Beranda blog Halaman 593

Akses Lama Tertutup Jembatan, SMPN 7 Bakal Bangun Gerbang Baru Senilai Rp198 Juta

0
Pagar depan SMP 7 di mana lokasi pintu masuk akan dibangun. (Syakurah)

BONTANG – SMP Negeri 7 Bontang akan memiliki gerbang masuk baru, setelah akses lama tak lagi bisa digunakan akibat pembangunan jembatan di Jalan Koi. Konstruksi jembatan yang lebih tinggi menutup jalur lama menuju sekolah.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Saparudin, menyatakan pembangunan gerbang baru ini telah disepakati bersama pihak sekolah.

“Anak-anak mengeluh karena akses sekarang melewati halaman PDAM yang sempit. Maka diputuskan lokasi baru yang lebih representatif,” jelasnya, Minggu (27/7/2025).

Pembangunan akan dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan total anggaran sekitar Rp198,9 juta.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMPN 7 Bontang, Rakhman Halim, menuturkan gerbang baru akan dibangun di sisi kantin sekolah. “Parkiran motor dan tangga lantai dua akan direlokasi. Gerbang dirancang agar cukup untuk satu mobil, mempermudah bila ada kondisi darurat,” ujarnya.

Rakhman menambahkan, Disdikbud sudah melakukan peninjauan dan pengukuran lokasi. Jalur masuk akan dibuat menyerong hingga ke batas koridor sekolah. Ia berharap proyek ini segera rampung agar siswa tak lagi berdesakan saat masuk dan pulang sekolah.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Tanggapan Wali Kota Terkait Kasus Pelecehan Anak di Bawah Umur yang Marak di Bontang

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat ditemui awak media. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menanggapi maraknya kasus pelecehan terhadap anak di bawah umur, yang terjadi di wilayah Kota Bontang.

Sebelumnya, terdapat 33 kasus yang telah ditangani oleh Polres Bontang di semester pertama. Mengingat kejadian tersebut terjadi pada anak-anak di bawah umur.

Neni sangat menegaskan, agar pelaku yang melakukan pelecehan terhadap anak, bisa mendapatkan hukuman yang seberat-beratnya, dimana mereka yang melakukan pelecehan telah merusak masa depan anak.

“Penegak hukum harus tegas terhadap pelaku, hal seperti ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Selain merusak masa depan, mereka sebagai pelaku juga merusak mental si anak,” ucapnya, Selasa (29/7/2025).

Adapun faktor lain yang dapat memicu terjadinya kasus kejahatan tersebut, seperti halnya faktor kemiskinan, dimana bagi keluarga yang bertempat tinggal sempit, atau dengan keluarga yang berisikan banyak orang dalam satu rumah, bisa saja hal seperti pelecehan dapat terjadi.

“Seperti halnya tinggal di satu tempat dengan orang yang banyak, atau beramai-ramai. Hal seperti itu pastinya bisa terjadi,” ungkapnya.

Tidak hanya itu saja, Neni juga menegaskan pentingnya orang tua setiap waktu untuk memantau aktivitas terhadap anak, mengetahui apa saja yang dilakukan anak, dan seperti apa lingkungan perkumpulan anak di sekitar.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Kepala Kejari Bontang Berganti, Pilipus Gantikan Otong Rahayu

0
Kepala Kejari Bontang Berganti, Pilipus Gantikan Otong Rahayu
Pisah sambut Kepala Kejari Bontang, Otong Hendra Rahayu di Pendopo, Rujab Wali Kota. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Bontang resmi berganti. Dari Otong Hendra Rahayu berpindah jabatan ke Pilipus Siahaan.

Diketahui, Otong telah menjabat sebagai Kepala Kejari Bontang selama setahun, di mulai sejak Juni 3024 lalu. Kini dirinya akan berpindah tempat dinas ke Kejari di Kepulauan Riau.

Dalam sambutannya, Otong menyampaikan rasa permohonan maafnya, jika selama ia menjalankan tugas masih banyak kekurangannya. Dirinya juga menegaskan, keberhasilan dalam bertugas tidak pernah lepas dari dukungan berbagai pihak.

“Sebelumnya saya ucapkan permohonan maaf, jika masih banyak sekali kekurangannya dalam menjalankan tugas, semoga dengan adanya pergantian ini bisa menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya,” katanya, Selasa (29/7/2025) malam.

Adapun untuk melaksanakan tugas penegakkan hukum, bukanlah kerja individu. Semoga di masa dirinya menjabat, dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat Bontang.

Kesempatan yang sama, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni turut menyampaikan, bahwa selama Otong bertugas sebagai Kepala Kejari Bontang, koordinasi dan sinergi antar Kejari dengan Pemerintah Kota (Pemkot) berjalan sangat baik, terutama dalam pendampingan hukum.

“Meskipun masih ada PR terkait legal opinion yang belum rampung, kami yakin nantinya akan segera terselesaikan. Semoga bapak Otong beserta keluarga selalu diberi kesehatan, kelancaran, serta kesuksesan di tempat kerjanya yang baru,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Kejari Bontang yang baru, Pilipus Siahaan mengungkapkan, dirinya mendapatkan sambutan yang hangat dari pemerintah maupun masyarakat Bontang. Pilipus menuturkan, pendekatan hukum nantinya bersifat preventif serta edukatif.

“Penegak hukum bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk membangun kesadaran dan memberikan keadilan. Jika ada penyelesaian yang bisa mengembalikan kerugian negara, tanpa mengabaikan hukum, tentu akan menjadi prioritas,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Polres Bontang Ungkap 33 Kasus Kekerasan Pada Anak di Semester Pertama

0
Ilustrasi. (ist)

BONTANG – Polres Bontang mengungkapkan jumlah kasus perlindungan anak yang mereka tangani selama semester pertama hingga Juni 2025.

Kapolres Bontang, AKBP Widho Anriano mengatakan, total terdapat 33 kasus yang melibatkan anak di bawah umur. Hal ini menjadi perhatian khusus bagi Polres Bontang.

Untuk rinciannya, kasus persetubuhan sebanyak 16 kasus, pencabulan 6 kasus, kekerasan anak 5 kasus, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) 4 kasus, Perzinahan 1 kasus dan penganiayaan 1 kasus.

Adapun pada Bulan Juli ini yang sudah ditangani terdapat enam perkara. Persetubuhan 5 kasus, KDRT 1 kasus. Yang sudah diselesaikan unit PPA dan berkas perkara hasil penyidikan sudah dinyatakan lengkap oleh jaksa penuntut umum terdapat 16 kasus.

“Sisanya masih dalam proses, dan sampai tadi malam pun masih ada laporan masuk,” katanya, Selasa (29/7/2025).

Polres Bontang memberikan himbauan terhadap masyarakat, terutama orang tua harus lebih memperhatikan pergaulan anaknya, karena lingkungan yang buruk akan mempengaruhi perkembangan si anak

Orang tua diminta meningkatkan pengawasan, mengingat tingginya kasus persetubuhan dan pelecehan di usia anak-anak, serta pentingnya sosialisasi pencegahan dari pemerintah dan polisi

“Pembatasan penggunaan hp terhadap anak, karena kebanyakan perbuatan asusila berawal dari sosial media,” tambahnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Dibatasi 50 Kuota, 854 Peserta Bersaing di Seleksi Sertifikasi K3 Umum

0
Tes peserta yang ingin mengikuti pelatihan K3 umum yang diadakan oleh Disnaker. (Syakurah)

BONTANG – Ratusan pelamar mengikuti tes seleksi untuk pelatihan K3 Umum yang diadakan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bontang, Rabu (30/7/2025).

Terdapat total 854 peserta, yang ada dalam daftar peserta yang mengikuti tes pada hari ini. Antusias ini merupakan bentuk nyata kebutuhan masyarakat untuk memiliki keahlian dalam suatu bidang untuk mendapatkan pekerjaan.

Salah satu peserta, Sahrul yang saat ini berusia 20 tahun menyatakan, diumurnya yang masih muda ini ia ingin memperbanyak pengalaman serta sertifikasi untuk memupuk kemampuannya dalam mencari pekerjaan.

Ia mengakui, sebelumnya juga pernah mengikuti pelatihan di UPTD BLKI bahkan saat ini ia memiliki pekerjaan. Meskipun begitu ia tetap mengambil kesempatan ini, lantaran jika ingin mengikuti pelatihan swasta ia harus merogoh uang Rp 7 hingga 10 juta.

“Kan lumayan supaya upgrade diri, apalagi ini difasilitasi pemerintah,” pungkasnya.

Di kesempatan yang sama, Reza peserta lainnya mengatakan, dirinya saat ini baru saja berhenti kerja. Meski dirinya tidak memahami K3 Umum, ia mencoba peruntungan test sertifikasi yang disediakan oleh pemerintah.

Menurut informasi yang ia dapat, hanya 50 orang yang dapat mengikuti sertifikasi ini setelah melalui test.

Namun ia berharap pentingnya kesempatan yang besar disediakan pemerintah. Lantaran ia melihat banyak lowongan perusahaan yang memberikan kesempatan kepada orang yang memiliki sertifikasi Umum K3 ini.

“Kalau bisa dibuka lebih besar lagi kesempatan sertifikasi ini,” harapnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Bocah 8 Tahun Alami Rudapaksa, Pelaku Berusia 25 Tahun

0
Tersangka dalam pers rilis Polres Bontang. (Syakurah)

BONTANG – Seorang pria berinisial S (25) diduga melakukan tindak pidana asusila terhadap anak di bawah umur.

Kapolres Bontang, AKBP Widho Anriano menjelaskan, kasus terungkap setelah korban yang masih berumur 8 tahun mengeluh sakit pada bagian kemaluan saat hendak buang air kecil.

“Minggu (20/7/2025), korban mengeluh kepada ibunya. Setelah ditanya, korban mengaku telah mengalami persetubuhan oleh terduga,” ungkapnya dalam press rilis, Selasa (29/6/2025).

Ibu korban yang tidak terima kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Bontang.

Terduga melakukan perbuatan asusila dengan modus menjanjikan imbalan uang kepada korban. Dalam kasus ini, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa satu lembar kaos lengan pendek warna pink, satu lembar legging panjang warna putih-biru, dan uang tunai pecahan Rp2.000 serta Rp1.000.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 82 ayat (1) Jo Pasal 76E UU No. 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman penjara 5 hingga 15 tahun dan denda maksimal Rp5 miliar.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Diantar Berangkat Kerja, Paman Malah Cabuli Ponakannya Sendiri

0
Polres Bontang menunjukkan Barang Bukti. (Syakurah)

BONTANG – Seorang pria berinisial A alias AC (21) di Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, ditangkap polisi usai diduga melakukan tindak asusila terhadap anak di bawah umur yang merupakan keponakannya sendiri.

Kapolres Bontang, AKBP Widho Anriano menyatakan, kejadian bermula ketika terduga meminta tolong kepada SA untuk diantar ke tempat kerjanya. Namun karena SA berhalangan, terduga justru diantar oleh anak perempuannya yang masih di bawah umur tersebut.

Dalam perjalanan, terduga memaksa melakukan perbuatan asusila dengan ancaman akan dibunuh menggunakan tombak buah sawit jika melawan.

Modus yang digunakan pelaku adalah mengancam korban agar tidak melawan. Kini, pelaku telah diamankan untuk proses hukum lebih lanjut.

Atas tindakan tersebut S alis KV dikenakan pasal yang disangkakan 82 ayat 1 serta 76E Undang-Undang Nomor 17 yang bunyinya setiap orang dilarang dilarang melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, melakukan serangkaian kebohongan atau pembujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan cabul, perbuatan cabul.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Dukung Stabilitas Pangan Lewat GPM, Pupuk Kaltim Salurkan 2 Ton Beras Murah

0
Penyaluran 2 ton beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) lewat Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kota Bontang oleh PT Pupuk Kaltim. (Ist)

BONTANG – PT Pupuk Indonesia melalui PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim), salurkan 2 ton beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) lewat Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kota Bontang. Tahap awal program berlangsung di Pujasera NPK Pelangi, Kelurahan Loktuan, Bontang Utara belum lama ini.

Dukungan penyediaan beras SPHP merupakan wujud kontribusi nyata Pupuk Indonesia Grup dalam menjaga stabilitas harga, serta ketersediaan pangan bagi masyarakat pada masa rawan inflasi. Bantuan beras ini juga bagian dari sinergi aktif Perusahaan bersama Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Pemerintah Kota Bontang serta sejumlah mitra distribusi.

Sekretaris Perusahaan Pupuk Kaltim Teguh Ismartono, mengungkapkan dukungan ini salah satu bentuk kemitraan yang dibangun Pupuk Kaltim bersama para pemangku kepentingan, melalui kolaborasi strategis dalam menciptakan sistem pangan yang tangguh, terjangkau dan inklusif. Keterlibatan Pupuk Kaltim pada GPM pun tidak sekadar partisipasi dalam program nasional, tetapi juga bagian dari peran korporasi sebagai agen pembangunan, utamanya menjawab dinamika harga pangan mulai tingkat lokal.

“Pupuk Kaltim sebagai bagian dari Pupuk Indonesia Grup, memahami stabilitas pangan merupakan faktor utama pembangunan nasional. Untuk itu, kami turut berperan aktif mendukung ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat, khususnya di Kota Bontang,” ujar Teguh, Selasa (22/7/2025).

Teguh menyebut, intervensi korporasi seperti ini sejalan dengan visi besar pembangunan nasional yang menempatkan ketahanan pangan sebagai prioritas strategis. Upaya ini pun sekaligus merepresentasikan komitmen Pupuk Kaltim dalam mengintegrasikan prinsip Environment, Social and Governance (ESG), dengan tidak hanya berfokus pada efisiensi dan produktivitas industri, tetapi juga dampak sosial ekonomi dari setiap kegiatan operasional.

“Hal ini juga bentuk dukungan aktif Pupuk Kaltim terhadap instruksi Presiden dan kebijakan strategis Kementerian Pertanian dalam mengantisipasi dampak inflasi pangan, khususnya di Kota Bontang sebagai basis operasi perusahaan,” terang Teguh.

Pgs VP TJSL Pupuk Kaltim Lendl Wibisana, menambahkan untuk realisasi GPM tahap pertama, Pupuk Kaltim telah menyalurkan 500 Kilogram (Kg) beras SPHP kemasan 5 Kg dengan harga Rp60 Ribu. Sasaran menjangkau ratusan warga di Kelurahan Loktuan dan Kelurahan Guntung, dengan pusat kegiatan di Pujasera NPK Pelangi.

Selanjutnya, distribusi akan menyasar berbagai lokasi strategis lainnya di Kota Bontang, sesuai kuota tanggung jawab Pupuk Kaltim. Mengingat program GPM ditujukan untuk memberi dampak langsung terhadap stabilitas sosial masyarakat, terutama di tengah tekanan ekonomi dan peningkatan harga kebutuhan pokok.

“Gejolak harga dipastikan berdampak pada daya beli masyarakat, makanya GPM turut dihadirkan Pupuk Kaltim dalam mendukung gerakan serupa dari Pemerintah untuk berkontribusi langsung bagi masyarakat,” ungkap Lendl.

Menurut Lendl, program serupa akan terus digencarkan Pupuk Kaltim melalui realisasi program TJSL secara optimal, sebagai bagian strategi berkelanjutan yang telah menjadi fokus Pupuk Kaltim dalam mendukung sektor pangan secara menyeluruh. Dia menilai bahwa kondisi harga pangan yang tidak stabil sangat memengaruhi kualitas hidup masyarakat, dan perlu disikapi secara serius dengan mengedepankan nilai kebermanfaatan sosial.

“Pupuk Kaltim senantiasa mendukung rantai pasok pangan secara menyeluruh, termasuk program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Perusahaan. Makanya program seperti ini akan terus kami dukung dan gencarkan ke depannya,” tutur Lendl.

Salah satu warga penerima manfaat, Misriati, menyampaikan terima kasih atas program beras murah Pupuk Kaltim. Dia mengaku sangat terbantu karena harga beras di pasaran yang semakin tinggi, dan berharap program ini dapat terus berlanjut ke depannya.

“Ini sangat membantu sekali, karena untuk beras 5 Kg hanya Rp60 Ribu. Terima kasih Pupuk Kaltim yang senantiasa peduli dengan kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah seperti kami,” ucap Misriati.(adv)

Kasus Curanmor Diungkap, Satu Pelaku Ditangkap, Satu Buron

0
Press rilis curanmor Polres Bontang. (Syakurah)

BONTANG – Polres Bontang mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang terjadi di Jalan Pontianak RT 26, Kelurahan Gunung Telihan, Kecamatan Bontang Barat. Kejadian tersebut terjadi pada Senin (14/7/2025) sekitar pukul 01.00 WITA.

Kapolres Bontang, AKBP Widho Anriano mengatakan, tersangka berinisial R.E.P. (26), warga Tanjung Laut, Kecamatan Bontang Selatan, berhasil diamankan polisi. Sementara satu pelaku lainnya masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Dua barang bukti yang berhasil diamankan, yang pertama unit Honda Supra X KT 4214 DV warna hitam silver beserta STNK yang merupakan hasil curian. Sementara Motor Yamaha Crypton KT 5250 QR warna hitam digunakan melakukan pencurian.

Kronologi Kejadian berawal ketika korban memarkirkan sepeda motor Honda Supra X di garasi rumahnya pada Minggu (13/7/2025) pukul 21.00 WITA. Keesokan harinya, sekitar pukul 06.00 WITA, korban mendapati motornya hilang.

Setelah memeriksa rekaman CCTV, terlihat seorang pria mengenakan jaket hitam, celana pendek, dan helm hitam membawa kabur motor korban sekitar pukul 00.55 WITA.

Berdasarkan hasil interogasi, pelaku R.E.P. mengaku beraksi bersama seorang rekannya yang kini masih buron.

“Pengakuan pelaku mencuri motor tersebut, untuk digunakan sebagai sarana transportasi mengangkut ikan hasil tangkapan nelayan,” tambahnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Harga Beda Seribu dengan di Pasar, GPM Tetap Diserbu Ibu Rumah Tangga

0
Kegiatan GPM DKP3 Bontang. (Syakurah)

BONTANG – Gerakan Pangan Murah (GPM) kembali digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan Perikanan dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang, Selasa (29/7/2025) di Stadion Bessai Berinta Lang-lang.

Kegiatan ini dinilai masyarakat cukup membantu menekan harga sembako, seperti yang dikatakan Rahmini, salah satu pembeli. Ia telah beberapa kali mendatangi GPM dan memborong beberapa sembako.

“Lumayan, harga beda dua sampai lima ribu. Terakhir saya datang di GPM yang ada di Aini Rasyifa,” ujarnya

Sama halnya dengan ibu Eko yang sudah beberapa kali berbelanja tiap kegiatan GPM dilaksanakan, menurutnya beberapa harga bahan pokok masih sama saja dengan yang ada di pasar, namun beberapa item tetap ada yang lebih murah.

“Beda seribu dua ribu saja sih biasanya, tapi beberapa yang dijual kayak tisu itu biasa lebih murah,” ungkapnya.

Adapun komoditas pangan yang dijual :
1. Beras SPHP 1.200 sak / 6 ton
2. Beras premium 250 kg
3. Gula 1 ton
4. Tepung 250 kg
5. Telur 500 piring.

Untuk ketersediaan beras bertambah satu ton dari yang diberitahukan sebelumnya.

Ditambahkan Kabid ketahanan pangan DKP3 Bontang, Debora Kristiani kegiatan ini tentu untuk menjaga stabilitas harga pangan di Kota Bontang. Terutama harga beras yang kini terus meningkat.

“Kegiatan ini nanti akan berlangsung dua bulan lagi, untuk tempat akan diumumkan,” tambahnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam