Beranda blog Halaman 599

Ekonomi Hijau dan Digitalisasi, Bappenas Minta Negara Siapkan Tenaga Kerja Adaptif

0
Direktur Ketenagakerjaan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI, Nur Hygiawati Rahayu. (Foto: Hanafi/MKN)

SAMARINDA – Direktur Ketenagakerjaan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI, Nur Hygiawati Rahayu, menekankan pentingnya kesiapan tenaga kerja Indonesia menghadapi perubahan struktur ekonomi menuju pembangunan berkelanjutan atau ekonomi hijau.

Menurutnya, transformasi menuju industri hijau dan digitalisasi menciptakan dinamika baru di pasar kerja. Munculnya jenis pekerjaan baru (job gains) akan selalu diiringi dengan hilangnya jenis pekerjaan lama (job loss).

“Itu akan terus terjadi. Mungkin sekarang terasa makin cepat karena disrupsi teknologi dan arah menuju keberlanjutan juga semakin kuat. Tapi yang perlu kita pastikan, pekerjaannya boleh hilang, tapi orangnya tidak boleh hilang dari dunia kerja,” ujar Hygiawati saat diwawancarai di Samarinda, Rabu (15/10/2025).

Ia menuturkan, sektor pertambangan dan energi fosil yang saat ini masih menjadi tumpuan lapangan kerja di sejumlah daerah akan mengalami penurunan seiring kebijakan transisi energi nasional. Karena itu, pemerintah harus menyiapkan strategi yang lebih rinci dan terukur agar para pekerja terdampak tidak kehilangan mata pencaharian.

“Kalau kita tahu kapan penurunan produksi itu terjadi, berapa tenaga kerja yang berkurang, maka sebelum itu terjadi kita sudah bisa menyiapkan alternatif pekerjaan lain,” jelasnya.

Salah satu langkah yang tengah disiapkan Bappenas adalah program reskilling, yakni pelatihan untuk meningkatkan atau mengalihkan keterampilan tenaga kerja agar sesuai dengan kebutuhan industri hijau dan ekonomi digital.

Nur Hygiawati menegaskan, percepatan perubahan di era transisi ekonomi ini harus diimbangi dengan percepatan kebijakan, pelatihan, dan adaptasi tenaga kerja.

“Kita harus mengikuti cepatnya perubahan itu. Karena kalau tidak, kita akan tertinggal dari arah pembangunan berkelanjutan,” tutupnya. (MK)

Editor: Agus S

Akses Warga Terputus, Jalan Desa di Samboja Patah Akibat Longsor Area Tambang

0
Kerusakan jalan yang terjadi di Samboja. (Ist)

SAMARINDA – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Timur memastikan penanganan cepat atas kerusakan jalan desa yang patah total akibat longsor di Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara. Longsor yang terjadi di wilayah RT 1 dan RW 5 itu memutus total akses warga dan menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.

Kepala Dinas ESDM Kaltim, Bambang Arwanto, menjelaskan bahwa longsor tersebut terjadi akibat pergerakan tanah (landslide) di sekitar area operasi tambang milik PT Singlurus Pratama. Jalan yang rusak merupakan infrastruktur desa hasil pembangunan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara.

“Jalan desa itu bukan sekadar longsor, tapi sudah patah. Kami bersama pemerintah kabupaten langsung turun ke lokasi dan meminta agar segera dilakukan perbaikan. Kami menargetkan perbaikan selesai dalam waktu satu minggu, meski pihak pelaksana awalnya meminta dua minggu,” ujar Bambang di Samarinda, Rabu (15/10/2025).

Ia menegaskan, selama proses perbaikan berlangsung, seluruh aktivitas tambang di sekitar lokasi dihentikan sementara untuk mencegah risiko tambahan. Di saat yang sama, tim Inspektur Tambang juga diturunkan untuk melakukan investigasi menyeluruh terhadap kegiatan penambangan di area tersebut.

“Inspektur tambang sedang memeriksa apakah kegiatan penambangan sudah sesuai dokumen Amdal dan rencana kerja perusahaan. Hasil investigasi akan kami sampaikan secara resmi, dan bila ditemukan pelanggaran, sanksinya akan dijatuhkan oleh Kementerian ESDM,” tegas Bambang.

Selain merusak jalan, pergerakan tanah itu juga menyebabkan kerugian ekonomi bagi warga sekitar. Sejumlah kebun pisang dan lahan pertanian dilaporkan rusak, dan sebagian warga telah menyampaikan tuntutan ganti rugi melalui DPRD setempat.

“Beberapa kebun warga ikut terdampak. Itu sedang dibahas melalui jalur DPRD. Tapi fokus utama kami saat ini adalah memastikan akses jalan masyarakat bisa kembali normal,” tambahnya.

Diketahui, jarak antara lokasi tambang dengan permukiman warga hanya sekitar 100 meter, sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan penduduk di sekitar wilayah operasi. Pemerintah daerah berharap hasil investigasi nantinya dapat menjadi dasar untuk penertiban aktivitas tambang di kawasan rawan bencana tersebut. (MK)

Editor: Agus S

Belajar dari Lirboyo: Saat Adab Tak Lagi Dihargai di Layar

0
Anak kedua saya, bersama teman-temannya sebelum lulus dari Pondok Modern Darussalam Gontor 3 Kediri. Foto: istimewa

Dua hari terakhir, jagad media sosial ramai memperbincangkan potongan tayangan sebuah program televisi nasional yang menggambarkan kehidupan di Pondok Pesantren Lirboyo dengan cara yang tidak pantas.

Dalam tayangan itu terdengar narasi yang menyebut, “santrinya minum susu aja kudu jongkok, emang gini kehidupan di pondok?” bahkan menyinggung soal santri yang “rela ngesot demi amplop dari kiai.”

Narasi itu dianggap melecehkan martabat kiai, santri, dan tradisi pesantren. Gelombang protes datang dari berbagai pihak. Alumni, pengasuh, hingga tokoh keagamaan. Tagar boikot sempat menjadi trending topic. Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) pun diminta menindak tegas. Dalam mediasi, pihak penyiar meminta maaf dan mengakui keteledoran produksi, serta berjanji menarik tayangan tersebut. Namun yang lebih penting dari semua ini adalah luka moral yang ditinggalkan di hati umat.

Saya pribadi ikut prihatin. Sebagai orang tua dari anak-anak yang tumbuh di lingkungan pesantren, saya tahu betul kehidupan di sana. Anak kedua saya baru saja lulus dari Gontor dan kini mengabdi di Gontor 3 Kediri. Anak ketiga saya saat ini duduk di kelas 3 setingkat SMP di Pondok Daarul Ukhuwah Malang. Sedangkan anak pertama saya menempuh pendidikan SMP dan SMA di Daarul Hikmah Boarding School (DHBS) Bontang, dan kini sedang kuliah.

Sebagai orang tua, saya bersyukur anak-anak saya tumbuh dalam kultur pesantren. Jauh dari hiruk-pikuk kota, tapi dekat dengan nilai-nilai luhur. Mereka belajar disiplin, sederhana, dan menghormati guru. Mereka mencuci pakaian sendiri, tidur di kasur tipis, dan tetap bersemangat menjalani hari. Di pondok, satu sendok nasi yang tersisa bisa menjadi pelajaran tentang rasa syukur, bukan bahan olok-olok.

Saya sering mendengar langsung cerita mereka: bagaimana setiap kesalahan dijadikan bahan introspeksi, bukan tontonan. Bagaimana ilmu ditanamkan lewat contoh, bukan sekadar hafalan. Itulah mengapa saya sulit menerima jika kehidupan santri digambarkan dengan nada ejekan. Sebab pesantren bukan sekadar tempat belajar agama. Pesantren adalah tempat membentuk karakter dan kejujuran.

Di Kaltim, banyak pesantren berdiri di tengah geliat pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Dari Samarinda hingga Kutai Kartanegara, dari Bontang hingga Berau, para kiai dan guru ngaji membimbing generasi dengan sabar dan tulus. Mereka mungkin tidak populer, tapi kehadirannya nyata di tengah masyarakat.

Media boleh mengabarkan apa saja, tapi jangan sampai mengaburkan nilai. Karena di balik setiap santri yang jongkok minum air, ada adab yang sedang dijaga. Di balik setiap amplop yang diberikan kepada guru, ada rasa hormat yang sedang diajarkan.

Pesantren tidak sibuk mencari sensasi. Mereka hanya menjalankan tugasnya. Mendidik dengan ketulusan dan menjaga akhlak generasi. Dari sanalah kita belajar, bahwa kehormatan tidak perlu ditunjukkan, cukup dijaga dengan adab. (*)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

Tingkatkan Keamanan, RSUD Akan Terapkan Parkir Berbayar

0
Tempat parkir sepeda motor di kawasan RSUD Taman Husada Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Bontang berencana akan menerapkan parkiran berbayar untuk para pengunjung. Hal ini dilakukan sebagai peningkatan dalam pelayanan keamanan di kawasan Rumah Sakit (RS).

Kepala Bagian (Kabag) Umum dan Sumber Daya Manusia (SDM) RSUD Taman Husada, Andiga Mufti Kuswardani menyampaikan, untuk pengelolaan retribusi parkir berbayar pihaknya masih mengkaji payung hukum dan segala macamnya.

Sebab, perencanaan untuk parkir berbayar ini sempat menjadi sorotan dan pro kontra antara masyarakat sekitar, dimana selain masyarakat mengeluhkan perjalanan menuju RSUD yang jauh, adapun untuk parkir juga harus dikenakan biaya.

“Untuk perencanaan menetapkan tarif berbayar belum tau mulai kapan, kami masih mempersiapkan segala sesuatunya seperti payung hukumnya. Kita juga akan meminta pendapat ke stakeholder di tiap OPD, bahkan ke legislatif,” ucapnya saat dikonfirmasi, Rabu (15/10/2025).

Selain nantinya dari pihak RSUD meminta pendapat ke stakeholder yang ada, pihaknya juga akan berupaya mengkonfirmasi ke Bappenda terkait dengan parkir berbayar tersebut.

“Pelan-pelan kita atur, dan juga memberikan pengertian secara langsung ke masyarakat terkait hal ini. Sebab, kami mengutamakan pelayanan yang nyaman dan aman bagi seluruh pengunjung yang ada,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

RSUD Taman Husada Masih Butuh Tambahan Lahan Parkir Mobil

0
Tempat parkir mobil sementara di RSUD Taman Husada Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – RSUD Taman Husada Bontang masih membutuhkan tambahan lahan parkir, khususnya parkir mobil. Lantaran di hari-hari saat pasien membludak para pemilik roda 4 kesulitan memarkirkan kendaraannya.

Mengatasi kondisi itu, sementara ini pihak RSUD menggunakan jalan keluar rumah sakit untuk dijadikan tempat parkir.

“Jadi kalau ada mobil yang parkir di pinggir jalan keluar, atau sebagainya yang masih di kawasan RSUD, itu bukan parkir sembarangan, melainkan kami arahkan untuk parkir di sana. Sebab lahan parkir yang terbatas,” ucap Kepala Bagian (Kabag) Umum dan Sumber Daya Manusia (SDM) RSUD Taman Husada, Andiga Mufti Kuswardani, Rabu (15/10/2025).

Dikatakannya, saat ini lahan parkir yang baru saja disediakan RSUD adalah parkiran sepeda motor, yang kapasitasnya lebih luas. Sementara itu, lahan parkir untuk mobil masih menggunakan tempat parkir yang lama di bagian belakang gedung A.

“Iya tempat parkir kami untuk mobil belum sepenuhnya memadai, tetapi kita berupaya untuk pengendara mobil tidak memarkirkan kendaraannya di sembarang tempat, apalagi sampai menghalang jalan. Terpenting mereka masih parkir di pinggir jalan, di wilayah RSUD,” tutupnya. (Dwi/Adv).

Editor: Yusva Alam

Aji Erlynawati Bersiap Pensiun, Ahmad Suharto Pengganti Sementara

0
Sekda Bontang, Aji Erlynawati. (Ist)

BONTANG — Awal November 2025 mendatang, Sekda Bontang, Aji Erlynawati bakal pensiun sebagai ASN. Lalu siapa penggantinya?

Walaupun proses seleksi Sekda definitif belum juga dibuka, namun, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni memastikan tak ada kekosongan jabatan. Ia menyebut telah menunjuk pelaksana jabatan (Pj) Sekda untuk mengisi posisi tersebut sementara waktu.

“Nanti Pak Harto yang kami tunjuk sebagai Pj Sekda. Jadi, ketika Bu Sekda pensiun, otomatis beliau langsung mengisi jabatan itu. Ia akan menjabat sampai Sekda definitif terpilih,” ujar Neni, Selasa (14/10/2025).

Yang dimaksud Neni adalah Ahmad Suharto, Asisten Administrasi Umum Setda Bontang. Ia akan menjadi nahkoda sementara birokrasi di Balai Kota hingga pejabat definitif dilantik.

Saat disinggung mengenai jadwal lelang jabatan Sekda, Neni memilih irit bicara.
“Kan ada seleksinya. Nanti aja dilihat. Enggak usah buru-buru,” ucapnya singkat.

Penulis/Editor: Yusva Alam

Beasiswa UKT Gratis: 10 Mahasiswa Dibiayai hingga Lulus, 734 Dapat Rp 10 Juta per Tahun

0
Peluncuran program beasiswa Uang Kuliah Tunggal (UKT) di Ballroom Hotel Grand Mutiara, Bontang Barat, Selasa (14/10) malam tadi. (ist)

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang meluncurkan program beasiswa Uang Kuliah Tunggal (UKT) di Ballroom Hotel Grand Mutiara, Bontang Barat, Selasa (14/10) malam tadi. Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menyebut program ini menjadi kado bagi warga Bontang di ulang tahun kota yang ke-26 tahun.

Dalam sambutannya, Neni membeberkan bahwa program beasiswa ini terdiri atas beberapa kategori. Sebanyak 10 penerima beasiswa tuntas akan dibiayai hingga lulus, terdiri dari 5 mahasiswa program S1 kedokteran, 2 mahasiswa sarjana tafsir, dan 3 mahasiswa tahfiz.

Selain itu, 734 mahasiswa akan menerima beasiswa UKT dengan nilai Rp10 juta per tahun. Bantuan tersebut digunakan untuk pembayaran UKT selama dua semester.
Tak hanya itu, Pemkot juga menyiapkan beasiswa stimulan luar daerah bagi 1.123 mahasiswa, yang akan diseleksi berdasarkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi.

“Di usia ke-26 ini, sudah semestinya Pemkot Bontang berbenah dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas SDM. Investasi pendidikan adalah pondasi awal menuju kesejahteraan masyarakat,” ucap Neni mengutip dari laman PPIDPemkotBontang.

Neni berharap, program ini mampu membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas bagi generasi muda Bontang. “Harapan kami, anak-anak Bontang bisa kuliah tanpa beban biaya. Karena masa depan kota ini bergantung pada kualitas sumber daya manusianya,” tutupnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Loktuan Juara Umum MTQH ke-19 Bontang Utara

0
Wawali Agus Haris menyerahkan piala bergilir kepada Lurah Loktuan Supriadi. (ist)

BONTANG — Kelurahan Loktuan berhasil keluar sebagai Juara Umum Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) XIX tingkat Kecamatan Bontang Utara, yang resmi ditutup, Selasa (14/10) malam kemarin. Prestasi ini membuat Loktuan berhak membawa pulang piala bergilir MTQH Kecamatan Bontang Utara.

Wawali Agus Haris menyerahkan langsung piala bergilir kepada Lurah Loktuan Supriadi, sekaligus menutup gelaran yang berlangsung sejak 9 Oktober itu di Aula Sekolah Luar Biasa (SLB) Bontang.

Wawali dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta dan panitia pelaksana. “Saya ucapkan selamat dan sukses kepada para pemenang. Semoga semangat dan nilai-nilai Qurani yang tumbuh melalui kegiatan ini dapat terus hidup dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ujar Agus Haris.

Sebanyak 229 peserta dari enam kelurahan ikut ambil bagian dalam berbagai cabang lomba, mulai dari tingkat anak-anak, remaja, hingga dewasa. Cabang yang dilombakan meliputi tilawah, tahfiz, tafsir, serta berbagai seni baca Al-Qur’an lainnya.

Menariknya, dalam MTQH ke-19 kali ini juga digelar lomba qasidah rebana, yang menambah semarak dan nuansa syiar Islam selama pelaksanaan kegiatan.

Dengan mengusung tema ‘Menghidupkan Nilai-Nilai Qurani dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat generasi muda untuk semakin mencintai dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.’

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Peringatan HUT ke-26 Kota Bontang, Neni Sebut Pembangunan Bontang Jadi Tantangan di Tengah Pemangkasan Dana ke Daerah

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni dalam upacara peringatan HUT ke-26 Kota Bontang. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Kota Bontang berlangsung dengan khidmat di Lapangan Bessai Berinta Lang-lang, Rabu (15/10/2025).

Acara tersebut diawali dengan pembacaan sejarah singkat Kota Bontang, dan upacara penaikan bendera merah putih. Adapun pemilihan tema peringatan HUT kota pada tahun ini yaitu: “Bersatu Berbenah, Bontang Berjaya, Masyarakat Sejahtera”.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni selaku inspektur upacara menyampaikan indikator makro pembangunan Kota Bontang menunjukkan progres positif di berbagai aspek. Berdasarkan data tahun 2024, indeks pembangunan manusia (ipm) Kota Bontang mencapai 82,49, jauh di atas rata-rata provinsi Kalimantan Timur (78,79) dan nasional (75,02).

“Di sisi lain, tingkat kemiskinan Kota Bontang terus menurun secara konsisten, dari 4,67% pada tahun 2018 menjadi 3,21% pada semester i tahun 2025,” pungkasnya.

Pertumbuhan ekonomi juga menunjukkan tren yang positif, meskipun pada tahun 2024 mengalami kontraksi sebesar -2,51%. namun, secara kuartalan pertumbuhan ekonomi konsisten meningkat yaitu 1,67% pada q1 dan 4,89% pada q2 tahun 2025.

“Hal ini menunjukkan bahwa perekonomian Kota Bontang mulai pulih dan bergerak menuju tren positif,” tuturnya.

Neni juga menyebutkan, Pemerintah Kota Bontang sepanjang tahun 2025 berhasil mendapatkan 12 penghargaan provinsi maupun nasional.

Selain itu ia menjelaskan, bahwa penyesuaian kebijakan fiskal nasional menjadi tantangan, lantaran adanya pengurangan dana transfer ke daerah.

“Meskipun APBD Kota Bontang tahun 2026 diproyeksi mengalami kontraksi, Pemerintah Kota Bontang akan terus senantiasa menjaga komitmen terhadap program prioritas daerah yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” tutupnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Tahun Depan, Pemkot Gelar Turnamen Galatua U-51 dan Wali Kota Cup antar Kelurahan

0
Turnamen galatua U-50 diikuti Wawali Bontang, Agus Haris. (ist)

BONTANG – Pemkot menegaskan akan terus menjaga kesinambungan pembinaan atlet di Kota Bontang. Caranya, dengan rutin mengadakan turnamen agar para atlet dapat terus mengasah skill yang dimiliki. Hal itu disampaikan Wawali Bontang, Agus Haris saat penutupan Turnamen sepakbola galatua U-50, Sabtu (11/10/2025) di Stadion Bessai Berinta.

Dalam sambutannya, wawali menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak hanya mendukung kegiatan olahraga bersifat seremonial, tetapi juga berupaya menyiapkan langkah nyata demi kesinambungan pembinaan atlet.
“Turnamen ini bukan sekadar ajang nostalgia. Ini bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga semangat olahraga sekaligus memotivasi generasi muda agar terinspirasi,” ujar Agus Haris.

Ia mengumumkan, bahwa tahun depan Pemkot Bontang akan kembali menggelar turnamen serupa untuk kategori usia 51 tahun, sebagai wujud konsistensi dalam memberi ruang berolahraga bagi seluruh lapisan masyarakat. Selain itu, rencana Turnamen “Wali Kota Cup” antar kelurahan juga akan diluncurkan untuk menjaring bakat-bakat muda potensial.
“Pembinaan harus dimulai dari bawah. Turnamen seperti ini menjadi media penting untuk menemukan potensi yang selama ini belum terlihat,” katanya.

Selain sebagai pembinaan atlet, dengan mengadakan beragam turnamen, dampak ekonomi juga menjadi sorotan dari kegiatan olahraga. Menurutnya, turnamen memberikan efek domino positif bagi pelaku UMKM yang berjualan di sekitar stadion selama pertandingan berlangsung.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam