Beranda blog Halaman 590

Kelurahan Api-Api Ajak Warga dan Pelaku Usaha Dukung Car Free Night

0
Kelurahan Api-Api Ajak Warga dan Pelaku Usaha Dukung Car Free Night
Jalan A. Yani yang akan menjadi tempat CFN. (Syakurah)

BONTANG – Kelurahan Api-Api mengajak warga dan pelaku usaha di wilayahnya, untuk mendukung pelaksanaan kegiatan Car Free Night (CFN) yang akan digelar setiap malam Minggu di sepanjang Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari surat Sekretaris Daerah Kota Bontang Nomor 400.1.4.3/1050/DKUMPP/2025 tertanggal 25 Juni 2025 tentang undangan kegiatan CFN. Tujuan utama dari acara ini adalah untuk meningkatkan ekonomi pelaku UMKM di Kota Bontang.

“Kami mengharapkan dukungan dari seluruh warga dan pelaku usaha yang berada di Wilayah Jalan Ahmad Yani, serta meminta izin agar kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik,” tulis Lurah Api-Api, Hadha Sulistiyono, dalam surat pemberitahuan yang diterbitkan pada Jumat (1/8/2025).

Bagi warga yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut terkait pelaksanaan CFN, dapat menghubungi Lurah Api-Api Hadha Sulistiyono melalui nomor 082271550669.

Pihak kelurahan menegaskan, bahwa kolaborasi dan dukungan warga sangat diharapkan demi kelancaran acara ini.

Adapun bagi UMKM yang ingin mendaftar untuk berjualan disana nantinya, dapat melakukan pendaftaran ke website yang disediakan oleh dinas terkait.

“Kita kan kerjasama dengan DKUMPP, nanti mereka yang akan seleksi UMKM nya, masih kami rapatkan,” tambahnya (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Pembangunan Sekolah Rakyat Telan Anggaran Rp 250 Miliar

0
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris. (Dwi/MediaKaltim).

BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris bersama Kementerian PU Wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) meninjau lahan pembangunan Sekolah Rakyat, di Bontang Lestari, Selasa (5/8/2025).

Dirinya menyampaikan, untuk pematangan lahan harus dilakukan dengan cepat, kalaupun menunggu di tahun depan pastinya terbilang lambat. Sehingga pemerintah langsung melakukan pengecekan lahan.

“Kalau dari kementerian terkait sudah dimatangkan lahannya, nantinya tinggal siap droping pengerjaan konstruksinya, untuk pembuatan pondasi seperti cakar ayam. Pembangunan ini tidak boleh ditunda,” ucapnya.

Terlebih lagi selain progres pembangunan Sekolah Rakyat, nantinya juga akan ada pembangunan untuk asrama di sekolah tersebut, bagi para murid yang bersekolah. Pembangunan kali ini termasuk skala besar, dan progres pembangunan akan dilakukan mulai Agustus 2025 mendatang.

“Kami mintanya fisik di tahun ini, kami juga sudah sempat sampaikan tadi sambil jalan. Kami hanya mempersiapkan data pendukung seperti lahan, proyeksi, estimasi, dan anak-anak peserta nantinya. Untuk anggaran kementerian yang punya hak,” jelasnya.

Kesempatan yang sama, Perwakilan Kementerian PUPR Satuan Kerja (Satker) Kaltim, Syahkroni mengatakan, untuk perkiraan pembangunan gedung Sekolah Rakyat, dengan fasilitas lengkap seperti lapangan olahraga, asrama, hingga tempat ibadah, mencapai Rp 250 miliar.

“Kami belum bisa memastikan, tetapi sekitaran Rp 250 miliar, untuk seluruh fasilitas yang lengkap,” ungkapnya.

Kepala Bidang (Kabid) Tata Ruang PUPR Bontang, Robysai Manassa Malisa mengungkapkan, untuk informasi selanjutnya, masih menunggu dari pihak Kementerian Sosial Republik Indonesia (RI). Sementara, untuk pematangan lahan berlangsung sekitar 3 bulan.

“Kami masih menunggu jawaban dari sana, jika rekomendasi menteri sudah keluar, tentu kami akan berpikir lagi, jika pun harus dikejar akan kami upayakan,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Car Free Night Diundur, Pemkot Masih Fokus Persiapan HUT RI

0
Jalan Ahmad Yani yang akan dijadikan tempat CFN. (Syakurah)

BONTANG – Rencana pelaksanaan Car Free Night (CFN) di Jalan Ahmad Yani yang sebelumnya dijadwalkan akhir pekan ini resmi ditunda.

Pemerintah Kota Bontang memastikan agenda tersebut akan digelar pada Sabtu malam, 23 Agustus 2025, usai rangkaian perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro pada DKUMPP Bontang, Muhammad Takwin, “Penundaan dilakukan karena persiapan kegiatan 17 Agustus yang membutuhkan perhatian penuh dari pemerintah,” katanya, Selasa (5/8/2025).

Ia menambahkan, selain fokus pada perayaan kemerdekaan, beberapa detail teknis pelaksanaan CFN juga masih dirampungkan, agar event ini berjalan maksimal. “Kami sembari selesaikan perencanaannya,” imbuhnya.

Sebelumnya, Pemkot Bontang merencanakan CFN digelar setiap akhir pekan mulai 9 Agustus 2025 di sepanjang Jalan Ahmad Yani. Program ini merupakan inisiasi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang untuk menciptakan ruang publik ramah warga sekaligus mendukung UMKM lokal.

Pada tahap awal, area pelaksanaan mulai dari Kapsulan Kaltim Post hingga Dealer Honda Ahmad Yani, dan akan dievaluasi secara berkala sesuai respons masyarakat.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Kementerian PU Wilayah Kaltim Tinjau Lahan Pembangunan Sekolah Rakyat, Wawali: Pokoknya Fasilitas Lengkap

0
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris bersama Kementerian PU Wilayah Kaltim saat meninjau lahan pembangunan Sekolah Rakyat. (Dwi).

BONTANG – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) meninjau lahan untuk proyek pembangunan Sekolah Rakyat, yang berlokasi di Bontang Lestari, lebih tepatnya belakang Perumahan Korpri.

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris menyampaikan, untuk pembangunan Sekolah Rakyat, nantinya akan dipenuhi dengan fasilitas yang lengkap.

Seperti lapangan sepak bola yang berstandar internasional, 3 lapangan bulu tangkis, 1 lapangan basket, 2 lapangan voli, 6 ruas atletik, jogging track, hingga Ruang Terbuka Hijau (RTH).

“Tidak hanya itu saja, nantinya juga akan dibangunkan gedung untuk beribadah. Pokoknya semua fasilitas lengkap,” ucapnya saat kunjungan lapangan, Selasa (5/8/2025).

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang telah mengusulkan dan menyerahkan langsung ke Kementerian Sosial Republik Indonesia (RI) beberapa waktu lalu lahan seluas 6,8 hektar.

“Ini luas lahan yang akan dibangun nantinya, dimana dapat menampung sekitar 2 ribu murid,” tambahnya.

Agus Haris juga menyampaikan, jika nantinya yang bersekolah di Sekolah Rakyat ini, sangat memprioritaskan anak dari keluarga yang kurang mampu. Untuk bisa meringankan beban keluarganya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Kedapatan Promosikan Judi Online di Medsos, Pemuda Ini Dicokok Polisi

0
Terduga promosi judol diamankan. (Ist)

BONTANG – Polres Bontang berhasil mengamankan seorang pemuda yang diduga melakukan promosi judi online melalui media sosial Instagram. Penangkapan ini dilakukan pada Senin (4/8/2025) sekitar pukul 22.30 WITA di Jalan Surabaya, Kelurahan Gunung Telihan, Kecamatan Bontang Barat.

Kasat Reskrim Polres Bontang, AKP Hari Supranoto menjelaskan, pengungkapan ini berawal dari patroli siber yang dilakukan Tim Unit 2 Tipidter untuk mengantisipasi tindak pidana siber, tim menemukan akun Instagram @rmdhn_majid yang memuat tautan dan unggahan instastory mengarahkan pengguna ke situs judi online Kipas 899.

“Ketika tautan pada akun tersebut diklik, tim kami menemukan bahwa link tersebut mengarah ke sebuah website yang berisi permainan judi online. Selain itu, terlapor juga mengunggah instastory bertuliskan INFO CUANN yang berisi tautan ke situs yang sama,” ungkap Kasat Reskrim.

Petugas kemudian mengamankan pemilik akun, berinisial MN (23), beserta barang bukti berupa satu unit ponsel merk Redmi 13C warna hitam.

Atas perbuatannya, terlapor disangkakan melanggar Pasal 45 ayat (3) jo Pasal 27 ayat (2) UU Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dengan ancaman hukuman pidana penjara dan/atau denda sesuai ketentuan yang berlaku.

Polres Bontang mengimbau masyarakat untuk tidak terlibat dalam segala bentuk perjudian, baik secara langsung maupun daring, serta melaporkan jika menemukan adanya dugaan promosi judi online di lingkungan sekitar. (Rilis Humas Polres Bontang)

Editor: Yusva Alam

Pemkot Berencana Bangun Sekolah Rakyat, Sudah Siapkan Lahan 6,8 Hektar

0
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris. (Dwi/MediaKaltim).

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang tengah berupaya mengusulkan perencanaan pembangunan sekolah rakyat, dimana sekolah tersebut khusus untuk anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris menyampaikan, pemerintah telah menyiapkan lahan seluas 6,8 hektar di wilayah Bontang Lestari, untuk pembangunan sekolah tersebut.

Usulan pun telah diserahkan langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat di Kementerian Sosial Republik Indonesia (RI) beberapa waktu lalu.

Nantinya tim dari UPT Kimpraswil Kementerian PU, akan meninjau langsung ke lapangan, tepat Selasa (5/8/2025) ini.

“Besok mereka akan datang, untuk melihat langsung lokasinya. Luasannya pun bisa jika ingin ditambah, semuanya tergantung dari hasil peninjauan,” ucapnya saat dihubungi, Senin (4/8/2025).

Dengan adanya perencanaan pembangunan sekolah rakyat ini, Agus Haris berharap anak-anak di wilayah Bontang tidak ada yang sampai putus sekolah, demi mengejar pendidikan.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Kecamatan Bontang Selatan Mulai Persiapkan Kafilah Ikuti MTQ Tingkat Kecamatan

0
Rapat persiapan MTQ tingkat Kecamatan Bontang Selatan. (ist)

BONTANG – Kecamatan Bontang Selatan kembali mempersiapkan wilayahnya untuk berlomba dalam MTQ tingkat Kota Bontang.

Camat Bontang Selatan, Kamsal mengungkapkan, selama dua tahun ia menjabat dan kafilah MTQ di wilayahnya selalu menjadi juara, ia tidak mau merasa puas, lantaran prestasi tersebut perlu dipertahankan.

“Prestasi ini harus dipertahankan, ini tantangan bagi kami untuk kembali mempertahankan,” ujarnya, Senin (4/8/2025).

Dalam waktu dekat pihaknya akan melaksanakan MTQ tingkat kecamatan yang berlangsung di tanggal 22 Agustus ke depan. Terdapat 50 dewan hakim, 225 peserta serta 30 pendamping.

Pihaknya akan melakukan pembinaan kepada dewan hakim, peserta, maupun pendamping keluar kota untuk mendapatkan ilmu-ilmu baru dalam melaksanakan lomba ke jenjang yang lebih tinggi.

“Bisa jadi kita bawa ke Samarinda atau Balikpapan, mereka nanti mendapatkan pembinaan di sana,” ujarnya.

Ia meminta kepada tiap kelurahan di wilayahnya, untuk membimbing dan memberikan yang terbaik, “Kami minta tiap kelurahan membimbing para kafilah ya untuk selalu siap,” ajaknya. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

HOP 7 untuk Rakyat: Dari Lahan Tidur Menuju Ruang Hidup Kota yang Berdaya

0
Widodo Nasrudin. (Ist)

Oleh:
Widodo Nasrudin

Di tengah pesatnya pertumbuhan kota dan tekanan terhadap ruang terbuka hijau, Kota Bontang bersiap menyambut sebuah peluang bersejarah: transformasi lahan eks-HOP 7 menjadi ruang publik produktif yang inklusif dan memberdayakan.

Lahan yang dahulu hanya menjadi ruang kosong tak bernyawa, kini berpotensi menjadi denyut kehidupan baru bagi warga kota. Proses hibah HOP 7 dari perusahaan kepada pemerintah daerah, bukan sekadar peralihan asset, ini adalah tonggak perubahan, harapan kolektif, dan simbol kolaborasi yang membangkitkan optimisme.

Dalam konteks tata kota yang berkelanjutan, tidak ada istilah tanah tak berguna. Yang ada hanyalah potensi yang belum disentuh. HOP 7 telah lama berada dalam kondisi stagnan, menjadi “lahan tidur” yang menyimpan berjuta kemungkinan. Namun kini, melalui inisiatif untuk menghibahkan aset ini kepada Pemerintah Kota Bontang, kita menyaksikan bagaimana ruang yang sebelumnya tidak produktif bisa menjadi titik tolak pembangunan berbasis rakyat.

Transformasi ini bukan hal kecil. Ia menyiratkan perubahan paradigma—dari pemanfaatan lahan yang bersifat eksklusif menuju orientasi publik yang inklusif. Sebuah lompatan dari pendekatan korporatis menjadi bentuk tanggung jawab sosial berwawasan jangka panjang.

Di sinilah pentingnya sinergi: antara perusahaan pemilik lahan, pemerintah sebagai pengelola, dan masyarakat sebagai pengguna serta penjaga nilai.

Kita patut mengapresiasi langkah positif yang mulai diambil berbagai pihak. Proses hibah yang sedang berlangsung menunjukkan itikad baik dan keterbukaan untuk saling bergandengan tangan. Dunia usaha, melalui entitas yang selama ini mengelola HOP 7, menyadari bahwa keberlanjutan perusahaan tidak bisa dipisahkan dari kesejahteraan lingkungan sosialnya.

Pemerintah Kota Bontang pun menunjukkan keseriusan dalam menyiapkan rencana pengelolaan ruang tersebut agar manfaatnya benar-benar kembali ke warga.

Namun, kerja belum selesai. Justru di sinilah tantangan sejati dimulai: bagaimana mengubah lahan kosong menjadi ruang hidup yang fungsional, estetik, dan memberdayakan?

Kita tidak sedang bicara tentang sekadar membangun taman atau fasilitas olahraga. Lebih dari itu, ini adalah tentang menghadirkan ruang di mana anak-anak bisa bermain aman, ibu-ibu bisa berkreasi dan berdagang, pemuda bisa mengekspresikan seni, serta warga senior bisa bersantai dengan nyaman.

Ini tentang ruang yang mendukung interaksi lintas usia, lintas latar belakang sosial, dan memperkuat kohesi komunitas. Agar cita-cita ini terwujud, dibutuhkan kolaborasi tiga pihak utama: pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.

Pertama, peran pemerintah sangat vital dalam menyediakan kerangka perencanaan tata ruang yang inklusif, transparan, dan berkelanjutan. Ini termasuk mendengar aspirasi warga, melibatkan arsitek kota yang progresif, serta membuka kanal partisipasi publik sejak tahap perencanaan hingga evaluasi.

Pemerintah juga perlu menjamin bahwa ruang ini tidak akan jatuh kembali ke siklus eksklusivitas atau diserobot oleh kepentingan jangka pendek.

Kedua, masyarakat harus tampil sebagai subjek, bukan objek pembangunan. Warga sekitar HOP 7 memiliki hak moral dan sosial untuk dilibatkan secara aktif dalam menentukan fungsi ruang tersebut. Komunitas-komunitas lokal dapat mengusulkan kegiatan berbasis budaya, pendidikan, kewirausahaan, hingga pengelolaan ruang terbuka berbasis swadaya. Dengan partisipasi masyarakat, ruang ini tidak hanya hidup, tetapi juga menjadi milik bersama.

Ketiga, dunia usaha tetap memegang peranan penting dalam keberlanjutan pengelolaan. Melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), dunia usaha bisa menjadi mitra aktif dalam penyediaan fasilitas, pelatihan pengelolaan, hingga pengembangan ekonomi berbasis komunitas. Kolaborasi ini menciptakan ekosistem kota yang sehat: usaha tumbuh, masyarakat kuat, dan pemerintah dipercaya.

Bayangkan jika HOP 7 menjadi taman edukasi yang terintegrasi dengan UMKM lokal, galeri seni terbuka, perpustakaan mini, dan area urban farming yang dikelola pemuda setempat. Bayangkan jika ada panggung seni setiap pekan, pelatihan kerja untuk warga sekitar, dan ruang berkumpul bagi lansia dan anak-anak. Maka, HOP 7 akan menjadi contoh nyata dari ruang kota yang berdaya dan memberdayakan.

Apa yang terjadi di HOP 7 seharusnya menjadi preseden baik bagi pengelolaan lahan tidak produktif lainnya di Indonesia.

Terlalu banyak ruang kosong yang terbengkalai di kota-kota kita, sementara kebutuhan ruang hidup semakin mendesak. Transformasi HOP 7 adalah bukti bahwa dengan niat baik, sinergi kuat, dan visi jangka panjang, kita bisa mengubah lahan tidur menjadi jantung kehidupan kota.

Mari kita dukung proses hibah ini dengan semangat kolaboratif, bukan dengan kecurigaan. Mari kita isi ruang ini bukan hanya dengan bangunan fisik, tapi juga dengan nilai-nilai gotong royong, kesetaraan, dan partisipasi.

Karena sejatinya, kota yang maju bukan diukur dari gedung yang menjulang, tetapi dari ruang-ruang publik yang mampu menghidupkan harapan warganya.

Dan HOP 7 adalah kesempatan emas bagi Bontang untuk membuktikannya.
HOP 7 bukan lagi sekadar angka atau zona dalam peta. Ia adalah babak baru dalam sejarah kota , babak di mana ruang hidup dimenangkan oleh rakyat. (*)

Pupuk Kaltim Dorong Koperasi Binaan Naik Kelas Lewat Akselerasi Ekspor

0
Kegiatan bertajuk "Workshop Penguatan Koperasi dan Akselerasi Ekspor" diikuti UMKM di bawah binaan PT Pupuk Kalimantan Timur. (Ist)

BONTANG – Wadahi UMKM lokal agar naik kelas dan berorientasi ekspor, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) bekali anggota Koperasi Bina Sukses Bontang (BSB) berbagai kiat hingga strategi pengembangan koperasi secara profesional dan berdaya saing global. Kegiatan bertajuk “Workshop Penguatan Koperasi dan Akselerasi Ekspor” ini sekaligus upaya mendorong kolaborasi nyata koperasi BSB sebagai binaan Pupuk Kaltim, dengan koperasi yang telah memiliki pengalaman ekspor secara produktif.

Pgs VP TJSL Pupuk Kaltim Lendl Wibisana, mengatakan kegiatan ini merupakan langkah konkret Perusahaan mendorong kemandirian pelaku UMKM di bawah naungan Koperasi BSB, dengan memberikan edukasi mendalam tentang prinsip dan tata kelola koperasi yang baik. Termasuk strategi pengembangan usaha untuk membuka akses jejaring pemasaran melalui kerja sama ekspor.

“Makanya pembekalan secara berkesinambungan perlu dilakukan, sehingga anggota Koperasi BSB dapat membuka peluang ekspor secara nyata dan berdampak terhadap kemajuan usaha,” ucap Lendl, saat membuka kegiatan di Hotel Grand Equator Bontang, Senin (28/7/2025).

Menurut Lendl, kegiatan ini bukan hanya sekadar forum pembelajaran, tapi momentum untuk memperluas wawasan UMKM binaan secara signifikan. Hal ini pun bagian dari dukungan Pupuk Kaltim terhadap arah kebijakan strategis Pemerintah Republik Indonesia, yang tengah mendorong pembentukan 80.000 koperasi tingkat desa/kelurahan, serta menjadikan hal itu sebagai motor penggerak ekonomi lokal yang sehat dan berkelanjutan.

“Pupuk Kaltim ingin agar Koperasi Bina Sukses Bontang tidak hanya menjadi wadah ekonomi lokal, tapi benar-benar menjadi gerakan yang membawa UMKM kita naik kelas dan berorientasi ekspor,” tandas Lendl.

Pupuk Kaltim Dorong Koperasi Binaan Naik Kelas Lewat Akselerasi Ekspor

Kegiatan diikuti puluhan anggota Koperasi BSB dari berbagai sektor usaha seperti kuliner, kerajinan, fesyen hingga produk berbasis kearifan lokal yang memiliki potensi untuk dipasarkan ke luar negeri. Hal ini sengaja didorong Pupuk Kaltim agar pelaku UMKM bisa belajar bersama, saling dukung dan membangun kekuatan kolektif sebagai wujud kesinambungan pemberdayaan masyarakat.

Kata Lendl, keberhasilan koperasi tidak hanya diukur dari jumlah transaksi atau omset, tetapi juga kemampuan anggota untuk terus tumbuh, meningkatkan kualitas produk hingga memperluas jaringan pasar dengan lebih luas. Maka dari itu, koperasi menjadi kendaraan tepat bagi pelaku usaha lokal dalam mencapai pengembangan usaha, karena mengajarkan nilai kebersamaan, gotong royong dan tanggung jawab.

“Dari arah pembinaan yang dilaksanakan, Pupuk Kaltim optimis UMKM Bontang mampu bersaing di pasar ekspor melalui semangat kolaboratif yang kuat,” tambah Lendl.

Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro DKUMPP Bontang, Muhammad Takwin, menilai inisiatif Pupuk Kaltim mendorong akselerasi ekspor bagi pelaku usaha binaan melalui koperasi, merupakan langkah strategis yang sejalan dengan visi Pemkot Bontang dalam mewujudkan kemandirian ekonomi berbasis UMKM. Hal ini pun diharapkan dapat mendorong UMKM lokal naik kelas, serta menciptakan peluang baru yang lebih luas bagi masyarakat.

“In salah satu bentuk konkret kolaborasi produktif antara dunia usaha dan Pemerintah dalam memperkuat kapasitas koperasi dan UMKM lokal. Untuk itu, kami sangat mengapresiasi inisiatif Pupuk Kaltim yang secara serius membina koperasi lokal agar mampu menjangkau potensi ekspor, ” ujar Takwin.

Pupuk Kaltim Dorong Koperasi Binaan Naik Kelas Lewat Akselerasi Ekspor

Dia menyebut Pemkot Bontang melihat koperasi sebagai salah satu pilar penting dalam perekonomian daerah, sehingga memastikan peran pihaknya untuk memfasilitasi kemudahan perizinan yang dibutuhkan dalam pengembangan usaha. Hal ini wujud keberpihakan Pemerintah terhadap penguatan ekonomi masyarakat agar dapat berjalan merata dalam mewujudkan kemandirian di berbagai sektor.

“Pemerintah akan terus mendorong kebijakan yang pro terhadap UMKM dan koperasi, sementara Pupuk Kaltim melalui perannya memberikan dukungan praktis di lapangan. Hal ini akan semakin mendorong lahirnya koperasi unggul yang mampu berkontribusi terhadap perekonomian daerah,” tutur Takwin.

Ketua Koperasi Bina Sukses Bontang Hairuddin, menyampaikan terima kasih atas kesinambungan pembinaan Pupuk Kaltim, yang secara konsisten memberi pendampingan sejak tahap awal pembentukan hingga diarahkan untuk penjajakan ke pasar ekspor. Bagitu pula dengan bekal yang diberikan pada kegiatan ini, menjadi kesempatan untuk memperluas kemitraan bersama koperasi yang sudah lebih dulu sukses menembus pasar global.

“Bagi kami ini kesempatan berharga, karena tidak semua UMKM memiliki akses langsung untuk belajar tentang ekspor dengan koperasi yang sudah menjalankannya. Melalui workshop ini, kami mendapatkan banyak referensi untuk membuka peluang kerja sama yang nyata,” kata Hairuddin. (adv)

Editor: Agus S

Kronologis Dua Pemuda Mabuk Ancam Warga Pakai Sajam di Kampung Baru

0
Pelaku NH (27) yang mabuk saat membawa sajam. (Ist).

BONTANG – Pemuda yang ditangkap pihak kepolisian Minggu (3/8/2025) malam tadi, sekitar pukul 22.00 Wita, lantaran mengancam warga menggunakan senjata tajam (sajam) berinisial NH (27), salah satu warga di Bontang Lestari (Bonles).

Pria tersebut ditangkap di area Lapangan Voli, Kampung Baru, Kecamatan Bontang Selatan.

Berikut kronologis kejadian yang dibeberkan pihak kepolisian. Sebelum kejadian berlangsung, terduga NH diketahui bersama seorang temannya berinisial Ly sedang berada di Pantai Galau, dan mengkonsumsi miras beralkohol oplosan dengan kadar alkohol 70℅, kuku Bima dan Coca Cola.

Usai dari Pantai Galau, keduanya lalu bergeser ke lapangan volly di Kampung Baru untuk menonton tim volly yang sedang bermain, sambil bermain gitar dan meminum minuman oplosan yamg dibawanya.

“Dalam kondisi mabuk, terduga NH mendatangi area wasit, serta melontarkan komentar keras terkait teknik permainan, hingga memicu adu mulut dengan salah satu penonton,” ucap Kasat Reskrim Polres Bontang, AKP Hari Supranoto.

Tak lama kemudian, terduga NH menuju mobilnya dan mengambil sebuah badik yang telah dibawanya sejak awal di dalam mobil. Saat akan keluar mobil, terlihat oleh para saksi yang berada di sekitar lokasi, bahwa terduga menyisipkan badik di balik punggungnya dan terlihat pula sebuah parang yang ada di jok penumpang.

“Berdasarkan pengakuan terduga, badik yang dibawanya tersebut digunakan sebagai pertahanan diri, saat mengantar ikan ke luar kota, sementara parang digunakan beberapa hari sebelumnya untuk memotong bambu,” jelasnya.

Namun faktanya, kedua senjata tersebut dibawa sejak awal, dan sempat dipamerkan di tempat umum dalam kondisi mabuk, sehingga memperkuat dugaan adanya niat membawa sajam.

“Seorang terduga yang membawa sajam berupa badik tidak sesuai dengan peruntukannya, dan membahayakan jiwa. Apalagi dilakukan di ruang publik. Saat ini terduga dan BB sudah kami amankan untuk proses hukum lebih lanjut,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam