Beranda blog Halaman 595

Nelayan Kesulitan Cari BBM, Kemana Peran Negara?

0
Nelayan Kesulitan Cari BBM, Kemana Peran Negara?
Nur Ilahiyah. (ist)

Oleh:
Nur Ilahiyah
Aktivis Dakwah dan Pengajar

Bontang menjadi salah satu kota yang berpenghasilan ikan terbesar di Kaltim. Hal tersebut dikarenakan Bontang memiliki seluruh kegiatan yang terkait dengan perikanan, mulai dari pendaratan hingga pelelangan ikan. Hal itu disampaikan oleh Wali Kota Bontang, Basri Rase dalam sambutan peresmian Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Limau. (radarbontang.com, 28/5/2024).

Hanya saja, justru nelayan mengeluhkan beberapa hal terkait dengan aktivitas mereka saat melaut. Misalnya sulitnya mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan terkait perizinan. Salah seorang nelayan, Bakri Mansur mengatakan, selama ini ia sulit mendapatkan BBM untuk melaut. Bahkan, ia lebih sering membeli BBM eceran. Harganya pun cenderung lebih mahal. (bontangpost.id, 4/6/2024).

Karena itulah, dalam peresmian tersebut pula, Basri Rase meminta kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim untuk menambah kuota BBM di Kota Bontang.

SALAH TATA KELOLA SDA

Penyediaan BBM yang memadai, baik dari sisi kuantitas maupun harga, sangat dibutuhkan oleh nelayan, agar mereka dapat menggunakan BBM sesuai dengan kebutuhan operasionalnya. Hanya saja, ternyata masih banyak nelayan yang kesulitan mendapatkan BBM tersebut. Kesulitan tersebut karena adanya pembatasan kuota BBM terutama solar.

Hal yang sebenarnya miris, karena Kelangkaan BBM justru terjadi di wilayah yang kaya akan sumber daya alamnya. Antrian Panjang truk-truk untuk mengisi solar menjadi pemandangan yang biasa. Tidak Cuma di darat, kelangkaan BBM jenis solar ini juga terjadi di laut. Alhasil, nelayan kesulitan jika ingin melaut.

Menjadi pertanyaan adalah kenapa negeri yang kaya akan SDA ini masih sering dijumpai kelangkaan BBM?

Sejak Indonesia mengadopsi ekonomi kapitalisme, SDA berupa tambang migas ini sudah mengalami liberalisasi. Alhasil, SDA kita bisa dikelola siapa saja. Karena bisa dikelola siapa saja, maka pemerintahpun sedikit demi sedikit melepas tanggung jawabnya untuk mengelola SDA tersebut dan memberikannya pada swasta atau pengusaha.

Yang mana, dipikiran pengusaha migas bisa menjadi barang publik yang dibisniskan mengikuti prinsip pasar bebas. Maka, yang bisa mendapatkan BBM adalah mereka yang bisa membeli dengan harga mahal.

Inilah akibat kesalahan tata kelola kapitalisme terkait pengelolaan kebutuhan rakyat. BBM adalah salah satu kekayaan milik rakyat, yang seharusnya dikembalikan kepada rakyat bukan hanya dinikmati segelintir orang atau dijadikan barang bisnis.

ISLAM MENJAMIN KETERSEDIAAN BBM

Rasulullah SAW bersabda “Kaum muslim itu berserikat dalam tiga hal, yaitu air, padang rumput, dan api.” Dalam hal ini BBM termasuk kategori api. Sehingga BBM termasuk kepemilikan umat. Tersebab pengolahan BBM membutuhkan waktu yang lama dan butuh biaya besar dalam hal pengolahan tersebut, seperti pengeboran, penyulingan, dan pendistribusian, maka negaralah yang diserahi kewenangan tersebut untuk mengelola dan mendistribusikannya sebelum bisa dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.

Selain itu, tujuan pendistribusian minyak ke rakyat bukanlah untuk berbisnis, melainkan untuk memenuhi hajat hidup masyarakat. Alhasil, biaya yang dikenakan atas BBM untuk masyarakat bisa murah, bahkan gratis. Tidak boleh ada tujuan komersialisasi dalam pengelolaan kekayaan milik umum. Semua hasilnya harus dikembalikan ke masyarakat.

Jikapun negara ingin menetapkan harga pada BBM, seharusnya harga tersebut hanya dilekatkan sebagai pengganti biaya produksi saja, bukan dijual untuk mendapatkan keuntungan dari rakyat.

Demikianlah, dengan penerapan syariat Islam secara kaffah, harta milik rakyat, yakni SDA, migas, dan lainnya akan dikelola dengan amanah, baik dari sisi produksi, konsumsi, maupun distribusinya, termasuk mengerahkan para ahli agar pengelolaan migas ramah lingkungan dan memberi kemaslahatan bagi masyarakat.

Wallahu’alam.

Najirah Resmi Membuka Turnamen Bola Voli IKBNTT CUP 2

0
Najirah Resmi Membuka Turnamen Bola Voli IKBNTT CUP 2
Pembukaan Turnamen Bola Voli IKBNTT CUP 2. (ist)

BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang, Najirah resmi membuka Turnamen Bola Voli IKBNTT CUP 2 yang digelar di Lapangan Kampung Timur, Bontang Barat, Sabtu (15/6/24).

Turnamen ini merupakan inisiatif dari Ikatan Keluarga Besar Nusa Tenggara Timur (IKBNTT) Kota Bontang, dan diikuti oleh sedikitnya delapan tim dari berbagai paguyuban di bawah naungan IKBNTT.

Tim yang berpartisipasi meliputi Paguyuban Kupang, Paguyuban Ende, Morionga Karimutu, Kerukunan Keluarga Manggarai (KKM), Kerukunan Keluarga Manggarai Timur (KKMT), Bajawa Nagekeo, Maumere, dan Pakabengo.

Najirah mengatakan, pentingnya turnamen ini sebagai sarana untuk menumbuhkan minat dan bakat atlet bola voli, serta melahirkan bibit-bibit atlet yang diharapkan dapat berlaga di tingkat yang lebih besar. Kegiatan ini juga mempererat hubungan kekeluargaan antar warga NTT di perantauan.

“Ini adalah sarana mempererat silaturahmi. Semoga dengan kegiatan ini warga NTT semakin solid turut menjaga dan membangun kota Bontang,” katanya.

Ia juga menyatakan dukungannya atas kegiatan ini, dan berjanji akan menganggarkan dana untuk turnamen yang lebih besar, mencakup tingkat paguyuban se-kota Bontang.

Ketua IKBNTT, Johanes Bay, menyampaikan harapannya, agar Pemerintah Kota Bontang dapat memberikan dukungan lebih bagi kegiatan-kegiatan semacam ini. Menurutnya, ini adalah wujud kecintaan warga NTT pada Kota Bontang, meski kecil, mereka berupaya berbuat kebaikan.

“Dalam turnamen ini, menang bukan tujuan utama. Lebih penting adalah menjaga kebersamaan untuk turut membangun Kota Bontang,” ujarnya. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Penjualan Sapi Kurban Tahun Ini Alami Peningkatan

0
Penjualan Sapi Kurban Tahun Ini Alami Peningkatan
Penjual Sapi di Kelurahan Tanjung Laut. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Penjualan sapi menjelang Hari Raya Iduladha 1445 Hijriah dinilai meningkat. Hal itu diungkapkan Wahono salah satu pemilik peternakan sapi di Kelurahan Tanjung Laut.

Ia mengungkapkan, penjualan meningkat dari tahun lalu. Menurutnya, hal itu karena kondisi Kota Bontang telah stabil sepenuhnya, sehingga pembeli pun bertambah, walaupun tidak signifikan.

“Tahun ini ada nambah-nambah pembeli, Alhamdulillah,” ujarnya saat ditemui, Minggu (16/6/24).

Wahono mengungkapkan, semua sapi berukuran besar yang ia jual hingga Rp 50 juta telah habis terjual, dan menyisakan sapi-sapi dengan kisaran harga Rp 18 juta ke atas. Ia juga merasa penyediaan sapi tahun ini lebih mudah, karena vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak lebih mudah diurus.

“Paling laku itu yang kisaran harga Rp 21 juta sampai Rp 25 juta, ini tinggal diantar,” jelasnya.

Sama halnya dengan Edi, penjual sapi musiman sejak tahun 2002, ia selalu mengambil kurang lebih 80 sapi karena ia selalu memiliki pelanggan tetap yang memesan kepadanya.

“Tiap tahun sekitar 80 sapi selalu habis, mulai dari yang langganan sampai orang luar,” jelasnya.

Sapi-sapi yang ia jual juga telah habis dibeli, dan sudah pasti memiliki sertifikasi telah divaksin PMK, “Kalau gak divaksin nggak bisa dikirim,” ujarnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Peringati HUT POMAD ke-78, Najirah Resmi Buka Turnamen Bola Voli Gadjah Mada Cup I

0
Peringati HUT POMAD ke-78, Najirah Resmi Buka Turnamen Bola Voli Gadjah Mada Cup I
Wakil Wali Kota Bontang, Najirah menghadiri HUT POMAD ke-78, di Halaman Mako Sub Den POM AD VI/1-1. (Ist).

BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang, Najirah menghadiri Hari Ulang Tahun (HUT) Polisi Militer Angkatan Darat (POMAD) ke-78, serta membuka secara resmi Turnamen Bola Voli Gadjah Mada Cup I, di Jalan MH. Thamrin, Halaman Mako Sub Den POM AD VI/1-1 Bontang, Sabtu (15/6/2024).

Dalam sambutannya, Najirah menyampaikan kegiatan yang digelar oleh Pomad sangat luar biasa, dirinya memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan turnamen bola voli nantinya bisa berjalan dengan lancar, serta dapat mencari bibit atau atlet dalam cabang olahraga bola voli di pertandingan mendatang.

“Pastinya pemerintah sangat mendukung dengan adanya kegiatan yang dilaksanakan oleh Sub Den Pomad, saya ingin kegiatan seperti ini bisa berlanjut di tahun-tahun berikutnya,” ucapnya.

Diketahui, dalam turnamen bola voli ini dilakaksanaka untuk pertama kalinya di tahun 2024, kegiatan ini pun diselenggarakan bertujuan untuk memajukan bola voli yang ada di Kota Bontang.

“Semoga atlet bola voli semakin berkembang,” tambahnya.

Selain meresmikan turnamen bola voli, secara simbolis Najirah juga melakukan servis bola untuk yang pertama kalinya, sebagai tanda pembukaan. (dwi/adv).

Editor: Yusva Alam

Jelang Iduladha, Pemkot Pastikan Stok Gas Melon Aman

0
Jelang Iduladha, Pemkot Pastikan Stok Gas Melon Aman
Ilustrasi. (ist)

BONTANG – Mendekati Hari Raya Iduladha 1445, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang memastikan stok gas elpiji 3 kg aman, tidak ada kelangkaan nantinya, Sabtu (15/6/2024).

Kabag Perekonomian dan SDA Setkot Bontang, Moch Arif Rochman mengatakan, telah mengajukan surat permohonan ke Pertamina untuk penambahan extra dropping gas elpiji.

“Kami telah bersurat ke Pertamina untuk penambahan gas elpiji,” ucapnya saat di konfirmasi, Sabtu (15/6/2024).

Adanya penambahan gas elpiji dilakukan, guna mengantisipasi jika ada kelangkaan saat menjelang Hari Raya Iduladha. Sehingga jangan sampai terjadi kelangkaan saat masyarakat benar-benar membutuhkan, bahkan di saat hari libur.

“Kami sudah melakukan monitoring ke sejumlah pangkalan yang ada, insyaallah aman untuk stoknya,” paparnya.

Monitoring sudah dilakukan bersama pihak terkait, termasuk ke Pertamina langsung beberapa waktu lalu, dengan begitu Rochman berharap distribusi gas elpiji melon berjalan dengan lancar.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Meriahkan Anniversary ke-29, Najirah Lepas Peserta Telkomsel Fun Run 2024

0
Meriahkan Anniversary ke-29, Najirah Lepas Peserta Telkomsel Fun Run 2024
Wakil Wali Kota Bontang, Najirah menghadiri anniversary Telkomsel ke-29 di Halaman Mall Ramayana, Kota Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang, Najirah menghadiri kegiatan Anniversary Telkomsel ke-29, yang berlangsung di Halaman Mall Ramayana Bontang, Sabtu (15/6/2024).

Selain memeriahkan Anniversary Telkomsel ke-29, Najirah juga melepaskan peserta yang akan mengikuti Telkomsel Fun Run 2024.

Saat sambutan, Najirah menyampaikan rasa bahagianya dapat berkumpul di tengah-tengah peserta yang mengikuti kegiatan tersebut. Karena kegiatan fun run ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, akan tetapi juga membangun rasa kebersamaan, dan menjadikan momen untuk merayakan pencapaian Telkomsel selama 29 tahun melayani masyarakat Indonesia.

“Atas nama Pemerintah Kota Bontang dan seluruh masyarakat, saya ucapkan selamat ulang tahun kepada Telkomsel yang ke-29 tahun,” ucapnya saat sambutan.

Kegiatan seperti ini merupakan suatu bentuk kolaborasi dan silaturahmi antara Telkomsel dan pemerintah, serta Telkomsel telah menjadi bagian penting dalam memberikan kontribusi di bidang telekomunikasi dan digitalisasi.

“Saya juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi Telkomsel, dalam memberikan pelayanan terbaik dan kontribusi yang besar bagi masyarakat,” paparnya.

Tidak sampai disitu, kegiatan juga dirangkai dengan penyerahan hadiah utama berupa 1 unit mobil kepada pemenang undian Hepi Telkomsel Poin, dan penyerahan hadiah lainnya. (dwi/adv).

Editor: Yusva Alam

Tingkatkan SDM Penggerak di Masyarakat, Kecamatan Bontang Utara Gelar Lomba Penyuluhan Pokja 1

0
Tingkatkan SDM Penggerak di Masyarakat, Kecamatan Bontang Utara Gelar Lomba Penyuluhan Pokja 1
Lomba penyuluhan Pokja 1 di Kelurahan Gunung Elai, Kota Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Kecamatan Bontang Utara menggelar lomba Penyuluhan Pokja 1, yang diikuti sebanyak 15 peserta. Kegiatan ini mengundang seluruh PKK kelurahan, baik dasawisma maupun RT sekitar. Kegiatan berlangsung di Kelurahan Gunung Elai.

Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Bontang Utara, Vike Setiawan mengatakan, adanya lomba penyuluhan ini digelar guna pencapaian sebagai anggota PPK, yang nantinya bisa menjadi penggerak di tengah masyarakat.

Bahkan fungsi peserta ikut serta dalam lomba penyuluhan ini, agar nantinya mereka bisa mengedukasi ke seluruh masyarakat. Mulai dari kesehatan, terkait tentang parenting anak, hingga lingkungan.

“Kami sudah memberikan tema, nanti dari masing-masing peserta memilih tema mana yang akan mereka ambil untuk dijadikan bahan penyuluhan saat lomba,” ucapnya saat diwawancarai, Kamis (13/6/2024) kemarin.

Diketahui setiap PKK kelurahan dari dasawisma maupun RT, yang mewakili terdiri dari 1-2 orang setiap kelurahan di lingkungan Kecamatan Bontang Utara.

Di perlombaan penyuluhan ini mengusung tema ‘Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital’.

“Dengan adanya lomba penyuluhan ini, kami ingin mereka yang memiliki kemampuan bisa berani tampil untuk berbicara di depan umum, dan percaya diri,” jelasnya.

Vike berharap adanya perlombaan penyuluhan tersebut, dapat merubah dan menjadikan motivasi masyarakat yang ada di sekitar, bahkan nantinya bisa merubah pola pikir masyarakat sekitar. (dwi/adv).

Editor: Yusva Alam

Jelang Iduladha, Harga Cabai Rawit Naik Hingga Rp 60 Ribu

0
Jelang Iduladha, Harga Cabai Rawit Naik Hingga Rp 60 Ribu
Wakil Wali Kota Bontang, Najirah saat memantau harga bahan pokok di Pasar Taman Rawa Indah, Kota Bontang. (Ist).

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang melakukan peninjauan di Pasar Taman Rawa Indah, Jumat (14/6/2024). Mendekati Hari Raya Iduladha, untuk harga cabai rawit mengalami kenaikan hingga Rp 60 ribu perkilonya.

Saat melakukan monitoring, Wakil Wali Kota Bontang, Najirah memantau perkembangan harga serta ketersediaan stok bahan pokok yang terdapat di Pasar Taman Rawa Indah.

Harga bahan pokok seperti sembako, beras, telur, daging, ayam, sayur, serta kebutuhan penting lainnya tidak mengalami kenaikan, harga pun masih terpantau dengan harga yang normal.

“Saya lihat hanya cabai rawit saja yang mengalami kenaikan,” ucapnya saat pemantauan.

Diketahui dalam dua pekan terakhir terjadi kenaikan pada harga cabai rawit, yang sebelumnya dengan patokan harga Rp 55 ribu menjadi Rp 60 ribu perkilonya.

“Untuk pengguna cabai rawit terbilang tidak terlalu besar, jadi bisa terbilang masih aman,” jelasnya.

Sehingga Najirah menegaskan pada masyarakat Bontang, untuk menjelang hari Raya Iduladha tidak akan terjadi kelangkaan dalam bahan pokok. (dwi/adv).

Editor: Yusva Alam

Nelayan Perlu BBM, Kemana Dukungan Negara?

0
Nelayan Perlu BBM, Kemana Dukungan Negara?
Emirza Erbayanthi, M.Pd. (ist)

Oleh:
Emirza Erbayanthi, M.Pd
(Pemerhati Sosial)

Bukan berita baru jika tabiat penguasa yang sering menaikkan harga BBM. Tak cukup naiknya harga, kelangkaan BBM juga mengikuti setelahnya. Mengherankan memang di negeri kaya SDA BBM-nya susah.

Masih banyak nelayan di Bontang yang mengeluhkan sulitnya mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan juga perizinan. Hal itu disampaikan Wali Kota Bontang, Basri Rase saat menghadiri peresmian Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Limau. (radarbontang.com, 28/5/2024)

Tersirat dari adanya aduan warga atau nelayan saat curhat diacara peresmian TPI. Mereka mengeluhkan sulitnya mendapat pasokan BBM jenis solar untuk nelayan. Warga melaporkan kesulitan mendapat pasokan solar untuk kapal-kapal nelayan.

Kesalahan dalam Tata Kelola SDA

Nelayan di Bontang mengeluhkan jika mereka masih kesulitan dalam mendapatkan BBM, lantaran yang mendapatkan BBM kebanyakan dari nelayan luar. Nelayan sendiri kesulitan memperoleh BBM termasuk perizinan.

Langkanya BBM di kota kaya migas dinilai menimbulkan gejolak ekonomi. Kelangkaan dan harga BBM yang tinggi adalah bukti gagalnya pemerintah.

Berulangnya persoalan kelangkaan dan mahalnya BBM menunjukkan abainya pemerintah dalam hal penyediaan kebutuhan umat. Tidak seharusnya BBM langka dan mahal di daerah yang kaya akan SDA berupa migas.

Begitulah faktanya ketika SDA dikelola dengan sistem kapitalisme. Kesalahan tata kelola SDA dalam sistem ini menyebabkan problem BBM tidak pernah tuntas.

Di antara kesalahan tersebut yaitu, pertama, salah status kepemilikan. Dengan sistem ekonomi kapitalisme, barang tambang berupa migas mengalami liberalisasi. Maka rakyat sebagai pemilik sah kehilangan kedaulatannya atas SDA yang dimiliki.

Kedua, salah pengelolaan. Akibat kapitalisasi, negara perlahan melepas tanggung jawabnya sebagai pengelola migas. Inilah peran negara, hanya sebatas sebagai regulator saja. Migas menjadi barang publik yang dibisniskan mengikuti prinsip pasar bebas.

Ketiga, salah pendistribusian. Kesalahan kepemilikan dan pengelolaan akan berpengaruh pada distribusinya. Seharusnya, seluruh rakyat berhak menikmati subsidi. BBM adalah milik umum, siapa pun berhak memanfaatkannya dengan baik.

Demikianlah kesalahan fatal dalam pengelolaan SDA akibat penerapan ideologi kapitalisme liberal. Lalu imbasnya bukan hanya BBM yang langka dan mahal, nasib rakyat juga selalu susah karena kesejahteraan sulit terwujud.

Inilah akibat Kapitalisasi-Liberalisasi SDAE yang merupakan konsekuensi kesepakatan Indonesia dengan berbagai organisasi internasional, yang salah satunya adalah mengurangi BBM. Tidak hanya di darat kesulitan BBM antri, nelayan pun sama mengalami kesulitan mendapatkan BBM.

Kemana Peran Negara?

Terus meningkatnya harga BBM tidak terlepas dari buruknya tata kelola dan politik energi rezim neoliberal yang ditopang sistem sekuler. Saat nelayan kesusahan BBM, kemana peran negara? Sistem ini memosisikan negara hanya sebagai regulator, sekadar penjaga dari kegagalan pasar.

Akibatnya, semua hajat hidup publik, termasuk BBM, dikelola dalam kacamata bisnis dengan menyerahkannya pada mekanisme pasar—sebagaimana dikukuhkan dalam UU 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Mirisnya, sebagian besar ladang minyak bumi dikelola pihak swasta, terutama asing.

Maka, dapat kita pahami bahwa mahal dan terus meningkatnya harga BBM bukan karena Indonesia kekurangan sumber daya minyak, tetapi terletak pada visi rezim dan tata kelola minyak yang kapitalistik.

Tata Kelola Sesuai Syariat

Penguasa dalam Islam tidak akan mempersulit rakyatnya dalam hal memenuhi kebutuhan. Tata kelola SDAE dalam Islam sesuai syariat, sehingga bisa dinikmati oleh rakyat salah satunya BBM.

Dalam pandangan Islam, sumber daya alam yang jumlahnya besar, seperti minyak bumi, merupakan harta milik umum sebagaimana sabda Rasulullah saw., “Kaum muslim bersekutu dalam tiga perkara: air, padang rumput, dan api.” (HR Abu Daud)

Pengelolaannya pun wajib dilakukan secara langsung oleh Khalifah sebagai kepala negara yang berfungsi sebagai pelindung dan pelayan masyarakat. Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya Al-Imam (Khalifah) itu perisai, orang-orang berlindung di belakangnya.” (HR Bukhari, Muslim, Ahmad, Abu Daud)

Pengelolaan minyak bumi ini wajib dilakukan negara secara mandiri dan mendistribusikannya secara adil ke tengah masyarakat. Negara hadir memang untuk melindungi kepentingan umat dengan tidak mengambil keuntungan, kecuali biaya produksi yang layak. Kalaupun negara mengambil keuntungan, hasilnya dikembalikan lagi ke masyarakat dalam berbagai bentuk.

Maka, pemerintah tidak boleh menyerahkan pengelolaan minyak bumi kepada pihak swasta, apalagi asing. Harga BBM dapat dipastikan murah (bahkan gratis) dan mudah diakses seluruh rakyat. Hasil pengelolaan tersebut juga dapat diberikan dalam bentuk pelayanan kesehatan, pendidikan, atau kebutuhan publik lainnya secara gratis.

Sungguh, sistem Islam akan melahirkan para pemimpin yang bertakwa, yakni mereka yang menjadikan kepemimpinan sebagai sebuah amanah yang akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah Swt.

Wallahualam.

Hasil Monitoring Pasar, Pemkot Pastikan Harga-Harga Stabil

0
Hasil Monitoring Pasar, Pemkot Pastikan Harga-Harga Stabil
Monitoring Pasar dipimpin Wawali Najirah. (ist)

BONTANG – Pemkot Bontang menggelar monitoring perkembangan harga dan ketersediaan stok bahan pokok dan barang penting, menjelang Hari Raya Iduladha 1445, Jumat (14/6/24) di Pasar Taman Rawa Indah.

Dalam pengecekan yang dipimpin Wakil Wali Kota, Najirah, harga-harga bahan pokok seperti sembako, beras, telur, daging, ayam, serta sayuran, dan kebutuhan penting lainnya, tidak ada kenaikan harga yang signifikan, bahkan terdapat penurunan harga pada beberapa komoditas seperti ikan dan daging, sementara harga telur masih stabil.

”Satu-satunya peningkatan yang tercatat adalah harga cabai rawit, namun secara keseluruhan situasi di pasar dapat dikatakan aman,” ujarnya.

Menurutnya dalam dua pekan terakhir, terjadi kenaikan harga cabe rawit dari Rp 55 ribu menjadi Rp 60 ribu. Namun, hal ini belum dianggap sebagai indikator kenaikan harga secara signifikan.

Ia juga menegaskan bahwa stok di pasar masih dalam kondisi yang aman, memberikan keyakinan kepada masyarakat, bahwa tidak akan terjadi kelangkaan bahan pokok menjelang perayaan lebaran Haji. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam