Beranda blog Halaman 577

Pengurus AFKOT Bontang Periode 2025-2029 Dilantik, Alfin Terpilih Ketua

0
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris saat pelantikan pengurus AFKOT, di Pendopo, Rujab Wali Kota. (Ist)

BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris menghadiri acara pelantikan kepengurusan Asosiasi Futsal Kota (AFKOT) Bontang yang berlangsung di Pendopo, Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota.

Kegiatan ini menandai awal barunya bagi organisasi futsal di Bontang, untuk terus berkembang dan menggali potensi lokal di bidang olahraga terkhususnya futsal. Terlebih lagi, momen ini menjadi tonggak penting dalam upaya konsolidasi organisasi untuk periode kepengurusan di empat tahun ke depan.

Pelantikan dimulai dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) di kepengurusan baru dengan masa jabatan periode 2025-2029 mendatang, yang kemudian dilanjutkan dengan prosesi pelantikan secara resmi oleh Ketua Umum AFP Kaltim, Adnan Faridhan.

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, yang turut hadir menegaskan bahwa pentingnya olahraga futsal bukan hanya sebagai ajang kompetisi saja, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter generasi muda.

“Olahraga futsal juga sebagai pembentukan karakter, sportivitas, disiplin, dan kerja sama antar tim. Ini nilai-nilai penting yang harus terus ditanamkan kepada generasi muda, agar terhindar dari pengaruh negatif,” ucapnya saat sambutan.

Adapun Agus Haris juga berpesan, agar AFKOT Bontang dapat menjadi wadah pembinaan yang mampu melahirkan atlet-atlet berkarakter dan berprestasi, serta mampu bersaing di level regional maupun nasional.

“Keberadaan AFKOT harus mampu memberikan ruang dan peluang bagi anak-anak muda Bontang. Pembinaan yang berkelanjutan akan menjadi bekal penting, agar mereka bisa menjaga semangat dan daya saing, baik di dalam maupun luar lapangan,” ungkapnya.

Pelantikan pengurus AFKOT Bontang ini menandai awal babak baru dalam pengembangan olahraga futsal di Bontang. Dengan sinergi antara pemerintah, asosiasi olahraga, dan masyarakat, menjadi harapan untuk mencetak prestasi gemilang di masa depan.

Kesempatan yang sama, Ketua AFKOT Bontang terpilih, Alfin Rausan Fikry menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya dan tim pengurus.

Dirinya menegaskan jika komitmennya untuk membawa AFKOT Bontang lebih aktif dalam membina, dan mengembangkan potensi-potensi futsal di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda.

“Terima kasih atas amanah yang telah diberikan. Kami berharap ke depan AFKOT Bontang dapat menjadi motor penggerak dalam menggali potensi masyarakat, khususnya dalam bidang olahraga futsal,” pungkasnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Orang Tua Siswa Alami Kekerasan Minta Kejelasan ke Sekolah, Oknum Guru Tidak Mau Mengakui

0
Orang Tua Siswa Alami Kekerasan Minta Kejelasan ke Sekolah, Oknum Guru Tidak Mau Mengakui
Ilustrasi (Ist)

BONTANG – Salah satu siswa di Sekolah Dasar Negeri (SDN) di wilayah Bontang Selatan, diduga menjadi korban kekerasan gurunya sendiri di lingkungan sekolah.

Sebelumnya, guru yang berinisial T tersebut diduga telah melakukan tindakan kekerasan ke siswanya, ketika ada kegiatan perlombaan di sekolah, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-80 kemarin.

Orang tua dari siswa tersebut menjelaskan, tepat di Kamis (21/8/2025) kemarin, anaknya pulang dari sekolah dengan keadaan menangis sambil mengeluhkan jika di bagian dadanya terasa sakit.

“Dia pulang sekolah langsung nangis sambil mengeluh dada bagian kirinya sakit, katanya sempat ditonjok gurunya,” ucapnya saat dihubungi, Kamis (28/8/2025).

Terlebih lagi anaknya merasa sempat kebingungan, kenapa gurunya melakukan kekerasan. Saat diminta penjelasan ke guru secara langsung, guru tersebut enggan memberikan alasan akan tetapi malah mengeluarkan kata-kata kasar.

“Tidak tahu anak saya salahnya dimana, tetapi guru ini malah mengancam balik untuk lapor ke polisi, atas pencemaran nama baik. Ini kan aneh, saya malah dibilang memfitnah,” tambahnya.

Sehingga dengan adanya insiden tersebut, anak tersebut tidak mau lagi untuk masuk ke sekolah lantaran mengalami trauma. Bahkan orang tuanya pun ke sekolah untuk mencari tahu, apa sumber permasalahannya, dan meminta mediasi ke guru yang bersangkutan.

“Guru yang bersangkutan tidak merasa melakukan kekerasan, terlebih lagi anak saya sudah seminggu tidak sekolah, lantaran untuk mencari titik terang dari permasalahan ini. Saya yang merasa dirugikan,” jelasnya.

Sedikit informasi, guru yang bersangkutan ini mengakui jika dirinya sangat sulit tersentuh, lantaran mempunyai kedekatan dengan para pejabat, terutama Wali Kota Bontang. Sehingga orang yang mengetahui permasalahan tersebut memilih untuk bungkam.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Guru SD Diduga Lakukan Kekerasan ke Siswanya, Plt Kepala Disdikbud Sebut Kasus Lama

0
Plt Kepala Disdikbud Bontang, Saparuddin. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Beredar informasi terkait adanya seorang guru yang diduga melakukan kekerasan kepada muridnya, di salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) di wilayah Bontang Selatan, Kota Bontang.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Saparuddin menyatakan bahwa dugaan kasus kekerasan yang dilakukan oleh guru tersebut ke siswanya, sebenarnya adalah kasus yang sudah lama.

Dirinya menjelaskan, jika kasus tersebut terjadi sekitar dua minggu yang lalu, akan tetapi saat kejadian itu terjadi pihak dari kepala sekolah tersebut justru terlambat mengetahui informasinya.

“Ini sudah lama sebenarnya, tapi terkait masalahnya cuman berhenti sampai antara guru dengan siswa saja,” ucapnya saat dihubungi via telepon, Kamis (28/8/2025).

Sehingga Disdikbud Bontang mengimbau kepada seluruh pihak, agar dapat melaksanakan koordinasi yang lebih baik lagi, dari pihak guru maupun orang tua yang harus lebih aktif berkoordinasi ke kepala sekolah.

“Selanjutnya jika kepala sekolah tidak bisa mengambil keputusan sendiri, dikoordinasikan ke kami dari Disdikbud untuk ditindak lanjuti,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Diskominfo Bontang Luncurkan Website SILATIK untuk Layanan Aduan Teknologi Informasi

0
Peluncuran Silatik oleh Diskominfo Bontang. (Syakurah)

BONTANG – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bontang resmi meluncurkan Sistem Layanan Teknologi Informatika (SILATIK), berupa website yang digunakan sebagai pusat layanan aduan masyarakat terkait gangguan teknologi informasi, Rabu (28/8/2025).

Melalui SILATIK, masyarakat maupun Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dapat menyampaikan laporan seputar kendala teknologi informasi, mulai dari layanan WiFi gratis pemerintah, aplikasi pelayanan publik, hingga website resmi milik OPD yang mengalami gangguan.

“Kalau sebelumnya masyarakat bingung harus melapor ke mana, sekarang bisa langsung lewat SILATIK. Cukup isi keluhan, lokasi, dan keterangan lainnya. Bisa diakses lewat website maupun HP,” jelas Kepala Diskominfo Bontang, Anwar Sadat.

Untuk tahap awal, SILATIK difokuskan pada layanan pengaduan berbasis teknologi informasi. Ke depan, sistem ini direncanakan akan diintegrasikan dengan SP4N-LAPOR!, sehingga cakupan laporan masyarakat menjadi lebih luas.

Selama ini, jumlah laporan masyarakat melalui SP4N-LAPOR! di Bontang masih minim. Tercatat, pada 2024 hanya ada 10 laporan yang masuk. Hal ini salah satunya karena pilihan isian yang dinilai rumit.

“SILATIK lebih sederhana dan langsung menyasar layanan TIK. Nantinya setelah dikembangkan, akan kami koneksikan dengan SP4N-LAPOR!,” tambahnya.

Selain itu, Diskominfo Bontang juga telah memperkuat keamanan sistem dengan membangun lima website OPD, menggunakan mesin yang lebih tahan terhadap serangan siber. (Sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Baznas Award 2025, Wali Kota Terima Penghargaan Kategori Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat Indonesia

0

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni telah menerima penghargaan prestasi di kategori Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat Indonesia, dalam Baznas Award 2025, di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Kamis (28/8/2025).

Kegiatan tahunan seperti Penganugerahan Baznas Award secara rutin digelar, dalam rangka mengapresiasi kinerja Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) kabupaten/kota, Baznas provinsi, Lembaga Amil Zakat (LAZ) dan para pihak yang telah berkontribusi besar terhadap pengelolaan zakat di indonesia.

Ketua Baznas Bontang, Kuba Siga, yang diwakili oleh Wakil Ketua IV Baznas Bontang, Arsyad menyampaikan bahwa ini penghargaan perdana yang didapatkan oleh Kota Bontang, dimana penghargaan dari Baznas Republik Indonesia (RI) Awards 2025.

Sehingga dirinya berharap dengan adanya penghargaan ini, kepercayaan masyarakat terhadap lembaga Baznas semakin terus meningkat, adapun dengan zakat telah disalurkan ke Baznas akan diupayakan semaksimal mungkin untuk masyarakat Bontang.

Adapun keberhasilan Baznas Bontang tidak lepas dari dukungan penuh Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang, baik dalam perhimpunan dan sinergi pemberdayaan untuk masyarakat Kota Bontang.

“Semua penyaluran dan pendayagunaan zakat, pastinya akan kita berikan ke penerima zakat sesuai dengan ketentuan 8 Asnaf dan program program BAZNAS. Di antaranya seperti program Bontang sehat, Bontang cerdas, pemberdayaan ekonomi advokasi dan dakwah yang telah ditentukan,” jelasnya.

Perlu diketahui, setiap tahunnya Baznas Bontang selalu melakukan kegiatan dalam bentuk pemberdayaan ekonomi, seperti: Z Mart, Z Chiken, Z Laundry, Z Auto.

Selanjutnya adapun program Bontang sehat seperti sunat atau khitan massal, yang melibatkan anak-anak dari golongan keluarga kurang mampu. Ada juga dengan program penyaluran dalam bentuk RTLH.

Dengan begitu, harapannya Baznas Bontang bisa terus meningkatkan kemanfaatan untuk masyarakat yang membutuhkan bantuan, dan melaksanakan tanggung jawab sesuai ketentuan yang diamanahkan berdasarkan prinsip 3A ‘Aman Syar’i Aman Regulasi dan Aman NKRI’.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Seorang Wanita Nekat Naik ke Atas Gedung RSUD, Diduga Percobaan Bunuh Diri

0
Seorang wanita berada diatas gedung RSUD Taman Husada Bontang. (Ist).

BONTANG – Seorang wanita diduga melakukan upaya percobaan bunuh diri di atas gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Bontang, Rabu (27/8/2025) sore.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang, Amiluddin menjelaskan, bahwa pihaknya telah mendapatkan laporan terkait informasi tersebut, sehingga petugas langsung bergegas dengan cepat menuju ke lokasi.
Sebelumnya, wanita tersebut dibawa oleh tim medis regu II Disdamkartan menuju ke RSUD, karena mengalami kondisi lemas setelah melakukan penanganan terkait percobaan pelepasan cincin.

Setelah selesai dilakukan penanganan, wanita tersebut langsung keluar dari RSUD. Namun ternyata wanita itu malah naik ke atas gedung melalui tangga darurat.

“Kondisi dan kesimpulan yang anggota dapatkan secara langsung dari lapangan, ini percobaan bunuh diri,” ucapnya.

Sehingga petugas rescue regu I Disdamkartan yang berada di wilayah Bontang Barat, melakukan evakuasi ke wanita tersebut. Penanganan pun berlangsung hingga pukul 18.20 Wita.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pemkot Alokasikan Rp 17 Miliar untuk Beasiswa Mahasiswa Bontang, Neni: Jangan Sampai Double

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. (Dwi).

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 17 miliar untuk beasiswa bagi mahasiswa Kota Bontang.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengatakan bahwa saat ini pemerintah masih menunggu arahan dari pihak provinsi terkait program gubernur, yakni Gratispol.

Neni pun mengungkapkan agar jangan sampai nantinya Pemkot Bontang mengeluarkan anggaran tersebut untuk beasiswa bagi mahasiswa Bontang, akan tetapi bersamaan dengan adanya program Gratispol dari provinsi.

“Yang jelas kita masih menunggu dari provinsi juga, jangan sampai nantinya menjadi double terkait program beasiswa ini. Kita ngasih, provinsi juga ngasih,” ucap Neni.

Neni juga menyatakan bahwa pemerintah akan mengeluarkan anggaran terkait beasiswa tersebut, di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2025.

“Insyaallah di perubahan ini kita akan berikan,” tambahnya.

Selagi menunggu pihak provinsi mengeluarkan beasiswa tersebut, maka nantinya Bontang tidak akan mengeluarkan anggaran lagi. Anggaran yang rencananya dikeluarkan untuk mengalokasikan beasiswa, bisa dipakai untuk yang lain, seperti pembangunan kota.

“Anggaran tersebut kita coba backup, siapa tahu di provinsi tidak turun. Tetapi inginnya sih dibayarkan, biar kita tidak mengeluarkan biaya lagi,” jelasnya.

Mengenai hal tersebut, Neni berpesan ke para mahasiswa yang nantinya mendapatkan beasiswa untuk bisa belajar agar lebih rajin lagi, bahkan kuliahnya harus selesai dengan tepat waktu. Terlebih lagi, tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada.

“Untuk batasan yang mendapatkan beasiswa nantinya sampai 25 tahun di S1. Mereka yang mendapatkan beasiswa harus bisa selesai 4 tahun, tidak boleh lebih. Setidaknya biar bisa memiliki rasa tanggung jawab,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

1.219 Balita di Bontang Masuk Kategori Prevalensi Stunting

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. (Dwi).

BONTANG – Berdasarkan data hasil dari jumlah rincian Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang, sebanyak 1.219 balita di wilayah Kota Bontang masuk dalam kategori prevalensi stunting, per kelurahan. Kelurahan Loktuan menjadi kelurahan paling mendominasi.

Sehingga, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang secara resmi meluncurkan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita dan ibu hamil yang mengalami permasalah gizi. Program tersebut diresmikan secara langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni.

Dirinya menyampaikan bahwa, untuk penanganan stunting menjadi permasalahan yang sangat serius di Bontang, dan pemerintah mengupayakan untuk mengambil langkah dengan cepat dalam penanganan stunting.

Sebelumnya dari data jumlah balita stunting di tiap kelurahan wilayah Kota Bontang, seperti Kelurahan Tanjung Laut Indah 124 balita, Kelurahan Tanjung Laut 113 balita, Kelurahan Berbas Tengah 92 balita, Kelurahan Bontang Lestari 86 balita, Kelurahan Berbas Pantai 82 balita, Kelurahan Guntung 65 balita, serta Kelurahan Bontang Kuala 45 balita.

Selanjutnya di Kelurahan Gunung Telihan terdapat sebanyak 99 balita, Kelurahan Api-Api 77 balita, Kelurahan Bontang Baru 71 balita, Kelurahan Gunung Elai 51 balita, Kelurahan Belimbing 50 balita, Kelurahan Satimpo 33 balita, dan di Kelurahan Kanaan sebanyak 18 balita.

“Maka kami mengupayakan di 2027 mendatang, angka stunting di Bontang bisa turun menjadi 14 persen. Targetnya lebih cepat tiga tahun dibandingkan dengan target nasional, yang diperkirakan sampai hingga di 2030 mendatang,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Gunung Elai Bersholawat 4 Hadirkan Ustaz Fathul Amin, Terbuka untuk Umum

0
Brosur Gunung Elai Bersholawat 4. (ist)

BONTANG – Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Kelurahan Gunung Elai bekerja sama dengan Majelis Sholawat Bontang (MSB) akan menggelar kegiatan Gunung Elai Bersholawat IV.

Acara tersebut dijadwalkan berlangsung pada Jumat (5/8/2025), di halaman Kantor Kelurahan Gunung Elai, Jalan Sawi RT 14.

Kegiatan ini menghadirkan penceramah sekaligus pembina Yayasan Padepokan Sholawat Kaltim, Ustaz Fathul Amin dari Samarinda. Kehadiran beliau diharapkan dapat memberikan pencerahan sekaligus mempererat ukhuwah umat melalui lantunan sholawat dan tausiyah.

Lurah Gunung Elai, Sulistyo menyampaikan, acara ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. “Siapa pun boleh hadir, tidak terbatas hanya untuk warga Gunung Elai saja. Kegiatan ini gratis dan terbuka bagi masyarakat Bontang maupun luar daerah yang ingin ikut bersholawat bersama,” ujarnya, Senin (25/8/2025)

Melalui Gunung Elai Bersholawat IV ini, pihak kelurahan berharap masyarakat dapat mengambil hikmah dari peringatan Maulid Nabi sekaligus menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

“Acara akan dimulai pada pukul 20.00 Wita, silahkan yang ingin datang,” tutupnya. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Pemberdayaan Masyarakat Satimpo Hidupkan Lingkungan dan Dongkrak Ekonomi Warga

0
Lurah Satimpo, Maryono. (Syakurah)

BONTANG – Sejumlah program pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Satimpo mulai menunjukkan hasil nyata. Urban farming, budidaya madu kelulut, hingga gerakan penghijauan dengan penanaman pohon buah di setiap rumah tangga tak hanya menghidupkan kembali semangat kebersamaan warga, tetapi juga memberi dampak pada peningkatan perekonomian.

Lurah Satimpo, Maryono mengatakan pemberdayaan ini awalnya dimulai dari upaya kecil seperti gotong royong rutin. Jika sebelumnya hanya berlangsung sebulan sekali, kini kegiatan itu bisa digelar dua kali dalam sebulan.

“Kebersamaan warga semakin meningkat, bahkan kegiatan di tingkat RT seperti peringatan 17 Agustus yang dulu sepi, sekarang justru ramai dengan lomba, jalan santai, hingga swadaya warga yang sukarela menyumbang untuk kegiatan lingkungan,” jelasnya, Senin (25/8/2025).

Tidak hanya soal sosial, geliat ekonomi warga juga ikut tumbuh. Menurutnya, sejumlah pensiunan yang sebelumnya tidak produktif kini aktif melalui UMKM dan kegiatan pemberdayaan. Program PKK dan Dasawisma yang sempat mati suri pun kembali hidup, setelah adanya pendampingan dan lomba-lomba antar gang.

“Masyarakat yang tadinya pasif kini berdaya, UMKM rumah tangga berjalan, dan hasil urban farming maupun budidaya madu mulai memberikan tambahan penghasilan,” tambahnya.

Inovasi penghijauan juga menjadi daya tarik tersendiri. Kelurahan memberikan stimulan berupa bibit kelengkeng, alpukat, hingga melon untuk ditanam di halaman rumah warga. Sebagian sudah mulai berbuah dan diperkirakan dalam beberapa tahun mendatang akan menjadi sumber pangan sekaligus pendapatan tambahan.

“Selain lingkungan lebih hijau, warga juga bisa menikmati hasil panen buah sendiri. Bahkan bantaran sungai dan pinggiran kelurahan ditanami pohon buah untuk keberlanjutan lingkungan,” terangnya (Sya/adv)

Editor: Yusva Alam