Beranda blog Halaman 589

Nurhadi Desak Pemerintah Segera Realisasikan RS Balikpapan Timur

0
Nurhadi Saputra, Sekretaris Komisi II DPRD Kaltim, saat diwawancarai di ruangannya, Gedung D, Komplek DPRD Kaltim, Samarinda. (K. Irul Umam/MKN)

SAMARINDA – Sekretaris Komisi II DPRD Kalimantan Timur, Nurhadi Saputra, menegaskan bahwa rencana pembangunan rumah sakit di Balikpapan Timur bukan sekadar wacana politik, melainkan kebutuhan mendesak masyarakat yang selama ini kesulitan mengakses layanan kesehatan cepat dan memadai.

Dalam wawancara di ruang kerjanya, Senin (20/10/2025), Nurhadi menuturkan bahwa jarak antara Balikpapan Timur ke rumah sakit terdekat mencapai sekitar 40 menit perjalanan, yang dinilai sangat berisiko terutama untuk pasien dalam kondisi darurat.

“Pelayanan kesehatan harus maksimal dan bisa diakses cepat oleh masyarakat. Jarak 40 menit menuju rumah sakit sangat tidak ideal, apalagi dalam kondisi darurat,” ujarnya.

Nurhadi menjelaskan bahwa pembangunan rumah sakit di Balikpapan Timur merupakan komitmen bersama yang telah disepakati sejak Pilkada sebelumnya. Ia bahkan mengaku sudah menegaskan langsung kepada wali kota terpilih agar proyek tersebut menjadi prioritas utama.

“Waktu itu saya menyampaikan langsung secara empat mata saat memberikan rekomendasi partai. Salah satu poinnya adalah komitmen membangun rumah sakit di Balikpapan Timur,” ungkapnya.

Menurut Nurhadi, seluruh persiapan telah matang, mulai dari ketersediaan lahan hingga kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Namun, rencana pembangunan harus tertunda akibat kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat yang memangkas dana transfer daerah.

“APBD Kota Balikpapan awalnya diperkirakan lebih dari Rp4 triliun, tapi setelah kebijakan efisiensi, berkurang sekitar Rp1,2 triliun. Dengan kondisi itu, banyak program prioritas yang harus dikorbankan, termasuk pembangunan rumah sakit. Ini bukan karena pemerintah kota tidak mau, tapi karena ruang fiskalnya terbatas,” jelasnya.

Nurhadi mengungkapkan, proyek rumah sakit tersebut telah dimasukkan dalam rencana pembiayaan sebesar Rp274 miliar, dengan alokasi awal sekitar Rp50 miliar pada tahun 2026.

Ia menegaskan, salah satu alasan dirinya maju ke DPRD Provinsi Kaltim adalah agar dapat mengawal dan memperjuangkan pendanaan proyek strategis ini di tingkat provinsi.

“Tahun 2024 sebenarnya semua sudah siap. Lahan beres, amdal beres, dan komunikasi dengan dinas kesehatan juga sudah dilakukan. Karena itu saya ke provinsi supaya bisa memperjuangkan pendanaan dari level yang lebih tinggi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Komisi II DPRD Kaltim akan meminta penjelasan pemerintah daerah terkait rencana pembangunan rumah sakit tersebut dan memastikan adanya sinkronisasi program antarinstansi agar proyek tidak terhenti di tengah jalan.

“Ini bukan hanya janji politik, tapi kebutuhan nyata masyarakat. Balikpapan Timur butuh rumah sakit sendiri. Kami akan perjuangkan sampai tuntas,” pungkas Nurhadi.

Pewarta: Umam
Editor: Agus S

Wilayah IKN Ditetapkan, 7 Kecamatan dan 54 Desa Masuk Dalam Peta Baru Nusantara

0
Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal Zakaria Ali, saat memberikan paparan di depan peserta di Kemenko 3 IKN. (Atmaja/MKN)

NUSANTARA – Cakupan wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) resmi disahkan. Penegasan batas daerah antara IKN dan wilayah sekitarnya telah ditandatangani dalam berita acara di Kemenko 3 IKN, Selasa (20/10/2025). Hasil kesepakatan ini menjadi dasar bagi penerbitan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) tentang batas wilayah IKN dengan daerah sekitarnya.

Penegasan tersebut melibatkan Otorita IKN, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, serta pemerintah kabupaten/kota terkait. Secara keseluruhan, wilayah IKN mencakup 7 kecamatan dan 54 desa/kelurahan, terdiri atas 1 kecamatan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan 6 kecamatan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Dari jumlah itu, 11 desa/kelurahan berada di Kecamatan Sepaku, PPU.

Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal Zakaria Ali, memastikan seluruh proses delineasi telah selesai dan disepakati bersama.

“Garis, batas, titik, dan delineasi sudah selesai, disepakati, dan ditandatangani seluruh pihak. Selanjutnya, hasil ini akan kami proses lebih lanjut di Kemendagri,” jelasnya.

Safrizal menegaskan, penetapan ini diharapkan menjadi final dan tidak lagi menimbulkan keberatan setelah berita acara penegasan batas daerah ditandatangani oleh seluruh pihak terkait.

“Kami harap tidak ada lagi ‘surat cinta’ atau keberatan setelah ini. Semua harus tuntas,” ujarnya menegaskan.

Menurutnya, batas wilayah baru ini akan menjadi acuan tunggal dalam penyusunan kebijakan di tingkat pusat maupun daerah. Ia mengingatkan agar semua pihak, termasuk Otorita IKN, wakil gubernur, dan kepala daerah, berpegang pada delineasi resmi yang telah ditetapkan.

“Kami sudah tahu pasti luas wilayah IKN. Untuk kebijakan apapun, batas yang dipakai adalah delineasi ini,” tegas Safrizal.

Deputi Pengendalian Pembangunan Otorita IKN, Thomas Umbu Pati Tena Bolodadi, menambahkan bahwa berita acara penegasan batas akan menjadi rujukan resmi dalam penyusunan Permendagri.

“Langkah ini penting untuk menjamin kepastian hukum, mencegah tumpang tindih kewenangan, serta menghindari potensi sengketa administrasi antarwilayah demi tata kelola pemerintahan yang baik,” jelas Thomas.

Sebagai informasi, total luas wilayah IKN saat ini mencapai 322.429 hektare, yang terdiri atas 252.660 hektare daratan dan 69.769 hektare perairan laut.

Pewarta: Riski
Editor: Agus S

Kantor Bea Cukai Bontang Raih Predikat WBBM

0
Kegiatan Pemusnahan BMN hasil penindakan jajaran Bea Cukai di halaman belakang Kantor KPPBC Tipe Madya Pabean C Bontang, Selasa (21/10). (ist)

BONTANG – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Bontang berhasil meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada tahun 2024, setelah sebelumnya memperoleh predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).

Hal ini diketahui saat kegiatan Pemusnahan Barang Milik Negara (BMN) hasil penindakan jajaran Bea Cukai di halaman belakang Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Bontang , Selasa (21/10).

Capaian ini, kata Kepala KPPBC TMP C Bontang, Tri Haryono Suhud, menjadi dorongan moral bagi seluruh jajaran Bea Cukai untuk terus meningkatkan kinerja pelayanan dan pengawasan di wilayah kerja Bontang dan sekitarnya.

Sementara itu, Wawali Bontang, Agus Haris, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Bea Cukai Bontang atas kerja keras dan konsistensinya dalam menjalankan fungsi sebagai community protector.
“Atas nama Pemerintah Kota Bontang, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada KPPBC Tipe Madya Pabean C Bontang yang telah secara konsisten melindungi masyarakat dari peredaran barang-barang ilegal dan berbahaya,” ujarnya.

“Prestasi ini mencerminkan tata kelola pemerintahan yang baik, akuntabel, dan bebas dari korupsi. Mari kita bersama-sama menjaga integritas ini,” tambahnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Masyarakat Diimbau Tidak Beli dan Edarkan Produk Ilegal

0
Wawali (tengah) ikut memusnahkan produk ilegal hasil sitaan Kantor KPPBC Tipe Madya Pabean C Bontang. (ist)

BONTANG – Wawali Bontang, Agus Haris mengimbau masyarakat agar tidak membeli maupun mengedarkan produk ilegal seperti rokok tanpa pita cukai dan minuman beralkohol tanpa izin edar.

Hal itu disampaikan wawali saat menghadiri kegiatan Pemusnahan Barang Milik Negara (BMN) hasil penindakan jajaran Bea Cukai di halaman belakang Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Bontang , Selasa (21/10).
“Dengan membeli produk legal yang berpita cukai, masyarakat bukan hanya menaati hukum, tetapi juga ikut berkontribusi terhadap penerimaan negara yang nantinya digunakan untuk pembangunan daerah dan kesejahteraan bersama,” tegasnya.

Melalui kegiatan pemusnahan ini, Bea Cukai dan Pemerintah Kota Bontang meneguhkan komitmen bersama untuk memberantas peredaran barang ilegal, menjaga keadilan ekonomi, serta melindungi masyarakat dari dampak negatif barang-barang berbahaya dan tanpa izin edar.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

8 Kader Posyandu Bontang Ikuti Jambore Kaltim 2025

0
8 kader posyandu Bontang yang akan berangkat ke Jambore Kaltim 2025. (ist)

BONTANG – Delapan kader Posyandu Bontang berangkat ke ajang Jambore Kader Posyandu Tingkat Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2025, Selasa (21/10) pagi.

Delapan kader tersebut berasal dari delapan kelurahan di Kota Bontang, yakni Guntung, Belimbing, Loktuan, Gunung Elai, Kanaan, Satimpo, Bontang Baru, dan Bontang Kuala. Mereka bertolak menuju Kota Balikpapan, tempat pelaksanaan jambore yang akan digelar pada 23–26 Oktober 2025.

Dalam laporannya, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Bontang, Bambang Sri Mulyono, menyampaikan bahwa tim kader Bontang akan mengikuti dua cabang lomba, yakni defile yel-yel dan lomba ranking satu. Ia berharap para kader dapat menunjukkan penampilan terbaik dan membawa hasil membanggakan bagi Kota Taman.
“Kami optimistis tim Bontang bisa tampil maksimal dan menjaga prestasi yang telah diraih pada jambore tahun sebelumnya,” ujar Bambang mengutip dari PPID Bontang.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Agus Haris dalam sambutannya berpesan agar para kader tampil dengan percaya diri, fokus, dan sungguh-sungguh dalam setiap lomba. Ia juga mengingatkan seluruh peserta dan pendamping agar menjaga kesehatan, mengingat kondisi cuaca yang belakangan ini cukup ekstrem.
“Jaga semangat, tetap kompak, dan tampilkan yang terbaik. Insyaallah dengan niat baik dan kerja keras, Bontang bisa kembali membawa pulang prestasi. Selamat jalan dan selamat berjuang untuk mengharumkan nama Kota Bontang,” ucapnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Pemkot Gelar Corporate University, Sekda: ASN Dituntut Jadi birokrasi Lincah, Adaptif, dan Inovatif, Sesuai Kebutuhan Masyarakat

0
Pelatihan Corporate University di Ruang Pirus, Hotel Equator Bontang. (ist)

BONTANG – Pemkot Bontang terus meningkatkan kapasitas dan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungannya, agar mampu menghadapi dinamika birokrasi modern yang berbasis pengetahuan dan teknologi.

Salahsatu caranya dengan menggelar Pelatihan ASN Corporate University (Corpu) Tahun 2025, yang diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Kegiatan ini diadakan, Selasa (21/10) pagi di Ruang Pirus, Hotel Equator Bontang.

Sekda Bontang, Aji Erlinawaty menegaskan, birokrasi tidak lagi bisa mengandalkan model kerja yang statis, bertingkat, dan lamban. Di era gelombang ketiga saat ini, ASN dituntut menjadi birokrasi yang lincah, adaptif, dan inovatif, sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Hal ini juga sejalan dengan misi Pemerintah Kota Bontang yang tertuang dalam RPJMD 2025–2029, yaitu meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik dan akuntabel,” ucapnya.

Aji juga menekankan, bahwa ASN Corporate University bukan sekadar program pelatihan biasa, tetapi merupakan transformasi cara belajar dalam birokrasi, dari pola pembelajaran sesaat menjadi proses pembelajaran yang berkelanjutan, kontekstual, dan berdampak langsung terhadap peningkatan kinerja organisasi.
“Pelatihan ini juga mendukung pelaksanaan manajemen talenta, khususnya pada aspek pengembangan talenta ASN. Mari jadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk menyamakan persepsi, memperkuat kolaborasi, dan menanamkan semangat learning for performance — belajar untuk berdampak nyata bagi kinerja pemerintahan dan pelayanan publik,” Kata Sekda Aji.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Pelayanan Publik LAN, yakni Dr. Fajar Iswahyudi dan Rustan, yang memberikan materi tentang strategi penguatan budaya belajar ASN serta penerapan model Corporate University di lingkungan instansi pemerintah.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pembentukan Klub Bola Profesional: Bakal Dinamai Bontang Khatulistiwa FC, Rencana Anggaran Rp 7.1 M

0
Rapat pembentukan tim sepak bola profesional Kota Bontang. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang melaksanakan rapat bersama perusahaan serta Askot PSSI Bontang, terkait pembentukan tim sepak bola profesional Kota Bontang, Senin (20/10/2025).

Klub bola tersebut tersebut rencananya akan dinamai Bontang Khatulistiwa FC. Tahap awal pembahasan proposal tersebut dicanangkan anggaran awal pembentukan berkisar Rp 7,1 miliar.

Dipaparkan oleh Sekretaris Askot PSSI Bontang, Suriansyah, terdapat dua opsi. Pertama, membeli lesensi klub yang sudah ada di liga tiga nasional, kemudian opsi kedua berjuang dari bawah dengan membesarkan salah satu tim Bontang yang sudah ada di liga amatir, atau membentuk tim baru dengan nama baru.

“Terdapat keunggulan, tantangan dan implementasi yang berbeda dari masing-masing opsi,” pungkasnya.

Adapun pemaparan biaya seperti biaya lisensi tim membutuhkan anggaran Rp 3 miliar, biaya gaji coach dan staff Rp 465 juta, Gaji pemain kelas satu sampai kelas tiga Rp 1.2 miliar, biaya perlengkapan pertandingan Rp 204.4 juta, biaya perlengkapan tim Rp Rp 22.9 juta, biaya pertandingan home tournamen Rp 1.3 miliar, biaya operasional persiapan Rp 651.5 juta, dan biaya administrasi Rp 35 juta.

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris menerangkan, beberapa perusahaan yang hadir dalam rapat tersebut mengaku telah bersedia untuk turut mensponsori pembentukan klub sepak bola ini.

“Setelah ini proposalnya akan kami kirim ke perusahaan-perusahaan secara resmi, Rabu kita akan bahas kembali bersama pimpinan perusahaan,” tutupnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Bea Cukai Musnahkan Rokok dan Alkohol Ilegal, Total Kerugian Negara Rp124 Juta

0
Pemusnahan Rokok dan Minuman beralkohol ilegal. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Bea Cukai Bontang melakukan pemusnahan Barang Menjadi Milik Negara (BMMN) berupa rokok dan minuman keras yang peredarannya ilegal, Selasa (21/10/2025).

BMMN yang dinusnahkan merupakan hasil penindakan dalam Operasi Gempur Barang Kena Cukai (BKC) llegal di wilayah Kota Bontang dalam kurun waktu Oktober 2024 sampai dengan Oktober 2025.

Rincian barang-barang yang dimusnahkan yakni sebanyak 93.720 batang rokok ilegal dan 148,18 liter minuman mengandung etil alkohol (MMEA). Barang Menjadi Milik Negara yang dimusnahkan merupakan barang yang telah mendapatkan surat persetujuan untuk dimusnahkan oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).

Adapun total nilai perkiraan barang sejumlah Rp 195.744.947,00 dan potensi kerugian negara sejumlah Rp 124.893.101,00 serta telah berkontribusi untuk penerimaan ke kas negara melalui Sanksi Denda Administrasi dari Ultimum Remedium sejumlah Rp 23,4 juta.

Kepala Bea Cukai Bontang, Tri Haryono Suhud mengatakan pemusnahan ini bertujuan untuk menghilangkan fungsi utama barang tersebut agar tidak bisa lagi dimanfaatkan oleh siapapun, “Barang yang menjadi milik negara dapat dimusnahkan apabila tidak dapat digunakan, dimanfaatkan, dan dihibahkan, serta tidak mempunyai nilai ekonomis,” pungkasnya.

Selain penindakan Barang Kena Cukai Illegal (BKC), Bea Cukai Bontang selama kurun waktu tahun 2022 s/d 2024 juga berhasil melakukan penindakan berupa NPP jenis SABU dengan berat total 4.083gr hasil kerjasama antara Bea Cukai Bontang-Sangatta dengan BNNP Kattim dan BNNK Bontang.

Penulis: Syakurah
Editor:Yusva Alam

Hingga September 2025, Bea Cukai Bontang Catat Penerimaan 273 Persen dari Target Rp 124.7 Miliar

0
Kepala Bea Cukai Bontang Tri Haryono Suhud. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Bontang melaporkan capaian kinerja hingga September 2025.

Dalam periode tersebut, realisasi penerimaan negara dari Bea Cukai Bontang tercatat mencapai 272,8 persen dari target yang ditetapkan, dengan total sebesar Rp124,7 miliar. Hal itu diungkapkan Kepala Bea Cukai Bontang Tri Haryono Suhud.

Penerimaan tersebut bersumber dari bea masuk, bea keluar, dan denda administrasi. Selain itu, Bea Cukai Bontang juga mencatat adanya penerimaan lain dari Dana Sawit serta perpajakan atas kegiatan ekspor dan impor.

Berdasarkan data, nilai devisa ekspor hingga September 2025 mencapai USD 2,0 miliar, sementara devisa impor sebesar USD 89,9 juta. Komoditas utama penyumbang devisa ekspor di antaranya adalah LNG, batu bara, urea, serta CPO dan turunannya.

Bea Cukai juga mencatat aktivitas industri di kawasan Tempat Penimbunan Berikat (TPB) seperti PT Energi Unggul Persada dan PT Kaltim Parna Industri, turut berdampak pada peningkatan investasi dan penyerapan tenaga kerja di wilayah Bontang.

“Dalam aspek pengawasan, Bea Cukai Bontang bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bontang dan aparat penegak hukum (APH) melakukan sejumlah operasi gabungan selama 2024–2025,” ujarnya, dalam kegiatan Pemusnahan BMMN, Selasa (21/10/2025).

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Bawa Pasien ke Rumah Sakit, Driver Ambulans Diperlakukan Kasar Rombongan Pengantar Jenazah

0
Tangkapan layar saat ambulan sedang membawa pasien. (Ist).

BONTANG – Salah seorang Tim Relawan Indonesia Escorting Ambulance (IEA) Bontang yang sedang mengantarkan pasien, mendapatkan perlakuan kurang menyenangkan dari seorang pengendara sepeda motor, Senin (20/10/2025), sekitar pukul 16.45 Wita.

Kejadian itu bermula saat Tim IEA sedang dalam perjalanan mengantar pasien ke Rumah Sakit Amalia. Dalam perjalanan tersebut tampak ada rombongan pengendara pengantar jenazah, seperti menutupi akses jalan ambulans Tim IEA.

 

Walaupun ambulans dari pengantar jenazah sudah memberikan akses jalan untuk ambulans IEA, namun beberapa pengendara sepeda motor nampak masih menutupi jalan tersebut.

“Posisi ambulans yang kami kendarai juga sudah dalam kondisi darurat, sirine juga sudah menyala. Akses jalan tertutupi mulai dari Corona Sakti, sampai di Simpang Tiga Kenari,” ucap salah satu Relawan, A.N saat dihubungi.

Ditambah lagi dari video yang beredar, terdapat pengendara motor Honda Beat memakai baju putih menutupi jalan tepat di depan ambulans. Kemudian pengendara itu menambah kecepatan laju motornya, bersama dengan pengendara motor lainnya.

“Iya mereka tambah laju bawa motornya di depan ambulans, padahal pasien yang kita bawa sudah lemas walaupun masih sadar,” tambahnya.

Setelah itu, saat tepat di Simpang Tiga Lampu Merah Kenari, Gunung Sari, pengendara motor Honda Beat berhenti secara tiba-tiba, tepat di depan ambulans. Alhasil, ambulans tidak bisa menghindar dan menabrak pengendara motor Honda Beat tersebut.

“Jadi driver langsung turun untuk menegur bapak-bapak tersebut, karena sudah menghalang jalan. Tidak terima saat ditegur, malah si driver dapat perlakuan kasar. Tangan pria baju putih itu mengarah ke leher driver ambulans,” jelasnya.

Beruntung saat insiden tersebut, masyarakat sekitar yang melihat dan dari masing-masing rombongan langsung melerai.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam