Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menyampaikan pesan mendalam kepada ribuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu yang baru dilantik. Ia menekankan pentingnya disiplin, tanggung jawab, dan integritas dalam menjalankan tugas pelayanan publik. Momentum pelantikan ini diharapkan menjadi awal pengabdian yang penuh dedikasi untuk kemajuan Kota Bontang.
Pembaca Setia Radar Bontang! Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:
Saya bersama wartawan Media Kaltim Network yang menjadi peserta Porwarda dari berbagai daerah se-Kaltim usai acara pembukaan Porwada Kaltim 2025. Foto: Istimewa
Dua kali Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) PWI Kaltim digelar di Samarinda, saya absen. Tapi kali ini berbeda. Porwada ke-3 digelar di Bontang, kota yang saya cintai. Tempat saya pernah ditugaskan oleh perusahaan untuk membangun koran daerah pada 2010 silam. Dari kota inilah banyak kisah dan jaringan jurnalistik saya tumbuh dan mengakar.
Pada Kamis (16/10), saya sebenarnya memiliki agenda sidang di Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan. Namun, begitu tahu Porwada akan digelar di Bontang, saya sudah niatkan diri tidak meninggalkan Bontang hingga acara Porwada selesai Minggu (19/10). Urusan sidang saya percayakan kepada kolega hukum saya, H. Arief Widagdo Soetarno. Apalagi, Ketua PWI Bontang, Suriadi Said, sudah berpesan sejak awal, “Pak Agus wajib hadir.” Saya tahu, itu bukan sekadar undangan, tapi panggilan hati dan bentuk kewajiban moral.
Dan benar saja, Jumat (17/10) malam, suasana Bontang terasa berbeda. Halaman rumah jabatan Wali Kota sudah dipenuhi kendaraan. Dari kejauhan, tampak rombongan wartawan dari Samarinda, Balikpapan, Kutim, Paser, PPU, Kubar, hingga Berau berdatangan dengan jaket kontingen masing-masing.
Suasananya ramai, tapi tetap akrab. Wartawan dari berbagai daerah saling menyapa dan bercengkerama seperti sahabat yang sudah lama tak bertemu. Saya pun berkesempatan menjumpai rekan-rekan lama, baik wartawan senior maupun yunior dari berbagai kabupaten dan kota. Beberapa kepala biro Media Kaltim juga tampak hadir, ikut ambil bagian dalam gelaran Porwada tahun ini.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni memukul gong pembukaan Porwada Kaltim 2025 disaksikan Forkopimda dan perwakilan manajemen Pupuk Kaltim. Foto: Agus S.
Di depan panggung utama, pemandu acara mulai memanggil tiap kontingen untuk melakukan defile dengan yel-yel khas yang menyuarakan semangat dan kebanggaan tiap daerah.
Sebelum defile dimulai, acara dibuka dengan penampilan tari modern oleh penari muda Bontang. Gerakan mereka kompak, mengikuti irama musik yang berenergi. Penampilannya menghidupkan suasana, menjadi pembuka yang pas untuk malam pembukaan Porwada.
Setelah itu, satu per satu kontingen naik ke panggung. Beberapa datang mengenakan pakaian adat, sementara yang lain tampil dengan seragam olahraga khas daerahnya.
Ketika kontingen Berau tampil, suasana semakin meriah. Mereka membawa maskot berbentuk penyu berwarna hijau. Mengenakan baju kuning bermotif khas daerah dan ikat kepala berlogo lambang daerah. Bentuknya menyerupai penyu hijau, fauna khas Kabupaten Berau yang langsung menarik perhatian peserta. Maskot itu melambai ke arah peserta lain, disambut tepuk tangan dan sorakan dari berbagai kontingen.
Layar LED di belakang panggung menampilkan visual bergantian sesuai karakter tiap kontingen. Ada yang menampilkan sungai, tambang, pesisir. ada pula yang menampilkan suasana kota malam. Semua disesuaikan ciri khas daerah masing-masing dan berpadu dengan musik pengiring yang membuat suasana makin hidup.
Kontingen PWI Berau tampil membawa maskot penyu hijau mengenakan baju kuning bermotif khas daerah. Foto: Agus S.
Saat giliran PWI Bontang tampil, tepuk tangan terdengar lebih panjang. Rombongan tuan rumah tampil semangat. Wajah-wajah muda PWI Bontang tampak ceria, memperlihatkan energi baru di tubuh pers lokal.
Wali Kota Bontang, dr. Neni Moerniaeni, membuka acara dengan semangat khasnya. “Bukan soal medali, tapi rasa persaudaraan,” ucapnya lantang setelah memukul gong tanda dimulainya Porwada.
Dari sambutannya malam tadi, saya menangkap satu hal penting: olahraga hanyalah medium, tapi kebersamaan adalah tujuannya.
Neni juga mengenang Bontang di akhir 1980-an, saat dirinya masih dokter muda dan belum ada Jembatan Mahakam. Ia berbagi pandangan tentang bagaimana Bontang tumbuh menjadi kota industri jasa yang berkelanjutan.
Ia menekankan pentingnya kesehatan bagi wartawan yang setiap hari bergelut dengan layar dan tekanan waktu. “Sehat itu pilihan,” katanya. “Dan Porwada ini adalah cara kita memilih untuk tetap sehat dan bahagia.”
Sementara Ketua PWI Kaltim, Abdurrahman Amin, menyebut Porwada bukan sekadar event olahraga, melainkan “lebarannya wartawan.” Ia ingin Porwada menjadi ajang regenerasi, tempat munculnya wajah-wajah baru jurnalis muda Kaltim. “Kita ingin energi baru tumbuh di dunia pers, bukan hanya nama-nama lama yang terus terdengar,” katanya, disambut tepuk tangan panjang.
Sementara Ketua PWI Bontang, Suriadi Said, melaporkan bahwa 260 wartawan dari sembilan kabupaten/kota ikut bertanding di sembilan cabang olahraga. Mulai dari catur, badminton, tenis meja, hingga lomba jurnalistik. “Kalau seminggu penuh, nanti di daerah tak ada berita,” ujarnya sambil tertawa.
Gong pembukaan Porwada akhirnya ditabuh Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni bersama Forkopimda, dan perwakilan manajemen Pupuk Kaltim sebagai sponsor utama. Momen ini menandai dimulainya pekan olahraga wartawan.
Tak lama kemudian, suasana berubah menjadi euforia. Lampu disorotkan ke tengah ruangan, musik DJ lokal menggema, dan para wartawan bangkit dari kursinya, menari bersama. Tak ada lagi sekat antara panitia, peserta, dan tamu. Semua larut dalam suasana hangat penuh tawa dan persaudaraan.
Ada rasa bangga melihat Bontang menjadi titik temu ratusan wartawan dari berbagai daerah di Kaltim. Porwada bukan soal siapa yang menang, tapi bagaimana kebersamaan tumbuh di antara sesama pewarta. Malam tadi, saya melihat sendiri makna kalimat lama yang selalu relevan: pers itu pemersatu. (*)
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat membuka Porwada dengan pemukulan gong. (Dwi/RadarBontang).
BONTANG – Di tahun 2025 ini Kota Bontang terpilih sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) ke-3 se-Kalimantan Timur (Kaltim).
Pembukaan event yang kali ini bertajuk Pupuk Kaltim Porwada Kalimantan Timur, secara resmi berlangsung di Pendopo, Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota, Jumat (17/10/2025) malam. Dibuka langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, dengan ditandai pemukulan gong.
Saat sambutannya, Neni mengatakan dirinya merasa sangat senang dan bangga, Kota Bontang menjadi tuan rumah se-Kaltim, yang dimana semua orang datang secara langsung untuk melihat sisi Kota Bontang yang sesungguhnya.
Adapun, pesan dan kesan Neni untuk para wartawan yang bakal bertanding nantinya, jangan terlalu berfokus dan berpusat pada medali. Akan tetapi sebisa mungkin sesama wartawan untuk bisa, menjalin kebersamaan dan juga rasa persaudaraan.
“Yang paling utama saya sampaikan, bukan persoalan medali. Akan tetapi rasa persaudaraan antar sesama wartawan, harus tetap saling terjalin,” ucapnya.
Porwada tahun ini diikuti sebanyak 9 kabupaten/kota, meliputi Samarinda, Balikpapan, Penajam Paser Utara (PPU), Kutai Timur (Kutim), Kutai Barat (Kubar), Kutai Kartanegara (Kukar), Paser, dan juga Berau, dan Bontang.
Sebanyak 260 wartawan se-Kaltim, antusias mengikuti berbagai macam Cabang Olahraga (Cabor) seperti Catur, Atletik, Badminton, Domino, Futsal, Tenis Meja, Espost, Jurnalistik, dan Biliar.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni berdialog dengan perwakilan Duta GenRe dan BKR Be Healthy sebelum upacara PPPK Paruh Waktu di Stadion Bessai Berinta. Foto: Istimewa
BONTANG – Di sela kesibukan sebelum memimpin Upacara Pengambilan Sumpah PPPK Paruh Waktu, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menyempatkan diri bertemu para generasi muda berprestasi di Stadion Bessai Berinta, Kamis (16/10/2025).
Dalam suasana santai dan penuh semangat, Bunda Neni menerima Duta Generasi Berencana (GenRe) Kota Bontang Tahun 2024–2025 serta Kader Bina Keluarga Remaja (BKR) Be Healthy dari Kelurahan Belimbing. Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Eddy Forestwanto beserta jajarannya.
Audiensi ini menjadi bentuk apresiasi atas prestasi membanggakan yang berhasil ditorehkan anak-anak muda Bontang. Muhammad Shafwan meraih Juara 1 GenRe Award 2024 Tingkat Provinsi Kalimantan Timur, sementara BKR Be Healthy menyabet Juara 2 Nasional sebagai kelompok BKR percontohan. Tak hanya itu, Duta GenRe Putra dan Putri Kota Bontang juga meraih Apresiasi Terbaik ke-2 Tingkat Provinsi Kaltim, memperkuat posisi Bontang sebagai kota dengan kader muda yang aktif dan kreatif.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni bersama para Duta GenRe dan kader BKR berprestasi Kota Bontang. Foto: Istimewa
Sebagai Bunda GenRe, Neni Moerniaeni memberikan motivasi agar para duta muda tetap konsisten berkontribusi dalam pembangunan karakter remaja.
“Tetap semangat, berikan yang terbaik di setiap proses seleksi. Jadilah contoh dan penggerak bagi teman-teman sebaya, baik di rumah, sekolah, maupun lingkungan masyarakat,” pesannya.
Ia juga menyampaikan dukungan penuh kepada Muhammad Shafwan yang akan mewakili Kalimantan Timur dalam ajang Pemilihan Duta GenRe Nasional 2025 di Kepulauan Riau pada 20–24 Oktober mendatang. Tak lupa, apresiasi disampaikan kepada Kelompok BKR Be Healthy yang akan menerima penghargaan sebagai Terbaik ke-2 Nasional pada ajang Apresiasi Duta dan Jambore Ajang Kreativitas (Adujaknas) GenRe) di Kepulauan Riau.
“Prestasi ini menjadi bukti bahwa anak muda Bontang memiliki potensi besar untuk bersaing dan membawa nama daerah di kancah nasional,” tutup Bunda Neni penuh bangga.
BONTANG – Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni resmi membuka Lomba Balap Ketinting “Race Laut Cup I 2025” di perairan RT 12, Anjungan TPI II Bontang Kuala, Jumat (17/10/2025). Ajang yang diikuti 60 peserta ini digelar untuk memeriahkan HUT ke-26 Kota Bontang.
Acara turut dihadiri perwakilan Dandim 0908/BTG, Kapolres Bontang, Camat Bontang Utara, Ketua Panitia Sukardi, serta tokoh masyarakat. Suasana semakin meriah dengan kehadiran sejumlah artis FTV yang ikut mempromosikan potensi wisata pesisir Kota Taman.
Dalam sambutannya, Bunda Neni menegaskan bahwa Bontang perlu bertransformasi menjadi kota industri jasa yang mandiri dan berkelanjutan, sekaligus mitra strategis Ibu Kota Nusantara (IKN). Ia menekankan bahwa Bontang bukan kota kaya sumber daya alam, melainkan daerah pengolah yang harus cerdas mengelola potensi yang ada.
“Bontang ini bukan kota kaya sumber daya alam. Yang kaya itu tetangga kita. Bontang hidup dari kemampuan mengolah, bukan menggali,” ujar Neni.
Menurutnya, ketergantungan pada sektor migas harus diimbangi dengan pengembangan industri hilir dan pariwisata. Ia menyoroti capaian pertumbuhan ekonomi Bontang tanpa migas yang mencapai 9,8 persen, melampaui target nasional 2045 sebesar 8 persen.
“Kalau disandingkan dengan migas, pertumbuhan ekonomi kita minus 0,2. Tapi tanpa migas, justru naik 9,8 persen. Ini bukti bahwa pariwisata dan ekonomi kreatif punya potensi besar,” jelasnya.
Bunda Neni juga mengajak masyarakat menjaga kebersihan laut melalui program GESIT (Gerakan Sampahku, Tanggung Jawabku) serta menghentikan praktik merusak seperti pengeboman ikan.
“Kita butuh alam, alam tidak butuh kita. Mari jaga laut dari sampah dan bahan peledak. Setuju ya?” serunya yang disambut antusias warga.
Ia menegaskan, kebersihan dan keamanan lingkungan menjadi kunci menjadikan Bontang sebagai kota wisata bahari unggulan dan kota terbersih di Indonesia.
Race Laut Cup I 2025 akan berlangsung hingga 19 Oktober, diikuti peserta dari Bontang, Berau, Kutai Timur, dan Kutai Barat. Kelas yang dilombakan antara lain Jarum-Jarum 250cc, Piston 74 All Merk, Dompeng Underbone 24 PK, Lunas Underbone 500cc, Lunas Standar, dan Perahu Nelayan.
Ajang ini menjadi simbol harmonisasi antara manusia dan alam—serta semangat warga pesisir untuk menjaga laut sambil mengangkat potensi bahari Bontang ke panggung nasional.
Penampilan tari daerah membuka rangkaian acara Creative Night Market “Cut Nyak Dien Performing Arts Festival” di Halaman Gedung Pasraman Widya Buana, Bontang Baru. (Istimewa)
BONTANG – Suasana Halaman Gedung Pasraman Widya Buana di Jalan Cut Nyak Dien, Kelurahan Bontang Baru, tampak semarak pada Jumat malam (17/10/2025). Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, secara resmi membuka kegiatan Creative Night Market “Cut Nyak Dien Performing Arts Festival” yang digagas Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) bersama Gerakan Pemuda Ekonomi Kreatif (Geprek).
Festival yang berlangsung dua hari, 17–18 Oktober 2025, menampilkan berbagai seni pertunjukan dari paguyuban dan komunitas kreatif di Kota Bontang. Acara pembukaan dihadiri Ketua DPRD Kota Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam, Anggota DPRD Provinsi Kaltim Shemmy Permata Sari, Ketua TP PKK/Dekranasda Kota Bontang Nur Kalbi Agus Haris, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Rapida, Kabid Ekonomi Kreatif Dispopar Doddy Rosdian, serta para pelaku UMKM dan seniman lokal.
Dalam sambutannya, Agus Haris menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Wali Kota karena agenda lain yang bersamaan, sembari membawa salam dan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Bontang untuk para pelaku kegiatan.
“Atas nama Pemerintah Kota Bontang, kami menyampaikan apresiasi kepada panitia, DPRD, serta komunitas Geprek yang berkolaborasi dengan berbagai paguyuban seni dan UMKM. Kegiatan seperti ini menjadi wadah ekspresi dan kolaborasi antara seni pertunjukan, budaya, dan ekonomi kreatif,” ujar Agus Haris.
Ia menegaskan, Creative Night Market merupakan contoh nyata bagaimana kegiatan kreatif mampu menggerakkan ekonomi lokal sekaligus mempromosikan potensi wisata daerah. “Pemerintah daerah mendukung penuh kegiatan seperti ini sebagai bagian dari pembangunan non-fisik. Mari kita perkuat sinergi antara pemerintah, komunitas, pengusaha, dan masyarakat untuk membangun Bontang yang kreatif dan berdaya saing,” tambahnya.
Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris bersama Ketua DPRD Andi Faizal Sofyan Hasdam, jajaran pejabat daerah, dan komunitas kreatif saat pembukaan Creative Night Market “Cut Nyak Dien Performing Arts Festival”. (Istimewa)
Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, dalam sambutannya turut memberikan apresiasi kepada komunitas Geprek atas inisiatif dan semangat anak muda yang berhasil menghidupkan kembali geliat ekonomi kreatif di Bontang.
“Kami mengapresiasi langkah anak muda melalui Geprek yang berhasil menghidupkan semangat ekonomi kreatif. DPRD berkomitmen mendukung kegiatan seperti ini agar bisa menjadi agenda rutin, bahkan kalau bisa dua kali sebulan, bukan hanya tiga hari,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran UMKM dan ekonomi kreatif di tengah tantangan ekonomi global. “Ekonomi kreatif dan UMKM adalah tulang punggung daya tahan ekonomi kita. Mari kita terus berinovasi dan menjaga semangat kebersamaan lintas suku dan budaya,” tuturnya.
Menutup sambutannya, Andi Faiz menyampaikan pesan moral agar kegiatan ekonomi kreatif juga disertai gerakan budaya kebersihan di Kota Bontang. “Kami ingin meninggalkan warisan positif berupa karakter masyarakat yang kreatif, bersih, dan berbudaya. DPRD mendukung penuh keberlanjutan kegiatan seperti ini,” tegasnya.
Sementara itu, Kabid Ekonomi Kreatif Dispopar Kota Bontang, Doddy Rosdian, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Kota Bontang dengan melibatkan 30 paguyuban dan 69 pelaku ekonomi kreatif di bidang kuliner, kriya, dan seni budaya.
“Ini bentuk nyata kolaborasi lintas sektor untuk menggerakkan perekonomian lokal,” jelas Doddy. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Paguyuban Bali dan Pokdarwis Kelurahan Bontang Baru atas dukungan lokasi kegiatan, serta kepada Komunitas Geprek atas dedikasi dan semangatnya dalam mendorong gerakan kreatif di kota ini.
Seremoni pembukaan ditandai dengan pengguntingan pita oleh Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris dan Ketua DPRD Andi Faizal Sofyan Hasdam, dilanjutkan dengan peninjauan stand UMKM dan seni yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni berinteraksi dengan warga saat membagikan beras subsidi dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah. Foto: Istimewa
BONTANG – Ribuan warga memadati halaman Parkir Bessai Berinta, Kamis (16/10/2025), untuk mengikuti Gerakan Pangan Murah yang digelar Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-26 Kota Bontang dan Hari Pangan Sedunia ke-45.
Suasana berlangsung meriah. Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, berinteraksi langsung dengan masyarakat melalui kuis berhadiah beras, telur, dan uang tunai. Antusiasme warga terlihat sejak pagi, dengan antrean panjang di stan sembako bersubsidi.
Gerakan Pangan Murah ini digelar untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau. Pemkot memberikan subsidi hingga Rp5.000 per kilogram beras, serta menghadirkan minyak dan telur di bawah harga pasar. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas harga sekaligus mendukung program nasional SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan).
“Gerakan pangan murah bukan hanya soal menekan harga, tetapi juga bentuk kepedulian agar masyarakat tetap sejahtera. Kami mengajak Bulog, perbankan, dan seluruh OPD untuk terus bergandengan tangan menjaga stabilitas harga serta meningkatkan daya beli masyarakat,” ujar Neni Moerniaeni.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni bersama jajaran Forkopimda dan pimpinan OPD berfoto bersama usai membuka Gerakan Pangan Murah. Foto: Istimewa
Kegiatan tersebut juga dihadiri Sekretaris Daerah Kota Bontang Aji Erlynawati, Kepala DKP3 Ahmad Aznem, perwakilan Forkopimda, serta para pejabat dan staf Pemkot. Warga dari berbagai kalangan — mulai dari ibu rumah tangga, guru ngaji, pekerja swasta, hingga petugas harian lepas — ikut memanfaatkan kesempatan membeli bahan pokok murah.
Menariknya, tersedia juga sesi khusus untuk ibu hamil, yang tidak hanya menerima bantuan pangan, tetapi juga mendapat edukasi kesehatan tentang pencegahan stunting dan pentingnya konsumsi makanan bergizi serta tablet tambah darah.
Dalam kesempatan itu, Neni juga menyinggung capaian positif perekonomian daerah. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi nonmigas Bontang pada 2024 mencapai 9,8 persen, melampaui target nasional. Capaian tersebut menegaskan optimisme Bontang dalam mendukung visi pembangunan Indonesia Emas 2045, dengan arah pertumbuhan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan.
Sebagai penutup, Wali Kota mengajak masyarakat untuk aktif menjaga kebersihan lingkungan melalui program GESIT (Gerakan Sampahku Tanggung Jawabku). “Dengan kesadaran bersama, kita bisa mewujudkan Bontang yang bersih, nyaman, dan sejahtera bagi semua,” pungkasnya.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, saat membuka secara resmi Turnamen Sepak Bola Antar-OPD “Operda Cup 2025” di Stadion Bessai Berinta. Foto: Istimewa
BONTANG – Semangat sportivitas mewarnai pembukaan Turnamen Sepak Bola Antar-OPD “Operda Cup 2025” yang dibuka resmi oleh Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, di Stadion Bessai Berinta, Kamis (16/10/2025) sore.
Turnamen yang digelar untuk memeriahkan HUT ke-26 Kota Bontang ini diikuti 16 tim dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan akan berlangsung hingga 26 Oktober 2025.
Dalam sambutannya, Agus Haris menegaskan bahwa Operda Cup bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah mempererat silaturahmi antarpegawai dan menumbuhkan semangat kerja sama di lingkungan pemerintahan.
“Turnamen ini menjadi momentum memperkuat kebersamaan dan meningkatkan semangat kerja. Kemenangan sejati bukan hanya soal mencetak gol, tapi tentang membangun solidaritas dan persahabatan,” ujarnya.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, bersama para pejabat Pemkot menghadiri pembukaan Operda Cup 2025. Foto: IstimewaWakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, memimpin pengundian pertandingan pembuka Operda Cup 2025 di Stadion Bessai Berinta. Foto: Istimewa
Ia juga mengapresiasi antusiasme peserta dan berharap semangat sportivitas di lapangan dapat tercermin dalam pelayanan publik sehari-hari.
“Junjung tinggi fair play. Nikmati permainan, jaga persaudaraan, dan bawa semangat positif ini ke lingkungan kerja masing-masing,” tambahnya.
Pembukaan turnamen turut dihadiri perwakilan Forkopimda, Danyon Arhanud 7/ABC Letkol Arh Bayu Adiwisuda, perwakilan manajemen PT Pupuk Kaltim, Ketua KONI Bontang Jamaludin, unsur ASKOT PSSI Bontang, para kepala OPD, camat, dan lurah.
Usai pembukaan, digelar pertandingan eksebisi antara tim Sponsorship melawan tim Forkopimda, yang menandai dimulainya rangkaian pertandingan Operda Cup 2025.
Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris bersama Direktur CV WT Jasa Amanah Widya Sastra memotong pita sebagai tanda peresmian. Foto: Dwi S
BONTANG – Pemerintah Kota Bontang menyambut lahirnya lembaga pelatihan baru yang berorientasi pada peningkatan sumber daya manusia (SDM) lokal. Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, mewakili Wali Kota menghadiri Grand Launching CV WT Jasa Amanah, Kamis (16/10/2025), di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Kelurahan Tanjung Laut.
Acara yang dirangkai dengan Seminar Bisnis bertema “UMKM yang Berdaya Saing: Strategi Pemasaran dan Pengembangan Produk” itu diikuti pelaku usaha kecil, kelompok tani, komunitas wisata, serta masyarakat umum.
Dalam sambutannya, Agus Haris menegaskan pentingnya kehadiran lembaga seperti CV WT Jasa Amanah di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi kreatif di Bontang.
“Kota Bontang tidak hanya butuh pembangunan fisik, tetapi juga SDM yang tangguh, kreatif, dan siap menghadapi persaingan global. Lembaga pelatihan seperti ini menjadi mitra penting pemerintah,” ujarnya.
Ia menilai CV WT Jasa Amanah mampu menjadi jembatan antara dunia usaha dan masyarakat, khususnya dalam pelatihan manajemen usaha, pemasaran digital, serta pengembangan kompetensi pelaku UMKM.
“Banyak pelaku usaha kecil yang punya potensi besar tapi belum terkelola dengan baik. Dengan pelatihan yang tepat, mereka bisa naik kelas dan berkontribusi lebih luas bagi perekonomian kota,” tambahnya.
Selain itu, Agus Haris juga menyinggung program pembiayaan tanpa bunga bagi pelaku UMKM yang dijalankan Pemkot Bontang. Dari 734 pendaftar, sebanyak 196 telah lolos verifikasi. Program ini, kata dia, menjadi langkah nyata mendukung kemandirian ekonomi masyarakat.
Ia juga mengaitkan kegiatan ini dengan program Beasiswa UKT Bontang Pintar, yang dianggap sebagai investasi jangka panjang untuk mencetak generasi pemimpin baru.
“Keberhasilan daerah tidak hanya diukur dari jalan atau bangunan, tetapi dari sejauh mana kita mampu menyiapkan SDM yang siap menggantikan posisi strategis di masa depan,” tegasnya.
Sementara itu, Founder sekaligus Direktur CV WT Jasa Amanah, Widya Sastra, menjelaskan lembaganya hadir untuk memberi solusi pengembangan SDM dan pemberdayaan masyarakat berbasis pelatihan profesional.
“Kami ingin menjadi ruang belajar dan konsultasi bagi siapa pun yang ingin berkembang. Mulai dari pelaku UMKM, penggerak wisata, hingga kelompok tani,” ungkap Widya.
Peresmian ditandai dengan pemotongan pita dan doa bersama, disertai harapan agar CV WT Jasa Amanah tumbuh menjadi lembaga profesional, amanah, dan memberi manfaat luas bagi masyarakat Bontang.
BONTANG – Cuaca panas ekstrem melanda Kota Bontang dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang dan BMKG Kaltim, kondisi ini diperkirakan bertahan hingga akhir November atau awal Desember 2025.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bontang, Eko Mashudi, mengatakan suhu maksimum di kota ini mencapai 34°C–36°C, bahkan sempat menyentuh 36°C pada Kamis (16/10/2025).
“Biasanya suhu mulai turun saat memasuki musim hujan di Oktober, tapi tahun ini terjadi anomali,” ujarnya, Jumat (17/10/2025).
Ia menjelaskan, penyebab utama panas ekstrem ini adalah posisi gerak semu matahari yang berada di selatan ekuator, serta penguatan angin timuran (Monsun Australia) yang membawa massa udara kering dan hangat. Kondisi tersebut membuat pembentukan awan berkurang, sehingga penyinaran matahari menjadi lebih kuat.
Meski panas dominan, BPBD menyebut hujan lokal masih mungkin terjadi pada sore hingga malam hari. “Masyarakat diminta tetap waspada terhadap perubahan cuaca mendadak seperti hujan disertai petir atau angin kencang,” imbau Eko.