Beranda blog Halaman 597

Job Fair 2025 Resmi Dibuka, Disnaker Bontang Tawarkan 737 Peluang Kesempatan Kerja

0
Job Fair Ketenagakerjaan Kota Bontang 2025 (Foto : Syakurah/ Media Kaltim)

BONTANG – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bontang secara resmi membuka kegiatan Job Fair 2025 pada Selasa (22/7/2025), bertempat di Gedung Koperasi PKT. Kegiatan ini akan berlangsung hingga 25 Juli mendatang.

Kepala Bidang Pelatihan Produktivitas dan Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Bontang, Lukmanul Hakim menyampaikan  job fair tahun ini tidak hanya menyediakan lowongan kerja, tetapi juga program pemagangan, pelatihan, dan sertifikasi keahlian.

“Jadi job fair di Bontang ini paling bervariasi dibandingkan di wilayah lain, yang lain hanya menawarkan kerja, kita lengkap,” pungkasnya.

Dalam kegiatan ini, Disnaker menggandeng 31 perusahaan dengan 305 lowongan, 70 pemagangan, 150 pelatihan, dan 212 sertifikasi, sehingga total terdapat 737 kebutuhan serta peluang yang diberikan kepada warga Kota Bontang.

Menurut Lukmanul, job fair ini juga menjadi salah satu strategi dalam menekan angka pengangguran di Kota Bontang. Pihaknya memahami kebutuhan dunia industri, sehingga pemagangan dan sertifikasi dianggap penting untuk mendongkrak daya saing pencari kerja.

Sementara itu, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni turut hadir dalam pembukaan kegiatan. Ia memberikan masukan kepada perusahaan untuk menghapus syarat usia dan pengalaman kerja pada beberapa posisi, pelatihan, maupun pemagangan.

“Kalau bisa syarat-syarat seperti itu ditiadakan, jadi tidak ada diskriminasi,” pungkasnya.

Diketahui, job fair diadakan mulai tanggal 22 – 25 Juli 2025.

Penulis: Syakurah
Editor : Nicha R

Wawali Bontang Instruksikan Penarikan Beras Premium Diduga Oplosan

0
Wakil wali kota Bontang, Agus Haris (Foto : Syakurah/ Media Kaltim Network)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang menindaklanjuti dugaan peredaran beras premium oplosan di sejumlah pasar dan supermarket. Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menginstruksikan agar beras yang diduga tidak sesuai standar kualitas segera ditarik dari peredaran.

Langkah ini diambil menyusul laporan masyarakat dan hasil temuan sementara Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang terhadap dua merek beras, yakni Sania dan Fortune, yang diduga telah dicampur atau dioplos.

“Minggu ini insya Allah akan turun kembali dinas terkait yakni DKUMPP dengan satgas pangan,” terangnya, Senin (21/7/2025).

Wawali juga mengatakan Pemkot melalui dinas terkait segera melakukan uji sampel laboratorium guna memastikan kualitas dan kandungan beras yang beredar.

Setelah itu, lanjut Wawali, Pemkot Bontang akan melakukan pemanggilan terhadap distributor beras dengan merk tertentu terkait bagaimana solusi  agar penarikan ini  tidak merugikan kepada agen yang menjual.

“Nanti pihak agen atau distributor ini harus dipanggil untuk membicarakan, karena ini juga menyangkut mereka yang membayar permodalan awal beras tersebut,” ungkapnya.

Sebelumnya, DKUMPP Kota Bontang telah melakukan peninjauan lapangan terhadap peredaran beras Sania maupun Fortune yang diduga dioplos.

Pihak dinas melakukan himbauan untuk tidak melakukan order kembali atas merk tersebut dan hanya boleh menghabiskan stok yang ada.

Penulis: Syakurah
Editor: Nicha R

Antisipasi Gangguan Data, Diskominfo Bontang Anggarkan Colocation Server

0
Kepala Diskominfo Bontang, Anwar Sadat (Foto : Syakurah/ Media Kaltim Network

BONTANG – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bontang menganggarkan dana untuk colocation server pada anggaran perubahan tahun ini. Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi dan peningkatan keamanan data, menyusul insiden server yang sempat terkena air.

Kepala Diskominfo Bontang, Anwar Sadat, menjelaskan colocation server akan memberikan berbagai manfaat seperti peningkatan performa dan uptime, penghematan biaya operasional, akses terhadap teknologi terbaru, konektivitas yang lebih baik, hingga keamanan dan skalabilitas sistem.

“Ini juga sekaligus untuk antisipasi data server kita,” ujar Kepala Diskominfo, Anwar Sadat usai sidak DPRD.

Untuk tahap awal, Diskominfo mengalokasikan anggaran colocation di tingkat provinsi. Selain itu, ada dua opsi tambahan lokasi lain yang sedang dipertimbangkan, yaitu Pusat Data Nasional dan fasilitas milik Produk Dalam Negeri atau Pinjaman Dalam Negeri.

“Baru dua tempat itu, yang ketiganya masih kami cari,” katanya.

Selain itu pihaknya juga tengah berencana untuk memiliki bangunan tersendiri untuk penempatan server mereka, lantaran kondisi yang sekarang masih belum memenuhi standar keamanan yang layak.

“Bangunan juga akan kami bahas, namun saat ini yang sudah kami anggarkan baru colocation dahulu,” tambahnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Nicha 

Pemkot Bontang Mulai Distribusikan Seragam Gratis untuk Siswa Baru

0
Plt Kepala Disdikbud Bontang, Saparuddin (Foto : Dwi/ Media Kaltim Network).

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) mulai mendistribusikan seragam gratis untuk siswa-siswi baru di tahun ajaran 2025/2026. Sejumlah sekolah sudah menerima bantuan ini, di antaranya SD Negeri 001 Bontang Utara dan SMP Negeri 5 Bontang.

Plt Kepala Disdikbud Bontang, Saparuddin, mengatakan prioritas utama dalam distribusi seragam ini adalah siswa baru, khususnya kelas 1 SD dan kelas 7 SMP.

“Yang pasti kami ingin siswa yang baru masuk, bisa didahulukan untuk mendapatkan seragam barunya,” ucapnya saat dikonfirmasi, Senin (21/7/2025).

Selain itu,  pihaknya akan mendistribusikan seragam yang lainnya untuk siswa SD dan SMP paling lambat di akhir Juli 2025.

“Insya Allah selesai seragamnya semua di Juli akhir,” tambahnya.

Adapun Saparuddin mengimbau untuk seluruh pihak sekolah yang ada di wilayah Bontang, agar tidak lagi menjual seragam ke wali murid. Sebab, pemerintah telah mengadakan seragam gratis bagi siswa SD dan SMP.

“Ini sudah ada program seragam gratis, jadi jangan sampai pihak sekolah memperjual belikan seragam ke orang tua murid, dimana bisa membebankan mereka,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Nicha R

Tingkatkan Daya Saing Penjahit Lokal, Pupuk Kaltim Bekali Keterampilan Menjahit Kualitas Industri

0

BONTANG – Dorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan pelaku usaha lokal, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) bekali 25 penjahit binaan keterampilan tingkat mahir, khususnya untuk pembuatan baju seragam sekolah. Pelatihan selama satu pekan ini, menjadi langkah strategis perusahaan meningkatkan kontribusi sosial dalam menciptakan peluang usaha yang lebih berdaya saing di Kota Bontang.

Pgs VP TJSL Pupuk Kaltim Lendl Wibisana, mengatakan pelatihan ini bagian dari komitmen perusahaan mendorong keberlanjutan usaha sektor usaha, dengan menciptakan nilai bersama bagi masyarakat. Dari hal ini para penjahit lokal tidak hanya sekadar bertahan, tetapi mampu naik kelas menjadi penyedia jasa profesional, sekaligus siap bersaing memenuhi permintaan pasar, terutama kebutuhan seragam sekolah yang terus meningkat setiap tahun.

“Pupuk Kaltim memahami keberlanjutan perusahaan harus sejalan dengan kemajuan masyarakat, sehingga penguatan kapasitas untuk menciptakan peluang yang lebih luas menjadi salah satu fokus pemberdayaan masyarakat yang dituangkan pada berbagai program strategis,” ujar Lendl, Rabu (16/7/2025).

Salah satu peluang yang bisa disasar yakni program pengadaan seragam gratis bagi pelajar se-Kota Bontang oleh Pemerintah Daerah. Dimana pemberdayaan para penjahit lokal menjadi sasaran program, sehingga bisa menjadi peluang usaha berkelanjutan bagi mitra binaan Pupuk Kaltim, seiring meningkatnya keterampilan dan daya saing yang dimiliki.

“Ini peluang nyata bagi penjahit lokal agar siap mengisi peluang tersebut, sehingga perputaran ekonomi tetap ada di daerah,” ucap Lendl.

Pelatihan dirancang intensif dengan menghadirkan instruktur berpengalaman, melalui materi teknis dan praktis. Mulai dari pembuatan pola seragam sekolah yang sesuai standar, pemotongan bahan yang hemat dan tepat, teknik jahit industri dengan kualitas rapi, hingga proses finishing yang memenuhi standar pengadaan. Selain itu, pelatihan juga mencakup aspek manajemen produksi, pengelolaan order dalam skala besar hingga menjaga konsistensi kualitas hasil.

Keberhasilan pelatihan ini pun tidak hanya diukur dari selesainya materi yang diberikan, tetapi sejauh mana peserta dapat mengaplikasikan ilmu untuk meningkatkan peluang usaha dengan lebih signifikan, sehingga ke depan siap ikut serta dalam tender pengadaan seragam, hingga membuka lapangan kerja baru seiring makin tingginya permintaan.

“Pupuk Kaltim ingin para peserta bisa memproduksi seragam sekolah dengan kualitas sangat baik, sehingga keterampilan dengan usaha yang dijalankan makin berdampak terhadap peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Lendl.

Mewakili Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang, Ahmad Yani Sofyan, menyampaikan apresiasi terhadap peran Pupuk Kaltim dalam mendorong kemandirian masyarakat, dengan menyasar peluang usaha strategis di Kota Bontang. Menurut dia, hal ini menunjukkan keseriusan perusahaan melakukan pendampingan, melalui peningkatan kapasitas pelaku usaha agar semakin profesional.

“Kami meyakini dengan bekal keterampilan yang diberikan, pelaku usaha dapat mengambil peluang untuk mendorong kesejahteraan dan daya saing UMKM di Kota Bontang,” kata Ahmad Yani.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang Saparuddin, pun menyambut positif pelatihan ini, yang dinilai sejalan dengan upaya Pemerintah dalam memperkuat sumberdaya manusia secara produktif. Begitu pun dalam konteks pengadaan seragam sekolah gratis, Pemkot Bontang berkomitmen memberdayakan penjahit lokal dan kesempatan ini bisa turut disasar oleh para peserta seiring peningkatan keterampilan yang dimiliki.

“Sesuai amanah Wali Kota Bontang, pengadaan seragam akan memberdayakan 100 persen penjahit lokal. Ini komitmen Pemerintah agar perputaran ekonomi makin tumbuh, sehingga menjadi kesempatan besar bagi binaan Pupuk Kaltim untuk berkontribusi di dalamnya,” tutur Saparuddin.

Salah satu peserta, Misrah, menyampaikan terima kasih atas perhatian Pupuk Kaltim terhadap penguatan kapasitas penjahit lokal. Hal ini mengingat peningkatan keterampilan sangat dibutuhkan, agar mampu bersaing secara profesional untuk membuka peluang yang lebih luas. Dirinya optimis dengan bekal keterampilan yang dimiliki saat ini, akan mendorong produktivitas para penjahit dalam memenuhi standar jahitan yang profesional.

“Selama pelatihan kami dibekali berbagai keterampilan menghasilkan jahitan yang kuat dan rapi. Utamanya untuk pesanan dalam skala besar, kini kami bisa mengerjakan dengan percaya diri,” ungkap Misrah. (adv)

Sulitnya Mencari Pekerjaan di Masa Sekarang

0
Rahmayanti, S.Pd. (ist)

Oleh:
Rahmayanti, S.Pd

Mencari pekerjaan di era modern saat iniI bukanlah hal mudah. Persaingan yang ketat dan banyak tuntutan yang tinggi membuat orang merasa frustasi dan putus asa.

Setiap hari kita melhat iklan lowongan pekerjaan yang menarik, namun ketika melamar, harus bersaing dengan ratusan bahkan ribuan pelamar lainnya.

Tidak hanya itu, tekanan agar dapat memiliki pekerjaan yang stabil dan bergaji tinggi juga semakin meningkat. Banyak dari kita yang harus merasa memiliki pekerjaan mapan dan bagus untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup dan mencapai kesuksesan, namun realitanya banyak pekerjaan yang tersedia tidak sesuai dengan harapan dan impian sehingga kita harus sadar dan rela untuk memulai dari bawah.

Bontang Job Fair sempat menjadi perbincangan, lantaran dianggap sebagai kegiatan formalitas yang sedang viral di media-media sosial. Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bontang Abdu Safa Muha melalui Kepala Bidang Pelatihan Produktivitas dan Penempatan kerja, Lukmanul Hakim mengatakan, kegiatan tahunan tersebut tidak penah memaksa perusahaan ikut dalam kegiatan tersebut jika memang tidak memiliki peluang.

Dia menerangkan, job fair pada tahun 2024 lalu, membuka 312 lowongan, 69 pemagang, 160 pelatihan kerja dan sebayak 146 sudah dilakukan penempatan kerja. (radarbontang.com. 13 Juni 2025.)

Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) menilai mayoritas pemuda Bontang suka pilih-pilih kerja. Hal ini menjadi penyebab banyaknya usia pekerja yang mengeluh susah mendapatkan kerja di Bontang dan menganggur.

Kepala Disnaker Bontang, Abdu Safa Muha mengatakan banyak penerima informasi pekerja yang kerap mengeluh dan tidak memanfaatkan kesempatan kerja yang sudah disediakan. (seputarfakta.com. 15 April 2025.)

Pengangguran masih menjadi permasalahan utama Kota Bontang. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) diketahui, berdasarkan data BPS Bontang, hingga Agustus 2024 sebanyak 6.631 orang dari total 93.930 orang angkatan kerja tidak memiliki pekerjaan.

Jika dipersentasikan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di periode itu sebesar 7,06 persen dari jumlah penduduk di Kota Taman. Diketahui berdasarkan data BPS Bontang di 2024, jumlah penduduk sebanyak 190.620 jiwa. (nomorsatukaltim-disway-id.cdn.ampproject.org. Senin 07-07-2025.)

Kondisi saat ini di Kalimantan Timur (Kaltim) mengenai ketenagakerjaan sendiri dari Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2025 masih menunjukkan dominasi pekerja formal 49,16 persen penduduk bekerja di Kaltim tercatat sebagai buruh, karyawan, atau pegawai. Pada Februari 2025, sektor informal menyerap 943.098 pekerja atau 46,92 persen dari total tenaga kerja. kemudian pekerja formal masih mendominasi dengan jumlah 1. 066.892 orang atau 53,08 persen.

Banyak data berupa angka tersebut ini adalah hal yang terdata, bagaimana dengan halnya yang tidak terdata ? pekerjaan informal lebih diminati bahkan dunia maya dan luar negeri dianggap lebih menjanjikan. Dunia pertanian kurang diminati karena dianggap pekerjaan yang melelahkan dan uangnya tidak seberapa.

Sebaliknya tenaga kerja ahli dan pencari kerja dalam negeri tak dihargai. Akhirnya Pemutusan tenaga kerja (PHK) tak terelakkan lagi.

Pengangguran dan PHK meningkat penyebabnya multifaktor dan kompleks, sehingga tidak tertangani dengan baik. Selain itu pekerjaan hanya dilihat dari sektor pertambangan, padahal banyak potensi yang lain tetapi banyak yang tidak tertarik. Saat ini pemerintah kesannya hanya sebagai regulator dan jembatan perusahaan sehingga sekolahpun sejalan dengan kebutuhan pasar kerja. pendidikan hanya sebatas pencetak buruh pasar dan tenaga siap pakai. Adanya pengangguran dan PHK menandakan ketidakmampuan pemerintah dalam mengurus dan memberikan jaminan pekerjaan bagi rakyatnya.

Namun, mirisnya saat ini ketika rakyat sulit mendapatkan pekerjaan, malah ada ratusan pejabat negara dan politisi yang memiliki rangkap jabatan dengan gaji yang sangat fantastis. Seperti Sekjen Kemenkeu mendapatkan gaji Rp 90.505.000, sementara itu sebagai komisaris di PT Pertamina mendapatkan gaji Rp 2,9 miliar dalam setiap bulannya. Mereka dengan mudah mendapatan gaji besar di tengah rakyat berkubang dengan kemiskinan dan kesengsaraan.

Di dalam Islam negara akan memberikan jaminan. Seperti halnya ke setiap kepala keluarga, yakni suami atau bapak untuk bekerja. Karena bekerja bagi laki-laki adalah sebuah kewajiban di dalam Islam. Sebagaimana firman Allah SWT
“Kewajiban ayah untuk menanggung nafkah dan pakaian mereka secara layak”…(TQS al-Baqarah (2) 233).

Maka negara wajib memberikan jaminan sebab kalau mengabaikannya termasuk perbuatan dosa. Jadi bisa dalam bentuk modal atau bentuk tanah mati, untuk diberdayakan agar lebih produktif, juga dalam bidang-bidang lain yang sesuai dengan keahliannya. Seperti halnya Rasulullah, pernah suatu ketika ada seorang laki-laki kaum Anshor mendatanginya untuk mengemis. Rasulullah tidak membentak atau mengusirnya, dan tidak juga langsung memberi uang. Rasulullah malah bertanya kepadanya barang apa saja yang dia miliki dia menjawab ada tiga benda yang dimilikinya Rasulullah menyuruh ambil dua benda, kemudian Rasulullah melelang barang itu dan dibayar oleh salah seorang sahabat, nah sebagian uangnya dibeiikan makanan dan sisanya dibelikan sebuah kapak yang ditujukan agar si Anshor tadi bisa mencari kayu dengan kapaknya lalu hasilnya dijual untuk keprluan sehari-hari. Dari cerita ini Rasulullah tidak ingin melihat umatnya menjadi peminta-minta, bagi rasul apapun pekerjaannya asal halal dari pada meminta-minta. Di dalam hadis yang lain disampaikan “ tidak ada seseorang yang memakan satu makananpun yang lebih baik dari makanan hasil usaha tangannya (bekerja) sendiri . Dan sesungguhnya Nabi Daud As memakan makanan dari hasil usahanya sendiri.” (HR Bukhari).

Negara juga akan melarang adanya harta yang menumpuk pada segelintir orang saja yang ini istilahnya oligarki. Di dalam Islam negara haruslah menerapkan sistem ekonomi Islam yang mampu menciptakan keadilan dalam distribusi kekayaan dengan cara melarang sistem riba, mengatur kepemilikan baik individu, negara dan umum. Juga melarang keras menguasai lahan-lahan tambang yang menjadi hajat hidup orang banyak oleh individu/ swasta, karena semua itu adalah kepemilikan umum tidak boleh diprivatisasi sebagaimana Rasulullah melarang sahabat Abyadh bin Hammal ra menguasai tambang garam yang hasilnya melimpah yang ada di daerah Ma’rib.(HR Ibnu Majah).

Karena itu, semua kekayaan alam negara yang akan mengelolanya adapun hasilnya akan digunakan untuk membiayai keperluan dasar rakyat seperti kesehatan, pendidikan dan sarana prasarana.

Hal lainnya di dalam Islam juga mengatur masalah pendidikan yang menyiapkan generasi berkualitas, yang bersyaksiyah (berpikir dan bertingkah laku) Islamiyah. Pendidikan Islam melahirkan generasi yang tangguh yang bisa menciptakan pekerjaan sendiri sesuai dengan keahliannya masing masing.

Sehingga tidak ada ditemui sulitnya mencari pekerjaan karena negara sudah menyediakan semua kebutuhan rakyatnya.

Wallahu a’lam.

Wujudkan Ketahanan Pangan Bontang, Neni Hadiri Penandatanganan NPHD di Balikpapan

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat menghadiri penandatanganan NPHD di Balikpapan (Ist).

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menghadiri acara penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD), di Hotel Novotel, Balikpapan, Senin (21/7/2025).

Penandatanganan ini dilakukan sebagai tonggak penting dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan, di wilayah Kota Bontang. Serta diharapkan menjadi kunci dalam mewujudkan kompleks pergudangan Bulog di Bontang sekaligus mengendalikan inflasi daerah.

Saat kegiatan berlangsung, dihadiri Kepala Divisi Hubungan Kelembagaan Perum BULOG Pusat, Evi, Pimpinan Wilayah Kaltim-Kaltara Bulog, Mersi Windrayani, dan Kepala Cabag Bulog, Adi Yanuar.

Direktur SDM dan Umum Perum Bulog Pusat Prof. Sudarsono Hardjosoekarto menyampaikan bahwa, Kota Bontang merupakan salah satu pemangku kepentingan strategis bagi Perum Bulog.

“Kota Bontang memiliki potensi besar untuk menjadi penyangga rantai pasok pangan, dengan posisinya yang strategis, Bontang dapat menjadi wilayah transit dalam pengelolaan persediaan stok yang mencukupi kebutuhan pangan di wilayah Bontang dan sekitarnya,” ucapnya.

Adapun dirinya berharap kerja sama melalui hibah barang milik daerah ini, akan mewujudkan kolaborasi berkelanjutan di masa depan.

Kesempatan yang sama, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menyambut baik dengan terlaksananya kegiatan penandatanganan ini.

Kegiatan ini merupakan momentum penting untuk merealisasikan pembangunan kompleks pergudangan Perum Bulog di Kota Bontang.

“Hibah ini bukan hanya simbol komitmen, tetapi juga wujud nyata dari sinergi antar lembaga demi mewujudkan masyarakat Bontang yang sejahtera dan tangguh menghadapi dinamika ekonomi, terutama dalam pengendalian inflasi dan stabilisasi pasokan pangan,” jelasnya.

Terlebih lagi sangat percaya jika, peran Bulog sangat vital dalam menjamin ketersediaan dan keterjangkauan bahan pangan pokok. Sehingga dengan adanya dukungan ini, Neni berharap distribusi pangan ke depan dapat berlangsung lebih merata, cepat, dan tepat sasaran, terutama dalam situasi-situasi saat terjadi gejolak harga pangan.

“Kolaborasi ini juga sejalan dengan visi Kota Bontang sebagai kota industri yang inklusif dan berkelanjutan. Di tengah tantangan global dan nasional, penguatan ketahanan pangan lokal menjadi prioritas penting,” paparnya.

Selain itu, Neni juga menekankan bahwa hal ini tidak dapat tercapai tanpa adanya sinergi antara pemerintah, BUMN, dan seluruh pemangku kepentingan.

Bahkan dengan adanya penandatanganan NPHD ini, sangat diharapkan pembangunan kompleks pergudangan Bulog di Bontang dapat segera terealisasi, sehingga pasokan pangan di Kota Bontang dan sekitarnya semakin terjamin, harga stabil, dan masyarakat dapat hidup lebih sejahtera.

Acara tersebut, Neni turut didampingi langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Bontang, Aji Erlinawati. Turut hadir pula, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Bontang, Lukman, Staf Ahli Bidang Ekonomi Keuangan, Bahauddin, Kepala Inspektorat, Kepala BPKAD, Kepala DKP3, Kepala Dinas PUPR dan Kepala Dinas Perkim.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva alam

Pemerintah Pusat Resmi Luncurkan Program 80 Ribu Koperasi Merah Putih, Wawali Sebut Sebagai Pilar Utama Ekonomi Masyarakat

0
Wali Kota Bontang, Agus Haris di kegiatan Peringatan Hari Koperasi ke-78 2025 (Ist).

BONTANG – Pemerintah pusat secara resmi meluncurkan program 80 ribu koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, yang dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto, Senin (21/7/2025), di Klaten, Jawa Tengah. Kegiatan berlangsung secara virtual di Pendopo, Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Bontang.

Kegiatan tersebut turut dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, perwakilan unsur Forkopimda, Komandan Batalyon Arhanud 7/ABC, perwakilan Polres Bontang, Kepala Kementerian Agama (Kemenag), Kepala BNNK Bontang, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, lurah, hingga pengurus koperasi se-Kota Bontang.

Saat kegiatan berlangsung, Prabowo Subianto menegaskan bahwa koperasi merupakan instrumen fundamental bagi kekuatan ekonomi rakyat kecil, dengan menggunakan filosofi sapu lidi untuk menggambarkan kekuatan kolektif yang lahir dari persatuan.

“Satu lidi tidak berarti apa-apa, akan tetapi jika ratusan lidi disatukan maka itu adalah kekuatan,” ucapnya saat sambutan.

Wali Kota Bontang, Agus Haris di kegiatan Peringatan Hari Koperasi ke-78 2025 (Ist).

Terlebih lagi, Prabowo menekankan bahwa di tengah dominasi koperasi besar, koperasi hadir sebagai sarana utama bagi masyarakat untuk berdaya saing secara gotong royong.

Sehingga menurutnya kelompok yang kuat secara finansial, cenderung membentuk perusahaan pribadi. Sementara itu, koperasi menjadi tumpuan bagi mereka yang ingin tumbuh bersama.

Dikesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris turut mengatakan bahwa komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang untuk menyukseskan program tersebut di tingkat lokal, dimana program ini menjadi momentum krusial bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Kami di daerah pastinya siap menyukseskan gerakan Koperasi Merah Putih, sebagai pilar ekonomi masyarakat Bontang,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Baru 6 Hari, Sudah 224 Pelanggar! Tak Bawa Surat Kendaraan dan Knalpot Brong Mendominasi

0
Proses penilangan di Polres Bontang (Foto : istimewa)

BONTANG – Memasuki hari keenam pelaksanaan Operasi Patuh Mahakam 2025, Satuan Lalu Lintas Polres Bontang mencatat sebanyak 224 pelanggaran lalu lintas. Dua jenis pelanggaran yang paling banyak ditemukan adalah pengendara tanpa kelengkapan surat kendaraan serta penggunaan knalpot tidak sesuai standar atau knalpot brong.

Kasatlantas Polres Bontang, AKP Purwo Asmadi, menjelaskan bahwa dari total pelanggaran tersebut, sebanyak 116 pengendara kedapatan tidak memiliki atau tidak membawa Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Sementara 108 kendaraan lainnya terjaring razia karena menggunakan knalpot brong yang mengganggu ketertiban dan kenyamanan publik.

“Pelanggaran terbanyak memang masih soal kelengkapan surat-surat. Semua langsung dikenakan tilang sesuai aturan,” ujarnya, Minggu (20/07/2025).

Operasi Patuh Mahakam sendiri berlangsung selama dua pekan, mulai 14 – 27 Juli 2025 mendatang. AKP Purwo berharap melalui operasi ini, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya tertib berlalu lintas dapat meningkat.

“Tujuan utamanya adalah meningkatkan kepatuhan dan keselamatan pengguna jalan,” tutupnya.

 

Penulis: Syakurah

Editor: Nicha R

Plafon Posyandu Dahlia Satu Ambruk, Kader Khawatirkan Keselamatan Pelayanan

0
Plafon Posyandu Dahlia Satu Bontang Baru yang mengalami ambruk. (Syakurah/MKNN)

BONTANG – Plafon bangunan baru Posyandu Dahlia Satu di Kelurahan Bontang Baru dilaporkan ambruk. Insiden ini menimbulkan kekhawatiran para kader posyandu terhadap keselamatan warga, terutama lansia dan balita yang rutin mendapat pelayanan kesehatan di lokasi tersebut.

Ketua Posyandu Dahlia Satu, Ellya Fitriani, mengatakan plafon ditemukan sudah ambruk pada Rabu (16/7/2025), saat ia hendak mengambil timbangan. Namun, waktu pasti terjadinya ambruk tidak diketahui karena saat kejadian tidak ada orang di lokasi.

“Rabu pas mau ambil timbangan, plafonnya sudah jatuh,” ungkap Ellya saat dikonfirmasi, Jumat (18/7/2025).

Ia mengungkapkan kekhawatirannya karena ada bagian plafon lain yang tampak retak dan berpotensi jatuh kembali. Karena itu, pihaknya telah melapor ke kelurahan agar segera ditindaklanjuti. Sambil menunggu perbaikan, kegiatan pelayanan untuk lansia pada hari Senin direncanakan akan dipindahkan sementara ke bangunan posyandu lama.

“Senin besok kami ada pelayanan untuk lansia, khawatir jatuh lagi, kami akan pakai posyandu yang lama dahulu,” jelasnya.

Ironisnya, bangunan posyandu ini tergolong baru dan baru digunakan sejak Mei lalu untuk kegiatan operasi timbang. Ellya menyebut, sebelumnya bagian plafon dari bahan gipsum tersebut juga pernah menganga dan sempat diperbaiki. Namun kini justru ambruk.

Menanggapi hal ini, Lurah Bontang Baru, Bagus, membenarkan bahwa pembangunan posyandu tersebut merupakan proyek dari Dinas Kesehatan. Ia pun telah melaporkan insiden ini ke dinas terkait untuk dilakukan evaluasi menyeluruh.

“Kami akan minta agar bangunan tersebut dievaluasi,” tegas Bagus.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Dinas Kesehatan Kota Bontang terkait tindak lanjut dan penyebab teknis ambruknya plafon bangunan baru ini.

Penulis: Syakurah
Editor: Agus S