Beranda blog Halaman 563

Edy Oloan Ungkap 3 Persoalan Harus Dievaluasi dari Pemilu 2024

0
foto bersama di kegiatan Penguatan Kelembagaan Bawaslu Bersama Mitra Kerja. (Ist)

BONTANG – Ada tiga persoalan besar yang harus segera dievaluasi dari Pemilu 2024. Hal itu diungkapkan Anggota DPR RI Dapil Kalimantan Timur, Edy Oloan Pasaribu.

Yakni netralitas aparatur sipil negara (ASN), praktik politik uang, serta maraknya pemungutan suara ulang (PSU) yang menghabiskan anggaran negara hingga triliunan rupiah.

Hal itu ia sampaikan saat menghadiri kegiatan Penguatan Kelembagaan Bawaslu Bersama Mitra Kerja yang digelar di Hotel Bintang Sintuk, Bontang, Senin (22/9/2025).

Edy hadir bersama koleganya di Komisi II DPR RI, KH Aus Hidayat Nur yang juga dapil Kaltim. Hadir pula jajaran Ketua dan Anggota Bawaslu Kaltim, Bawaslu Kota Bontang, tokoh masyarakat, dan perwakilan pemerintah daerah.

Edi Oloan menegaskan bahwa demokrasi hanya bisa berkualitas jika dua hal mendasar, netralitas ASN dan praktik money politics, benar-benar diberantas.

Ia mengingatkan bahwa penyelenggara pemilu juga tidak boleh lagi membuat kesalahan administratif yang berujung pada Pemilihan Suara Ulang (PSU). “Kalau dokter salah diagnosa bisa kena malpraktek. Begitu juga penyelenggara, mal administrasi jangan sampai jadi alasan PSU. Itu harus diselesaikan sejak awal,” tegasnya.

Politisi PAN itu juga menyinggung Putusan MK Nomor 135/2024 yang memutuskan Pemilu ke depan dipisah menjadi pemilu nasional dan pemilu daerah. Ia menilai langkah tersebut penting agar isu-isu lokal tidak lagi tenggelam oleh isu nasional. “Dengan pemilu dipisah, beban kerja penyelenggara lebih proporsional. Isu daerah pun bisa lebih kuat diangkat ke publik,” tegasnya.

Edi Oloan menambahkan, Komisi II DPR RI telah menetapkan revisi Undang-Undang Pemilu sebagai prioritas legislasi pada 2026. Baginya, forum seperti ini tidak boleh hanya menjadi seremonial, melainkan harus menghasilkan masukan konkret yang dapat dibawa ke pembahasan di DPR.

Ia juga mendorong agar Bawaslu diberi kewenangan lebih luas, termasuk akses langsung terhadap daftar pemilih tetap (DPT) yang selama ini hanya dikelola KPU. “Bawaslu tidak boleh hanya menerima data mentah. Mereka harus bisa mengecek langsung untuk memastikan akurasi DPT. Itu bagian penting dari penguatan kelembagaan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, ia turut menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara pemilu di Kaltim. Ia menyinggung pengalamannya sebagai satu-satunya anggota DPR RI asal Kaltim yang sempat digugat di Mahkamah Konstitusi pada Pemilu 2024. “Saya dikawal di 147 TPS di 9 kabupaten kota. Syukurlah prosesnya transparan, profesional, dan hasilnya saya dinyatakan menang. Itu bukti penyelenggara kita berintegritas,” ungkapnya.

Menutup sambutannya, Edi Oloan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif berkontribusi dalam memperkuat demokrasi. “Kalau sistem demokrasi kita baik, maka pemimpin yang lahir juga akan baik. Itu tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya. (MKN)

Editor: Yusva Alam

80 Peserta Daftar Bontang City Carnival dan Pawai Budaya, Pendaftaran Dibuka hingga 18 Oktober

0
BCC tahun 2024. (Syakurah)

BONTANG – Tercatat sebanyak 80 peserta telah resmi mendaftar untuk memeriahkan kegiatan Bontang City Carnival (BCC) yang akan dilaksanakan pada Oktober mendatang.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang, Saparudin, mengatakan dari total pendaftar, sekitar 20 kelompok mengikuti karnaval, sementara sisanya bergabung di pawai budaya.

“Untuk karnaval sementara ada 20 grup, terdiri dari sekolah, OPD, paguyuban, hingga perusahaan. Sisanya kurang lebih 60 peserta ikut pawai budaya,” ujarnya, Senin (22/9/2025).

Saparudin menjelaskan, teknis pelaksanaan tidak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Mereka juga akan kembali menampilkan tarian jepen yang diisi oleh para pelajar.

“Karnaval jalan duluan, setelah itu baru pawai budaya berjalan. Jadi tetap satu rangkaian di hari yang sama,” jelasnya.

Adapun pada tahun ini, jalur yang digunakan akan berpusat di Jalan Ahmad Yani, dengan panggung utama yang saat ini masih dalam tahap perancangan. “Pelaksanaan akan dimulai pukul 19.00 WITA sampai selesai. Jadi semua kegiatan berlangsung malam hari,” tambahnya.

Disdikbud Kota Bontang masih membuka pendaftaran hingga 18 Oktober 2025. Pada tahun 2024 saja sebanyak 90 lebih grup mengikuti kegiatan ini. “Kemungkinan jumlah peserta akan terus bertambah. Tadi saja sudah ada tambahan yang baru mendaftar,” pungkasnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Tingkatkan Pasokan Air, PTMB Maksimalkan Infrastruktur dan Rehabilitasi Sumur

0
Direktur Utama PTMB, Yudhi Saharuddin. (Ist)

BALIKPAPAN – Peningkatan pasokan air di sejumlah wilayah di Balikpapan terus dilakukan oleh Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB).

Berdasarkan data, masih tersedia sekitar 30 liter air perdetik yang bisa didistribusikan, meski layanan perlu tambahan pompa untuk mengatasi tekanan di pipa distribusi.

Direktur Utama PTMB, Yudhi Saharuddin, mengatakan bahwa penambahan pompa ini memang berisiko menambah tekanan dalam pipa, namun saat ini sudah bisa berjalan normal.

“Dinas PU Provinsi Kaltim juga saat turut membantu mengaktifkan kembali sumur tersebut, dengan harapan mampu menambah debit air salah satunya di Kampung Baru, Balikpapan Barat,” ujarnya dalam press conference, Senin (22/9/2025).

Lebih lanjut Yudhi Saharudin menjelaskan, PTMB juga terus melakukan revitalisasi jaringan pipa transmisi dan distribusi, terutama pipa-pipa yang sudah berusia tua. Di kawasan Grand City, revitalisasi dilakukan meski menghadapi tantangan kebocoran pada kedalaman hingga 12 meter.

Perbaikan serupa juga dijalankan di Kawasan Grand City dan Agung Tunggal yang diharapkan selesai akhir tahun ini.

“Pipa 500 milimeter yang berfungsi di Grand City sangat vital, karena mendukung operasi Kampung Damai yang mampu beroperasi hingga 98 persen, meski ada gangguan pada pipa 400 di daerah lain,” jelasnya.

Menurutnya, pipa 400 dan 500 milimeter di Kampung Baru dan Kilo 8 adalah dua pipa utama yang sangat menentukan ketersediaan air. Jika pipa ini mengalami gangguan total, 70 persen pelanggan berpotensi kehilangan akses air.

Selain rehabilitasi, PTMB juga memasang pompa booster untuk mengatur debit air dan menjangkau daerah dengan ketinggian yang lebih tinggi. Optimalisasi pompa ini memungkinkan distribusi air ke area yang sebelumnya sulit terjangkau.

Terkait teknologi DMA (District Metered Area) juga diterapkan untuk memantau kehilangan air dan performa pompa secara real-time.

“Kami bekerja sama dengan ITN untuk mengintegrasikan data DMA, ADN, dan MA, sehingga informasi distribusi air dapat diakses secara terpadu,” tambah Yudhi.

Yudhi juga memastikan seluruh upaya ini akan terus dipantau dan ditingkatkan demi memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat hingga ke wilayah terpencil. (MKN)

Editor: Yusva Alam

Pemkab Kutim Resmikan SPPG Dayung, Layani SMKN 2 dan SMPN 1

0
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman saat meninjau langsung dapur SPPG Dayung. (MKN)

SANGATTA– Pemkab Kutim meresmikan Sentra Penyediaan Pangan Gizi (SPPG) Dayung sebagai unit operasional kedua setelah SPPG Swarga Bara.

Unit baru ini akan menyalurkan makanan bergizi bagi 2.596 siswa dari dua sekolah, yakni SMK Negeri 2 Sangatta Utara dan SMP Negeri 1 Sangatta Utara.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman yang hadir langsung dalam peresmian mengingatkan pentingnya menjaga mutu layanan.

“Saya minta kepala SPPG agar tetap menjaga kualitas masakan, kehigienisan serta sanitasi dapur. Semuanya harus baik dan sesuai standar,” tegasnya usai meninjau langsung dapur, Senin (22/9/2025).

Ia menambahkan bahwa dapur SPPG Dayung sudah memenuhi Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Secara keseluruhan, tadi kita melihat dapur sudah sesuai SOP. Bahkan semua perlengkapan dan bahan masakan dicuci dengan air panas. Kami berharap tidak ada kejadian yang tidak diinginkan seperti di daerah lain,” jelas Ardiansyah.

Sementara itu, Kepala SPPG Dayung, Gebriani Rante Lembang, mengungkapkan bahwa dapur ini melibatkan 47 relawan yang bekerja dengan sistem empat shift.

“Jam kerja dimulai sejak pukul 12 siang untuk penerimaan bahan baku. Namun pengaturan waktu bisa menyesuaikan kebijakan kepala SPPG masing-masing,” terangnya.

Dengan hadirnya SPPG Dayung, Pemkab Kutim berharap distribusi pangan bergizi bagi peserta didik dapat lebih merata dan berkesinambungan.

Program ini sekaligus menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam mendukung tumbuh kembang generasi muda melalui penyediaan makanan sehat, higienis, dan sesuai standar gizi. (MKN)

Editor: Yusva Alam

Dorong UMKM Paser Naik Kelas, Komisi X DPR RI dan BRIN Gelar Workshop Strategi Pemasaran

0
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, Wakil Bupati Kabupaten Paser, Ikhwan Antasari, Kepala Disperindagkop Paser, Yusuf, dan Pemateri berfoto bersama (Hanafi)

TANA PASER – Workshop bertajuk Naik Kelas, Strategi Pemasaran Produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) digelar di Kabupaten Paser. Kegiatan in8 diadakan kerjasama Komisi X DPR RI berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Acara yang dihadiri sejumlah tokoh ini mendapat sambutan antusias dari para pelaku UMKM setempat.

Wakil Bupati Paser, Ikhwan Antasari, dalam sambutannya menegaskan komitmen pemerintah daerah melalui visi Paser Tuntas untuk terus mendukung program pemberdayaan ekonomi rakyat.

“UMKM menjadi salah satu prioritas pembangunan. Semangat kita adalah tangguh, unggul, transformatif, adil, dan berjaya. Alhamdulillah, jumlah UMKM di Paser terus bertambah, kini tercatat ada 47.634 unit usaha,” kata Ikhwan.

Ia juga memaparkan sejumlah program strategis, di antaranya peresmian Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) serta peluncuran Kredit Usaha Paser Tuntas dengan bunga 0 persen bagi pelaku UMKM.

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, yang juga legislator asal Kaltim. Dalam sambutannya menegaskan UMKM merupakan tulang punggung ekonomi nasional dan harus terus ditingkatkan kualitasnya.

“Indonesia memiliki lebih dari 64 juta UMKM, dan kontribusinya terhadap PDB mencapai 61,7 persen atau senilai Rp8.573 triliun. Di Paser, lebih dari 47 ribu UMKM ini adalah potensi luar biasa. Tugas kita adalah membantu mereka naik kelas,” ujarnya.

Hetifah juga mengapresiasi langkah Pemkab Paser menghadirkan kredit berbunga nol persen serta layanan terpadu untuk mempermudah izin usaha. Ia menilai kebijakan tersebut akan memangkas hambatan yang selama ini membebani pelaku UMKM.

“Dulu penelitian saya menunjukkan 20 persen modal awal UMKM habis untuk biaya perizinan dan administrasi. Dengan adanya PLUT, semuanya jadi lebih mudah dan gratis,” jelasnya.

Selain itu, Hetifah menekankan pentingnya inovasi dan kreativitas agar produk UMKM memiliki nilai tambah dan daya saing di pasar. Ia mencontohkan bagaimana desain, kemasan, hingga pemanfaatan motif lokal dapat melipatgandakan nilai jual produk.

Seminar ini juga menghadirkan Eka Gandara, periset BRIN, yang memaparkan pentingnya riset dan inovasi dalam mengembangkan usaha kecil agar mampu bersaing di era digital. “Riset dapat memberikan solusi nyata, baik dalam peningkatan kualitas produk, efisiensi produksi, maupun strategi pemasaran berbasis teknologi,” ujarnya.

Sementara itu, Maryam Abubakar, MP, dosen Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) Paser, menekankan peran pendidikan dalam mendorong UMKM naik kelas.

Acara yang juga dihadiri Kepala Disperindagkop Paser Yusuf dan Forum UMKM Paser ini berlangsung interaktif, termasuk membahas strategi digitalisasi pemasaran dan pemanfaatan media sosial bagi pelaku usaha. (MKN)

Editor: Yusva Alam

SPPG Dayung Resmi Beroperasi, Layani Ribuan Pelajar di Sangatta Utara

0
SPPG Dayung Mulai Beroperasi, Bupati Kutim Minta Jaga Kualitas dan Higienitas Layanan Pangan

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali memperluas layanan penyediaan pangan bergizi dengan meresmikan Sentra Penyediaan Pangan Gizi (SPPG) Dayung. Unit ini menjadi dapur operasional kedua setelah SPPG Swarga Bara dan akan melayani kebutuhan gizi bagi 2.596 siswa SMK Negeri 2 Sangatta Utara dan SMP Negeri 1 Sangatta Utara.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, yang hadir langsung dalam peresmian, menekankan pentingnya pengawasan mutu makanan dan kebersihan dapur. Ia meminta seluruh tim pengelola untuk mematuhi standar operasional yang berlaku.

“Saya minta kepala SPPG agar tetap menjaga kualitas masakan, kehigienisan, serta sanitasi dapur. Semuanya harus baik dan sesuai standar,” tegas Ardiansyah usai meninjau langsung area dapur, Senin (22/9/2025).

Ardiansyah menambahkan, dapur SPPG Dayung telah memenuhi standar operasional prosedur (SOP). Menurutnya, perlengkapan dan proses pengolahan bahan makanan dilakukan secara higienis, termasuk pencucian menggunakan air panas. Hal itu dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah potensi insiden seperti yang pernah terjadi di beberapa daerah lain.

“Secara keseluruhan, dapur ini sudah sesuai SOP. Bahkan semua perlengkapan dan bahan masakan dicuci dengan air panas. Kami berharap tidak ada kejadian yang tidak diinginkan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala SPPG Dayung, Gebriani Rante Lembang, menyampaikan bahwa pengelolaan dapur melibatkan 47 relawan dengan sistem kerja empat shift. Setiap shift mengatur alur pekerjaan mulai dari penerimaan bahan baku, pengolahan, hingga distribusi.

“Jam kerja dimulai sejak pukul 12 siang untuk penerimaan bahan baku. Namun pengaturan waktu bisa menyesuaikan kebijakan kepala SPPG masing-masing,” terangnya.

Dengan diresmikannya SPPG Dayung, Pemkab Kutim berharap distribusi pangan bergizi bagi peserta didik dapat lebih merata dan berkesinambungan. Program ini juga menjadi bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendukung tumbuh kembang generasi muda melalui penyediaan makanan sehat, higienis, dan sesuai standar gizi.

Pewarta: Ramlah
Editor: Agus S

Anak di Bawah Umur Jadi Korban Asusila di Bontang Barat

0

Pembaca Setia Radar Bontang!
Kasus memprihatinkan kembali terjadi di Bontang. Seorang anak di bawah umur dilaporkan menjadi korban tindak asusila di wilayah Bontang Barat. Peristiwa ini sontak mengundang perhatian publik sekaligus menjadi peringatan agar semua pihak lebih waspada dan memperkuat perlindungan terhadap anak.

Ikuti pemberitaan lengkapnya di Koran Digital Radar Bontang edisi Senin, 22 September 2025.

👉 Baca E-Paper Lengkap
👉 Akses Versi Mobile

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!

Pemkot Bontang Luncurkan Tema dan Logo HUT ke-26 dengan Makna Persatuan

0
Logo HUT Bontang ke- 27. (ist)

BONTANG – Menyongsong peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26, Pemerintah Kota Bontang resmi meluncurkan tema dan logo perayaan tahun 2025.

Tema yang diangkat tahun ini adalah “Bersatu Berbenah, Bontang Berjaya, Masyarakat Sejahtera.” Setiap kata dalam tema tersebut memiliki filosofi yang ingin ditekankan oleh Pemkot Bontang.

Kata “Bersatu” mencerminkan semangat keberagaman suku, agama, dan budaya yang ada di Bontang. Persatuan ini juga diwujudkan melalui kerja sama antara pemerintah, masyarakat, BUMN, BUMD, serta para pemangku kepentingan lainnya.

Sementara itu, “Berbenah” menjadi penegasan komitmen kepemimpinan Wali Kota Neni Moerniaeni dan Wakil Wali Kota Agus Haris, yang disingkat menjadi Bersama Bunda Neni dan Agus Haris.

Adapun makna “Bontang Berjaya” mengandung harapan agar kota ini terus berkembang menjadi lebih baik, sedangkan “Masyarakat Sejahtera” menegaskan tujuan akhir pembangunan, yaitu meningkatkan kesejahteraan seluruh warga.

Selain tema, Pemkot juga merilis logo resmi HUT ke-26 yang dapat diunduh masyarakat melalui situs resmi pemerintah kota. Logo tersebut disertai dengan panduan penggunaannya agar seragam dipakai dalam berbagai publikasi maupun kegiatan perayaan.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

8 Pejabat Eselon II Dimutasi Wali Kota Bontang, Ini Daftarnya

0
Pelantikan dan pengukuhan jabatan pimpinan tinggi pratama dan fungsional di Pemkot Bontang. (Syakurah)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang melaksanakan pengukuhan dan pelantikan jabatan pimpinan tinggi Pratama dan fungsional, Senin (22/9/2025) di Auditorium Wali Kota Bontang.

Dalam pengukuhan dan pelantikan ini, sebanyak 8 orang berpindah jabatan serta dilantik langsung oleh Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni.

Adapun Lukman Asisten II bidang perekonomian dan pembangunan, menjadi staff ahli pembangunan kemasyarakatan dan SDM menggantikan Asdar Ibrahim yang kini menjadi Kepala Dinas Ketenagakerjaan yang baru.

Pelantikan dan pengukuhan jabatan pimpinan tinggi pratama dan fungsional di Pemkot Bontang. (Syakurah)

Sementara Abdu Safa Muha yang awalnya Kepala Dinas Ketenagakerjaan diganti menjadi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang.

Sementara itu, Rafidah Kepala Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dilantik menjadi staff ahli bidang ekonomi dan keuangan menggantikan Bahauddin yang kini menjadi Kepala Dinas Perhubungan Kota Bontang.

Adapun Anwar Sadat dari Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika berganti menjadi Staf ahli bidang pemerintahan dan hukum. Sony Suwito Kepala BPKAD berganti menjadi Asisten II bidang perekonomian dan pembangunan. Terakhir Syahruddin dari Kepala Bapenda Bontang menjadi Bapperida

Neni mengungkapkan bahwa banyak yang harus dibenahi di Kota Bontang, untuk itu para pejabat yang telah dilantik perlu bekerja keras melihat gejolak ekonomi secara nasional.

“Perubahan jabatan ini penting untuk adanya penyegaran di suatu pemerintahan agar terdapat inovasi baru,” pungkasnya.

Daftar Mutasi Jabatan:

Lukman
Asisten II Bidang Perekonomian & Pembangunan
Menjadi Staf Ahli Pembangunan, Kemasyarakatan & SDM

Asdar Ibrahim
Staf Ahli Bidang Pembangunan Kemasyarakatan dan SDM.
Menjadi Kepala Dinas Ketenagakerjaan

Abdu Safa Muha
Kepala Dinas Ketenagakerjaan
Menjadi Kepala Dinas Pendidikan & Kebudayaan

Rafidah
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata & Ekonomi Kreatif
Menjadi Staf Ahli Bidang Ekonomi & Keuangan

Bahauddin
Staf Ahli Bidang Ekonomi & Keuangan
Menjadi Kepala Dinas Perhubungan

Anwar Sadat
Kepala Dinas Komunikasi & Informatika
Menjadi Staf Ahli Bidang Pemerintahan & Hukum

Sony Suwito
Kepala BPKAD
Menjadi Asisten II Bidang Perekonomian & Pembangunan

Syahruddin
Kepala Bapenda Bontang
Menjadi Kepala BAPPERIDA

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

PKT Cup 2025 Resmi Ditutup, Trofi Bergilir Diserahkan ke Jawara Baru

0
Suasana partai final PKT Cup 2025 di Stadion Mulawarman. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Turnamen PKT Cup 2025 yang digelar di Stadion Mulawarman, Sabtu (20/9/2025) malam secara resmi ditutup langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni.

Saat kegiatan berlangsung Neni turut didampingi Direktur Manajemen Risiko PT Pupuk Kaltim, Teguh Ismartono dimana pihaknya menyerahkan trofi bergilir PKT Cup, kepada Kelurahan Tanjung Laut, sebagai jawara baru.

Sebelumnya, kedua tim Kelurahan Tanjung Laut melawan Kelurahan Loktuan berakhir dengan skor akhir 3-2 di babak adu pinalti. Kemenangan Tanjung Laut ini memutus dominasi Loktuan yang selama beberapa tahun terakhir selalu menduduki puncak turnamen, sekaligus menandai kebangkitan Tanjung Laut di kancah sepak bola antar-kelurahan di Bontang.

Kesempatan yang sama, Neni menyampaikan rasa bangga dan juga apresiasinya yang mendalam kepada PT Pupuk Kalimantan Timur (Kaltim), selaku penyelenggara utama turnamen yang selalu ditunggu-tunggu masyarakat setiap tahunnya.

“Turnamen ini bukan hanya tentang olahraga, tapi juga kebersamaan dan kebanggaan bagi warga Bontang. Terima kasih kepada PKT yang telah menghadirkan event luar biasa ini,” ucapnya.

Kemenangan Tanjung Laut menjadi catatan sejarah baru dalam perjalanan PKT Cup, sekaligus memperkuat status mereka sebagai kekuatan baru di sepak bola di Kota Taman.

Maka dengan berakhirnya PKT Cup 2025 ini, Neni sangat berharap di event ini, akan terus digelar secara konsisten dan semakin berkembang.

“Semoga ke depan PKT Cup semakin besar, dan mampu menjadi wadah untuk menyalurkan bakat sepak bola generasi muda Bontang, sekaligus mempererat kebersamaan seluruh lapisan masyarakat,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam