Beranda blog Halaman 561

Kasus Arisan dan Investasi: Diduga Dana Mengalir ke Kebutuhan Proyek di Paser

0
Ilustrasi. (Ist)

PASER – Kasus dugaan penipuan berkedok arisan dan investasi di Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser hingga kini masih terus diselidiki Satreskrim Polres Paser.

Namun dilain sisi, selain mempertanyakan penyebab utama mandeknya pembagian dana, marak kabar yang turut mempertanyakan kemana saja aliran dana dari arisan dan investasi tersebut hingga menyebabkan para peserta, mengaku mengalami kerugian kumulatif hingga miliaran rupiah.

Salah satu peserta mengaku, penyelenggara kerap menawarkan investasi yang cukup menjanjikan. Nilai keuntungan yang ditawarkan juga variatif. Mulai dari bunga 10 persen hingga 25 persen tergantung nilai investasi yang disertakan oleh anggota.

“Mulai dari 10 sampai 25 persen. Misal modal Rp 100 juta bisa kembalinya Rp 120 juta. Kadang Rp 125 juta. Tergantung waktunya, bisa dalam 4 minggu, 5 minggu, 6 minggu dan lain-lain,” kata salah satu peserta.

Karena menggiurkan, hal ini pun jadi andalan para anggota karena sangat menguntungkan secara finansial. Sayangnya, hal itu tidak seragam diberlakukan penyelenggara terhadap anggota. Itu terungkap setelah peristiwa dimana penyelenggara disebut-sebut menghilang dan tidak bisa dihubungi.

Kendati begitu, peserta merasa bingung karena baru kali ini, medio Agustus-September 2025 program arisan dan investasi yang dijalankan penyelenggara mandek. Padahal selama ini, sejak 2013 kedua program keuntungan finansial itu tanpa hambatan.

Dibalik itu semua, peserta menyebut bahwa penyelenggara kerap menjanjikan keuntungan karena dana investasi digunakan untuk pembiayaan sejumlah proyek yang ada di Kabupaten Paser. Namun begitu, peserta tidak memahami lebih rinci jenis proyek atau peruntukan proyek mana yang dimaksud.

“Setiap dia menawarkan selalu dengan alasan proyek. Entah proyek apa saya juga tidak tahu. Ya banyak proyek besar. Kurang lebih seperti itu,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Syarifah Nita Fatimah A (33) alias Nita sebagai penyelenggara, menyebut bahwa mengandalkan dana investasi untuk proyek dinilai terbilang tidak benar. Ia menegaskan, bahwa sifatnya pinjaman dana.

“Bukan investasi tapi saya pinjam uang. Kalau mau tahu yang sebenarnya disidang pengadilan aja mas,” kata Nita, hasil konfirmasi Media Kaltim via seluler, Selasa (23/9/2025).

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Paser, AKP Elnath Splendidta Wafiq Gemilang menyatakan, masih perlu dilakukan pendalaman bukti-bukti yang berkaitan dengan kabar bahwa aliran dana arisan dan investasi yang tengah ditanganinya.

“Terkait kabar dana arisan dan investasi untuk pembiayaan proyek masih perlu pendalaman bukti-bukti,” pungkasnya. (MKN)

Editor: Yusva Alam

Komplotan Perampok Konter Brilink Dibekuk, Tiga Tersangka dan Satu Buron

0
Pelaku perampokan konter Brilink di Sangatta dihadirkan saat konferensi pers. (MKN)

SANGATTA – Komplotan perampok bersenjata tajam yang menyasar tiga konter Brilink di wilayah Kutim, berhasil dibekuk Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kutai Timur (Kutim). Tiga pelaku telah ditangkap, sementara satu orang lainnya masih buron.

Ketiga tersangka yang kini mendekam di sel tahanan Polres Kutim yakni HH (31), warga Bengalon, H (25), warga Sangatta Utara, dan KN (17), seorang pelaku yang masih di bawah umur. Sedangkan satu pelaku lainnya, S (29), hingga kini berstatus daftar pencarian orang (DPO).

Kapores Kutim, AKBP Fauzan Arianto didampingi Kasat Reskrim Polres Kutim, AKP Ardian Rahayu Priatna menjelaskan, para pelaku menjalankan aksinya dengan membagi peran. Ada yang mengancam korban dengan senjata tajam, ada yang mengawasi situasi sekitar, dan ada pula yang mengambil uang maupun barang berharga dari dalam konter.

“Modus para pelaku adalah menodongkan parang kepada pegawai Brilink untuk menakut-nakuti korban, kemudian dengan leluasa mengambil barang maupun uang di dalam laci,” ujarnya, Selasa (23/9/2025).

Komplotan ini tercatat sudah beraksi di tiga lokasi berbeda. Pada 3 Agustus 2025, di konter Brilink Bengalon, pelaku mendobrak pintu lalu menodong karyawan dan membawa kabur satu unit iPhone XR serta sebuah tablet. Kemudia di tanggal 29 Agustus 2025, di konter Brilink Galeri Jasa 4, Gang Rambutan, Sangatta Utara, pelaku mengancam pegawai lalu menggasak uang tunai, sepatu Adidas, jaket hitam, hingga satu unit motor Honda Beat hijau KT 2510 REP. Lanjut pada tanggal 5 September 2025, di konter Brilink Lumintu, Gang Masjid, Sangatta Utara, korban kembali ditodong dengan parang dan dipaksa menyerahkan uang di dalam laci.

Polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain satu bilah parang, sepatu Adidas, jaket hitam, sepeda motor Honda Beat hijau KT 2510 REP, satu unit iPhone XR, dan satu buah tablet.

Dari hasil pemeriksaan, para pelaku mengaku nekat melakukan aksi pencurian karena alasan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Polres Kutim menegaskan akan terus memburu pelaku yang masih buron serta mengimbau masyarakat, khususnya pemilik konter Brilink, agar meningkatkan kewaspadaan. (MKN)

Editor: Yusva Alam

Cegah Aktivitas Negatif, Pemkab Bakal Berlakukan Jam Malam Bagi Pelajar dan Remaja

0
Wakil Bupati Kabupaten Paser, Ikhwan Antasari. (Ist)

PASER – Guna mengantisipasi terjadinya kegiatan megatif, Pemkab Paser bakal memberlakukan aturan jam malam bagi pelajar dan remaja.

Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Paser, Ikhwan Antasari, menghimbau agar para remaja khususnya para pelajar agar tidak berada di luar rumah melebihi jam 9 malam. Sebab menurutnya tidak baik jika anak-anak keluyuran hingga larut malam.

“Kami berharap anak-anak dapat mengikuti aturan tersebut, jika sudah di atas jam 9 sebaiknya di rumah saja, jangan berkeliaran,” kata Wabup, Ikhwan Antasari, Selasa (23/9/2025).

Untuk memastikan para remaja mentaati aturan tersebut, Ia meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Paser untuk melakukan penertiban, jika masih ada anak-anak yang berkeluyuran di atas jam 9.

“Saya minta Satpol PP untuk melakukan penertiban, Patroli ke pasar-pasar maupun tempat umum yang menjadi titik kumpul mereka,” imbuhnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Ikhwan, terdapat beberapa lokasi yang dianggap menjadi titik kumpul para remaja di malam hari, seperti Hutan Kota, Gentung Temiang dan Stadion Sadurengas.

“Saya dapat informasi, setiap malam jum’at banyak anak-anak muda kumpul disitu (Stadion Sadurengas). Ini sudah saya suruh Satpol PP untuk ditertibkan,” ucapnya.

Ikhwan memastikan pemerintah daerah telah berupaya maksimal untuk mengayomi anak-anak di daerah sesuai dengan hak-hak mereka, hal itu dibuktikan dengan telah naiknnya predikat Kabupaten Paser menjadi madya dalam penilai Kabupaten Layak Anak tahun 2025 ini. Namun hal ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, akan tetapi yang utama adalah peran dari keluarga.

“Peran keluarga itu sangat penting untuk mendukung hal itu, seperti bagaimana orang tua mengedukasi anak-anaknya. Apabila orang tua sudah menyampaikan hal baik ke anaknya, pemerintah ikut mensupport,” jelasnya. (MKN)

Editor: Yusva Alam

Si Jago Merah Lahap Mes dan Barak di Wanasari

0
Kebakaran di Desa Wanasari, Muara Wahau menyisakan puing dan arang bangunan mes dan barak. (Dok. Disdamkartan Kutim)

SANGATTA – Mes berukuran 16 x 8 meter dengan dua lantai milik Mansur, serta barak lima pintu berukuran 6 x 15 meter milik Yudi, di Jalan Poros Wanasari, RT 15, Desa Wanasari, Kecamatan Muara Wahau, hangus terbakar Selasa (23/9/2025) malam tadi.

Akibat musibah tersebut, 5 kepala keluarga dengan total 10 jiwa kehilangan tempat tinggal. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai Rp150 juta.

“Kami menerima laporan sekitar pukul 20.15 WITA dan langsung menurunkan unit pemadam ke lokasi. Api sudah cukup besar ketika tim pemadam tiba, namun setelah berupaya kurang lebih 1 jam, api berhasil dipadamkan,” ungkap Eko Purnomo, Kasi Pemadaman, Pengendali Operasi, dan Komunikasi Disdamkartan Kutim.

Eko menjelaskan, berdasarkan keterangan warga, api pertama kali terlihat dari lantai dua bangunan mes, tepat di bagian pinggir. Namun, penyebab pastinya masih dalam penyelidikan. “Dugaan sementara asal api dari lantai dua, tapi kami belum bisa memastikan sebelum hasil investigasi keluar,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Meski begitu, dampak yang ditimbulkan cukup besar karena seluruh penghuni barak harus kehilangan tempat tinggal dan sebagian harta benda.

“Kami mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi kebakaran. Pastikan instalasi listrik aman, tidak menumpuk sambungan kabel, serta memperhatikan penggunaan kompor dan sumber api lainnya,” pesan Eko.

Kini, warga terdampak untuk sementara menumpang di rumah kerabat. Pemerintah desa setempat bersama warga bergotong royong memberikan bantuan darurat bagi para korban.
“Meski saat ini korban atas nama Pak Mansyur belum bisa ditemui,” tutupnya. (MKN)

Editor: Yusva Alam

Juara 2 Desa Wisata se-Kaltim, Pokdarwis Bontang Baru Bersinar Gelar Syukuran

0
Syukuran Pokdarwis Bontang Baru Bersinar. (ist)

BONTANG – Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bontang Baru Bersinar, mendapatkan Juara 2 kategori Desa Wisata Berkembang dalam Anugerah Desa Wisata Kalimantan Timur 2025.

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Hari hadir dalam syukuran yang diadakan oleh Pokdarwis tersebut bersama sejumlah pejabat daerah, perwakilan perusahaan, Balai Taman Nasional Kutai, dan pengurus Pokdarwis se-Kota Bontang.

Penghargaan tersebut sebelumnya diberikan Wakil Gubernur Kaltim pada Malam Anugerah Jambore Desa/Kampung Wisata di Samarinda, 11 September 2025. Tahun lalu, Pokdarwis Bontang Baru Bersinar meraih Juara 3.

Agus Haris mengapresiasi kontribusi Pokdarwis dan mitra pariwisata, yang dinilai mampu mengangkat nama Bontang di tingkat provinsi. Ia menekankan, pariwisata bisa menjadi alternatif sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah proyeksi penurunan dana transfer pusat tahun 2026.

“Bontang punya potensi besar. Wisata budaya di Guntung, religi dan industri di Loktuan, bahari di Loktuan Pala, hingga konsep ekonomi terpadu di Bontang Lestari. Semua ini harus dikelola secara serius,” katanya.

Namun, ia juga mengingatkan pentingnya kesiapan destinasi menghadapi pembangunan infrastruktur, termasuk rencana jalan tol menuju Bontang, serta perlunya fasilitas pendukung seperti hotel representatif.

Di sisi lain, Ketua Pokdarwis I Gede Astriawan menilai capaian ini merupakan buah kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, masyarakat, dan pelaku usaha. Ia mendorong pengembangan wisata bahari dan industri mengingat 70 persen wilayah Bontang berupa laut.

“Harapan kami, lomba Pokdarwis tingkat kota bisa dihidupkan kembali sebagai tahapan menuju provinsi. Selain itu, masyarakat, termasuk anak-anak sekolah, perlu lebih dikenalkan pada wisata lokal,” ujarnya.

Meski begitu, sejumlah tantangan masih membayangi. Keterbatasan sarana pendukung, kesadaran masyarakat soal kebersihan, serta minimnya paket wisata yang terintegrasi disebut sebagai hambatan yang kerap dikeluhkan pengunjung. Dukungan investasi swasta pun dinilai belum merata di semua kawasan wisata.

Penulis: Syakurah
Editor : Yusva Alam

Kelurahan Belimbing Juara Bertahan Lomba Bank Sampah

0
Penerimaan juara Bank Sampah oleh Kelurahan Belimbing. (ist)

BONTANG – Kelurahan Belimbing berhasil membawa kembali juara pertama dalam lomba bank sampah yang diadakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bontang.

Lurah Belimbing, Dwi Andriyani mengatakan bahwa kelurahannya berhasil menjadi juara bertahan sejak tahun lalu. Ia mengungkapkan, perlu adanya inovasi dalam pengelolaan bank sampah.

“Kami harap tahun depan bisa menjadi juara lagi, karena kami selalu berusaha memberikan inovasi terbaru,” ungkapnya, Selasa (23/9/2025).

Ia bertekad untuk tahun depan harus lebih ditingkatkan lagi dalam inovasi, karena saingan semakin banyak dari bank sampah RT yang baru terbentuk di tahun 2025 ini.

Adapun indikator yang dinilai dalam perlombaan ini seperti aspek tata kelola bank sampah, aspek pengelolaan sampah, aspek fasilitas bank sampah, serta aspek sosial dan ekonomi yang berpengaruh kepada masyarakat.

Adapun uang pembinaan yang diterima sebanyak Rp 14 juta. Uang itu langsung diterima oleh bank sampah, yang selanjutnya digunakan untuk pengembangan inovasi selanjutnya.

“Tentu keberhasilan ini merupakan kerja keras pengelola, serta masyarakat yang ikut berpartisipasi,” tuturnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Dapat Laporan Kabel Listrik Turun di Tanjung Laut, PLN Lakukan Perbaikan

0
Ilustrasi. (ist)

BONTANG – Kabel listrik di Jalan Selat Malaka 2, Kelurahan Tanjung Laut, Kota Bontang, dilaporkan turun dan berpotensi membahayakan warga sekitar, Selasa (23/9/2025) pukul 11.04 WITA. Laporan tersebut masuk melalui Call Center 112 Kota Bontang.

Manager ULP PLN Bontang, Robertus Richard Laksana Lamania mengatakan, pihaknya menindaklanjuti laporan dengan melakukan perbaikan di lokasi. “Untuk pekerjaan tersebut sudah dilakukan perbaikan. PLN tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan harapan pelanggan bisa segera aman,” jelasnya.

Adapun penyebab turunnya kabel listrik, diketahui akibat peralatan material jaringan Sambungan Rendah mengalami breakdown.

PLN juga mengimbau masyarakat untuk selalu melapor melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center PLN di nomor (kode area)-123, apabila terjadi gangguan maupun keluhan. Selain itu, masyarakat diingatkan agar tidak mendirikan baliho atau umbul-umbul di dekat jaringan listrik, serta menghindari aktivitas berisiko seperti bermain layang-layang atau melempar benda asing di sekitar jaringan listrik PLN.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Jumlah Kasus TBC di Bontang Masih Tinggi, Dinkes Imbau Masyarakat yang Terdeteksi Segera Berobat

0
Kepala Dinkes Bontang, Bahtiar Mabe. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Walaupun menurun, jumlah kasus Tuberkulosis (TBC) di wilayah Kota Bontang masih terhitung ratusan kasus. Selama 3 tahun terakhir jumlahnya sekitar 600-900 an kasus.

Kepala Dinkes Bontang, Bahtiar Mabe mengatakan bahwa masih tingginya kasus TBC, sebagai kabar buruk. Dimana di tahun 2023 lalu, tercatat 933 kasus TBC. Lalu di 2024 kemarin ada 934 kasus, dan juga di 2025 sekitar 654 kasus mulai dari Januari hingga Agustus.

“Maka kami imbau bagi masyarakat yang telah terdeteksi TBC, untuk segera melakukan pengobatan mulai dari sekarang. Sebab penyakit seperti ini menular. Pengobatan pun secara gratis,” ucapnya beberapa waktu lalu.

Bahtiar juga menambahkan, penyakit TBC ini harus segera dideteksi pada tubuh seseorang. Sebab sangat beresiko dan berbahaya jika ada masyarakat yang sudah terpapar TBC, akan tetapi orang yang mengalami kasus tersebut tidak terdeteksi, penularan bisa terjadi tanpa disadari.

“Kita juga tidak bisa bergerak jika hanya dari Dinkes saja, semua lintas sektor harus turut terlibat. Hal yang paling susah adalah untuk patuh, jadi jika ada masyarakat yang telah terdeteksi dan tidak patuh sangat susah buat dikendalikan. Maka semuanya dimulai dari kesadaran masing-masing,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Cari Tambahan Pemasukan, IRT di Muara Badak Ketahuan Edarkan Sabu

0
Tersangka beserta dengan barang bukti berhasil diamankan pihak kepolisian. (Ist).

BONTANG – Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) berinisial IR alias Ira (41) salah satu warga di Batu-Batu, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Karta (Kukar) ketahuan menjadi pengedar sabu yang diduga sebagai tambahan untuk pemasukan dirinya.

Polisi berhasil meringkus Ira beserta dengan barang buktinya, Sabtu (20/9/2025) lalu, sekitar pukul 11.30 Wita, yang dimana informasi berawal dari masyarakat melalui hotline Polres Bontang, tentang adanya aktivitas transaksi narkoba di sebuah rumah.

”Karena adanya laporan tersebut dan membuat resah masyarakat, maka tim langsung segera melakukan penyelidikan dan pengamatan,” ucap Kasat Resnarkoba Polres Bontang, AKP Rihard Nixon Lumban Toruan.

Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan barang bukti berupa satu bungkus plastik bening berisi kristal putih seberat bruto 0,21 gram, satu buah pipet kaca, satu alat hisap sabu atau bong, serta
satu unit ponsel merek Redmi warna hitam.

“Terduga pun telah mengakuinya, jika seluruh barang bukti tersebut adalah miliknya,” tambahnya.

Adapun pihak kepolisian akan tetap terus berupaya melakukan pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut dalam kasus pemberantasan narkoba, serta tidak ada pula ruang bagi para terduga penyalahgunaan narkoba.

“Maka jangan pernah mencoba memulai dengan narkoba, proses hukum akan kami lakukan secara profesional, proporsional dan juga transparan,” pungkasnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Truk Trailer di Km 27 Poros Bontang–Samarinda Dievakuasi Siang Ini

0
Alat berat excavator diturunkan untuk mengevakuasi truk yang tergelincir di Km 27 Jalan Poros Bontang–Samarinda. (Ist)

BONTANG – Akhirnya truk trailer yang tergelincir di Jalan Poros Bontang–Samarinda Km 27, kawasan Gunung Hantu, dievakuasi. Evakuasi dimulai sekitar pukul 12.05 Wita, Selasa (23/9/2025).

Evakuasi menggunakan bantuan alat berat excavator yang diturunkan untuk menyingkirkan kendaraan yang sejak dini hari melintang di badan jalan dan membuat arus lalu lintas lumpuh total.

Dalam siaran langsung TikTok milik seorang sopir truk, terlihat excavator lebih dulu mengevakuasi truk yang terjebak di sela jalur sempit. Setelah itu, alat berat diarahkan untuk menarik trailer bermuatan mesin besar yang posisinya melintang menutup jalan. Proses diperkirakan memakan waktu lebih dari satu jam karena posisi kendaraan sulit dan muatan cukup berat.

Kecelakaan tunggal ini terjadi sekitar pukul 04.00 Wita. Pada awalnya, mobil pribadi masih bisa melintas perlahan di sisi jalan. Anggota DPRD Bontang, Ubayya Bengawan, yang melintas pagi tadi, membenarkan kendaraan kecil sempat lewat meski harus ekstra hati-hati.

Namun, situasi memburuk ketika sebuah truk besar mencoba memaksakan diri melewati jalur sempit dan ikut tergelincir. Kondisi jalan yang licin akibat tumpahan oli diduga menjadi penyebab trailer kehilangan kendali hingga melintang. Sejak saat itu, jalur poros Bontang–Samarinda benar-benar lumpuh, menyebabkan kemacetan panjang dari dua arah.

Hingga siang hari, antrean kendaraan mengular hingga beberapa kilometer. Pengguna jalan diimbau mencari alternatif melalui jalur pantai sampai evakuasi selesai dan arus lalu lintas kembali normal. (MKN)

Editor: Yusva Alam