Beranda blog Halaman 570

Paket Pangan Murah di Kelurahan Belimbing, Sediakan 2.000 Paket Sembako!

0

Pembaca Setia Radar Bontang!
Kelurahan Belimbing kembali hadirkan program pangan murah. Sebanyak 2.000 paket sembako disiapkan untuk membantu warga memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Baca selengkapnya di Koran Digital Radar Bontang edisi Kamis, 11 September 2025.

👉 Baca E-Paper Lengkap
👉 Akses Versi Mobile

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!

Pecah! Lagu Tabola Bale Sukses Hibur Warga Bontang di Penutupan Festival UMKM Berbenah 2025

0
Masyarakat Bontang penuhi Stadion Lang-Lang di malam penutupan Festival UMKM Berbenah 2025. (Ist).

BONTANG – Lantunan lagu Tabola Bale sedang trending dinyanyikan oleh Penyanyi asal Nusa Tenggara Timur, Siprianus Bhuka atau yang dikenal dengan Silet Open Up, sukses menghibur warga Bontang di malam puncak Expo Festival UMKM Berbenah 2025, yang berlangsung di Stadion Bessai Berinta (Lang-Lang), Rabu (10/9/2025) malam.

Sebelum Silet Open Up menampilkan aksinya, para pengunjung telah memenuhi lapangan tersebut sejak pukul 18.00 Wita, dimana sebagian masyarakat telah bersiap untuk menyaksikan penampilan dari artis tersebut.

Tidak hanya Silet Open Up saja yang tampil di malam penutupan Expo Festival UMKM Berbenah 2025, adapun sederetan band dan artis lainnya yang juga turut tampil untuk menghibur masyarakat Bontang, seperti Moza, Delawwa, serta El Papito.

Pengunjung yang datang menyaksikan malam penutupan di event Expo Festival UMKM Berbenah dari berbagai kalangan, mulai anak remaja, dewasa, orang tua, hingga lansia.

Ada sekitar ratusan bahkan ribuan pengunjung yang dengan rela untuk berdesak-desakan serta memadati Stadion tersebut, hanya untuk bisa menyaksikan artis di malam penutupan event Expo Festival UMKM Berbenah 2025.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Dipadati Pengunjung, Pedagang di Festival UMKM Berbenah 2025 Sebut Omsetnya Meningkat

0
Situasi Expo Festival UMKM Berbenah 2025 di malam penutupan dipadati para pengunjung. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Expo Festival UMKM Berbenah 2025 yang berlokasi di Stadion Bessai Berinta (Lang-Lang) selalu dipadati oleh pengunjung, sejak mulai dibukanya Minggu (7/9/2025) lalu. Festival tersebut berlangsung hingga Rabu (10/9/2025) malam.

Tepat di hari penutupan, sejak pukul 16.00 Wita lokasi tersebut telah dipadati oleh pengunjung. Banyak masyarakat Bontang yang sudah mulai berlalu lalang walaupun hanya sekedar jalan-jalan, berolahraga, ataupun mengisi stand yang tersedia sebagai pedagang jajanan di lokasi tersebut.

Salah satu pedagang Dimsum, Anita mengaku dengan adanya event seperti ini, omset yang didapatkannya bisa meningkat jauh lebih drastis dari yang biasanya berjualan sehari-hari.

“Pastinya keuntungan yang saya dapatkan jauh lebih meningkat, dari jualan yang biasanya. Pendapatan juga sangat jauh berbeda. Maka saya senang jika ada event besar seperti ini,” ucapnya saat ditemui.

Sama halnya dengan pedagang lainnya, Yanto selaku pedagang mainan. Omset yang dirinya dapatkan terbilang meningkat sangat drastis dengan adanya pergelaran event besar, apalagi sampai mendatangkan artis dari luar daerah.

“Alhamdulillah, setiap ada kegiatan event sampai mendatangkan artis pendapatan bisa terbilang cukup banyak. Karena banyak pengunjung yang datang. Kalau bisa dibilang, sehari-hari hanya mendapatkan sekitar 300 ribu, di event ini per harinya bisa sampai dua kali lipat,” jelasnya.

Mengenai hal tersebut, para pelaku Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) di wilayah Bontang sangat berharap, untuk bisa membangun dan menumbuhkan ekonomi mereka, dimana pemerintah agar bisa sesering mungkin membuat kegiatan dengan event besar, sebagai peluang untuk memperkenalkan usaha yang dimilikinya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pangan Murah Kelurahan Belimbing, Sediakan 2.000 Paket Sembako

0
Kegiatan pangan murah di Kelurahan Belimbing. (ist)

BONTANG – Kelurahan Belimbing bersama dengan Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) kembali menggelar program pangan murah.

Kali ini, kegiatan berlangsung di Kelurahan Belimbing, Rabu (10/9/2025). Sebanyak 2.000 paket sembako disediakan dalam kegiatan ini.

Lurah Belimbing, Dwi Andriyani, mengatakan satu paket sembako dijual seharga Rp150 ribu. Padahal jika dihitung nilai sebenarnya, isi paket tersebut mencapai Rp220 ribu.

“Isinya lengkap, sudah satu kresek, tidak dijual terpisah,” jelasnya.

Dalam satu paket, warga mendapatkan beras 5 kilogram, gula 1 kilogram, minyak goreng 1 liter, sarden 1 kaleng, susu 1 kaleng, teh celup 2 kotak, mi instan 5 bungkus, garam 1 bungkus, serta tepung 1 bungkus.

Meski belum mengetahui jumlah pasti yang terjual hari ini, Dwi menyebut kegiatan pangan murah di wilayahnya masih tersisa, “Sepertinya masih ada sisa,” ujarnya.

Ia menambahkan, program ini merupakan agenda rutin DKP3 bekerja sama dengan kelurahan. “Tugas kelurahan hanya mengoordinir tempat dan waktu pelaksanaan,” tutupnya. (Sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Bukan Lagi untuk Pejalan Kaki, Trotoar Ahmad Yani Jadi Tempat Nongkrong

0
Kondisi Trotoar A. Yani kelurahan Api-api. (ist)

BONTANG – Trotoar di Jalan Ahmad Yani yang kini dilengkapi kursi ala Malioboro itu, kini justru menimbulkan persoalan baru. Meski para pedagang di sana sudah menyetujui surat edaran agar dagangan tidak menutupi trotoar beberapa waktu lalu, rupanya yang menjadi masalah adalah warga yang menyulap area tersebut sebagai tempat nongkrong.

Seringkali di sore maupun malam hari, mereka duduk beramai-ramai dengan memasang tikar hingga membawa kursi dari rumah. Bahkan di media sosial, muncul keluhan warga yang merasa terganggu saat jogging karena harus permisi melewati kerumunan di trotoar tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Satpol PP Kota Bontang, Ahmad Yani menegaskan bahwa pihaknya hanya menunggu surat yang diturunkan dari perangkat daerah terkait yaitu Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP).

“Kami tidak punya wewenang untuk menertibkan, kami hanya fasilitator atau dinas terkait minta ditemani tentu kami baru bisa bergerak,” katanya, Rabu (10/9/2025).

Hal ini ia sebutkan mengacu pada peraturan wali kota (perwali) Nomor 21 tahun 2016 tentang peraturan pelaksanaan peraturan daerah Kota Bontang nomor 7 tahun 2012 terkait penataan dan pemberdayaan pedagang kreatif lapangan.

Dalam pasal 10 ayat 5 disebutkan pembongkaran dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja setelah mendapat rekomendasi pembongkaran dari Kepala Perangkat Daerah yang membidangi perdagangan.

“Mungkin pedagang yang berada di atas trotoar ada beberapa, tapi masyarakat yang memenuhinya ini yang perlu diimbau,” pungkasnya.

Keberadaan pengunjung di tiap trotoar A Yani juga berhubungan langsung dengan parkir pinggir jalan yang merupakan kewenangan dari dinas terkait, yakni Dinas Perhubungan.

Sementara penegasan kegunaan trotoar, kursi, serta bolar bulat yang ada disana merupakan kewenangan dari Dinas PU. Sehingga semua dinas disini berhubungan.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Bunga 6 Persen Dikeluhkan, Koperasi Merah Putih Dinilai Berat Dijalankan

0
Sosialisasi kemitraan usaha Koperasi Merah Putih. (Syakurah)

BONTANG – Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Kota Bontang kembali melakukan sosialisasi terkait Koperasi Merah Putih, Rabu (10/9/2025) di Hotel Bintang Sintuk.

Dalam sosialisasi tersebut, bunga pinjaman sebesar 6 persen menjadi permasalahan utama. Masing-masing pengurus koperasi mengeluhkan beratnya pengembalian dana dengan beban bunga tersebut.

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, mengatakan program Koperasi Merah Putih sejatinya dirancang untuk memperkuat ekonomi kerakyatan. Namun, jika bunganya terlalu tinggi, masyarakat akan kesulitan mengakses dan memanfaatkan program ini.

“Kalau bunganya 6 persen, tentu cukup memberatkan. Karena itu, perlu ada kebijakan khusus agar suku bunga bisa diturunkan,” ujarnya.

Pengurus koperasi berharap adanya intervensi dari pemerintah provinsi hingga pusat, agar bunga pinjaman bisa ditekan ke angka 2–2,5 persen. Selain itu, mereka juga mengusulkan agar Bank Kaltimtara dilibatkan dalam penyaluran pembiayaan, tidak hanya bank-bank Himbara.

DKUMPP Bontang menyatakan, akan menindaklanjuti keluhan ini melalui surat resmi kepada Pemprov Kaltim. Usulan tersebut kemudian akan diteruskan hingga ke kementerian pusat terkait sebagai bahan pertimbangan kebijakan.

“Kita akan koordinasi, siapa tahu bisa turun, sehingga koperasi ini dapat berjalan,” tambahnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Sepasang Suami Istri Digerebek Polisi, Kedapatan Simpan Sabu 5,40 Gram

0
Barang bukti berhasil diamankan pihak kepolisian. (Ist).

BONTANG – Sat Resnarkoba Polres Bontang melakukan penggerebekan di salah satu rumah di Jalan Ahmad Yani, Gang Etam, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara, Selasa (9/9/2025) malam.

Saat penggerebekan berlangsung, ditemukan sepasang suami istri. Sang istri berinisial Vv (37) dan suaminya AM (45). Di lokasi tersebut, polisi menemukan sejumlah barang bukti berupa dua bungkus sabu dengan berat 5,40 gram.

“Adapun pun barang lainnya yang berupa plastik klip, lakban, alat hisap, uang tunai sebesar Rp 150 ribu, serta satu unit handphone yang diduga kuat untuk transaksi,” ucap Kasat Resnarkoba Polres Bontang, AKP Rihard Nixon Lumban Toruan.

Diketahui, penangkapan ini dilakukan bermula dari adanya laporan warga sekitar, yang dimana telah mencurigai aktivitas di rumah tersebut.

“Begitu info diterima, tim langsung gerak cepat melakukan penyelidikan dan pengamatan. Hasilnya, sepasang suami istri berikut barang bukti sabu, berhasil kita amankan,” ungkapnya.

Sekarang keduanya sudah ditahan di Polres Bontang dan terancam dengan jeratan UU Narkotika No. 35 Tahun 2009, dengan ancaman hukuman cukup berat.

“Perang melawan narkoba butuh kerjasama semua pihak. Jangan takut melapor, karena Polres Bontang serius memberantas narkoba sampai ke akar-akarnya,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Program Gaspol, Gubernur Kaltim Berangkatkan Umrah Gratis 31 Marbot di Bontang!

0

Pembaca Setia Radar Bontang!
Kabar gembira datang dari Program Gaspol. Sebanyak 31 marbot di Kota Bontang diberangkatkan umrah gratis oleh Gubernur Kalimantan Timur sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka.

Baca selengkapnya di Koran Digital Radar Bontang edisi Rabu, 10 September 2025.

👉 Baca E-Paper Lengkap
👉 Akses Versi Mobile

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!

Terkendala Administrasi, Dua Marbot Batal Berangkat Umrah Gratispol

0
Terkendala Administrasi, Dua Marbot Batal Berangkat Umrah Gratispol
Pelepasan keberangkatan umrah marbot masjid di Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Dua marbot masjid di Bontang batal untuk berangkat umrah, dalam program gratis pol Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) TA 2025.

Sebelumnya, di dalam Surat Keputusan (SK) Gubernur Kaltim nomor 100.3.3.1/K.157/2025, telah tercatat ada sebanyak 33 marbot asal Bontang, yang masuk daftar penerima penghargaan umrah. Akan tetapi hanya ada 31 jamaah saja, yang bisa berangkat umrah sesuai dengan jadwal keberangkatan rombongan.

Perwakilan Kementerian Agama (Kemenag) Bontang, Ali Mustofa, mengatakan bahwa ada dua marbot di Bontang, yang dengan terpaksa batal berangkat umrah karena terkendala di administrasi.

Seperti salah satu marbot di Masjid Tua Al Wahhab, dimana yang bersangkutan baru mengurus Kartu Tanda Penduduk (KTP) -nya, sehingga masa pengabdiannya dianggap belum memenuhi syarat oleh Pemprov Kaltim.

“Jadi kalau yang bersangkutan terkendala untuk keberangkatan, tidak bisa dilakukan pergantian peserta. Dianggapnya batal mengikuti umrah,” ucapnya saat dikonfirmasi, Rabu (10/9/2025).

Sedangkan untuk marbot lainnya, yang berasal dari Masjid Agung Al Hijrah, pihaknya tidak melengkapi dokumen paspor maupun vaksin meningitis.

“Adapun untuk dana yang sudah sempat ditransfer ke rekening jamaah, tetapi batal untuk berangkat umrah, maka akan dikembalikan ke kas negara,” tambahnya.

Pelepasan jamaah umrah berlangsung lancar di Pendopo, Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota. Jamaah secara resmi dilepas langsung keberangkatannya oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kota Bontang, Dasuki.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Program Gaspol, Gubernur Kaltim Berangkatkan Umrah Gratis 31 Marbot di Bontang

0
Sebanyak 31 marbot di Bontang saat hendak berangkat umrah, di Pendopo, Rujab Wali Kota. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Sebanyak 31 marbot masjid di Bontang telah resmi berangkat ke Tanah Suci, Rabu (10/9/2025) dini hari. Pelepasan jamaah berlangsung di Pendopo, Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota.

Sebelum pelepasan jamaah, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Bontang, Dasuki menyampaikan secara langsung rasa bangga dan harunya, saat melepaskan 31 jamaah umrah ini.

Salah satu program unggulan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Gaspol adalah memberikan kesempatan ibadah umrah bagi marbot se-Kaltim, salah satunya dari Kota Bontang.

“Selalu jaga kesehatan untuk para jamaah semuanya, serta mohon untuk bisa menitipkan doanya, agar semua para pejabat di Bontang dapat memimpin kota ini untuk lebih baik kedepan, khususnya untuk kemajuan Kota Bontang,” ucapnya.

Pelepasan jamaah umrah marbot ini merupakan sebuah bentuk penghargaan dan dukungan pemerintah terhadap marbot, yang telah berperan penting dalam menjaga, merawat, dan memakmurkan masjid di Bontang.

“Saya mewakili Wali Kota Bontang berpesan kepada seluruh jamaah yang berangkat umrah, agar tetap selalu berhati-hati dimanapun berada. Terlebih lagi agar bisa tetap menjaga kekompakan dalam rombongan, menjaga kesehatan, serta berangkat dan pulangnya selamat sampai tujuan,” tutupnya. (Dwi/Adv).

Editor: Yusva Alam