Beranda blog Halaman 595

Job Fair 2025 Sukses, Capai 5.138 Pendaftar

0
Suasana Job Fair Disnaker 2025. (Syakurah)

BONTANG – Job Fair yang diadakan oleh Dinas Ketenagakerjaan Kota Bontang resmi ditutup, Jumat (25/7/2025) malam.

Kabid Pelatihan Produktivitas dan Penempatan Tenaga Kerja, Lukmanul Hakim menjelaskan, terdapat 3.613 pengajuan berkas lamaran pekerjaan selama Job Fair yang diadakan sejak Selasa (22/7/2025) hingga Jumat ini.

Jumlah tersebut jika diinventarisir dapat berkurang, lantaran bisa jadi satu orang memasukkan berkas ke lebih dari satu perusahaan. Jumlah ini didapatkan berdasarkan laporan dari masing-masing perusahaan yang melapor.

“Mungkin jumlahnya tidak sampai segitu, karena orang biasa masukin ke lebih dari satu perusahaan,” pungkasnya.

Adapun jumlah di atas berbeda dengan jumlah pelatihan sebanyak 376 pendaftar, magang 1.006 pendaftar, dan sertifikasi 143 pendaftar.

“Jumlah keseluruhan selama job fair ada 5.138 pendaftar, yang mengikuti berbagai program yang terselenggara selama 4 hari ini,” tambahnya.

Jumlah lowongan yang sediakan yakni 310 lowongan, 287 pelatihan, 69 pemagangan dan 100 sertifikasi. Jumlah ini bertambah dibandingkan saat pembukaan pada Selasa lalu.

Pada tahun 2026, ia merencanakan akan kembali mengadakan job fair dengan melibatkan 50 perusahaan, dengan harapan lowongan kerja yang lebih besar lagi, “Nantinya boothnya sampe halaman depan,” katanya.

Ia mengungkapkan, telah mendapatkan kembali permohonan pembukaan lowongan pekerjaan untuk TA. Namun, karena saat ini job fair telah berakhir maka lowongan tersebut akan diumumkan setelah kegiatan ini berakhir.

“Bagi yang belum sempat daftar di job fair, kita masih membuka lowongan di Disnaker, Helper banyak dicari,” tutupnya.

Tak Hanya Sediakan Loker, Ada Pelatihan, Pemagangan Dll 

Job Fair 2025 Sukses, Capai 5.138 Pendaftar

Kepala Bidang Pelatihan Produktivitas dan Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Bontang, Lukmanul Hakim menyampaikan  job fair tahun ini tidak hanya menyediakan lowongan kerja, tetapi juga program pemagangan, pelatihan, dan sertifikasi keahlian.

“Jadi job fair di Bontang ini paling bervariasi dibandingkan di wilayah lain, yang lain hanya menawarkan kerja, kita lengkap,” pungkasnya.

Menurut Lukmanul, job fair ini juga menjadi salah satu strategi dalam menekan angka pengangguran di Kota Bontang. Pihaknya memahami kebutuhan dunia industri, sehingga pemagangan dan sertifikasi dianggap penting untuk mendongkrak daya saing pencari kerja.

Sementara itu, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni turut hadir dalam pembukaan kegiatan. Ia memberikan masukan kepada perusahaan untuk menghapus syarat usia dan pengalaman kerja pada beberapa posisi, pelatihan, maupun pemagangan.
“Kalau bisa syarat-syarat seperti itu ditiadakan, jadi tidak ada diskriminasi,” pungkasnya.

Antusias Diikuti Pencari Kerja Muda 

Job Fair 2025 Sukses, Capai 5.138 Pendaftar

Job Fair 2025 dipenuhi oleh para pencari kerja muda, khususnya dengan rentang usia 20 tahun ke atas. Mereka datang sejak pagi ke Gedung Koperasi PKT untuk mengecek langsung peluang kerja, pelatihan, hingga program pemagangan yang tersedia.

Salah satunya adalah Rahman, pemuda berusia 23 tahun yang mengaku telah mendaftarkan diri ke salah satu perusahaan dan juga program pelatihan. Ia menuturkan, ini bukan kali pertama mencoba melalui Disnaker.

“Sudah ada pengalaman di kelistrikan, cuma belum pernah ada panggilan, padahal sudah sesuai juga lowongan yang tersedia,” katanya, Senin (22/7/2025).

Rahman berharap keikutsertaannya kali ini membuahkan hasil setelah tiga kali mencoba mengirim lamaran melalui job fair sebelumnya namun belum pernah lolos seleksi berkas.

Sementara itu, Yolpian, pemuda 22 tahun asal Sulawesi yang kini telah menjadi warga Bontang, juga turut mencoba peruntungan dalam job fair ini. Lulusan sekolah kemaritiman di Samarinda itu melihat adanya lowongan yang sesuai dengan latar belakang pendidikannya.

“Kemarin sempat ngajukan lamaran di Samarinda cuma memang tidak ada panggilan, siapa tahu rezekinya disini,” tambahnya.

Pelaksanaan Job Fair ini menjadi harapan baru bagi para pencari kerja, terlebih bagi mereka yang sudah berkali-kali mencoba peruntungan namun belum berhasil.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam – Nicha R

Mayat Perempuan Ditemukan Gantung Diri di Jalan Gotong Royong, Mengaku ke Keluarga Ingin Bunuh Diri

0
Jenazah saat berada di RSUD Taman Husada, Kota Bontang. (Ist).

BONTANG – Sesosok mayat perempuan berinisial EP (24) ditemukan di Jalan Gotong Royong, RT.49, Kelurahan Belimbing, Kecamatan Bontang Barat, Jumat (25/7/2025), sekitar pukul 15.00 Wita. EP ditemukan meninggal dalam kondisi gantung diri.

Kapolsek Bontang Barat, Iptu Hadi Esmulyo menceritakan, awalnya sekitar pukul 11.00 Wita korban pergi bersama satu saksi untuk pergi urut, setelah sekitar pukul 13.00 wita, saksi tersebut mengetahui bahwa korban pergi ke UGD RSUD Taman Husada seorang diri mengeluhkan penyakitnya.

Sebelumnya, korban sudah merasakan sakit di bagian badannya, terutama di sekitar leher, badan, serta kaki. Tak berselang lama kemudian korban kembali ke rumahnya dan langsung masuk ke dalam kamar miliknya.

“Tiba-tiba adik korban langsung menelepon saksi tersebut, dan mengatakan bahwa korban sudah dalam posisi tergantung di atas kusen dengan menggunakan sprei kasur, sebagai talinya,” ucapnya saat dikonfirmasi.

Saat saksi datang dan mengetahui hal tersebut, langsung menurunkan korban. Bahkan saksi berusaha untuk mengecek kondisi korban, akan tetapi korban sudah tidak bergerak.

“Si saksi ini langsung memanggil warga sekitar, untuk membawa korban ke RSUD,” katanya.

Perlu diketahui, sebelum gantung diri korban sempat mengkonsumsi obat depresi. Korban juga mengeluhkan sakit kepala, terlebih lagi korban sempat berucap ke keluarganya jika ingin mengakhiri hidupnya.

Korban melakukan gantung diri di saat saksi dan adik korban sedang bermain hp, serta korban juga meminum obat 3 tablet penuh dengan merek amarox, risperidone, dan quetiapne.

“Pihak keluarga juga tidak merasa keberatan, jika korban nantinya akan dilakukan visum dan otopsi di RSUD,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Polres Bontang Keluarkan 359 Surat Tilang, Pengendara Tak Miliki SIM Paling Banyak

0
Polres Bontang Keluarkan 359 Surat Tilang, Pengendara Tak Miliki SIM Paling Banyak
Polres Bontang menggelar razia Operasi Patuh Mahakam 2025. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Dalam waktu 11 hari sejak menggelar Operasi Patuh Mahakam 2025, Polres Bontang mencatat sebanyak 359 surat tilang yang telah dikeluarkan.

Kapolres Bontang, AKBP Widho Anriano melalui Kasat Lantas Polres Bontang, AKP Purwo Asmadi mengatakan, untuk rata-rata pengendara roda dua yang terjaring razia ialah pengendara yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

Dalam waktu sehari, kegiatan razia tersebut bisa berlangsung tiga hingga empat kali dengan lokasi yang berbeda-beda, seperti di halaman Polres, depan Aini Rasyifa Tanjung Laut, serta di depan SD YPK.

“Jadi untuk lokasinya tidak menentu, kegiatan razia pun tidak selalu di Polres saja,” ungkapnya.

AKP Purwo juga menyampaikan, untuk kendaraan roda dua yang telah terjaring razia ada sebanyak 58, yang sedang tertahan di Mako Polres Bontang.

Dalam kegiatan razia tersebut, tidak hanya menurunkan personel dari Polres Bontang saja, akan tetapi juga personel dari Dinas Perhubungan (Dishub) serta POM TNI, untuk memperlancar kegiatan Operasi Patuh Mahakam 2025.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Minggu Depan, Gerakan Pangan Murah Kembali Digelar di Stadion Lang-Lang

0
Kabid Ketahanan Pangan DKP3 Bontang, Debora Kristiani. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang melalui Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) bakal kembali menggelar kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM), yang nantinya berlangsung di Stadion Bessai Berinta (Lang-Lang), Selasa (29/7/2025) mendatang.

Kepala Bidang (Kabid) Ketahanan Pangan DKP3 Bontang, Debora Kristiani menyampaikan, kegiatan GPM akan menyediakan berbagai macam kebutuhan pokok, dengan harga yang lebih terjangkau.

Bahan pokok yang bakal dijual di kegiatan tersebut meliputi beras, telur, tepung, minyak goreng, mie instan, bawang, serta bahan pokok lainnya.

“Minggu depan kami akan lakukan kembali kegiatan GPM, tepat di 29 Juli 2025, lokasinya di Lang-Lang,” ucapnya saat ditemui, Selasa (22/7/2025) lalu.

Adapun untuk beras medium di 5 kilogram yang biasanya dijual di pasaran dengan harga Rp 80 ribu, nantinya di GPM menjadi Rp 60 ribu saja.

Bahkan, untuk beras premium dibanderol seharga Rp 75 ribu, dengan batasan setiap orang hanya dapat membeli sampai 10 kilogram. Terlebih lagi, pihaknya juga telah menyiapkan stok beras sebanyak 5 ton yang diambil langsung dari Bulog.

“Jadi di sini harga berasnya lebih murah, dengan kualitas yang bagus. Jangan lupa untuk informasikan ke masyarakat, agar datang di GPM. Soalnya stok terbatas,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Sistem Pengawasan Koperasi Merah Putih Berbeda dengan Swasta

0
Kabid Koperasi dan Usaha Mikro DKUMPP Bontang, Muhammad Takwin. (Syakurah)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang menegaskan, sistem pengawasan yang diterapkan dalam pengelolaan Koperasi Merah Putih (KMP) berbeda dengan koperasi pada umumnya. Hal ini untuk memastikan koperasi benar-benar berjalan sesuai aturan, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kabid Koperasi dan Usaha Mikro DKUMPP Bontang, Muhammad Takwin menjelaskan, setiap koperasi merah putih memiliki pengurus dan pengawas yang strukturnya sudah diatur.

“Ada lima pengurus dan tiga pengawas, di mana pengawas ini secara ex officio berasal dari lurah. Jadi ketua pengawas adalah lurah setempat,” terangnya, Kamis (24/7/2025).

Langkah ini, untuk membedakan KMP dengan koperasi swasta. “Kami ingin KMP ini benar-benar transparan dan akuntabel, sehingga peran lurah sebagai pengawas menjadi penting,” tambahnya.

Selain pengawasan internal, pemerintah juga melakukan pembinaan melalui pelatihan tata kelola kelembagaan koperasi dan penyusunan rencana bisnis yang sesuai dengan kebutuhan wilayah.

“Setelah pengukuhan, kami bekali mereka dengan pelatihan agar paham manajemen koperasi. Nantinya, unit usaha akan dibentuk sesuai kesepakatan anggota,” jelasnya.

Saat ini tercatat ada 101 koperasi di Bontang, termasuk 15 KMP. Dari jumlah itu, 83 koperasi dinyatakan aktif dan 18 lainnya tidak aktif. Meski demikian, pemerintah tetap melakukan pemeriksaan kesehatan koperasi dan akan menerbitkan sertifikat sehat atau tidak sehat.

“Kalau ada koperasi bermasalah, pembubarannya harus sesuai prosedur. Kami pastikan tidak ada utang dan aset terverifikasi. Jadi kami benar-benar lakukan pendampingan,” pungkasnya.

Pemerintah menargetkan progres nyata KMP bisa terlihat tahun ini, setelah pondasi kelembagaan dan unit usaha terbentuk secara kuat.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

DLH Bontang Gelar Uji Emisi Gratis, Dukung Langit Biru dan Lingkungan Sehat

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni dan Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris saat menghadiri kegiatan uji emisi, di Halaman Parkir Bontang Citimall (BCM).

BONTANG – Dalam upaya menekan pencemaran udara dan mewujudkan lingkungan yang sehat, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bontang menggelar kegiatan Gratis Uji Emisi Kendaraan 2025. Kegiatan ini berlangsung di Halaman Parkir Bontang Citimall (BCM), Selasa (22/7/2025).

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menyampaikan kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen daerah dalam mendukung Program Langit Biru, program nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas udara dan membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan.

Terlebih lagi, uji emisi kendaraan berperan penting dalam mengurangi polusi udara, yang menjadi salah satu elemen utama lingkungan hidup yang sehat dan sejahtera.

”Yang pasti, kegiatan ini akan sejalan dengan visi pembangunan yang berkelanjutan di Kota Bontang,” ucapnya saat sambutan, Selasa (22/7/2025).

Tak hanya itu, Agus Harus juga menekankan kendaraan yang telah lolos uji emisi pada umumnya, lebih efisien dalam penggunaan bahan bakar.

Sehingga hal ini tidak hanya ramah lingkungan saja, akan tetapi juga mendukung efisiensi ekonomi dan pembangunan berkelanjutan, yang merupakan bagian dari misi Kota Bontang dalam meningkatkan pelestarian lingkungan hidup.

“Mari kita bersama-sama untuk bisa menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan terbebaskan dari polusi,” paparnya.

Berlangsungnya kegiatan ini, sangat disambut dengan baik serta antusias yang tinggi dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perusahaan, serta masyarakat dan yang turut hadir dalam menguji kendaraan mereka.

“Selain bisa meningkatkan kesadaran akan pentingnya emisi bersih, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya kolektif Pemkot Bontang, untuk mewujudkan lingkungan hidup yang lebih sehat dan berkelanjutan,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Nicha R

Server Data Bontang Error akibat Rembesan Hujan, Pemkot Siapkan Gedung Baru Tahun Depan

0
Wawali Kota Bontang, Agus Haris (Foto : Syakurah/ Media Kaltim Network)

BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menyayangkan insiden rusaknya server data milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang akibat rembesan air hujan yang mengguyur beberapa waktu lalu. Ia menyebut insiden tersebut seharusnya tidak terjadi apabila ada perencanaan pemeliharaan yang matang sejak awal.

“Yang kita sesali itu kenapa enggak dari awal itu dilakukan rancangan pemeliharaan dengan dengan ketat dengan bagus,” pungkasnya, Kamis (24/7/2025).

Ia mengatakan, selama masih menggunakan ruangan dan bangunan lama alangkah baiknya melakukan monitoring dengan baik agar hal ini tidak berulang.

“Kita tahu bahwa server ini tulang punggung kita, ada beberapa kegiatan kemarin tidak bisa terlaksana,” tambahnya.

Untuk mencegah kejadian serupa terulang, Pemkot Bontang berencana mengalokasikan anggaran pembangunan gedung khusus server dalam APBD murni tahun 2026. Gedung tersebut akan dibangun sesuai standar keamanan dan teknologi untuk penyimpanan data digital yabg lebih optimal.

“Bentuknya nanti bangunan, apakah ditaruh di daerah perkotaan atau Bontang Lestari, kita lihat nanti,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, beberapa server data milik Diskominfo mengalami error setelah terkena rembesan air hujan. Adapun atap dari ruangan tersebut rusak lantaran tertimpa oleh penangkal petir dan membuat atap rusak.

Penulis: Syakurah
Editor: Nicha R 

Pemkot Bontang Genjot SDM Koperasi Merah Putih, Targetkan Pergerakan Ekonomi Tiap Kelurahan

0
Kegiatan Pelatihan pengurus koperasi merah putih (Foto : Syakurah / Media Kaltim Network)

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang menggelar pelatihan peningkatan sumber daya manusia (SDM) bagi pengurus dan pengawas Koperasi Merah Putih se-Kota Bontang. Kegiatan berlangsung di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Kamis (24/7/2025).

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menegaskan  pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 3 miliar untuk setiap kelurahan dalam program Koperasi Merah Putih. Dana tersebut bertujuan untuk menggerakkan roda ekonomi di tingkat kelurahan, bukan sebagai hibah langsung.

“Uang ini tidak dikasih, uang ini harus dikelola untuk bagaimana menggerakkan perekonomian. Minimal di kelurahannya dulu ya,” pungkasnya.

Sementara itu, inkubator bisnis yang akan dikelola koperasi masih dalam tahap pembahasan. Nantinya, program pendampingan UMKM yang terintegrasi dalam koperasi akan dilakukan dalam rentang waktu 6 bulan hingga 2 tahun, sesuai kebutuhan dan kesiapan masing-masing unit usaha.

Ia menekankan pentingnya kesiapan SDM dalam mengelola dana tersebut. Termasuk dalam menentukan jenis usaha yang akan dijalankan melalui koperasi, mengingat pengelolaan dana dilakukan berbasis proposal dan survei lapangan.

“Bentuk usaha harus jelas, bisa jadi yang diajukan dan dana yang didapatkan berbeda. Bisa kurang atau sesuai, tergantung usahanya dan perkembangannya,” tambahnya

Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang, Muhammad Takwin, menyampaikan pelatihan ini merupakan yang kedua kalinya diselenggarakan. Tujuannya adalah memantapkan kesiapan SDM karena seluruh koperasi Merah Putih merupakan unit baru. Mengingat,

Koperasi Merah Putih tidak bekerja sama dengan koperasi yang sebelumnya telah ada di Kota Bontang.

“Seluruh koperasi ini baru, tidak ada yang tergabung, untuk itu persiapan perlu dilakukan, apalagi ini juga diawasi oleh negara,” pungkasnya.

Ia menargetkan, sepanjang akhir tahun 2025 ini, Koperasi Merah Putih akan menunjukkan progres yang nyata.

“Akhir tahun ini kami target sudah kelihatan,” tuturnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Nicha R

TPID Bontang Cek Ulang Peredaran Beras Oplosan di Swalayan dan Gudang

0
Pengecekan stok beras oleh TIPD terkait beras premium yang diduga dioplos (Foto : Istimewa )

BONTANG – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Bontang kembali melakukan pengecekan terhadap peredaran beras premium yang diduga merupakan produk oplosan, Rabu (23/7/2025). Pemeriksaan menyasar sejumlah swalayan modern dan gudang distributor di wilayah Kota Bontang.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Bontang, Lukman, mengatakan tim menyambangi beberapa lokasi penjualan, antara lain Alfamidi Jalan Patimura, Freshmarket Jalan Sudirman, Indomaret, Hendra Mart Jalan Imam Bonjol, Toko Pisang Mas Jalan HM Ardan, serta gudang distributor di Jalan Brigjen Katamso.

Hasil pemeriksaan menunjukkan sudah tidak lagi ditemukan beras dengan merek yang sebelumnya terindikasi bermasalah. Sementara di gudang, memang masih ditemukan sisa stok, tapi pihak gudang menyatakan tidak akan mengedarkan dan berencana memusnahkannya

“Di swalayan sudah bersih. Untuk gudang distribusi, masih ada sisa stok, tetapi tidak akan diedarkan. Pihak gudang akan melakukan pemusnahan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang DKP3 Bontang, Debora Kristiani, menambahkan  di pasar tradisional masih ditemukan sejumlah stok yang sudah sempat dibeli pedagang. Pihaknya akan mengimbau agar pedagang menahan penjualan produk tersebut.

Namun, penarikan total dan pemanggilan distributor masih menunggu arahan dari pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Pasalnya, dugaan beras oplosan ini masih dalam proses penyelidikan dan pengujian kualitas.

“Kami masih menunggu hasil uji mutu dan instruksi lebih lanjut,” katanya

Langkah ini menindaklanjuti instruksi Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, yang memerintahkan penarikan dua merek beras premium yang sebelumnya ditemukan, yakni merk Sania dan Fortune.

Penulis: Syakurah
Editor : Nicha R

Luncurkan Pendataan Keluarga 2025, Stunting hingga Kemiskinan Jadi Sasaran Utama

0
Momen kegiatan Pemkot dalam peluncuran data keluarga 2025 di Lembah Hijau, Bontang Lestari. (Ist)

BONTANG — Pemkot Bontang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) resmi meluncurkan Pendataan Keluarga Tahun 2025 (PK-25), Selasa (22/7/2025), di Saung Ulin, Lembah Hijau Lestari, Bontang Lestari.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menekankan bahwa pendataan ini krusial dalam menyusun kebijakan pembangunan yang tepat sasaran. Isu-isu strategis seperti stunting, kemiskinan, dan pengangguran menjadi fokus utama yang akan ditangani berdasarkan hasil pendataan tersebut.

“Data yang akurat adalah fondasi kebijakan. Melalui PK-25, kita bisa memperoleh data mikro sebagai dasar intervensi yang tepat di berbagai sektor,” tegas Neni.

Ia menyebutkan, validitas data akan menentukan keberhasilan intervensi. Tanpa data yang konkret dan mutakhir, kebijakan rawan tidak tepat sasaran.

“Misalnya dalam penanganan stunting, kita tidak bisa terus mengandalkan data statistik umum. Harusnya by name, by address,” jelasnya.

Pendataan keluarga ini dijadwalkan berlangsung selama satu bulan penuh, mulai 22 Juli hingga 21 Agustus 2025. Neni mengajak seluruh masyarakat Bontang untuk mendukung dan berpartisipasi aktif dalam program ini demi menciptakan basis data yang akurat dan representatif.

“Hasil pendataan ini akan menggambarkan kondisi riil di lapangan, termasuk validitas angka stunting yang menjadi isu nasional,” tambahnya.

Neni juga menegaskan komitmennya untuk mempercepat penanganan stunting di seluruh wilayah Kalimantan Timur dengan pendekatan berbasis data akurat.

Sebagai penanda dimulainya program PK-25, kegiatan peluncuran dirangkai dengan penyematan tanda pengenal secara simbolis kepada para kader pendata keluarga yang akan bertugas.

“Semua kader telah dibekali pelatihan teknis. Kami ingin hasil pendataan benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Agus S