Beranda blog Halaman 598

Lansia di Bontang Baru Digigit Buaya Saat Cek Lahan

0
Buaya berukuran sedang yang berhasil diamankan warga (Syakurah)

BONTANG – Seorang lansia bernama Sukiman (67) menjadi korban gigitan buaya di Jalan Otto Iskandardinata, Gang Prima, Kelurahan Bontang Baru, Jumat (18/7/2025). Insiden terjadi saat korban sedang mengecek lahan miliknya yang tergenang air pasang surut di sekitar kawasan mangrove.

Saat itu, Sukiman sempat turun ke genangan air setinggi lutut untuk melihat kondisi lahan sekaligus mencari tudai (kerang). Tanpa disadari, seekor buaya berukuran sedang muncul dan langsung menggigit kakinya.

“Saya turun ke air, tiba-tiba langsung digigit kakinya. Ukurannya sedang, untung saya bisa lari,” ujar Sukiman.

Setelah berhasil menyelamatkan diri, Sukiman langsung pulang ke rumah dan melapor kepada istrinya. Keduanya kemudian menuju Rumah Sakit Amalia untuk mendapatkan penanganan medis atas luka gigitan.

Setibanya kembali di lokasi, buaya yang menyerang Sukiman telah berhasil ditangkap oleh warga sekitar, dibantu oleh anak korban. Tak berselang lama, petugas pemadam kebakaran datang ke lokasi dan mengamankan buaya tersebut.

Sukiman mengaku sebelumnya sering mendengar informasi adanya buaya di sekitar kawasan tersebut, namun tak pernah menyangka akan menjadi korban. “Dulu saya kira cuma cerita, ternyata betul ada buaya dan saya digigit,” katanya.

Penulis: Syahkura
Editor: Agus S

DKP3 dan Satgas Pangan Temukan Beras Diduga Oplosan di Sejumlah Wilayah Bontang

0
Petugas melakukan monitoring (ist)

BONTANG – Dugaan peredaran beras oplosan di sejumlah supermarket membuat masyarakat resah. Untuk menindaklanjuti hal tersebut, Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Bontang bersama Satgas Pangan Polres Bontang dan Subnit Tipidter turun langsung melakukan monitoring, Jumat (18/7/2025).

Kepala DKP3 Bontang, Ahmad Aznem, memimpin pengecekan ke beberapa lokasi, antara lain Kelurahan Tanjung Laut, Tanjung Laut Indah, Belimbing, dan Api-api. Dari hasil pengawasan, ditemukan masih ada pedagang yang menjual beras diduga oplosan dengan merek tertentu.

“Masih terdapat beberapa pedagang yang menjual oplosan dengan merek Sania dan Fortune,” ungkapnya.

Dari hasil monitoring, ditemukan 215 kilogram beras merek Sania dan 25 kilogram beras merek Fortune masih dijual di pasaran. Para pedagang mengaku masih menjual stok lama dan memilih untuk menghabiskannya terlebih dahulu.

“Yang ada sekarang adalah stok dari bulan lalu, sehingga mereka akan memilih untuk menghabiskan saja dahulu,” tambah Aznem.

DKP3 mengimbau para pedagang agar tidak lagi memesan beras dari merek yang diduga bermasalah tersebut. Selain itu, pihaknya juga mencatat adanya penurunan penjualan beras sejak isu oplosan merebak.

“Kami mengarahkan untuk membeli beras bersubsidi SPHP,” tuturnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Agus S

Puspaga Goes To School, DP3AKB Gaungkan Sekolah Ramah Anak dan Anti Perundungan

0
Puspaga Goes To School, DP3AKB Gaungkan Sekolah Ramah Anak dan Anti Perundungan
DP3AKB Bontang sambangi salah satu sekolah untuk sosialisasi program Puspaga Goes To School. (ist)

BONTANG – Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Bontang melalui program Puspaga Goes To School, aktif menyambangi sejumlah sekolah dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sejak Senin (14/7/2025) hingga 28 Juli mendatang.

Plt Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak dan Perlindungan Khusus Anak, Trully Tisna menjelaskan, program ini menjadi bagian dari inisiasi sekolah dalam menyelaraskan kegiatan MPLS dengan misi Kota Layak Anak, dan penyelenggaraan perlindungan anak yang berkelanjutan.

Mengusung berbagai tema penting dan relevan dengan kehidupan remaja masa kini, Puspaga Goes To School hadir memberikan edukasi langsung kepada pelajar.

Adapun materi yang diberikan seperti, pencegahan perundungan (bullying), pencegahan dan kekerasan seksual, bijak bermedia sosial, kesehatan mental remaja untuk produktivitas dan cara menyikapi penyimpangan perilaku remaja.

Hingga Kamis (17/7/2025), tim DP3AKB telah mengunjungi 13 sekolah dari jenjang SD, SMP, hingga SMA/MA/SMK, dan akan terus menjangkau sekitar 25 satuan pendidikan se-Bontang.

Kegiatan ini juga membahas berbagai topik seperti, pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap anak, cara menghadapi kekerasan terhadap perempuan dan anak agar tetap berdaya, serta privasi anak terkait tubuh dan dirinya

Program ini merupakan bagian dari upaya menjadikan sekolah sebagai tempat yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

“Kami berharap anak-anak kita dapat menjadi pelajar yang tangguh, sehat mental, dan cakap menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Meskipun Penyerapan Tenaga Kerja Tertinggi, Bontang Tetap Dicap Kota dengan Pengangguran Tertinggi

0
Ilustrasi. (ist)

BONTANG – Di tahun 2024 Kota Bontang mendapatkan peringkat dengan jumlah pengangguran tertinggi di Kalimantan Timur.

Data tersebut diungkap oleh Badan Pusat Statistik (BPS), yang memaparkan jumlah pengangguran di Kota Bontang sebanyak 6.631 jiwa atau 7,06 persen.

Meskipun begitu, penyerapan tenaga kerja di Kota Bontang adalah yang tertinggi se-Kaltim yakni sebanyak 717 jiwa, sehingga pengangguran di tahun 2023 yang awalnya 7.348 telah berkurang.

Kabid Pelatihan Produktivitas dan Penempatan Tenaga Kerja, Lukmanul Hakim menjelaskan, dibandingkan Kota Samarinda dan Balikpapan yang jumlah penganggurannya mencapai 20 ribu lebih jiwa. Bontang dianggap tertinggi lantaran termasuk kota kecil dengan jumlah penduduk yang cukup padat.

“Padahal di Bontang penyerapan kerja paling tinggi. Malah banyak di wilayah lain di Kaltim yang data penganggurannya dari 2023 ke 2024 malah nambah sampai seribu lebih,” terangnya, Kamis (17/7/2025).

Ia menyebutkan, pihaknya tidak bisa turut serta dalam pengambilan data lapangan yang dilakukan oleh BPS, sehingga mereka tidak mengetahui pasti bagaimana proses pengambilan data pengangguran di Bontang.

“Kalau data kami hanya pencari kerja. Kalau memang sebanyak itu pencari kerja di Bontang, harusnya orang yang melakukan pendaftaran di loker yang kami sediakan membludak, tapi ini masih batas wajar,” tambahnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Tindaklanjuti Keresahan Ojol, DKUMPP Datangi Mie Gacoan, Begini Hasilnya

0
Pihak DKUMPP saat menyambangi Mie Gacoan. (ist)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUMPP) memastikan telah menindaklanjuti keresahan ojol terkait transaksi yang terjadi di gerai Mie Gacoan Bontang, Minggu (12/7/ 2025).

Plt Kepala DKUMPP Bontang, Asdar Ibrahim, mengungkapkan pihaknya telah melakukan kunjungan langsung ke lokasi usaha tersebut, dan bertemu dengan Area Sales Manager Mie Gacoan untuk Kalimantan Timur, Diki. Hasil dari pertemuan tersebut menyimpulkan, persoalan sudah ditindaklanjuti dan diselesaikan oleh manajemen setempat.

“Terkait kejadian yang sempat menjadi perhatian, kami memastikan pihak Mie Gacoan telah mengambil langkah korektif. Salah satunya, stempel merah yang sebelumnya digunakan sudah tidak dipakai lagi mulai 13 Juli 2025,” terangnya.

Selain itu, mulai tanggal yang sama, sistem pemesanan via ojek online (ojol) kini telah diperbarui. Nota pesanan kini disertai dengan paraf dari kedua belah pihak, yakni driver ojol dan pihak Mie Gacoan, sebagai tanda bahwa pesanan telah dicek bersama sebelum dikirim. Bukti paraf tersebut juga didokumentasikan dalam bentuk foto di nota.

“Langkah ini diambil untuk memastikan transparansi dan menghindari kesalahpahaman antara konsumen, driver, dan pihak resto,” tambahnya.

Sebelumnya, untuk memudahkan konsumen dalam menyampaikan keluhan, pihak Mie Gacoan juga telah mencantumkan nomor aduan langsung di setiap struk pembelian

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Calon Ketua RT di Tanjung Laut Harus Membiayai Pencoblosan, Wawali: Seharusnya Ada Anggarannya

0
Calon Ketua RT di Tanjung Laut Harus Membiayai Pencoblosan, Wawali: Seharusnya Ada Anggarannya
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris saat ditemui awak media. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris merespon masalah pemilihan calon Ketua Rukun Tetangga (RT) di Kelurahan Tanjung Laut, yang dimana bagi setiap calon Ketua RT diharuskan menggunakan dana mandiri untuk menyelenggarakan pemilihan (pencoblosan).

“Menurut saya seharusnya ada anggarannya, tapi kembali lagi ke pihak kelurahannya. Sebab kelurahan yang merancang skemanya seperti apa, dan apa saja yang dibutuhkan. Karena RT perpanjangan tangan wali kota, itu seharusnya disiapkan anggaran pemilihannya,” jelasnya saat dikonfirmasi, Rabu (16/7/2025).

Terlebih lagi, menurut Agus Haris pihaknya baru saja menyelesaikan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), dimana RPJMD adalah sebagai dasar dari penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Itu semua tergantung dengan skema kelurahannya seperti apa, berarti kalau sebelumnya tidak ada anggaran dan menggunakan anggaran sendiri, selanjutnya di tahapan periodisasi pihak kelurahan dalam hal ini, kecamatan selaku OPD-nya harus menyiapkannya,” tambahnya.

Agus Haris meminta untuk ke depannya, pihak kelurahan dapat mengusulkan ke kecamatan, untuk nantinya bisa mengusulkan terkait anggaran pencalonan pemilihan Ketua RT tersebut.

“Kalau semisalnya sudah diusulkan ke pihak kecamatan, dan tidak ada anggaran tersebut, berarti pihak kecamatannya yang tidak terbuka dalam hal ini,” ungkapnya.

Sebab pemilihan Ketua RT pun nantinya dengan masa kerja selama 5 tahun, sebisa mungkin pihak kecamatan mengusulkan anggaran tersebut di tahun selanjutnya, dimana harus ada rancangan anggaran tersebut.

“Intinya kecamatan selaku sebagai OPD-nya, harus merumuskan hal tersebut ke pemerintah. Jadi, lurahnya harus aktif dalam hal ini, untuk dapat menyampaikan ke kecamatan,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, beberapa calon Ketua RT di Kelurahan Tanjung Laut mengeluh lantaran diharuskan membiayai pemilihan (pencoblosan) calon Ketua RT. Tidak ada anggaran dari pihak kelurahan.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Akibat Kelilit Hutang, Pencuri Kompresor di BTN PKT juga Terlibat Pencurian Motor

0
Akibat Kelilit Hutang, Pencuri Kompresor di BTN PKT juga Terlibat Pencurian Motor
Barang bukti sepeda motor yang diamankan. (Ist).

BONTANG – Seorang pria berinisial DM (24) awalnya diamankan lantaran menjadi pelaku pencurian kompresor di kawasan Perumahan BTN PKT, namun saat dilakukan pengembangan DM juga terlibat dalam pencurian sepeda motor.

Kapolres Bontang, AKBP Widho Anriano, melalui Kasat Reskrim Polres Bontang, AKP Hari Supranoto mengatakan, DM terlaporkan lantaran mencuri kompresor di BTN PKT.

Tak berselang lama kemudian, saat petugas melakukan pengembangan lebih lanjut, ternyata pelaku juga terlibat dalam pencurian sepeda motor.

Hal ini diperkuat, dengan ditemukannya satu unit sepeda motor yang tidak dilengkapi surat-suratnya dan telah dimodifikasi, serta keterangan awal pelaku yang mengarah pada Tempat Kejadian Perkara (TKP) lain.

“Dia (pelaku) melakukan aksinya dengan mencuri lantaran sedang kelilit hutang,” ucapnya, Kamis (17/7/2025).

Barang bukti yang turut berhasil diamankan berupa, satu unit sepeda motor Honda Scoopy dengan nomor polisi KT 2652 QA, di Jalan Denpasar 6, Kelurahan Gunung Telihan, Kecamatan Bontang Barat.

“Kami tidak berhenti hanya pada satu kasus, adapun dari hasil pemeriksaan dan pengembangan, pelaku juga kami tetapkan sebagai tersangka dalam kasus curanmor,” paparnya.

Bahkan proses penyidikan terhadap pelaku masih terus polisi dalami, untuk mengetahui kemungkinan adanya keterlibatan pelaku yang lain dalam kasus-kasus serupa.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Dukung Kebijakan dan Anggaran Pembangunan Tepat Sasaran, Wawali Dorong Cermat Pendataan Lansia

0
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris saat menghadiri kegiatan lomba lansia, di Auditorium Tiga Dimensi. (Ist).

BONTANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang menyelenggarakan kegiatan Lomba Senam Kreasi Lansia, yang dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris di Auditorium Tiga Dimensi, Rabu (16/7/2025).

Agus Haris menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Dinkes dan panitia penyelenggara, karena telah sukses menggelar kegiatan yang positif bagi para lansia.

Dirinya menekankan pentingnya pendataan lansia dengan cermat, untuk mendukung kebijakan dan anggaran pembangunan yang lebih tepat sasaran.

“Meskipun Bontang dikenal dengan kota industri, kesejahteraan lansia tetap menjadi perhatian penting, dengan harapan mereka tetap sehat, aktif, serta sejahtera untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ucapnya saat sambutan.

Bagi Agus Haris menghadiri kegiatan yang terdiri dari lansia adalah kebahagian tersendiri, dimana dirinya dapat bercanda tawa serta berbagi senyuman. Tak lupa, dengan adanya kegiatan ini dapat mempererat tali silaturahmi.

Adapun komitmen dari pemerintah untuk terus memperhatikan kesejahteraan lansia, di antaranya melalui program bantuan lansia sebesar Rp 300 ribu per orang.

“Pentingnya peran keluarga dalam menjaga lansia, agar tetap aktif dan tidak sekedar menjadi penjaga cucu di rumah. Serta kesejahteraan lansia merupakan tanggung jawab bersama,” ungkapnya.

Sehingga Agus Haris mengajak seluruh masyarakat Kota Bontang, agar bisa mewujudkan Bontang sebagai kota yang ramah lansia. Pemerintah pun tidak akan tinggal diam, dimana pihaknya akan berupaya untuk terus mendorong program-program pemberdayaan lansia.

“Mari kita dorong program-program tersebut, agar mereka tetap sehat, mandiri, dan juga produktif,” tambahnya.

Kesempatan yang sama, Kepala Dinkes Bontang, Bahtiar Mabe turut menyampaikan bahwa di kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-29, dengan mengusung tema ‘Lansia Bahagia, Indonesia Sejahtera.

“Kegiatan ini dilaksanakan sebagai mendukung, salah satu dari 17 program prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang, yakni program senam lansia,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pembangunan Lapangan Mini Soccer HOP 1 Dimulai, Rampung Akhir Tahun

0
Proses pembangunan lapangan mini soccer HOP 1. (Syakurah)

BONTANG – Pembangunan lapangan mini soccer di Lapangan HOP 1 telah dimulai per tanggal 7Juli 2025 lalu.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bontang, Edy Prabowo mengatakan, pembangunan ini termasuk dalam program wali kota dan wakil wali kota, yakni satu kelurahan satu lapangan mini soccer.

Pembangunan ini menelan anggaran Rp 10,9 miliar dengan luasan pengerjaan 1294,45 m². Adapun waktu pelaksanaan 170 hari kerja dan ditargetkan akan rampung pada Desember 2025.

“Ukuran lapangan kita buat standar saja, kemungkinan 40×60 meter luasannya,” katanya

Ditambahkan, tidak hanya pembangunan lapangan mini soccer. Nantinya pembangunan jalan juga akan dibangun untuk mempermudah akses perkantoran di sana.

“Akses jalan sekaligus dibangun dalam proyek ini, karena bangunan kantor yang baru juga diharapkan dapat segera digunakan,” tambahnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Pengemudi Kurang Fokus, Truk Hantam Truk dari Belakang di KM 5 Poros Bontang – Samarinda

0
Truk yang dikemudiakan RF rusak parah di Jalan Poros Bontang - Samarinda, KM 5 Teluk Pandan, Kutim. (Ist).

BONTANG – Terjadi kecelakaan lalu lintas di Jalan Poros Bontang – Samarinda, KM 5, Desa Suka Rahmat, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Rabu (16/7/2025), sekitar pukul 07.15 Wita.

Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto, melalui Kasi Humas Polres Kutim, Aiptu Wahyu Winarko mengatakan, kejadian tersebut berawal dari pemilik truk Hino P (48) dengan nomor polisi BM 9398 ZU sedang beristirahat di bahu jalan, lantaran mobilnya sedang rusak.

Saat sedang istirahat, tak berselang lama kemudian tiba-tiba saja dari arah belakang truknya tepat dari Samarinda – Bontang, terdengar suara ledakan, dimana truk Hino Center yang dikendarai RF (32) dengan nomor polisi W 8280 PR sudah menabrak sudut belakang mobil truk milik P.

Dengan insiden tersebut, RF bersama dengan kedua penumpangnya hanya mengalami luka-luka ringan. Beruntungnya, masih sempat sadarkan diri saat kecelakaan berlangsung.

“Truk Hino Center yang dikendarai RF mengalami kerusakan di bagian depan, bahkan mobil tersebut tidak dapat dijalankan,” ucapnya sata dikonfirmasi.

Sementara untuk Truk Hino yang ditabrak, mengalami kerusakan pada body serta lampu belakang sebelah kanan. Namun masih bisa dikendarai, dan berjalan dengan baik.

“Yang rusak parah truk yang nabrak dari arah Samarinda, bagian depan hancur, kaca pecah, kedua pintu mobil rusak kanan kiri, ada juga bagian radiator dan bumper depan. Intinya tidak bisa dijalankan truknya,” jelasnya.

Aiptu Wahyu Winarko menuturkan, kecelakaan ini terjadi lantaran RF yang mengendarai Truk Hino Center dari arah Samarinda tidak konsentrasi, sehingga dirinya tidak terlalu fokus saat mengendarai truk tersebut.

Padahal kondisi jalan saat dilewati terbilang lurus, mendatar, bahkan jalanan sudah tersemen cor. Cuaca pun sedang panas terik.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam