Beranda blog Halaman 573

Tak Hanya Unggul dalam Penanganan Medis, RSUD Taman Husada Berupaya Terbuka di Penilaian Publik

0
RSUD Taman Husada Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada menegaskan, akan terus berupaya tak hanya unggul di dalam pelayanan medis saja, tetapi juga tetap terus berupaya terhadap adanya kritik, saran, maupun penilaian publik.

Kepala Bagian (Kabag) Hukum, Kehumasan, dan Kerjasama RSUD Taman Husada, Syariful Rahman menyampaikan bahwa RSUD Bontang telah mengajak masyarakat agar bisa memberikan penilaian layanan lewat Survei Kepuasan Masyarakat (SKM).

“SKM tidak hanya memenuhi indikator reformasi birokrasi, tetapi juga menjadi wujud komitmen kami terhadap keterbukaan informasi dan akuntabilitas publik,” ucapnya saat ditemui, Rabu (29/10/2025).

Menurutnya, masyarakat dapat memberikan penilaian secara jujur dan saling terbuka tanpa perlu khawatir terhadap kerahasiaan identitas. Semua tanggapan akan diolah sebagai bahan evaluasi secara internal.

“Jadi masyarakat hanya memberikan kritik dan saran saja, dan hasilnya nanti akan menjadi acuan kami meningkatkan layanan publik,” tambahnya.

Upaya ini dilakukan untuk menjadi langkah nyata jika Rumah Sakit (RS) terus berperan dalam meningkatkan kualitas layanan, sekaligus memperkuat transparansi publik.

“Kami ingin masyarakat menilai langsung. Lewat hasil survei ini, jadi dasar kami untuk memperbaiki kualitas pelayanan,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Masyarakat Bisa Beri Nilai Pelayanan RSUD Lewat SKM

0
Ilustrasi. (Ist).

BONTANG – Kini, masyarakat Bontang bisa memberi penilaian pada pelayanan di RSUD Taman Husada melalui Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) 2025.

Hal ini dilakukan, agar masyarakat bisa berperan aktif dalam memberikan penilaiannya terhadap mutu pelayanan yang ada di RSUD Taman Husada Bontang.

Terlebih lagi ini menjadi langkah nyata bagi Rumah Sakit (RS), untuk terus meningkatkan kualitas layanan agar maksimal, dan sekaligus memperkuat transparansi publik.

“Lewat survei ini kami ingin masyarakat memberikan penilaiannya secara langsung, bagaimana pelayanan kami selama ini ke pasien maupun pengunjung,” ucap Kepala Bagian (Kabag) Hukum, Kehumasan, dan Kerjasama RSUD Taman Husada, Syariful Rahman.

Pengisian SKM dilakukan agar pihak RSUD Taman Husada mengetahui, sudah sejauh mana pelayanan di RS ini dalam memenuhi harapan dan keinginan masyarakat, yang dimana SKM menjadi instrumen penting.

“Masyarakat hanya memberi kritikan dan saran di SKM tersebut, hasilnya pun nantinya akan menjadi acuan kami dalam meningkatkan pelayanan publik,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Genset Kiriman dari Samarinda Terbakar Saat Melintas di Jalan Arif Rahman Hakim

0
Genset yang terbakar. (Syakurah)

BONTANG – Sebuah genset berkapasitas 10.000 watt terbakar saat hendak diantar ke sang penyewa. Genset tersebut dibawa oleh Gunawan dari Samarinda.

Ia menjelaskan, genset hendak ia antar ke salah satu perusahaan untuk digunakan dalam sebuah acara. Saat ia melewati Jalan Arif Rahman Hakim tepat di depan SMA Negeri 3, ia diteriaki oleh siswa yang sedang menunggu jemputan.

“Anak-anak sekolah teriak ada asap gitu, jadi saya menepi, waktu saya lihat sudah berasap tebal,” pungkasnya Rabu (29/10/2025).

Tak lama setelah ia menepi, api mulai naik. Para supir yang sedang mengantre solar di SPBU di jalan tersebut bergotong royong menarik genset itu turun dari pick up yang membawanya.

“Sempat coba padamkan pakai APAR dari SPBU, tapi karena api sudah besar jadi tidak cukup,” tambahnya

Tak lama, mobil pemadam kebakaran datang membantu menghentikan api semakin besar. Gunawan juga telah berkoordinasi dengan pemilik genset yang berada di Samarinda terkait musibah tersebut.

“Ini mobil saya dipakai ambil jerigen, mau nguras solar yang ada di dalam genset,” ujarnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Pengusaha UMKM Lokal Berpeluang Pasarkan Produk di Indomaret

0
Salahsatu pengusaha UMKM yang hadir berdialog dengan Wawali Agus Haris. (Yusva Alam)

BONTANG – Sebanyak 75 pengusaha UMKM di bawah binaan Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang mengikuti pelatihan kewirausahaan mandiri UMKM yang digelar Indomaret, Rabu (29/10/2025) kemarin di Hotel Tiara Surya.

Kegiatan ini dihadiri Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris dan Muh Takwin, Kepala Bidang Koperasi Usaha Mikro DKUMPP Bontang yang mewakili DKUMPP.

Dalam sambutannya, Gilig Lilosamatyo, Branch Manager Indomaret Cabang Samarinda mengatakan, kegiatan ini diadakan sebagai bentuk kontribusi Indomaret ke masyarakat khususnya pengusaha UMKM.

“Pelatihan semacam ini sudah kami adakan selama 12 tahun di seluruh Indonesia. Sekarang giliran di Bontang,” ujarnya.

Kegiatan ini memang sesuai program dengan program Indomaret. Salahsatunya adalah Mitra UMKM produk. Dimana produk-produk UMKM bisa dipajang di gerai-gerai Indomaret.

“Kami beri pelatihan misal belum punya label halal atau belum ada PIRT. Akan kami ajarkan,” ucapnya.

Selain itu adapula UMKM teras. Dimana Indomaret mempersilahkan bagi yang ingin membuka usaha gerobakan di teras atau halaman Indomaret.

“Bisa jajanan nusantara, komoditas pertanian ato perkebunan, dan lain sebagainya,” beber Gilig.

“Semoga langkah kami ini bisa membantu meningkatkan kualitas UMKM di Bontang,” imbuhnya.

Sementara itu Wawali Agus Haris mengungkapkan bahwa kegiatan semacam ini selaras dengan program yang dicanangkan wali kota. Dimana industri besar harus mampu mengangkat industri kecil untuk bisa bertumbuh.

“Peluang sudah dibuka, sekarang tinggal bagaimana kita bisa memanfaatkannya semaksimal mungkin. Kemasannya, isinya, harus ditingkatkan kualitasnya agar bisa lolos masuk Indomaret, ungkap Agus Haris.

Muh Takwin yang mewakili DKUMPP juga mengaku bersyukur, para pengusaha UMKM binaannya mendapat peluang untuk bisa memperluas pemasaran produk-produk mereka.

“Selain menambah luas pemasaran, juga diharap dapat meningkatkan penjualan produk UMKM di Bontang,” pungkasnya.

Penulis/Editor: Yusva Alam

DKUMPP Bontang Kembali Gelar Warung Tekan Inflasi di Kelurahan Kanaan

0
Banner Warung Tekan Inflasi oleh DKUMPP. (Istimewa)

BONTANG – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Kota Bontang kembali menggelar kegiatan Warung Tekan Inflasi (Wartek In) sebagai langkah konkret menekan harga kebutuhan pokok, dan membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga bahan pokok.

Kepala Bidang Perdagangan DKUMPP, Sunita Sinaga mengetakan, kegiatan ini akan dilaksanakan pada Kamis, 30 Oktober 2025, mulai pukul 08.30 WITA hingga selesai, bertempat di Halaman Rumah Adat Tongkonan, Kelurahan Kanaan.

“Ini kegiatan minimal dilaksanakan sebulan sekali. Kegiatan selanjutnya di Berbas Pantai, waktunya nanti menyusul,” terangnya.

Wartek In merupakan bagian dari program Operasi Pasar, yang menjual berbagai bahan pokok dengan harga di bawah pasaran. Dalam kegiatan kali ini, sejumlah kebutuhan pokok tersedia dengan harga terjangkau, di antaranya:

Beras SPHP Rp 60.000 per 5 kg
Telur Rp 55.000 per rak
Minyak Kita 2 liter Rp 35.000
Minyak Goreng Tawon 2 liter Rp 38.000
Tepung Kompas Rp 11.000
Tepung Kanji Rp 5.000
Tepung Ketan Rp 11.000
Tepung Beras Rp 8.000
Gula 1 kg Rp 17.000
Gas LPG 3 kg Rp 21.000 (dengan syarat membawa fotokopi KTP dan Kartu Keluarga)
Minyak Goreng Filma 2 liter Rp 39.000
Minyak Goreng Saro (Produk Bontang) Rp 37.000 per 2 liter dan Rp 219.000 per dus.

Melalui Wartek In, DKUMPP berharap dapat menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di pasaran serta membantu masyarakat dalam mendapatkan bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

UMKM Go To School, Inovasi DKUMPP Tingkatkan Minat Pelajar Berwirausaha Sejak Dini

0
Muh Takwin, Kepala Bidang Koperasi Usaha Mikro DKUMPP Bontang (tengah berkacamata) saat membuka UMKM go yo school di SMKN 2. (Yusva Alam)

BONTANG – UMKM goes to school menjadi salahsatu inovasi baru Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang, bagaimana mengenalkan UMKM ke usia dini atau usia sekolah.

Hal itu diungkapkan Muh Takwin, Kepala Bidang Koperasi Usaha Mikro DKUMPP Bontang saat membuka UMKM go to school di SMKN 2, Selasa (28/10/2025).

Kegiatan diadakan untuk mengubah mindset pelajar. Agar yang tadinya selalu berpikir untuk mencari kerja setelah lulus, berubah menjadi berwirausaha.

“Harus dilakukan sejak dini. Jadi tidak lagi nunggu setelah lulus baru dibina. Sekarang sebelum lulus sudah harus dipahamkan pemikiran wirausaha,” beber Takwin.

Dijelaskannya, DKUMPP sementara ini hanya menyasar pada pelajar-pelajar SMA/SMK sederarajat. Namun tidak menutup kemungkinan juga mengarah kepada pelajar SMP.

“Kami terus bergerak sosialisasi ke sekolah-sekolah. Jika masih ada waktu sampai akhir tahun kami juga akan masuk ke SMP,” ujarnya.

Untuk sementara ini, sekolah yang sudah dituju untuk diadakan UMKM go to school adalah SMAN 1, SMK Putra Bangsa, dan SMKN 2.

“Kami juga melihat kondisi sekolahnya. Sesuai dengan program kami atau tidak. Kalau sesuai kami masuk sosialisasi,” imbuhnya.

Penulis/Editor: Yusva Alam

Permudah Akses Pelayanan di MPP, DPMPTSP Hadirkan Inovasi ‘Informasi Layanan Gerai MPP’

0
Penata Perizinan Ahli Pertama DPMPTSP Bontang, Mia Dwi Fitri. (Syakurah)

BONTANG — Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang terus berinovasi dalam meningkatkan transparansi dan kemudahan akses informasi pelayanan publik.

Salahsatunya ialah menghadirkan “Informasi Layanan Gerai MPP Kota Bontang”, sebuah inovasi digital yang memudahkan masyarakat memperoleh informasi tentang berbagai layanan yang tersedia di Mal Pelayanan Publik (MPP) yang terletak di Lantai 4 Gedung Pasar Taman Rawa Indah.

Penata Perizinan Ahli Pertama DPMPTSP Bontang, Mia Dwi Fitri, menjelaskan bahwa inovasi ini merupakan bentuk dukungan terhadap peran DPMPTSP sebagai koordinator MPP Kota Bontang, yang memiliki tugas menyusun dan mempublikasikan Standar Pelayanan (SP) dari setiap gerai yang ada di MPP.

“DPMPTSP sebagai koordinator MPP punya tugas dan kewajiban untuk menyusun serta mempublikasikan standar pelayanan. Semua gerai di MPP sudah memiliki SP-nya, dan saat ini dokumen tersebut sedang dalam proses pengesahan melalui Perwali,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa SP merupakan dokumen penting yang berisi berbagai informasi terkait layanan publik, mulai dari syarat dan alur pelayanan, dasar hukum, biaya, hingga waktu penyelesaian. Dokumen ini menjadi bentuk keterbukaan informasi publik yang wajib diketahui masyarakat.

Sembari menunggu pengesahan Perwali, terbitlah “Informasi Layanan Gerai MPP” sebagai bentuk publikasi awal kepada masyarakat. Informasi ini disarikan dari isi SP masing-masing gerai dan dikemas secara sederhana agar lebih mudah dipahami masyarakat.

“Jadi sementara saya buat publikasi ‘informasi layanan’ yang bersumber dari SP, tapi disederhanakan. Isinya seperti syarat, alur, dan biaya dari tiap layanan di MPP,” ujarnya.

Inovasi ini dikembangkan dalam bentuk microsite atau website mini yang memuat seluruh informasi layanan dari 12 gerai di MPP Kota Bontang. Melalui situs ini, masyarakat dapat mengetahui jenis layanan dari setiap instansi, seperti Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, BPJS, hingga DPMPTSP sendiri.

Microsite tersebut dapat diakses dengan mudah melalui barcode yang tersedia di area MPP maupun melalui tautan di akun Instagram MPP Kota Bontang.

“Semua informasi bisa diakses lewat HP masyarakat. Tinggal scan barcode atau klik tautan di Instagram MPP. Semua alur dan persyaratan layanan ada di situ,” tutupnya.

Penulis/Editor: Yusva Alam

DKUMPP Gelar UMKM Go To School di SMKN 2

0
UMKM go to school diikuti seluruh siswa SMKN 2 di kelas 10 dan 11. (Yusva Alam)

BONTANG – Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang menggelar kegiatan UMKM Go To School di SMKN 2, Selasa (28/10/2025) kemarin. Kegiatan ini bagian dari upaya DKUMPP untuk menumbuhkan jiwa wirausaha di masyarakat khususnya pada pelajar SMA/SMK sederajat.

Muh Takwin, Kepala Bidang Koperasi Usaha Mikro DKUMPP Bontang menjelaskan, UMKM Go To School adalah salahsatu inovasi baru DKUMPP bagaimana mengenalkan UMKM ke usia dini atau usia sekolah.

“Kami ingin mengubah mindset pelajar, yang tadinya berpikir setelah lulus cari kerja berubah keinginan untuk berwirausaha,” ujarnya.

Para pelajar ini juga dikenalkan cara memasarkan produk melalui platform digital. Seperti media sosial Facebook, Instagram, atau tiktok.

Disebutkan, para pelajar ini banyak yang sudah memiliki akun medsos, sayangnya hanya digunakan untuk keseharian. Karenanya DKUMPP ingin mengajak mereka menggunakan medsos itu untuk memasarkan usaha atau produk yang dimiliki.

“Di SMKN 2 ini ada beberapa pelajar tadi yang sudah mencoba jualan melalui live tiktok. Ada yang bantu pasarkan usaha orangtuanya,” ujar Takwin.

Sementara itu, Ritha Londong, Guru Project Kreatif dan Kewirausahaan SMKN 2 mengaku senang dengan kegiatan semacam ini. Lantaran dapat membantu meningkatkan pemahaman wirausaha pada murid-murid mereka.

“Kegiatan ini sejalan dengan pembelajaran kami di sekolah. Karena ada beberapa jurusan yang berhubungan dengan bisnis seperti jurusan agri bisnis,” ungkapnya.

Dijelaskan, kegiatan ini diikuti seluruh siswa kelas 10 dan 11 dari semua jurusan yang ada.

“Anak-anak bersemangat sekali ikut acara ini. Karena kami juga punya mata pelajaran project creative dan kewirausahaan. Jadi mereka bisa menerapkan hasil ikut acara ini di mata pelajaran tersebut,” ungkapnya.

Penulis/Editor: Yusva Alam

Rapikan Arsip dari Manual ke Digital, DPMPTSP Gunakan DIRGADA

0
Penata Pelaksana Barang Terampil DPMPTSP, Yolanda Pascalin. (Syakurah)

BONTANG – Upaya menuju tata kelola administrasi yang tertib dan efisien terus dilakukan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang. Melalui inovasi Digital Arsip Barang Daerah (DIRGADA), dinas ini kini beralih dari sistem penyimpanan berkas manual menuju pengarsipan berbasis digital.

Inovasi ini menjadi langkah konkret dalam memudahkan pencarian dan pendataan aset, yang selama ini dilakukan secara konvensional. Dengan DIRGADA, seluruh dokumen barang milik daerah kini tersimpan dalam sistem digital yang terintegrasi.

Penata Pelaksana Barang Terampil DPMPTSP, Yolanda Pascalin, menyebutkan bahwa sistem ini diciptakan untuk mempercepat proses pencarian dan pemeriksaan dokumen.

“Kalau dulu kami harus membuka berkas satu per satu, sekarang cukup mengetik nama dokumennya dan data langsung muncul. Jadi jauh lebih efisien,” jelasnya.

Selain untuk efisiensi, sistem ini juga ditujukan untuk meningkatkan kualitas pendataan arsip internal. Setiap berkas akan dipindai dan dimasukkan ke dalam database secara bertahap oleh petugas operator.

“Seluruh data arsip yang kami miliki akan diinput satu per satu agar tersusun rapi dan mudah diakses. Ini penting untuk menjaga validitas data aset,” imbuhnya.

DIRGADA diproyeksikan menjadi fondasi pengelolaan arsip digital DPMPTSP dalam jangka panjang. Mengingat jumlah aset terus bertambah tiap tahun, pengembangan aplikasi akan terus dilakukan agar mampu menampung data yang lebih besar.

“Sistem ini juga sangat membantu ketika ada pemeriksaan, karena semua dokumen tersimpan lengkap dan terverifikasi,” tutup Yolanda.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Kebakaran Landa Hotel Bumi Senyiur, Kamar Diselimuti Asap, Tamu Berhamburan

0
Petugas pemadam kebakaran memeriksa kondisi kamar tamu di lantai dua Hotel Bumi Senyiur pasca kebakaran. Foto: (Dimas/MKN)

SAMARINDA — Kebakaran melanda Hotel Bumi Senyiur, Jalan Diponegoro, Rabu (29/10) sekitar pukul 07.25 Wita. Api diduga bermula dari area lantai dua dan cepat memuntahkan asap tebal yang merambat ke koridor serta sejumlah kamar, memicu evakuasi darurat tamu dan karyawan.

Devi, tamu asal Kutai Timur yang menginap untuk mengikuti pelatihan, menceritakan detik mencekam ketika asap masuk ke kamarnya. “Saya di kamar 236. Anak saya melihat api dari lantai dua dan teriak, ‘Mama, ada kebakaran!’ Saat saya lihat ke jendela, asap sudah masuk,” tuturnya.

Petugas pemadam kebakaran memeriksa kondisi kamar tamu di lantai dua Hotel Bumi Senyiur pasca kebakaran. Foto: (Dimas/MKN)
Bagian luar lantai dua Hotel Bumi Senyiur tampak hangus dan menghitam setelah dilalap api. Foto: Dimas/MKN

Dalam kepanikan, Devi hanya sempat membawa mukena yang dipakai selepas salat Subuh. Ia mengaku sempat mendengar suara ledakan sebelum bergegas menuju tangga darurat. “Koridor gelap karena asap. Ada yang mengarahkan ke tangga darurat. Alhamdulillah selamat,” ujarnya.

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran bersama relawan dikerahkan untuk pemadaman dan evakuasi. Armada dan peralatan tangga diturunkan, sementara akses di sekitar hotel ditutup guna mempercepat operasi dan pendinginan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait sumber api maupun jumlah korban. Kepolisian bersama tim Inafis dijadwalkan melakukan olah tempat kejadian perkara setelah proses pendinginan tuntas. (MK)

Editor: Agus S