Beranda blog Halaman 591

HUT Pramuka ke-63, Dispoparekraf Gelar Training Center Merajut Merah Putih

0
HUT Pramuka ke-63, Dispoparekraf Gelar Training Center Merajut Merah Putih
Kadispoparekraf Bontang, Rafidah didampingi, Kabid Pemuda Idhamsyah, melakukan sesi foto bersama. (Ist)

BONTANG – Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Kota Bontang menggelar Training Center Merajut Merah Putih dan Selaksa Bentang 2024, dalam menyambut hari jadi Pramuka ke-63.

Kegiatan berlangsung di Gedung Dispoparekraf Kota Bontang, Minggu (30/6/2024) kemarin.

Kepala Dispoparekraf Kota Bontang, Rafidah menyampaikan, kegiatan ini adalah sebuah aksi nyata para penegak pandega se-Kota Bontang, sebagai persembahan tekat dan semangat untuk menyambut hari jadi Pramuka Indonesia ke-63.

“Kegiatan ini merupakan bentuk nafas juang setya darma, guna menorehkan sejarah di Kota Bontang agar lebih hebat dan beradab,” ucapnya.

Ada sebanyak 13 sekolah se-Kota Bontang yang mengikuti training center, meliputi YPK, SMAN 1, SMAN 2, SMAN 3, SMKN 1, SMKN 2, SMKN 3, SMA IT DHBS, SMK Nusantara, SMPN 7, SMA MAN, Galilea, hingga SMK Regomasi.

“Total peserta yang mengikuti kegiatan ada sebanyak 63 orang,” paparnya.

Sehingga di kegiatan ini peserta akan menjalani masa training center, dan akan banyak diberikan pelajaran pemahaman bentuk perilaku.

“Pembinaan mental dan kegiatan fisik akan diajarkan, sehingga nantinya mereka bisa melakukan dan menerapkan di lingkungannya masing-masing nantinya,” tutupnya. (Dwi/Adv).

Editor: Yusva Alam

Tingkatkan Pelayanan Wisata Terumbu Karang, Warga Malahing Ikuti Uji Sertifikasi Pemandu Selam

0
Tingkatkan Pelayanan Wisata Terumbu Karang, Warga Malahing Ikuti Uji Sertifikasi Pemandu Selam
Pelaksanaan Uji Kompetensi pemandu wisata Selam di Malahing. (Ist)

BONTANG— Malahing, kampung yang terletak di Kelurahan Bontang Kuala, Kecamatan Bontang Utara, menggelar uji kompetensi pemandu wisata selam.

Kegiatan ini merupakan salah satu upaya warga, untuk memperkenalkan wisata terumbu karang yang tidak jauh dari kampung di atas laut itu.

Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Universitas Sebelas Maret (UNS) datang langsung memberikan pelatihan juga uji kompetensi secara gratis untuk warga.

“Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi masyarakat, dalam melayani wisatawan yang ingin menyelam di kawasan wisata bahari Bontang,” kata Manajer Sertifikasi LSP UNS, Prof. Purwanto.

Ada 8 peserta yang terlibat dalam uji kompetensi tersebut, yang kesemuanya adalah warga Malahing itu sendiri. Menurutnya, secara skill berenang, warga Malahing tidak perlu diragukan. Namun mereka seringkali terlalu mengambil resiko tanpa mempedulikan diri sendiri.

“Mereka berusaha berenang terlalu dalam untuk mendapatkan ikan yang lebih besar. Sayangnya, tidak mempedulikan keselamatan diri sendiri. Karena juga fokus kami menguji untuk pemandu wisata bukan penyelam untuk mencari ikan,” tambahnya.

Bagi Prof. Purwanto, pemandu wisata seharusnya mampu memberikan rasa aman dan nyaman. Sehingga dapat membuat wisatawan merasa puas akan layanan yang diberikan.

Untuk itu, uji kompetensi pemandu selam wisata ini disajikan secara teori dan praktik. Pada sesi teori, peserta belajar tentang keselamatan dan keamanan dalam menyelam, pengetahuan tentang biota laut, dan teknik pemandu wisata selam.

Sedangkan pada sesi praktik, peserta diuji kemampuannya dalam menyelam dan memandu wisatawan, dengan mengedepankan kesehatan dan keselamatan kerja (K3).

“Harapannya, dengan adanya sertifikat kompetensi ini, para pemandu selam Kampung Malahing dapat meningkatkan kompetensi mereka dalam melayani wisatawan, dan membantu mengembangkan wisata bahari di Bontang,” lanjutnya.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Malahing, Mexi mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada UNS serta Pemerintah Kota juga Pupuk Kaltim. Karena dengan adanya uji kompetensi tersebut, warga merasa terbantu dalam mengembangkan wisata.

“Bersyukur, semua peserta yang mengikuti uji kompetensi pemandu selam wisata, telah dinyatakan lulus. Kami tentunya bisa mengoptimalkan sertifikat ini untuk jaminan mutu layanan kepariwisataan di Malahing,” curahnya.

Untuk lokasi selamnya sendiri berjarak satu jam dari kampung di atas laut tersebut.

Dikatakan Prof. Purwanto wisata terumbu karangnya sangat potensial. Iapun optimistis, jika warga serius membangun potensi itu akan memberikan nilai lebih kepada destinasi wisata di Bontang. Apalagi dengan kehadiran IKN di Kalimantan Timur.

Pewarta: Khoirul Umam
Editor: Yusva Alam

Rusak Parah, Mobil Muatan Galon Tabrak Pembatas Jalan di Depan SMKN 1

0
Rusak Parah, Mobil Muatan Galon Tabrak Pembatas Jalan di Depan SMKN 1
Mobil pick up menabrak pembatas jalan di depan SMK Negeri 1, Kota Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Mobil pick up muatan galon mengalami nasib naas, menabrak pembatas jalan di Jalan Cipto Mangunkusumo, tepatnya di depan SMK Negeri 1 Bontang, sekitar pukul 18.30 Wita, Minggu (30/6/2024)

Kejadian ini menyebabkan kondisi mobil rusak parah di bagian depan, bahkan kaca mobil bagian pecah.

Wati, salah satu saksi mata mengatakan, jika mobil tersebut berasal dari arah kota, bertujuan ke arah Loktuan.

“Saya kurang tahu pasti kronologi awalnya seperti apa, yang jelas mobilnya menabrak pembatas jalan hingga berbalik arah,” ucapnya saat dikonfirmasi.

Hingga saat ini polisi mencoba untuk membantu korban dalam kejadian kecelakaan tunggal tersebut, dan mengatur arus lalu lintas agar jalan tidak terjadi kemacetan

“Sepertinya kondisi supirnya tidak ada luka,” jelasnya.

Untuk sekarang pihak polisi masih menyelidiki kecelakaan tunggal tersebut lebih lanjut.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Beredar di Medsos Adu Pukul 2 Remaja di Pesona Bukit Sintuk, Bhabinkamtibmas: Masih Tahap Penyelidikan!

0
Beredar di Medsos Adu Pukul 2 Remaja di Pesona Bukit Sintuk, Bhabinkamtibmas: Masih Tahap Penyelidikan!
Tangkapan layar kedua remaja yang sedang melakukan duel. (ist)

BONTANG – Beredar di media sosial (medsos) sebuah video yang menayangkan perkelahian antara dua remaja, Sabtu (29/6/2024) malam.

Terlihat dalam video, perkelahian dua remaja yang tampaknya sengaja berduel satu lawan satu disaksikan rekan-rekannya yang lain. Sejumlah remaja lainnya hanya melihat adu pukul keduanya, bahkan merekam aksi tersebut tanpa adanya pemisahan.
Diinformasikan dalam keterangan video itu, lokasi kejadian di Perumahan Pesona Bukit Sintuk, Kelurahan Belimbing.

Menanggapi video yang telah beredar luas itu, Bhabinkamtibmas Kelurahan Belimbing, Briptu Ilham menyampaikan, informasi sementara ini yang berhasil ia kumpulkan dari Ketua RT sekitar kejadian serta penjaga lahan sekitar, dikatakan tidak mengetahui ada kejadian perkelahian sejak kemarin di wilayah tersebut.

“Infonya belum pasti, sementara saya mau memastikan terlebih dahulu dimana lokasi kejadian tersebut,” ucapnya saat dikonfirmasi.

Briptu Ilham menyatakan saat ini pihaknya masih tahap penyelidikan, guna memastikan apakah benar video yang telah beredar itu terjadi di wilayahnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Masih Ada Oknum Warga Buang Sampah Sembarangan, Ini Masukkan AH untuk Pemkot

0
Masih Ada Oknum Warga Buang Sampah Sembarangan, Ini Masukkan AH untuk Pemkot
Wakil Ketua DPRD Bontang, Agus Haris. (ist)

BONTANG – Wakil Ketua DPRD Bontang, Agus Haris menanggapi terkait informasi aksi buang sampah sembarangan di Kelurahan Api-Api beberapa waktu lalu.

Diketahui, aksi buang sampah oleh oknum warga itu sempat marak di Kelurahan Api-Api sehingga menjadi perhatian masyarakat Bontang belakangan. Hal itu dikarenakan, walaupun sudah terdapat tulisan besar larangan buang sampah, namun masih ada saja oknum warga membuang sampah hingga menyebabkan bau yang tidak sedap.

Agus Haris mengatakan, bahwa pemerintah harus lebih peka terhadap peluang nilai ekonomis dari sampah.

Ia menyarankan, agar tiap RT di Kota Bontang memiliki motor untuk mengangkut sampah, sehingga motor-motor tersebut nantinya akan membawa sampah warga ke TPS 3R.

“Nanti ada juga pekerjanya yang mengangkut, dan tetap ada ketentuan jam pengangkutan, jadi tidak tertumpuk lama,” ujarnya saat ditemui, Rabu (26/6/24).

Sembari begitu, Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) juga dapat diberdayakan untuk memilah sampah yang bisa diolah kembali, sehingga dapat bernilai ekonomis.

Diketahui, per kelurahan telah memiliki dua motor pengangkut sampah, namun itu ia katakan tidak cukup, karena jangkauan yang tentunya sangat luas, sehingga terdapat wilayah yang tidak terjangkau.

“Sarana prasarana dulu dipenuhi, kalau masih bandel baru pasang CCTV atau bekerjasama dengan Satpol PP untuk pengawasan,” ujarnya. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Angka Stunting Mulai Turun, Kota Bontang Raih Penghargaan Manggala Karya Kencana

0
Angka Stunting Mulai Turun, Kota Bontang Raih Penghargaan Manggala Karya Kencana
Basri Rase saat menerima penghargaan manggala karya kencana. (ist)

BONTANG – Kota Bontang meraih penghargaan Manggala Karya Kencana (MKK) dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Republik Indonesia (BKKBN RI) di Merapi Grand Ballroom-PRPP Semarang, Jumat (28/6/34).

Penghargaan tersebut diterima Wali Kota Bontang, Basri Rase saat menghadiri Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-31 Tahun 2024.

Penghargaan Manggala Karya Kencana (MKK) diberikan atas dasar penghargaan tertinggi dari Pemerintah Pusat melalui BKKBN RI kepada kabupaten/kota yang dinilai memilik dharma bakti tinggi pada program pengendalian penduduk dan keluarga berencana.

Basri Rase menyampaikan, pentingnya partisipasi aktif seluruh masyarakat Kota Bontang dalam menjalankan program pengendalian biaya seperti perencanaan keluarga, penyuluhan kesehatan reproduksi, dan perencanaan keluarga.

“Menurunkan angka stunting, membangun keluarga yang bahagia tidak bisa digerakkan hanya dari pemerintah daerah, butuh partisipasi dan kolaborasi berbagai pihak,” ungkap Wali Kota.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Bontang, Bambang Sri Mulyono mengungkapkan, bahwa berdasarkan data penimbangan tahun lalu 21persen, data diposyandu per Sabtu (29/6) 24) ini adalah 19,1 persen.

Ia menjelaskan, bahwa 19.1 persen itu berdasarkan penimbangan serentak yang sedang dilaksanakan dan sudah mencakup 68 persen bayi atau balita di Bontang.

Persentase tersebut biasanya tidak akan lebih dari 19 persen bahkan bisa jadi berkurang, karena mereka juga melakukan ‘cleaning’ dimana pembersihan data ganda atau yang NIKnya tidak ada.

“Malah bisa kurang dari 19 kalau data sudah diambil di atas 60 persen, data ini akan bertambah tiap waktu, karena petugas posyandu update terus, bisa jadi nanti malam sudah 70 persen bayi didata,” ujarnya saat dihubungi.

Hal ini sudah jauh berkurang dibandingkan dengan data dari survei kesehatan Indonesia yang mencapai 27 persen, “Kalau penimbangan sendiri sudah pasti lebih akurat,” tambahnya.

Adapun bayi yang belum bisa mereka jangkau adalah bayi-bayi yang tinggal di wilayah perumahan perusahaan, dikarenakan mereka lebih memilih langsung ke rumah sakit atau klinik swasta dibandingkan posyandu.

“Dinkes nanti akan koordinasi dengan rumah sakit klinik untuk mengisi data bayi-bayi tersebut,” jelasnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Pengemudi Ambil Barang Jatuh di Bawah Kursi, Mobil Tabrak Pohon di Pembatas Jalan

0
Pengemudi Ambil Barang Jatuh di Bawah Kursi, Mobil Tabrak Pohon di Pembatas Jalan
Polisi dan pengendara yang melintas membantu mobil Sigra agar kembali ke jalan. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Sebuah mobil Sigra warna putih menabrak pohon yang berdiri di pembatas Jalan Bhayangkara, Kelurahan Gunung Elai, Kecamatan Bontang Utara, lebih tepatnya di depan Polres Bontang, Sabtu (29/6/2024), sekitar pukul 11.30 Wita.

Pengemudi Su (29) menjelaskan kronologi kejadian. Saat itu dirinya yang sedang mengemudi ingin mengambil barangnya yang terjatuh di bawah kursi mobil. Sesaat kemudian mobil yang dikendarainya tak terkendali, langsung naik dan menghantam trotoar tengah pembatas jalan hingga menabrak pohon. Diketahui arah mobil tersebut berasal dari wilayah Bontang Baru.

“Niatnya mau ambil barang yang jatuh, tetapi malah salah jalur,” ucapnya saat dikonfirmasi.

Beruntungnya kondisi pengendara saat ini tidak mengalami luka-luka, akan tetapi mobil yang dikendarainya terbilang rusak cukup parah di bagian depan mobil.

“Alhamdulillah saya tidak ada luka, hanya sedikit syok,” paparnya.

Saat kejadian pihak kepolisian membantu pengendara dan mobilnya, untuk bisa kembali ke jalur semula. Agar tidak terjadi kemacetan, dan mengingat kejadian tersebut adalah kecelakaan tunggal.

“Sekarang mobil sudah berada di bengkel untuk diperbaiki,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Ringankan Kaum Dhuafa, Baznas Sunat Massal 400 Anak se-Bontang

0
Ringankan Kaum Dhuafa, Baznas Sunat Massal 400 Anak se-Bontang
Unsur pimpinan Baznas Bontang, Kuba Siga, Ketua (paling kanan) dan Arsyad, Wakil Ketua 4 menyaksikan proses sunat. Suasana sunat massal di RSUD Taman Husada.

BONTANG – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bontang menggelar sunat massal gratis, Sabtu (29/6/2024) di RSUD Taman Husada. Kegiatan ini merupakan salahsatu program Baznas Bontang untuk meringankan kaum dhuafa di Kota Bontang.

Selain di RSUD Taman Husada, kegiatan ini juga diadakan di Rumah Sakit Islam Bontang dan RS Amalia. Totak sebanyak 400 peserta terdaftar di kegiatan ini.

Ketua Baznas Kota Bontang, Kuba Siga menyampaikan, kegiatan sunat massal ini adalah kegiatan rutin tahunan yang selalu digelar. Tahun ini menjadi tahun ke-5 untuk kegiatan sunat massal, bahkan seiring berjalannya waktu, dari tahun ke tahun jumlah peserta semakin meningkat.

“Dari tahun ke tahun, jumlah peserta semakin bertambah. Bahkan untuk tahun ini jumlah peserta sampai melebihi kuota, sebanyak 400 anak,” ucapnya saat diwawancarai.

Diketahui, untuk peserta yang mengikuti sunat massal merupakan anak-anak dari kaum dhuafa, dan juga memiliki usaha tetapi masih saja belum bisa mencukupi untuk kebutuhan sehari-harinya.

“Semua gratis, tidak ada biaya yang dibebankan ke mereka. Bahkan kami juga memberikan aksesoris seperti baju dan sebagainya. Ada juga uang saku untuk penyemangat anak-anak dan keluarga,” paparnya.

Sunat massal berlangsung hari pertama di RSUD Taman Husada dengan jumlah peserta 200 orang, hari kedua Minggu (30/6/2024) akan dilakukan di RS Amalia dengan peserta 100 orang, dan RSIB sebanyak 100 orang.

“Saya sampaikan permohonan maaf jika masih ada masyarakat yang belum mendapatkan kesempatan ini, karena kami juga harus memastikan dari pihak RS untuk ketersediaan medis dan perlengkapan yang ada,” jelasnya.

Kuba juga menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya, kepada seluruh pihak RS yang telah membantu dalam kegiatan sunat massal, dimana mereka telah memberikan dan menyumbangkan keahliannya dalam sunat massal terutama kepada kaum dhuafa.

“Saya ucapkan terima kasih banyak dari pihak RS, pastinya hanya Allah yang bisa membalas itu semua,” katanya.

Sehingga dengan terlaksanakannya kegiatan sunat massal ini, Kuba berharap bisa membantu meringankan beban orang tua untuk sunatan anaknya, dan berharap dengan menggunakan dana zakat yang penuh berkah, hidup mereka akan diberikan keberkahan serta disukseskan dalam kehidupannya.

“Sebab ini sebagian dari syariat Islam, yang dimana laki-laki harus dikhitan,” tutupnya. (Dwi/Adv).

Editor: Yusva Alam

Banyaknya Permasalahan di Pasar Citra Mas Loktuan, Faisal Desak Pemkot Segera Cari Solusi

0
Banyaknya Permasalahan di Pasar Citra Mas Loktuan, Faisal Desak Pemkot Segera Cari Solusi
Anggota Komisi III DPRD Kota Bontang, Faisal saat menyampaikan pendapat terkait Pasar Citra Mas Loktuan, di Ruang Rapat. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Anggota Komisi III DPRD Kota Bontang, Faisal menyampaikan pendapatnya mengenai permasalahan yang terjadi di Pasar Citra Mas Loktuan, saat Rapat Paripurna ke-7 berlangsung di Ruang Rapat DPRD Kota Bontang, Kelurahan Bontang Lestari, beberapa waktu lalu.

Faisal mendorong agar Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang segera mencari solusi, bahkan bisa memecahkan permasalahan yang ada. Sehingga masalah yang terjadi di Pasar Citra Mas Loktuan tidak semakin berlarut-larut.

“Saya ingin masalah yang ada di Pasar Citra Mas Loktuan segera diatasi, dari segi lokasi pasar, hingga mekanismenya seperti apa untuk kelanjutan pasar. Jangan sampai masalah ini terjadi hingga berlarut-larut lamanya,” ucapnya.

Pencarian solusi terkait Pasar Citra Mas Loktuan sangat dinanti-nanti oleh sejumlah pedagang pasar, mereka ingin permasalahan ini segera tuntas. Sehingga para pedagang bisa untuk berjualan lagi, bahkan sesuai dengan pemasukan dan kebutuhan pedagang.

Di kesempatan yang sama, Wali Kota Bontang, Basri Rase mengatakan, untuk permasalahan di Pasar Citra Mas Loktuan pastinya ada mekanisme yang berlaku. Untuk lokasi Pasar Citra Mas Loktuan saat ini bahkan masih sengketa, ada peraturan yang harus ditaati.

“Pastinya Pemkot Bontang telah melakukan berbagai cara terkait permasalahan yang ada di Pasar Citra Mas Loktuan, untuk segera diselesaikan. Akan tetapi tidak bisa langsung segera selesai, kita selesaikan satu persatu,” jelasnya.

Bahkan Pemkot Bontang juga telah meminta dari pandangan hukum di kejaksaan dan pengadilan, untuk segera menyelesaikan sengketa lahan Pasar Citra Mas Loktuan yang telah terbakar, dimana lahan tersebut masih berstatus sengketa antara Pemkot Bontang dengan warga yang mengklaim lahan tersebut. (Dwi/Adv).

Editor: Yusva Alam

Wartawan Radarbontang.com Lulus UKW Muda di Samarinda

0
Wartawan Radarbontang.com Lulus UKW Muda di Samarinda
Dwi S (3 dari kanan) berfoto bersama peserta muda dan penguji saat UKW PWI di Samarinda. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Satu orang wartawan Radarbontang.com bernama Dwi S berhasil lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW) tingkat muda yang diadakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim bekerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Samarinda.

UKW kali ini merupakan angkatan ke-35, yang berlangsung di Cafe Bagios, Jalan KH. Abdurrasyid, Kota Samarinda, Rabu (26/6/2024) kemarin.

Sebanyak 18 peserta mengikuti UKW yang berlangsung selama dua hari, mulai 26-27 Juni 2024. Terdiri dari 6 peserta tingkat madya, dan 12 peserta tingkat muda.

Para peserta berasal dari berbagai kabupaten/kota di seluruh Kaltim, meliputi Samarinda, Balikpapan, Berau, hingga Bontang.

Saat UKW berlangsung, para peserta dibagi menjadi 3 kelompok, yang berisikan dari 6 peserta, yakni 1 kelompok madya, dan 2 kelompok muda, dengan masing-masing para penguji.

Untuk penguji tingkat madya dipimpin oleh Endro S Efendi, sedangkan untuk penguji muda dipimpin Achmad Shahab dan Wiwid Mahaendra.

Ketua PWI Kaltim, Abdurrahman Amin mengucapkan selamat kepada seluruh peserta, yang telah dinyatakan kompeten setelah mengikuti UKW tersebut, dimana seluruh peserta telah menunjukan kemampuannya saat menjalani beberapa ujian saat UKW berlangsung.

“Alhamdulillah semuanya yang mengikuti UKW dinyatakan kompeten, dan ini menjadi dasar bagi mereka menuju profesional,” ucapnya, Kamis (27/6/2024).

Rahman menyampaikan, UKW merupakan gerbang utama bagi wartawan untuk menjadi profesional. Dengan mengikuti UKW dan dinyatakan lulus, maka wartawan telah menunjukan komitmennya untuk menjalankan tugasnya yang berpegang teguh pada Kode Etik Jurnalis (KEJ).

“Untuk sekarang peserta yang dinyatakan lulus telah memiliki ijazah, jadi ketika mereka melakukan pelanggaran pastinya nanti kita akan mengambil tindakan,” jelasnya.

Rahman berharap untuk seluruh peserta yang mengikuti UKW, tidak hanya berhenti sampai di sini saja, dirinya ingin untuk seluruh wartawan Muda bisa naik lagi ke jenjang Madya, bahkan sampai Utama.

“Tantangan untuk wartawan pastinya semakin besar dan berat, maka dari itu PWI Kaltim akan terus meningkatkan skill wartawan melalui berbagai program pelatihan dan workshop untuk peningkatan kualitas wartawan,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam