Beranda blog Halaman 598

Wali Kota Resmi Lantik 1.424 PPPK Paruh Waktu

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat melantik PPPK Paruh Waktu, di Stadion Lang-Lang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni secara resmi melantik 1.424 tenaga honorer menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai PPPK Paruh Waktu, Kamis (16/10/2025), di Stadion Bessai Berinta.

Saat sambutan, Neni menyampaikan bahwa pengangkatan ini adalah bentuk dari upaya perjalanan panjang bagi Tenaga Kerja Daerah (TKD) yang sudah lama bekerja, bahkan sampai bertahun-tahun.

Saat pelantikan berlangsung Neni juga berpesan, jika pegawai yang dulunya berstatus hanya sebagai honorer, kini memiliki kejelasan dalam menjalankan tugas-tugasnya.

“Kita ini pelayan bagi masyarakat, maka jalani tugas-tugas ini dengan ikhlas dan sepenuh hati,” ucapnya.

Neni juga menambahkan, dalam perjuangan pengangkatan PPPK Paruh Waktu ini, sangat tidak lah mudah, yang dimana Pemkot Bontang sudah beberapa kali melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Latih Keberanian Siswa, TK ABA 8 Gelar Outing Class Tangkap Ikan Mas

0
Kegiatan siswa-siswi TK ABA 8 saat kegiatan outing class di sekolah SD Kreatif Muhammadiyah 2 Bontang. (Ist).

BONTANG – TK ABA 8 menggelar outing class atau pembelajaran di luar kelas. Hal ini untuk melatih keberanian para peserta didik. Salahsatu aktivitasnya, dengan kegiatan menangkap ikan mas di dalam kolam.

TK ABA 8 menunjuk sekolah SD Kreatif Muhammadiyah 2 sebagai sekolah yang akan dikunjungi dalam kegiatan outing class kali ini. Outing class ini melibatkan 70 siswa, dimana terdiri dari 20 anak Kelompok Bermain (KB) dan juga 50 anak dari TK A dan B.

Kepala Sekolah SD Kreatif Muhammadiyah 2 Bontang, Ika Bonita membeberkan, TK ABA  telah menyediakan kurang lebih 70 ekor ikan mas yang nantinya akan anak-anak tangkap di kegiatan tersebut.

“Jadi bagi anak-anak yang ikut dalam kegiatan menangkap ikan, nantinya mereka pulang pun juga membawa ikan, dimana setiap satu siswa mendapatkan satu ekor ikan mas. Jadi semuanya dapat bagian masing-masing,” ucapnya saat dikonfirmasi, Rabu (15/10/2025).

Kegiatan untuk anak TK A dan B terbagi menjadi tiga kelompok, ada yang di bagian panahan, sebagiannya di outbond dengan tantangan zigzag, tiarap, serta naik jaring, dan juga ada di kegiatan bela diri dengan menendang pecing.

“Iya untuk siswa KB-nya kami arahkan langsung ke kolam belakang, untuk kegiatan menangkap ikan. Kalau siswa TK-nya kegiatan outbond. Tapi sebelumnya, mereka semua senam terlebih dahulu. Ini kegiatan bukan yang pertama kalinya, sekolah kami menerima kedatangan anak TK,” jelasnya.

Dalam kegiatan ini tak hanya membantu anak-anak untuk menguatkan keberanian dalam segala hal, akan tetapi kebahagiaan dan keceriaan yang timbul dari anak-anak yang merasakannya, sebagai salah satu tanda bahwa guru berhasil membuat anak-anak bahagia saat belajar.

“Dengan adanya kegiatan seperti ini, menambah keberanian anak-anak untuk dirinya sendiri. Terlebih lagi ada kepuasan tersendiri ketika mereka berani dan tak takut, itu menjadi pengalaman mereka yang luar biasa,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Syukuran HUT ke-26 Kota Bontang, Wali Kota Neni: Mari Jadikan Bontang Rumah yang Selalu Kita Rindukan

0
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni didampingi Wakil Wali Kota Agus Haris, Ketua DPRD Andi Faizal Sofyan Hasdam, dan jajaran Forkopimda saat prosesi pemotongan tumpeng HUT ke-26 Kota Bontang. Foto: Istimewa

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang menggelar acara syukuran dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Kota Bontang di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, Selasa (15/10/2025). Suasana berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan.

Acara tersebut dihadiri jajaran pejabat tinggi daerah, di antaranya Wakil Wali Kota Agus Haris, mantan Wali Kota periode 2001–2011 Andi Sofyan Hasdam, Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam beserta istri, Forkopimda, pimpinan OPD, tokoh masyarakat, pimpinan perusahaan, perbankan, hingga Ketua RT se-Kota Bontang.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi aktif dalam pembangunan kota. Ia menegaskan bahwa kemajuan Bontang merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah dan masyarakat.

“Usia 26 tahun bukanlah waktu yang singkat. Banyak perubahan positif yang sudah kita rasakan. Mari kita jadikan Bontang bukan sekadar tempat tinggal, tetapi rumah yang selalu kita rindukan bersama,” ujar Neni.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni bersama jajaran Pemkot dan tamu undangan berpose usai acara syukuran HUT ke-26 Kota Bontang di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota. Foto: Istimewa

Ia juga menegaskan komitmen Pemkot untuk terus memperkuat pembangunan di berbagai sektor prioritas seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan pelestarian lingkungan. Langkah tersebut menjadi bagian dari visi besar menjadikan Bontang sebagai kota jasa dan industri yang maju, hijau, dan berkelanjutan.

Acara syukuran ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Wali Kota bersama jajaran Forkopimda sebagai ungkapan rasa syukur. Momentum tersebut juga dirangkai dengan penyerahan bantuan tiga unit kendaraan operasional dari Bank BSI, Bank BRI, dan Bank BTN sebagai bentuk dukungan terhadap kinerja pemerintahan daerah.

Sebagai simbol regenerasi dan tanggung jawab warga muda, Wali Kota turut menyerahkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) secara simbolis kepada empat pelajar yang genap berusia 17 tahun.

Syukuran HUT ke-26 ini menjadi pengingat bahwa Bontang telah tumbuh dari kota industri menjadi kota modern yang menempatkan kebersamaan dan pelayanan publik sebagai fondasi utama pembangunan.

Pewarta: Dwi S
Editor: Agus S

Bontang 26 Tahun: Dari Kota Kecil Menuju Kota Kelas Dunia

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyampaikan sambutan pada Rapat Paripurna DPRD dalam rangka HUT ke-26 Pemerintah Kota Bontang. Foto: Istimewa

BONTANG – Suasana Auditorium 3 Dimensi, Jalan Awang Long, Rabu siang (15/10/2025), terasa khidmat ketika Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni dan Wakil Wali Kota Agus Haris menghadiri Rapat Paripurna ke-5 Masa Persidangan I DPRD Kota Bontang. Sidang ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Pemerintah Kota Bontang.

Rapat dipimpin Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, didampingi Wakil Ketua Sitti Yara dan Maming, serta dihadiri 13 anggota dewan. Sejumlah tokoh penting turut hadir, di antaranya Forkopimda, mantan Wali Kota Andi Sofyan Hasdam, anggota DPRD Kaltim Shemmy Permata Sari, Sekda beserta pejabat eselon, perwakilan perusahaan, perbankan, partai politik, serta Tim Pemrakarsa Pemekaran Kota Administratif Bontang.

Dalam sambutannya, Wali Kota Neni Moerniaeni menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas perjalanan panjang Bontang yang kini memasuki usia ke-26. Ia mengingatkan bahwa perjalanan Bontang tidaklah singkat — dimulai dari status kecamatan, menjadi kota administratif berdasarkan UU No. 20 Tahun 1989, hingga resmi menjadi kota otonom melalui UU No. 47 Tahun 1999.

“Peringatan HUT bukan sekadar seremonial, melainkan refleksi capaian pembangunan dan momentum perubahan menuju kota yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” ujar Neni dalam sambutannya.

Tahun ini, Pemerintah Kota Bontang mengusung tema “Bersatu, Berbenah, Bontang Berjaya, Masyarakat Sejahtera.” Neni menjelaskan, tema tersebut mencerminkan solidaritas seluruh elemen masyarakat untuk terus memperbaiki diri di segala bidang — mulai dari pelayanan publik, penguatan SDM, hingga pengelolaan lingkungan hidup.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni bersama Ketua DPRD Andi Faizal Sofyan Hasdam dan Wakil Ketua DPRD Sitti Yara saat memimpin Rapat Paripurna HUT ke-26 Pemkot Bontang. Foto: Istimewa

Tahun 2025 juga menandai awal pelaksanaan RPJPD 2025–2045 dan RPJMD 2025–2029. Fokus pembangunan diarahkan pada transformasi sosial, ekonomi, dan tata kelola menuju standar kota kelas dunia, dengan tetap berpegang pada nilai-nilai lokal.

“Visi pembangunan Bontang adalah mewujudkan kota yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan. Tahun ini menjadi titik awal menuju dua dekade transformasi besar,” tegasnya.

Dalam paparan kinerja, Neni menyebut pertumbuhan ekonomi nonmigas Bontang tahun 2024 mencapai 9,4%, sedangkan dengan migas tercatat -2,51% dan ditargetkan pulih ke kisaran 1,00–1,15% pada 2025. Pemerintah kini menitikberatkan pembangunan pada penguatan ekonomi lokal dan investasi produktif.

Di sisi lain, Neni juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan. Pemerintah berkomitmen mengembangkan ekonomi hijau, dibuktikan dengan raihan Adipura Kencana tiga tahun berturut-turut dan penghargaan Green Leadership Nirwasita Tantra.

Pada sektor sumber daya manusia, tingkat pengangguran berhasil ditekan menjadi 7,06% dari 9,46% pada 2020. Pemerintah juga menyiapkan Program Beasiswa UKT 2025 untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi putra-putri Bontang.

Dari sisi tata kelola pemerintahan, Neni menyampaikan capaian membanggakan: Bontang meraih opini WTP 11 kali berturut-turut dan nilai BB dalam SAKIP Award 2024. Capaian ini menunjukkan komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas birokrasi.

Ia menegaskan bahwa pembangunan Bontang tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan akademisi untuk menjalankan tujuh program unggulan daerah, yaitu Bontang Sehat, Bontang Pintar, Gerakan Ekonomi Bontang, Pelayanan Publik Prima, Menata Bontang, Komitmen Bontang, dan Inovasi Bontang dengan total 121 kegiatan unggulan.

“Semangat Bessai Berinta atau kebersamaan harus terus kita pelihara. Hanya dengan bersatu dan berbenah, Bontang akan berjaya dan masyarakatnya sejahtera,” tutup Neni.

Pewarta: Dwi S
Editor: Agus S

Pemkot Bagikan 1600 Tablet Bagi Siswa Kelas 3 SMP

0
Pembagian tablet bagi siswa kelas 3 SMP. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Selain tas, sepatu, dan seragam, Disdikbud juga menyalurkan tablet pembelajaran digital khusus siswa SMP kelas 3, usai upacara peringatan HUT ke-26 Kota Bontang, di Lapangan Bessai Berinta, Rabu (15/10/2025).

“Tablet itu untuk SMP kelas 3, karena statusnya belanja modal, jadi nanti diserahkan ke sekolah dengan sistem pinjam pakai,” jelasnya.

Artinya, perangkat tersebut tidak boleh dibawa pulang, melainkan digunakan di sekolah untuk mendukung proses belajar-mengajar.

“Kalau barangnya sudah datang ke Bontang, kita langsung distribusikan. Targetnya selesai Desember tahun ini,” tambahnya.

Disdikbud menyiapkan sekitar 1.600 unit tablet untuk tahap pertama, yang dialokasikan bagi SMP Negeri. Namun, Abdu Safa membuka peluang adanya penambahan perangkat pada tahun berikutnya.

“Kalau ada tambahan anggaran atau bantuan dari perusahaan, memungkinkan nanti kelas 1 dan 2 juga bisa memakai. Tapi buku-buku manual tetap digunakan, tidak boleh dihapus,” tegasnya.

Menurutnya, penggunaan tablet menjadi bagian dari upaya digitalisasi pendidikan di Kota Bontang, sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka yang mendorong pembelajaran kreatif dan mandiri.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Pemkot Distribusikan Seragam dan Sepatu ke Siswa SD dan SMP Pasca Upacara HUT ke-26 Kota Bontang

0
Pembagian seragam sepatu dan tablet untuk siswa SD dan SMP Kota Bontang. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG — Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) mulai menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah berupa seragam dan sepatu untuk siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Dasar (SD)

Pembagian tersebut dilaksanakan usai upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Kota Bontang di Lapangan Bessai Berinta (Lang-Lang), Senin (14/10/2025).

Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, mengatakan penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari program peningkatan mutu pendidikan di daerah.

“Sampai hari ini yang belum selesai itu hanya tas untuk SD dan SMP. Kalau yang lainnya alhamdulillah sudah, termasuk seragamnya,” ujarnya.

Abdu Safa menyebutkan, seluruh siswa SMP sudah menerima seragam, sementara sepatu sekolah telah dibagikan lebih dulu pada tahun sebelumnya. Ia menargetkan seluruh bantuan perlengkapan siswa rampung dalam waktu dekat agar tidak mengganggu aktivitas belajar.

“Semoga distribusinya bisa sampai hari ini semua, jadi secepatnya dapat kita salurkan,” tuturnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Upacara HUT ke-26 Kota Bontang, Pemkot Bagikan Tas dan Seragam Batik TK dan PAUD

0
Pembagian tas dan seragam sekolah untuk TK dan PAUD Kota Bontang. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG — Pemerintah Kota Bontang membagikan tas dan seragam sekolah bagi peserta didik TK dan PAUD, usai upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Kota Bontang yang digelar di Lapangan Bessai Berinta (Lang-lang), Rabu (15/10/2025).

Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian dari perayaan HUT Kota Bontang, sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap dunia pendidikan.

“Sampai hari ini yang belum selesai itu adalah tas untuk SD dan SMP. Kalau yang lainnya alhamdulillah sudah, termasuk seragamnya,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Abdu Safa Muha

Ia menjelaskan, seluruh jenjang PAUD dan TK, termasuk sekolah swasta, telah menerima bantuan berupa tas dan seragam batik. Sedangkan sepatu sudah lebih dulu dibagikan pada tahun sebelumnya.

“Jadi sekarang tinggal tas SD dan SMP yang masih dalam proses, mudah-mudahan hari ini sudah sampai semua,” tambahnya.

Sementara itu, untuk seragam sekolah, seluruh jenjang pendidikan telah menerima bantuan tersebut. “Kalau pun ada yang belum, mungkin hanya satu dua sekolah saja,” terangnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Warga Temukan Botol Miras di Trotoar Jalan Ahmad Yani

0

Sejumlah warga Jalan Ahmad Yani, Bontang, dibuat resah dengan ditemukannya puluhan botol minuman keras (miras) bekas di trotoar depan sebuah kafe. Temuan ini langsung dilaporkan ke pihak kepolisian dan petugas kelurahan setempat. Diduga botol-botol tersebut berasal dari aktivitas pesta malam yang melanggar aturan ketertiban umum. Aparat berjanji akan menindaklanjuti laporan warga dan meningkatkan patroli malam di kawasan tersebut.

Pembaca Setia Radar Bontang!
Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
👉 Versi Mobile

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!

Ratusan Massa NU Kepung Kantor Trans7, Tuntut Permintaan Maaf atas Tayangan yang Dinilai Cemarkan Marwah Pesantren

0
Ratusan santri berunjuk rasa di depan gedung Trans Media. (Fajri/MKN)

JAKARTA — Ratusan massa dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta bersama alumni pesantren menggelar aksi besar di depan kantor Trans7, Jakarta Selatan, Rabu (15/10/2025). Mereka datang dengan satu tujuan tegas: menjaga marwah pesantren yang dinilai telah dicederai oleh pemberitaan di salah satu program televisi Trans7.

Sejak pagi, massa aksi mulai berdatangan dari berbagai titik dan berkumpul di depan gedung Trans7. Dalam barisan panjang itu, terbentang spanduk besar bertuliskan “Menciderai Marwah Pesantren, Tangkap Direksi Trans7.”
Sebagian peserta mengenakan busana putih khas santri, sementara lainnya memakai pakaian loreng, mempertegas semangat mereka dalam menyuarakan aspirasi.

Ketua PWNU DKI Jakarta, KH Samsul Ma’arif, memimpin orasi dari atas mobil komando di tengah teriknya matahari.
“Berkat pengajian dan pendidikan dari ulama pesantren sampai sekarang kita demikian kuat dan kokoh. Alhamdulillah kita hidup tenang,” serunya disambut pekik takbir, selawat, dan mars Nahdlatul Ulama dari massa yang memadati halaman kantor Trans7.

Aksi damai ini berlangsung tertib namun berdampak pada arus lalu lintas di sekitar kawasan Wolter Monginsidi hingga Gatot Subroto, yang sempat padat selama penyampaian aspirasi berlangsung.

Protes ini merupakan respons terhadap tayangan program “Xpose Uncensored” edisi 13 Oktober 2025, yang dinilai tidak proporsional dan merendahkan citra pesantren serta para kiai, khususnya di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur.

Menanggapi hal tersebut, Production Director Trans7, Andi Chairil, telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui kanal YouTube resmi Trans7 Official, Selasa (14/10).
Dalam pernyataannya, Andi menegaskan bahwa tidak ada unsur kesengajaan untuk menyinggung atau merendahkan lembaga pesantren maupun tokoh agama.

Namun, permintaan maaf itu belum sepenuhnya diterima publik. Gelombang reaksi dari kalangan pesantren dan ormas Islam terus bermunculan, menegaskan bahwa kehormatan pesantren adalah harga mati dan tak bisa ditawar atau diabaikan. (MK)

Editor: Agus S

ESDM Kaltim Desak Pertamina dan Pemerintah Pusat Perbaiki Distribusi BBM Bersubsidi

0
Ilustrasi antrian bbm. (Ist)

SAMARINDA – Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Timur, Bambang Arwanto, menegaskan pentingnya ketepatan sasaran dalam penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Ia menilai, efektivitas kebijakan subsidi harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.

“Kalau ada pihak-pihak yang merasa dirugikan atau tidak tepat sasaran, itu memang kewenangannya di pusat. Kita di daerah hanya bisa berkoordinasi dengan Pertamina dan pemerintah provinsi agar distribusi lebih tertib,” ujar Bambang, Rabu (15/10/2025) di Samarinda.

Bambang menambahkan, pemerintah daerah mendorong agar subsidi BBM tidak salah sasaran dan tidak menimbulkan antrean panjang di lapangan akibat penyalahgunaan distribusi.

“Subsidi itu harus tepat sasaran. Jangan sampai masyarakat yang seharusnya tidak berhak justru menikmati subsidi, sementara yang membutuhkan malah tidak dapat,” tegasnya.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Kaltim bersama ESDM terus berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan mekanisme distribusi dan penyaluran subsidi berjalan sesuai regulasi yang berlaku.

“Kami tetap berkomunikasi dengan Pertamina dan Gubernur Kaltim agar kebijakan subsidi ini dijalankan dengan tertib, adil, dan sesuai kebutuhan masyarakat di daerah,” tutup Bambang. (MK)

Editor: Agus S