Beranda blog Halaman 569

LKPM Jadi Indikator Keaktifan Usaha, DPMPTSP Buka Layanan Pendampingan

0
Kepala Bidang Penanaman Modal DPMPTSP Bontang, Karel. (Syakurah)

BONTANG – Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) diwajibkan bagi pelaku usaha. Untuk itu Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang menyediakan loket pendampingan untuk pengisian.

Kepala Bidang Penanaman Modal DPMPTSP Bontang, Karel menekankan bahwa pelaku usaha wajib menyampaikan LKPM, lantaran mengacu pada data atau perubahan perizinan berusaha.

“LKPM ini wajib, itu berhubungan juga dengan data yang tercantum dalam sistem OSS sesuai dengan periode berjalan,” pungkasnya.

Ia menjelaskan, LKPM menjadi alat untuk melakukan pemantauan, pembinaan, dan pengawasan sehingga dapat memastikan kegiatan penanaman modal berjalan sesuai peraturan yang berlaku.

“Laporan ini wajib disampaikan secara berkala oleh penanaman modal. Jadi mereka menginformasikan perkembangan realisasi penanaman modal dan permasalahan yang mereka hadapi,” tambahnya.

Hasil pengisian LKPM menjadi salah satu indikator bahwa usaha tersebut masih aktif. Laporan itu juga menjadi perhitungan realisasi investasi dalam satu tahun.

“Pengisian LKPM menjadi media komunikasi antara pengusaha dan pemerintah dalam pemantauan realisasi investasi,” tutupnya.

Bagi pengusaha yang belum mengerti terkait pengisian LKPM terdapat petugas yang akan membantu pelaku usaha.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Pernefri Kaltim Nilai Pelayanan Dialisis di RSUD Berkembang Pesat

0
Pernefri Kaltim saat melakukan kunjungan di RSUD Taman Husada Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Himpunan Nefrologi Indonesia (Pernefri) melakukan peninjauan rutin pada pelayanan Unit Hemodialisa di RSUD Taman Husada Bontang, Kamis (30/10/2025) kemarin, sebagai pemenuhan standar pelayanan.

Saat visitasi pelayanan berlangsung, Pernefri Koordinator Wilayah Kalimantan Timur (Kaltim), Astried Indrasari, dr.Sp.PD, Subsp.GH, FINASIM mengatakan, untuk RSUD Taman Husada telah menunjukkan perkembangan yang sangat pesat, di bagian unit pelayanan Dialisis.

Perkembangan mulai tumbuh kian lama kian membaik, dengan berjalan dari tahun ke tahun sebelumnya, yang dimana untuk tahun ini RSUD Taman Husada Bontang mampu melakukan dua jenis terapi, yakni Hemodialisis dan Peritoneal Dialysis.

“Sekarang di sini ada dua pilihan terkait dengan gagal ginjal, berarti RSUD semakin berkembang dengan pesat dari tahun ke tahun,” ucapnya saat ditemui.

Selanjutnya juga selain dari sisi pelayanan, pihaknya juga memastikan aspek-aspek lainnya seperti bed, tenaga medis yang tersedia, bahan kualitas air baku yang digunakan.

“Kualitas air menjadi hal yang sangat penting ya, karena langsung masuk ke dalam tubuh pasien. Jadi kita juga akan pantau dari sisi airnya yang digunakan,” tambahnya.

Maka peninjauan ini bukan hanya sekedar dari sisi pelayanan dan pemeriksaannya saja, melainkan juga kualitas bahan seperti air yang digunakan langsung untuk para pasien. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

RSUD Taman Husada Miliki Dua Dokter Bagian Dialisis dan 12 Perawat Terlatih

0
Ruangan Hemodialisa RSUD Taman Husada Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Bontang saat ini telah memiliki dua dokter sebagai penanggung jawab di Ruangan Hemodialisa, yakni dokter spesialis penyakit dalam dan juga dokter umum.

Untuk dokter spesialis penyakit dalam, telah mengikuti pelatihan tambahan, yang khusus Dialisis. Sedangkan untuk dokter umumnya, dokter yang benar-benar telah terlatih, serta bantuan 12 perawat.

“Alhamdulillah untuk dokter dan juga perawat di bagian ruangan Dialisis ini mereka semuanya telah terlatih,” ucapnya, Jumat (30/10/2025).

Sedangkan untuk alat-alat di Ruangan Hemodialisis sendiri, terdiri dari 21 mesin dialisis yang masih beroperasi aktif. Selain itu untuk kedepan, RSUD Taman Husada Bontang berencana akan melakukan penambahan dan perkembangan, jika ada tambahan pada gedung baru nantinya.

“Untuk kedepannya, kami ada merencanakan pembangunan gedung C yang akan terintegrasi dengan ICU. Jadi nanti pelayanan dialisis untuk pasien ICU bisa dilakukan langsung tanpa harus berpindah ruangan,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Kabar Gembira dari Wali Kota di Penutupan MTQH ke-18

0
Wali Kota Neni Moerniaeni saat menutup MTQH ke-18. (ist)

BONTANG – Wali Kota Neni Moerniaeni menyampaikan kabar gembira bagi warga Bontang, saat menutup event akbar Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) ke-18 Tingkat Kota Bontang, Kamis (30/10/2025) kemarin di Arena MTQ, Stadion Bessai Berinta.

Kabar pertama, Ia meyakinkan masyarakat bahwa meski menghadapi tantangan penurunan transfer keuangan daerah, 120 program RPJMD akan tetap berjalan. Prioritas utama, khususnya alokasi 20 persen anggaran untuk pendidikan, tidak akan diganggu.

“Kami ingin memastikan tidak ada anak Bontang yang putus sekolah. Anak-anak Bontang harus rajin belajar dan menyeimbangkan kecerdasan intelektual, spiritual, serta emosional,” pesannya.

Kedua, Kota Bontang akan menjadi kota pertama di Indonesia yang menerima hibah teknologi Waste to Energy (pengolahan sampah menjadi energi) senilai ratusan miliar dari Jeju, Korea Selatan.

“Energi dari pengelolaan sampah ini akan dimanfaatkan untuk kebutuhan listrik di kawasan Bontang Lestari. Mari kita dukung dengan menjaga kebersihan kota dan membiasakan memilah sampah dari rumah,” ajaknya, merujuk pada program Gerakan Gesit.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Kecamatan Bontang Selatan Juara Umum MTQH ke-18

0
Malam penutupan MTQH ke-18 tingkat Kota Bontang di Arena MTQ Stadion Bessai Berinta. (ist)

BONTANG – Kafilah Kecamatan Bontang Selatan dinobatkan sebagai Juara Umum Tahun 2025 dalam penutupan perhelatan akbar Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) ke-18 Tingkat Kota Bontang, Kamis (30/10/2025) kemarin di Arena MTQ Stadion Bessai Berinta.

“Bagi yang belum meraih kemenangan, jangan berkecil hati. Jadikan MTQH ini sebagai motivasi untuk terus meningkatkan keimanan dan kecintaan kepada Al-Qur’an dan Hadits,” ujar Wali Kota Neni yang hadir menutup acara.

Lebih dari sekadar syiar agama, Wali Kota Neni menjadikan momen ini untuk menegaskan komitmen pembangunan pemerintah.

Sesuai dengan tema “Bontang Berbenah, Al-Qur’an Petunjuk Arah”, Wali Kota Neni juga membawa kabar gembira yang sejalan dengan semangat berbenah.

Malam penutupan ini menghadirkan bintang tamu Fatin Shidqia Lubis. Acara berakhir dengan doa bersama, menitipkan harapan agar Bontang senantiasa menjadi kota yang baik dan diberkahi Allah SWT.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Rutin Kunjungi RSUD Bontang Setahun Sekali, Pernefri Pantau Mutu Pelayanan Hemodialisa

0
Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Pengendalian Mutu RSUD Taman Husada, dr. Tri Ratna Paramita saat dikonfirmasi. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Himpunan Nefrologi Indonesia (Pernefri) secara rutin menggelar kunjungan ke RSUD Taman Husada Bontang setahun sekali, guna memantau secara langsung mutu pelayanan di bagian Ruangan Hemodialisa.

Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Pengendalian Mutu RSUD Taman Husada, dr. Tri Ratna Paramita menyampaikan bahwa, visitasi dilakukan untuk memastikan jika pihaknya terus memantau perkembangan layanan di unit Dialisis RSUD, sudah sesuai dengan standar pelayanan yang telah ditetapkan secara nasional.

“Kegiatan pemantauan ini rutin kami lakukan, dan pihak Pernefri juga dalam setahun sekali ke RSUD untuk melihat dan memantau langsung bagaimana perkembangannya,” ucapnya, Jumat (31/10/2025).

Dijelaskannya, pemeriksaan tersebut dari berbagai aspek mulai legalitas perizinan, sertifikasi tenaga medis, hingga pengelolaan limbah dan kualitas air baku.

“Dari kami sendiri pun alhamdulillah sudah ada izinnya, perawat yang berada disini juga telah terverifikasi, serta untuk yang lain sebagainya sesuai dengan standarnya. Jadi aman,” tutupnya. (Dwi/Adv).

Editor: Yusva Alam

DKUMPP Gencar Tingkatkan Jumlah dan Perbaiki Kualitas UMKM

0
Kepala Bidang Koperasi Usaha Mikro DKUMPP Bontang, Muh Takwin. (Yusva Alam)

BONTANG – Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang terus menggencarkan upaya peningkatan jumlah, kapasitas, dan kualitas UMKM di Bontang.

Bahkan saat ini, upaya tersebut sudah mulai menyasar usia dini atau para pelajar di Kota Taman.

Kepala Bidang Koperasi Usaha Mikro DKUMPP Bontang, Muh Takwin menjelaskan, berbagai program mulai dijalankan yang menyasar pelajar SMA/SMK sederajat di Bontang. Tujuannya, untuk menumbuhkan jiwa wirausaha warga Bontang sejak masih duduk di bangku sekolah.

Lantaran menurutnya, masih banyak pelajar yang berpikiran untuk mencari kerja setelah lulus. Alih-alih mau berwirausaha.

“Kami mengadakan UMKM go to school. Harapannya dapat mengubah mindset pelajar dari cari kerja jadi menciptakan pekerjaan,” ungkapnya.

Para pelajar ini juga nantinya akan dihubungkan dengan para pengusaha UMKM. Agar para pengusaha UMKM dapat membagikan ilmu berbisnisnya.

Dengan begitu, DKUMPP berharap ke depannya, Kota Bontang dapat menjadi Kota UMKM selain terkenal sebagai kota industri dan jasa.

“Bisa juga jadi salahsatu supplier produk-produk UMKM baik di IKN maupun secara nasional,” pungkasnya.

Penulis/Editor: Yusva Alam

DKUMPP Bakal Jalin MoU Pendampingan Keterampilan Berwirausaha dengan SMA/SMK di Bontang

0
Kegiatan UMKM go to school di SMKN 2. (Yusva Alam)

BONTANG – Kepala Bidang Koperasi Usaha Mikro DKUMPP Bontang, Muh Takwin mengatakan, kerjasama pendampingan keterampilan berwirausaha tidak hanya kepada SMKN 2 saja, tapi juga SMA/SMK sederajat lainnya di Kota Bontang.

Diketahui saat ini, Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang telah membuat MoU dengan SMKN 2, terkait pendampingan peningkatan keterampilan berwirausaha bagi siswa siswi SMKN 2.

MoU itu sudah terjalin beberapa waktu dengan disaksikan wali kota. “Awalnya bu wali perintahkan kami untuk kerjasama dengan sekolah-sekolah untuk kegiatan pendampinga usaha. Maka kami buatlah MoU dengan SMKN 2,” beber Takwin.

Saat ini, MoU itu sudah ditindaklanjuti oleh pihaknya dengan menggelar berbagai kegiatan yang sejalan.

Namun begitu, ke depannya MoU ini juga akan dijalin dengan sekolah-sekolah lainnya. Saat ini DKUMPP sedang mencari sekolah-sekolah lain yang sejalan dengan program ini.

“Kami cari yang sejalan, seperti punya jurusan tata boga, agri bisnis, dan lain sebagainya. Kalau tidak sama tidak bisa,” imbuhnya.

Harapannya, kerjasama yang dijalin dengan sekolah-sekolah ini mampu membuka wawasan para pelajar, untuk menumbuhkan minat berwirausaha. Juga meningkatkan skill memasarkan produk.

Penulis/Editor: Yusva Alam

DKUMPP Dampingi Siswa SMKN 2 Tingkatkan Keterampilan Usaha

0
Para siswa SMKN 2 saat mengikuti kegiatan UMKM go to school. (Yusva Alam)

BONTANG – Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang menindaklanjuti MoU antara Pemkot Bontang dengan SMKN 2.

MoU ini ditandatangani Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni beberapa waktu lalu. Kerjasama berupa pendampingan dari DKUMPP kepada para siswa SMKN 2, dalam mengembangkan keterampilan berwirausaha.

Muh Takwin, Kepala Bidang Koperasi Usaha Mikro DKUMPP mengatakan, tindaklanjut tersebut berupa kegiatan UMKM go to school yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu. Di kegiatan ini, DKUMPP memberikan motivasi kepada siswa SMKN 2 untuk mau merubah pemikiran, dari mencari kerja setelah lulus menjadi berwirausaha.

“Mindset itu harus diubah. Karena masih banyak sekali pelajar yang berpikiran setelah lulus harus mencari kerja,” ujarnya.

Selain itu, ke depannya para pelajar ini juga akan dibawa ke UMKM center untuk belajar cara berjualan. Para pelajar ini akan diajarkan cara memasarkan produk-produk yang ada di UMKM Center.

Agus Arianto, Pengawas Koperasi UMKM Ahli Muda DKUMPP menambahkan, ada juga pelatihan desain kemasan. Karena di SMKN 2 ini ada pelajaran terkait pengemasan produk.

“Nanti kami juga bisa datangkan pengusaha UMKM ke sekolah, untuk berbagi ilmu terkait desain kemasan,” ujarnya.

Penulis/Editor: Yusva Alam

PKT Groundbreaking Pabrik Soda Ash Pertama di Indonesia

0
Ground Breaking pabrik Soda Ash PT Pupuk Kalimantan Timur. (Syakurah)

BONTANG – PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) resmi memulai pembangunan pabrik Soda Ash di kawasan perusahaan. Hal itu ditandai dengan kegiatan groung breaking proyek pabrik tersebut, Jumat (31/10/2025).

Proyek strategis ini menandai langkah besar dalam upaya hilirisasi industri kimia nasional, serta mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku industri. Proyek ini dibangun konsorsium PT TCC Indonesia Branch dan PT Enviromate Technology.

Pabrik Soda Ash PKT memiliki kapasitas produksi 300.000 metrik ton per tahun (MTPY) untuk produk Soda Ash, serta 300.000 MTPY Ammonium Chloride. Produk ini akan dipasarkan untuk kebutuhan domestik dan ekspor, menggunakan HOU Process sebagai teknologi utama.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi dalam keterangannya, menyampaikan bahwa proyek ini merupakan bagian dari komitmen PKT mendukung transformasi industri kimia nasional, dan mendukung ketahanan pangan melalui pemanfaatan Ammonium Chloride sebagai pupuk sumber nitrogen serta bahan baku NPK.

“Pabrik ini tidak hanya memperkuat hilirisasi amoniak, tetapi juga menekan impor Soda Ash yang selama ini mencapai lebih dari 1 juta ton per tahun,” jelasnya.

Proyek yang berdiri di atas lahan 16 hektare di kawasan Tursina Barat, PT Kaltim Industrial Estate Bontang, ini akan menyerap 800 tenaga kerja saat konstruksi dan 86 pekerja pada fase operasional.

Durasi proyek ditargetkan selama 33 bulan untuk EPC A dan 32 bulan untuk EPC B, dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) minimum mencapai 27,59 persen dan 35,01 persen. Proyek efektif dimulai Juni 2025, dan diproyeksikan beroperasi komersial pada Maret 2028.

Selain meningkatkan nilai tambah amoniak domestik sebesar 105.000 ton per tahun, pabrik ini juga berperan dalam penurunan emisi karbon (CO₂) melalui penyerapan 174.000 ton CO₂ per tahun yang digunakan sebagai bahan baku produksi Soda Ash.

Adapun soda Ash merupakan salah satu bahan baku yang sering kali dijadikan kaca, keramik, tekstil, deterjen bahkan dapat menjadi salah satu bahan yang digunakan untuk proses pembuatan pupuk yang biasanya dipergunakan untuk kebun kelapa sawit.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi di Kota Bontang tanpa migas ialah 9,8 persen, “Kalau dengan migas fluktuatif jadi kadang-kadang kita positif 2% tetapi kalau dipisahkan tanpa migas alhamdulillah kita melebihi nasional 9,8 persen,” terangnya.

Hal ini juga salah satunya kontribusi dari usaha-usaha yang ada di Kota Bontang. Tentu mengurangi pengangguran dan lain sebagainya.

Kemudian, dapat meningkatkan ketika ada ekonomi makro, juga adanya pertumbuhan ekonomi mikro. Pemerintah Kota Bontang juga turut mengucapkan terima kasih kepada Pupuk Kalimantan Timur yang CSR-nya berkolaborasi dengan visi dan misi pemerintah Kota Bontang.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam