Beranda blog Halaman 576

Karnaval Kemerdekaan Loktuan Berlangsung Meriah

0
Kegiatan karnaval kemerdekaan Kelurahan Loktuan. (ist)

BONTANG – Salah satu rangkaian kemeriahan HUT RI ke-80, Kelurahan loktuan berhasil menggelar karnaval kemerdekaan yang menjadi agenda tahunan.

Kali ini karnaval dilaksanakan, Minggu (31/8/2025) dengan total peserta lebih dari 1200 orang, yang berasal dari wilayah Kelurahan Loktuan yang terbagi dalam 36 kelompok.

“Satu kelompok ada yang sampai 45 orang, ramai sekali,” ujar Lurah Loktuan, Supriadi.

Ia juga menjelaskan, pada tahun lalu karnaval juga diikuti oleh warga yang berasal dari Sidrap maupun Kelurahan Guntung, namun pada tahun ini hanya warga Loktuan saja.

“Mereka menyatakan belum siap untuk itu tidak bisa paksa mereka untuk ikut,” tambahnya.

Karnaval berlangsung di bawah hujan yang mengguyur sejak Minggu pagi, meskipun begitu karnaval tetap dilaksanakan dengan totalitas. Seluruh peserta juga tampak bersemangat melakukan penampilan dan yel-yel di depan dewan juri.

Setelah karnaval berlangsung, semua peserta berkumpul dan langsung diberikan pengumuman bagi yang mendapatkan juara, serta dimeriahkan dengan doorprize serta hiburan. (Sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Lurah Loktuan Dorong Pemanfaatan Lahan Eks Kelsri untuk Relokasi Pedagang

0
Lurah Loktuan Dorong Pemanfaatan Lahan Eks Kelsri untuk Relokasi Pedagang
Lurah Loktuan, Supriadi. (Syakurah)

BONTANG – Kelurahan Loktuan tengah mengupayakan pemanfaatan lahan eks Kelsri, agar bisa menjadi lokasi relokasi pedagang yang saat ini berjualan di tepi jalan.

Lurah Loktuan, Supriadi, menyebut lahan tersebut sudah lama tidak terawat dan sempat mengalami kebakaran pada Ramadan lalu.

“Lahan eks Kelsri ini kondisinya memang tidak terawat, bahkan sempat terbakar saat Ramadan kemarin. Karena itu kami sudah bersurat ke pihak Maybank selaku pemilik aset, untuk meminjamkan lahan tersebut. Harapannya, pedagang bisa dipindahkan ke sana agar lebih tertata,” ungkap Supriadi.

Menurutnya, jika lahan itu bisa dimanfaatkan, maka pengelolaan kebersihan akan diserahkan kepada para pedagang. Selain untuk relokasi, lahan tersebut juga berpotensi dijadikan Ruang Terbuka Hijau (RTH) atau alun-alun kecil yang tetap bisa dipakai pedagang pada pagi hingga siang hari.

“Warga kita sudah ada yang mengusulkan, agar lahan ini difungsikan sebagai alun-alun. Jadi, selain jadi tempat relokasi pedagang, juga bisa dimanfaatkan masyarakat sebagai ruang terbuka. Apalagi pagi hari kawasan itu cukup padat oleh aktivitas warga yang berangkat kerja,” jelasnya.

Supriadi menambahkan, pihaknya juga telah membawa Anggota DPRD Bontang Komisi III meninjau langsung lokasi tersebut setelah Ramadan lalu. Namun hingga kini, pihak Maybank belum memberikan jawaban resmi terkait permohonan peminjaman lahan.

“Saya sudah telepon kembali minggu lalu, katanya masih dievaluasi pimpinan mereka. Saya minta apapun keputusannya segera dibalas, supaya kami bisa menentukan langkah berikutnya. Kalau ditolak, tentu kami akan lanjutkan proses penertiban pedagang dengan SP2,” tegasnya.

Ia menekankan, jika penataan pedagang tidak segera dilakukan, dikhawatirkan jumlahnya semakin menjamur.

“Sekarang saja sebagian sudah mengurangi bangunan permanen jadi bongkar pasang. Tapi kalau terus dibiarkan, kondisinya bisa seperti di KS Tubun, makin padat dan sulit ditertibkan,” pungkasnya. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

MTQ ke-XIX Tingkat Kecamatan Bontang Selatan Resmi Dibuka

0
MTQ ke-XIX Tingkat Kecamatan Bontang Selatan Resmi Dibuka
Pembukaan MTQ ke XIX tingkat Kecamatan Bontang Selatan. (ist)

BONTANG – Kelurahan Satimpo resmi menjadi tuan rumah penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XIX tingkat Kecamatan Bontang Selatan tahun 2025, yang dibuka secara resmi pada Jumat malam (29/8/2025) di Gedung BPU Kecamatan Bontang Selatan.

MTQ ke-XIX tingkat kecamatan ini akan berlangsung mulai 29 Agustus hingga 03 September 2025, dengan melibatkan 277 peserta dari 6 kelurahan di Kecamatan Bontang Selatan.

Para peserta akan mengikuti berbagai cabang lomba, mulai dari tilawah, tartil, tahfizh, syarhil, fahmil, khattil qur’an, hingga karya tulis, yang dibagi dalam kategori anak-anak, remaja, hingga dewasa, baik putra maupun putri.

Kegiatan ini mengusung tema “MTQ Menebar Rahmat, Menyatukan Umat” sebagai wujud penguatan nilai-nilai syiar Islam dan persaudaraan antar umat.

Pembukaan MTQ ke-XIX dilakukan oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Dasuki, yang hadir mewakili Wali Kota Bontang.

Sebagai tuan rumah, Kelurahan Satimpo berpartisipasi aktif dengan mengirimkan peserta pada beberapa cabang lomba, antara lain tilawah, tartil, tahfizh, syarhil, dan fahmil putra-putri.

Dasuki menyampaikan, kegiatan MTQ ke-XIX ini memiliki beberapa tujuan mulia di antaranya meningkatkan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan al-qur’an; menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an; masyarakat menjadi sarana mempererat ukhuwah islamiyah; serta menyiapkan kader-kader qari/qariah terbaik dari Kota Bontang.

“Selamat bertanding kepada seluruh peserta. Semoga kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan,” ujar Dasuki.

Suasana pembukaan berlangsung meriah, ditandai dengan penekanan tombol sirine yang menandakan bahwa MTQ ke-XIX tingkat Kecamatan Bontang Selatan resmi dimulai. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Ekspor Rumput Laut Jadi Peluang Besar, Wawali Sebut Budidaya Biota Laut Harus Dikembangkan

0
Ekspor Rumput Laut Jadi Peluang Besar, Wawali Sebut Budidaya Biota Laut Harus Dikembangkan
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris saat ditemui. (Dwi).

BONTANG – Kota Bontang menjadi satu-satunya penghasil rumput laut terbaik se-kabupaten/kota di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim). Hal ini telah dibuktikan dengan keberhasilan Bontang mengekspor hasil rumput laut hingga ke India, untuk yang pertama kalinya.

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris mengatakan bahwa untuk saat ini pemerintah dengan langkah cepat, akan melangsungkan rapat terkait pembudidayaan rumput laut, serta dengan pemetaan desain para petani yang dimana mereka harus dibekali dengan matang.

“Jika kita sudah fokuskan ke petani-petani rumput laut ini, maka berlanjut nantinya, kita akan libatkan perusahaan yang ada di Bontang sebagai pendukung pembudidayaan rumput laut,” jelasnya, Jumat (29/8/2025).

Selanjutnya, Agus Haris juga menambahkan bahwa semua yang berada di laut seperti ikan, udang, lobster, bahkan teripang akan memiliki potensi dan nilai ekspor yang tinggi, jika dikelola dengan baik.

“Kalau sudah koordinasi dengan semua perusahaan, kita tekankan ke mereka untuk tetap menjaga dalam pembuangan limbah dengan benar. Agar nantinya limbah-limbah dari perusahaan, tidak sampai masuk ke lokasi produksi rumput laut,” ungkapnya.

Perlu diketahui, untuk pertama kalinya Bontang melakukan ekspor rumput laut ke India, dengan berat total 5 ton. Agus Haris pun sangat berharap untuk ke depannya, Bontang setiap tahun bisa mengekspor budidaya rumput laut ke berbagai macam negara.

“Budidaya terkait biota laut harus dikembangkan, apalagi kita sudah berhasil mengekspor rumput laut sampai ke luar negeri. Ini harus ditingkatkan, karena menurut saya ini adalah peluang besar,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

10.553 Pemasangan Jargas di Bontang Akan Direalisasikan September 2025 Mendatang

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat ditemui awak media. (Dwi).

BONTANG – Pemasangan jaringan gas (jargas) untuk rumah tangga gratis bagi masyarakat di wilayah Bontang, akan direalisasikan di September 2025 mendatang. Sehingga nantinya ada sebanyak 10.553 pemasangan.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengatakan bahwa pihaknya telah mendapatkan informasi tersebut melalui Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Pejabat Pembuat Komitmen (PKK) Ditjen Migas.

“Setidaknya untuk pemasangan jargas sudah mulai direalisasikan bagi warga Bontang. Insyaallah di September,” ucapnya, Jumat (29/8/2025).

Untuk pemasangan jargas pun bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN), terlebih lagi dalam pengupayaan pemasangan jargas bukan hanya sekedar infrastruktur saja melainkan memenuhi kebutuhan bagi masyarakat.

“Pemasangannya kan di September 2025, kemungkinan selesai di 2026 mendatang. Iya maunya lebih cepat, lebih baik,” tutupnya. (Dwi/Adv).

Editor: Yusva Alam

Ekspor Rumput Laut ke India, Wawali Sebut Ini Realitas Potensi Kelautan Bontang

0
Ekspor Rumput Laut ke India, Wawali Sebut Ini Realitas Potensi Kelautan Bontang
Wakil Wali Kota, Agus Haris saat kegiatan pelepasan ekspor rumput laut (Dwi).

BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris secara resmi melakukan pelepasan ekspor perdana rumput laut dari Kota Bontang menuju ke India. Kegiatan pelepasan berlangsung di Pelabuhan Tanjung Laut Indah, Kecamatan Bontang Selatan, Jumat (29/8/2025).

Pelepasan ekspor di hari ini merupakan realita potensi kelautan yang ada di Bontang, khususnya dari sektor budidaya komoditas rumput laut yang memiliki nilai strategis.

Terlebih lagi, produk yang akan dikirim telah melewati proses yang panjang, melalui pembudidayaan, pengolahan, hingga memenuhi standar ekspor untuk tujuan India.

“Pastinya saya sampaikan apresiasi dan penghargaan kepada PT. Borneo Ocean Nauly, atas keberhasilan dalam memasarkan produk rumput laut dari Bontang ke luar negeri,” ucap Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris saat sambutannya.

Adapun dalam hal Ini adalah capaian yang tidak hanya berbicara tentang keberhasilan, melainkan sudah memasuki tahap kesinambungan dan keberhasilan ekspor.

“Kolaborasi nyata seperti ini sangat penting dalam mewujudkan proses hilirisasi industri di Bontang, bahkan di pencapaian ini tidak mungkin terwujud tanpa adanya kerja keras, kolaborasi yang kuat, dan dukungan dari seluruh pihak,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Perdana! Bontang Ekspor Rumput Laut Sebanyak 5 Ton ke India

0
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris saat pelepasan ekspor rumput laut, di Pelabuhan Tanjung Laut Indah. (Dwi).

BONTANG – Untuk pertama kalinya, Kota Bontang mengekspor rumput laut ke Negara India sebanyak 5 ton. Pengiriman tersebut berlamgsung Jumat (29/8/2025), di Pelabuhan Tanjung Laut Indah, Kota Bontang.

Rumput laut yang diekspor berasal dari perairan di wilayah Tihi-Tihi, yang dikelola dan dibudidayakan secara langsung melalui PT. Borneo Ocean Nauly.

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris menyampaikan bahwa dalam ekspornya rumput laut perdana ini, menjadi bukti nyata bahwa Bontang memiliki peluang besar untuk ekspor. Bahkan, untuk rumput laut yang paling bagus di Kalimantan Timur (Kaltim) se-kabupaten/kota berasal dari Bontang.

“Maka dengan melihat peluang seperti ini, sekarang pemerintah harus memikirkan bagaimana cara mengimplementasikan wilayah pesisir untuk bagian lautnya, dimana memiliki peluang dengan ekosistemnya,” jelasnya.

Sehingga dengan adanya kegiatan ekspor perdana ini pemerintah kota (pemkot) akan terus berupaya melakukan pengiriman rumput laut ke luar negeri setiap tahunnya, dengan menghasilkan rumput laut yang lebih banyak lagi.

“Kita usahakan untuk bisa mengekspor rumput laut tiap tahunnya, dengan ini nantinya kita juga akan melibatkan seluruh perusahaan yang ada. Kita semua harus memiliki kesepahaman untuk bisa menjaga biota laut, dari limbah,” tutupnya.

Diketahui untuk jangka panen rumput laut selama kurang lebih sekitar 40-45 hari dengan kualitas terbaik. Untuk sekali panen menghasilkan sekitaran 15 ton rumput laut dalam setahun, dengan harapan volume bertambah jika tidak tercemar dengan limbah. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Balap Ketinting dan Lomba Dayung Warnai HUT RI ke-80 di Selambai

0
Pembukaan race ketinting Selambai. (Syakurah)

BONTANG – Ikatan Pemuda Selambai Berkarya (IPSB) melangsungkan lomba balap ketinting dan dayung perahu tahun 2025 selama tiga hari.

Lomba tersebut berlangsung mulai tanggal 29 sampai 31 Agustus mendatang dengan jumlah peserta saat ini 20 orang.

Kepala IPSB, Adi mengungkapkan pada tahun sebelumnya ia menyatakan peserta bisa mencapai 50, “Nanti saat lomba berlangsung kemungkinan peserta dapat bertambah,” ujarnya.

Mewakili Wali Kota Bontang, Lurah Loktuan, Supriadi menyambut baik kegiatan tersebut dan mengapresiasi IPSB yang konsisten melestarikan budaya maritim melalui lomba tradisional.

“Perlombaan ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga wujud kecintaan kita terhadap budaya maritim dan kearifan lokal yang diwariskan leluhur. Ketinting sebagai transportasi tradisional masyarakat pesisir adalah simbol ketangguhan dan kemandirian,” disampaikannya.

Ia juga menekankan pentingnya kekompakan dalam perlombaan sebagai cerminan pembangunan kota. “Seperti mendayung, kita harus kompak seirama agar bisa melaju kencang. Demikian pula dalam membangun Bontang, harus saling bergandengan tangan demi kemajuan bersama,” lanjutnya.

Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan bisa mempererat silaturahmi antarwarga, sekaligus menjadi hiburan edukatif bagi masyarakat.

Pemerintah Kota Bontang juga berharap lomba balap ketinting dapat berkembang menjadi destinasi wisata tahunan, khususnya di kawasan Selambai, sehingga dapat menarik minat wisatawan dan mendorong semangat nelayan dalam merawat serta mengemudikan perahu tradisional.

“Perlombaan balap ketinting dan lomba dayung perahu dalam rangka HUT RI ke-80 secara resmi saya nyatakan dibuka,” ucapnya. (Sya/adv)

Editor: Yusva Alam

60 Rumah Warga Berbas Tengah Dapat Bantuan Perbaikan Melalui Program Aladin

0
60 Rumah Warga Berbas Tengah Dapat Bantuan Perbaikan Melalui Program Aladin
Lurah Berbas Tengah, Abdul Malik Rifai. (Syakurah)

BONTANG – Sebanyak 60 rumah warga di Kelurahan Berbas Tengah mendapat bantuan perbaikan melalui Program Aladin tahun ini. Bantuan tersebut menyasar rumah-rumah tidak layak huni, terutama yang mengalami kerusakan pada atap, lantai, dan dinding.

Lurah Berbas Tengah, Abdul Malik Rifai menyampaikan, Program Aladin tersebar di 62 RT yang ada di wilayahnya. Namun tidak semua RT mendapatkan bagian, karena penerima dipilih berdasarkan kriteria kondisi rumah yang benar-benar rusak.

“Tidak semua RT mendapat, karena penentuan penerima sesuai kriteria. Yang benar-benar rusak, baik atap, lantai maupun dindingnya. Data dari kelurahan, kemudian diserahkan ke dinas terkait untuk diverifikasi,” jelasnya, Senin (25/8/2025).

Ia menambahkan, program ini merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Urusan teknis anggaran berada di dinas terkait, sementara pihak kelurahan berperan dalam mendata warga yang layak menerima.

“Yang terpenting, warga kami terbantu dengan adanya perbaikan rumah ini. Itu sudah sangat kami syukuri,” ujarnya.

Pengerjaan program Aladin di Berbas Tengah sudah dimulai sejak bulan lalu, dan ditargetkan rampung pada tahun ini juga. Untuk tahap awal, baru 60 rumah yang diperbaiki. Meski begitu, masih ada sejumlah rumah lain yang diharapkan bisa mendapatkan bantuan serupa pada tahun berikutnya. (Sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Loktuan Catat Kasus Stunting Tertinggi, Kelurahan dan Kader Gencar Lakukan Intervensi

0
Lurah Loktuan, Supriadi. (Syakurah)

BONTANG – Kelurahan Loktuan menjadi wilayah dengan jumlah kasus stunting terbanyak di Kota Bontang. Saat ini, tercatat sebanyak 231 bayi dan balita ditambah empat ibu hamil menjadi sasaran pemberian Program Makanan Tambahan (PMT).

Lurah Loktuan, Supriadi menegaskan bahwa penanganan stunting bukan perkara yang bisa selesai dalam waktu singkat. Selain intervensi lewat PMT, pola hidup masyarakat juga perlu diubah agar kesadaran akan pentingnya kesehatan anak dapat meningkat.

“Masalahnya bukan hanya di program, tapi bagaimana warga bisa sadar bahwa penimbangan dan pemantauan tumbuh kembang anak itu penting. Banyak yang menganggap remeh, padahal data dari operasi timbang menunjukkan penurunan stunting dari 29% menjadi 24%,” ungkapnya, Senin (25/8/2025).

Beberapa wilayah seperti RT 7 dan RT 8 masih mencatat angka kasus paling tinggi. Namun, antusiasme warga datang ke Posyandu cenderung menurun setelah operasi timbang serentak dilakukan.

Untuk mengatasi hal tersebut, kader Posyandu bersama pihak kelurahan berupaya melakukan jemput bola dengan mendatangi langsung rumah warga. Bahkan, pihak kelurahan turut serta mengajak masyarakat agar tidak melewatkan layanan kesehatan dasar di posyandu.

Meski pengawasan distribusi PMT dinilai sudah berjalan baik, masih ada keluhan dari kader terkait menu makanan yang kurang lengkap atau kurang segar. Saat ini penyediaan PMT masih ditangani pihak ketiga yang ditunjuk melalui mekanisme di Dinas Kesehatan.

“Kami berharap ke depan PMT bisa dikelola oleh kelompok masyarakat (Pokmas) di Loktuan. Kader-kader sudah dibekali pelatihan membuat makanan sehat balita, sehingga SDM-nya sebenarnya siap,” tambahnya. (Sya/adv)

Editor: Yusva Alam