Beranda blog Halaman 599

Kekosongan Posisi Kadiskop UKMP Bakal Diisi Pejabat Sementara

0
Kekosongan Posisi Kadiskop UKMP Bakal Diisi Pejabat Sementara
Wali Kota Bontang, Basri Rase saat melayat ke rumah duka, almarhum H Kamilan. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Posisi Kadiskop UKMP Bontang mengalami kekosongan. Kondisi itu lantaran kadis sebelumnya, Kamilan meninggal dunia.

Mengatasi kondisi itu, Wali Kota Bontang, Basri Rase akan menunjuk antara Staf Ahli dan Asisten untuk sementara menggantikan posisinya.

“Untuk pengajuan harus ke gubernur terlebih dahulu, termasuk ke KASN, baru ke Kementerian Dalam Negeri,” ucapnya saat dikonfirmasi, Selasa (28/5/2024).

Dalam hal ini, Basri ingin mengadakan rapat dengan dinas terkait untuk pembahasan lebih lanjut. Menentukan siapa yang akan menggantikan posisi sementara, di bagian Kepala Diskop UKMP Kota Bontang.

“Ini yang nantinya masih kami bahas bersama. Kita cari dengan pangkat yang sesuai seperti eselon II,” tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Diskop UKMP meninggal dunia pada Minggu (26/5/2024) lalu. Almarhum sebelum menghembuskan nafas terakhirnya sempat dirawat di RSUD Taman Husada Bontang. (dwi/adv).

Editor: Yusva Alam

Masih Rahasia, Najirah Selektif Pilih Pasangan Maju Pilkada 2024

0
Masih Rahasia, Najirah Selektif Pilih Pasangan Maju Pilkada 2024
Wakil Wali Kota Bontang, Najirah. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Hingga saat ini, Najirah belum juga menentukan siapa yang akan menjadi pasangannya di Pilkada mendatang. Dirinya belum bisa menyebutkan siapa sosok pasangannya.

Diketahui, Najirah dipastikan siap maju kembali di Pilkada 2024 mendatang. Dirinya mendaftarkan sebagai calon Wali Kota Bontang, karena telah mendapat restu Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).

“Belum saya putuskan, nanti saya berpasangan dengan siapa,” ucapnya saat diwawancarai, Selasa (28/5/2024) kemarin.

Diketahui ada sejumlah bacalon wakil wali kota yang telah mendaftarkan diri untuk berpasangan dengannya, seperti Amir Tosina, Irfan, Bakhtiar Wakkang, Andi Ade, bahkan Agus Haris.

“Belum bisa menentukan, karena kita harus koordinasi terlebih dahulu. Semuanya telah melamar ke saya, dan datanya akan dikirim ke pusat,” jelasnya.

Najirah menyatakan, untuk memilih pasangan nantinya di Pilkada ia tidak mau sampai salah mengambil langkah. Bahkan dirinya mau mencari pasangan yang bisa mendukung partainya.

“Kita lihat saja nanti, karena belum waktunya untuk dipublikasi,” bebernya.

Najirah juga menambahkan, kriteria untuk pasangannya di Pilkada 2024 mendatang, terkhususkan yang bisa diajak kerja sama, yang kuat, bahkan bisa memenangkan Pilkada.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Basri Ingin Wisatawan Luar Bontang Wajib Dituntun ke Pusat UMKM Bontang

0
Basri Ingin Wisatawan Luar Bontang Wajib Dituntun ke Pusat UMKM Bontang
Wali Kota Bontang, Basri Rase. (ist)

BONTANG – Wali Kota Bontang, Basri Rase membangun gedung ex MTQ Parikesit untuk dijadikan pusat UMKM Kota Bontang. Ia ingin usai diresmikan, pengunjung yang berlibur ke Bontang dituntun mengunjungi pusat UMKM itu. Hal itu ia ungkapkan, Rabu (29/5/24) di Rumah Jabatan Wali Kota Bontang.

Basri menjelaskan, bahwa kegiatan tersebut belum dilakukan di Kota Bontang, hal tersebut merupakan salah satu langkah untuk memperkenalkan produk UMKM Bontang ke khalayak luas.

“Misal dari dinas mana ada pejabat dari luar, sebelum pulang bisa dibawa ke pusat UMKM sebagai salah satu agendanya,” ujar Basri.

Adapun pendampingan pembelajaan di UMKM bisa menggunakan putra putri pariwisata Bontang, untuk turut mempromosikan dan menjelaskan produk-produk yang dijual sehingga mereka dapat tertarik untuk membeli.

Basri menambahkan, bahwa hal ini terjadi di beberapa Kota yang telah ia kunjungi. Dalam agendanya ia pasti diajak ke pusat UMKM lokal dan didampingi oleh putra dan putri pariwisata yang cukup intelektual, terkait produk-produk di sana sehingga ia tertarik untuk membeli banyak produk.

“Sampai borong saya di sana, karena mereka bikin kita pingin beli, itu harus kita terapkan juga di Kota Bontang,” tambah Basri. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Basri Lantik Kepengurusan Asosiasi Industri Kerajinan Periode 2024-2027

0
Basri Lantik Kepengurusan Asosiasi Industri Kerajinan Periode 2024-2027
Pelantikan Asosiasi Industri Kerajinan (ASIK) Kota Bontang. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Kepengurusan Asosiasi Industri Kerajinan (ASIK) Kota Bontang tahun 2024 – 2027 resmi dilantik, Rabu (29/5/24) di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang.

Asik merupakan asosiasi yang bertujuan untuk mensejahterakan para pengrajin, sehingga lebih mandiri dan produktif.

Wali Kota Bontang, Basri Rase melantik langsung kepengurusan baru. Ia berharap para pengrajin yang tergabung dalam asik dapat mengembangkan usahanya secara mandiri, sehingga dapat membantu penambahan pendapatan pribadi maupun masyarakat yang turut bekerja di sana.

Masyarakat Kota Bontang juga tidak bisa terus-terusan berharap kepada perusahaan. Karena perusahaan dapat berhenti beroperasi dalam kurun waktu yang ditentukan, dengan alasan sumber daya alam yang bisa habis kapan saja.

“Kita harus memaksimalkan pengusaha UMKM Kota Bontang, tidak hanya produk tapi juga persentase dari produk tersebut,” jelasnya.

Selain UMKM, tentu masyarakat harus melek pariwisatanya, bagaimana caranya pariwisata maju sehingga UMKM juga ramai oleh konsumen. Ia pun berharap dengan adanya kepengurusan baru ini akan semakin memberikan inovasi produk-produk lokal.

Ketua Asik periode 2024-2027, Halimi Ismi mengucapkan terima kasih kepada jajaran pemerintahan serta perusahaan yang bekerjasama untuk membantu pengembangan produk lokal Bontang.

“Terima kasih kepada jajaran pemerintahan dan perusahaan yang terus membimbing dan membantu kami,” ujarnya. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Banyak Nelayan Keluhkan Sulitnya Dapat BBM, Basri Minta Pemprov Tambah Kuota di Bontang

0
Banyak Nelayan Keluhkan Sulitnya Dapat BBM, Basri Minta Pemprov Tambah Kuota di Bontang
Wali Kota Bontang, Basri Rase saat menghadiri peresmian TPI Tanjung Limau. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Masih banyak nelayan di Bontang yang mengeluhkan sulitnya mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan juga perizinan.

Hal itu disampaikan Wali Kota Bontang, Basri Rase saat menghadiri peresmian Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Limau, Selasa (28/5/2024).

Karenanya ia meminta kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim, untuk bisa menambah kuota BBM di Kota Bontang.

Dikatakannya, nelayan di Bontang mengeluhkan jika mereka masih kesulitan dalam mendapatkan BBM, lantaran yang mendapatkan BBM kebanyakan dari nelayan luar. Apalagi saat posisi ingin turun ke laut, mereka terhalang dengan BBM yang sulit mereka dapat.

“Kita harus lebih berkoordinasi lagi, karena kebutuhan untuk pemasokan ikan di sini tidak bisa hanya mengandalkan nelayan lokal saja,” ucapnya.

Bahkan untuk perizinan pun nelayan mengharuskan ke Unit Pelayanan Terpadu Daerah (UPTD) Provinsi Kaltim, yang berada di Samarinda.

Sehingga Basri ingin Pemprov Kaltim membuatkan pelayanan UPTD di Bontang, agar para nelayan bisa dengan mudah mengurus soal perizinan tanpa perjalanan jauh.

“Kalau bisa, di sini ada kantor UPTD. Jadi mereka yang ingin mengurus perizinan tidak perlu pergi terlalu jauh. Jangankan ke Samarinda, kantor di Bontang pun mereka jarang datangi,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi Kaltim, Syirajuddin menyatakan, untuk persoalan perizinan akan diusahakan secepat mungkin dan segera ditindaklanjuti. Sama halnya dengan BBM, untuk kuota yang dibutuhkan akan segera didata.

“Untuk penambahan kuota akan kami koordinasikan lagi,” tutupnya. (dwi/adv).

Editor: Yusva Alam

Rakor Tanggap Ancaman Narkoba, Sekda: Penting Membangun Sistem Penanganan Obat Terlarang!

0
Rakor Tanggap Ancaman Narkoba, Sekda: Penting Membangun Sistem Penanganan Obat Terlarang!
Rakor pengembangan dan pembinaan kota/kabupaten tanggap ancaman narkoba. (ist)

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang menggelar Rapat Koordinasi Pengembangan dan Pembinaan Kota/Kabupaten Tanggap Ancaman Narkoba di Hotel Bintang Sintuk, Selasa (28/5/24).

Wali Kota Bontang, diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bontang, Aji Erlynawati, resmi membuka acara ini.

Ia menekankan pentingnya pembangunan dan pengembangan sistem penanganan yang komprehensif, integratif, dan berkelanjutan dalam mengantisipasi dinamika dan tantangan agresivitas ancaman kejahatan narkoba. Dalam hal ini pemkot perlu mengoptimalkan segala sumber daya untuk menangani permasalahan narkoba.

“Permasalahan narkoba yang kompleks harus melibatkan lintas sektor pembangunan,” ujarnya.

Kota/Kabupaten Tanggap Ancaman Narkoba (KOTAN) yang diusung dalam rapat ini, merupakan kebijakan yang mendorong berbagai sektor pembangunan di wilayah kabupaten/kota untuk berorientasi pada upaya mengantisipasi, mengadaptasi, dan memitigasi ancaman narkoba.

Nantinya, KOTAN setiap akhir tahun akan diukur menggunakan indeks yang terkait dengan sektor kewilayahan, kelembagaan, hukum, dunia usaha, media, dan ketahanan masyarakat.

Rapat ini turut dihadiri oleh perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta narasumber dari Polres Bontang, dan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Bontang.

Pemateri memaparkan berbagai topik penting, termasuk Rencana Aksi Daerah Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), ketahanan masyarakat, kepastian hukum, KOTAN, Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2024, dan inisiatif Kampung Narkoba.

“Semoga Ancaman narkoba dapat ditangani dengan lebih efektif dan menyeluruh,” jelasnya. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Peresmian TPI di Tanjung Limau, Basri: Bontang Penghasil Ikan Terbesar di Kaltim

0
Peresmian TPI di Tanjung Limau, Basri: Bontang Penghasil Ikan Terbesar di Kaltim
Peresmian TPI di Tanjung Limau oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi Kaltim. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang berada di Jalan MH.Thamrin, Tanjung Limau, Kecamatan Bontang Utara, telah diresmikan. TPI Tanjung Limau diresmikan oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi Kaltim, Syirajuddin, Selasa (28/5/2024).

Wali Kota Bontang, Basri Rase menyatakan, Bontang menjadi salah satu kota yang berpenghasilan ikan terbesar di Kaltim. Karena seluruh kegiatan ada, mulai dari pendaratan hingga pelelangan ikan. Bontang juga telah menyuplai ikan ke sejumlah daerah yang ada di seluruh Kaltim.

“Kota Bontang adalah kota berpenghasilan ikan terbesar di Kaltim, dan untuk Pemprov Kaltim yang sudah membantu perbaikan sarana saya ucapkan terima kasih,” ucapnya.

Basri ingin untuk pengembangan fasilitas tetap terus berlanjut, tidak hanya berhenti disini. Karena kewenangan kelautan ada pada provinsi.

“Saya harap dengan gedung baru, perkembangan di sini tetap terus berlanjut,” paparnya.

Di kesempatan yang sama, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi Kaltim, Syirajuddin mengatakan, potensi perikanan di Kota Bontang sangat pesat. Sehingga kedepan dengan adanya aktivitas dalam pengelola perikanan, tetap mengutamakan lingkungan alam, jangan sampai rusak agar tetap terus terjaga.

“Jangan sampai ada yang menggunakan bahan peledak, untuk menangkap ikan,” jelasnya.

Perlu diketahui pembangunan TPI Tanjung Limau mengeluarkan anggaran hingga Rp 7 miliar, dengan panjang 130 meter, dan lebar 4 meter. Sementara untuk bangunan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) dengan luas 27,9 x 30 meter, dengan anggaran Rp 2,2 miliar. (dwi/adv)

Editor: Yusva Alam

Peringati Hari Nelayan Nasional, Basri Ingin Tingkatkan Ekonomi Biru

0
Peringati Hari Nelayan Nasional, Basri Ingin Tingkatkan Ekonomi Biru
Wali Kota Bontang, Basri Rase saat memberikan sambutan di Peresmian TPI Tanjung Limau. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Memperingati Hari Nelayan Nasional Tahun 2024, Wali Kota Bontang, Basri Rase menegaskan ingin meningkatkan ekonomi biru di Bontang untuk lebih maju. Hal ini disampaikan saat sambutan sekaligus peresmian Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Jalan MH. Thamrin, Tanjung Limau, Kecamatan Bontang Utara, Selasa (28/5/2024).

“Saya ingin semua ekonomi biru berkumpul di sini, seperti bisa mengambil ikan, membakar, serta dibantu para UMKM untuk meningkatkan ekonomi biru,” ucapnya.

Bahkan dirinya ingin meminta bantuan tersebut kepada Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi serta Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kaltim, untuk bisa membantu memperpanjang pelabuhan hingga luar. Agar kapal dari luar bisa ikut serta mendarat di pelabuhan ini.

“Banyak kapal luar yang mendarat di sini, maka semakin besar juga potensi kita untuk menjaga kestabilan khusus di sektor perikanan,” jelasnya.

Iapun berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap nelayan, dalam rangka pemanfaatan dan pengelola sumber daya ikan yang berkelanjutan. Ini ditunjukan dengan upaya pelaksanaan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) nelayan.

“Semoga nantinya dengan peningkatan kapasitas, produksi ikan di sini bisa mempercepat proses,” paparnya.

Selain itu melalui program kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang, membuka jalan perlindungan asuransi bagi nelayan.

Mengingat pekerjaan nelayan adalah pekerjaan yang penuh dengan resiko, memiliki BPJS Ketenagakerjaan nelayan bisa memberikan perlindungan untuk keselamatan dan kenyamanan saat melakukan penangkapan ikan di laut. (dwi/adv).

Editor: Yusva Alam

Tekun Berlatih dengan Sang Ayah, Huda Berhasil Juara 1 FLS2N Lomba Solo Gitar se-Kaltim

0
Tekun Berlatih dengan Sang Ayah, Huda Berhasil Juara 1 FLS2N Lomba Solo Gitar se-Kaltim
Virtuos Mousa Al Huda menerima penghargaan juara pertama lomba solo gitar. (ist)

BONTANG – Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) merupakan ajang talenta bergengsi dalam bidang seni budaya. Salahsatu pelajar Bontang, Virtuos Mousa Al Huda berhasil meraih prestasi juara pertama kategori Lomba Gitar Solo dalam FLS2N tingkat Provinsi Kalimantan Timur.

Remaja yang akrab disapa Huda ini merupakan siswa kelas 10 di SMA Yayasan Pupuk Kaltim (YPK). Berhasil membawa nama Kota Bontang ke tingkat provinsi di FLS2N yang diselenggarakan di Balikpapan mulai tanggal 13 – 16 Mei lalu.

Berawal dari keinginannya untuk mengikuti perlombaan di bidang seni, ia memantapkan dirinya sejak lulus SMP untuk terus berlatih bersama sang ayah yang juga seorang guru musik.

Pelajar kelahiran 14 Maret 2008 itu memulai hobi bergitar sejak duduk di kelas 5 Sekolah Dasar. Berawal dari sang ayah yang ingin anaknya juga bisa bermain musik, melatih sang anak dan mendorongnya untuk mengikuti ajang bergengsi tersebut.

“Awal belajar sebenarnya untuk ikut FLS2N pas SMP, tapi waktu itu belum ditekuni, begitu lulus SMP punya tekat pas SMA nanti harus bisa ikut, jadi mulai menekuninya setelah lulus SMP itu,” ujar Huda.

Diceritakannya, sejak 3 bulan sebelum FLS2N seleksi tingkat kota, ia bersama ayahnya rutin berlatih setiap hari. Sesuai dengan aturan lomba yang diberikan, mereka harus membawakan dua lagu, yakni lagu dari juara cipta lagu tahun sebelumnya dan lagu daerah.

“Alhamdulillah juara satu tingkat kota, dan tingkat provinsi juga juara satu,” katanya.

Huda menjelaskan, bahwa dirinya hanya bermain musik di waktu-waktu tertentu, seperti saat ekstrakurikuler di sekolah maupun hanya bermain di rumah. Ia belum menemukan teman yang cocok untuk diajak bermain musik bersama dalam satu band.

Namun, ia sama sekali tidak merasakan gugup saat harus menunjukkan aksinya di depan juri lomba gitar solo. “Gak gugup, mungkin karena sudah siap dan yakin,” jelasnya singkat.

Sang Ayah, Sidharta Surya Yuana mengungkapkan, sangat senang dengan anaknya yang terlihat sangat percaya diri dan santai ketika tampil di atas panggung.

“Kalau pas latihan sama saya, jika beberapa kali ada yang salah atau agak nyendat gitu mainnya, saya suruh ulang terus bagian sulit tersebut. Alhamdulillah, pas nampil ternyata lancar saja,” ceritanya.

Sidharta juga menemani putranya yang berlomba di Balikpapan saat itu. Ia mengakui tidak khawatir saat melihat penampilan anaknya. Meski melihat semua kontestan yang tampil pada hari itu, semua pemain memiliki kemampuan yang baik.

“Sempat pesimis pas pengumuman juara, tapi Alhamdulillah ternyata dapat pertama,” tambahnya.

Sidharta terus mendorong Huda untuk bekerja keras dan berlatih dengan tekun, jika memang ingin mendapatkan yang terbaik. Tidak hanya membimbing sang anak ia juga membimbing teman Huda yang ikut dalam ajang yang sama.

Ia melatih dengan menyesuaikan kemampuan sang anak, “Kalau cara expert dia bisa, langsung bisa saya lanjutkan. Tapi kalau dirasa agak sulit saya ajarkan yang agak mudah, yang penting tidak mengurangi bobot aransemen dan keindahan bunyinya,” terangnya.

Sang ayah menyadari, dengan kerja keras tentu akan menampilkan yang terbaik. Oleh sebab itu Huda akan kembali bersiap untuk melakukan seleksi ke tingkat nasional.

“Yang dipilih sepuluh besar untuk ke nasional, harus yakin bisa lolos,” katanya optimistis.

Ia berharap dapat membawa nama Kota Bontang dan Kaltim hingga tingkat nasional. “Mohon doa restunya” lanjut Huda.

Pewarta: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Tolak RUU Penyiaran, Sejumlah Jurnalis dan Pegiat Medsos di Bontang Gelar Aksi Damai

0
Tolak RUU Penyiaran, Sejumlah Jurnalis dan Pegiat Medsos di Bontang Gelar Aksi Damai
Sejumlah Jurnalis Bontang turun ke jalan untuk lakukan aksi tolak RUU Penyiaran, di Simpang Empat Lampu Merah RS Amalia, Bontang. (Dok)

BONTANG – Penolakan Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran, sejumlah jurnalis dan pegiat Media Sosial (Medsos) di Kota Bontang melakukan aksi, yang berlangsung di Jalan R Suprapto, lebih tepatnya di Simpang Empat Lampu Merah RS Amalia, Bontang, Senin (27/5/2024) sore.

Gabungan jurnalis yang terdiri dari Aliansi Jurnalis Independen (Aji) Samarinda, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bontang, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Kaltim, dan sejumlah pegiat medsos yang ikut tergabung dalam ‘Aliansi Masyarakat Bontang Menolak RUU Penyiaran’ berjalan dengan baik.

Berlangsungnya kegiatan ini dalam penjagaan dua kompi dari anggota kepolisian, di sana mereka membentangkan spanduk, berbagai poster dan menyampaikan orasi terkait penolakan RUU Penyiaran. Selain itu, mereka juga membagikan 5 poin pernyataan sikap jurnalis Bontang terkait beleid ini kepada pengguna jalan.

Ketua PWI Kota Bontang, Suriadi Said dalam orasinya mengatakan, aksi ini digelar lantaran jurnalis dan pegiat media menilai RUU Penyiaran ini bermasalah. Ada sejumlah pasal yang berpotensi mengancam kebebasan pers, menyensor pemberitaan kritis, membuat kewenangan Dewan Pers dan KPI tumpang tindih, dan berpotensi membatasi kebebasan berekspresi warga.

“Kami menolak berbagai upaya pembungkaman dan penyensoran yang dilakukan pemerintah,” katanya.

Sementara itu di kesempatan yang sama, MPO AJI Samarinda, Kartika Anwar menegaskan, bila RUU ini disahkan, maka demokrasi Indonesia makin terperosok dalam kegelapan. Jurnalis tak bisa dan dibatasi dalam melakukan pemberitaan kritis, sementara di sisi lain, hak publik menerima informasi juga ikut terbatasi.

Kartika sangat menyoroti pasal 50 B ayat 2 yang mengatur tentang larangan isi siaran dan konten siaran. Larangan ini meliputi penayangan tayangan eksklusif jurnalistik investigasi hingga konten siaran yang mengandung penghinaan dan pencemaran nama baik.

“Bukan hanya jurnalis yang dibatasi, bahkan kebebasan berekspresi warga pun ingin dikebiri negara. Kita tegas menolak RUU ini,” tegasnya.

Sehingga secara bersama-sama peserta aksi menyampaikan 5 poin pernyataan sikap terkait RUU Penyiaran. Pertama menolak draf RUU Penyiaran yang tidak melibatkan komunitas pers dan masyarakat sipil. Kedua mengusulkan menunda atau pembatalan pembahasan draf RUU Penyiaran.

Selanjutnya yang ketiga menyerukan kepada komunitas pers untuk mengawal draf RUU Penyiaran. Keempat menyerukan kepada wartawan atau media menolak draf RUU Penyiaran, dan yang terakhir membuat hasil yang disampaikan ke DPRD Bontang. (*)

Editor: Yusva Alam