Beranda blog Halaman 587

Gubernur Kaltim Tinjau Kampung Sidrap, Hasilnya: Keputusan Akan Kembali Dibawa ke MK

0
Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud saat meninjau ke Kampung Sidrap. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas’ud meninjau langsung Kampung Sidrap Dalam, RT.14, Desa Martadinata, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur, Senin (11/8/2025). Hal ini menindaklanjuti mediasi soal tapal batas Kampung Sidrap antara Pemkot Bontang dan Pemkab Kutim yang belum menemukan titik temu.

Selain itu, Rudi Mas’ud juga ingin melihat secara langsung situasi warga Sidrap dan aspirasi masyarakat terkait wilayah tersebut.

Rudy menyampaikan, dari hasil pertemuan dan peninjauan tersebut tetap akan berlanjut ke Mahkamah Konstitusi (MK), dan kedua belah pihak antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim), dengan sepakat menandatangani kesepakatan untuk tidak sepakat.

“Jadi keputusan tetap akan kami bawa ke MK, karena de factonya masuk ke Bontang, dan de jure-nya masuk wilayah Kutim. Bontang tetap memperjuangkan, dan Kutim tidak mau melepaskan,” ucapnya saat ditemui awak media, Senin (11/8/2025).

Rudy menambahkan jika seluruh pihak yang turut hadir telah mendengarkan bersama-sama, jika sebagian masyarakat tetap ingin masuk di wilayah Bontang, dan sebagian warga lagi inginnya masuk di wilayah Kutim.

“Maka banyak aspek yang harus kita lihat, selain aspek hukum ada juga aspek sosialnya,” tambahnya.

Mengingat masyarakat yang berada di Kaltim harus bisa mendapatkan pelayanan yang terbaik, terutama mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur, jaminan kesehatan, dan jaminan sosial.

Sehingga hasil dari peninjauan ke Kampung Sidrap, nantinya akan langsung diserahkan ke MK dalam waktu dekat.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Sambut Kedatangan Gubernur, Warga Sidrap Sampaikan Tuntutan Ingin Bergabung ke Bontang

0
Suasana di Kampung Sidrap. Warga menunggu kedatangan Gubernur Kaltim. (Darman)

BONTANG – Suasana Kampung Sidrap, Senin (11/8/2025) siang ini, tampak ramai. Sejak pagi tadi, warga sudah berkumpul di tepi jalan, duduk di kursi plastik maupun berdiri di bawah tenda, menunggu kedatangan Gubernur Kaltim, dan rombongan pejabat dari Pemkot Bontang maupun Pemkab Kutim yang dijadwalkan meninjau langsung wilayah Sidrap.

Dari ujung ke ujung kampung, deretan motor dan mobil terparkir rapi. Jalanan yang biasanya lengang kini dipenuhi warga. Sebagian mengenakan pakaian santai, sebagian lagi membawa anak-anak.

Antusiasme terlihat jelas, terlebih kunjungan ini dinilai sebagai momen penting untuk menyampaikan aspirasi lama mereka untuk bergabung dengan Kota Bontang.

Sejumlah spanduk terpasang di beberapa titik. Salah satunya bertuliskan daftar 10 kebutuhan dasar warga Sidrap yang selama 22 tahun ini diakui hanya terpenuhi dari Kota Bontang.

Isinya mencakup layanan administrasi kependudukan, fasilitas pendidikan, kesehatan, infrastruktur jalan, air bersih, hingga penerangan listrik.

“Tujuan kami sederhana, ingin menyampaikan langsung ke Pak Gubernur bahwa kami ingin masuk Bontang. Semua pelayanan dasar kami dapat dari Bontang, jadi wajar kalau kami berharap status wilayah juga ikut,” ujar Junaedi, salah seorang warga.

Hal senada disampaikan Tri, warga lama Kampung Sidrap. Menurutnya, hampir semua masyarakat menginginkan penggabungan ke Bontang demi kemudahan pelayanan. “Saya rasa hampir 100 persen warga di sini setuju. Soal pelayanan, fasilitas, semuanya kami sudah terbiasa dari Bontang,” ujarnya.

Sementara itu, Ibu Ros, warga lainnya, mengaku sengaja hadir untuk melihat langsung kedatangan Gubernur. Ia berharap aspirasi mereka didengar dan segera ditindaklanjuti. “Semoga keinginan kami ini sukses, dan bapak Gubernur bisa memperjelas tapal batas kami,” harapnya.

Hingga siang ini, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni sudah terlihat hadir di Sidrap bersama sejumlah pejabat.

Pewarta: Darman
Editor: Agus S

DPRD Bontang Soroti Iuran Paguyuban di Sekolah Dasar

0
DPRD Bontang Soroti Iuran Paguyuban di Sekolah Dasar
Andi Faiz saat kunjungan ke SDN 008 BU. (Syakurah)

BONTANG – Penarikan iuran paguyuban di sekolah kembali menjadi sorotan. DPRD Kota Bontang menerima laporan adanya pungutan sebesar Rp 20 ribu per siswa setiap bulan di SD Negeri 008 Bontang Utara.

Ketua Komite Sekolah SDN 008 Bontang Utara menjelaskan, dana tersebut digunakan untuk mendukung kegiatan di luar pembelajaran, seperti ekstrakurikuler dan kebutuhan lain yang menunjang prestasi siswa.

“Iuran ini membantu keberlangsungan kegiatan eksternal di sekolah,” ungkapnya saat bertemu DPRD, Jumat (8/8/2025).

Namun, Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam menegaskan, pungutan dengan sifat wajib tidak seharusnya dibebankan kepada semua siswa. Ia menilai perbedaan kondisi ekonomi orang tua harus menjadi pertimbangan.

“Tidak boleh ada klaim bahwa ini wajib, karena kemampuan orang tua berbeda-beda,” tegasnya.

Ia meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang menindaklanjuti masalah ini dan mendata kebutuhan sekolah, sehingga tidak ada lagi pungutan yang membebani siswa. Ia menyarankan agar iuran paguyuban dihapus mengingat sudah adanya berbagai bantuan dari pemerintah pusat maupun daerah.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Peringati HUT ke-80 RI, Pemkot Bentangkan Bendera Merah Putih di Beras Basah

0
Peringati HUT ke-80 RI, Pemkot Bentangkan Bendera Merah Putih di Beras Basah
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat pengibaran bendera Merah Putih di Pulau Beras Basah. (Ist).

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni melangsungkan upacara pengibaran dan pembentangan Bendera Merah Putih, di Pulau Beras Basah, Minggu (10/8/2025). Kegiatan digelar dalam rangka menyambut Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80.

Saat sambutan, Neni menyampaikan bahwa kegiatan ini untuk mengajak seluruh masyarakat bisa merenungkan pengorbanan para pahlawan yang telah gugur, demi kemerdekaan indonesia.

Adapun untuk bendera merah putih bukan hanya sebagai simbol warna saja, tetapi adalah representasi dari jutaan pengorbanan, tetesan darah, dan perjuangan para pahlawan.

“Komitmen untuk melanjutkan cita-cita perjuangan para pahlawan, dengan fokus pada pengembangan Bontang agar lebih maju dan sejahtera,” ucapannya.

Neni juga menekankan pentingnya menjaga kebersamaan antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya untuk bisa mewujudkan Bontang sebagai kota yang mandiri, agamis, aman, dan nyaman.

“Mari kita dukung program pemerintah untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045, dengan menargetkan pertumbuhan ekonomi yang stabil serta pengurangan kemiskinan,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Wujud Cinta Tanah Air, Wawali Laksanakan Gerakan Pungut Sampah ‘Bersih untuk Merdeka’

0
Wujud Cinta Tanah Air, Wawali Laksanakan Gerakan Pungut Sampah ‘Bersih untuk Merdeka’
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris saat melakukan Gerakan Pungut Sampah. (Ist).

BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris melaksanakan kegiatan Gerakan Pungut Sampah ‘Bersih untuk Merdeka’, menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-80, yang berlangsung di Balai Pertemuan Umum Kelurahan Tanjung Laut Indah, Kota Bontang, Minggu (10/8/025).

Agus Haris menyampaikan, dirinya sangat berbangga berada di tengah-tengah masyarakat yang peduli terhadap lingkungan sekitar, khususnya pada kebersihan kota.

Sehingga dengan adanya rasa cinta terhadap kebersihan, sebagai wujud nyata cinta tanah air dalam menyambut hari kemerdekaan. Dulu merebut kemerdekaan dengan senjata, sekarang akan diisi dengan kepedulian terhadap lingkungan.

“Ini sebagai bukti nyata, dimana gerakan pungut sampah merupakan salah satu bentuk semangat bergotong royong kita bersama,” ucapnya.

Tidak hanya itu, Agus Haris juga mengatakan bahwa kebersihan itu sebagian dari iman, dimana sangat penting menciptakan lingkungan yang bersih serta sehat.

“Jagalah lingkungan sekitar, jangan membiasakan diri untuk membuang sampah sembarangan. Khususnya di saluran air dan sungai, dimana masih banyak sekali sampah plastik yang mengenang di sana. Sebab jika masih dibiasakan, nantinya aliran air dan sungai akan berdampak kotor, dan menjadi sorotan,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Diikuti 120 Peserta, Kejuaraan Jiu Jitsu Junior Tingkat Provinsi Resmi Digelar

0
Diikuti 120 Peserta, Kejuaraan Jiu Jitsu Junior Tingkat Provinsi Resmi Digelar
Pembukaan Kejuaraan Jiu Jitsu Junior Tingkat Provinsi 2025, di Aula Vidatra, Kota Bontang. (Dwi).

BONTANG – Kejuaraan Jiu Jitsu Junior tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) secara resmi digelar, di Aula SD YPVDP Bontang, Sabtu (9/8/2025), yang diikuti sekitar 120 peserta.

Kejuaraan tersebut diikuti sebanyak 7 kabupaten/kota, meliputi Bontang, Samarinda, Balikpapan, Kutai Timur (Kutim), Paser, Berau, hingga Kutai Kartanegara (Kukar). Kejuaraan berlangsung dimulai 9-10 Agustus 2025.

Untuk pertandingan Jiu Jitsu Junior, peserta yang mengikutinya anak-anak usia 10-15 tahun, dengan kategori Newaza dan Fighter.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, yang diwakili oleh Kepala Bidang (Kabid) Olahraga, Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Bontang, Andi Parenrengi menyampaikan, bahwa terselenggaranya kejuaraan ini disambut dengan baik.

Terlebih lagi, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang mengapresiasi kepada panitia Kejuaraan Jiu Jitsu Junior PBJI Provinsi Kaltim, yang telah menginisiasi kegiatan tersebut, dimana ini sebagai bukti nyata komitmen bersama untuk memajukan olahraga, khususnya dalam pembinaan atlet sejak dini.

“Olahraga termasuk bela diri Jiu Jitsu adalah medium yang sangat efektif untuk membentuk karakter, melalui latihan yang rutin dan kompetisi yang sehat, tidak hanya melatih fisik tetapi juga membantu mental disiplin, pantang menyerah, sportif, dan berjiwa besar,” jelasnya saat sambutan.

Adapun pembinaan prestasi dalam bidang olahraga termasuk Jiu Jitsu, perlu dipersiapkan sejak dini. Sebagai wadah yang sangat strategis dan bagian krusial dari sistem pembinaan olahraga prestasi di Bontang dan Kaltim.

“Kalian adalah generasi penerus bangsa, bertandinglah dengan penuh semangat, serta tunjukkan kemampuan terbaik kalian. Kemenangan bukanlah satu-satunya tujuan, tetapi pengalaman, persahabatan, dan pelajaran yang kalian dapatkan di arena ini jauh lebih berharga,” tutupnya. (Dwi/Adv).

Editor: Yusva Alam

Seleksi Putra Putri Pariwisata Kota Bontang 2025 Resmi Dibuka

0
Seleksi Putra Putri Pariwisata Kota Bontang 2025 Resmi Dibuka
Seleksi Putra Putri Pariwisata Kota Bontang 2025. (ist)

BONTANG – Seleksi Putra Putri Pariwisata Kota Bontang 2025 mulai berlangsung di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang. Seleksi ini menjadi ajang penting dalam pembinaan dan pengembangan potensi generasi muda di bidang pariwisata.

Diawali laporan Kepala Dinas Kepemudaan dan Pariwisata Kota Bontang, Rafidah. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini rutin diadakan setiap dua tahun sekali dan pada tahun ini diikuti 70 peserta. Proses seleksi meliputi tes tertulis, unjuk bakat, dan wawancara, guna menggali kemampuan serta kualitas peserta secara menyeluruh.

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, dalam sambutannya menegaskan, bahwa ajang ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga ruang strategis bagi generasi muda Bontang untuk tampil sebagai duta wisata yang cerdas, kreatif, berwawasan luas, dan berakhlak mulia.

“Kami ingin para finalis nanti tidak hanya memiliki penampilan menarik, tetapi juga wawasan dan karakter yang mampu mewakili citra Kota Bontang di tingkat provinsi bahkan nasional,” ujarnya.

Turut hadir Pembina Ikatan Putra Putri Pariwisata (IKAPUTPAR) Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, yang menyatakan dukungan penuh terhadap keberlangsungan kegiatan ini.

Dengan semangat kebersamaan dan antusiasme tinggi, Seleksi Putra Putri Pariwisata Kota Bontang 2025 resmi dimulai, menjadi momentum penting untuk melahirkan duta wisata masa depan yang mampu mengangkat citra dan potensi pariwisata Bontang ke tingkat yang lebih tinggi. (Sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Dukung Penuh Program Kota Layak Anak, Kecamatan Bontang Selatan Tertibkan Reklame Rokok

0
Camat Bontang Selatan, Kamsal. (Syakurah)

BONTANG – Kecamatan Bontang Selatan menegaskan komitmennya dalam mendukung Kota Bontang menjadi Kota Layak Anak, dengan melakukan penertiban terhadap reklame rokok di wilayahnya.

Camat Bontang Selatan, Kamsal menyampaikan, langkah ini sejalan dengan anjuran pemerintah untuk menciptakan lingkungan yang ramah anak, termasuk di sekitar sekolah dan pemukiman warga.

“Kami sering melakukan sosialisasi kepada masyarakat, terutama melalui RT. Pesan kami, Bontang harus menjadi kota layak anak. Salah satunya dengan memastikan tidak ada reklame rokok di lingkungan sekitar,” ujarnya, Jumat (8/8/2025).

Menurutnya, penertiban ini sudah dilakukan secara terkoordinasi dengan Satpol PP dan instansi terkait di tingkat kota. Bahkan, sebagian besar reklame rokok di wilayah Bontang Selatan sudah ditertibkan.

“Kita tidak berjalan sendiri. Penertiban dilakukan bersama Satpol PP dan pihak lain, sehingga hasilnya lebih maksimal,” tambahnya.

Selain penertiban reklame rokok, pihaknya juga melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah dan tempat terbuka yang merupakan kawasan bebas asap rokok. (Sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Saling Salip Truk di Persimpangan Berujung Penganiayaan

0
Terduga pelaku penganiayaan diamankan Polsek Muara Badak. (Ist)

BONTANG – Aksi saling salip antar dua sopir truk di Simpang 4 Bosang, RT 5 Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak pada Jumat (8/8/2025) sore, berakhir dengan tindak penganiayaan. Seorang sopir truk bernama Darsono (39) mengalami luka di kedua tangannya akibat tebasan parang yang diduga dilakukan oleh sopir truk lain, BA (45).

Kejadian bermula saat korban mengemudikan truk KT 8169 CN bermuatan tanah timbunan menuju Rumah Sakit Pangempang. Di persimpangan, truk Dutro warna hijau yang dikemudikan terduga memotong jalur dan menghadang kendaraan korban.

Terduga kemudian turun dari kendaraannya sambil membawa senjata tajam jenis parang, lalu menyerang korban. Akibatnya, kedua tangan korban terluka terkena hempasan senjata. Barang bukti yang diamankan di antaranya satu bilah parang panjang 40 cm, pakaian korban, serta tisu yang digunakan untuk menghentikan darah. Saat ini Polsek Muara Badak telah mengambil langkah cepat dengan mengamankan terduga dan barang bukti.

Kapolsek Muara Badak Iptu Danang menegaskan “Kejadian ini murni dipicu emosi di jalan akibat saling salip. Kami mengingatkan para pengemudi, khususnya kendaraan besar, agar selalu menjaga etika dan kesabaran di jalan. Jangan biarkan emosi menguasai hingga mengarah pada tindakan kriminal,” ujarnya. (Rilis Humas Polres Bontang)

Editor: Yusva Alam

Agus Haris Tekankan Pentingnya Verifikasi Lapangan untuk Capai Zero Kemiskinan 2029

0
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris. (Dwi).

BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris menekankan sangat pentingnya penginputan data untuk bisa mencapai Zero Kemiskinan di 2029 mendatang.

“Ini kan data sudah menunjukkan bahwa Desil I, dimana kategori fakir miskin ekstrem di Bontang sudah tidak ada lagi. Maka kita harus tetap memastikannya lewat verifikasi lapangan,” ucapnya, Jumat (8/8/2025).

Agus Haris juga menyatakan jika tim pendataan dari tingkat RT hingga kelurahan sudah mulai bekerja. Bahkan saat ini, data pun sudah masuk ke Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) Bontang.

Sebelumnya di Rapat Koordinasi terkait penanganan dan validasi data kemiskinan, Kepala Dinsos PM Bontang, Toetoek Pribadi Ekowati mengatakan bahwa untuk pendataan lapangan sudah dilakukan dua kali. Berdasarkan hasil sementara, tidak ditemukannya lagi warga kategori Desil I.

Bahkan, kemungkinan desil II pun sudah tidak ada lagi. Meski demikian, standar desil ditetapkan oleh Kemensos dan tidak dapat dihapus sepihak, sebab diperlukannya pembahasan bersama BPS untuk validasi.

Sementara Kepala BPS memaparkan, jika desil ditentukan berdasarkan data tunggal ekonomi (detisime), yang terdiri dari 39 variabel seperti kondisi rumah, aset dan faktor individu rumah tangga. Data terbagi dari 10 desil, dan hanya Kemensos yang memiliki akses penuh terhadap sistem detisime.

Dari 27 ribu Kartu Keluarga (KK) yang tercatat dari data awal Kemensos, telah dilakukan verifikasi awal menjadi 24 ribu KK. Data ini akan diverifikasi ulang oleh tim lapangan khusus yang ditugaskan Pemkot Bontang, dan akan disandingkan kembali dengan data dari BPS.

Adapun jadwal finalisasi dan verifikasi data ditargetkan rampung tepat 15 Agustus 2025, dengan estimasi waktu verifikasi lapangan selama 10 hari setelah data final diterima dari Dinsos PM Bontang.

Verifikasi ulang akan dilakukan secara menyeluruh termasuk dengan perbaikan nama, NIK, serta alamat. Hasil terakhir akan dilaporkan ke Wali Kota Bontang, dan dibahas kembali dengan BPS lalu dikirim ke Kemensos sebagai data resmi. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam