Beranda blog Halaman 574

670 Anak dari 67 Lembaga PAUD di Bontang Semarakkan Peringatan Hari Anak Nasional

0
670 Anak dari 67 Lembaga PAUD di Bontang Semarakkan Peringatan Hari Anak Nasional
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat melakukan sesi foto bersama anak PAUD se-Kota Bontang. (Ist).

BONTANG – Sebanyak 670 anak dari perwakilan 67 Lembaga PAUD se-Kota Bontang, hadir dalam memperingati Hari Anak Nasional, yang berlangsung di Stadion Bessai Berinta (Lang-Lang), Selasa (2/9/2025).

Diketahui, kehadiran anak-anak dengan jumlah tersebut, telah menunjukkan antusiasme yang tinggi dari seluruh pihak. Sekaligus untuk memperkuat sinergi antara guru, orang tua, pemerintah, serta masyarakat untuk mendukung tumbuh kembang anak.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menekankan pentingnya menjaga kesehatan anak untuk mencetak generasi yang unggul, dimana anak-anak yang sehat dan cerdas akan menjadi sumber daya manusia yang berkualitas, serta siap membawa Indonesia menjadi bangsa yang kuat dan maju.

“Karena itu, kita bersama-sama harus bisa mencegah stunting dengan pola gizi yang seimbang. Adapun dengan pola asuh yang baik, dan perhatian penuh dari keluarga maupun pemerintah,” ucapnya.

Tak hanya itu, Neni juga menyampaikan bahwa pemerintah telah berkomitmen untuk mendukung tenaga pendidik PAUD dengan meningkatkan insentif menjadi Rp 2 juta, dan dengan seragam anak, maupun tas khusus untuk PAUD dan TK.

“Dengan harapan anak-anak di Bontang bisa terus tumbuh sehat, cerdas, berakhlak mulia, serta mampu meraih cita-cita mereka untuk masa depan,” tambahnya.

Dengan mengusung tema ‘Sehat, Cerdas, dan Berkarakter Menuju Generasi Emas Indonesia’ kegiatan ini dirangkai dengan senam bersama dan makan gizi seimbang. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Warga Korban Rumah Ambruk di Bontang Kuala Dapat Bantuan dari Pemkot

0
Warga Korban Rumah Ambruk di Bontang Kuala Dapat Bantuan dari Pemkot
Neni saat memberikan bantuan kepada keluarga yang rumahnya ambruk di Bontang Kuala. (ist)

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang menyalurkan bantuan kepada dua warga Bontang Kuala RT 06 yang rumahnya ambruk pada Senin (1/9/2025) siang. Bantuan tersebut langsung diserahkan oleh Wali Kota Bontang, Moerniaeni, Rabu (3/9/2025).

Bantuan berupa paket sembako itu diharapkan dapat meringankan beban kedua warga yang kini terpaksa tinggal sementara di rumah keluarga mereka.

Adapun upaya perbaikan rumah, ia menjelaskan hal tersebut terkendala aturan karena bangunan berada di atas laut dan tidak memiliki sertifikat tanah.

“Nanti kita diskusikan dahulu, memang agak sulit aturan untuk diajukan ke Dinas Sosial,” ungkapnya.

Sebelumnya, dua rumah milik Burhan dan Ramlan ambruk akibat tiang penyangga yang lapuk dimakan rayap laut, dan diperparah dengan angin kencang. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. (Sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Pemkot Bontang Matangkan Persiapan HUT ke-26 Kota Bontang

0
Pemkot Bontang Matangkan Persiapan HUT ke-26 Kota Bontang
Rapat pertama pembahasan HUT Kota Bontang. (Syakurah)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang tengah mematangkan persiapan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Kota Bontang yang akan berlangsung pada Oktober mendatang.

Rangkaian kegiatan akan dimulai pada 12 Oktober, dengan upacara bendera yang dilakukan di Lapangan Bessai Berinta Lang-lang.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Dasuki, menyebutkan konsep perayaan tahun ini akan lebih difokuskan pada pemberdayaan pelaku UMKM.

“Tahun ini kita akan melibatkan UMKM. Untuk rangkaian lain, kami masih konsultasikan dengan pimpinan, apakah mengikuti pola tahun lalu atau menyesuaikan kondisi sekarang,” ujarnya, Rabu (3/9/2025).

Ia menyebutkan, DKUMPP telah menyiapkan keterlibatan UMKM agar kegiatan HUT dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Selain itu Tari Jepen juga akan kembali dihadirkan dengan 2000 penari.

“Sekitar 50 UMKM akan terlibat,” katanya.

Sementara itu, untuk kegiatan Bontang City Carnival (BCC), pelaksanaannya masih menunggu arahan panitia. Meski begitu, perangkat daerah menyatakan siap mendukung, termasuk menghadirkan atraksi tarian Jepen massal.

“BCC tetap berjalan, tapi teknisnya menunggu kepastian. Ada wacana pelaksanaan malam hari, namun masih perlu koordinasi resmi dengan kepolisian,” tambah Dasuki.

Dengan konsep yang lebih sederhana namun tetap meriah Ia berharap BCC tetap dapat dilaksanakan, lantaran tahun 2025 ini terdapat efisiensi anggaran berdasarkan instruksi Inpres nomor 1 2025. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Kejari Bontang Bongkar Dugaan Korupsi Rp2,55 Miliar di Kegiatan Bimtek Dishub

0

Pembaca Setia Radar Bontang!
Kejaksaan Negeri Bontang berhasil mengungkap dugaan tindak pidana korupsi senilai Rp2,55 miliar pada kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) di Dinas Perhubungan. Kasus ini tengah menjadi sorotan publik dan kini dalam proses penanganan hukum lebih lanjut.

Baca selengkapnya di Koran Digital Radar Bontang edisi Rabu, 3 September 2025.

👉 Baca E-Paper Lengkap
👉 Akses Versi Mobile

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!

Kejari Ungkap Dugaan Korupsi Bimtek di Salahsatu OPD, Rugikan Negara hingga Ratusan Juta

0
Kepala Kejari Bontang (tengah), Pilipus Siahaan. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bontang ungkap adanya dugaan korupsi terkait dengan biaya perjalanan bimbingan teknis (Bimtek) di salah satu organisasi Perangkat Daerah (OPD), yakni Dinas Perhubungan (Dishub) Bontang.

Kasus ini terungkap setelah adanya laporan masyarakat, terkait indikasi manipulasi anggaran dalam sejumlah kegiatan bimtek yang dilaksanakan pada 2024–2025. Tercatat sebanyak 13 kegiatan Bimtek, dan di antara lima kegiatan bermasalah.

Kepala Kejari Bontang, Pilipus Siahaan mengatakan bahwa kegiatan Bimtek yang digelar dan difasilitasi oleh Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Asbani Bintang Center (ABC) merinci total biaya perjalanan dinas tersebut mencapai hingga Rp 2,55 miliar.

Adapun anggaran dalam perjalanan dinas meliputi Bandung Rp 668 juta, Malang Rp 190 juta, Jakarta Rp 750 juta, Balikpapan Rp 241 juta, serta Yogyakarta Rp 702 juta.

“Ini kegiatan Bimtek yang digelar dengan para pesertanya ASN maupun tenaga kontrak. Untuk kerugian keuangan negara kurang lebih sekitar Rp 470 juta,” ucapnya, Selasa (2/9/2025).

Kejari Bontang telah memeriksa lebih dari 120 saksi, terdiri dari ASN dan juga tenaga kontrak lainnya yang turut terlibat, sampai dengan pejabat Dishub. Bahkan pihak dari LPK sebagai penyelenggara juga sudah dipanggil untuk dimintai keterangan.

”Untuk penyelidikan resminya dimulai 16 Juli 2025 lalu, dan saat ini masih akan berlanjut. Kemungkinan juga untuk jumlah tersangkanya lebih dari satu orang, karena praktik ini diyakini melibatkan lebih dari satu pihak,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Tak Ada Demo di Bontang, Neni Ingatkan Jaga Kondusifitas dan Bagi Pejabat Publik Jangan Flexing

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat kegiatan rapat koordinasi terkait antisipasi perkembangan situasi dan kondisi keamanan di Bontang. (Dwi).

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengimbau masyarakat Bontang untuk tidak menggelar aksi demo seperti di daerah lainnya.

Terlebih lagi untuk seluruh pejabat di lingkungan pemerintah kota (pemkot) beserta dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang, agar tetap bisa mengontrol ucapannya secara bijak. Juga diimbau tidak ada aktivitas seperti flexing dalam konteks apapun, ketika sedang berstatement.

“Mari kita bangun Kota Bontang bersama, kalau unjuk rasa itu hak asasi seseorang, namun ada aturannya. Kalau mau unjuk rasa, bisa sampaikan langsung ke wali kota,” ucapnya, Senin (1/9/2025).

Mengenai banyaknya kegiatan demo dimana-mana di setiap daerah, Neni pun mengajak masyarakat di wilayah Bontang untuk lebih baik berdialog dan berdiskusi bersama. Dimana jika ada ruang dan kesempatan, lebih baik sampaikan pendapatnya secara langsung dengan berdialog.

“Untuk apa demo, buang-buang waktu dan tenaga. Jangan sampai terjadi demo di Bontang, lebih baik kita semua berkumpul untuk berdiskusi bersama,” ungkapnya.

Neni pun turut menyampaikan untuk bisa menjaga dan membangun Kota Bontang bersama. Sangat disayangkan jika Bontang yang sudah dibangun dengan baik, harus dirusak dengan adanya aktivitas demo. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Bontang Dijatah 10.500 Sambungan Jargas Namun Tak Semua Wilayah Bisa Dapat

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. (Syakurah)

BONTANG – Sebanyak 10.500 sambungan jaringan gas (jargas) yang akan direalisasikan tahun 2025-2026 mendatang, dikatakan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni tidak semua wilayah dapat terlayani.

Neni mencontohkan, kawasan Bontang Kuala belum bisa dipasangi jargas karena kondisi rumah berada di atas laut.

“Teknis pemasangan jargas di bawah laut belum ada aturannya di Indonesia. Jadi untuk sementara ini, Bontang Kuala belum bisa mendapatkan jargas,” jelasnya.

Meski begitu, Neni optimistis program ini akan sangat membantu masyarakat Bontang. Ia menekankan bahwa pemasangan jargas akan disesuaikan dengan ketersediaan infrastruktur lain seperti PDAM.

“Kalau PDAM sudah masuk, jaringan gas akan lebih mudah dipasang. Prinsipnya, kita ingin memudahkan masyarakat agar tidak kesulitan gas, apalagi bagi ibu-ibu yang berusaha di rumah tangga,” pungkasnya.

Diinfokan sebelumnya, usulan pemasangan jaringan gas rumah tangga (jargas) akhirnya mendapat persetujuan dari pemerintah pusat. Dari total 11.000 sambungan yang diusulkan, sebanyak 10.500 sambungan jargas akan direalisasikan pada 2025–2026.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyampaikan rasa syukur atas terealisasinya program ini. “Alhamdulillah, Kota Bontang mendapat 10.500 lebih sambungan gas dari 11.000 yang kita usulkan. Insyaallah pengerjaan dimulai akhir tahun ini,” ujarnya, Senin (1/9/2025.(Sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Oknum Guru Diduga Lakukan Kekerasan ke Siswa dan Jual Kedekatan dengan Pejabat, Wali Kota Buka Suara

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. (Dwi).

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni merespon informasi salah satu oknum guru berinisial T yang mengakui memiliki kedekatan dengan pejabat. Lantara dirinya diduga telah melakukan kekerasan ke salah satu siswanya, di Sekolah Dasar Negeri (SDN) wilayah Bontang Selatan, beberapa waktu lalu.

Guru tersebut mengakui memiliki akses dengan leluasa, sebab dirinya telah dekat dengan para pejabat Bontang, salah satunya yakni wali kota. Sehingga, Neni pun langsung membuka suara dan membenarkan terkait hal itu.

“Kalau memang dia dekat dengan bunda, seharusnya dia bisa menjaga nama baik bunda. Jangan begitulah, tidak baik seperti itu. Padahal bundanya baik,” ucapnya saat dikonfirmasi, Senin (1/9/2025).

Terlebih lagi dengan adanya kasus seperti ini, Neni ingin di setiap kawasan lingkungan sekolah, pihaknya bisa memasang kamera cctv guna memantau segala aktivitas belajar mengajar.

“Kalau memang ada bully, semuanya pasti terekam nantinya jika sudah dipasangkan cctv, dan ada buktinya secara langsung,” tambahnya.

Sehingga, Neni sangat tidak membenarkan jika benar adanya kekerasan di lingkungan sekolah, terutama kekerasan terhadap anak-anak.

Sebelumnya, salah satu siswa menangis ketika pulang dari sekolah. Dirinya mengeluhkan sakit di bagian dadanya, yang dimana diduga bagian dadanya telah ditonjok oleh gurunya ketika di sekolah. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Revitalisasi Drainase dan Jalan Kampung Baru hingga Lembah Direncanakan Tahun Depan

0
Revitalisasi Drainase dan Jalan Kampung Baru hingga Lembah Direncanakan Tahun Depan
Lurah Berbas Tengah, Abdul Malik. (Syakurah)

BONTANG – Kelurahan Berbas Pantai merencanakan revitalisasi infrastruktur jalan sekaligus drainase di wilayah Kampung Baru menuju kawasan Lembah. Hal ini disampaikan Lurah Berbas Pantai, Abdul Malik.

Menurutnya, kondisi drainase di kawasan tersebut sudah lama tidak mengalami perbaikan. “Memang sudah lama sekali tidak pernah direvitalisasi. Pengerjaannya harus sekaligus, antara aspal jalan dengan paret kiri dan kanan,” ujar Abdul Malik, Senin (1/9/2025).

Rencananya, perbaikan akan dilaksanakan pada tahun 2026. Panjang jalan yang akan dibenahi mencapai kurang lebih 850 meter, hampir 1 kilometer dari arah Kampung Baru menuju kawasan Lembah.

“Drainase ini yang paling dibutuhkan masyarakat. Selain mengurangi genangan, sekaligus memperbaiki akses jalan warga,” tambahnya.

Pihak kelurahan pun berharap program tersebut segera terealisasi, agar manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat, baik dari sisi kenyamanan maupun kelancaran aktivitas sehari-hari.

Adapun data berdasarkan dari Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (Sirup) pada tahun ini, Berbas Tengah telah melakukan peningkatan drainase di RT 30 dan RT 52. (Sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Total Bonus Rp1,2 Miliar untuk Kafilah MTQ Berprestasi

0

Pembaca Setia Radar Bontang!
Pemerintah Kota Bontang memberikan total bonus sebesar Rp1,2 miliar bagi kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) yang berhasil meraih prestasi. Bonus ini menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan kerja keras para peserta yang telah mengharumkan nama daerah di ajang MTQ.

Baca selengkapnya di Koran Digital Radar Bontang edisi Selasa, 2 September 2025.

👉 Baca E-Paper Lengkap
👉 Akses Versi Mobile

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!