Beranda blog Halaman 569

Kementrian ESDM Kunjungi Bontang, Jargas Siap Dipasang Oktober

0
Kementrian ESDM Kunjungi Bontang, Jargas Siap Dipasang Oktober
Rencana awal kegiatan pembangunan Jaringan Gas (Jargas) di Kota Bontang. (Syakurah)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang melaksanakan rapat terkait Kondisi rencana awal kegiatan pembangunan Jaringan Gas (Jargas) di Kota Bontang, Jumat (12/9/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Kementrian ESDM bagian Direktorat Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Minyak dan Gas, Yunando. Ia mengungkapkan pemasangan Jargas gratis ini juga dilakukan di 15 kabupaten/kota di Indonesia.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menyatakan bahwa sebanyak 10.553 sambungan akan dipasang di Bontang. Pemasangan direncanakan akan dimulai pada Bulan Oktober 2025 mendatang.

“Insyaallah mulai dilaksanakan dari Oktober sampai Mei 2026, bertahap kita lakukan,” ujarnya.

Berikut rincian daerah yang akan dilakukan sambungan jargas yakni Bontang Kuala 495, Bontang Baru 596, Guntung 465, Gunung Elai 749, Loktuan 1762, Api-Api 1063, Tanjung Laut 1577, Berbas Tengah 797, Berbas Pantai 412, Satimpo 272, Tanjung Laut Indah 869, Belimbing 697, Telihan 609, Kanaan 190.

Adapun pemasangan Jargas di atas laut tidak dapat dilakukan, karena pipa yang digunakan merupakan jenis pipa Polietilena (PE). Pipa ini harus dikubur dan tidak dapat terkena sinar matahari secara langsung.

“Pipa ini harus ini harus ditanam satu meter di bawah tanam, kalau kena asam dari air laut juga bisa terkena korosi,” jelasnya.

Kemudian, untuk wilayah Bontang Lestari pihaknya akan mengkaji ulang lantaran posisi wilayah yang cukup jauh dari pipa induk, sehingga mereka perlu menyambungkan pipa baru lagi dengan jarak wilayah yang jauh.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

TP PKK Kota Bontang Gelar Jum’at Berkah di Kelurahan Satimpo

0
TP PKK Kota Bontang Gelar Jum’at Berkah di Kelurahan Satimpo
Kegiatan Jumat berkah TP PKK Kelurahan Satimpo. (Ist)

BONTANG – TP PKK Kelurahan Satimpo melaksanakan kegiatan Jum’at Berkah pada Jumat (12/9/2035). Program rutin TP PKK Kota Bontang ini digelar bergilir di seluruh kecamatan dan kelurahan.

Sebanyak 40 penerima manfaat dari lima RT (21–25) menerima bantuan paket sembako. Penyerahan simbolis diberikan kepada 10 orang, sedangkan sisanya diantarkan langsung ke rumah warga oleh PKK Kelurahan bersama Lurah Satimpo dan Babinsa.

Ketua TP PKK Kota Bontang, Nur Kalbi Agus Haris, membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya ia menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi seluruh pihak yang mendukung.

“Program Jum’at Berkah bukan hanya sekadar berbagi sembako, tetapi juga wadah memperkuat kepedulian sosial dan kebersamaan masyarakat,” ujarnya.

Dana kegiatan bersumber dari pengurus PKK Satimpo, ditambah dukungan pegawai kelurahan serta PKK Kota Bontang.

Lurah Satimpo, Maryono menambahkan, kegiatan Jum’at Berkah di wilayahnya telah berlangsung lebih dari tiga tahun dengan pola penyaluran langsung ke rumah warga.

“Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut dan semakin meluas manfaatnya bagi masyarakat Satimpo,” katanya.

Selain Jum’at Berkah, Satimpo juga menjalankan program “Tengok Tetangga” yang merupakan salah satu program unggulan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang periode 2025–2030. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

PHM Gelar Aksi di DPRD Bontang, Suarakan Empat Tuntutan Utama!

0

Pembaca Setia Radar Bontang!
Puluhan massa dari PHM menggelar aksi di DPRD Bontang. Mereka menyuarakan empat tuntutan utama yang dianggap penting untuk diperhatikan pemerintah dan wakil rakyat.

Baca selengkapnya di Koran Digital Radar Bontang edisi Jumat, 12 September 2025.

👉 Baca E-Paper Lengkap
👉 Akses Versi Mobile

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!

Kelurahan Belimbing Sukses Juara Umum MTQ Bontang Barat Ketiga Kalinya, Begini Strateginya

0
Kelurahan Belimbing Sukses Juara Umum MTQ Bontang Barat Ketiga Kalinya, Begini Strateginya
Kelurahan Belimbing terima piala sebagai juara umum MTQ 16 tingkat Kecamatan Bontang Barat. (Syakurah)

BONTANG – Kelurahan Belimbing kembali mengukir prestasi di ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-16 tingkat Kecamatan Bontang Barat tahun 2025.

Untuk ketiga kalinya secara berturut-turut, Belimbing berhasil keluar sebagai juara umum. Dengan capaian ini, piala bergilir resmi menjadi milik tetap Kelurahan Belimbing.

Lurah Belimbing, Dwi Andriyani, menjelaskan kunci keberhasilan ini terletak pada strategi menambah jumlah peserta dibanding kelurahan lain. Tahun ini, Belimbing menurunkan 86 peserta, jumlah terbanyak di antara kelurahan lain.

“Ketika kita menargetkan juara umum, maka kita harus mempersiapkan jumlah peserta lebih banyak. Semakin banyak peserta, peluang untuk meraih juara juga semakin besar,” terangnya, Kamis (11/9/2025).

Ia menambahkan, kemenangan tidak semata-mata karena dominasi, melainkan juga karena ada beberapa cabang lomba yang minim peserta dari kelurahan lain. “Ada jenis lomba yang pesertanya terbatas, jadi peluang juara lebih besar,” katanya.

Untuk kelanjutan, para juara satu, dua, dan tiga di tingkat kecamatan akan mewakili Bontang Barat ke MTQ tingkat kota. Dengan demikian, tidak hanya Belimbing yang berkesempatan maju, tetapi seluruh kelurahan yang memiliki peserta berprestasi.

Meski sudah tiga kali berturut-turut meraih juara umum, Dwi menegaskan pihaknya tidak hanya berfokus pada piala. Lebih dari itu, MTQ menjadi wadah pembinaan dan kesempatan anak-anak Belimbing untuk berprestasi di bidang Al-Qur’an.

“Prestasi di MTQ bukan hanya kebanggaan, tapi juga punya nilai tambah untuk anak-anak ketika melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Bahkan sampai tingkat provinsi dan nasional, itu menjadi poin plus yang besar,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan, pihak kelurahan selalu menyiapkan anggaran khusus untuk pembinaan. Mulai dari penyediaan seragam, uang transportasi, konsumsi, hingga kerja sama dengan KUA Bontang Barat, pesantren, serta TPA di wilayah Belimbing.

“Support itu penting. Kalau tidak dipersiapkan sejak awal, tentu akan menyulitkan para peserta. Jadi pembinaan ini harus konsisten, bahkan lebih ditingkatkan untuk persaingan berikutnya,” pungkasnya. (Sya/adv)

Editor: Yusva Alam

MTQ ke-16 Bontang Barat Resmi Ditutup, Wali Kota Ajak Warga Rutin Salat Subuh Berjamaah

0
MTQ ke-16 Bontang Barat Resmi Ditutup, Wali Kota Ajak Warga Rutin Salat Subuh Berjamaah
Penutupan MTQ ke-16 tingkat Kecamatan Bontang Barat. (Syakurah)

BONTANG – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-16 tingkat Kecamatan Bontang Barat tahun 2025 resmi ditutup, Kamis (11/9/2025) malam.

Sekretaris Daerah Kota Bontang, Aji Erlynawati menyampaikan, MTQ tidak hanya dimaknai sebagai ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, melainkan juga sebagai wahana syiar Islam, mempererat ukhuwah islamiyah, serta meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan masyarakat.

“MTQ ini menjadi ruang penuh makna untuk membangun silaturahmi, memperkokoh komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat, sekaligus menguatkan semangat kebersamaan dalam membangun Kota Bontang yang lebih maju, berdaya saing, dan sejahtera,” ucapnya.

Selain itu, ia juga menyampaikan ajakan wali kota agar masyarakat Bontang Barat senantiasa memakmurkan masjid, salah satunya dengan membiasakan diri melaksanakan salat subuh berjamaah.

“Dari subuh berjamaah, kita memulai hari dengan doa, ukhuwah, dan kekuatan spiritual yang akan membawa keberkahan bagi keluarga, masyarakat, dan Kota Bontang tercinta,” tambahnya.

Penutupan MTQ ke-16 ini ditandai dengan pengumuman para pemenang lomba dari berbagai cabang yang dipertandingkan. Para juara nantinya akan dipersiapkan untuk mewakili Kecamatan Bontang Barat pada MTQ tingkat kota.

Terdapat total 173 kafilah yang turut berlomba dalam kegiatan ini. Mereka mempertandingkan  9 cabang dengan 30 golongan. (Sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Program Si Mokel Lincah Hadir, Wawali Harap Masyarakat Bontang Miliki Kesempatan Belajar dan Membaca

0
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris di peluncuran program Si Mokel Lincah, di DPK Bontang, Pisangan. (Ist).

BONTANG – Tak hanya meluncurkan Perpustakaan Ramah Disabilitas dan Lansia (Persia) saja, secara bersamaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Bontang juga melaunching program Motor Keliling Literasi (Si Mokel Lincah), Rabu (10/9/2025).

Diketahui, program Si Mokel Lincah turut hadir sebagai solusi untuk menjangkau masyarakat, di wilayah-wilayah yang sulit mengakses perpustakaan konvensional. Maka sangat ditegaskan akan pentingnya literasi, bagi semua lapisan masyarakat yang ada.

Adanya dukungan komunitas literasi seperti Kampung Dongeng, Akusi, dan Jogja Bacang, dalam program ini menegaskan komitmen agar tak ada lagi warga yang tertinggal dalam mendapatkan akses pendidikan maupun informasi.

Program ini sejalan dengan visi misi Pemerintah Kota (Pemkot) untuk mewujudkan transformasi inklusif, dimana pemerintahan ingin menjadikan Bontang bukan hanya sebagai kota industri, tetapi juga kota inklusif yang mengutamakan keadilan sosial, peningkatan Sumber Daya Manusia, serta pembangunan yang berkelanjutan.

“Melalui Persia dan Si Mokel Lincah, kami ingin memastikan bahwa setiap warga Bontang baik lansia, disabilitas, maupun generasi muda, memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, membaca, dan berkembang,” ucap Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris saat sambutan.

Selanjutnya, setelah resmi peluncuran Persia dan Si Mokel Lincah dilanjutkan dengan penandatanganan kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB), Bappeda, Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPD PPNI), serta Komunitas Literasi, dan sekolah-sekolah. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

DPK Launching Perpustakaan Ramah Disabilitas dan Lansia

0
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris saat launching Perpustakaan Ramah Disabilitas dan Lansia. (Ist).

BONTANG – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Bontang resmi meluncurkan Perpustakaan Ramah Disabilitas dan Lansia (Persia), khusus penyandang disabilitas dan lansia. Kegiatan launching berlangsung di Perpustakaan Daerah (Perpusda), Rabu (10/9/2025).

Peluncuran tersebut merupakan sebuah terobosan inovatif dalam pelayanan perpustakaan, yang dimana mengedepankan inklusivitas dan aksesibilitas bagi kelompok yang kerap mengalami keterbatasan dalam mengakses literasi.

Mengenai hal itu, Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris menegaskan bahwa Persia ini bukan sekadar fasilitas baca biasa, melainkan sebuah wujud nyata dari kepedulian dan keberpihakan pemerintah terhadap kelompok rentan.

Bahkan, Perpustakaan Ramah Disabilitas dan Lansia ini hadir untuk memperluas akses literasi, sekaligus memberikan ruang yang nyaman dan aman bagi warga yang selama ini kerap terkendala keterbatasan fisik dalam mengakses layanan perpustakaan.

“Pastinya pemerintah sangat mendukung adanya program seperti ini, yang dimana literasi sangat penting bagi semua lapisan masyarakat,” ucapnya.

Adapun berbagai sarana pendukung yang ramah bagi disabilitas, telah dipersiapkan dengan baik dan seksama, untuk memastikan kenyamanan para pengunjung.

Terlebih lagi, ada pula koleksi buku dalam format braille, buku audio, komputer khusus dengan teknologi assistive, jalur akses yang mudah dilalui kursi roda, toilet disabilitas, kursi roda yang tersedia secara gratis, hingga area parkir khusus menjadi bukti nyata kesungguhan pemerintah dalam menjamin aksesibilitas.

“Semua fasilitas ini disiapkan untuk menciptakan pengalaman membaca yang inklusif, dan menyenangkan bagi semua kalangan,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Tidak Lupakan Penyandang Disabilitas dan Lansia, DPK Bikin Inovasi Pelayanan Perpustakaan

0
DPK Bontang launching Persia sebagai terobosan inovatif dalam pelayanan perpustakaan. (Ist).

BONTANG – Demi mengedepankan inklusivitas dan aksesibilitas bagi kelompok yang selama ini kerap mengalami keterbatasan dalam mengakses literasi bagi penyandang disabilitas dan lansia, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Bontang resmi luncurkan Perpustakaan Ramah Disabilitas dan Lansia (Perisa), sebagai terobosan inovasi pelayanan perpustakaan.

Dalam laporannya, Kepala DPK Bontang, Retno Febriaryanti menyampaikan, bahwa upaya mewujudkan Persia tidaklah instan, melainkan harus melalui persiapan yang matang dan berbagai program pendukung.

Salah satu fokus utamanya adalah pembekalan keterampilan tambahan, bagi para petugas Perpustakaan Daerah (Perpusda), agar mereka lebih siap dan peka dalam melayani pengunjung dari kelompok disabilitas.

“Kami telah menyusun standar pelayanan khusus, yang bertujuan untuk memberikan pelayanan terbaik dan ramah bagi semua pengunjung, khususnya mereka yang memiliki kebutuhan khusus,” ucapnya, Rabu (10/9/2025) di Perpusda Bontang.

Tak hanya itu, Retno turut menambahkan jika kolaborasi erat telah dibangun, dengan berbagai instansi pemerintah dan pihak swasta guna mendukung kelancaran operasional Persia.

Bahkan berbagai kegiatan pelatihan dan lomba juga secara rutin diadakan, sebagai upaya mengembangkan kemampuan pengunjung, sekaligus memotivasi mereka agar semakin aktif dan produktif dalam memanfaatkan fasilitas perpustakaan.

Selanjutnya, Retno menjelaskan bahwa perhatian khusus juga diberikan bagi kelompok lansia, yang dimana DPK Bontang telah memfasilitasi pelatihan mendongeng, menulis, literasi keuangan, hingga literasi budaya bagi lansia.

“Tujuannya adalah agar mereka tetap bisa berkarya dan produktif di usia senja, serta terus merasakan manfaat literasi yang memadai,” tambahnya.

Persia diyakini akan menjadi pionir perpustakaan inklusif di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim), yang bisa menjadi model bagi daerah lain dalam pengembangan perpustakaan ramah disabilitas dan lansia.

Program ini diharapkan dapat menumbuhkan minat baca dan budaya literasi yang kuat, sekaligus meningkatkan kualitas hidup kelompok disabilitas dan lansia di Kota Bontang.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

DPPKUKM Kaltim Kunjungi Kecamatan Bontang Selatan, Sosialisasikan Edukasi Konsumen Cerdas

0
Kegiatan Edukasi Konsumen Cerdas oleh Disperindagkop Provinsi. (Syakurah)

BONTANG – Kecamatan Bontang Selatan dikunjungi Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DPPKUKM) Provinsi Kalimantan Timur. Kunjungan ini guna membahas terkait Edukasi Konsumen Cerdas.

Kegiatan ini mengundang seluruh kelurahan yang berada di wilayahnya, mulai dari pengurus PKK, karang taruna, dasawisma, kader posyandu, TPK Kelurahan, Pokmas, Forum ketua RT serta LPM.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Samarinda, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kaltim dan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kabupaten Berau.

Camat Bontang Selatan melalui Kasi Tata Pemerintahan, Agus menjelaskan, maksud dari pelaksanaan edukasi ini adalah terlindungnya para konsumen tanpa mencederai pelaku usaha, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 88 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen.

Tujuannya adalah satu, meningkatkan pengetahuan, pemahaman, kepedulian dan kesadaran masyarakat akan tapaknya. Kedua, tumbuhnya sikap kritis, mandiri sehingga konsumen terhindar dari efek negatif peredaran narkoba yang berdampak pada konsumen.

Tiga, para peserta diharapkan menjadi konsumen cerdas dengan lingkungan masyarakat luas. Empat, para peserta diharapkan menjadi konsumen yang cinta produk dalam negeri. Lima, meningkatnya indeks kepercayaan konsumen di Provinsi Kalimantan Timur.

Ia juga menambahkan, konsumen juga memiliki harapan yang besar mulai produk atau jasa yang dikonsistensinya. Memenuhi standar kesehatan, keselamatan, dan keamanan.

“Undang-Undang perlindungan konsumen antara lain bertujuan menciptakan sistem pelayanan konsumen yang mengambil unsur kepatuhan hukum dan keterbukaan informasi,” terangnya.

Dalam pemaparan materi yang diberikan, mereka memperkenalkan “Si Komeng” yang merupakan sistem untuk konsumen dapat melakukan pelaporan, bahkan mereka dapat melihat apakah laporan tersebut sudah ditindak lanjuti atau belum.

“Kami berharap ini menjadi kesadaran seluruh pelaku usaha, baik makanan, minuman, obat, kosmetik dan lain sebagainya,” tutupnya. (sya/ADV)

Editor: Yusva Alam

Bawa 4 Tuntutan, PHM Gelar Demo di Depan Gedung DPRD Bontang

0
Massa PHM menggelar Demo di depan Kantor DPRD Bontang

BONTANG – Pusat Hubungan Masyarakat (PHM) menggelar aksi di depan Gedung DPRD Kota Bontang, Kelurahan Bontang Lestari, Kamis (11/9/2025).

PHM menurunkan ratusan massa dengan membawa empat tuntutan, seperti penolakan rencana pemindahan rumah jabatan wali kota, wakil wali kota, dan Ketua DPRD untuk diganti dengan pembangunan hotel berbintang lima.

“Kalau ini direalisasikan akan berbanding dengan kebijakan pemerintah pusat terkait efisiensi,” ujar Rudy Irawan, Pengurus DPP PHM.

Kedua, mereka juga menuntut agar seluruh honorer dengan masa kerja di bawah dua tahun sebanyak 230 orang dapat dipekerjakan kembali, bukan hanya 72 pegawai Disdamkartan. Mereka juga meminta rekrutmen pendamping RT ditambah, menyesuaikan dengan jumlah 500 RT di Bontang, serta memprioritaskan tenaga honorer lama dibanding membuka rekrutmen baru.

Seiring berjalannya aksi, terdapat tuntutan lainnya mencakup pemberdayaan pengusaha dan kontraktor lokal dalam proyek pembangunan pemerintah, perhatian terhadap tingginya angka pengangguran, transparansi penggunaan aspirasi DPRD yang disebut hanya Rp400 juta per tahun, serta kritik terhadap anggota DPRD yang dianggap jarang berada di kota dan merangkap jabatan.

Menanggapi aksi tersebut, DPRD Kota Bontang melalui Wakil Ketua DPRD, Maming, mengajak beberapa perwakilan massa untuk masuk ke dalam dan berdialog.

Ia menambahkan, DPRD bersama pemerintah daerah sudah berjuang maksimal menyampaikan permasalahan honorer ke pemerintah pusat. “Insyaallah nanti kami akan jelaskan sampai tuntas di dalam apa saja perjuangan yang sudah dilalui, termasuk honorer kami juga sependapat” tambah Maming.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam