Beranda blog Halaman 571

BBPJN Kunjungi Jalan Piere Tandean, Cari Solusi Atasi Akses Banjir Rob

0
BBPJN saat mengunjungi Jalan Piere Tandean, Kelurahan Bontang Kuala. (Syakurah)

BONTANG – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Provinsi Kalimantan Timur kembali mengunjungi Jalan Piere Tendean, Kelurahan Bontang Kuala, Selasa (9/9/2025).

Kunjungan ini merupakan permohonan dari Komisi C DPRD Bontang, yang sebelumnya telah mengunjungi BBPJN beberapa hari lalu dan kembali melakukan permohonannya terkait akses warga Bontang Kuala, yang sering kali terendam saat banjir.

Kepala BBPJN Provinsi Kalimantan Timur, Yudi Hardiana, menilai solusi paling realistis untuk mengatasi genangan di jalan nasional Bontang adalah dengan melakukan peninggian bahu jalan.

Menurutnya, bahu jalan juga bisa difungsikan sebagai jalur darurat bagi pejalan kaki maupun kendaraan roda dua.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang, Edy Prabowo menjelaskan, bahwa jalanan tersebut merupakan satu-satunya akses menuju perkampungan di atas Bontang Kuala.

“Banjir rob cukup dalam bisa sampai satu meter, akses pun lumpuh total,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, pembangunan bahu jalan rencananya akan memakan anggaran sekitar Rp 80 miliar dengan panjang pengerjaan 850 meter dan lebar sekitar 1,5 meter.

“Perhitungan kami segitu, untuk anggaran dari mana masih dibicarakan,” terangnya.

Adapun tinggi trotoar akan berkisar 20 hingga 30 sentimeter tergantung dari tinggi wilayah yang mengalami banjir tersebut.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Sambal Gami Bontang Pecahkan Rekor MURI!

0

Pembaca Setia Radar Bontang!
Lebih dari 2.500 porsi Sambal Gami Bontang berhasil memecahkan Rekor MURI. Pencapaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga Bontang dan menegaskan potensi kuliner lokal di kancah nasional.

Baca selengkapnya di Koran Digital Radar Bontang edisi Selasa, 9 September 2025.

👉 Baca E-Paper Lengkap
👉 Akses Versi Mobile

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!

Masak Sambal Gami Lebih Dari 2500 Porsi, Bontang Kembali Pecahkan Rekor MURI

0
Pencatatan rekor MURI 2500 gami Kota Bontang. (Syakurah)

BONTANG – Bontang kembali mencatatkan rekor MURI. Kalau dulu rekor masak gami bawis terpecahkan, sekarang masak sambal gami terbanyak.

Pemecahan rekor MURI ini terlaksana dalam event Festival UMKM Berbenah, Senin (8/9/2025) di Lapangan Bessai Berinta Lang-lang. Pemecahan rekor dengan masak besar gami khas Kota Bontang sebanyak 2500 porsi.

Plt Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang, melalui Agus Arianto, Pengawas Ahli Muda menjelaskan, kegiatan hari ini khusus untuk pembuatan sambal gami.

“Kalau sebelumnya kan gami bawis yang pernah 1000 porsi tuh, nah ini sambalnya yang kita buat,” terangnya.

Masak Sambal Gami Lebih Dari 2500 Porsi, Bontang Kembali Pecahkan Rekor MURI

Tadinya pemecahan rekor target 2500 menjadi 2600 porsi. Yang terlibat di dalamnya adalah Pokdarwis (kelompok sadar wisata) di masing-masing 15 kelurahan, kemudian asosiasi Chef Indonesia.

“Kita juga melibatkan teman-teman yang terkait dengan UMKM,” tambahnya.

Ia mengungkapkan keinginannya agar sambal gami dapat dikenal sebagai ikoniknya Kota Bontang, “Kemarin sudah menang sampai ke luar negeri, tapi kita pingin gaungnya lagi sampai ke nasional,” ujarnya.

Acara ini juga mendatangkan langsung salah satu perwakilan Museum Rekor Indonesia (MURI), untuk menyaksikan dan menilai langsung kesesuaian tercatatnya momen tersebut dalam rekor MURI.

“Tim kami Ini sudah menyampaikannya sebulan yang lalu sebelum kegiatan ini dilaksanakan, dan kami mendapatkan petunjuk-petunjuk apa yang kami harus siapkan untuk bisa memecahkan rekor tersebut,” terangnya.

Pihaknya membagikan sambal-sambal tersebut kepada para pengunjung yang datang. Adapun kupon mereka berikan kepada mereka yang datang.

“Sebenarnya kami masih ada satu kuali lagi, jadi bisa-bisa porsinya lebih dari 2600,” ujarnya. (Sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Dewan Ingatkan Proyek Drainase Pentingkan Elevasi dan Pembersihan Endapan

0
Ketua DPRD dan Komisi C Bontang, Sidak tiga proyek drainase. (Syakurah)

BONTANG – DPRD Kota Bontang melakukan sidak ketiga proyek drainase serta trotoar yang berada di Simpang tiga Ramayana, Jalan WR. Soepratman Kelurahan Tanjung Laut dan Jalan HM Ardans Kelurahan Satimpo.

Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam mengingatkan pentingnya drainase yang sedang terbangun agar saling terhubung, sehingga elevasi air dapat mengalir ke daerah terendah.

Ia mencontohkan kejadian tersebut terjadi di salah satu proyek drainase yang berada di Jalan Suryanata, dimana drainase tidak terhubung dengan yang berada di seberangnya, sehingga perlu ditambahkan saluran agar air dapat menyebrang dan tidak menggenang.

“Harus terhubung semua, jangan sampai ada yang menggenang, malah rumah warga yang jadi kebanjiran,” ungkapnya.

Ditambahkan juga oleh anggota komisi C, Sumardi yang memperingatkan kepada dinas terkait, agar sebelum dilakukan serah terima proyek tersebut, sedimen yang berada di tiga proyek tersebut dapat dihilangkan terlebih dahulu.

“Kami ingatkan agar sisa material, endapan-endapan lumpur di dasar dapat dibersihkan,” terangnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Ketua DPRD Bontang Soroti Dominasi Pekerja Luar Daerah di Proyek Drainase HM Ardans

0
Ketua DPRD Bontang Soroti Dominasi Pekerja Luar Daerah di Proyek Drainase HM Ardans
Sidak proyek drainase HM Ardans. (Syakurah)

BONTANG – Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal mendapati proyek drainase di Jalan HM Ardans dipenuhi oleh pekerja dari pulau Jawa.

Ia mendapati hal tersebut saat melakukan sidak bersama dengan komisi C dan dinas terkait, terhadap progres beberapa drainase di Kota Bontang yang saat ini sedang berjalan, “Saya tanya langsung tadi mereka rata-rata dari Jawa, bagaimana ini,” katanya. Senin (8/9/2025).

Ia menjelaskan, bahwa pemberdayaan pekerja di Bontang ialah sebanyak 70 persen. Namun hal ini malah diberlakukan terbalik dengan hanya memberdayakan 30 persen oleh kontraktor dari PT Palang Maha Karya.

Disamping itu proyek drainase yang berada di Jalan HM. Ardans, Kelurahan Satimpo, telah mencapai 59 persen. Realisasi ini terdapat deviasi plus 15 persen dari perencanaan awal 44 persen.

Pengerjaannya dimulai dari pintu masuk HOP 1 hingga simpang 4 lampu merah HM Ardans dengan panjang proyek 1,7 kilometer. Di sisi sebelahnya ada sekitar 130 meter pertashop ke arah lampu merah.

Adapun Bambang Permadi, Japfung Pengelola Sumber Daya Air PUPRK menjelaskan, keterlibatan tenaga kerja lokal yang tidak sesuai dikarenakan kebutuhannya dari warga lokal sendiri tidak dapat terpenuhi.

“Ada beberapa faktor, seperti upah, beberapa pekerjaan yang memerlukan keahlian khusus,” contohnya.

Andi Faiz berharap dinas terkait dapat melakukan pengawasan lebih ketat, agar sesuai dengan perda yang ada di Bontang. “Untung pengerjaannya bagus,” tutupnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Progres Pengerjaan Drainase MT Haryono Capai 46 Persen

0
Sidak yang dilakukan Komisi C di Simpang tiga Ramayana. (Syakurah)

BONTANG – Proyek pembangunan drainase trotoar di Jalan MT Haryono hingga simpang tiga Ramayana terus dikebut. Hingga saat ini, progres pengerjaan telah mencapai 46 persen.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bontang, Anwar menjelaskan, pengerjaan drainase ini dibagi menjadi tiga segmen. Adapun panjang pengerjaan sekitar 1,7 kilometer. Proyek ini sempat terkendala jaringan utilitas, seperti listrik, PDAM, dan jaringan gas.

“Setelah koordinasi, PDAM akhirnya membuat jalur sendiri sehingga pengerjaan bisa dilanjutkan,” ujarnya saat Komisi C melakukan sidak pengerjaan drainase tersebut, Senin (8/9/2025).

Selain drainase, pembangunan ini juga dilengkapi dengan fasilitas trotoar. Aksesoris yang dipasang berupa tiang lampu, bolar bulat, hingga ornamen baru. PUPR juga telah melakukan koordinasi dengan BPKAD terkait penggantian pohon di taman mereka yang baru saja diperbaiki.

“Konsep serupa di MT Haryono, Balikpapan lampu berjejer seperti itu, namun untuk kursi di depan Batalyon pihak mereka tidak mau ada, karena menghindari kerumunan seperti di Jalan A. Yani,” terangnya

Anwar menyebut, pengerjaan drainase ini juga menjadi solusi untuk mengatasi banjir di sekitar RSUD Bontang. Aliran air akan diarahkan menuju Jalan Suryanata yang merupakan titik rendah, dengan memanfaatkan parit yang sudah ada di Jalan DI Panjaitan.

“Harapannya, air hujan tidak lagi meluap, seperti yang sebelumnya dikeluhkan warga di sekitar RS Amalia,” katanya.

Menurutnya, pekerjaan terbesar ada pada drainase. Sementara untuk aksesoris dan pengaspalan akan lebih cepat diselesaikan. Saat ini, beberapa perlengkapan seperti tiang bolar dan stambolar sudah terkirim, tinggal menunggu pemasangan tiang lampu. Jalur difabel pun masih menunggu penyelesaian tutup manhole dari pihak terkait.

“Mudah-mudahan aksesoris bisa segera terpasang, sehingga progres bisa lebih cepat. Kami optimis pekerjaan ini dapat diselesaikan sesuai target,” pungkasnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Saeful Rizal Resmi Pimpin PKS Bontang 2025–2030!

0

Pembaca Setia Radar Bontang!
Musyawarah Daerah VI PKS menetapkan Saeful Rizal sebagai Ketua DPD PKS Bontang periode 2025–2030. Kepemimpinan baru ini diharapkan membawa arah dan strategi baru untuk penguatan peran partai di Kota Taman.

Baca selengkapnya di Koran Digital Radar Bontang edisi Senin, 8 September 2025.

👉 Baca E-Paper Lengkap
👉 Akses Versi Mobile

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!

Saeful Rizal Resmi Jabat Ketua DPD PKS Bontang Periode 2025-2030

0
Ketua DPD PKS Bontang, Saeful Rizal. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Saeful Rizal ditahbiskan sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bontang periode 2025-2030 mendatang. Pengukuhan berlangsung saat kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) VI, yang digelar di Kantor DPD PKS Kota Bontang, Minggu (7/9/2025).

Musda PKS ke VI adalah bagian rutin dari demonstrasi yang ada di PKS. Musda diselenggarakan setiap 5 tahun sekali, sebagai mekanisme sekaligus pengukuhan seluruh struktur DPD dan DPTD, dimana telah membuat beberapa poin fakta integritas yang telah dibacakan dan ditandatangani.

Ketua DPD PKS Bontang, Saeful Rizal mengatakan, bahwa kegiatan pengukuhan tersebut ada 3 unsur bagian struktur besar untuk Bontang. Pertama, Majelis Pertimbangan Daerah (MPD) yang tugasnya memikirkan hal-hal yang sifatnya strategis dan global.

Kedua, ada Dewan Etik Daerah (DED) yang bertugas untuk mengawal kader-kader agar tetap dalam etika agama, etika negara, serta etika masyarakat. Bahkan tugas DED harus melakukan mekanisme yang diperlukan, agar kader tetap dalam nilai etika tersebut.

Selanjutnya yang terakhir, DPD yang melaksanakan tugas teknis di partai seperti mempertahankan kompetensi yang akan datang. Menyelenggarakan acara untuk masyarakat banyak, seperti kegiatan banjir ataupun kebakaran, adapun menyelenggarakan acara rutin partai seperti senam atau rapat.

“Dengan adanya pengukuhan struktur yang baru, kita harapkan muncul struktur yang solid, kader yang militan, dan mempunyai upaya kolaborasi untuk seluruh unsur yang ada di masyarakat Bontang. Baik pemerintah, DPRD, hingga organisasi masyarakat, untuk bisa berkolaborasi dengan PKS maksimal dalam memajukan kesejahteraan masyarakat Bontang,” jelasnya.

Untuk struktur kepengurusan di masa periode 2025-2030 ini, Saeful sangat berharap semuanya bisa mempertahankan hal-hal yang baik. Adapun keinginan yang belum bisa diraih, untuk kedepan bisa diraihnya dengan semangat yang baru.

“Pasti sangat mengharapkan semangat baru, untuk bisa menjalankan program partai lebih baik lagi,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

PKS Bontang Gelar Musda VI, Neni: Amanah yang Diemban Adalah Kepercayaan Besar

0
PKS Bontang Gelar Musda VI, Neni: Amanah yang Diemban Adalah Kepercayaan Besar

BONTANG – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bontang menggelar Musyawarah Daerah (Musda) VI, Minggu (7/9/2025), yang berlangsung di Jalan KS Tubun, Kantor DPD PKS, Kecamatan Bontang Utara.

Musda kali ini mengusungkan tema ‘Kokoh Bersama Majukan Bontang Untuk Indonesia’, dalam kegiatan ini berlangsung pengukuhan Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS Bontang dengan masa periode 2025-2030.

Di kesempatan yang sama dengan lokasi yang berbeda, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni memberikan sambutan secara virtual sebab sedang berada di Jakarta, untuk menghadiri agenda audiensi terkait program Sekolah Rakyat.

Neni menekankan, Musda bukan sekadar agenda rutin partai saja, akan tetapi juga menjadi wujud dari dinamika demokrasi internal yang sehat, matang, dan berkelanjutan.

“Saya ucapkan selamat dan sukses kepada Ketua DPD PKS, Ustadz H. Saeful Rizal, beserta dengan seluruh jajaran pengurus baru yang dilantik hari ini. Amanah yang diemban adalah kepercayaan besar dari para kader dan masyarakat,” ucapnya.

Terlebih lagi, Neni juga menyampaikan bahwa dirinya yakin dengan semangat baru dan komposisi kepengurusan yang solid, PKS Bontang akan terus berkiprah secara optimal bagi masyarakat Bontang.

“Saya berharap di kepengurusan PKS yang baru, dapat menjadi garda terdepan dalam menyerap aspirasi warga, memberikan pendidikan politik yang mencerahkan, serta melahirkan kader-kader pemimpin berintegritas,” tambahnya.

Prosesi pengukuhan kepengurusan ditandai dengan penandatanganan berita acara dan pakta integritas, sebagai bentuk komitmen pengurus baru dalam menjalankan tugas dan amanah organisasi.

Musda kali ini dihadiri oleh Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, beserta anggota Majelis, Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah, Ketua Majelis Pertimbangan daerah, dan ketua Dewan Etik Daerah. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Satu Rumah di Gang Selat Maluku 3 Tanjung Laut Nyaris Ambruk Gegara Longsor

0
Kondisi tanah yang amblas tepat di belakang rumah warga, di Kelurahan Tanjung Laut. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Salah satu rumah yang berada di Gang Selat Maluku 3, Kelurahan Tanjung Laut, nyaris ambruk lantaran kondisi tanah yang amblas diduga akibat hujan deras, Sabtu (6/9/2025), sekitar pukul 11.00 Wita.

Istri Wahyu sang pemilik rumah mengatakan, dirinya sempat ditelepon oleh suaminya, saat sedang berada di kantor, dimana suaminya menyuruhnya untuk pulang, sebab kondisi tanah yang berada tepat di belakang rumahnya amblas.

“Jadi ya saya tahu kondisinya begini pas di telpon suami, langsung disuruh pulang. Untung rumah saya masih aman, yang amblas di bagian tempat untuk cuci piring sama jemuran,” ucapnya saat dikonfirmasi.

Untuk mengantisipasi rumahnya agar tidak terikut amblas, pemilik rumah telah memindahkan sebagian barang-barangnya yang berada di bagian dapur, agar tekanan tanah tidak bertambah berat.

“Ini pertama kalinya pas hujan deras, sebelumnya gak pernah sampai seperti ini,” tambahnya.

Adapun petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah melihat situasi tersebut, dan menyuruh agar pemilik rumah tetap membiarkan kondisi tanah untuk tidak dirapikan.

Ditambah lagi pihak dari RT dan kelurahan pun telah memberi terpal ke pemilik rumah, untuk nantinya petugas BPBD melakukan eksekusi. Sementara dari Polsek Bontang Selatan pun juga telah mengetahui hal tersebut.

“Iya tadi mau suami dan tetangga sini rapikan tanahnya, tapi petugas bilang dibiarkan saja. Kita mengikuti arahan saja, tapi kok sampe sekarang belum ada tindakan,” ungkapnya.

Atas adanya kejadian ini, meteran dan tandon milik tetangga mengalami kerusakan. Meteran PDAM mengalami patah bagian pipanya, sedangkan tandon sebagai tempat penyimpanan air mengalami pecah akibat tertimpa batako.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam