Beranda blog Halaman 590

Prabowo Pastikan Rp13,25 Triliun Hasil Korupsi CPO Digunakan untuk Kepentingan Rakyat

0
Presiden Prabowo Subianto memberikan pidato dalam acara penyerahan uang pengganti kasus korupsi ekspor CPO senilai Rp13,25 triliun di Gedung Utama Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (20/10/2025). (Sumber: YT Setpres RI)

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto memastikan dana hasil pengembalian kerugian negara senilai Rp13,25 triliun dari kasus korupsi ekspor crude palm oil (CPO) akan dimanfaatkan sepenuhnya untuk kepentingan rakyat.

Dalam sambutannya di Gedung Utama Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Senin (20/10/2025), Presiden menyampaikan apresiasi kepada Kejaksaan Agung atas keberhasilan menuntaskan kasus besar tersebut. Menurutnya, capaian itu menjadi momentum penting untuk mengubah hasil penegakan hukum menjadi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Rp13 triliun ini kita bisa gunakan untuk memperbaiki lebih dari 8.000 sekolah. Kalau untuk kampung nelayan, dengan anggaran Rp22 miliar per kampung, kita bisa bangun 600 kampung nelayan lengkap dengan fasilitas modern yang selama 80 tahun Republik berdiri belum pernah diperhatikan negara,” ujar Prabowo.

Presiden menjelaskan, pembangunan desa nelayan modern menjadi salah satu program prioritas pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Targetnya, hingga akhir 2026 akan dibangun 1.100 desa nelayan di seluruh Indonesia.

“Kita membangun desa-desa nelayan dengan fasilitas modern. Setiap desa anggarannya Rp22 miliar. Jadi Rp13 triliun ini berarti bisa membangun 600 kampung nelayan,” lanjutnya.

Prabowo menegaskan bahwa korupsi di sektor sumber daya alam merupakan bentuk pengkhianatan terhadap bangsa. Ia menilai tindakan tersebut merugikan negara dalam jumlah besar dan menghambat kesejahteraan rakyat.

Presiden juga menyoroti praktik tambang ilegal, penyelundupan, under invoicing, over invoicing, dan miss invoicing yang selama ini merugikan negara ratusan triliun rupiah setiap tahun.

“Kerugian dari penyelundupan timah di Bangka Belitung saja diperkirakan mencapai Rp40 triliun per tahun dan sudah terjadi hampir 20 tahun. Kalau dihitung, total kerugian negara bisa mencapai Rp800 triliun,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus menindak tegas praktik ilegal di sektor ekonomi dengan melibatkan berbagai lembaga seperti Satgas Penertiban Kawasan Hutan, TNI, Kepolisian, Kejaksaan, dan Bea Cukai.

“Kita tidak akan biarkan kekayaan bangsa dicuri oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Negara ini berdiri untuk menyejahterakan rakyat, bukan memperkaya segelintir orang,” tegas Prabowo.

Presiden berharap keberhasilan pengembalian dana hasil korupsi CPO menjadi simbol kebangkitan penegakan hukum dan komitmen pemerintah dalam mengelola aset negara secara transparan dan berkeadilan.

Pewarta: Fajri
Editor: Agus S

BEM SI Soroti Program Makan Bergizi Gratis dan Pelanggaran HAM di Era Prabowo-Gibran

0
BEM SI menggelar demonstrasi di dekat Patung Kuda, Jakarta Pusat. (Fajri/MKN)

JAKARTA — Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) kembali turun ke jalan memperingati satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Senin (20/10/2025). Aksi yang digelar di sekitar Patung Kuda, Jakarta Pusat, ini mengusung tema “Indonesia Cemas” dengan tagar #1TahunCukup dan #1TahunMasalahBeruntun, serta membawa 17 poin tuntutan terhadap pemerintah.

Koordinator Pusat BEM SI, Muzammil Ihsan, mengatakan aksi ini merupakan refleksi dari kinerja pemerintah selama setahun terakhir yang dinilai belum berpihak pada kepentingan rakyat.

“Banyak kebijakan yang justru melahirkan masalah baru, memperlihatkan ketimpangan, dan menurunkan kualitas demokrasi,” ujar Muzammil.

Salah satu sorotan utama mahasiswa adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai belum siap dari sisi infrastruktur, distribusi, maupun pengawasan. Mereka menilai kasus keracunan massal penerima MBG di sejumlah daerah membuktikan lemahnya manajemen pelaksanaan program tersebut.

“Korban keracunan MBG membuktikan program ini belum berpihak kepada rakyat kecil, malah menjadi proyek politik,” tegas Muzammil.

Selain itu, BEM SI juga menyoroti tindakan represif aparat terhadap massa aksi dan mendesak pembebasan seluruh aktivis yang ditahan karena menyuarakan aspirasi publik.

“Tindakan represif terhadap gerakan rakyat adalah bentuk kemunduran demokrasi,” tambahnya.

Dalam aspek tata kelola pemerintahan, mahasiswa mendesak evaluasi kabinet dan pencopotan menteri bermasalah, terutama di sektor lingkungan hidup, ESDM, HAM, dan kehutanan. Mereka juga menuntut reformasi struktural parlemen agar praktik politik transaksional dapat dihentikan dan lembaga legislatif kembali berpihak kepada rakyat.

Di bidang pendidikan, BEM SI menuntut pemerataan akses pendidikan berkualitas, pemenuhan alokasi 20 persen APBN, serta peningkatan kesejahteraan tenaga pengajar dan dosen.

Mahasiswa juga mengkritik membengkaknya anggaran pertahanan di tengah kondisi ekonomi yang belum pulih. Mereka menilai peran militer harus dibatasi hanya pada fungsi pertahanan negara.

“Militerisme dalam kehidupan sipil harus dihentikan,” kata Muzammil tegas.

Tuntutan lain yang dibawa dalam aksi ini mencakup penghentian proyek food estate yang merusak lingkungan, pembubaran komando teritorial, dan percepatan pengesahan RUU pro-rakyat seperti RUU Perampasan Aset dan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT).

BEM SI juga menyoroti pentingnya penguatan implementasi UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) serta penegasan sikap Indonesia terhadap penolakan normalisasi hubungan dengan Israel, sebagai bentuk dukungan terhadap kemerdekaan Palestina.

Dalam sektor ekonomi dan desa, mereka mendesak pengawasan ketat terhadap Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) dan program koperasi desa agar benar-benar berpihak kepada masyarakat kecil.

“Semua tuntutan ini demi kemaslahatan rakyat. Kami mendesak pemerintah segera mengevaluasi kebijakan yang tidak pro-rakyat dan memperbaiki arah pembangunan nasional,” pungkas Muzammil.

Pewarta: Fajri
Editor: Agus S

RSUD Taman Husada Infokan Beragam Pelayanan Unggulan ke Warga Telihan

0
RSUD Taman Husada Bontang saat sosialisasi di Kelurahan Gunung Telihan, Kecamatan Bontang Barat. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Tim Promosi Kesehatan (Promkes) Humas dan Kerjasama (HKK) RSUD Taman Husada Bontang menggelar sosialisasi di Kantor Kelurahan Telihan, Kecamatan Bontang Barat, Senin (20/10/2025) pagi.

Di sosialisasi itu, tim Promkes RSUD menyampaikan terkait fasilitas unggulan di RSUD Bontang, seperti pelayanan CAPD (Continuous Ambulatory Peritoneal Dialisis) atau cuci darah.

Adapun pelayanan di laboratorium, laparoskopi, cathlab kateterisasi jantung, radiologi, CT Scan 128 slice, MRI (Magnetic Resonance Imaging), ABUS (Automated Breast Ultrasound System) untuk mendeteksi kanker payudara.

Hingga pelayanan kemoterapi mulai dari klinik bedah onkologi, laboratorium patologi anatomi, klinik neurorestorasi, dan rehabilitasi medik. Sementara layanan yang akan segera hadir yakni C-ARM.

“Lewat sosialisasi ini, kami sampaikan langsung ke masyarakat kalau pelayanan di RSUD sudah mulai lengkap dengan fasilitas pelayanannya,” ucap Kepala Bagian (Kabag) Hukum, Kehumasan, dan Kerjasama RSUD Taman Husada Bontang, Syariful Rahman.

Selain itu, ada pula sejumlah pelayanan yang disosialisasikan, seperti ketersediaan para dokter spesialis, tenaga keperawatan dan kebidanan, serta tenaga kesehatan (Nakes) penunjang lainnya.

”Ada pula layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD), mobil ambulans, fasilitas Medical Check Up (MCU), hingga jenis-jenis ruang perawatan,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

RSUD Sosialisasikan Fasilitas Pelayanan Kesehatan ke Warga Telihan

0
RSUD Taman Husada Bontang gelar kegiatan sosialisasi di Kelurahan Gunung Telihan. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Bontang menggelar sosialisasi di Kelurahan Gunung Telihan, Kecamatan Bontang Barat, Senin (20/10/2025) pagi.

Kegiatan tersebut disampaikan langsung oleh Tim Promosi Kesehatan (Promkes) Humas dan Kerjasama (HKK), yang dimana saat kegiatan tersebut terkait dengan fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di RSUD Taman Husada Bontang.

“Kami sampaikan segala pelayanan yang ada di RSUD ini, agar masyarakat mengetahuinya, kalau di RSUD sekarang untuk peralatannya sudah mulai lengkap,” ucap Kepala Bagian (Kabag) Hukum, Humas, dan Kerjasama RSUD Bontang, Syariful Rahman.

Untuk pelayanan RSUD Taman Husada Bontang yang disosialisasikan ke warga Telihan, di antaranya ketersediaan para dokter spesialis, tenaga keperawatan dan kebidanan, serta tenaga kesehatan (Nakes) dan penunjang lainnya.

“Selain itu juga ada layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD), mobil ambulans, fasilitas Medical Check Up (MCU), hingga jenis-jenis ruang perawatan,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

BEM SI Desak Prabowo Copot Menteri Bermasalah, Soroti Kinerja Bahlil hingga Natalius Pigai

0
BEM SI saat membacakan tuntutan sebelum membubarkan diri dalam aksi memperingati satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. (Fajri/MKN)

JAKARTA — Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan evaluasi total terhadap Kabinet Merah Putih, termasuk mencopot sejumlah menteri yang dinilai gagal dan bermasalah. Desakan itu disuarakan dalam aksi demonstrasi memperingati satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Senin (20/10/2025).

Korpus BEM SI, Muzammil Ihsan, menegaskan bahwa langkah evaluasi menyeluruh perlu segera dilakukan untuk memastikan pemerintahan berjalan sesuai amanat rakyat. Menurutnya, banyak menteri di kabinet saat ini belum menunjukkan kinerja optimal, terutama dalam penanganan isu lingkungan hidup, hak asasi manusia (HAM), dan pengelolaan sumber daya alam (SDA).

“Evaluasi total Kabinet Merah Putih dan copot menteri bermasalah. Lakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja menteri di Kabinet Merah Putih,” tegas Muzammil di tengah orasi.

Ia kemudian secara spesifik menyebut empat nama menteri yang dianggap paling bermasalah dalam kabinet. Mereka adalah Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri HAM Natalius Pigai, dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.

“Copot Menteri Lingkungan Hidup, Menteri ESDM, Menteri HAM, dan Menteri Kehutanan karena lemah dalam perlindungan lingkungan, pelanggaran HAM, serta pengelolaan sumber daya alam yang abai terhadap rakyat,” sambungnya.

BEM SI menilai lemahnya kebijakan di sektor-sektor tersebut telah berdampak pada meningkatnya konflik agraria, kerusakan lingkungan, dan ketimpangan pengelolaan sumber daya alam di berbagai daerah.

Sebagai tindak lanjut, BEM SI menyatakan siap menyusun kajian akademik dan evaluasi publik terhadap menteri-menteri yang dianggap bermasalah. Hasil kajian tersebut akan dijadikan dasar untuk mendorong reformasi kabinet yang lebih bersih dan berpihak kepada rakyat.

“Kami siap membuat kajian untuk merumuskan siapa saja pengganti yang lebih layak. Bila tuntutan ini tidak diindahkan, kami akan kembali turun dengan aksi yang lebih besar,” tegas Muzammil.

Aksi yang berlangsung tertib itu diakhiri dengan pembacaan tuntutan resmi sebelum massa membubarkan diri. BEM SI menegaskan bahwa sikap kritis mahasiswa tidak akan berhenti selama kebijakan pemerintah dinilai belum berpihak kepada kepentingan rakyat.

Pewarta: Fajri
Editor: Agus S

Empat Raperda Dikebut DPRD Kaltim, Satu Ditarik Tanpa Penjelasan

0
Ketua Bapemperda DPRD Kaltim, Baharuddin Demmu, saat diwawancarai usai rapat di Gedung E, Kompleks DPRD Samarinda. (K. Irul Umam/MKN)

SAMARINDA — Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kaltim tengah berpacu dengan waktu untuk menuntaskan pembahasan empat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) prioritas sebelum batas waktu penetapan dari pemerintah pusat pada 30 November 2025. Langkah ini dilakukan guna menghindari pembatasan jumlah Raperda yang bisa diajukan pada tahun berikutnya.

Ketua Bapemperda DPRD Kaltim, Baharuddin Demmu, menegaskan bahwa percepatan ini menjadi keharusan agar Kaltim tidak kehilangan kesempatan menetapkan regulasi penting untuk kepentingan daerah. Dari lima Raperda yang diajukan Pemerintah Provinsi Kaltim, satu di antaranya — yakni Raperda tentang Bankaltim — terpaksa batal dibahas karena ditarik kembali tanpa penjelasan dari pihak pengusul.

“Bankaltim seharusnya menyadari ini bukan permintaan DPR, tapi perintah PP Nomor 54 tentang BUMD. Mereka wajib bertransformasi menjadi PT. Kami tugaskan Biro Hukum untuk mengingatkan agar Raperda ini bisa diajukan kembali di tahun 2026,” tegas Demmu usai rapat di Gedung E DPRD Kaltim, Senin (20/10/2025).

Empat Raperda yang kini menjadi fokus pembahasan meliputi Raperda Jamkrida, Raperda MMP (Manajemen Mutu Pemerintah), Raperda Penyelenggaraan Pendidikan, dan Raperda Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Demmu menjelaskan, surat edaran Kementerian Dalam Negeri melalui Dirjen Otonomi Daerah menetapkan bahwa apabila tidak ada Raperda yang disahkan hingga batas waktu 30 November, maka pada tahun berikutnya daerah hanya diperbolehkan mengajukan satu Raperda saja.

“Kalau tidak ada yang disahkan sampai tanggal itu, tahun depan kita hanya boleh mengajukan satu Raperda. Ini tentu sangat membatasi ruang legislasi daerah,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut akan menjadi hambatan serius karena sudah ada sembilan Raperda usulan pemerintah dan tiga inisiatif DPRD yang masuk dalam daftar pembahasan tahun 2026. Totalnya mencapai 12 Raperda yang perlu diprioritaskan.

“Kalau empat ini selesai tepat waktu, tahun depan kita masih bisa ajukan enam Raperda lagi sesuai mekanisme. Tapi kalau terlambat, kita hanya bisa satu. Itu jelas merugikan daerah,” jelasnya.

Demmu menambahkan, setelah masa reses usai, Bapemperda akan segera memanggil seluruh anggota DPRD untuk memastikan pembahasan berjalan intensif dan tidak kehilangan momentum.

“Begitu selesai reses, kita undang semua anggota untuk duduk bersama membahas serius. Jangan sampai kita kehilangan kesempatan hanya karena keterlambatan administrasi,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Kaltim, Suparmi, menyebut pertemuan dengan Bapemperda kali ini baru sebatas pembahasan awal dan belum menghasilkan keputusan final.

“Belum ada kesepakatan. Ini masih tahap menghimpun masukan dari perangkat daerah untuk diverifikasi, nanti kita bahas lagi dengan Bapemperda,” ujarnya.

Suparmi menegaskan, pertemuan tersebut merupakan bagian dari penyusunan peta jalan (roadmap) pembahasan Raperda tahun depan agar proses legislasi berjalan terarah dan sesuai kebutuhan daerah.

Pewarta: Umam
Editor: Agus S

Terobosan Dinkes Kutim di Expo: Deteksi Stres dan Cek Pembuluh Darah, Baru Pertama Kali Gratis!

0
Antusian warga melakukan layanan pemeriksaan gratis di Stan Dinkes Kutim. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Timur (Kutim) sukses menjadi pusat perhatian utama di ajang Pekan Raya Kutim Expo 2025. Membawa terobosan baru berupa pemeriksaan pembuluh darah dan deteksi risiko stres, stand Dinkes tak pernah sepi diserbu ratusan warga yang antusias memanfaatkan layanan kesehatan gratis tersebut.

Layanan pemeriksaan kesehatan rutin seperti cek kolesterol, gula darah, dan tekanan darah memang selalu tersedia. Namun, tahun ini Dinkes Kutim membuat gebrakan dengan menghadirkan layanan yang belum pernah ada sebelumnya secara cuma-cuma selama gelaran Expo.
“Ini pertama kalinya kami membuka layanan pemeriksaan pembuluh darah dan deteksi stres di ajang Expo. Antusias warga luar biasa, setiap hari bisa mencapai 300 orang yang datang untuk memeriksakan diri,” ungkap Jessi Putri Pratiwi, Petugas Dinkes Kutim, Minggu (20/10/2025).

Deteksi risiko stres, yang mencakup sumber fisik dan psikis, menjadi layanan yang paling diminati. Layanan ini dianggap relevan mengingat tingginya aktivitas masyarakat saat ini.
Untuk memastikan semua pengunjung terlayani dengan baik di tengah tingginya animo, Dinkes menerapkan sistem pelayanan dua shift.

Pelayanan dibuka sejak pagi pukul 09.00 hingga 16.00 Wita, dan dilanjutkan pada sesi malam mulai pukul 16.00 hingga 22.00 Wita. Sebanyak 10 sampai 12 petugas kesehatan disiagakan di setiap shift.

Tak hanya fokus pada pelayanan medis, stand Dinkes Kutim juga mengoptimalkan interaksi dengan menggelar kuis edukatif. Berbagai souvenir menarik seperti tumbler, mug, hingga kaos dibagikan kepada pengunjung yang aktif.

Kehadiran Dinkes Kutim dengan konsep edukatif dan inovatif ini berhasil mewujudkan tujuan mendekatkan pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat, sekaligus menjadi sarana promosi program kesehatan yang efektif di Pekan Raya Kutim Expo tahun ini.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Operda Cup 2025, Ajangnya ASN Bontang Unjuk Skill Olah Si Kulit Bundar

0
Wawali Bontang, Agus Haris ikut bertanding di laga pembukaan Operda Cup 2025. (ist)

BONTANG – Pemkot Bontang terus meningkatkan geliat olahraga di Kota Bontang, salahsatunya sepakbola. Terbaru, pemkot menggelar Turnamen Sepak Bola Antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bertajuk Operda Cup 2025, di Stadion Bessai Berinta.

Turnamen yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Kota Bontang ini, berlangsung selama 11 hari, mulai 16 hingga 26 Oktober 2025. Diikuti 16 tim dari berbagai OPD di lingkungan Pemerintah Kota Bontang.

Dalam sambutannya, Wawali Bontang, Agus Haris menegaskan bahwa turnamen ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan wadah mempererat kebersamaan dan memperkuat rasa persaudaraan antarpegawai.
“Kegiatan ini bukan hanya tentang siapa yang menang atau kalah, tetapi tentang bagaimana kita menjalin kebersamaan dan solidaritas antarpegawai,” ujarnya mengutip dari PPID Bontang.

Sebagai pembuka, digelar pertandingan eksebisi antara tim Sponsorship dan tim Forkopimda. Sementara itu, laga perdana antara tim Setda yang diperkuat Wawali Agus Haris menjadi daya tarik tersendiri dan menandai dimulainya persaingan antar-OPD secara resmi.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Dikukuhkan Jadi Bunda Literasi Bontang, Neni Bakal Tingkatkan Gerakan Membaca Masyarakat

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat mengikuti pelantikan Bunda Literasi oleh Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud. (ist)

BONTANG – Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud mengukuhkan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni sebagai bunda literasi Kota Bontang bersama tujuh Bunda Literasi lainnya dari kabupaten/kota se-Kalimantan Timur. Pengukuhan berlangsung pada Minggu (19/10) di Gedung Odah Etam, Kantor Gubernur Kaltim.

Gubernur Kaltim juga mengukuhkan Sarifah Suraidah Harum sebagai Bunda Literasi Provinsi Kalimantan Timur, yang akan menjadi motor penggerak utama gerakan literasi di seluruh kabupaten/kota.

Selain Neni, tujuh lainnya yang dikukuhkan yakni Nurlena (Kota Balikpapan), Dewi Yuliana (Kabupaten Penajam Paser Utara), Sinta Rosma Yenti (Kabupaten Paser), Sri Juniarsih Mas (Kabupaten Berau), Maria Christina Frederick Edwin (Kabupaten Kutai Barat), Sitti Robiah (Kabupaten Kutai Timur), dan Angela Idang Belawan (Kabupaten Mahakam Ulu).

Usai prosesi, Neni menyampaikan bahwa pengukuhan ini bukan sekadar simbol, melainkan amanah untuk memperkuat gerakan membaca di masyarakat.
“Menjadi Bunda Literasi adalah tanggung jawab moral bagi saya untuk menumbuhkan budaya baca di Kota Bontang. Literasi adalah jantung peradaban. Bunda ingin memastikan anak-anak kita gemar membaca, berpikir kritis, dan memiliki semangat belajar sepanjang hayat,” ujarnya mengutip dari PPID Bontang.

Ia juga menegaskan akan bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk sekolah, komunitas literasi, dan perpustakaan daerah, agar program literasi dapat menjangkau semua lapisan masyarakat.
“Kami ingin literasi hadir di setiap sudut Bontang — di rumah, sekolah, ruang publik, bahkan di dunia digital. Karena literasi bukan hanya soal membaca buku, tapi kemampuan memahami informasi dan memanfaatkannya untuk kemajuan,” ucapnya.

Kabid Perpustakaan Bontang, Indra Nopika Wijaya, turut menyambut baik pengukuhan tersebut. Ia menilai dukungan langsung dari Wali Kota sebagai Bunda Literasi akan memperkuat ekosistem literasi di Kota Taman.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Makin Produktif Berdayakan Masyarakat, Pemkot Apresiasi BAZNAS Bontang

0
Sekda Bontang, Aji Erlynawati saat menghadiri pembukaan Pendidikan Dasar Satuan Pengamanan (Satpam) Gada Pratama Angkatan ke-2 yang diselenggarakan BAZNAS Bontang. (ist)

BONTANG — Pemerintah Kota Bontang mengapresiasi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Bontang yang terus produktif dalam memberdayakan masyarakat. Hal itu diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Bontang, Aji Erlynawati mewakili Wali Kota Bontang saat pembukaan Pendidikan Dasar Satuan Pengamanan (Satpam) Gada Pratama Angkatan ke-2 yang diselenggarakan BAZNAS Bontang, di Lamin Makodim 0908/Bontang, Senin (20/10) pagi.

Dalam sambutannya, Aji Erlynawati menyampaikan apresiasi atas inisiatif BAZNAS yang dinilai telah bertransformasi dari lembaga karitatif (belas kasih) jadi lembaga produktif yang mampu menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat.
“Inisiatif BAZNAS menyelenggarakan pelatihan dasar Satpam angkatan ke-2 ini adalah bukti nyata bahwa BAZNAS tidak hanya bergerak di bidang karitatif, tetapi juga produktif dalam memberdayakan masyarakat,” ujarnya.

Iin, sapaan akrab Sekda, mengaku bangga melihat peran strategis BAZNAS yang mampu mengubah mustahik (penerima zakat) menjadi muzakki (pemberi zakat) melalui program pemberdayaan yang konkret.
“Ini adalah langkah cerdas untuk memutus mata rantai kemiskinan dengan memberikan kail, bukan hanya ikan,” ucap Iin.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam