Beranda blog Halaman 565

Agar Ibu Tambang Bisa Bekerja dengan Tenang, Bupati Kutim Minta PAMA Sediakan Tempat Penitipan Anak

0
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman saat membawakan sambutan di kegiatan HUT PIKP Sangatta. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman menyoroti pentingnya dukungan terhadap pekerja perempuan di sektor pertambangan. Dalam momentum peringatan HUT ke-20 Persatuan Istri Karyawan PAMA (PIKP), Sabtu (2/11/2025), ia secara terbuka meminta PT Pamapersada Nusantara (PAMA) menyediakan tempat penitipan anak di lingkungan perusahaan.

Menurut Ardiansyah, banyak karyawan PAMA yang merupakan perempuan dan telah memiliki anak. Kondisi itu menuntut adanya fasilitas yang mampu memberi rasa aman dan nyaman bagi para ibu yang bekerja di sektor tambang.

“Kami ingin para ibu bekerja dengan tenang karena anak-anak mereka diasuh dengan penuh kasih sayang dan fasilitas yang layak,” ucap Ardiansyah dalam sambutannya.

Bupati menilai, penyediaan fasilitas penitipan anak bukan hanya soal kenyamanan kerja, tetapi juga bentuk tanggung jawab sosial perusahaan terhadap kesejahteraan keluarga karyawan. Apalagi, Kutim menjadi salah satu daerah yang aktif mendorong konsep tempat kerja ramah keluarga.

Sebagai Duta Tamasya Nasional (Taman Asuh Sayang Anak), Ardiansyah mengaku terus mendorong dunia usaha agar lebih peduli terhadap tumbuh kembang anak dan kesejahteraan ibu pekerja.

“Ini bukan sekadar program pemerintah, tapi wujud nyata kepedulian terhadap masa depan anak-anak dan kesejahteraan para ibu,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Project Manager PAMA KPCS, Yudhi Mustari, menyampaikan bahwa pihaknya membuka ruang untuk mengkaji saran tersebut. Ia mengakui bahwa keseimbangan antara pekerjaan dan keluarga merupakan aspek penting dalam menjaga produktivitas serta kesehatan mental karyawan.

“Kami menyadari pentingnya dukungan terhadap karyawan, terutama bagi para ibu. Saran dari Bupati akan kami pelajari untuk diwujudkan sebagai bagian dari komitmen kami menciptakan lingkungan kerja yang humanis,” ujar Yudhi.

Sementara itu, Ketua PIKP PAMA KPCS, Suci Zulkarnaen, mengungkapkan bahwa peringatan HUT ke-20 tahun ini mengusung tema “Peran Istri dalam Menunjang Kesehatan Mental Suami di Lingkungan Kerja Tambang.” Ia menilai, keseimbangan antara kehidupan keluarga dan pekerjaan menjadi kunci keharmonisan di lingkungan industri berat.

“Di balik semangat kerja keras para suami, ada dukungan dan doa istri yang menjadi kekuatan utama,” katanya.

Wacana pembangunan tempat penitipan anak di lingkungan tambang dinilai sejalan dengan arah kebijakan Kutim dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas sejak usia dini. Pemerintah berharap, langkah serupa bisa diikuti perusahaan lain agar perempuan bisa bekerja tanpa meninggalkan peran pentingnya dalam keluarga.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Budi Arie Kembali Pimpin Projo, Siap Transformasi dan Ganti Logo

0
Budi Arie Setiadi terpilih kembali menjadi Ketua Umum Relawan Projo dalam Kongres ke-3 di Jakarta. (Dok. Projo)

JAKARTA – Relawan Projo resmi menetapkan kembali Budi Arie Setiadi sebagai Ketua Umum untuk periode 2025–2030 melalui keputusan aklamasi yang disepakati seluruh peserta Kongres III di Hotel Sahid, Jakarta Pusat, Minggu (2/11/2025).

“Hasil kesepakatan bersama seluruh peserta Kongres Projo ke-III menetapkan Budi Arie Setiadi sebagai Ketua Umum DPP Projo periode 2025–2030,” ujar Freddy Damanik saat membacakan hasil sidang penetapan.

Freddy menjelaskan, penetapan secara aklamasi mencerminkan soliditas relawan dalam menyongsong fase baru organisasi. “Ini hasil musyawarah bersama, seluruh peserta sepakat tanpa perbedaan,” tegasnya.

Usai ditetapkan, Budi Arie menyampaikan rencana transformasi besar bagi organisasi Projo. Salah satunya adalah mengganti logo lama bergambar siluet Jokowi yang dinilai terlalu berpusat pada sosok individu.

“Projo akan melakukan transformasi organisasi, termasuk kemungkinan mengubah logo agar tidak terkesan kultus individu,” ujar Budi Arie.

Meski logo akan diganti, Budi memastikan nama Projo tetap dipertahankan. Ia menjelaskan, makna Projo berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti “negeri” dan dalam bahasa Jawa Kawi berarti “rakyat”.

“Kaum Projo adalah kaum yang mencintai negara dan rakyatnya. Itulah makna sebenarnya dari nama ini,” tegasnya.

Transformasi ini, kata Budi, menjadi langkah penting agar Projo bisa menyesuaikan diri dengan dinamika politik dan sosial pasca-era Jokowi, tanpa kehilangan semangat kerakyatan yang telah menjadi jati diri gerakan tersebut. (MK)

Editor: Agus S.

Yuk Senam Sehat di Lang Lang Fun Day!

0
Ratusan orang mengikuti senam sehat bersama SSC Berseri di Lang Lang Fun Day garapan DKUMPP. (Yusva Alam)

BONTANG – Sejak awal dilaunching awal September 2025 kemarin, Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) menggelar Lang Lang Fun Day didukung oleh komunitas Senam Sehat Ceria (SSC) Berseri.

Diketahui, Lang Lang Fun Day merupakan event yang diinisiasi DKUMPP Bontang untuk membantu UMKM dalam meningkatkan penjualannya. Event yang digelar rutin setiap Minggu pagi di pelataran parkir Stadion Bessai Berinta ini, juga menggelar senam sehat untuk menyemarakkan event.

“Event ini tidak hanya membantu UMKM tapi juga mengajak masyarakat untuk sehat melalui senam,” ujar Kepala Bidang Koperasi Usaha Mikro DKUMPP Bontang, Muh Takwin.

Sementara itu, Koordinator SSC Berseri, Sonya menjelaskan, komunitas yang diketuai oleh Ketua Persani Kaltim, Shemy ini mendukung event ini selain untuk membantu UMKM juga mengajak sehat warga Bontang.

“Tak hanya itu, kami juga menyelipkan sosialisasi dan edukasi,” ujar Ketua Persatuan Senam Indonesia (Persani) Bontang ini.

Sonya menyebutkan, sosialisasi yang mereka sampaikan seperti imbauan tidak menikahkan dini anak-anak, juga program si gesit yang mengajak warga untuk mandiri dalam kebersihan. Juga edukasi terkait pencegahan narkoba.

“Warga bisa dapat sehat, juga dapat edukasinya,” pungkasnya.

Ia berharap agar event semacam ini bisa terus berlangsung. Selain dapat membantu pemasaran UMKM juga menyehatkan warga.

Penulis/Editor: Yusva Alam

Di Balik Lensa: Cerita Para Fotografer Beleng Beleng Golf Open 2025

0
Beleng Beleng Golf Open 2025 beristirahat di gazebo sekitar tee box Bukit Tanah Merah Golf Samarinda sambil menunggu hujan reda. Foto: Istimewa

Ada yang berbeda dari turnamen Beleng Beleng Golf Open 2025 kali ini. Bukan hanya karena jumlah peserta yang membludak, hadiah yang melimpah, atau antusiasme komunitas golf di Kaltim, tetapi karena keterlibatan para fotografer yang memberi warna baru dalam penyelenggaraan turnamen golf.

Sebanyak 13 fotografer dari Samarinda dan Balikpapan ikut ambil bagian. Mereka tidak sekadar menjadi dokumentator, tapi juga peserta lomba foto yang hasilnya akan dinilai sekaligus bisa dijual melalui aplikasi Fotoyu, platform yang selama ini lebih dikenal untuk ajang fun run. Kali ini, mereka turun langsung ke lapangan, mengikuti jalannya pertandingan dari tee off hingga green.

Saya yang turut berada di lapangan melihat langsung bagaimana para fotografer ini bekerja. Sejak pagi, mereka sudah mempersiapkan peralatan, mencari sudut terbaik, berpindah posisi di bawah terik matahari, bahkan berlari kecil mengejar momen saat golfer melakukan pukulan.

Beberapa di antaranya menumpang buggy car untuk berpindah dari satu tee box ke tee box lainnya, dari satu green ke green berikutnya. Mereka fokus, cepat, dan sigap menangkap momentum yang kadang hanya terjadi dalam hitungan detik. Gerak tubuh, tatapan serius, hingga momen santai para fotografer menjadi bagian dari cerita visual yang mereka rekam selama dua hari ini.

Namun di tengah semangat kebersamaan itu, kabar duka datang dan seketika mengubah suasana. Dua fotografer suami-istri asal Balikpapan, Lintang dan Bumianto, harus kembali lebih awal karena ayah salah satu dari mereka meninggal dunia. Pesan yang mereka kirim kepada panitia dan rekan-rekan fotografer singkat, namun sangat menyentuh.

“Assalamualaikum Wr. Wb. Selamat malam teman-teman fotografer dan panitia. Saya atas nama Lintang & Bumianto mohon maaf tidak bisa melanjutkan acara besok dan harus kembali ke Balikpapan malam ini juga karena bapak mertua (ayahanda Bumianto) meninggal dunia. Terima kasih untuk teman-teman fotografer, panitia, dan Media Kaltim. Semoga kita bisa berjumpa kembali di lain kesempatan.”

Pesan itu membuat suasana grup seketika hening. Ucapan bela sungkawa dan doa langsung mengalir. Semua memahami, di balik kesibukan dan semangat lomba, ada hal yang jauh lebih penting dari pekerjaan: keluarga.

Sementara itu, para fotografer yang tetap bertugas turut membagikan pengalaman mereka. Salah satunya Angga Perdana, yang mengaku baru pertama kali mendapat kesempatan memotret turnamen golf. “Pengalaman yang luar biasa, bisa bertemu orang baru dan menambah koleksi foto,” ungkapnya.

Senada dengan itu, David Timotius (David Emery) juga membagikan kesannya. “Mengikuti acara Beleng-Beleng Golf Open Anniversary ke-2 sebagai fotografer selama dua hari (1–2 November) menjadi pengalaman pertama saya memotret turnamen golf, dan saya belajar banyak tentang bagaimana mengatur angle kamera sekaligus tetap menghormati jalannya pertandingan agar tidak mengganggu peserta,” tuturnya.

“Semoga acara seperti ini terus diadakan setiap tahun, karena selain menjadi ajang olahraga, juga membuka peluang bagi para fotografer pemula seperti saya untuk belajar langsung di lapangan dan mengembangkan kemampuan dokumentasi profesional,” tambahnya.

Perdana Bagus, fotografer lainnya, juga membagikan kesan serupa. “Acaranya seru banget, ramai, dan tertata rapi. Cuaca memang tidak menentu, kemarin panas terik, hari ini hujan deras, tapi semua peserta tetap semangat. Sebagai fotografer, saya senang banget bisa abadikan momen sportivitas para peserta. Salut buat panitia yang sudah menyiapkan acara sebaik ini. Semoga tahun depan makin besar dan meriah!” katanya.

Ungkapan-ungkapan seperti itu menggambarkan semangat kolaboratif yang kuat di antara mereka. Bahwa di balik setiap bidikan kamera, tersimpan cerita tentang semangat, kerja keras, dan kebersamaan.

Dari pengalaman ini, saya melihat bahwa dunia fotografi dan olahraga memiliki kesamaan: kedisiplinan, kecepatan mengambil keputusan, dan kemampuan membaca situasi. Para fotografer itu membuktikan bahwa mereka bukan hanya penonton, tapi juga bagian dari dinamika turnamen.

Beleng Beleng Golf Open 2025 menjadi wadah kolaborasi antara para golfer dan kreator visual. Tempat di mana sportivitas bertemu kreativitas, dan setiap momen di lapangan punya cerita untuk dibagikan. (*)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H

Taekwondo Mulawarman Championship 2025 Hadirkan 754 Atlet se-Kaltim

0
Championship Taekwondo di GOR 27 September Universitas Mulawarman. (Dimas/MKN)

SAMARINDA – GOR 27 September Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda menjadi saksi semangat juang ratusan atlet muda dalam ajang Taekwondo Mulawarman Championship 2025, Sabtu (1/11). Kompetisi ini diikuti 754 peserta dari berbagai klub Taekwondo di seluruh kabupaten/kota se-Kalimantan Timur.

Ketua Panitia Pelaksana, Muhammad Fauzan Abdillah, menyebut kejuaraan ini sebagai yang terbesar di Kaltim tahun ini. “Untuk kegiatan hari ini, ini adalah pertandingan kejuaraan Taekwondo terbesar di Kaltim yang bertempat di GOR 27 September. Peserta yang terdaftar mencapai 754 peserta,” ungkapnya.

Para atlet yang ambil bagian datang dari berbagai daerah seperti Paser, Penajam Paser Utara, Balikpapan, Samarinda, Berau, hingga Kutai Timur. Fauzan menegaskan, ajang ini bukan semata-mata mencari juara, tetapi lebih pada pembinaan atlet muda sekaligus memperkuat tali silaturahmi.

“Tujuan kegiatan ini adalah pembinaan atlet. Selain meningkatkan prestasi dan talenta, kami juga ingin mempererat silaturahmi dan sportivitas antar-atlet Taekwondo di Kaltim,” jelasnya.

Setelah dua tahun vakum sejak 2023, ajang ini menjadi momentum kebangkitan Taekwondo Mulawarman Championship dengan kategori pertandingan lengkap mulai dari tingkat SD, SMP, SMA hingga Mahasiswa atau Senior.

Fauzan berharap kegiatan ini melahirkan bibit unggul baru yang mampu berprestasi di tingkat nasional. “Harapannya dari kegiatan ini, performa dan prestasi atlet Taekwondo di Kaltim semakin meningkat,” tutupnya. (MK)

Editor: Agus S.

Lang Lang Fun Day Bantu Perekonomian UMKM

0
Para pedagang di Lang Lang Fun Day. (Yusva Alam)

BONTANG – Para pedagang yang mendapat kesempatan berjualan di event Lang Lang Fun Day setiap Minggu pagi pukul 06.00 wita, bersyukur karena event ini membantu meningkatkan penjualan usaha mereka.

Salahsatunya Ulfa, pedagang minuman di event garapan Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang itu. Dia mengaku ada peningkatan penjualan dagangannya.

“Alhamdulillah ada peningkatan pembelian karena disini ramai orang datang,” ujarnya.

Selain itu ada Siti Aminah, pedagang wadai cincin. Aminah juga merasakan hal yang sama. Ada peningkatan jualannya. Lantaran sebelumnya dia hanya berjualan di rumah dan menitipkan ke warung-warung.

“Baru pertama ikut event seperti ini. Alhamdulillah ramai jualan saya,” ungkapnya.

Keduanya berharap event yang digelar rutin di pelataran parkir Stadion Bessai Berinta setiap Minggu pagi ini, bisa terus dilanjutkan. Lantaran dapat membantu perekonomian mereka. (Adv)

Penulis/Editor: Yusva Alam

Bantu Penjualan UMKM, DKUMPP Bikin Event Lang Lang Fun Day

0
Senam sehat di Lang Lang Fun Day diikuti ratusan orang. Pedagang kuliner antusias berjualan. (Yusva Alam)

BONTANG – Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang mengadakan event Lang-Lang Fun Day, setiap Minggu pagi pukul 06.00 wita.

Warga Bontang dapat mengunjungi event ini di pelataran parkir Stadion Bessai Berinta, lantaran di event ini pengunjung tidak hanya bisa kulineran, namun juga tersedia asesoris ataupun fashion dan lain sebagainya.

Pengunjung juga bisa berolahraga dengan mengikuti senam sehat yang disponsori Ketua Persatuan Senam Indonesia (persani) Kaltim, Bu Shemy.

“Senam ini biasa diikuti ratusan orang. Ke depannya untuk menambah semarak, akan kami adakan juga musik seperti akustikan,” ujar Kepala Bidang Koperasi Usaha Mikro DKUMPP Bontang, Muh Takwin.

Dijelaskannya, kegiatan ini merupakan sarana yang disediakan DKUMPP Bontang agar UMKM bisa berjualan. Bahkan UMKM bisa berjualan secara gratis di event ini.

“Kami juga mendukung program Pemkot yaitu Si gesit. Dimana pengunjung dan pedagang diimbau untuk membersihkan dan membuang sampahnya secara mandiri,” bebernya.

Dirinya mengaku bersyukur, karena sejak dilaunching awal September kemarin pengunjungnya selalu meningkat. Pihaknya berharap dengan adanya event ini dapat membantu warga Bontang untuk berolahraga sekaligus membantu UMKM semakin naik kelas.

Penulis/Editor: Yusva Alam

Kecelakaan di Jalan Sungai Siring: Hilux Tabrak Motor, Dua Korban Luka Serius

0
Mobil Hilux masuk parit dan korban pinggir jalan. (Dimas/MKN)

SAMARINDA – Sebuah kecelakaan lalu lintas serius terjadi di ruas Jalan Sungai Siring, Kelurahan Sungai Siring, Kecamatan Samarinda Utara, pada Minggu pagi (2/11) sekitar pukul 10.25 WITA. Insiden ini melibatkan satu unit mobil pikap Toyota Hilux dengan nomor polisi KT 8326 XB dan satu unit sepeda motor berpelat KT 3592 CAL, mengakibatkan dua orang korban terluka.

Menurut keterangan saksi mata bernama Kipli, kecelakaan berawal saat terjadi kemacetan panjang di jalur dari arah Bontang menuju Samarinda. Sopir Hilux yang diduga tidak sabar, nekat mengambil lajur kanan atau lajur lawan arah yang digunakan kendaraan dari arah berlawanan.

“Saya persis di belakang mobil Hilux saat macet. Mungkin sopirnya tidak sabar, dia ambil lajur lawan arah,” ujar Kipli.

Nahas, dari arah Samarinda menuju Bontang melaju pengendara sepeda motor dengan kecepatan tinggi. Karena keduanya melaju di lajur yang sama, tabrakan keras pun tak terhindarkan.

“Pengendara roda dua juga laju, mobil Hilux juga laju. Posisinya bertabrakan di jalur dari Bontang ke Samarinda. Mobil Hilux sempat mau menghindar tapi tidak sempat, sampai masuk parit,” tambahnya.

Akibat benturan itu, pengendara sepeda motor mengalami luka berat dengan dugaan patah tulang di tangan dan kaki kanan. Sementara sopir Hilux mengalami luka ringan. Keduanya langsung dievakuasi ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie (RSUD AWS) Samarinda untuk penanganan medis lebih lanjut.

Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan, namun dugaan sementara menunjukkan kelalaian pengemudi Hilux yang melanggar marka jalan dengan mengambil jalur berlawanan. Peristiwa ini sempat menimbulkan kemacetan panjang di lokasi kejadian. (MK)

Editor: Agus S.

Pemasangan Box Culvert, Akses ke Suryanata Dialihkan

0
Proses pemasangan Box Culvert di Jalan Suryanata, Bontang Baru. (Syakurah)

BONTANG – Arus lalu lintas di kawasan simpang empat lampu merah, tepatnya di depan Jalan Suryanata, sementara waktu ditutup.

Penutupan ini diberlakukan selama satu minggu, untuk mendukung kelancaran proyek pemasangan box culvert di titik tersebut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPRK) Bontang, Edy Prabowo, menjelaskan bahwa penutupan dilakukan demi keselamatan pengguna jalan sekaligus mempercepat pekerjaan di lapangan.

“Selama pekerjaan berlangsung, kendaraan kami arahkan melalui Jalan Awang Long. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan,” ujarnya, Sabtu (1/11/2025).

Proyek drainase yang membentang dari Jalan MT Haryono hingga R Suprapto itu kini mencatatkan progres 68,9 persen, atau meningkat sekitar 10 persen dibanding pekan sebelumnya yang masih di angka 58,4 persen.

Menurut Edy, percepatan ini menunjukkan kinerja positif pelaksana proyek, yang menargetkan pekerjaan rampung sebelum akhir tahun.

“Kami optimistis selesai tepat waktu, karena progresnya sudah di atas target,” tuturnya.

Diketahui, proyek senilai Rp23 miliar tersebut menggunakan anggaran Bankeu Provinsi Kalimantan Timur. Pengerjaan ini ditargetkan mampu mengurangi genangan air di kawasan dataran rendah sekitar lokasi proyek.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Sekda Purna Tugas, Aspiannur: Beliau Sosok Pemimpin Disiplin dan Amanah, Teladan Bagi ASN Bontang

0
Ucapan DPMPTSP atas purna tugasnya Sekda Bontang, Aji Erlynawati. (istimewa)

BONTANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bontang, Aji Erlynawati, resmi memasuki masa purnatugas pada 1 November 2025. Sosoknya dikenal sebagai salah satu figur birokrat perempuan yang berintegritas tinggi, disiplin, serta memiliki ketegasan dalam mengambil kebijakan.

Selama menjabat, Aji dinilai mampu menjaga stabilitas jalannya pemerintahan serta memperkuat koordinasi antardinas di lingkungan Pemerintah Kota Bontang. Kepemimpinannya yang tegas namun hangat, menjadikan dirinya dihormati oleh seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN).

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang, Aspiannur, menyebut Aji Erlinawati sebagai sosok pemimpin yang tidak hanya cakap dalam administrasi pemerintahan, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam hal kedisiplinan dan komitmen terhadap tugas.

“Bu Sekda itu pemimpin yang sangat disiplin, tegas, dan amanah. Beliau selalu menekankan pentingnya tanggung jawab dalam setiap pekerjaan. Pokoknya is the best, kami banyak belajar dari beliau,” ujanya, Sabtu (1/11/2025).

Menurutnya, selama masa kepemimpinan Aji Erlynawati, koordinasi antarperangkat daerah berjalan sangat baik. Ia juga dikenal cepat tanggap terhadap isu pelayanan publik dan selalu mendorong dinas-dinas agar bekerja profesional, efisien, serta berorientasi pada hasil.

“Beliau punya gaya kepemimpinan yang membangun dan mendengarkan. Tidak segan memberikan arahan langsung jika ada hal yang perlu diperbaiki. Itu yang membuat kami nyaman bekerja di bawah arahan beliau,” tambahnya.

Memasuki masa pensiun, jajaran DPMPTSP menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas dedikasi Aji Erlynawati selama mengabdi di Pemerintah Kota Bontang. Pihaknya berharap semangat kerja dan keteladanan yang selama ini ditunjukkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh ASN di Kota Taman.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam