Beranda blog Halaman 574

Api Berkobar di Hotel Bumi Senyiur Samarinda, Satu Tamu Diduga Terjebak

0
Kepulan asap tebal terlihat membubung dari lantai dua Hotel Bumi Senyiur saat api berkobar hebat, Rabu pagi (29/10/2025). Foto: Istimewa

SAMARINDA – Kobaran api melanda Hotel Bumi Senyiur di Jalan Diponegoro, Samarinda, Rabu pagi (29/10/2025) sekitar pukul 07.25 Wita. Api berkobar dari lantai dua bangunan dan menimbulkan asap tebal yang membumbung tinggi di kawasan pusat kota.

Menurut laporan sementara, seorang perempuan diduga masih terjebak di kamar 435 lantai dua. Petugas gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan relawan berupaya keras mengevakuasi korban menggunakan tangga dan selang air di tengah asap pekat.

“Tadi sempat ada laporan satu orang, ibu-ibu, masih di dalam kamar. Tim masih berusaha menyelamatkan,” ujar salah satu petugas di lokasi.

Petugas pemadam berupaya mengevakuasi korban dari lantai dua Hotel Bumi Senyiur, Samarinda. Foto: Istimewa

Puluhan tamu dan karyawan hotel berhasil dievakuasi ke halaman depan. Beberapa unit mobil pemadam kebakaran dari berbagai pos turut dikerahkan untuk menjinakkan api yang sempat merembet ke bagian dalam bangunan.

Pantauan di lapangan menunjukkan titik api berasal dari salah satu kamar tamu di lantai dua. Hingga berita ini diturunkan, petugas masih melakukan proses pendinginan dan penyisiran untuk memastikan tidak ada korban lain di dalam gedung. (MK)

Editor: Agus S

Pemkot Siapkan Solusi Bantu Warga Kesulitan Bayar Iuran BPJS

0
Forum Konsultasi Publik yang digelar Dinas Kesehatan. (ist)

BONTANG – Dalam Forum Konsultasi Publik yang digelar Dinas Kesehatan, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, memaparkan langkah-langkah strategis untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan membayar iuran BPJS Kesehatan.

Forum yang menjadi wadah partisipatif antara pemerintah dan masyarakat ini, bertujuan untuk menyerap masukan dan harapan demi meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Kota Taman.

Salah satu isu utama yang dibahas adalah upaya mencapai Universal Health Coverage (UHC) 100%. Wali Kota mengungkapkan, saat ini sekitar 94% warga Bontang telah menjadi peserta BPJS aktif.

Namun, masih ada 6% yang non-aktif, sebagian besar karena berhenti bekerja atau tidak mampu membayar iuran mandiri.

“Pemerintah menargetkan seluruh masyarakat Bontang dapat menjadi peserta aktif BPJS. Untuk itu, kami akan mengalokasikan dana dari APBD dan berkoordinasi dengan provinsi untuk meng-cover sekitar 11.000 warga yang belum terdaftar,” ujar Wali Kota Neni Moerniaeni.

Penulis: Dwi S
Editor” Yusva Alam

Cegah Cyberbullying Lewat Media Film

0
Sosialisasi yang unik, puluhan kepala sekolah dan tenaga pendidik diajak nonton bareng (nobar) di bioskop XXI Citimall Bontang. (ist)

BONTANG – Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Pemkot menggandeng para pendidik untuk memanfaatkan media film sebagai sarana efektif Penguatan Pendidikan Karakter (PPK).

Dalam acara sosialisasi yang unik, puluhan kepala sekolah dan tenaga pendidik diajak nonton bareng (nobar) di bioskop XXI Citimall Bontang, Selasa (28/10/2025).

Film berdurasi 1 jam 40 menit ini sengaja diputar sebagai media pembelajaran untuk membangun empati dan menanamkan nilai moral dengan cara yang relevan bagi generasi digital.

Wali Kota Bontang, yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan, Rafidah, menekankan bahwa cyberbullying bukanlah masalah sepele. Dampaknya sangat berbahaya karena dapat menghancurkan rasa percaya diri anak dan mengancam masa depan mereka.

Oleh karena itu, Pemkot Bontang mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari sekolah, orang tua, hingga masyarakat luas, untuk bahu-membahu mengawal dan mendampingi para pelajar.

Melalui sinergi ini, diharapkan lingkungan belajar yang aman dan berkarakter dapat terwujud, memastikan generasi muda Bontang tumbuh cerdas secara akademik, sosial, dan moral, sebagai persiapan menyongsong Indonesia Emas 2045.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pesan Menpora Erick Tohir di Upacara Sumpah Pemuda

0
Sekda Aji saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025 di Lapangan Makodim 0908/Bontang. (ist)

BONTANG – Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025 berlangsung khidmat di Lapangan Makodim 0908/Bontang, Selasa (28/10) pagi. Mewakili Wali Kota Bontang, Sekretaris Daerah (Sekda) Aji Erlinawaty memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025, yang berlangsung di Lapangan Makodim 0908/Bontang, Selasa (28/10) pagi. Sekaligus menyampaikan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir.

Dalam amanat yang dibacakan Sekda Aji, Erick Thohir menegaskan bahwa ikrar Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 bukan sekadar kata-kata, melainkan semangat yang mengikat seluruh anak bangsa dalam satu tekad.

“Semangat itu masih relevan hingga hari ini, ketika kita menghadapi berbagai tantangan baru di era globalisasi dan kemajuan teknologi,” ucapnya.

Tahun ini, peringatan Hari Sumpah Pemuda mengusung tema “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu”. Tema tersebut menjadi pengingat bahwa kemajuan bangsa tidak akan terwujud tanpa partisipasi aktif generasi muda.

“Pemuda dan pemudi Indonesia harus terus bergerak, berkarya, serta berinovasi demi mewujudkan Indonesia yang lebih maju. Jadilah pemuda yang adaptif, kreatif, dan berintegritas,” lanjutnya.

Erick Thohir juga berpesan agar generasi muda menggunakan kecanggihan teknologi untuk hal-hal positif. Media sosial diharapkan menjadi sarana menyebarkan inspirasi, bukan kebencian.

“Gunakan ilmu dan kreativitas untuk membangun, bukan meruntuhkan. Jadilah pemuda dan pemudi yang membawa semangat persatuan di mana pun berada,” demikian pesan Menpora dalam amanatnya.

Usai pelaksanaan upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan kepada delapan pemuda kreatif dan inovatif Kota Bontang yang telah berprestasi di berbagai bidang. Mereka adalah:

• Indah Permatasari, Wirausaha muda Dapur Jamu Ibu
• Selvi Wulandari, Wirausaha muda Sayour
• M. Askar Wiryawan, Pramuka berprestasi
• Fatih Adhika Wahyudi, Juara 1 Film Pendek
• Prosineki, Juara 1 Kreativitas Kuliner
• M. Baidhlowi, Juara 2 Kreativitas Grafika
• Ali Darmawan, Juara 1 Kreativitas Grafika
• Fahmi, kategori Suara Musik

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi Pemerintah Kota Bontang terhadap semangat dan karya generasi muda yang berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Pemkot Resmikan 2 Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak

0
Penandatanganan komitmen bersama kelurahan ramah perempuan dan peduli anak. (ist)

BONTANG — Pemerintah Kota Bontang meresmikan Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak (KRPPA) untuk Kelurahan Bontang Baru dan Kelurahan Satimpo. Sekaligus dirangkai dengan Bimbingan Teknis Relawan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA), di Aula MUI Bontang, Selasa (28/10).

“Pemerintah Kota Bontang terus berkomitmen untuk mewujudkan kota yang inklusif, aman, dan nyaman bagi semua warganya — tanpa terkecuali perempuan dan anak-anak. Melalui program KRPPA, kita ingin memastikan bahwa pembangunan tidak hanya berbicara tentang infrastruktur, tetapi juga tentang rasa aman, partisipasi, dan keadilan sosial,” ungkap Staf Ahli Pembangunan Kemasyarakatan dan SDM, Lukman.

Ia menambahkan, Pemkot Bontang juga menginisiasi Ruang Bersama Indonesia (RBI) — sebuah gerakan yang mendorong sinergi antara pemerintah daerah, lembaga masyarakat, dan dunia usaha untuk menciptakan lingkungan yang setara dan bebas kekerasan bagi perempuan dan anak.

“Kita ingin menjadikan Bontang sebagai kota pelopor dalam memastikan tidak ada satu pun warga, terutama perempuan dan anak, yang tertinggal dalam arus pembangunan. Semoga melalui peluncuran KRPPA ini, semakin banyak perempuan Bontang yang berani bersuara, berdaya, dan berperan aktif, serta semakin banyak anak-anak yang tersenyum karena merasa aman dan dihargai,” imbuhnya.

Sebagai bentuk nyata dukungan terhadap gerakan ini, kegiatan launching KRPPA ditandai dengan penandatanganan Komitmen Bersama Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak, oleh Wali Kota Bontang, Ketua TP PKK, Kepala DP3AKB, serta para Relawan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) Kota Bontang.

Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat implementasi kebijakan ramah perempuan dan peduli anak di tingkat kelurahan. Melalui dua KRPPA yang telah diluncurkan, Pemkot Bontang berharap seluruh kelurahan ke depan dapat menerapkan prinsip-prinsip partisipatif, setara, dan aman bagi perempuan dan anak, sekaligus menjadikan Bontang sebagai kota percontohan di Kalimantan Timur.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Janji Tak Kunjung Terpenuhi, Massa Kutim Menggugat Datangi Kantor Bupati

0
Massa sambangi kantor bupati untuk sampaikan tuntutan terkait reformasi kinerja sejumlah OPD. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA — Ratusan warga Kutai Timur (Kutim) turun ke jalan menagih janji pemerintah daerah yang dinilai tak kunjung terpenuhi. Massa yang menamakan diri Kutim Menggugat itu menggelar aksi damai di halaman Kantor Bupati Kutim, Selasa (28/10/2025), dengan membawa 13 tuntutan utama yang ditujukan langsung kepada Bupati Ardiansyah Sulaiman.

Aksi dimulai sejak sore hari dengan pengawalan ketat aparat kepolisian dan Satpol PP. Para peserta aksi datang membawa spanduk bertuliskan desakan agar Pemkab segera membenahi tata kelola pemerintahan yang dianggap berjalan lambat dan tidak tepat sasaran.

Koordinator aksi, Arsil, menegaskan bahwa 13 tuntutan tersebut merupakan refleksi dari kekecewaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah daerah yang dinilai tak konsisten dengan janji-janji politik maupun program kerja yang pernah dijanjikan.

“Selama ini kami hanya mendengar janji di atas panggung dan di meja rapat. Tapi di lapangan, masyarakat tidak merasakan hasilnya. Banyak pembangunan yang macet, banyak janji yang tidak ditepati,” tegas Arsil di hadapan ratusan massa.

Massa juga menyoroti lemahnya koordinasi antar-organisasi perangkat daerah (OPD) dan menuding adanya penurunan kualitas pelayanan publik. Beberapa OPD disebut bekerja tanpa arah jelas dan tidak mampu menjalankan visi kepala daerah secara efektif.

“Bupati harus mengevaluasi perangkatnya. Kalau memang tidak bisa bekerja, lebih baik diganti. Jangan biarkan masyarakat menunggu hasil yang tak pernah datang,” tambahnya lantang.

Sekitar pukul 17.00 WITA, Bupati Ardiansyah Sulaiman akhirnya menemui perwakilan massa didampingi Wakil Bupati Mahyunadi, Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto, dan Kasatpol PP Fata Hidayat. Dalam dialog terbuka, Ardiansyah mengaku memahami keluhan masyarakat dan menegaskan bahwa sebagian besar aspirasi tersebut akan segera ditindaklanjuti.

“Aspirasi masyarakat ini normatif, dan saya terima dengan terbuka. Beberapa program memang tertunda karena faktor administrasi dan penyaluran dana dari pusat. Namun tidak ada yang kami abaikan,” kata Ardiansyah.

Ia juga berjanji melakukan evaluasi terhadap kinerja perangkat daerah, terutama yang berkaitan langsung dengan perencanaan, penganggaran, dan pelayanan publik. “Kita akan lihat sejauh mana tanggung jawab mereka dijalankan. Kalau memang perlu perombakan, akan kita lakukan,” ujarnya.

Aksi unjuk rasa berakhir dengan damai menjelang magrib. Massa membubarkan diri setelah menerima tanggapan langsung dari kepala daerah dan menegaskan akan terus mengawal realisasi tuntutan yang mereka ajukan.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

‘Cap Jempol Stop Stunting,’ Gebrakan Baru Pemkab Kutim Tekan Angka Stunting

0
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman saat menghadiri peluncuran Cap Jempol Stop Stunting. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA — Pemerintah Kutai Timur (Kutim) terus menunjukkan langkah nyata dalam mempercepat penurunan angka stunting. Melalui program inovatif bertajuk “Cap Jempol Stop Stunting,” Pemkab Kutim menggandeng berbagai pihak untuk bersama menekan kasus stunting dan memperkuat ketahanan keluarga.

Program yang digagas Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPKKB) Kutim ini resmi diluncurkan pada Selasa (28/10/2025) di Ruang Akasia Gedung Serba Guna (GSG), Pusat Perkantoran Bukit Pelangi, Sangatta.

Kepala DPKKB Kutim Achmad Junaidi menjelaskan, Cap Jempol Stop Stunting merupakan inovasi kolaboratif yang menjadi strategi terpadu dalam penanganan keluarga berisiko stunting di Kutim.

“Melalui peluncuran ini, pemerintah daerah berharap muncul sinergi lintas sektor mulai dari pemerintah, akademisi, swasta, hingga masyarakat untuk memperkuat gerakan bersama menekan angka stunting. Ini langkah konkret membangun keluarga yang sehat, produktif, dan bebas stunting,” tegasnya.

Junaidi juga menambahkan, setiap keluarga diharapkan menjadi agen perubahan dalam menciptakan generasi emas Kutim yang sehat dan cerdas.

Sementara itu, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengapresiasi langkah DPKKB dalam menghadirkan terobosan baru tersebut.

Ia menegaskan bahwa penanganan stunting bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kunci keberhasilan ada pada kolaborasi. Dengan cap jempol sebagai simbol komitmen bersama, kita berharap tidak ada lagi anak-anak Kutim yang mengalami stunting,” ujar Ardiansyah.

Peluncuran Cap Jempol Stop Stunting menjadi momentum penting dalam memperkuat gerakan bersama menuju Kutim bebas stunting. Program ini menandai semangat baru daerah dalam membangun ketahanan keluarga serta menyiapkan generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Usia di Bawah 12 Tahun Tak Disarankan Ikut Jenguk Pasien, RSUD Sediakan Pojok Bermain Anak

0
Pojok bermain anak yang tersedia di RSUD Taman Husada Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – RSUD Taman Husada Bontang menyediakan pojok bermain anak, yang terdapat di lantai dasar. Pojok bermain anak ini diperuntukkan bagi anak-anak pengunjung, yang tidak diberbolehkan ikut masuk menjenguk pasien.

Kepala Bagian (Kabag) Umum dan Sumber Daya Manusia (SDM) RSUD Taman Husada Bontang, Andiga Mufti Kusumawardhani mengatakan, pihaknya tetap menyediakan tempat ramah anak, dimana tempat tersebut hanya sebagai sarana anak-anak sembari menunggu.

Sebab, anak-anak di bawah usia 12 tahun sangat tidak disarankan untuk mengikuti masuk menjenguk orang sakit, sebab kondisi dan imun anak-anak masih sangat rentan terhadap berbagai penyakit.

“Walaupun kita semua tahu, kalau anak-anak memang sangat dilarang untuk datang ke RS kecuali berobat. Jadi kami pihak dari RSUD tetap membuatkan tempat ramah anak,” ucapnya, Selasa (28/10/2025).

Ramah anak adalah konsep yang berarti menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan memenuhi hak-hak anak. Lingkungan ramah anak menjamin perlindungan dari kekerasan, diskriminasi, dan perlakuan salah, serta mendorong partisipasi, kesejahteraan, dan tumbuh kembang anak.

“Kita sediakan tempat ramah anak, untuk anak-anak bisa menunggu sambil bermain di tempat tersebut. Karena sangat ada batasan bagi anak-anak, jika untuk ikut berkunjung,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Digitalisasi Jumlah Kunjungan di MPP, DPMPTSP Kembangkan Aplikasi PRISMA

0
Fauzi menjelaskan aplikasi PRISMA. (Syakurah)

BONTANG – Dalam upaya meningkatkan efektivitas dan transparansi layanan di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bontang, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) tengah mengembangkan sistem digital bernama PRISMA atau Pelaporan dan Statistik Mal Pelayanan Publik.

Fauzi Achmad Haruna, Pranata Komputer Ahli Pratama DPMPTSP Bontang, mengatakan sistem digital ini sebagai solusi atas proses pelaporan kunjungan yang selama ini masih dilakukan secara manual.

“Selama ini kami setiap bulan diminta data jumlah kunjungan MPP oleh Inspektorat. Namun karena belum ada sistem terintegrasi, pendataan masih dilakukan manual lewat WhatsApp, dan sering kali datanya tidak akurat,” jelasnya, Selasa (28/10/2025).

Melalui aplikasi PRISMA, setiap gerai layanan di MPP seperti Disdukcapil, PDAM, Dinkes, hingga Bapenda kini akan memiliki sistem antrean digital yang terkoneksi langsung dengan dashboard pelaporan. Sistem ini tak hanya mencatat jumlah pengunjung, tetapi juga menampilkan data statistik secara real-time dan dapat diekspor ke format Excel.

“Setiap pengunjung nanti akan mengambil nomor antrean secara digital. Data itu otomatis terekam dalam sistem dan bisa langsung dilihat oleh petugas maupun pihak Inspektorat tanpa perlu konfirmasi manual lagi,” terangnya.

Ditambahkan, sistem ini dibuat dengan dua mode: offline untuk penggunaan langsung di lokasi MPP, dan online agar dapat diakses dari mana saja selama jam kerja. Selain itu, PRISMA juga dirancang transparan dan dapat diakses publik untuk melihat data kunjungan maupun tren layanan di 12 gerai yang tergabung dalam MPP Bontang.

“Tujuannya bukan hanya mempermudah pelaporan, tapi juga memberi dasar data yang kuat untuk evaluasi dan perbaikan layanan,” ujarnya.

Saat ini, PRISMA masih dalam tahap uji coba bertahap, sembari menunggu pengadaan sarana pendukung seperti jaringan internet dan smart TV untuk menampilkan informasi antrean.

“Secara tampilan dan fitur masih terus kami kembangkan. Tapi mayoritas pihak gerai sudah menyatakan dukungan dan siap menggunakan sistem ini,” tambah Fauzi.

Rencananya, aplikasi PRISMA akan dioptimalkan dan dijalankan penuh mulai tahun depan, seiring dengan prioritas pemerintah kota dalam program digitalisasi pelayanan publik.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Optimalisasi Media Sosial, DPMPTSP Gencar Promosikan MPP Lewat Instagram

0
Penjelasan Aisyah terkait optimalisasi Instagram MPP. (Syakurah)

BONTANG – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang, mulai mengoptimalisasi penggunaan media sosial Instagram Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bontang.

Aisyah Kadir, Pranata Humas DPMPTSP Bontang menjelaskan, sebelumnya Instagram MPP itu ada tapi tidak aktif. Tidak pernah memberikan informasi terbaru apa saja yang ada di MPP tersebut

“Dulu isinya hanya postingan ulang dari Instagram PTSP saja, tidak punya template visual sendiri,” terangnya, Selasa (28/10/2025).

Aisyah mengungkapkan, terdapat peningkatan pengikut akun Instagram MPP semenjak akun tersebut mulai ia isi dengan konten-konten edukatif dan informatif terkait MPP, serta pelayanan apa saja yang ada di dalamnya.

“Dulu pengikutnya 100 lebih saja, sekarang sudah bertambah 100 persen. Lumayan sudah hampir sebulan ini,” pungkasnya.

Ia mengisi platform sosmed tersebut dengan informasi-informasi dasar yang yang perlu diketahui oleh masyarakat. Awalnya dia membuat konten interaktif yang menjelaskan apa itu MPP.

“Ternyata masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui apa itu MPP, mereka tidak tahu bahwa ada loh tempat pelayanan yang terletak di lantai 4 gedung Pasar Taman Rawa Indah,” tuturnya.

Selain itu, dalam postingannya ia juga menampilkan 12 gerai apa saja yang ada di MPP, serta kegiatan apa saja yang ada di sana. Ia mengungkapkan belum sebulan akun tersebut aktif namun sudah banyak pengunjung yang mampir ke laman tersebut.

“Ini di salahsatu postingan sudah puluhan ribu yang lihat. Sebelumnya hanya ratusan. Pengunjung juga lebih banyak yang bukan followers sih, tapi pasti mereka penasaran,” ujarnya sembari menampilkan data kunjungan akun tersebut.

Selanjutnya, ia akan terus menambahkan postingan terkait informasi mendasar yang dibutuhkan masyarakat, “Bisa jadi informasi terkait apa saja yang dibutuhkan untuk mengurus suatu berkas dan sebagainya,” tutupnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam