Beranda blog Halaman 575

Supir Truk Sampah DLH Bontang Meninggal Mendadak di Simpang 3 Ramayana

0
Supir Truk Sampah DLH Bontang Meninggal Mendadak di Simpang 3 Ramayana
Tangkapan layar video saat korban dievakuasi, dan truk sampah yang dibawa korban saat bekerja. (Ist)

BONTANG – Supir truk sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) ditemukan meninggal dunia di Simpang 3 Ramayana Bontang Jalan MH Thamrin, Selasa (2/9/2025). Tepatnya berada di lampu merah di depan Kantor BPKAD.

Berdasarkan video yang beredar, supir truk sudah tidak sadarkan diri dan langsung dievakuasi oleh warga sekitar. Ia diduga mengalami serangan jantung. Saat media ini memantau di lokasi, truk sudah diamankan sementara di dalam parkiran Ramayana.

Salah satu petugas Rumah Sakit Amalia menjelaskan, jenazah sempat dibawa oleh warga pada pukul 11.30 wita. Tim medis telah melakukan pemeriksaan dan ternyata korban sudah tidak bernyawa.

“Sudah dibawa oleh ambulan ke rumah duka,” katanya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Total Rp 1,2 Miliar Diguyur untuk Apresiasi Kafilah MTQ, Pemkot Dukung Pembinaan Qur’ani

0
Pemberian Bonus kepada kafilah MTQ yang mendapatkan juara ditingkat provinsi dan nasional. (Syakurah)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang memberikan bonus penghargaan kepada kafilah berprestasi pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), baik di tingkat provinsi maupun nasional, beberapa waktu lalu. Dengan total sebesar Rp1,2 miliar.

Sekretaris Daerah Bontang sekaligus Ketua LPTQ, Aji Erlynawati, menjelaskan anggaran tersebut bersumber dari hibah Pemerintah Provinsi Kaltim serta hibah Pemerintah Kota Bontang tahun 2025.

Untuk bonus penghargaan tingkat provinsi totalnya Rp942,5 juta. Rinciannya, juara 1 sebesar Rp30 juta, juara 2 Rp25 juta, juara 3 Rp20 juta, serta juara harapan 1-3 masing-masing Rp10 juta. Sementara untuk pelatih, juara 1 mendapat Rp20 juta, juara 2 Rp15 juta, juara 3 Rp10 juta, dan pelatih harapan 1 sebesar Rp7,5 juta.

Ia merinci, penerima bonus tingkat provinsi terdiri dari enam orang peserta juara 1, enam orang juara 2, sepuluh orang juara 3, 20 orang juara harapan 1, tujuh orang juara harapan 2, serta enam orang juara harapan 3. Sedangkan untuk pelatih, penerima bonus terdiri dari dua orang juara 1, tujuh orang juara 2, satu orang juara 3, dan satu orang juara harapan 1.

Sementara itu, untuk bonus tingkat nasional disiapkan dana Rp290 juta. Rinciannya, juara 1 mendapat Rp40 juta, juara 2 Rp35 juta, juara 3 Rp30 juta, serta pelatih juara 1 sebesar Rp30 juta. Adapun penerimanya terdiri dari empat peserta juara 1, dua peserta juara 2, satu peserta juara 3, serta satu pelatih juara 1.

“Alhamdulillah, total anggaran yang kita siapkan mencapai Rp1,2 miliar,” katanya, Senin (1/9.2025).

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, dalam kesempatan yang sama menekankan bahwa keberhasilan kafilah Bontang merupakan wujud rezeki dan karunia dari Allah SWT.

“Rezeki tidak pernah tertukar. Allah telah memberikan kita potensi untuk mencintai dan mempelajari Al-Qur’an. Tahun ini kita meraih juara ketiga meskipun dengan segala keterbatasan, tetapi yang penting kita sudah menunjukkan eksistensi,” ujarnya.

Neni pun mengapresiasi seluruh kafilah, pelatih, serta guru agama yang telah berkontribusi, sekaligus mengajak seluruh penggiat agama di Bontang untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Gak Ada Angin dan Hujan, Tiba-tiba Dua Rumah di BK Ambruk

0
Kondisi kedua rumah yang ambruk di perairan sekitar Bontang Kuala. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Dua rumah yang terletak di perairan sekitar wilayah Bontang Kuala (BK) ambruk, Senin (1/9/2025) kemarin, sekitar pukul 12.00 Wita.

Dugaan ambruknya kedua rumah tersebut, lantaran di bagian penyangga rumahnya sudah mulai keropos dan juga lapuk, akibat terlalu seringnya terhantam dan terendam air laut.

Ketua RT.06 Kelurahan Bontang Kuala, Hasanuddin menjelaskan, bahwa rumah yang ambruk itu memang masuk di wilayahnya. Kedua rumah tersebut adalah milik Burhan dan Ramlan.

“Padahal angin dan airnya juga tidak lagi kencang, tiba-tiba saja rumah mereka langsung ambruk. Ini karena rumahnya sudah mulai keropos, akibat jarang kering, dengan maksud sering terkena air laut terus jadinya lapuk kayunya,” jelasnya saat dikonfirmasi, Selasa (2/9/2025).

Diketahui, untuk rumah Burhan yang ambruk sebenarnya hanya dijadikan sebagai rumah singgah saja. Sebab rumah yang sebenarnya ia miliki ada di wilayah RT.05 Bontang Kuala.

Sedangkan untuk rumah milik Ramlan adalah rumah tinggal mereka, yang diisi oleh tiga orang penghuni. Yakni dirinya, dengan kedua anaknya yang masih duduk di bangku sekolah.

“Untungnya sebagian barang-barang di rumah milik pak Ramlan sudah sempat diselamatkan. Tapi kalau rumah milik pak Burhan, itu sebagai rumah singgah saja,” jelasnya.

kini pak Ramlan beserta dengan kedua anaknya sedang mengungsi di rumah keluarganya di RT.05. Sejauh ini, pihak kelurahan juga sudah sempat konfirmasi ke Dinas Sosial (Dinsos), untuk bantuan bagi korban yang terdampak.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

10.553 Pemasangan Jargas Direalisasikan September 2025

0

Pembaca Setia Radar Bontang!
Sebanyak 10.553 sambungan jaringan gas (jargas) rumah tangga mulai direalisasikan pada September 2025. Program ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi energi serta memberikan alternatif bahan bakar yang lebih ramah lingkungan dan terjangkau bagi masyarakat.

Baca selengkapnya di Koran Digital Radar Bontang edisi Senin, 1 September 2025.

👉 Baca E-Paper Lengkap
👉 Akses Versi Mobile

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!

Santunan 100 Anak Yatim di Bontang, Sinergi Pemerintah dan Baznas

0
Pemberian santunan dari BAZNAS oleh wali Kota Bontang. (Syakurah)

BONTANG – Sebanyak 100 anak yatim di Kota Bontang menerima santunan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) yang diserahkan di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, Senin (1/9/2025).

Santunan tersebut berupa perlengkapan sekolah seperti tas, sepatu, seragam, serta uang tunai masing-masing Rp 500 ribu. Total nilai bantuan mencapai Rp 100 juta, yang dialokasikan oleh Baznas pusat dan disalurkan melalui Baznas Kota Bontang.

Kepala Baznas Kota Bontang, Kuba Siga, menyampaikan bahwa bantuan ini ditujukan untuk mendukung kebutuhan pendidikan anak yatim mulai tingkat TK hingga SMA. “Alhamdulillah, Bontang mendapat jatah 100 anak. Harapannya, mereka bisa lebih bersemangat menempuh pendidikan,” jelasnya.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, yang turut hadir menyerahkan santunan, menyebutkan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata keberkahan zakat. Ia menekankan pentingnya memanfaatkan santunan dengan baik, untuk menunjang masa depan anak-anak penerima.

“Ini adalah keberkahan dari zakat, dan pemerintah berkomitmen menyalurkan zakat ASN setiap bulan melalui Baznas. Banyak manfaat yang bisa dirasakan masyarakat, mulai dari menekan angka kemiskinan ekstrem hingga memberikan bantuan sosial,” kata Neni.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan Baznas akan terus diperkuat, agar lebih banyak warga Bontang yang terbantu. “Semoga anak-anak kita bisa tumbuh menjadi generasi yang lebih kuat dan berdaya,” pungkasnya. (Sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Pipa PDAM di Depan Terminal Bontang Bocor, Bank BRI Terdampak Luberan Air dan Lumpur

0
Kebocoran Pipa Jalan S.Parman, Kelurahan Telihan. (Syakurah)

BONTANG – Pipa air milik PDAM mengalami kebocoran akibat adanya pengerjaan penggalian pipa void yang berada di Jalan S.Parman, Kelurahan Telihan, atau tepatnya di depan Terminal Bontang, Senin (01/09/2025).

Akibat kebocoran tersebut kantor Cabang Bank BRI yang berada di dekat area kebocoran dipenuhi lumpur serta air, tepatnya di bagian parkiran bank tersebut.

Salah satu petugas keamanan bank menyebutkan, air dan lumpur sisa penggalian sempat memasuki kantor. “Tadi sempat masuk ke dalam, langsung kami bersihkan, takut kena berkas yang penting,” ujarnya.

Petugas lapangan proyek menjelaskan, penyebab kebocoran ini lantaran pengerukan tanah menggunakan alat berat, alat tersebut menggali sekitar 1,8 meter dan mengenai pipa tersebut.

“Setelah kejadian kami laporkan ke PDAM,” katanya.

Ia juga menjelaskan, bahwa pihak PDAM juga dikerahkan turun untuk melakukan pembersihan di wilayah yang terdampak.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Mini Tournamen Remtal ke-4 2025 Resmi Ditutup

0
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris di kegiatan Mini Tournamen Remtal. (Ist).

BONTANG – Mini Tournamen Remaja Tanjung Laut (Remtal) ke-4 2025 secara resmi ditutup oleh Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, yang berlokasi di Lapangan Sepak Bola Tanjung Laut, Bontang Selatan.

Perlu diketahui dalam turnamen ini tidak hanya menjadi ajang olahraga saja, akan tetapi juga menjadi momentum mempererat tali silaturahmi antar warga, khususnya generasi muda bersama dengan Pemerintah Kota (Pemkot).

Saat penutupan berlangsung, Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menekankan akan pentingnya peran generasi muda, dalam menjaga semangat nasionalisme untuk bisa terus membangun masa depan bangsa.

Terlebih lagi selain memperingati kemerdekaan, turnamen ini juga menjadi wadah positif bagi anak-anak muda untuk menyalurkan energi dan kreativitasnya.

“Semoga semangat ini terus terjaga, dan generasi muda kita semakin berkomitmen untuk bekerja keras mewujudkan Indonesia yang lebih maju, sejahtera, dan berkeadilan,” ucapnya, Minggu (31/8/2025).

Mini Tournament Remtal ke-4 di 2025 ini merupakan hasil kolaborasi antara masyarakat dengan Kelurahan Tanjung Laut, yang berhasil menyelenggarakan berbagai kegiatan menghibur dan membangkitkan semangat kemerdekaan.

Selain pertandingan sepak bola dan bola voli yang menjadi daya tarik utama, panitia juga turut menyelenggarakan berbagai perlombaan rakyat seperti tarik tambang, balap karung, hingga lomba karaoke yang turut menambah semarak suasana.

Sebagai puncak acara, panitia menyelenggarakan kegiatan jalan sehat yang diikuti oleh ratusan warga, dari berbagai RT setempat di wilayah Kelurahan Tanjung Laut.

Acara ini semakin semarak dengan hadirnya berbagai doorprize menarik seperti peralatan rumah tangga, sepeda, hingga voucher belanja, hingga berbagai penampilan sebagai hiburan. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Salat Subuh Berjamaah di Musala Al Khoirot, Wali Kota Harap Bisa Berdialog, Hingga Berinteraksi Bersama Membangun Bontang

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat usai salat subuh berjamaah di Mushola Al-Khoirot di Perumahan Seraton. (Ist)

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengajak seluruh jajaran pegawai di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot), untuk bisa melaksanakan salat subuh berjamaah.

Salat subuh berjamaah berlangsung di Musalah Al-Khoirot, Perumahan Seraton, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara, Minggu (31/8/2025) yang turut dihadiri oleh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, lurah, Ketua RT setempat, hingga warga sekitar.

Seusai salat subuh selesai, Neni menyampaikan bahwa kegiatan salat subuh berjamaah bukan hanya sekedar ibadah saja, tetapi juga menjadi ruang dialog dan juga interaksi antar pemerintah dengan masyarakat.

“Melalui salat subuh berjamaah seperti ini, kita bisa berdialog dan berinteraksi bersama-sama secara langsung, khususnya dalam membangun Kota Bontang,” ucapnya.

Adapun di kondisi saat ini, Neni juga menyampaikan bahwa selain menjalankan program infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat, terkait isu kesehatan juga menjadi salah satu pusat perhatian.

Sehingga, Neni meminta pada dinas terkait seperti Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk bisa lebih serius mengatasi permasalahan stunting. Meningkatkan pula program makanan bergizi gratis bagi anak-anak, dan juga ibu hamil.

“Sebab, kita terus berupaya agar bisa menargetkan angka stunting, bisa dengan cepat turun di 2027 mendatang,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Wujudkan Janji, Neni – Agus Haris Segera Naikan Insentif Pegiat Agama, Guru, Hingga Kader Posyandu

0
Wujudkan Janji, Neni - Agus Haris Segera Naikan Insentif Pegiat Agama, Guru, Hingga Kader Posyandu
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, dan Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris. (Dwi)

BONTANG – Di masa kampanye, Neni Moerniaeni – Agus Haris pernah berjanji di bawah kepemimpinan mereka akan menaikan insentif bagi pegiat agama, guru, Ketua Rukun Tetangga (RT) hingga kader Posyandu.

Janji tersebut bakal terlaksana sebentar lagi. Untuk gaji Ketua RT sebelumnya hanya Rp 1,2 juta, akan naik menjadi Rp 2 juta. Sedangkan insentif guru honorer atau swasta akan dinaikkan menjadi Rp 2 juta, dimana Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) telah menyetujui untuk membantu menyumbang tambahan per orang Rp 500 ribu.

“Adapun untuk kader posyandu nantinya akan dinaikkan menjadi Rp 1 juta, dari yang sebelumnya hanya Rp 300 ribu saja,” ucapnya, Minggu (31/8/2025).

Selanjutnya, untuk pegiat agama seperti marbot, pendeta, pastor dan juga pemuka agama lainnya, akan menaikkan insentifnya menjadi Rp 2 juta.

Pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2025, anggaran tersebut naik hingga mencapai Rp 3,1 triliun. Hal ini disampaikan secara langsung saat Rapat Paripurna ke-18 beberapa waktu lalu.

“Alhamdulillah untuk APBD kita di Perubahan ini naik, sesuai dengan visi misi kita sebelumnya kalau insentif-insentif akan kita naikkan, jadi kita harus menjalankan sesuai dengan amanah,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Neni – Agus Haris Prioritaskan Program Penurunan Stunting Sampai Terealisasinya Pemasangan Jargas

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. (Dwi).

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni dan Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris telah berkomitmen akan mengedepankan program-program yang menjadi prioritas, seperti mengutamakan penurunan angka stunting hingga terealisasikan pemasangan jaringan gas (Jargas).

Neni menyatakan, pihaknya akan berupaya untuk menekan angka stunting, turun menjadi 14 persen di 2027 mendatang. Padahal untuk tingkat nasional telah menargetkan penurunan stunting, diperkirakan hingga di 2030 mendatang.

“Stunting ini permasalahan yang sangat serius, maka kita berupaya untuk bisa cepat menurunkan angka stunting. Sehingga kita melakukan pemberian makanan bergizi ke balita dan ibu hamil yang mengalami masalah gizi,” jelasnya, Minggu (31/8/2025).

Saat ini pun di Bontang ada sebanyak 1.219 balita yang masuk dalam kategori prevalensi stunting. Bahkan di Kelurahan Loktuan menjadi wilayah paling mendominasi, dengan sekitar 213 balita.

“Ini menjadi langkah konkret kita dalam mengupayakan penanggulangan stunting, yang masih menjadi permasalahan serius di Kota Bontang,” tambahnya.

Adapun untuk terealisasikan pemasangan jargas gratis bagi rumah tangga sebanyak 10.553 sambungan di tahun ini, yang nantinya akan segera dipasang pada September 2025 mendatang.

Neni berharap dengan adanya pemasangan jargas tersebut dapat meringankan beban ekonomi masyarakat, dengan biaya lebih murah dibandingkan menggunakan tabung gas elpiji.

“Kita berupaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, dengan terealisasikan pemasangan jargas ini semoga bisa sedikit meringankan beban masyarakat,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam