Beranda blog Halaman 566

Neni Dukung Pelaksanaan Pupuk Kaltim Porwada Kaltim Ke-3

0
Neni Dukung Pelaksanaan Pupuk Kaltim Porwada Kaltim Ke-3
Pertemuan PWI Bontang dengan Wali Kota Bontang beberapa waktu lalu. (Ist)

BONTANG – Gelaran Pupuk Kaltim Porwada ke-3 mendapat dukungan dari Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni.

Saat ditemui di Kantor Wali Kota, Selasa (16/9/2025) oleh PWI Bontang, ia menyambut baik dengan dipilihnya Kota Bontang sebagai penyelenggara kegiatan olahraga antar wartawan tahun ini.

Bahkan, ia pun mempersilakan untuk Pendopo Rujab Wali Kota sebagai lokasi pembukaan dan penutupan gelaran Pupuk Kaltim Porwada ke-3. Selain itu, ia memberikan ruang untuk pemakaian Rusunawa Guntung dan Rumah Singgah sebagai akomodasi peserta.

“Selama kegiatan berlangsung bisa tinggal di situ secara gratis,” kata Neni.

Menurutnya Bontang ditunjuk sebagai tuan rumah tentu akan berdampak terhadap perekonomian. Pasalnya sekira 300 wartawan se-Kaltim dijadwalkan akan berada di Bontang selama tiga hari.

“Tentu ini menjadi berkah bagi pelaku UMKM maupun jasa transportasi,” ucapnya.

Pembicaraan ringan ditutup dengan beberapa topik yang hangat di Kota Bontang. Mulai dari sektor kesehatan hingga perekonomian.

Diketahui pelaksanaan Pupuk Kaltim Porwada ke-3 akan berlangsung pada 17 hingga 19 Oktober mendatang. Sembilan cabor akan dipertandingkan. Meliputi futsal, tenis meja, bulu tangkis, biliar, domino, catur, atletik, e-sport, dan jurnalistik.

Ketua PWI Bontang Suriadi Said mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemkot Bontang sehubungan dengan kegiatan Porwada. Panitia pun telah mempersiapkan konsep kegiatan secara matang untuk menjadi tuan rumah yang baik.

“Kami akan membuat kesan baik bagi rekan wartawan se-Kaltim,” pungkasnya. (Rls)

Editor: Yusva Alam

Masuk Kalender Peringatan HUT Pupuk Kaltim, Porwada Digelar 17-19 Oktober di Bontang

0
Masuk Kalender Peringatan HUT Pupuk Kaltim, Porwada Digelar 17-19 Oktober di Bontang
Pertemuan Pengurus PWI Bontang dengan manajemen Corcom Pupuk Kaltim belum lama ini. (ist)

BONTANG – PT Pupuk Kaltim menjadi sponsor utama pada gelaran pekan olahraga wartawan (Porwada) Kaltim ke-3, tahun ini. Rencananya event satu tahun sekali yang menjadi ajang untuk menjalin tali silaturahmi di lingkup wartawan Kaltim, akan dilangsungkan pada 17-19 Oktober mendatang.

Ketua Panitia Pupuk Kaltim Porwada ke-3 Kaltim, Adiel Kundhara mengatakan saat ini kesiapan Bontang sebagai tuan rumah sudah mencapai 85 persen. Panitia pun telah menunjuk beberapa venue pertandingan termasuk dengan konsep pembukaan dan penutupan acara.

“Pada intinya Bontang siap menjamu teman-teman wartawan se-Kaltim, pada Pupuk Kaltim Porwada ke-3,” kata Adiel.

Terdapat sembilan cabor yang akan dipertandingkan dalam porwada kali ini. Meliputi futsal, bulutangkis, tenis meja, biliar, domino, catur, e-sport, atletik, dan jurnalistik.

Tiap cabor pun mempunyai beberapa nomor tanding. E-sport misalnya akan mempertandingkan PUBG, e-Football, dan Mobile Legend. Pun demikian dengan bulutangkis yang memiliki empat nomor tanding, yakni tunggal putra, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran.

“Khusus untuk pembukaan dan penutupan nantinya akan dilangsungkan di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang,” ucapnya.

Sementara aturan pertandingan juga telah disusun oleh steering committee (SC). Bahkan sudah diinformasikan kepada sembilan pengurus daerah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) se-Kaltim.

Maskot untuk Pupuk Kaltim Porwada ke-3 kali ini dipilih Bang Wish. Diambil dari Ikan Bawis yang menjadi ikon Kota Bontang.

Ketua PWI Bontang Suriadi Said menambahkan, Bontang dipilih menjadi tuan rumah setelah pada dua gelaran sebelumnya digeber di Samarinda. Nantinya sekira 300 wartawan se-Kaltim akan menuju ke Bontang.

“Ini juga menjadi momentum agar Kota Bontang diperkenalkan lebih luas dari tinta wartawan se-Kaltim,” tutur dia.

Sementara Vice President Communication Corporate Pupuk Kaltim, Anggono Wijaya membenarkan bahwasanya event porwada kali ini masuk dalam rangkaian perayaan HUT Pupuk Kaltim ke-48. Selama ini sinergitas antara wartawan dengan perusahaan berjalan sangat baik.

“Kami mendukung penuh perhelatan kegiatan ini supaya bisa berjalan sukses,” pungkasnya. (Rls)

Editor: Yusva Alam

Pasca Putusan MK, Agus Haris Sebut Perjuangan Tapal Batas Belum Berakhir

0
Pasca Putusan MK, Agus Haris Sebut Perjuangan Tapal Batas Belum Berakhir
Wakil Wali Kota Bontang Usai mendengarkan putusan tapal batas. (Syakurah)

BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menegaskan bahwa perjuangan warga Bontang, khususnya di Dusun Sidrap, terkait tapal batas wilayah dengan Kabupaten Kutai Timur tidak berhenti, meskipun Mahkamah Konstitusi (MK) menolak permohonan uji materi yang diajukan Pemkot Bontang.

Meskipun menolak, MK mencatat bahwa penegasan batas wilayah bukan kewenangan Mahkamah, melainkan menjadi ranah pemerintah pusat dan pembentuk undang-undang.

“Yang pertama, kita menghormati putusan MK. Mereka sepakat bahwa kondisi riil masyarakat dan bentang alam harus diperhatikan dalam menentukan batas. Hanya saja MK tidak memiliki sumber daya untuk menetapkan titik koordinat. Itu dikembalikan ke DPR RI sebagai pembentuk undang-undang,” ujar Agus Haris, Rabu (17/9/2025).

Ia menambahkan, setelah putusan ini pihaknya akan berkoordinasi dengan Wali Kota Bontang dan menggelar pertemuan bersama forum RT serta warga yang ber-KTP Bontang di Sidrap. Langkah ini penting untuk menentukan sikap bersama terkait kemungkinan mendorong revisi Undang-Undang Nomor 47 Tahun 1999.

“Kalau ditanya pribadi, sebagai warga Sidrap saya tetap ingin lanjut berjuang. Tinggal bagaimana kita bersama melanjutkan ini, apakah lewat jalur politik ke DPR RI atau opsi lain yang sah secara hukum,” tegasnya.

Agus juga memastikan, bahwa perjuangan Pemkot Bontang selama ini sudah sesuai aspirasi masyarakat. Namun, ia menekankan keputusan selanjutnya akan sangat bergantung pada musyawarah warga, forum RT, dan arahan Wali Kota.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Tok! MK Tolak Gugatan Pemkot Bontang, Sidrap Masih Milik Kutim

0
Rapat putusan MK terkait tapal batas Bontang Kutim. (Syakurah)

BONTANG – Mahkamah Konstitusi (MK) menolak seluruh permohonan uji materi yang diajukan Pemerintah Kota Bontang, terkait penegasan batas wilayah dengan Kabupaten Kutai Timur, Rabu (17/9/2025).

Ketua Majelas Hakim Mahkamah, Suhartoyo menyatakan “Amar putusan mengadili menolak permohonan-permohonan untuk seluruhnya,” bacanya.

Hakim MK, Enny Nurbaningsih membacakan pertimbangan Pemkot Bontang mempersoalkan Undang-Undang Nomor 47 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Nunukan, Malinau, Kutai Barat, Kutai Timur, dan Kota Bontang sebagaimana diubah dengan UU Nomor 47 Tahun 2019. Menurut Pemkot, penjelasan pasal dan lampiran peta dalam undang-undang tersebut menimbulkan ketidakpastian hukum terkait Dusun Sidrap.

Dalam pertimbangannya, MK menyebut mediasi yang sebelumnya difasilitasi Pemprov Kaltim dan Kemendagri gagal mencapai kesepakatan. Adapun penentuan batas wilayah seharusnya dilakukan dengan melibatkan masyarakat perbatasan, para ahli pemetaan, serta mempertimbangkan aspek geografis, sosial, dan pelayanan publik, bukan sekadar soal luas wilayah atau pengelolaan sumber daya alam.

MK menegaskan pihaknya tidak berwenang menentukan peta maupun titik koordinat batas wilayah, karena hal itu menjadi ranah pemerintah pusat dan pembentuk undang-undang. Atas dasar itu, MK menyatakan permohonan Pemkot Bontang tidak beralasan menurut hukum.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Pupuk Kaltim Kembali Gelar Sertifikasi K3 Umum Gratis bagi 50 Warga Bontang

0

Pembaca Setia Radar Bontang!
PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) terus menunjukkan komitmennya dalam peningkatan kompetensi masyarakat. Kali ini, perusahaan kembali menggelar program sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Umum secara gratis bagi 50 warga Bontang.

Program ini tidak hanya membuka peluang kerja yang lebih luas bagi peserta, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya penerapan standar K3 di berbagai bidang pekerjaan.

Baca liputan lengkapnya di Koran Digital Radar Bontang edisi Rabu, 17 September 2025.

👉 Baca E-Paper Lengkap
👉 Akses Versi Mobile

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!

Enam Kelurahan Masih Terdampak Banjir, BPBD: Kondisi Air Berangsur Surut

0
Banjir di Kota Bontang. (Syakurah)

BONTANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang mencatat hingga Selasa (16/9/2025) malam, banjir masih berdampak pada enam kelurahan di wilayah setempat.

Kepala BPBD Bontang melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan, Eko Mashudi, menjelaskan bahwa pendataan dilakukan hingga dini hari pukul 02.00 Wita.

“Enam kelurahan yang terdampak meliputi Guntung, Api-Api, Satimpo, Telihan, Gunung Elai, dan Kanaan,” terang Eko.

Rinciannya, Kelurahan Guntung terdapat 9 RT dengan 208 KK atau 455 jiwa terdampak. Kelurahan Api-Api mencatat 29 RT dengan 1.015 KK dan 3.052 jiwa. Kelurahan Satimpo 2 RT dengan 60 KK dan 160 jiwa. Kelurahan Telihan 6 RT dengan 125 KK dan 325 jiwa. Sementara di Gunung Elai terdapat 6 RT dengan 99 KK atau 379 jiwa, serta di Kanaan 3 RT dengan 81 KK dan 329 jiwa.

Meski begitu, kondisi terkini menunjukkan adanya penurunan debit air. “Berdasarkan pantauan visual, air sungai dari arah hulu sudah menurun. Kondisi laut juga tidak mengalami pasang,” jelasnya.

Meskipun begitu, masih ada sejumlah titik yang tergenang, di antaranya Bontang Permai RT 7 Api-Api dan RT 8 Api-Api belakang Bank Danartha.

Sementara itu, wilayah lain seperti Jalan Bandung I dan II Gunung Telihan sudah surut. Genangan di Gang Semayang bawah PDAM juga berangsur hilang, tersisa sedikit saja.

“Di Jalan Labu Putih, Gunung Elai, masih ada genangan, tetapi hanya mengganggu akses jalan warga dan tidak memasuki rumah,” tambah Eko.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Jalan Ahmad Yani Mulai Terendam Banjir, Sebagian Akses Jalan Ditutup Sementara

0
Banjir di Jalan Ahmad Yani, Gunung Sari, Kota Bontang. (Dwi/Radarbontang).

BONTANG – Kondisi di Jalan Ahmad Yani, Gunung Sari, mulai terendam banjir sejak pukul 14.00 Wita. Sampai saat ini pun kondisi air di jalan tersebut semakin meninggi, bahkan jalur akses di jalan sebelah kiri kini ditutup oleh warga untuk sementara.

“Iya kami tutup dulu jalannya sementara, soalnya airnya mulai tinggi. Sudah banyak motor yang mogok saat melintas,” ucap Anton salah satu warga sekitar, Selasa (16/9/2025).

Bahkan Anton mengatakan, jalan tersebut mulai tergenang banjir semenjak hujan deras di siang hari, dimana hujan turun sangat deras. Sehingga arus air yang berada di sungai, tepat di belakang yang berdekatan dengan jalan utama tak mampu lagi untuk menampung air yang datang.

“Banjirnya tiba-tiba ini, soalnya tadi pagi tidak ada banjir di sepanjang jalan ini. Banjir pas siang tadi, hujan deras langsung naik air,” tambahnya.

Jalan Ahmad Yani Mulai Terendam Banjir, Sebagian Akses Jalan Ditutup Sementara

Dari pantauan redaksi yang langsung turun ke lapangan pun, melihat kondisi air semakin bertambah tinggi. Bahkan sebagian rumah warga di lokasi sekitar, untuk sebagian sudah terendam banjir.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pemkot Bontang Tunggu Kepastian Transfer ke Daerah

0

Pembaca Setia Radar Bontang!
Pemerintah Kota Bontang menanggapi langsung pernyataan Menteri Keuangan terkait dana transfer daerah. Hingga kini, Pemkot masih menunggu kepastian pencairan yang krusial untuk mendukung kelancaran pembangunan dan layanan masyarakat.

Simak ulasan lengkapnya di Koran Digital Radar Bontang edisi Selasa, 16 September 2025.

👉 Baca E-Paper Lengkap
👉 Akses Versi Mobile

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!

Pupuk Kaltim Kembali Gelar Sertifikasi K3 Umum Gratis Bagi 50 Warga Bontang

0

BONTANG – Tingkatkan komitmen dalam mendorong penguatan kapasitas dan daya saing SDM lokal, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) kembali gelar Sertifikasi Ahli K3 Umum gratis bagi 50 warga Bontang. Pelatihan ini berkolaborasi bersama Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Bontang, dengan proses sertifikasi menggandeng Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

SVP HSE dan Teknologi Pupuk Kaltim Heppy Ghia Abivara, mengungkapkan kegiatan ini salah satu wujud komitmen Pupuk Kaltim memberikan nilai tambah bagi masyarakat, melalui peningkatan keterampilan dan kompetensi agar lebih berdaya saing. Hal ini mengingat makin tingginya kebutuhan tenaga Ahli K3 Umum, seiring berkembangnya investasi di Kota Bontang yang secara tidak langsung membuka peluang masyarakat di sektor industri.

Program ini juga lahir dari kesadaran jika aspek K3 bukan sekadar kewajiban, melainkan kebutuhan dasar yang tidak dapat dipisahkan dari aktivitas industri. Maka melalui pemahaman dan penerapan K3 yang baik, diharap mampu menciptakan lingkungan kerja aman dan sehat bagi seluruh pekerja.

“Dengan semakin banyaknya tenaga kerja yang memiliki kompetensi K3, diharap standar keselamatan di sektor industri kian meningkat, guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Abi, Senin (9/8/2025).

Dijelaskannya, proses seleksi peserta dilakukan secara terbuka melalui Disnaker Bontang, sebagai bentuk transparansi Pupuk Kaltim memberikan peluang yang sama bagi masyarakat. Proses sertifikasi pun menggandeng BNSP, untuk memastikan sertifikasi peserta memiliki pengakuan secara nasional, sehingga bisa menjadi pintu masuk bagi peserta menuju peluang kerja lebih luas, tidak hanya Bontang tapi juga industri lain di Indonesia.

“Makanya ini bukan hanya sekadar program sesaat, tapi bagian dari upaya jangka panjang Pupuk kaltim meningkatkan kualitas SDM lokal, agar mampu bersaing sekaligus menjadi agen perubahan di lingkungan kerja dengan budaya K3 yang melekat dalam aktivitas,” terang Abi.

Dirinya pun menegaskan, Pupuk Kaltim akan terus memperluas cakupan program sebagai upaya menciptakan nilai berkelanjutan bagi masyarakat, sesuai prinsip ESG yang diusung perusahaan. Utamanya memberi peluang dan mendorong tumbuhnya kompetensi, serta budaya kerja yang lebih baik di sektor industri.

“Kami harap kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat individu, tapi juga berdampak positif bagi Kota Bontang secara keseluruhan, dengan standar keselamatan sektor industri yang kian meningkat,” tambah Abi.

Sekretaris Disnaker Bontang Mudjiono, mengapresiasi komitmen Pupuk Kaltim untuk terus bersinergi bersama Pemkot Bontang dalam mendorong penguatan kapasitas dan peluang kerja bagi masyarakat. Kata dia, sertifikasi ini menjadi salah satu peluang bagi masyarakat untuk terjun di industri, mengingat ahli K3 umum merupakan kompetensi yang banyak dibutuhkan.

“Adanya sertifikasi BNSP, peserta punya modal lebih untuk bersaing dan tentu ini sejalan dengan visi pemerintah dalam menciptakan tenaga kerja yang kompeten dan berdaya saing,” tutur Mudjiono.

Dirinya pun menggarisbawahi, sinergi bersama Pupuk Kaltim pada program ini menunjukkan kolaborasi pemerintah dengan dunia usaha berjalan efektif di Kota Bontang. Dari hal tersebut, masyarakat diharap makin mampu menghadapi persaingan di pasar kerja, yang terkadang menuntut adanya kompetensi sesuai kualifikasi industri. Dan kegiatan ini menjadi jembatan untuk pemenuhan kebutuhan tersebut, guna memberikan peluang lebih besar bagi SDM lokal.

“Terima kasih kepada Pupuk Kaltim yang selalu bersinergi bersama pada berbagai program strategis, khususnya peningkatan SDM lokal agar makin berdaya saing. Kami harap inisiatif seperti ini dapat terus ditingkatkan ke depannya,” pungkas Mudjiono. (adv)

Editor: Agus S

Petugas BPBD Bontang Evakuasi Korban Terdampak Banjir

0
Petugas dari tim BPBD Bontang melakukan evakuasi ke korban banjir. (Ist)

BONTANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang telah melakukan evakuasi terhadap para korban banjir yang berada di Perumahan Bontang Permai, Selasa (16/9/2025).

Kepala BPBD Kota Bontang, Usman, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD, Eko Mashudi menjelaskan bahwa untuk di wilayah Perumahan Bontang Permai sendiri ada sekitar 900 jiwa yang terdampak banjir. Sehingga pihaknya melakukan evakuasi di lokasi tersebut, terutama terhadap anak-anak, lansia, dan juga orang yang sedang sakit.

“Kenapa kita lakukan evakuasi, sebab kita khawatirnya kondisi hujan di wilayah hulu, air semakin naik jadi semakin susah untuk kami lakukan evakuasi. Makanya kita lakukan evakuasi sekarang,” ucapnya melalui via telepon.

Korban yang berhasil dievakuasi akan dipindahkan ke tempat yang lebih tinggi, dari lokasi yang tersampak banjir. Seperti halnya di masjid yang berada di Perumahan Bontang Permai, menjadi lokasi titik pengungsian sementara.

“Mulai semalam kami sudah ada melakukan evakuasi, hanya saja tim dari kami berjaga dengan shif-shifan jadinya bergantian petugas yang turun ke lokasi,” tambahnya.

Petugas BPBD pun melakukan evakuasi untuk menghindari bencana yang lebih bahaya lagi, yang ditakutkan saat malam hari banjir tak kunjung surut, kondisi lampu bisa sewaktu-waktu padam.

“Evakuasi kan memindahkan dari tempat yang bahaya ke tempat yang lebih aman ya, jadi ada juga masyarakat yang meminta bantuan ke kami untuk keselamatan mereka, sewaktu-waktu air tambah naik,” jelasnya.

Eko menambahkan, jika di wilayah Perumahan Bontang Permai, menjadi titik lokasi banjir yang terparah untuk saat ini, dimana kondisi air masih terbilang sangat tinggi.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam