Beranda blog Halaman 570

Pemkot Gelar FGD, Bahas Manajemen Energi di Lingkungan Pemerintahan Bontang

0
FGD Manajemen Energi di Lingkungan Pemerintah Kota Bontang, yang digelar di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota. (ist)

BONTANG – Pemkot Bontang mengadakan Focus Group Discussion (FGD) Manajemen Energi di Lingkungan Pemerintah Kota Bontang, yang digelar di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, Rabu (29/10) pagi. Kegiatan ini resmi dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Sony Suwito Adi Cahyono, mewakili Wali Kota Bontang.

Dalam sambutannya, Sony menegaskan bahwa energi merupakan urat nadi pembangunan. Hampir seluruh aspek kehidupan, mulai dari rumah tangga, transportasi, hingga industri, sangat bergantung pada ketersediaan energi. Namun di sisi lain, sumber daya energi semakin terbatas, sementara kebutuhan terus meningkat.

“Kondisi ini menuntut kita untuk mengubah cara pandang, dari sekadar menggunakan energi menjadi mengelola energi secara bijak dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Sony menambahkan, sebagai kota industri dan jasa yang terus bertumbuh, Bontang memerlukan kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi pemborosan energi. Menurutnya, pelaksanaan FGD ini merupakan langkah strategis dalam menghadapi tantangan pengelolaan energi yang efisien dan berkelanjutan, sejalan dengan visi Kota Bontang sebagai daerah mitra Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Melalui forum ini, kami berharap dapat membangun sistem manajemen energi yang terintegrasi dan berkelanjutan di lingkungan Pemerintah Kota Bontang. Dengan demikian, kita dapat menyusun rencana dan kebijakan energi yang efektif serta efisien, sebagai bentuk implementasi visi Kota Bontang yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga mengimbau seluruh aparatur pemerintah agar lebih peduli terhadap hemat energi, dengan langkah sederhana seperti mematikan lampu dan peralatan setelah digunakan, serta memeriksa kondisi peralatan sebelum meninggalkan tempat kerja.

Melalui FGD ini, Pemerintah Kota Bontang berharap lahir komitmen nyata dalam pengelolaan energi yang hemat, cerdas, dan berkelanjutan, guna mendukung arah pembangunan kota sebagai mitra strategis Ibu Kota Nusantara.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Wali Kota Dampingi Satimpo di Penilaian Lomba Kelurahan Nasional

0
Wali Kota Neni ikut langsung mendampingi Kelurahan Satimpo di Lomba Kelurahan Tingkat Nasional 2025. (Ist)

BONTANG  — Wali Kota Neni Moerniaeni turun langsung mendampingi tim Satimpo dalam penilaian Lomba Kelurahan Tingkat Nasional 2025, yang digelar secara daring dari Hotel Platinum Balikpapan, Selasa (28/10).

Dalam kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.30 hingga 13.30 Wita itu, Wali Kota tampak memberi dukungan penuh sepanjang proses wawancara. Neni menyebut, keberhasilan Satimpo menembus lima besar nasional menjadi kebanggaan tersendiri bagi Bontang.

“Satimpo adalah cermin dari kerja keras dan komitmen seluruh aparatur dan masyarakat. Saya ingin mereka merasakan bahwa pemerintah kota hadir mendampingi hingga tahap akhir,” tegasnya.

Sesi wawancara nasional dilakukan secara daring dan berlangsung intens. Lurah Satimpo, Maryono, menjelaskan, proses penilaian berjalan hampir dua jam, dengan setiap juri melakukan pendalaman selama sekitar 15 menit.

“Tim juri menyoroti banyak aspek — dari pengelolaan keuangan, pemberdayaan masyarakat, inovasi pelayanan, hingga pelestarian lingkungan. Namun fokus utama mereka adalah pada pelestarian lingkungan dan inovasi pelayanan publik,” terang Maryono.

Dalam pemaparannya, Satimpo menampilkan sejumlah program unggulan yang menjadi kekuatan kelurahan, seperti pengelolaan Bank Sampah, program Kampung Madu untuk penghijauan, serta inovasi Kerta Bumi sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan.

“Semua kami jelaskan dengan detail, mulai dari strategi pengelolaan sampah hingga manfaat penanaman pohon bagi masyarakat. Alhamdulillah, mendapat perhatian positif dari tim penilai,” ujarnya.

Selain itu, Satimpo juga mempresentasikan program pelayanan malam dua kali sepekan (Selasa dan Kamis, pukul 19.30–21.30 Wita) yang memudahkan warga bekerja siang hari untuk mengurus dokumen di luar jam kantor. Inovasi ini disusul dengan layanan keliling dan antar-jemput dokumen berbasis pesan singkat digital, yang mempercepat akses masyarakat terhadap pelayanan publik.

Sesi wawancara dilakukan secara terpisah bagi setiap peserta dari seluruh Indonesia. “Room-nya dipisah, jadi kami fokus dengan juri masing-masing,” kata Maryono.

Wali Kota Neni Moerniaeni menilai, Satimpo bukan hanya mewakili Bontang, tetapi juga membawa nama baik Kalimantan Timur di tingkat nasional. Ia menekankan bahwa partisipasi ini merupakan bukti nyata dari sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun daerah dari level terkecil.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Bontang memiliki kelurahan yang tidak hanya tertib administrasi, tapi juga berinovasi dan berdaya saing nasional,” imbuhnya.
“Saya bangga dengan Satimpo. Mereka pantas menjadi contoh bagi kelurahan lain di Bontang.”

Lomba Kelurahan Nasional ini merupakan agenda tahunan berdasarkan Permendagri Nomor 81 Tahun 2015 tentang Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan. Selain menilai capaian pembangunan, lomba ini juga mengukur sejauh mana partisipasi masyarakat dan efektivitas tata kelola pemerintahan di tingkat lokal.

Wali Kota berharap hasil terbaik akan diraih Satimpo saat pengumuman pemenang pada November mendatang. “Menang atau tidak, Satimpo sudah menjadi juara di hati warga Bontang. Yang penting semangat membangun dan melayani ini terus dijaga,” ujar Neni penuh bangga.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Pramuka Bontang Garda Terdepan Hadapi Tantangan Zaman

0

BONTANG – Gerakan Pramuka Bontang terus menunjukkan peran aktif sebagai garda terdepan dalam membentuk karakter generasi muda yang tangguh, kreatif, dan berdaya saing. Melalui berbagai kegiatan pendidikan nonformal, Pramuka menjadi wadah pembinaan moral serta kepemimpinan di tengah derasnya arus digitalisasi dan perubahan sosial.

Wali Kota Bontang turut mengapresiasi semangat Pramuka yang senantiasa menjaga nilai-nilai kebangsaan dan gotong royong di kalangan pelajar serta masyarakat.

Pembaca Setia Radar Bontang!
Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
📱 Versi Mobile

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!

Logo KPC di Jersey Samarinda Bikin Tanda Tanya, Manajemen: Kutim Tak Ajukan Proposal

0
Act GM ESD PT KPC, Nanang Supriyadi (kanan). (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Kemunculan logo PT Kaltim Prima Coal (KPC) pada jersey kontingen Samarinda di ajang Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) PBSI Kalimantan Timur (Kaltim) beberapa waktu lalu sempat memicu tanda tanya di publik. Pasalnya, Kutai Timur (Kutim) yang menjadi tuan rumah kejuaraan justru tak menampilkan logo perusahaan tambang batu bara raksasa tersebut, baik di seragam maupun di baliho kegiatan.

Sebagaimana diketahui, keberadaan logo perusahaan pada sebuah event umumnya menandakan adanya dukungan atau sponsorship. Namun pada pelaksanaan Kejurprov PBSI Kaltim 2025, logo PT KPC hanya terlihat di atribut milik kontingen Samarinda. Padahal, Kutim merupakan daerah utama tempat perusahaan tersebut beroperasi.

Menanggapi hal itu, Acting GM External Affairs and Sustainable Development (ESD) PT KPC, Nanang Supriyadi, memberikan klarifikasi. Ia menjelaskan bahwa logo KPC yang terpasang di baju kontingen Samarinda bukan merupakan bentuk dukungan khusus untuk Kejurprov PBSI Kaltim, melainkan hasil dari kerja sama pada kegiatan sebelumnya.

“Kami memang sempat memberikan dukungan kepada PBSI Samarinda untuk kegiatan di bulan Agustus 2025. Namun karena dana cair setelah kegiatan berakhir, mereka memasang logo KPC di event berikutnya, yang kebetulan bertepatan dengan Kejurprov PBSI Kaltim,” terang Nanang, Kamis (30/10/2025).

Sementara itu, kata Nanang, PBSI Kutai Timur selaku tuan rumah tidak mengajukan proposal permohonan dukungan kepada KPC untuk kegiatan tersebut. “Kami tidak ingin berkomentar banyak, tapi perlu kami sampaikan bahwa KPC selalu terbuka untuk mendukung kegiatan olahraga di Kutim. Namun tentu harus melalui mekanisme yang berlaku, yaitu pengajuan proposal resmi,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa dukungan KPC terhadap masyarakat Kutai Timur tetap besar dan konsisten. Ke depan, bila PBSI Kutai Timur mengajukan proposal kegiatan seperti Bupati Cup 2025 atau event olahraga lainnya, KPC siap memberikan bantuan sesuai kebutuhan dan mekanisme yang berlaku.

“Semua proposal yang masuk akan kami proses melalui sistem internal. Besaran dukungannya disesuaikan dengan kondisi dan kelayakan kegiatan yang diajukan,” tambah Nanang.

Selain bulutangkis, PT KPC selama ini telah aktif mendukung berbagai kegiatan olahraga di Kutai Timur, mulai dari Persikutim United, Bupati Cup, FORSGI, hingga cabang olahraga seperti taekwondo, tinju rakyat, fun run, dance sport, dan boccia.

“Kami tetap berkomitmen menjadi mitra masyarakat Kutai Timur, khususnya dalam pengembangan kegiatan olahraga dan pembinaan atlet daerah,” tutup Nanang.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Kini, Ruangan Hemodialisa RSUD Taman Husada Miliki Fasilitas Lengkap

0
Ruangan HD di RSUD Taman Husada Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Ruangan Hemodialisa (HD) yang berada di RSUD Taman Husada Bontang, kini telah memiliki kualitas standar dengan fasilitas yang lengkap.

Hal ini disampaikan secara langsung, oleh Himpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) Koordinator Wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) dr. Astried Indrasari, Sp.PD, Subsp.GH FINASIM, yang mengatakan bahwa untuk di RSUD Taman Husada Bontang saat ini telah memenuhi standarnya, seperti bed, atau pun perlengkapan medis lainnya.

Terlebih lagi, untuk ruangan HD sendiri harus memiliki standar dengan kriteria yang telah diberlakukan, seperti tempat tidur atau bed yang ada di dalam ruangan, harus ada jarak dengan satu yang lainnya.

“Untuk RSUD saat ini sudah memenuhi standarnya, bahkan untuk pasien CAPD-nya sudah sampai 4 pasien,” ucapnya saat dikonfirmasi, Kamis (30/10/2025).

Sehingga, dengan adanya fasilitas yang lengkap di ruangan HD untuk ke depan sangat diharapkan RSUD Taman Husada Bontang dapat mengoptimalkan pelayanan, khususnya bagi penderita gagal ginjal.

Maka warga Bontang dan sekitarnya, yang akan cuci darah cukup dilakukan di RSUD Taman Husada Bontang saja. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Wisuda ke-13 STIE Nusantara, 157 Lulusan Siap Hadapi Dunia Kerja

0
Wisuda Mahasiswa STIE Nusantara dihadiri Wakil Bupatj Kutim Mahyunadi. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA — Sebanyak 157 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Nusantara Sangatta resmi diwisuda dalam Wisuda Sarjana ke-XIII Tahun 2025, yang digelar di Gedung Serba Guna (GSG) Sangatta, Kamis (30/10/2025).

Acara wisuda berlangsung khidmat dengan dihadiri ratusan tamu undangan, para dosen, dan keluarga wisudawan. Tahun ini, 25 lulusan berhasil meraih gelar Sarjana Akuntansi (S.Ak) dan 132 lulusan menyandang gelar Sarjana Manajemen (S.M).

Ketua STIE Nusantara Sangatta, Amransyah, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas capaian seluruh wisudawan. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan bukti nyata komitmen kampus dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kutai Timur.

“Ini merupakan kontribusi kami dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Kutai Timur khususnya, dan Kalimantan Timur pada umumnya,” ujar Amransyah.

Ia menegaskan, gelar sarjana bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari babak baru dalam menghadapi dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.
“Gelar yang Anda sandang hari ini adalah hasil kerja keras, dedikasi, dan pengorbanan. Tapi ingat, ini bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang penuh tantangan dan peluang,” pesannya.

Amransyah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh dosen, staf pengajar, serta para orang tua mahasiswa atas dukungan yang diberikan selama proses studi.
Pada kesempatan itu, ia turut mengumumkan perkembangan Program Magister Manajemen (S2) di STIE Nusantara yang kini telah memasuki angkatan kedua dengan 144 mahasiswa aktif.

“Target kami, sekitar 86 persen mahasiswa magister dapat menyelesaikan studi pada tahun 2026. Kami berharap STIE Nusantara Sangatta terus menjadi rumah ilmu dan pengabdian, serta melahirkan generasi tangguh yang siap berkontribusi untuk bangsa,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, yang hadir dalam kegiatan tersebut, memberikan motivasi kepada para lulusan agar siap menghadapi dunia kerja yang penuh persaingan.

Ia membagi fase kehidupan manusia menjadi tiga tahapan, yakni masa belajar, masa bekerja, dan masa ibadah.
“Usia manusia rata-rata 75 tahun. Dua puluh lima tahun pertama masa belajar, 25 tahun kedua masa bekerja dan berumah tangga, dan 25 tahun terakhir untuk memperbanyak amal. Jadi, sekaranglah waktunya bekerja keras dan mencari rezeki,” pesannya.

Mahyunadi juga menekankan pentingnya ketangguhan dan daya saing di era global, sejalan dengan visi daerah ‘Kutim Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing’.
“Kutim tangguh berarti mampu bangkit menghadapi tantangan zaman. Kutim mandiri artinya masyarakat bisa berdiri di atas kaki sendiri dengan kekuatan sumber daya manusia yang cerdas dan berintegritas,” jelasnya.

Menurutnya, semangat ‘Tuah Bumi Untuk Benua’ yang tersemat dalam lambang Kutai Timur menjadi pengingat agar setiap warga Kutim memberi manfaat seluas-luasnya bagi bangsa.

“Lulusan STIE Nusantara punya peran strategis dalam memperkuat sektor produktif dan mendorong ekonomi masyarakat agar semakin maju,” kata Mahyunadi.

Menutup sambutannya, Wabup berpesan agar para wisudawan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi mampu menjadi pelopor dan pencipta lapangan kerja.
“Tingkatkan nilai kreasi. Jangan hanya jadi pengekor, tapi jadilah pelopor,” tegasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Pelaku Usaha Diimbau Segera Urus TDG

0
Kepala Bidang Perdagangan DKUMPP, Sunita Sinaga (kiri). (Syakurah)

BONTANG – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Kota Bontang mengimbau para pelaku usaha yang memiliki gudang, agar segera mengurus Tanda Daftar Gudang (TDG). Pasalnya, izin tersebut menjadi syarat wajib bagi setiap kegiatan usaha pergudangan.

Kepala Bidang Perdagangan DKUMPP Bontang, Sunita Sinaga menyebutkan bahwa hingga saat ini masih ada sebagian gudang yang belum memiliki TDG, meski pihaknya telah melakukan imbauan dan sosialisasi langsung ke lapangan.

“Ada yang sudah memiliki, ada yang masih proses, dan ada juga yang belum. Tapi kami sudah mengajak mereka supaya segera mengurus TDG. Teman-teman juga sudah turun ke lapangan untuk mengimbau,” terangnya, Kamis (30/10/2025).

Ia menjelaskan, TDG diterbitkan melalui sistem Online Single Submission (OSS), yang terintegrasi dengan instansi teknis lainnya. Sebelum mengajukan TDG, pemilik gudang harus memiliki Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), izin yang sebelumnya dikenal dengan IMB.

“Kalau mau membangun gudang, harus punya PBG dulu. Itu diurus melalui Dinas PUPR. Setelah gudang berdiri dan sesuai klasifikasi, baru bisa mengajukan TDG ke DKUMPP,” jelasnya.

Melalui sistem OSS, pelaku usaha dapat mendaftarkan usahanya secara mandiri dengan membuat akun, memilih jenis perizinan, dan mengajukan TDG yang kemudian terhubung otomatis ke DKUMPP.

Lebih lanjut, pihaknya menegaskan pentingnya kepemilikan TDG sebagai bentuk legalitas dan pendataan gudang di wilayah Kota Bontang. “Dengan adanya TDG, data pergudangan di Bontang bisa lebih tertata dan pengawasan lebih mudah dilakukan,” pungkasnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Berbas Pantai Tujuan Berikutnya Wartek In DKUMPP

0
Kegiatan Wartek In DKUMPP di Kanaan. (Syakurah)

BONTANG – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUMPP) Kota Bontang akan kembali menggelar program Warung Tekan Inflasi (Wartek In), kali ini di wilayah Berbas Pantai.

Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Selasa (11/11/2025) mendatang, bertempat di Lapangan Berbas Pantai.

Kepala Bidang Perdagangan DKUMPP Kota Bontang, Sunita Sinaga, menjelaskan bahwa pelaksanaan Wartek In kali ini akan sedikit berbeda dari biasanya, karena pihaknya akan berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

“Wartek In selanjutnya kami akan gelar dan berkolaborasi sama provinsi,” ungkap Sunita saat ditemui usai pelaksanaan Wartek In di Kelurahan Kanaan, Rabu (30/10/2025).

Menurutnya, kolaborasi dengan provinsi ini akan berdampak pada peningkatan jumlah stok dan ragam komoditas yang disediakan untuk masyarakat. Jika pada pelaksanaan sebelumnya DKUMPP Bontang hanya menyediakan bahan pokok seperti beras, telur, minyak goreng, dan gula pasir, maka kali ini seluruh kebutuhan pokok akan disuplai langsung oleh pihak provinsi.

“Karena diadakan bersama provinsi, maka stok yang tersedia akan jauh lebih banyak. Kalau sebelumnya hanya sebagian yang kami sediakan, kali ini semua komoditas akan disiapkan dari provinsi,” jelasnya.

Sunita menambahkan, DKUMPP Bontang sebelumnya juga sudah pernah menggelar Wartek In bersama Pemerintah Provinsi Kaltim, dan kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Pada kesempatan itu, beras yang disalurkan mencapai sekitar tiga ton, dengan harga jual yang jauh lebih murah dibandingkan harga pasar.

Selain beras dan bahan pokok lainnya, Wartek In juga akan menghadirkan produsen lokal dan pelaku UMKM, seperti Mama Suka dan Mama Anjas, yang dikenal sebagai produsen makanan ringan khas Bontang. Tak hanya itu, LPG subsidi 3 kilogram juga akan tetap disediakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Untuk produsen camilan seperti Mama Suka, kemudian LPG subsidi 3 kilogram tetap akan dihadirkan,” tambah Sunita.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Warga Kanaan Serbu Wartek In DKUMPP di Rumah Adat Toraja

0
Pelaksanaan Wartek in di Kelurahan Kanaan oleh DKUMPP. (Syakurah)

BONTANG – Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Kota Bontang kembali melaksanakan kegiatan Warung Tekan Inflasi (Wartek In), Kamis (30/10/2025). Kegiatan digelar di halaman Rumah Adat Toraja, Kelurahan Kanaan.

Sejak pagi, warga telah bergantian datang ke lokasi untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dibandingkan di pasaran.

Kepala Bidang Perdagangan DKUMPP Kota Bontang, Sunita Sinaga menjelaskan, pihaknya menyiapkan 1 ton beras subsidi SPHP. Selain beras, Wartek In juga menyediakan berbagai kebutuhan dapur lainnya seperti telur, tepung, minyak goreng, bawang merah, dan bawang putih.

“Untuk telur kita sediakan 100 piring. Ada juga produsen Mama Suka yang kami ajak untuk ikut serta menjual produk mereka, seperti aneka cemilan dan bumbu dapur,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga mengajak penyedia gas LPG 3 kilogram, agar warga bisa memperoleh kebutuhan sehari-hari dengan harga lebih hemat.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen Pemkot Bontang melalui DKUMPP dalam menjaga kestabilan harga dan daya beli masyarakat di tengah tingginya harga pangan.

“Melalui Wartek In ini, kami berupaya agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokoknya tanpa harus terbebani kenaikan harga yang terjadi di pasaran,” pungkasnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Warga IKN Bakal Miliki KTP “Nusantara”, Berlaku Setelah Pemdasus Resmi Berfungsi

0
Batas wilayah delineasi IKN sudah clear dan dituangkan dalam berita acara. Ada 54 Desa/kelurahan dari 7 Kecamatan. Totalnya penduduknya 147 ribu jiwa. (Atmaja/MKN)

NUSANTARA – Sekitar 147 ribu jiwa yang kini tinggal di wilayah delineasi Ibu Kota Nusantara (IKN) diproyeksikan akan menjadi “warga ibu kota” dengan identitas kependudukan baru: KTP Nusantara. Namun, penerbitan KTP tersebut belum bisa dipastikan waktunya karena masih menunggu proses regulasi dan pembentukan Pemerintahan Daerah Khusus (Pemdasus) IKN.

Kepala Otorita IKN (OIKN), Basuki Hadimuljono, menjelaskan di kantornya, Rabu (29/10/2025), bahwa peraturan terkait batas wilayah delineasi IKN masih dalam tahap finalisasi di Kementerian Dalam Negeri. “Nanti rilis identitas kependudukan baru itu diperkirakan beriringan dengan pembentukan Pemdasus Nusantara,” ujarnya.

Menurut Basuki, sistem Nomor Induk Kependudukan (NIK) bagi warga IKN akan memiliki kode khusus. Hal itu kini sedang dikonsultasikan dengan Prof. Jimly Asshiddiqie sebagai mitra OIKN dalam penyusunan kerangka hukum dan tata kelola pemerintahan menuju transformasi IKN sebagai ibu kota politik.

“Nanti kodifikasinya sudah kode pos IKN. Jadi IKN tidak lagi masuk Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Sekarang masih pakai kode pos Sepaku,” jelasnya.

OIKN menargetkan, KTP Nusantara dan NIK khusus tersebut mulai berlaku seiring beroperasinya Pemdasus secara penuh, yang diproyeksikan pada 2028.

Deputi Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat OIKN, Alimuddin, menambahkan bahwa wilayah delineasi IKN saat ini mencakup 54 desa/kelurahan yang tersebar di tujuh kecamatan. “Satu kecamatan dari Penajam Paser Utara dan enam kecamatan lainnya dari Kutai Kartanegara,” tuturnya.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S.