota Bontang melakukan sidak dapur MBG. (ist)

BONTANG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bontang akan segera dievaluasi setelah berjalan sebulan. Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, memastikan hal itu usai melakukan pemantauan langsung ke sejumlah dapur MBG, Rabu (24/9/2025).

Sejak pukul 13.30 Wita, Agus meninjau dapur yang tersebar mulai Bontang Barat 1 hingga Bontang Utara 2 di Jalan KS Tubun. Fokus pemeriksaan meliputi kualitas bahan baku, tempat penyimpanan, hingga standar kebersihan alat makan dan dapur.

“Langkah ini penting, untuk memastikan makanan yang diberikan kepada anak-anak tetap aman dan layak konsumsi,” jelasnya.

Dari hasil sidak tersebut, ia menyebut kondisi dapur masih terbilang aman. Namun, menurutnya, perbaikan tetap diperlukan melalui evaluasi bersama pihak terkait.

Rapat evaluasi dijadwalkan berlangsung Kamis (25/9/2025) pukul 13.00 Wita di Pendopo Wali Kota. Seluruh kepala dapur, Kepala SPPG, hingga kepala sekolah penerima manfaat akan dipanggil untuk membahas perkembangan program MBG.

“Sudah satu bulan berjalan, jadi saatnya kita mendengar laporan langsung dan melakukan evaluasi menyeluruh,” tegasnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

600 Paket Pangan Murah Disiapkan di Kelurahan Gunung Elai

0
Kegiatan GPM di Kelurahan Gunung Elai. (ist)

BONTANG – Program Gerakan Pangan Murah (GPM) kembali digelar, kali ini di halaman Kantor Kelurahan Gunung Elai, Rabu (24/9/2025).

Kegiatan ini mulai pukul 08.00 WITA hingga selesai. Lurah Gunung Elai, Sulistyo, menyebutkan bahwa pihaknya menyiapkan sebanyak 600 paket sembako untuk masyarakat.

Paket sembako tersebut dapat diperoleh dengan harga Rp150 ribu, jauh lebih murah dibandingkan nilai sebenarnya Rp220 ribu. Setiap paket berisi beras 5 kilogram, gula 1 kilogram, minyak goreng 1 liter, sarden kaleng, susu kaleng, teh celup 2 kotak, mi instan 5 bungkus, garam, dan tepung masing-masing 1 bungkus.

Sulistyo menegaskan, kegiatan ini tidak hanya khusus bagi warga Gunung Elai, melainkan terbuka untuk umum. “Kami sediakan 600 paket, untuk umum, ini masih ada sisa. Minggu depan kita buka lagi,” ujarnya.

Program pangan murah ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat di tengah kebutuhan pokok yang terus meningkat. Adapun hingga saat ini GPM dilaksanakan atas instruksi Kemendagri, lantaran harga bahan pokok terutama beras di Bontang tinggi.

Kegiatan ini juga merupakan kerjasama antar Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan Dan Pertanian (DKP3) Bontang yang hingga Desember mendatang agar menggelar GPM.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Bank Sampah Belimbing Kembali Juara, Terima Rp14 Juta untuk Inovasi

0

Pembaca Setia Radar Bontang!
Bank Sampah Belimbing kembali menorehkan prestasi membanggakan. Berkat inovasi dan konsistensinya dalam mengelola sampah, mereka berhasil meraih juara sekaligus menerima hadiah Rp14 juta. Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan sampah berbasis masyarakat bisa menghadirkan manfaat ekonomi sekaligus menjaga lingkungan tetap lestari.

Baca kisah selengkapnya di Koran Digital Radar Bontang edisi Rabu, 24 September 2025.

👉 Baca E-Paper Lengkap
👉 Akses Versi Mobile

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!

Pembangunan Kawasan Olahraga Terpadu Terus Dikebut

0
Wawali Balikpapan, Bagus Susetyo saat meninjau pengerjaan proyek Kawasan Olahraga Terpadu (KOT) yang berlokasi disekitar Gedung Kesenian Balikpapan, Balikpapan Selatan. (Ist)

BALIKPAPAN – Pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) berupa taman Kawasan Olahraga Terpadu (KOT) yang berlokasi disekitar Gedung Kesenian Balikpapan, Balikpapan Selatan terus dikebut pembangunannya.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mengatakan bahwa pembangunan KOT ini ditujukan untuk menghadirkan fasilitas rekreasi, olahraga, sekaligus ruang publik yang representatif bagi masyarakat. Dan saat ini progres pembangunannya baru sekitar 30 persen. Pekerjaan yang sedang berjalan masih berfokus pada struktur utama, termasuk pondasi beton, gardu pandang, dan area jogging track.

“Yang dikerjakan sekarang adalah pekerjaan struktur, jadi belum masuk tahap finishing. Tahun ini alokasi anggaran sekitar Rp10 miliar digunakan untuk pengerjaan gardu pandang dan jalur jogging. Target kita bisa segera rampung sesuai jadwal,” ujar Wawali, saat meninjau perkembangan proyek, Selasa (23/9/2025).

Lebih lanjut Bagus Susetyo menjelaskan, pembangunan taman olahraga terpadu ini membutuhkan anggaran total sekitar Rp 45 miliar dalam kurun waktu tiga tahap penganggaran. Dari jumlah itu, hingga kini sudah terealisasi sekitar Rp 20 miliar melalui dua tahap pengerjaan. Pemkot berkomitmen menyelesaikan proyek ini secara bertahap dengan mempertimbangkan skala prioritas.

“Mudah-mudahan bisa tuntas sesuai rencana. Tetapi kalau anggaran tidak memungkinkan, kita lakukan bertahap. Karena selain proyek ini, kita juga punya skala prioritas pembangunan taman-taman baru di Balikpapan,” jelasnya.

Bagus juga menegaskan bahwa pembangunan taman bukan hanya sekadar mempercantik wajah kota, melainkan juga untuk menjawab kebutuhan ruang publik yang aman, nyaman, dan inklusif. Desain taman olahraga terpadu diharapkan ramah anak, ramah disabilitas, serta menyediakan ruang interaksi sosial bagi remaja dan komunitas.

“Kami ingin taman ini tidak hanya jadi tempat olahraga, tetapi juga sarana rekreasi keluarga, diskusi komunitas, dan ajang kebersamaan warga. Dengan fasilitas yang lengkap, taman ini diharapkan bisa menjadi destinasi wisata keluarga di Balikpapan,” tambahnya.

Selain itu, keberadaan taman olahraga terpadu juga diyakini dapat mengurangi ketimpangan ruang publik di kota yang terus berkembang pesat. Saat ini, kebutuhan masyarakat terhadap ruang terbuka hijau semakin meningkat, seiring pertumbuhan jumlah penduduk dan padatnya kawasan perkotaan.

“Kalau ruang publik memadai, tentu akan menambah kualitas hidup masyarakat. Orang bisa berolahraga dengan tenang, anak-anak punya tempat bermain yang aman, dan warga memiliki ruang interaksi sosial tanpa harus jauh-jauh keluar kota,” tegas Bagus.

Pemerintah Kota Balikpapan juga menekankan pentingnya perawatan dan keberlanjutan taman setelah pembangunan selesai. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dinilai menjadi kunci agar fasilitas yang sudah dibangun bisa benar-benar dimanfaatkan dan terjaga dengan baik.
Dengan progres yang terus berjalan, Pemkot optimistis pembangunan taman olahraga terpadu ini akan menjadi salah satu ikon baru kota sekaligus mendukung visi Balikpapan sebagai kota ramah anak. (MKN)

Editor: Yusva Alam