Beranda blog Halaman 564

Wali Kota Sebut Fenomena Remaja Laki-Laki Gemulai Tak Bisa Dinormalisasi, Siapkan Pembinaan Khusus

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. (Istimewa)

BONTANG – Fenomena remaja laki-laki berperilaku gemulai laiknya perempuan, mendapat perhatian serius dari Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni.

Menurutnya, tren tersebut mulai sering terlihat di ruang publik dan perlu diatasi, agar tidak berkembang menjadi persoalan identitas di kalangan pelajar.

Ia menilai, masyarakat kini cenderung menormalisasi perilaku tersebut. Bahkan dalam sejumlah ajang, seperti lomba Duta Genre, peserta laki-laki yang tampil gemulai justru mendapat sorakan dan tepuk tangan penonton.

“Sekarang seolah dianggap biasa saja. Padahal kalau terus dibiarkan, bisa menimbulkan kebingungan identitas,” ujarnya, Senin (3/11/2025).

Sebagai langkah pencegahan, Pemkot Bontang merancang program pembinaan karakter khusus bagi siswa laki-laki. Program ini akan menekankan pembentukan disiplin dan ketegasan, dengan melibatkan Satpol PP sebagai pendamping kegiatan.

Ditambahkan, bentuk pembinaan akan dikemas melalui aktivitas fisik seperti latihan baris-berbaris serta kunjungan ke instansi yang menanamkan nilai kedisiplinan tinggi.

“Kita ingin mereka melihat langsung contoh sikap tegas dan tangguh. Misalnya latihan bersama Satpol PP, atau kegiatan di lapangan yang menumbuhkan rasa tanggung jawab,” jelasnya.

Tahap awal pendataan peserta sudah dilakukan oleh Dinas Pendidikan Bontang, dan rencananya akan dibahas lebih lanjut dalam rapat koordinasi lintas instansi.

“Sudah mulai dipetakan, dan besok akan dirapatkan lagi dengan pihak-pihak terkait,” tutupnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Di Wisuda STIT-SYAMS, Neni Sebut Lulusan Perguruan Tinggi Islam adalah Fondasi Moral Kota

0
Wali Kota Neni saat sambutan di wisuda STIT-SYAMS Auditorium 3D. (ist)

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengatakan, lulusan perguruan tinggi Islam adalah fondasi moral bagi masyarakat Kota Bontang.

Hal itu disampaikan saat sambutannya di Wisuda Angkatan XVI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Syamsul Ma’arif (STIT-SYAMS) Bontang, di Auditorium Taman 3D, Minggu (2/11/2025) pagi.

Neni mengapresiasi STIT-SYAMS yang dinilainya konsisten melahirkan SDM unggul, berkarakter, dan berakhlak mulia.
Ia menegaskan, di tengah tantangan bonus demografi, peran lulusan STIT-SYAMS sangat strategis untuk menjadi agen perubahan yang menyebarkan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin.

Sebagai bukti keseriusan pemerintah dalam menyiapkan generasi unggul—sesuai misi RPJMD 2025-2029 untuk transformasi sosial—Wali Kota memaparkan komitmen nyata Program Bontang Pintar.

Pemkot Bontang telah mengalokasikan anggaran beasiswa Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar Rp 20 Miliar untuk mahasiswa asal Bontang.

“Pada tahun 2025, program beasiswa ini telah direalisasikan untuk 734 mahasiswa dalam daerah dan 1.123 mahasiswa luar daerah, di luar skema kerja sama khusus seperti kedokteran dan tahfiz,” rinci Wali Kota.

Pemerintah berharap investasi pendidikan ini dapat membuat mahasiswa fokus belajar tanpa terkendala biaya, karena setiap rupiah yang diinvestasikan adalah investasi jangka panjang untuk kemajuan kota.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Rabu Besok, Pemkot Bakal Tertibkan 25 Bangunan Liar di Sekitar Pelabuhan Loktuan

0
Rapat koordinasi terkait penertiban bangunan tanpa izin di sekitar Pelabuhan Loktuan. (istimewa)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang akan menertibkan 25 bangunan tanpa izin yang berdiri di kawasan Pelabuhan Loktuan pada Rabu (5/11/2025) mendatang. Penertiban ini dilakukan sebagai bagian dari upaya penataan kawasan pesisir agar lebih tertib, bersih, dan mendukung pengembangan area pelabuhan.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menyatakan rencana tersebut dalam rapat koordinasi di Ruang Rapat Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Senin (3/11/2025).

Terdapat 25 rumah dan kios yang berdiri di atas lahan milik pemerintah tanpa izin dari hasil pendataan. Pemerintah sebelumnya telah melayangkan dua kali surat peringatan sejak Juli 2025, dan surat peringatan ketiga dijadwalkan terbit hari ini, sebagai langkah terakhir sebelum penertiban dilakukan.

Neni menegaskan, proses pembongkaran akan dilakukan secara persuasif dan humanis dengan melibatkan warga yang terdampak

“Kami minta warga membongkar bangunan secara mandiri terlebih dahulu. Petugas akan tetap menggunakan pendekatan persuasif dan humanis,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Bontang, Aspianur, menegaskan bahwa seluruh bangunan di lokasi tersebut memang tidak memiliki izin karena berdiri di atas aset pemerintah.

“Kalau terkait dengan izin, karena itu tanah pemerintah, ya ndak ada yang berizin kan,” tegas Aspianur

Ia menambahkan, penertiban dilakukan bukan semata-mata untuk membongkar bangunan, tetapi juga sebagai bagian dari program penataan kawasan pelabuhan dan pesisir Loktuan agar lebih tertata rapi dan mendukung kegiatan ekonomi masyarakat ke depan.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

IKN Gelar Sayembara Desain Pusat Kebudayaan Nusantara Mulai 5 November

0

NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) membuka peluang bagi para arsitek dan perancang kota terbaik Indonesia untuk berkontribusi dalam pembangunan Nusantara Cultural Center. Sayembara Desain Bangunan dan Kawasan Pusat Kebudayaan IKN resmi dibuka pada 5 November 2025, menjadi langkah konkret menghadirkan kota yang tidak hanya hijau dan cerdas, tetapi juga berakar pada nilai budaya bangsa.

Kawasan Pusat Kebudayaan Nusantara akan berdiri di atas lahan seluas 33,38 hektare di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Proyek ini digagas oleh Otorita IKN bersama Kementerian Kebudayaan, dengan dukungan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) dan Ikatan Ahli Rancang Kota Indonesia (IARKI).

Sayembara tersebut diharapkan melahirkan gagasan desain yang memadukan seni, pengetahuan, dan inovasi dalam satu ekosistem budaya yang inklusif dan berdaya saing global.

“Kami akan mulai sayembara cultural center ini karena sangat dibutuhkan dalam proses transformasi di IKN. Kawasan kebudayaan ini menempati lahan sekitar 33 hektare, dengan enam unit utama bangunan: museum, concert hall atau auditorium, galeri kebudayaan, taman budaya, perpustakaan, dan sport hall,” ujar Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, dalam acara Media Visit di Balai Kota Otorita IKN, Rabu (29/10/2025).

Basuki menegaskan, kehadiran Pusat Kebudayaan Nusantara bukan sekadar simbol, tetapi menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem kreatif dan identitas kebangsaan di jantung ibu kota baru.

Otorita IKN menargetkan kawasan tersebut menjadi ruang interaksi budaya modern yang tetap berpijak pada nilai-nilai tradisi, sekaligus motor penggerak ekonomi kreatif dan pariwisata di Nusantara.

“Pusat Kebudayaan Nusantara akan menjadi pusat kreativitas, diplomasi budaya, serta pemajuan kebudayaan yang berakar dari nilai dan ide-ide terbaik anak bangsa,” tutup Basuki. (MK)

Editor: Agus S.

Seminar Kewirausahaan Ekonomi Syariah, Wawali: Penting Tanamkan kembali Semangat Wirausaha Berlandaskan Nilai-Nilai Luhur Islam

0
Seluruh peserta Seminar Kewirausahaan Ekonomi Syariah berfoto bersama wawali. (Ist)

BONTANG – Badan Koordinasi Da’wah Islam Bontang (BKDIB) menggelar Seminar Kewirausahaan Ekonomi Syariah, Minggu (2/11/2025) di Gedung MUI Bontang. Kegiatan ini diikuti puluhan mubalig dan aktivis masjid.

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menyampaikan bahwa seminar ini adalah jawaban konkret di saat masyarakat membutuhkan benteng moral. Ia menegaskan pentingnya menanamkan kembali semangat wirausaha yang berlandaskan nilai-nilai luhur Islam, yakni kejujuran, keadilan, dan amanah.

“Atas nama Pemerintah Kota, saya sangat mengapresiasi. Ini upaya membangun kesadaran agar para mubalig juga memiliki semangat berwirausaha yang syariah,” ujar Agus Haris.

Wawali menekankan bahwa pemerintah dan ulama adalah dua pilar yang tak terpisahkan. Keduanya memiliki tanggung jawab moral untuk mengatasi fenomena sosial yang merusak nilai agama dan kebangsaan.

“Pemerintah dan ulama adalah mitra strategis. Pemerintah bisa membangun infrastruktur, tetapi pembinaan akhlak adalah tanggung jawab bersama, terutama para ustadz dan ustadzah,” tegasnya.

Dengan menghadirkan pakar ekonomi syariah nasional, seminar ini diharapkan menjadi langkah awal untuk melahirkan lebih banyak wirausahawan muslim yang beretika dan mampu berkontribusi pada pembangunan ekonomi daerah yang adil dan sejahtera.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Waskita Karya Garap Jalan Kompleks Yudikatif IKN Senilai Rp1,9 Triliun

0
Proyek kawasan pendukung Yudikatif sudah teken kontrak. (Istimewa)

NUSANTARA – PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) resmi menandatangani kontrak pembangunan infrastruktur di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN), dengan nilai proyek mencapai Rp1,9 triliun. Proyek tersebut mencakup pembangunan jalan kawasan Kompleks Yudikatif yang menjadi akses utama menuju pusat pemerintahan baru Indonesia.

Penandatanganan kontrak dilakukan di Auditorium lantai 2 kantor Otorita IKN (OIKN), disaksikan oleh Kepala OIKN Basuki Hadimuljono dan Direktur Sarana Prasarana Sosial OIKN, Agus Ahyar.

Basuki menyampaikan bahwa proyek ini merupakan bagian dari batch kedua pembangunan kawasan Yudikatif-Legislatif yang mulai dikerjakan setelah penyesuaian tender rampung.

“Kalau pembangunan gedungnya kontrak November, sementara kontrak yang ditandatangani Jumat (31/10) kemarin untuk kawasan pendukung di Yudikatif. Jalannya dulu dibangun supaya nanti akses ke gedung-gedung utama sudah siap,” ujar Basuki di Auditorium OIKN, Rabu (29/10/2025).

Dalam proyek ini, Waskita Karya akan mengerjakan pembangunan jalan utama dan Multi Utility Tunnel (MUT), instalasi mekanikal-elektrikal, serta fasilitas pedestrian dan jalur pesepeda. Pekerjaan juga mencakup enam jembatan pelengkung, sepuluh box culvert cross drain, serta konstruksi dinding penahan tanah di beberapa titik.

Total panjang jalan yang dibangun mencapai 6,418 kilometer, dengan target penyelesaian pada akhir tahun 2027. Adapun ruas jalan yang akan digarap meliputi:

  • Kolektor Jalan Sekunder ROW 36 sepanjang 1,88 km
  • Botanical Garden ROW 24 sepanjang 1,115 km
  • Sumbu Tripraja ROW 24 sepanjang 1,68 km
  • Sumbu Tripraja ROW 16 sepanjang 0,459 km
  • Grande Barat ROW 44 sepanjang 1,268 km

Proyek ini menjadi salah satu langkah penting dalam mempercepat pembangunan infrastruktur dasar kawasan pemerintahan IKN, memastikan konektivitas antarfasilitas utama dapat terwujud sebelum gedung-gedung utama mulai dibangun. (MK)

Editor: Agus S.

Pickeball Makin Diminati, Rustam Minta Dibuatkan Lapangan Permanen

0
Ketua EP2C Bontang, Rustam saat membuka Pickleball Bontang Open 2025. (Ist)

BONTANG – Ketua EP2C Kota Bontang, Rustam menyebut, penyelenggaraan turnamen pickeball keempat ini menjadi bukti meningkatnya minat masyarakat terhadap pickleball.

Hal itu diungkapkan Rustam di pembukaan Pickleball Bontang Open 2025, di Lapangan Tenis Besai Berinta, Kecamatan Bontang Utara, Jumat (31/10).

Diketahui, turnamen kali ini menjadi gelaran keempat, setelah sebelumnya sukses digelar pada Mei dan Agustus 2025. Ajang Bontang Open ke-4 ini akan berlangsung mempertandingkan sejumlah kategori, yakni ganda putra U-19+, ganda putri U-35+, ganda campuran U-19+, ganda putri intermediate U-19+, serta ganda putra intermediate U-18.

Ajang ini diikuti 12 klub pickleball se-Kota Bontang, dan menjadi momentum penting bagi penggemar olahraga yang tengah naik daun ini di Kota Taman.

Rustam pun berharap, ke depan pemerintah dapat memberikan dukungan lebih besar dengan menghadirkan fasilitas permanen khusus untuk olahraga tersebut.

“Kami berharap Bontang bisa memiliki lapangan khusus pickleball, agar setiap kali mengadakan turnamen tidak harus menumpang di lapangan tenis. Ini penting untuk pembinaan dan pengembangan atlet lokal,” ungkap Rustam.

Sementara itu, Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam turut mengapresiasi antusiasme komunitas pickleball yang terus aktif membangun kegiatan positif di masyarakat. Ia menilai olahraga ini berpotensi besar menjadi identitas baru bagi Bontang sebagai kota dengan komunitas olahraga rekreasi yang kuat.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Jelang Akhir Tahun, Wali Kota Ingatkan OPD Maksimalkan Penyerapan Anggaran

0
Wali Kota Neni saat hadir di Family Gathering Lepas Kenang Sekda Kota Bontang, Aji Erlynawati, yang memasuki masa purna tugas, di Lembah Permai Adventure Park. (Ist)

BONTANG – Menjelang akhir tahun, Wali Kota Neni mengingatkan agar seluruh OPD memaksimalkan penyerarapan anggaran.

Hal itu diungkapkan pada seluruh ASN yang hadir di Family Gathering Lepas Kenang Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bontang, Aji Erlynawati, yang memasuki masa purna tugas, di Lembah Permai Adventure Park, Sabtu (1/11/2025) pagi.

Dalam arahannya, wali kota mengingatkan seluruh OPD agar memaksimalkan serapan anggaran di dua bulan terakhir tahun ini, dan menyelesaikan seluruh kegiatan tepat waktu.

“Gunakan November untuk menuntaskan kegiatan, agar Desember fokus pada tutup buku. Jangan sampai ada temuan,” tegasnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Neni: Kehadiran Pabrik Soda Ash Perkokoh Bontang Sebagai Kota Industri

0
Wali Kota Neni saat hadir di ground breaking Pabrik Soda Ash di kawasan perusahaan. (Ist)

BONTANG — Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengatakan, kehadiran Pabrik Soda Ash tidak hanya memperkokoh Bontang sebagai kota industri, tetapi juga menciptakan rantai nilai baru yang akan mendorong tumbuhnya industri pendukung, mulai dari jasa teknik hingga sektor logistik.

Hal itu diungkapkan saat menghadiri groundbreaking proyek Pabrik Soda Ash, Jumat (31/10/2025) kemarin di kawasan perusahaan.

“Proyek ini juga menjadi jawaban atas tantangan penyediaan sumber daya manusia. Kebutuhan lebih dari 800 tenaga kerja lokal pada puncak masa konstruksi adalah peluang emas bagi warga Bontang,” ujarnya.

“Keputusan untuk membangun pabrik Soda Ash pertama di Indonesia, di Kota Bontang, adalah langkah visioner yang menunjukkan komitmen luar biasa terhadap kemajuan bangsa. Dengan kapasitas produksi 300 ribu ton per tahun, pabrik ini akan mampu memenuhi sekitar 30 persen kebutuhan nasional, mengurangi ketergantungan pada impor, dan memperkuat posisi Indonesia di kancah industri petrokimia regional,” tambah Neni.

Ia menambahkan, proyek strategis ini menjadi wujud nyata semangat hilirisasi industri yang dicanangkan pemerintah pusat. “Kami bangga Bontang menjadi episentrum dari transformasi ini. Investasi besar ini adalah bukti nyata keberhasilan gerakan ekonomi Bontang. Kepercayaan yang diberikan oleh Pupuk Kaltim memperkuat capaian investasi kita yang pada tahun 2024 lalu telah mencapai Rp2,7 triliun,” ungkapnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Jalan West Residence Segera Tersambung ke Ruas 1B–1C, Akses KIPP IKN Makin Lancar

0
Pekerjaan jembatan dikejar dengan sistem kerja 3 shiftdan penambahan pekerja. Atmaja/MKN)

NUSANTARA – Progres pembangunan akses jalan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN) terus menunjukkan perkembangan positif. Salah satunya, Jalan West Residence yang segera terkoneksi dengan beton ruas jalan 1B–1C untuk memperkuat aksesibilitas antar kawasan strategis.

Meski sempat mengalami deviasi minus 1,187 persen di Paket A 1B, pihak kontraktor langsung melakukan langkah percepatan. Hingga akhir Oktober, progres rata-rata pekerjaan sudah melampaui 50 persen. Paket A 1B tercatat mencapai 58,700 persen, sementara Paket B 1B–1C sudah menembus 83,248 persen.

PPK XIV OIKN, Rizal, menjelaskan bahwa keterlambatan tipis tersebut terjadi akibat faktor cuaca ekstrem. “Beberapa waktu lalu hujan deras membuat area jembatan tergenang, jadi dua minggu kami off,” ujarnya di lokasi proyek.

Untuk mengejar ketertinggalan, kontraktor menambah jumlah tenaga kerja dan memperpanjang jam kerja dari dua menjadi tiga shift. “Khusus untuk jembatan, jumlah pekerja ditambah sekitar 100 orang,” tambahnya.

Lingkup pekerjaan peningkatan jalan Paket A ini cukup luas, meliputi pembangunan ruas sepanjang 1,275 kilometer, dua jembatan pelengkung, Multi Utility Tunnel (MUT) sepanjang 2,25 kilometer, serta dua titik box culvert. Lebar jalan di paket ini mencapai 40 meter, sama seperti paket lainnya di KIPP.

Kontrak pekerjaan ditandatangani pada 11 Juni 2025 dengan masa pelaksanaan 204 hari kalender dan masa pemeliharaan 365 hari kalender. Nilai proyek tercatat sebesar Rp513,21 miliar termasuk PPN 11 persen.

Jalan West Residence–1B–1C ini menjadi salah satu akses vital menuju area investasi dan kawasan utama pemerintahan di IKN, dengan target penyambungan penuh pada akhir Desember 2025. (MK)

Editor: Agus S.