Beranda blog Halaman 571

Warga IKN Bakal Miliki KTP “Nusantara”, Berlaku Setelah Pemdasus Resmi Berfungsi

0
Batas wilayah delineasi IKN sudah clear dan dituangkan dalam berita acara. Ada 54 Desa/kelurahan dari 7 Kecamatan. Totalnya penduduknya 147 ribu jiwa. (Atmaja/MKN)

NUSANTARA – Sekitar 147 ribu jiwa yang kini tinggal di wilayah delineasi Ibu Kota Nusantara (IKN) diproyeksikan akan menjadi “warga ibu kota” dengan identitas kependudukan baru: KTP Nusantara. Namun, penerbitan KTP tersebut belum bisa dipastikan waktunya karena masih menunggu proses regulasi dan pembentukan Pemerintahan Daerah Khusus (Pemdasus) IKN.

Kepala Otorita IKN (OIKN), Basuki Hadimuljono, menjelaskan di kantornya, Rabu (29/10/2025), bahwa peraturan terkait batas wilayah delineasi IKN masih dalam tahap finalisasi di Kementerian Dalam Negeri. “Nanti rilis identitas kependudukan baru itu diperkirakan beriringan dengan pembentukan Pemdasus Nusantara,” ujarnya.

Menurut Basuki, sistem Nomor Induk Kependudukan (NIK) bagi warga IKN akan memiliki kode khusus. Hal itu kini sedang dikonsultasikan dengan Prof. Jimly Asshiddiqie sebagai mitra OIKN dalam penyusunan kerangka hukum dan tata kelola pemerintahan menuju transformasi IKN sebagai ibu kota politik.

“Nanti kodifikasinya sudah kode pos IKN. Jadi IKN tidak lagi masuk Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Sekarang masih pakai kode pos Sepaku,” jelasnya.

OIKN menargetkan, KTP Nusantara dan NIK khusus tersebut mulai berlaku seiring beroperasinya Pemdasus secara penuh, yang diproyeksikan pada 2028.

Deputi Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat OIKN, Alimuddin, menambahkan bahwa wilayah delineasi IKN saat ini mencakup 54 desa/kelurahan yang tersebar di tujuh kecamatan. “Satu kecamatan dari Penajam Paser Utara dan enam kecamatan lainnya dari Kutai Kartanegara,” tuturnya.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S.

SMKN 1 PPU Luncurkan Teaching Factory Otomotif Bersama Auto 2000 Balikpapan

0
Siswa SMKN 1 PPU praktik servis kendaraan dalam program Teaching Factory bersama Auto 2000 Balikpapan. Foto: Satya Putra/MKN

PPU – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Penajam Paser Utara (PPU) di Sepaku resmi meluncurkan program Teaching Factory (Tefa) Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) yang bekerja sama dengan Auto 2000 MT Haryono Balikpapan, Selasa (29/10/2025).

Kegiatan yang berlangsung di workshop TKRO itu dihadiri perwakilan Deputi Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Obi Sandi; Sekretaris Yayasan Pendidikan Astra-MDR, Wedijianti Widarso; Pengawas SMK Wilayah 1 Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur, Setyo Nugroho; serta pihak Auto 2000 Balikpapan.

Kepala SMKN 1 PPU, Ruskin Nuryaddin, menyampaikan rasa terima kasih atas sinergi berbagai pihak yang memungkinkan program ini terwujud. “Kami bersyukur atas kolaborasi luar biasa ini. Terima kasih kepada Auto 2000 MT Haryono Balikpapan, Yayasan Pendidikan Astra, Otorita IKN, dan seluruh pihak yang mendukung,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Sekretaris Yayasan Pendidikan Astra-MDR, Wedijianti Widarso, berpesan agar siswa memanfaatkan kesempatan belajar industri sebaik mungkin. “Ada yang namanya kelas Astra. Anak-anak diberi peluang belajar dan praktik langsung di dunia industri. Jangan disia-siakan. Semangat belajar harus dijaga,” katanya.

Service Manager Auto 2000 MT Haryono Balikpapan, Jaka Mulyadi, menegaskan komitmen pihaknya dalam membangun sumber daya manusia unggul melalui kerja sama pendidikan. “Kami ingin sinergi nyata antara sekolah dan industri, agar SMK tidak hanya mencetak lulusan, tapi juga tenaga kerja siap pakai yang berdaya saing tinggi,” jelasnya.

Selain peresmian, acara juga diwarnai pameran hasil karya siswa seperti produk olahan makanan, paving block plastik, dan batik. Para siswa juga mempraktikkan langsung servis kendaraan, termasuk ganti oli mesin dan pemeriksaan ringan.

Melalui Teaching Factory ini, SMKN 1 PPU dan Auto 2000 membuka layanan servis profesional, antara lain spooring dan balancing roda, servis atau cek AC mobil, free check up (delapan item pemeriksaan), ganti oli mesin dan filter, serta cuci mobil.

Pewarta: Satya Putra/Atmaja Riski
Editor: Agus S.

Satpol PP Samarinda Sapu Bersih PKL di Pasar Pagi, Ricuh Warnai Sterilisasi Jelang Peresmian

0
Satpol pp kota Samarinda menertibkan PKL PKL di sisi sisi Pasar Pagi. (Dimas/MKN)

SAMARINDA – Suasana tegang mewarnai penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Pasar Pagi, Kamis (30/10), saat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Samarinda bersama aparat TNI dan Polri melakukan sterilisasi menjelang peresmian pasar oleh Wali Kota.

Kericuhan sempat pecah ketika petugas menertibkan pedagang bunga yang menolak lapaknya disita. Beberapa pedagang terlibat adu mulut dengan petugas yang berupaya menegakkan Peraturan Daerah (Perda).

Kepala Dinas Satpol PP Kota Samarinda, Anis Siswanti, menegaskan bahwa langkah penertiban ini bukan tindakan mendadak. “Kami tidak ujuk-ujuk turun. Sosialisasi sudah berulang kali dilakukan melalui dinas perdagangan, kelurahan, hingga kecamatan. Penertiban ini sudah sesuai SOP,” ujarnya di lokasi.

Dari operasi tersebut, sebanyak sembilan pedagang berhasil diamankan bersama barang dagangannya, sementara sisanya kabur saat petugas datang. Total pedagang yang ditertibkan diperkirakan mencapai 15 orang lebih, termasuk penjual ayam dan bunga.

Menurut Anis, penertiban ini penting dilakukan agar kawasan Pasar Pagi benar-benar steril dan tertib sebelum diresmikan oleh Wali Kota Samarinda. “Pak Wali Kota sebentar lagi akan membuka Pasar Pagi. Jadi, area ini harus bersih dan tertib,” katanya.

Terkait nasib para pedagang, Anis mengatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mencarikan solusi. “Kami di Satpol PP fokus pada penegakan Perda dan ketertiban umum. Soal solusi, kami serahkan kepada perangkat daerah lain,” tambahnya.

Seluruh pedagang yang terjaring kini diamankan di kantor Satpol PP untuk menjalani pemeriksaan oleh Bidang Penegakan Peraturan Perundang-undangan Daerah (PPUD). Mereka akan diproses sesuai pelanggaran, apakah melalui Tindak Pidana Ringan (Tipiring) atau cukup dengan surat pernyataan.

“Nanti kita lihat dulu, apakah cukup dengan pernyataan atau harus Tipiring. Semua akan dipelajari lebih dulu,” pungkas Anis Siswanti.

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S.

Tender Gedung Legislatif-Yudikatif IKN Diulang Gara-Gara Selisih RAB

0
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menjelaskan peta lokasi pembangunan kawasan legislatif dan yudikatif kepada awak media di Plaza Legislatif, IKN. Foto: Atmaja/MKN

NUSANTARA – Pembangunan kawasan dan gedung legislatif-yudikatif di Ibu Kota Nusantara (IKN) terpaksa ditender ulang setelah ditemukan selisih hitungan dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB). Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan pembatalan tender itu murni karena koreksi administratif, bukan persoalan hukum atau penyimpangan teknis.

“Selisihnya kecil, hanya ratusan juta dari total sekitar Rp12 triliun. Tapi karena multi-year contract, angkanya harus disamakan dulu dengan Kementerian Keuangan,” ujar Basuki di Kantor OIKN, Rabu (29/10/2025).

Kepala OIKN Basuki Hadimuljono memberikan penjelasan dalam sesi Media Gathering di Kantor Otorita IKN. Foto: Atmaja/MKN

Mantan Menteri PUPR itu menjelaskan, tender ulang kini sedang berjalan dan penandatanganan kontrak ditargetkan berlangsung pada pekan ketiga November mendatang, mundur dari jadwal semula di Oktober.

“Sekarang sudah clear, sudah disetujui oleh Menteri Keuangan. Insyaallah minggu ketiga November kontrak diteken. Cuma geser beberapa hari dari rencana awal,” ujarnya.

Basuki menambahkan, koreksi RAB tersebut tidak akan mengganggu keseluruhan timeline pembangunan. “Kami sempat khawatir molor jauh, tapi ternyata bisa segera disesuaikan. Jadi tidak ada masalah lagi,” tegasnya.

Sebelumnya, laman spse.inaproc.id mencatat tender ulang dilakukan karena adanya ketidaksesuaian dalam dokumen pemilihan yang tidak sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Berdasarkan jadwal baru, pengumuman pemenang tender akan dilakukan 4 November, dan penandatanganan kontrak pada 26 November 2025.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Muh Takwin: Sekarang Sebutannya Pengusaha UMKM Bukan Pelaku UMKM

0
Muh Takwin, Kepala Bidang Koperasi Usaha Mikro DKUMPP Bontang. (Yusva Alam)

BONTANG – Saat ini penyebutan kata pelaku UMKM berubah. Tak hanya di lokal Bontang tapi juga seluruh Indonesia.

Hal itu diungkapkan Muh Takwin, Kepala Bidang Koperasi Usaha Mikro DKUMPP Bontang saat menghadiri pelatihan kewirausahaan mandiri UMKM yang digelar Indomaret di Hotel Tiara Surya, Rabu (29/10/2025) kemarin.

Dijelaskan Takwin, penyebutan pelaku UMKM yang sering ditulis di berbagai media massa atau diucapkan masyarakat, dirasa kurang tepat.

Penyebutan kata ‘pelaku’ konotasinya negatif. Seperti pelaku curanmor, pelaku penipuan, dan lain sebagainya. Sehingga harus diganti dengan yang bekonotasi positif. Maka kata pelaku diganti dengan kata pengusaha.

“Sekarang disebutnya pengusaha UMKM bukan lagi pelaku UMKM. Itu sudah berlaku nasional,” sebut Takwin.

Penulis/Editor: Yusva Alam

Industri Besar Diharap Bantu Majukan UMKM Lokal

0
Pelatihan kewirausahaan mandiri UMKM yang digelar Indomaret dihadiri Indomaret. (Yusva Alam)

BONTANG – Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang berharap semakin banyak industri besar yang mau membantu mengangkat industri kecil seperti UMKM lokal untuk maju dan berkembang.

Harapan itu dilontarkan pasca DKUMPP Bontang berkolaborasi dengan Indomaret, menyediakan pendampingan wirausaha dan membuka ruang masuknya produk-produk UMKM lokal di gerai-gerai Indomaret.

Muh Takwin, Kepala Bidang Koperasi Usaha Mikro DKUMPP Bontang berharap ada lagi toko-toko besar atau retail-retail modern selain Indomaret, yang mau membantu UMKM lokal untuk maju dan berkembang.

“Dengan semakin banyaknya retail besar yang membuka ruang untuk UMKM lokal, semakin besar pula peluang pemasaran produk lokal,” ungkapnya.

Penulis/Editor: Yusva Alam

Perluas Pasar UMKM Lokal, DKUMPP Kolaorasi dengan Indomaret

0
Muh Takwin, Kepala Bidang Koperasi Usaha Mikro DKUMPP (kemaja putih berkacamata) mendampingi Wawali Agus Haris di pelatihan kewirausahaan UMKM Indomaret. (Yusva Alam)

BONTANG – Pemkot melalui Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang berkolaborasi dengan Indomaret, membuat kegiatan untuk memajukan pengusaha UMKM lokal Bontang.

Kolaborasi itu dalam bentuk pelatihan kewirausahaan, pendampingan pengurusan administrasi berusaha maupun produk usaha, hingga Indomaret membuka ruang bagi produk-produk UMKM untuk dipajang di rak-rak khusus UMKM di gerai Indomaret.

Muh Takwin, Kepala Bidang Koperasi Usaha Mikro DKUMPP Bontang mengaku bersyukur dengan kolaborasi ini. Pasalnya, para pengusaha UMKM lokal dapat semakin memperluas pemasaran produknya.

“Tidak menutup kemungkinan produk lokal setelah berhasil di Indomaret Bontang, bisa ada di gerai Indomaret seluruh Indonesia,” ujarnya saat diwawancara di Pelatihan kewirausahaan mandiri UMKM yang digelar Indomaret di Hotel Tiara Surya.

Dikatakannya, sekarang tinggal bagaimana sebanyak 75 pengusaha UMKM lokal binaan DKUMPP tersebut memperbaiki dan meningkatkan kualitas produknya. Agar dapat lolos seleksi masuk di gerai Indomaret.

“Kami akan terus mendampingi para pengusaha UMKM ini. Dalam pengurusan label halal, PIRT, dan lain sebagainya,” pungkasnya.

Penulis/Editor: Yusva Alam

Dari Kirab hingga Festival Musik, Disdikbud Kutim Hidupkan Bulan Budaya

0
Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA— Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Kabupaten Kutai Timur tak hanya diramaikan oleh kegiatan seremonial. Tahun ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim menghidupkan semangat kebersamaan lewat rangkaian kegiatan bertema budaya yang berlangsung sepanjang Oktober hingga akhir November 2025.

Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, menegaskan bahwa seluruh kegiatan dirancang untuk menjadi ruang ekspresi bagi masyarakat dan generasi muda, agar turut berkontribusi dalam merayakan hari jadi daerah melalui karya seni dan kebudayaan.

“HUT Kutai Timur bukan hanya seremoni. Ini momentum memperkuat jati diri daerah, mempererat silaturahmi antarwarga, dan membuka ruang bagi seniman, pelajar, serta komunitas kreatif untuk menampilkan karya terbaik mereka,” ujar Mulyono, Rabu (29/10/2025).

Ia menjelaskan, pelaksanaan kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi lintas elemen, melibatkan pelaku budaya, lembaga seni, organisasi kepemudaan, pondok pesantren, sekolah, hingga masyarakat umum.

Rangkaian Agenda Budaya Kutim 2025
1. Kirab Budaya HUT Kutim (19 Oktober 2025, Sangatta)
Karnaval budaya meriah menampilkan parade busana tradisional, atraksi seni daerah, dan partisipasi dari seluruh kecamatan di Kutim. Kirab ini menjadi simbol persatuan dalam keberagaman budaya.

2. Festival Magicland Kutim ke-2 (15–17 November 2025, Polder Ilham Maulana)
Menghadirkan tari kolosal Magicland, penganugerahan Anugerah Kebudayaan Kabupaten, penyerahan hadiah Kirab Budaya, serta pentas seni daerah yang menggambarkan sinergi antara modernitas dan tradisi.

3. Pameran Miniatur Sejarah Nabi dan Rasul (17–22 November 2025, Masjid Agung Al-Faruq).
Pameran edukatif yang menampilkan miniatur perjalanan hidup para Nabi dan Rasul, memberikan pengalaman visual dan spiritual bagi pelajar, keluarga, dan masyarakat umum.

4. Festival Seni Budaya Kutim (21–23 November 2025, Alun-Alun Sangatta)
Menjadi puncak perayaan kebudayaan Kutim. Festival ini menghadirkan pertunjukan seni tari, musik tradisional, teater, sastra, dan kolaborasi lintas sanggar serta komunitas budaya.

5. Festival Musik Anti Narkoba (28–30 November 2025, Kecamatan Bengalon)
Mengusung semangat kampanye bahaya narkoba melalui musik dan kreativitas generasi muda, festival ini menjadi wadah positif bagi anak muda Kutim untuk berkarya dan menyuarakan pesan sosial.

Mulyono berharap, melalui gelaran ini masyarakat dapat semakin mencintai dan menjaga warisan budaya daerah.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Kutai Timur, mari hadir, mendukung, dan merayakan budaya kita. Kutai Timur kuat karena budaya kita hidup,” tegasnya.

Ia menambahkan, rangkaian kegiatan budaya ini menjadi bukti bahwa Kutai Timur bukan sekadar daerah kaya sumber daya alam, tetapi juga tanah yang berdenyut oleh tradisi, kreativitas, dan kebersamaan warganya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Inovasi Polres Kutim, Aplikasi “Infolantas” Bikin Urusan Lalu Lintas Semakin Praktis

0
Peluncuran Aplikasi Infolantas langsung dilakukan Kapolres Kutim bersama Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (Ist)

SANGATTA — Polres Kutai Timur terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Kali ini, langkah nyata diwujudkan lewat peluncuran aplikasi digital “Infolantas Kutim”, yang memudahkan masyarakat mengakses berbagai informasi dan layanan lalu lintas hanya melalui ponsel.

Acara peluncuran berlangsung di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutai Timur, Bukit Pelangi, Rabu (29/10/2025), disaksikan langsung oleh Bupati Kutim dan jajaran Forkopimda.

Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto mengatakan, aplikasi Infolantas Kutim merupakan bagian dari komitmen Polres Kutim dalam mendukung transformasi digital Polri.

“Melalui Infolantas Kutim, masyarakat bisa memantau informasi lalu lintas terkini, pengalihan arus, hingga lokasi pelayanan publik seperti Samsat dan Satpas. Semuanya dapat diakses dengan mudah dan cepat lewat ponsel,” ungkapnya.

Selain itu, aplikasi ini juga menyediakan fitur pengaduan masyarakat, informasi tilang elektronik (ETLE), serta jadwal pelayanan Satpas, sehingga warga tidak perlu datang langsung ke kantor untuk mendapatkan layanan atau informasi tertentu.

Kasat Lantas Polres Kutai Timur AKP Rezky Nur Meihendra menambahkan, aplikasi ini akan terhubung dengan sistem pelayanan lalu lintas tingkat Polda dan Mabes Polri, yang memungkinkan koordinasi dan pemantauan situasi di lapangan menjadi lebih efisien.

“Kami ingin menghadirkan pelayanan yang lebih presisi, responsif, dan mudah dijangkau oleh seluruh kalangan masyarakat,” ujarnya.

Kehadiran aplikasi ini mendapat sambutan positif dari warga. Banyak yang menilai, Infolantas Kutim menjadi solusi praktis di tengah kebutuhan informasi cepat dan akurat mengenai kondisi lalu lintas di Kutai Timur.

Dengan inovasi digital ini, Polres Kutai Timur menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan publik yang modern, adaptif, dan sejalan dengan semangat Polri Presisi — memberikan perlindungan, pengayoman, serta pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

OIKN Ajak Jurnalis “Masuk” ke Jantung IKN, Beber Fakta di Lapangan

0
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono berbincang akrab dengan awak media usai sesi paparan dalam kegiatan Media Gathering di Balai Kota Nusantara. Foto: Istimewa

NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) kembali menggelar Media Gathering di Balai Kota OIKN, Rabu (29/10/2025). Kegiatan ini menjadi ruang sinergi antara OIKN dan insan pers dari berbagai platform — cetak, elektronik, daring, hingga media sosial — untuk menyampaikan progres pembangunan IKN secara objektif dan berimbang.

Acara yang dikemas santai ini diisi dengan sesi paparan Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono, yang menjawab berbagai pertanyaan jurnalis seputar perkembangan pembangunan IKN, mulai dari penyelesaian Istana Wakil Presiden, aksesibilitas kawasan, hingga kesiapan IKN sebagai Ibu Kota Politik pada tahun 2028.

“Terkait aksesibilitas di IKN, Desember tahun ini targetnya selesai. Nanti bapak ibu bisa lihat langsung ke lokasi jalan 1B dan 1C,” ujar Basuki Hadimuljono menjawab pertanyaan jurnalis dari Media Indonesia, Yovanda Noni.

Setelah sesi diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan makan siang bersama dalam suasana akrab, kemudian Media Tour ke sejumlah titik penting di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Rombongan mengunjungi calon lokasi kompleks Legislatif–Yudikatif, proyek jalan 1B–1C, area penanaman pohon di Kemenko 4, serta meninjau DAS Sungai, Intake Sepaku, dan Bendungan Sepaku-Semoi untuk melihat langsung sistem penyediaan air di kawasan IKN.

Dalam tur lapangan ini, para jurnalis mendapat penjelasan teknis dari petugas di lapangan dan didampingi Staf Khusus Kepala OIKN Bidang Komunikasi Publik, Troy Pantouw, serta tim Humas OIKN.

Tahun 2025 ini, kegiatan Media Gathering sudah digelar dua kali. Kali pertama berlangsung menjelang HUT ke-80 Kemerdekaan RI pada Agustus lalu, dan kini berlanjut sebagai forum harmonisasi media menjelang fase penting pembangunan IKN.

Media yang hadir antara lain Media Indonesia, Kompas.com, Metro TV, SCTV–Indosiar, Media Kaltim, RRI, Balikpapan TV, Kaltim Post, Antara, Beritasatu, serta influencer nasional William Denis.

Editor: Agus S