Beranda blog Halaman 595

Guru Diminta Tumbuhkan Kesadaran Siswa Tanpa Kekerasan, Disdikbud Dorong Penerapan Pembelajaran Humanis

0
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang, Abdu Safa Muha. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang menegaskan komitmennya, untuk menciptakan lingkungan belajar yang bebas dari kekerasan. Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, mengingatkan seluruh pendidik agar meninggalkan pola pengajaran konvensional yang masih menempatkan hukuman fisik sebagai bentuk kedisiplinan.

Menurutnya, pendekatan tersebut sudah tidak relevan dengan semangat pendidikan modern yang berlandaskan pada prinsip pembelajaran mendalam (deep learning) dan Kurikulum Merdeka.

“Zaman sekarang bukan waktunya lagi mendidik anak dengan kekerasan. Pendidikan harus berangkat dari penghormatan kepada peserta didik,” ujarnya, Rabu (15/10/2025).

Abdu Safa menilai, guru memiliki peran penting sebagai pendamping dan fasilitator yang membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan inovatif. Ia menegaskan bahwa guru bukan lagi satu-satunya sumber pengetahuan.

“Dalam konsep deep learning, porsi guru dan siswa seimbang. Guru hanya memantik agar siswa mampu menggali pengetahuan dan menemukan maknanya sendiri,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia juga menyoroti masih adanya kasus kekerasan di dunia pendidikan yang ramai di media sosial. Menurutnya, permasalahan perilaku siswa seharusnya tidak diselesaikan dengan kekerasan, melainkan dengan kolaborasi bersama orang tua.

“Kalau ada perilaku anak yang kurang baik, guru cukup memberi catatan atau laporan kecil kepada orang tua. Dengan begitu, keluarga bisa ikut mendampingi pembinaan di rumah,” tuturnya.

Ia menilai langkah itu jauh lebih efektif dalam menumbuhkan kesadaran serta tanggung jawab anak. Abdu Safa juga menekankan pentingnya membangun komunikasi dua arah antara sekolah dan keluarga, agar nilai-nilai adab dan kasih sayang menjadi dasar pendidikan.

“Pendidikan yang ideal adalah pendidikan yang menumbuhkan adab, ilmu, dan kasih sayang. Tidak boleh ada ruang bagi kekerasan di sekolah,” tegasnya.

Disdikbud Bontang berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dengan seluruh satuan pendidikan, agar penerapan Kurikulum Merdeka benar-benar mencerminkan pembelajaran yang humanis, inklusif, dan berkarakter.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Kaltim Siap Jadi Basis Pengembangan Energi Nuklir Nasional

0
Para akademisi Kaltim saat menyampaikan pemaparan materi Energi Nuklir. (istimewa)

BALIKPAPAN – Sejumlah akademisi di Kalimantan Timur menilai energi nuklir sebagai solusi strategis untuk mewujudkan swasembada energi nasional. Selain efisien dan rendah emisi, teknologi ini dinilai mampu memperkuat ketahanan energi di tengah menipisnya sumber daya fosil dan meningkatnya kebutuhan listrik.

Peneliti energi dari Sekolah Tinggi Teknologi Migas Balikpapan, Dr. Andi Jumardi, menyebut Kalimantan merupakan wilayah potensial untuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) karena relatif aman dari gempa. Berdasarkan hasil riset, Kalimantan Barat memiliki cadangan uranium yang layak dikembangkan dan memenuhi aspek keekonomian.

“Potensi PLTN paling besar justru di Kalimantan Barat karena memiliki cadangan uranium yang bisa diperkaya dan memenuhi kriteria keekonomian,” ujarnya dalam diskusi publik bertema “Meneropong 1 Tahun Kemandirian Energi Nasional Era Prabowo–Gibran dari Borneo” di Balikpapan, Kamis (17/10).

Sementara ekonom Universitas Mulawarman, Purwadi Purwoharsojo, menyebut energi nuklir dapat menjadi “solusi manusiawi” bagi kesejahteraan rakyat. Selain biaya listrik yang murah, emisi karbonnya juga sangat rendah. Menurutnya, riset Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) telah mencapai kemajuan signifikan namun belum dimanfaatkan optimal.

“BATAN itu ibarat petinju yang terus berlatih tapi tak pernah naik ring. Padahal hasil risetnya sudah siap untuk diimplementasikan,” kata Purwadi. Ia menambahkan, teknologi reaktor modular generasi keempat kini jauh lebih aman dan efisien.

Dosen kebijakan publik Unmul, Dr. Saipul, menilai pengembangan energi nuklir perlu disertai tata kelola dan mitigasi risiko yang matang. Meski biaya produksinya lebih murah dibandingkan diesel atau batu bara, risiko lingkungan dan keselamatan tetap harus menjadi prioritas utama.

“Risikonya besar, tapi dengan standar keamanan dan pengawasan ketat, teknologi nuklir bisa dimanfaatkan dengan aman. Indonesia hanya perlu memastikan ketersediaan bahan baku dan kerja sama teknologi yang tepat,” ujarnya.

Saat ini, Kementerian ESDM tengah memfinalisasi Peraturan Presiden tentang pembentukan Badan Pembangunan Pembangkit Nuklir (NEPIO) sebagai dasar pelaksanaan proyek PLTN pertama di Indonesia. Dirjen EBTKE, Eniya Listiani Dewi, menyebut draf aturan tersebut sudah dibahas bersama Dewan Energi Nasional (DEN), BRIN, dan Sekretariat Negara, dan ditargetkan rampung tahun ini.

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia mulai bersiap memasuki era energi nuklir—sebuah upaya menuju kemandirian energi yang efisien, bersih, dan berkelanjutan.

Penulis: Andrie
Editor: Agus S

Warga Kampung Selambai Laporkan Banyak Ikan Mati, Belum Diketahui Sebabnya

0
Ikan mati di Kampung Selambai. (Istimewa)

BONTANG – Warga Kampung Selambai melaporkan banyak ikan mati, terutama yang berada di keramba milik warga, Kamis (16/10/2025).

Bhabinkamtibmas Loktuan, Aiptu Bambang Sumantri mengatakan, dirinya mendapatkan laporan tersebut pada Kamis sore. Berdasarkan laporan tersebut ia langsung menuju lapangan untuk melakukan pengecekan.

“Saya lihat memang di sana beberapa ikan ada yang sudah kolaps dan ada juga yang sudah mati,” pungkasnya saat dihubungi.

Ia tidak mengetahui persis berapa banyak ikan yang mati, namun dari pantauan lapangannya ia melihat beberapa keramba milik warga sudah terdapat ikan yang mengapung.

“Jadi yang mati itu kayak ikan kerapu, kakap, yang mereka budidaya,” tambahnya.

Adapun para nelayan sudah melaporkan kejadian tersebut ke dinas terkait, untuk dilakukan tindak lanjut guna menulusuri penyebab ikan-ikan mati.

“Kasat mata sih tidak ada yang aneh-aneh di air tersebut, tidak tahu kalau karena panas ya,” ujarnya singkat.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

6 Posisi Kadis Masih Kosong, Pemkot Umumkan Pejabat Lolos Seleksi Administrasi

0

Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang resmi mengumumkan daftar pejabat yang lolos seleksi administrasi untuk enam posisi kepala dinas (kadis) yang masih kosong. Tahapan ini menjadi bagian dari proses seleksi terbuka (open bidding) guna mengisi jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemkot. Panitia seleksi menegaskan seluruh tahapan dilakukan transparan dan berbasis merit sistem. Para peserta yang lolos kini bersiap menghadapi tahap uji kompetensi dan wawancara.

Pembaca Setia Radar Bontang!
Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
📱 Versi Mobile

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!

Stabil di USD 105 per Ton, Batu Bara Tetap Jadi Penopang Energi Dunia

0
Tongkang Batu Bara yang melintasi Sungai Mahakam, Samarinda (K. Irul Umam/MKN).

SAMARINDA – Harga batu bara dunia masih bertahan di level USD 105 per ton setelah sebelumnya mengalami penurunan. Stabilitas harga ini menegaskan bahwa batu bara tetap menjadi tulang punggung pasokan energi global, di tengah dorongan internasional untuk beralih ke energi bersih.

Data Badan Energi Internasional (IEA) mencatat, batu bara masih menyumbang sekitar 35 persen dari total produksi listrik dunia pada 2025. Saat ini, lebih dari 2.500 pembangkit listrik berbasis batu bara masih beroperasi di seluruh dunia, dengan Tiongkok, India, dan Amerika Serikat sebagai pengguna terbesar.

Meski tren energi terbarukan terus meningkat, banyak negara masih mempertahankan pembangkit batu bara untuk menjamin pasokan listrik nasional. Pemerintah di sejumlah kawasan bahkan tetap mendukung pembangunan proyek pembangkit baru demi memenuhi lonjakan kebutuhan energi.

Menariknya, paruh pertama 2025 menjadi titik penting dalam sejarah energi global. Untuk pertama kalinya, sumber energi terbarukan seperti tenaga surya dan angin melampaui batu bara dalam kontribusi terhadap pembangkit listrik dunia. Peningkatan kapasitas EBT itu mendorong penurunan konsumsi bahan bakar fosil secara perlahan namun konsisten.

Sementara berdasarkan data Trading Economics per 16 Oktober 2025, harga batu bara turun tipis 1,18 persen ke level USD 104,60 per ton. Sebelumnya, harga sempat menyentuh di atas USD 115 per ton pada pertengahan tahun sebelum kembali melemah.

Fluktuasi ini menunjukkan fase transisi energi global yang belum sepenuhnya stabil. Batu bara masih menjadi komoditas strategis, khususnya bagi negara berkembang yang bergantung pada energi fosil untuk menopang pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur.

Pewarta: K. Irul Umam
Editor: Agus S

CNM dan Performing Art Festival, Ajangnya Pemberdayaan UMKM dan Ekspresi Pelaku Seni

0
Ilustrasi. (AI)

BONTANG – Event Creative Night Market (CNM) dan Performing Art Festival mulai digelar malam ini (17/10/2025). Event ini merupakan kegiatan yang diinisiasi oleh Pemuda Ekonomi Kreatif Bontang dan difasilitasi oleh Bidang Ekraf Dispopar Bontang.

Kepala Bidang Ekraf Dispopar Doddy Rosdian menjelaskan, kegiatan ini akan berlangsung mulai 17-18 Oktober, pukul 19.00-selesai. Perhelatan CNM ini berlokasi di Jalan Cut Nyak Dien, Salebba. “Ada 55 tenan yang akan beraktivitas di CNM, mulai dari UMKM, pelaku seni dan kelompok sadar wisata (pokdarwis),” ujarnya.

Ia mengapresiasi yang luar biasa kepada partisipan yang akan meramaikan CNM ini. Ia berharap kegiatan ini menjadi agenda rutin yang dilakukan setiap minggu ataupun setiap bulan, dengan memperhatikan evaluasi dan animo masyarakat.

“Tujuan kegiatan ini tidak hanya sebagai wadah untuk menaikkan perputaran ekonomi para UMKM, tapi juga sebagai wadah para seniman yang ada di paguyuban untuk mengekpresikan diri dan menuangkan talenta,” pungkasnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pesan-pesan Menggugah Wali Kota untuk PPPK Paruh Waktu yang Baru Saja Dilantik

0
Pelantikan pegawai PPPK paruh waktu di Stadion Bessai Berinta. (ist)

BONTANG — Pemkot Bontang secara resmi mengangkat Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu, Kamis (16/10/2025). Berikut pesan-pesan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni kepada para tenaga PPPK yang sudah mengabdi belasan bahkan puluhan tahun tersebut.

Ia menegaskan, status baru sebagai PPPK Paruh Waktu bukan sekadar bentuk penghargaan, tetapi amanah dan tanggung jawab besar untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“ASN itu adalah civil servant — pelayan masyarakat. Jadi berikan pelayanan dengan tulus, profesional, dan berintegritas,” ujarnya.

Wali Kota juga memastikan Pemkot Bontang akan memenuhi hak-hak dasar para PPPK, mulai dari gaji, cuti, hingga jaminan kesehatan dan kecelakaan kerja. Namun, ia mengingatkan pentingnya menegakkan disiplin, etika, dan nilai-nilai BerAKHLAK — Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.
“Bekerjalah dengan dedikasi dan tanggung jawab. Jadikan pengabdian ini sebagai bagian dari sejarah panjangmu untuk Bontang,” pesan Neni di hadapan ribuan wajah yang masih sulit menahan haru.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Otorita IKN Mulai Lirik Potensi Wisata Bontang

0
Perwakilan Otorita IKN saat berkunjung ke Dispoparekraf Bontang. (ist)

BONTANG – Potensi wisata Kota Bontang mulai menjadi perhatian Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN). Hal itu terungkap saat kedatangan perwakilan Otorita IKN ke Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Bontang, Senin (13/10/2025) lalu.

Dijelaskan, bahwa maksud dan tujuan dari kunjungan itu adalah untuk melihat potensi wisata yang ada di Kota Taman, mengingat Kota Bontang merupakan mitra dari IKN. Sehingga potensi yang ada di Bontang bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan yang datang ke IKN.

Oleh karena itu, butuh persiapan yang matang untuk menyambut ribuan bahkan ratusan pengunjung di masa yang akan datang.

“Bontang khusunya sektor pariwisata harus masif mengikuti berbagai macam kegiatan yang digelar di IKN, seperti pameran yang menjadi wadah untuk melebarkan promosi hingga ke luar daerah,” ujar Perwakilan Otorita IKN, Rony Apriansyah.

Rony yang juga salah satu anak daerah Bontang, saat ini bertugas di bagian Otorita IKN berkomitmen mendukung pariwisata Bontang terus berkembang.

Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata M Ihsan menyampaikan saat ini pariwisata di Bontang terus berbenah untuk memberikan kenyamanan bagi seluruh pengunjung yang akan datang di Bontang.

Adapun lokasi wisata yang saat ini dibenahi yakni Pelataran Bontang Kuala, yang menjadi lokasi favorit masyarakat Bontang bahkan luar daerah. Pelataran Bontang Kuala ditarget rampung pada Desember 2025.

“Kemudian 2026 lokasi selanjutnya yang akan dibenahi yaitu Pulau Beras Basah yang menjadi salah satu wisata bahari yang kerap dikunjungi oleh wisatawan luar,” ungkapnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Tingkatkan Pelayanan, RSUD Banyak Terima PPPK Paruh Waktu

0
RSUD Taman Husada Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Dalam meningkatkan pelayanan lebih maksimal ke para pasiennya, RSUD Taman Husada Bontang telah menerima banyak Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu.

Kepala Hukum, Humas, dan Kerjasama RSUD Bontang, Syariful Rahman mengatakan, dengan banyaknya menerima pegawai tersebut, pihaknya membenarkan jika peningkatan pelayanan yang maksimal lebih terasa. Sebab dengan adanya penerimaan ini, ada banyak tenaga bantuan di setiap penempatan.

“Peningkatan dalam pelayanan yang diberikan oleh PPPK Paruh Waktu di lingkungan RSUD ini pastinya ada. Malah sangat tercukupi, sebab kita kan berupaya untuk memberikan pelayanan yang baik ke masyarakat,” ucapnya Jumat (17/10/2025).

Penerimaan PPPK Paruh Waktu di lingkungan RSUD Bontang ada sebanyak 99 orang, dengan penempatan yang berbeda-beda. Terlebih lagi, dalam penerimaaan ini 65 persennya adalah lulusan SMA.

“Iya kita sesuaikan dengan penempatannya, kalau yang kebanyakan lulusan SMA ini kita tempatkan lebih ke bagian operator dan operasional,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

RSUD Bontang Terima 99 Tenaga PPPK Paruh Waktu, 65 Persen Lulusan SMA

0
Kepala Hukum, Humas, dan Kerjasama RSUD Bontang, Syariful Rahman saat ditemui. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Terdapat sebanyak 99 tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu, yang telah diterima di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Bontang. Sekitar 65 persennya merupakan lulusan SMA.

Pegawai PPPK Paruh Waktu yang telah diterima di RSUD mendapat penempatan yang berbeda-beda, seperti di bagian manajemen, pendaftaran, security, hingga di bagian operator dan operasional.

“Jadi untuk penempatannya pun berbeda-beda, karena kebanyakan yang diterima lulusan dari SMA, jadinya mereka kebanyakan di bagian operator dan operasional,” ucap Kepala Hukum, Humas, dan Kerjasama RSUD Bontang, Syariful Rahman saat dikonfirmasi, Jumat (17/10/2025).

Selain itu, Syariful juga menuturkan bahwa untuk PPPK Paruh Waktu yang mendapatkan penugasan di tempat khusus, pastinya dari pihak RSUD bakal memberikan pelatihan khusus, seperti contoh di bagian manajemen, pelatihan yang diberikan berupa tata kelola administrasi.

“Teknis di setiap penempatan pastinya berbeda-beda, tergantung yang bersangkutan ini ada dimana penempatannya. Sehingga terkait hal itu, bagian teknisnya saja yang tahu,” pungkasnya.

Sedikit informasi, untuk kontrak PPPK Paruh Waktu nantinya akan menjalankan masa kontraknya selama setahun, perjanjian kontrak sudah dimulai sejak Oktober 2025, hingga sampai September 2026 mendatang. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam