Beranda blog Halaman 596

Pedagang di Pasar Loktuan Kian Menjerit, Wakil Ketua DPRD Setuju Pindah Lokasi

0
Pedagang di Pasar Loktuan Kian Menjerit, Wakil Ketua DPRD Setuju Pindah Lokasi
Sejumlah pedagang di Pasar Citra Mas Loktuan memasang spanduk aksi protes. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Permasalahan yang terjadi di Pasar Citra Mas Loktuan kian menjadi, dengan makin banyaknya keluhan para pedagang yang resah akan pendapatan yang terus menurun secara drastis, bahkan bisa dibilang tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari mereka.

Wakil Ketua DPRD Bontang, Agus Haris menyampaikan, sangat setuju dengan pendapat pedagang untuk bisa pindah kembali ke lokasi yang lama. Menurutnya, semenjak kepindahan pasar di tempat yang baru pendapatan mereka tidak ada, malah semakin merugi.

“Kenapa saya setuju kalau pasar kembali ke tempat awal, karena mereka yang merasakan. Mereka yang tahu, mereka mengalami itu semua. Jika memang pindahnya pasar yang sekarang membuat mereka rugi, tidak menguntungkan,” ucapnya saat diwawancarai via telepon, Kamis (6/6/2024).

Bukan hanya sepinya pembeli, pedagang juga mengeluhkan tempat berjualan yang sangat tidak strategis. Sehingga Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang harus bisa mencari jalan keluar, mencari solusi dengan adanya permasalahan yang terjadi di Pasar Citra Mas Loktuan.

“Ini seperti antara pedagang dan pembeli, pedagang dengan kepentingan ekonominya sedangkan pembeli dengan kenyamanan tempatnya. Pemkot harus membuat tim untuk evaluasi, biar permasalahan bisa diselesaikan secara baik-baik,” jelasnya.

Menurut Agus Haris, tindakan menakut-nakuti pedagang itu sangat kurang baik. Seperti halnya jika ada lapak yang kosong, atau tidak segera diisi, akan digantikan dengan orang lain itu sangat tidak baik.

“Pemerintah harus melakukan pendalaman soal pasar tersebut, tangkap keluh kesah masyarakat, dan bicarakan dengan baik,” paparnya.

Agus Haris juga menambahkan, kalau pun lahan pasar yang lama sudah milik masyarakat, pemerintah seharusnya lebih tahu mengenai persoalan itu. Bahkan jika tidak ada jalan lain, sebaiknya diminta untuk adu data secara hukum, untuk pemindahan pasar.

“Pilihannya hanya ada dua, antara uji legalitas secara hukum atau pembebasan lahan,” tambahnya.

Sebelumnya, pedagang Pasar Citra Mas Loktuan telah memasang spanduk yang berisikan keluh kesah mereka, tepat di depan tembok dinding pasar.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Jalin Silaturahmi Bersama Danrem 091/ASN, Pemkot Bontang Siap Dukung Program Rencana Kegiatan

0
Jalin Silaturahmi Bersama Danrem 091/ASN, Pemkot Bontang Siap Dukung Program Rencana Kegiatan
Wali Kota Bontang, Basri Rase saat sambutan di Pendopo, Rujab, Kota Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Menyambut kedatangan rombongan Danrem 091/ASN, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang gelar kegiatan silaturahmi dan ramah tamah, yang berlangsung di Pendopo Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Bontang, Kamis (6/6/2024) malam.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bontang, Basri Rase mengucapkan selamat datang kepada Danrem 091/ASN, Brigjen TNI Anggara Sitompul beserta istri dan juga rombongan.

Dikatakan Basri, Pemkot Bontang senantiasa mendukung penuh program atau rencana kegiatan yang akan dilakukan di Kota Bontang.

“Pemkot Bontang siap memberikan dukungan dan bantuan yang diperlukan. Dengan adanya kesempatan dalam pertemuan ini, dapat memberikan kesan yang mendalam. Serta dapat bertukar pikiran untuk meningkatkan koordinasi terhadap pelayanan masyarakat,” ucapnya saat sambutan.

Kerjasama antara Pemkot Bontang dengan TNI telah terjalin dengan baik, kerjasama yang dijalin khususnya dalam bidang keamanan dan ketertiban. Sangat diharapkan kerjasama dan sinergi dalam bidang keamanan dan bidang-bidang lainnya juga dapat terus terpelihara.

“Keamanan dan ketertiban yang telah dirasakan masyarakat, tidak terlepas dari campur tangan anggota TNI dan semua pihak. Maka dari itu, kita mengupayakan yang terbaik dalam membangun dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, agar terwujudnya Kota Bontang yang lebih hebat dan beradab,” tutupnya. (dwi/adv).

Editor: Yusva Alam

Wali Kota Bontang Buka Bimtek Kader Kesehatan Kelurahan Guntung

0
Wali Kota Bontang Buka Bimtek Kader Kesehatan Kelurahan Guntung
Basri membuka Bimtek Kelurahan Guntung. (ist)

BONTANG – Wali Kota Bontang, Basri Rase membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) tentang Pelatihan 25 Kompetensi Keterampilan Dasar Kader Kesehatan Kelurahan Guntung di Hotel Golden Tulip, Balikpapan, Kamis (6/6/24).

Mitra kelurahan turut hadir dalam kegiatan ini, termasuk Kader Posyandu Balita, Kader Posyandu Lansia, Kader Posbindu, PPKBK, Sub PPKBK, dan PKK Kelurahan Guntung.

Narasumber yang mengisi acara berasal dari Dinas Kesehatan Kota Bontang.

Basri menekankan, pentingnya Bimtek seperti ini dalam meningkatkan kapasitas SDM, yang diharapkan dapat dirasakan manfaatnya dalam jangka panjang oleh masyarakat.

“Bimtek ini sangat diperlukan untuk menguatkan para kader dalam menangani berbagai permasalahan kesehatan di Kelurahan Guntung,” ucapnya.

Ia juga merasa bertanggung jawab sebagai pemimpin daerah untuk mendukung isu-isu kesehatan dan kemiskinan, yang merupakan ujung tombak dari pelaksanaan program masyarakat.

Pemerintah Kota melalui Kelurahan Guntung, juga memberikan bantuan berupa laptop kepada setiap Posyandu di Kelurahan Guntung sebagai bentuk bantuan.

Lebih lanjut ia menegaskan, akan memberikan apresiasi dan penghargaan kepada kader Posyandu yang berhasil menurunkan angka stunting dan kemiskinan di Kelurahan Guntung.

“Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung upaya meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat di tingkat kelurahan,” tambahnya. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Hadiri Sidang Pleno Rakernas APEKSI XVII 2024, Basri Sampaikan Rekomendasi Komisariat Wilayah 5

0
Hadiri Sidang Pleno Rakernas APEKSI XVII 2024, Basri Sampaikan Rekomendasi Komisariat Wilayah 5
Hari Kedua Rakernas XVII 2024. (dokpim)

BONTANG – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) XVII 2024 dilaksanakan di Balikpapan, Wali Kota Bontang Basri Rase mengikuti acara Sidang Pleno di Gedung Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC), pada hari kedua, Rabu (5/6/24).

Rakernas Apeksi XVII memunculkan beberapa rekomendasi untuk saling melengkapi, dalam upaya saling mendukung dalam pembangunan daerah agar semua kota di Indonesia menjadi kota yang maju.

Selain itu, ada beberapa rekomendasi yang diusulkan dari 6 wilayah komisariat Apeksi. Seperti komisariat wilayah 5 yang dibacakan langsung oleh Wali Kota Bontang selaku ketua, di antaranya pengembangan wilayah Kaltim sebagai pusat ekonomi nusantara, perekrutan ASN dari putra daerah, dan percepatan penguatan stabilitas keamanan Ibu Kota Nusantara untuk mengurangi resiko mitigasi.

Dari agenda sidang pleno I, II dan III hari ini dalam kesempatan itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud, didapuk sebagai pimpinan sidang sementara bersama dengan Direktur Eksekutif APEKSI, Alwis Rustam.

“Rekomendasi Rakernas Apeksi XVII tahun 2024 dapat kita sepakati dan akan disampaikan dan dilaporkan oleh pengurus, tentunya oleh dewan pengurus kepada pemerintah,” ucap Rahmad Mas’ud.

Ia juga mengusulkan, agar pelaksanaan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Tahun 2025 digelar di Kota Surabaya. Usulan yang disampaikan itu pun langsung didukung oleh para peserta atau anggota Apeksi yang hadir.(sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Rapat FGD Pemkot, Persiapan untuk Penilaian Kepatuhan Pelayanan Publik 2024

0
Rapat FGD Pemkot, Persiapan untuk Penilaian Kepatuhan Pelayanan Publik 2024
Rapat FGD, persiapan penilaian kepatuhan pelayanan publik, di Ruang Rapat Kantor Wali Kota Bontang. (Dok)

BONTANG – Sebagai persiapan Penilaian Kepatuhan Pelayanan Publik Tahun 2024 di lingkungan Pemerintah Kota Bontang, Sekretaris Daerah, Aji Erlynawati memimpin rapat Focus Group Discussion (FGD), di Ruang Rapat Utama Kantor Wali Kota Bontang, Kamis (6/6/2024).

Wali Kota Bontang, Basri Rase, diwakili oleh Sekda, Aji Erlynawati menyampaikan salah satu indikator keberhasilan dari program reformasi birokrasi Pemkot Bontang dalam bidang pelayanan publik adalah, melalui evaluasi tingkat kepatuhan penyelenggaraan pelayanan publik.

“Pentingnya kerjasama semua pihak termasuk dengan Ombudsman sebagai pendamping. Bagian organisasi sebagai fasilitator, serta unit kerja yang ditetapkan sebagai fokus penilaian, dalam meningkatkan kualitas layanan publik,” ucapnya.

Dalam FGD disampaikan hasil penilaian kepatuhan pelayanan publik oleh Ombudsman RI Tahun 2023, yang menunjukan nilai kepatuhan pelayanan publik Pemkot Bontang mencapai 88,23, dimana merupakan kategori kualitas tertinggi.

“Nantinya pada tahun 2024 akan kembali menjalani penilaian kepatuhan pelayanan publik oleh Ombudsman, dengan target nilai kepatuhan lebih meningkat lagi,” paparnya.

Terpenting dalam pelaksanaan tugas sebagai ASN adalah bagaimana cara meningkatkan pelayanan masyarakat dengan sebaik-baiknya, komunikasi dan koordinasi secara baik. Sehingga dengan nantinya melakukan perbaikan-perbaikan di internal, akan semakin meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat

“FGD merupakan sebuah solusi untuk bisa meningkatkan dan memperbaiki kekurangan yang ada, sehingga membuat kinerja kita lebih baik lagi,” tutupnya. (Dwi/Adv).

Editor: Yusva Alam

Perjalanan ke Samarinda, Rombongan Kemenag Bontang Alami Kecelakaan di Perjalanan Bontang – Samarinda

0
Perjalanan ke Samarinda, Rombongan Kemenag Bontang Alami Kecelakaan di Perjalanan Bontang - Samarinda
Rekaman layar kejadian. (ist)

BONTANG – Mobil yang membawa rombongan Kementerian Agama (Kemenag) Bontang mengalami kecelakaan saat hendak pergi ke Samarinda, Kamis (6/6/24).

Salah satu pegawai Kemenag Bontang, Yarkani mengatakan bahwa kejadian tersebut terjadi di wilayah Tanah Datar, Samarinda.

“Sudah dekat Rumah Makan Tahu Sumedang itu, disana kejadiannya,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Dalam rombongan itu ada Kasubag TU, Ali Mustofa, Ahmad Syuhada, Umul Khoiro, dan Lisa Marjayanti. Mereka memang sering bolak balik Samarinda untuk mengantar laporan-laporan.

Yarkani mengatakan, bahwa salah satu pegawai memiliki suami yang berprofesi sebagai polisi dan langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan penjemputan.

Salah satu dari rombongan, Umul sempat tidak sadarkan diri, oleh sebab itu oleh warga setempat rombongan dibawa ke klinik terdekat.

“Iya mereka dibawa ke klinik Sungai Siring,” jelasnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Hebat! Indeks Profesionalitas ASN Pemkot Bontang Terbaik di Regional Kalimantan

0

BONTANG – ASN Pemerintah Kota Bontang berhasil mengukir prestasi dengan meraih predikat terbaik dalam  Indeks Profesionalitas ASN (IP ASN) di regional Kalimantan.  Hal ini tercatat berdasarkan rilis data Badan Kepegawaian Negara (BKN) pada Awal Juni 2024.

Bagi Kota Bontang sendiri, perolehan ini adalah rekor tertinggi nilai IP ASN yang pernah dicapai sepanjang 24 Tahun penyelenggaraan birokrasi pemerintahan di Kota Taman, bahkan merupakanperingkat 1 terbaik untuk kategori Pemerintah Kabupaten/Kotase-Regional Kalimantan.

Dilansir dari Laman Website Badan Kepegawaian Negara, IP ASN adalah indeks data statistik yang menggambarkan kualitas ASN berdasarkan 4 dimensi, yakni: kualifikasi pendidikan, kompetensi, kinerja, dan kedisiplinan seorang ASN dalam melaksanakan tugas jabatannya.

Mengacu pada definisi tersebut, maka tingginya nilai IP ASN di sebuah daerah terjadi karena 4 indikator.

Pertama, semakin tingginya rata-rata kualifikasi Pendidikan ASN.

Kedua, semakin banyaknya pengembangan kompetensi yang diikuti oleh tiap ASN.

Ketiga, semakin tinggi predikat kinerja yang diperoleh tiap ASN dari atasannya dalam hal ini berupa penilaian SKP.

Keempat, semakin minimnya pelanggaran disiplin yang dilakukan oleh ASN berdasar implementasi PP 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS.

Atas keempat indikator yang dinilai tersebut, BKN mengganjar ASN Pemkot Bontang dengan nilai 71,70 atau masuk kategori profesionalitas sedang.

Yang membanggakan, capaian nilai tersebut telah menempatkan seluruh ASN Pemkot Bontang sebagai 3 Besar Peraih Nilai IPASN tertinggi dari 46 Pemerintah Propinsi, Kabupaten/Kota se-Regional VIII Kalimantan.

Lebih hebatnya lagi, nilai tersebut diprediksi akan terus melejit dikarenakan masih terdapat 81 perangkat daerah/unit kerja yang masih dalam proses penginputan nilai pada dimensi kompetensinya.

“Iya, masih di angka 71 dan terus beranjak naik. Nilai Dimensi Kompetensi (Data-data pelatihan,  seminar, sosialisasi yang diikuti tiap ASN) pada 81 unit kerja masih dinilai dan kita saat ini memuncaki IP ASN pada kategori kabupaten/kota di wilayah kerja Regional VIII,” terang  SekretarisDaerah Kota Bontang, Aji Erlynawati menyampaikan rasa bangganya.

Di sela kegiatan lainnya, Asisten Administrasi Umum, Akhmad Suharto tak lupa menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Bontang yang pada Tahun 2023 lalu mengeluarkan kebijakan pengembangan kompetensi yang menyentuh lingkup aparatur pemerintah daerah.

“Tahun 2023 lalu, Pemkot Bontang bahkan dianugerahi Terbaik 1 Pengembangan Kompetensi pada Ajang BKN Award,” ujar Akhmad Suharto.

Ia juga menyebut, kebijakan Wali Kota Bontang yang sangat baik ini lantas dijemput bola oleh BKPSDM yang menurunkan Tim Pengumpulan Data Kompetensi IP ASN hingga ke seluruh perangkat daerah dan unit kerja.

Ditemui di Gedung Graha Taman Praja, Kepala BKPSDM Kota Bontang, Sudi Priyanto membenarkan adanya Tim Pengumpulan Data Kompetensi tersebut.

Sudi menambahkan, sebenarnya terdapat 2 tim yang diturunkan pihaknya untuk mengoptimalkan pencapaian nilai IP ASN tahun ini. Tim pertama, adalah Tim Pendampingan Penilaian Kinerja yang sukses dalam mengawal proses penilaian SKP melalui e-Kinerja ASN secara digital, sehingga dimensi kinerja IP ASN menyumbang torehan angka sebesar 25,47 atau naik 4 poin dari tahun 2023 lalu.

Adapun Tim Kedua, adalah Tim Pengumpulan Data Kompetensi yang beranggotakan 104 orang Admin Data dari seluruh Perangkat Daerah/Unit Kerja se-Kota Bontang.

“Ke-104 orang ini bergerak di hulu menyisir seluruh data pengembangan kompetensi yang diikuti para rekan-rekansejawatnya pada 2023 lalu,” sebutnya.

Dalal hal ini, Sudi juga turut membeberkan fakta bahwa di zona hilir pihaknya (BKPSDM) menyiapkan Pranata Komputer mumpuni untuk mengolah data-data pengembangan kompetensi yang terkumpul dari hulu tersebut. Termasuk juga data kinerja yang diukur dari penilaian kinerja ASN oleh masing-masing atasannya.

“Sinergitas Tim yang bekerja mulai dari hulu hingga ke hilirmenjadi kunci agar data ini sepenuhnya bisa dinilai oleh BKN melalui aplikasi SIASN. Semoga tidak ada data tercecer. Dan hal yang sangat penting juga adalah agar pencapaian IP ASN yang sudah baik ini, harus dapat dibuktikan dengan semakin berkualitasnya pelayanan publik yang diberikan oleh seluruh ASN Kota Bontang. Masyarakat  harus merasakan manfaatnya atas kinerja dan layanan profesional ASN,” tutup Sudi.

“Terima kasih atas kinerja luar biasa dari Tim Pendampingan, Pengumpulan dan penginputan data IP ASN ini. Sekali lagi, Hebat Buat ASN Kota Bontang!,” serunya. (ADV)

Editor : Nicha R

Proses Hukum Kasus Investasi Bodong Apderis Berlanjut, Segel Kandang Ayam hingga Rumah Tersangka

0
Proses Hukum Kasus Investasi Bodong Apderis Berlanjut, Segel Kandang Ayam hingga Rumah Tersangka
Kandang dan rumah tersangka penipuan investasi bodong Apderis, Kota Bontang saat ini sudah disegel. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Proses hukum kasus investasi bodong ayam potong Apderis di Bontang masih terus berlanjut. Saat ini memasuki tahap penyegelan kandang ayam beserta rumah pribadi tersangka. Bahkan di pagar depan rumahnya, sudah terpasang spanduk penyitaan.

Ketua Paguyuban Korban Apderis, Helma Malini didampingi penasehat hukum, Hardianto menyampaikan, bahwa ada beberapa aset yang telah disita, meliputi kandang ayam yang berlokasi di dekat Simpang Sangatta hingga rumah pribadi miliknya yang berada di Salebba.

“Saya dan penyidik, beserta penasehat hukum telah memberi segel pada tiga kandang ayam, dan satu kandang ayam yang belum jadi,” ucapnya saat di konfirmasi, Rabu (5/6/2024).

Penyitaan aset dilakukan berdasarkan penetapan Pengadilan Negeri Bontang, dengan nomor register 145/Pen/Pid/2024/PN Bon untuk penyitaan rumah. Serta nomor register 163/Pen/Pid/2024/PN Bon terkait penyitaan kandang ayam.

Helma juga menyampaikan, bahwa pihaknya bersama tim penyidik telah melakukan penyegelan dan pemasangan spanduk di rumah milik tersangka RW (27) yang berada di Jalan Dewi Sartika, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang.

“Rumah milik tersangka juga telah kami segel,” tambahnya.

Untuk pemasangan spanduk dihadiri langsung oleh penyidik Polres Bontang, Aiptu Moh Bisri, Ketua Paguyuban Korban Apderis, hingga penasehat hukum.

Ada sekitar ratusan korban investasi bodong Apderis yang telah bergabung dalam peguyuban, berharap agar pihak kepolisian dapat menyelesaikan kasus ini dan bisa mengembalikan semua uang dari investor dengan total Rp 11 miliar.

“Kami berharap tersangka bisa mendapatkan hukuman yang setimpal, dan uang investor yang telah dirugikan dapat dikembalikan,” jelasnya.

Di kesempatan yang sama, kuasa hukum dari pihak paguyuban, Kim Samuel memberi pernyataan bahwa dirinya percaya sepenuhnya kepada penyidik untuk melengkapi berkas (P19), guna mempercepat pelimpahan berkas ke kejaksaan (P21).

Perlu diketahui penyegelan pada kandang ayam yang terbuat dari kayu berukuran 8×40 meter, satu kandang berukuran 8×50 meter, hingga kerangka kandang berukuran 12×40 meter.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Bimtek Character Building Bagi Guru PAUD, Najirah: Mari Tingkatkan Kualitas Pendidikan Karakter Anak

0
Bimtek Character Building Bagi Guru PAUD, Najirah: Mari Tingkatkan Kualitas Pendidikan Karakter Anak
Bimtek Character Building bagi Guru PAUD se-Kota Bontang. (ist)

BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang, Najirah membuka acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Character Building bagi Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Kota Bontang di Hotel Tiara Surya, Rabu (5/6/24).

Najirah mengatakan, PAUD memegang peran yang sangat penting dalam pembentukan karakter dan kepribadian anak. Usia dini merupakan masa emas bagi perkembangan anak, di mana pondasi karakter, kepribadian, serta kemampuan kognitif dan sosial mereka dibentuk.

“Peran Guru PAUD sangatlah strategis dalam mengarahkan perkembangan anak menuju arah yang positif,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, permasalahan dalam dunia pendidikan PAUD, salah satu permasalahan terkini adalah kurangnya pemahaman yang mendalam mengenai pentingnya pendidikan karakter di usia dini.

“Pendidik harus berkomunikasi dengan orang tua murid supaya bisa memberikan pemahaman kepada anak-anak,” katanya.

Anak – anak dihadapkan pada tantangan adaptasi teknologi dalam proses pembelajaran di PAUD. Teknologi yang semakin maju, jika tidak digunakan dengan bijak, dapat berdampak negatif terhadap perkembangan karakter anak.

“Anak-anak usia dini itu jangan diberi HP, karena banyak anak-anak membuka aplikasi yang tidak seharusnya dilihat. Perlu pemahaman agar tidak membebaskan anaknya bermain hp,” ungkapnya.

Najirah berharap, melalui kegiatan ini, kita dapat saling berbagi pengalaman, belajar bersama, dan menemukan solusi-solusi inovatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan karakter di PAUD.

Adapun narasumber Bimtek Character Building Bagi Guru PAUD Kota Bontang ialah, Founder SMPS Life Changing Institute Jakarta, Reni Murni. (Sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Diikuti 9 TK dan 6 KB, Kecamatan Bontang Utara Gelar Lomba Gerak dan Lagu Anak

0
Diikuti 9 TK dan 6 KB, Kecamatan Bontang Utara Gelar Lomba Gerak dan Lagu Anak
Lomba gerak dan lagu anak berlangsung di Gedung BPU, Kecamatan Bontang Utara. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Kecamatan Bontang Utara, menggelar Lomba Gerak dan Lagu Anak, yang berlangsung di Gedung Balai Pertemuan Umum (BPU). Kegiatan tersebut diikuti 9 Taman Kanak-Kanak (TK), dan 6 Kelompok Bermain (KB) se-Kecamatan Bontang Utara.

Lomba ini mengusung tema ‘Bangun Kreativitas Anak Melalui Gerak dan Lagu Untuk Terwujudnya Anak Yang Sehat, Kreatif, dan Ceria’.

Kepala Seksi (Kasi) Pemberdayaan Masyarakat (PM) Kecamatan Bontang Utara, Vike Setiawan mengatakan, tujuan digelarnya perlombaan ini untuk bisa melatih kreativitas anak, melatih kepercayaan diri pada anak untuk berani tampil, bahkan memperkenalkan lagu-lagu daerah, khususnya ke anak-anak Indonesia.

“Lewat perlombaan ini kami berpesan kepada anak-anak Indonesia, khususnya anak-anak di Kota Bontang agar tetap berkreasi, sehat, dan belajar dengan baik di sekolah. Sehingga nantinya jika ada perlombaan bisa bersaing dengan sekolah lain,” ucapnya saat diwawancarai, Rabu (5/6/2024).

Perlu diketahui poin penting dalam penilaian lomba gerak dan lagu anak dinilai dari keseragaman, keserasian antara gerak dan lagu, hingga cara berpakaian anak.

“Kelompok yang tampil dari masing-masing sekolah terdiri dari 6 anak,” paparnya.

Dalam perlombaan ini, panitia telah menyiapkan 3 lagu yang akan mereka pilih dengan sendiri saat tampil, meliputi lagu Naik Delman, Injit Semut, dan Ampar Pisang. Waktu yang diberikan dalam 1 lagu sekitar 3-4 menit.

“Lagu sudah disiapkan, dan masing-masing sekolah nanti akan menentukan, mereka memakai lagu yang mana, diantara 3 lagu tersebut,” tutupnya. (dwi/adv).
Editor: Yusva Alam