Beranda blog Halaman 567

Warga Perum Bontang Permai Keluhkan Belum Ada Bantuan Datang, Supri: Kami Hanya Butuh Isi Perut!

0
Banjir yang terjadi di Perumahan Bontang Permai. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Sejak pukul 21.00 wita, Senin (15/9/2025) malam tadi, Perumahan Bontang Permai, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara terendam banjir.

Akibatnya, seluruh aktivitas masyarakat di sekitar wilayah RT.07 harus terhenti. Warga pu mengeluhkan belum adanya bantuan satu pun yang kunjung datang hingga Selasa siang ini.

โ€œIya kita disini yang terkena banjir tidak bisa apa-apa, makan pun belum ada sama sekali. Bantuan juga belum ada yang datang,โ€ ucap Supri warga yang terdampak banjir

Selain aktivitas mereka yang terputus, sebagian masyarakat yang menjadi korban banjir pun tak sempat menyelamatkan barang-barang pribadi maupun peralatan isi rumahnya. Sehingga semuanya sudah terlanjur terendam banjir.

โ€œKita di sini yang terdampak banjir hanya ingin isi perut saja dulu, tapi mau gimana bantuan tidak ada yang kunjung datang. Padahal banyak sudah pejabat yang datang, untuk melihat banjir secara langsung,โ€ tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

DBD Kembali Makan Korban, 2 Warga Bontang Meninggal Dunia

0
Kepala Dinkes Bontang, Bahtiar Mabe. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali memakan korban. 2 warga Bontang meninggal dunia akibat DBD. Satu warga di Loktuan, dan satu lagi warga Kanaan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang, Bahtiar Mabe membenarkan hal tersebut. Kedua orang yang meninggal dunia ialah orang tua, dan satunya lagi anak-anak masih duduk di bangku SMA.

โ€œIya benar ada yang meninggal akibat DBD, mereka masuk ke rumah sakit itu sudah demam sekitaran 5-7 hari. Jadi pas masuk ke rumah sakit, kondisinya sudah parah,โ€ ucapnya saat ditemui, Selasa (16/9/2025).

Adanya kasus DBD hingga menyebabkan kematian, Bahtiar mengimbau masyarakat agar bisa melakukan penanganan untuk DBD secara menyeluruh, seperti bagaimana kebersihan tempat tinggalnya, tidak hanya dari sisi kesehatan saja.

โ€œContohnya perilaku yang paling buruk, dimana misalkan di rumah lingkungannya tidak bersih, ini juga sebagai pemicu. Jadi sekuat apapun kami dari Dinkes, jika tidak dibantu oleh masyarakat dari sisi lingkungannya pun tidak akan selesai kasus DBD itu,โ€ tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Banjir Rendam Perum Bontang Permai, Wali Kota Tinjau Lokasi

0
Banjir Rendam Perum Bontang Permai, Wali Kota Tinjau Lokasi
Wali Kota Bontang melakukan peninjauan banjir di Bontang Permai. (ist)

BONTANG โ€“ Hujan deras yang mengguyur Kota Bontang pada Senin malam (15/9/2025) mengakibatkan kawasan Bontang Permai kembali terendam banjir. Adapun ketinggian air mencapai paha orang dewasa.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni meninjau langsung lokasi banjir untuk melihat kondisi sekaligus mencari penyebabnya. Dari hasil pantauan, Neni mengungkapkan banjir terjadi lantaran proyek pembangunan turap di kawasan tersebut belum selesai.

โ€œProgres pengerjaan baru mencapai sekitar 70 persen. Karena itu, genangan air masih belum bisa teratasi dengan baik. Kami minta masyarakat bersabar hingga proyek rampung,โ€ jelasnya, Selasa (16/9/2025).

Selain itu, Pemkot Bontang juga melakukan langkah cepat untuk membantu warga yang terdampak. Neni meminta Camat Bontang Utara, Muhammad Nur agar segera berkoordinasi mencari bantuan makanan bagi warga.

โ€œBisa kerja sama dengan Baznas untuk bantuan darurat,โ€ ujarnya. Menanggapi hal itu, Camat Bontang Utara memastikan tengah menyiapkan langkah koordinasi.

Di sisi lain, Neni juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mencegah banjir. Menurutnya, persoalan genangan tidak hanya soal infrastruktur, tapi juga kebiasaan warga yang kerap membuang sampah sembarangan.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Perumahan Bontang Permai Kembali Terendam Banjir Setinggi Perut Orang Dewasa

0
Kondisi banjir di Perumahan Bontang Permai, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Banjir kembali merendam wilayah Perumahan Bontang Permai, tepatnya di bagian RT.07, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara, Selasa (16/9/2025) siang.

Banjir berlangsung sejak Senin (15/9/2025) malam, dimana kondisi tinggi air mencapai hingga perut orang dewasa. Parahnya lagi hingga siang ini, kondisi debit air belum juga turun.

โ€œIya banjirnya mulai semalam mbak, jam 9 sudah naik pas hujan deras. Paling dalam itu di titik dekat tanggul,โ€ ucap Supri, salah satu warga sekitar yang terdampak.

Adapun Supri turut menambahkan bahwa, banjir tersebut berasal dari proyek tanggul yang sedang dikerjakan akan tetapi belum sepenuhnya kelar.

โ€œJadi tanggul atau turap yang waktu itu sempat jebol, sedang diperbaiki. Nah itu belum sepenuhnya selesai, tetapi sudah jebol lagi akibat datangnya air. Jadinya banjir lagi,โ€ tambahnya.

Sebagian rumah yang sudah terlanjur terendam banjir, isi rumah tidak bisa diselamatkan. Mengingat kondisi air langsung meninggi, saat banjir merendam wilayah tersebut.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Gerakan Pangan Murah Hadirkan Beras Subsidi dan Minyak Lokal di Tanjung Laut Indah

0
GPM DKP3 Kota Bontang di Kelurahan Tanjung Laut Indah. (Syakurah)

BONTANG – Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan Dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang telah menggelar Gerakan Pangan Murah, Selasa (16/9/2025).

Salah satu lokasinya berada di Kelurahan Tanjung Laut Indah. Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Debora Kristiani mengatakan bahwa mereka menyediakan beras SPHP sebanyak 4 ton.

Ia mengatakan, bahwa masyarakat sekitar berdatangan satu persatu lantaran mereka belum familiar dengan beras SPHP, “Pagi sempat datang ramai, cuma kayaknya belum familiar jadi tidak ramai banget, tapi mereka ini datang bergantian, sepertinya informasi mulut ke mulut,” pungkasnya.

Selain itu mereka juga menjual minyak yang merupakan merk lokal Kota Bontang yang baru-baru ini rilis, adapun minyak tersebut bermerk Saro.

“Mereka ngejual minyak dua liter sekitar Rp 37 ribu, kan lumayan kalau di pasaran bisa sampai 40 lebih harganya,” terangnya

Karena harga beras di Bontang cenderung tinggi, kegiatan ini rutin dilaksanakan. Beras SPHP yang merupakan subsidi dari pemerintah sendiri dijual dengan harga Rp 60 ribu, “Sudah tidak ada kayaknya beras 5 kilo dengan harga segitu,” katanya.

Adapun SPHP selanjutnya akan diperjualbelikan di pasar oleh distributor khusus, “Sudah ada yang urus izin terkait penjualan SPHP ini kemungkinan akan dijual Rp 65.500, dan penjualannya tentu di awasi karena ini distribusi pemerintah,” tambahnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Dampak Hujan Semalam: Banjir, Dahan Tumbang, hingga Longsor

0
Dampak Hujan Semalam: Banjir, Dahan Tumbang, hingga Longsor
Dahan-dahan pohon bertumbangan di Jalan Cipto Mangunkusumo. (Yusva Alam)

BONTANG – Beberapa titik di wilayah Bontang merasakan dampak guyuran hujan Senin (15/9/2025) malam tadi. Mulai dari banjir hingga tumbangnya pepohonan.

Dari penelusuran Redaksi Radarbontang.com Selasa (16/9/2025) pagi ini, beberapa titik masih mengalami banjir.

Banjir terjadi di antaranya di Jalan Imam Bonjol. Tepatnya diturunan setelah Polres Bontang. Akibat banjir, akses Jalan Imam Bonjol ditutup oleh pihak kepolisian. Sehingga penggunan jalan harus mencari alternatif jalan lain untuk mencapai tujuan.

Banjir juga terjadi di Jalan Brokoli Raya tepatnya di depan SDN 010 Bontang Utara. Sebagian pengendara nekat melewati banjir, meski jalan sudah ditutup warga. Banyak juga yang mencari jalan lain. Bahkan beberapa alternatif jalan di sekitar Jalan Brokoli Raya pun juga tergenang banjir.

Kemudian di Jalan Cipto Mangunkusumo. Sebagian dahan-dahan pohon yang berderet di pinggir jalan bertumbangan. Untungnya tumbangan dahan-dahan itu tidak sampai menutupi jalan. Hanya berjatuhan di area trotoar. Sehingga pengendara masih dapat melintas.

Selain itu, juga terjadi longsor di jalan tembusan Perumahan Bukit Sintuk menuju RT 41 Kelurahan Belimbing. Akibatnya, warga sekitar tidak bisa melintasi akses jalan itu untuk sementara.

Penulis/Editor: Yusva Alam

Guyuran Hujan Sebabkan Jalan Tembusan dari Perumahan Bukit Sintuk ke RT 41 Belimbing Tertutup Longsor

0
Kondisi longsoran di jalan tembusan Perum Bukit Sintuk ke RT 41 Belimbing. (Ist)

BONTANG – Akibat guyuran hujan deras disertai angin Senin (15/9/2025) malam tadi, mengakibatkan beberapa titik wilayah di Bontang merasakan dampaknya.

Salahsatunya terjadi di jalan tembusan dari Perumahan Bukit Sintuk menuju RT 41, Kelurahan Belimbing. Tanah di sekitar jalan tersebut mengalami longsor. Sehingga mengakibatkan warga sekitar tidak bisa melewati akses tersebut.

Kondisi itu diketahui dari postingan Ketua RT 41, Alfian yang dibagikan Senin malam tadi sekira pukul 22.17 WITA di grup Whatsapp RT 41 Kelurahan Belimbing. “Diberitahukan untuk sementara jalan menuju Perumahan Sintuk tidak dapat dilewati, dikarenakan longsor,” ucap Alfian dalam postingan video tersebut.

Dengan kondisi itu, Ketua RT 41 dan warga sekitar berupaya untuk menyingkirkan tanah longsoran, agar akses jalan dapat kembali dilewati.

Diketahui, jalan kecil itu digunakan sehari-hari oleh warga sekitar untuk mempercepat waktu. Baik dari RT 41 menuju Perumahan Bukit Sintuk maupun sebaliknya.

Penulis/Editor: Yusva Alam

Rustam Terpilih Ketua IPF Bontang Periode 2025-2030

0
IPF Kaltim tetapkan Rustam sebagai Ketua IPF Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Rustam terpilih menjadi Ketua Indonesia Pickleball Federation (IPF) Bontang masa jabatan 2025-2030 pada Musyawarah Daerah (Musda).

Pemilihan berlangsung di Kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Sabtu (13/9/2025) malam. Pemilihan Ketua IPF Bontang turut dihadiri langsung oleh, Ketua IPF Kalimantan Timur (Kaltim), Andi Faizal Sofyan Hasdam.

โ€œPertama ini adalah sebuah amanah buat saya, secara aklamasi saya terpilih menjadi Ketua IPF Bontang,โ€ ucapnya saat ditemui.

Dengan terpilihnya Rustam sebagai ketua, dirinya ingin olahraga ini nantinya perkembangannya bisa lebih pesat. Bahkan menargetkan dapat merangkul 12 klub di Bontang yang ada, untuk bersatu dalam memberikan pembinaan dengan baik.

โ€œJika dengan 12 klub yang ada, semoga saya bisa memberikan pembinaan dan mempersatukan mereka, itu adalah suatu prestasi bagi saya,โ€ jelasnya.

Terlebih lagi, Rustam nantinya akan secara rutin menggelar pelatihan untuk mencetak atlet-atlet pickleball Bontang, untuk para atlet selalu siap menghadapi pertandingan yang akan datang.

Perlu diketahui kepemimpinan Rustam saat ini sebagai Ketua IPF Bontang menggantikan Muhammad Irfan, yang dimana sebelumnya telah memimpin olahraga tersebut.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

DBH Bontang Terancam Turun Drastis, Wali Kota Tolak Pemangkasan!

0

Pembaca Setia Radar Bontang!
Dana Bagi Hasil (DBH) Bontang terancam turun drastis. Wali Kota Bontang secara tegas menolak adanya pemangkasan yang dinilai dapat berdampak besar pada pembangunan daerah.

Baca selengkapnya di Koran Digital Radar Bontang edisi Senin, 15 September 2025.

๐Ÿ‘‰ Baca E-Paper Lengkap
๐Ÿ‘‰ Akses Versi Mobile

Radar Bontang โ€“ Aktual & Terpercaya!

Tanggapi Pernyataan Menkeu, Pemkot Bontang Tunggu Kepastian Transfer ke Daerah

0
Tanggapi Pernyataan Menkeu, Pemkot Bontang Tunggu Kepastian Transfer ke Daerah
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. (Syakurah)

BONTANG โ€“ Meski Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sempat menyebut Transfer ke Daerah (TKD) tidak akan dipangkas, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengaku masih waswas. Pasalnya, hingga kini belum ada aturan berupa Peraturan Presiden (Perpres) yang mempertegas pernyataan tersebut.

“Kondisi kita masih waswas, seharusnya ada perpresnya dahulu jika memang benar rencana tersebut tidak jadi dipangkas,โ€ ungkap Neni, Jumat (12/9/2025).

Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026, dana transfer ke tiap daerah yang awalnya diusulkan sebesar Rp 913 triliun, terpangkas menjadi sekitar Rp 613 triliun. Jika kebijakan ini diterapkan, pendapatan Pemerintah Kota Bontang diproyeksikan turun hingga Rp 1,6 triliun, jauh di bawah Nota Keuangan hasil perhitungan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang mencapai Rp 2,8 triliun.

“Padahal hampir 80 persen APBD Bontang bergantung dana transfer. Jika ini tetap terjadi, maka tidak maksimal program daerah yang akan dijalankan,” tambahnya.

Ia pun berharap pemerintah pusat menetapkan Rp 913 triliun sebagai angka final. Sebelumnya ia juga menyatakan penolakan pemangkasan anggaran, juga telah ia sampaikan bersama kepala daerah lain melalui Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI).

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam