Beranda blog Halaman 600

Tugu Selamat Datang Gelap Gulita, Dishub Masih Urus Kebutuhan Daya Listrik

0
Kondisi jalanan di Tugu Selamat Datang Bontang yang gelap karena matinya PJU. (ist)

BONTANG – Lampu penerangan jalan yang berada di Tugu Selamat Datang Bontang terlihat mati dan menyebabkan wilayah tersebut gelap.

Berdasarkan pantauan redaksi pada, Rabu (9/7/2025) malam, penerangan hanya berasal dari para pedagang yang berjualan di wilayah tersebut. Sayangnya pada pukul 22.00 WITA para pedagang mulai menutup lapaknya.

Saat lapak penjual tutup, maka tak ada lagi penerangan. Kondisi jalanan benar-benar gelap, hanya diterangi oleh lampu kendaraan yang berlalu-lalang. Kondisi ini juga telah berlangsung berhari-hari.

Mengonfirmasikan hal tersebut, Plt Kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bontang, Ahmad Suharto mengatakan, pihaknya telah melakukan perbaikan lampu beberapa waktu lalu, hanya saja belum dapat dinyalakan lantaran kebutuhan listrik yang meningkat.

“Kemarin sudah dilakukan perbaikan dan penyambungan, masalahnya ada di kWh. Kurang dayanya, masih mau ditambah,” ujarnya saat dihubungi, Kamis (10/7/2025)

Adapun kWh yang tersedia untuk penerangan wilayah tersebut hanya berdaya 1300 VA, sehingga tidak mampu untuk menyalakan sekian lampu yang ada di sekitar Tugu Selamat Datang. Untuk itu pihaknya segera menambah daya menjadi 4400 VA.

“Sekarang dalam proses permohonan ke PLN untuk peningkatannya,” tambahnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Anak 15 Tahun di Santan Ulu Meninggal Diterkam Buaya saat Mancing

0
Anak 15 Tahun di Santan Ulu Meninggal Diterkam Buaya saat Mancing
Buaya terkam anak 15 tahun di Santan Ulu, Marangkayu, Kukar. (tangkapan layar).

BONTANG – Seorang anak berusia 15 tahun di Desa Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu, Kutai Kartanegara (Kukar), meninggal dunia lantaran diterkam buaya saat sedang memancing, Selasa (8/7/2025) sore.

Dalam video yang beredar di grup Whatsapp, memperlihatkan seekor buaya berukuran cukup besar, sedang berenang di sungai sambil membawa anak tersebut di dalam gigitannya.

Kejadian berlangsung tepat pukul 14.15 Wita, dimana niat anak tersebut akan pergi memancing di sungai bersama dengan kedua temannya.

Saat sedang memancing, anak tersebut duduk di pinggir sungai sambil menenggelamkan kedua kakinya. Tetapi tiba-tiba saja, datang seekor buaya yang langsung menerkam kaki anak tersebut.

Sebelumnya, kedua teman anak itu ingin mencoba membantunya, tapi gigitan buaya tersebut terlalu kuat hingga dibawa menyelam ke dalam dasar sungai.

“Tidak lama dengar teriakan minta tolong, jadi warga sekitar langsung berlari menuju sungai,” ucap Kepala Desa Santan Ulu, Heri Budianto.

Adanya insiden tersebut, warga lainnya bersama dengan aparat desa, dan relawan bersama-sama mencari dan menelusuri sungai. Tepat pukul 23.30 Wita, tubuh anak tersebut ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

“Tubuh anak itu mengambang, di lokasi pertama kali di gigit buaya. Ada luka parah di bagian kaki, dan paha kanannya,” jelasnya.

Karena jenazah anak tersebut telah ditemukan, maka pihak keluarga akan melangsungkan pemakaman.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Turun ke Pesisir, Aulia–Rendi Sikat Pungli dan Tuntaskan Blankspot

0
Kegiatan pasangan Aulia-Rendi turun ke lapangan. (Ist)

Beranda TikTok saya beberapa hari terakhir dipenuhi cuplikan aktivitas pasangan pemimpin Kukar, dr Aulia Rahman Basri dan Rendi Solihin. Algoritma seolah paham: ini konten yang saya ikuti, sekaligus sedang saya amati.

Setelah pertemuan terbuka dengan para pimpinan media, Selasa (1/7) malam di Bukit Mahoni, di mana mereka duduk tanpa podium, mendengar langsung kritik dan harapan jurnalis, keduanya nyaris tak terlihat mengambil jeda. Seperti yang mereka janjikan malam itu, setelah ‘bercermin’ pada masukan dari para pelaku media lokal, gerak mereka diubah. Dari “berbenah” ke “bergerak”.

Tulisan bersambung soal kunjungan ke wilayah pesisir bahkan saya terima langsung dari Direktur Radar Kukar, Muhammad Rafii. Detilnya menarik: mulai dari sambutan warga, agenda teknis, hingga potensi yang dibuka perlahan tapi pasti.

Saya mencatat beberapa hal. Pertama, soal internet gratis. Di Desa Sungai Bawang, Kecamatan Muara Badak, mereka bukan cuma datang seremonial. Bupati Aulia bahkan mencoba langsung akses jaringan internet berbasis Starlink yang baru dipasang. “Alhamdulillah, kita coba sendiri akses internetnya dan berjalan lancar,” ucapnya. Ini bukan pernyataan kosong. Desa ini dulunya blankspot total. Hari ini, lima titik router aktif, 203 kepala keluarga bisa terhubung ke dunia luar.

Kedua, soal sekolah. Di SD Negeri 4 Muara Badak. Pasangan Aulia-Rendi menyimak langsung keluhan kepala sekolah. Bukan sekadar soal gedung rusak, tapi tentang minimnya ruang penyimpanan aset dan praktik pungutan liar berkedok penjualan buku dan seragam. Aulia menegaskan, “Itu coba dievaluasi dan ditindaklanjuti. Kita pastikan masuk sekolah tidak ada pungutan.” Rendi pun menimpali, “Kalau masih ada yang langgar, akan kita tindak.”

Ketiga, urusan dapur masyarakat. Di dermaga Desa Muara Badak Ilir, ratusan nelayan menyambut pembagian bantuan freezer, perahu fiber, mesin diesel, ketinting. “Ini bagian dari rencana kita membangun ekosistem. Kualitas ikan dijaga, nilai jual naik,” kata Aulia. Tak sekadar alat, mereka sedang membangun rantai pasok perikanan yang masuk akal.

Lalu soal budidaya rumput laut. Saat ini, 3.600 hektare lahan sudah digarap. Target berikutnya,selesaikan pabrik pengolahan dengan kapasitas 20 ton per hari. “Insya Allah akan kita selesaikan semua yang masih kurang, agar pabrik segera beroperasi,” ucap Aulia di sela panen rumput laut. Ia paham, nilai tambah tak lahir dari bahan mentah yang dijual murah.

Dari semua rangkaian ini, saya melihat sesuatu yang jarang: kepala daerah yang menyambung titik-titik kecil—internet, sekolah, dermaga, rumput laut, menjadi simpul besar pembangunan.

Mereka tidak datang membawa janji, tapi langsung menjawab tantangan. Bekerja dalam diam, tapi jejaknya jelas. Bukan pencitraan, tapi kerja nyata yang bisa disentuh warga.

Apakah langkah cepat ini akan terus terjaga? Itu urusan waktu. Tapi satu hal yang pasti, untuk saat ini, mereka sedang hadir di tempat yang tepat, dengan cara yang tepat. Dan itu lebih dari cukup untuk memberi harapan warga Kukar. (*)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

Maskapai Pelita Air Akhiri Kerjasama 11 Tahun Bersama Badak NGL

0
Pesawat Pelita Air (Ist).

BONTANG – Maskapai Pelita Air (PK-PAX) dengan pesawat ATR 42 – 500 melakukan penerbangan terakhirnya di Bandar Udara LNG Badak Bontang, Senin (7/7/2025).

Diketahui, penerbangan tersebut berlangsung dengan rute penerbangan menuju Balikpapan – Bontang, begitupun sebaliknya Bontang – Balikpapan.

Andri Saputri, Officer Media Relation menyampaikan, PT. Badak LNG menjalin kerjasamanya dengan maskapai Pelita Air terhitung mulai 2014 lalu, yang dimana tepat di Senin (7/7/2025) kemarin, keduanya mengakhiri masa kontraknya.

“Jadi kontraknya berakhir per 7 Juli kemarin,” ucapnya saat dihubungi via Whatsapp, Selasa (8/7/2025).

Andri juga menambahkan bahwa, saat ini pihak PT. Badak LNG sendiri, sedang melakukan penyusunan terhadap opsi transportasi alternatif, yang lebih sesuai dengan kondisi dan kebutuhan untuk perusahaan.

“Kalau untuk sekarang, kerjasama dengan maskapai yang baru belum ada ya mbak. Kami belum mengarah ke sana. Sebab untuk saat ini kami masih melakukan perencanaan lebih lanjut,” jelasnya.

Sehingga Andri menegaskan, jika PT. Badak LNG, untuk sekarang belum bisa memastikan, untuk ke depannya perusahaan akan menjalin kontrak dengan transportasi alternatif seperti apa nantinya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

227 Anggota Pramuka Semarakkan Gebyar Perkemahan Inspirasi Saka Kencana Tingkat Nasional 2025 di Guntung

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat menghadiri kegiatan Gebyar Perkemahan Inspirasi Saka Kencana Nasional. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Sebanyak 227 peserta secara langsung mengikuti kegiatan Gebyar Perkemahan Inspirasi Saka Kencana Tingkat Nasional Tahun 2025, yang berlangsung di Bumi Perkemahan Kampung Adat Guntung, Kota Bontang, Selasa (8/7/2025) sore.

Tak hanya secara langsung, kegiatan berskala nasional ini juga diikuti ratusan peserta lainnya secara daring, dari berbagai provinsi.

Kegiatan yang berlangsung mulai dari 7 Juli hingga 11 Juli 2025 mendatang, ini membawa tema ‘Berencana untuk Berdaya, Membangun Generasi Hebat dan Mewujudkan Generasi Berencana’.

Selanjutnya dengan slogan yang penuh semangat ‘Bersinar dan Menginspirasi’. Tema dan slogan ini mencerminkan tekad bersama, untuk mencetak generasi yang tangguh menuju Generasi Emas Indonesia 2045.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Kota Bontang, Rafidah menyampaikan, tujuan umum digelarnya kegiatan tersebut untuk meningkatkan kapasitas dan semangat pengabdian anggota Pramuka pada umumnya, dan anggota Pramuka Saka Kencana khususnya dalam mendukung program ‘Bangga Kencana’ melalui pendekatan edukatif dan partisipatif.

“Untuk peserta yang mengikuti kegiatan ini, merupakan anggota Pramuka Gugusdepan se-Kota Bontang, dan anggota Pramuka Saka Kencana se-Indonesia,” ucapnya saat sambutan.

Untuk peserta yang mengikuti kegiatan Gebyar Perkemahan Inspirasi Saka Kencana Nasional hadir dari berbagai sekolah, meliputi SMA Negeri 1, SMA Negeri 2, SMA Negeri 3, SMA MAN, SMK Negeri 1, SMP Negeri 7, SMP Negeri 2, SMK YKPP, SMA IT DHBS.

Kemudian ada Saka Kencana Kutai Timur (Kutim), Saka Kencana Kutai Kartanegara (Kukar), Saka Kencana Kalimantan Barat (Kalbar), Saka Kencana Samarinda, Sangka Kencana Balikpapan, serta Saka Kencana Palangkaraya.

“Saka Kencana se-Kalimantan Timur (Kaltim) berkolaborasi dengan Saka yang ada di Kota Bontang. Untuk jumlah sangga kerja 70 orang, dari Dewan Kerja Daerah dan Dewan Kerja Cabang sebagai peninjau,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Tanggapan Neni Terkait Perusahaan dan 3 Rumah Sakit yang Dapat Peringatan di Properda Provinsi Kaltim

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat diwawancarai. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menyampaikan secara tegas, bagi perusahaan dan 3 Rumah Sakit (RS) yang mendapatkan peringatan dalam Program Penilaian Peringkat Kerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (Properda) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), diimbau untuk bisa berbenah dan nantinya akan diberikan pendampingan.

“Tentunya kita akan berikan pendampingan untuk bisa memperbaiki pengolahan limbahnya, dan mereka juga sudah mengurus izinnya hanya saja belum keluar. Pastinya harus berbenahlah. Semuanya harus dibenahi,” ucapnya, Selasa (8/7/2025).

Terlebih lagi untuk perusahaan yang turut mendapatkan peringatan, seharusnya bisa lebih taat lagi dalam Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) -nya dan sebagainya.

“Seharusnya semua dokumen harus dilengkapi, ini sudah menjadi tugas pemerintah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk mengawasi, bukan hanya sekedar pendampingan saja. Ini tanggung jawab kita semua,” paparnya.

Diberitakan sebelumnya, terdapat satu perusahaan dan 3 RS di Bontang yang mendapatkan peringatan. Seperti PT. Energi Unggul Persada (EUP), RS Amalia, RS Yabis, serta Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Bontang.

“Iya ini terkait dengan perizinan saja, semua kewenangan ada di kementerian bukan provinsi atau kota. Nantinya kita akan bantu dalam mengurus perizinannya, agar cepat terselesaikan,” ucap Kepala DLH Bontang, Heru Triatmojo.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Kepala Puskesmas Bontang Utara I Ungkap Tingkat Depresi Didominasi Kaum Pelajar

0
Kepala Puskesmas Bontang Utara I, dr. I Wayan Santika saat ditemui awak media. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Bontang Utara I, dr. I Wayan Santika mengungkapkan, bahwa yang mengalami depresi tingkat ringan dan sedang didominasi oleh kaum pelajar, atau anak sekolah.

Terlebih lagi di 2024 lalu, sampai dengan 2025 saat ini. Untuk kasus bunuh diri di wilayah Bontang, korbannya rata-rata berlatar belakang sebagai pelajar.

“Adanya kasus bunuh diri beberapa waktu lalu, kita lihat mereka berstatus sebagai pelajar semua. Mulai kasus bunuh diri di Tanjung Limau, ada lagi yang masalah putus cinta. Semuanya dengan rata-rata anak sekolah,” jelasnya saat ditemui, Selasa (8/7/2025).

Tepat di April 2025 lalu, pihak Puskesmas Bontang Utara I telah melakukan survei di salah satu sekolah di Bontang, dimana pihaknya menyimpulkan, rata-rata siswa-siswi yang mengalami tingkat depresi ringan dan sedang kebanyakan berada di kelas 10.

“Jadi kami mempunyai metode ilmiahnya, seperti apa gejalanya, dan bagaimana ciri-ciri depresi itu. Tapi untuk secara detailnya kami belum rangkum, kami juga tidak bisa membandingkan dengan sekolah lain, sebab kami baru melakukan survei di satu sekolah,” ungkapnya.

Dr. I Wayan juga mengatakan, untuk tanda-tanda, atau ciri-ciri depresi salah satunya seperti lemas, atau bisa juga dengan kondisi badan yang susah tidur. Terlebih lagi, jika ada seseorang yang memiliki perencanaan untuk melakukan percobaan bunuh diri, itu juga termasuk dalam kondisi depresi.

“Sejauh ini, kami belum mengetahui dengan pasti apa penyebabnya, mereka mengalami depresi. Maka di program kami Ini, sangat berupaya untuk memberi pemahaman terkait depresi,” paparnya.

Program survei ke sekolah-sekolah akan diterapkan oleh Puskesmas Bontang Utara I, dimana pihaknya akan menjadwalkannya setiap hari dengan sekolah yang berbeda-beda.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

3 Rumah Sakit dan Satu Perusahaan di Bontang Dapat Peringatan di Properda Provinsi Kaltim, Ini Penjelasan DLH

0
PT. EUP Bontang. (Ist).

BONTANG – 3 Rumah Sakit (RS) dan satu perusahaan di wilayah Bontang mendapatkan peringatan, dalam Program Penilaian Peringkat Kerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (Properda) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bontang, Heru Triatmojo mengatakan, bahwa untuk 3 rumah sakit yang mendapatkan peringatan, yakni RS Amalia, RSUD Taman Husada, dan RS Yabis.

Ketiga RS yang mendapatkan peringkat merah dari salah satu indikator, seperti beberapa catatan. Terkait dengan pengurusan izin administrasi, yang belum terselesaikan.

Adapun untuk perusahan yang turut mendapatkan peringatan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (Properlink) Daerah, adalah PT. Energi Unggul Persada (EUP).

“Ini karena perizinan saja. Sebab, kewenangan ada di kementerian, bukan di provinsi dan kota,” ucapnya saat dihubungi, Selasa (8/7/2025).

Heru juga menyampaikan, semua permasalahan yang ada di dalam penilaian, hanya berkaitan dengan kepengurusan perizinan saja. Untuk pengelolaan limbah, sejauh ini tidak ada masalah.

“Yang jelas ini bukan permasalahan dengan limbah, hanya berkaitan dengan perizinan saja,” tambahnya.

Sebelumnya dijelaskan, untuk RSUD Taman Husada pihaknya masih dalam proses penyelesaian insinerator. RS Amalia terkait pengurusan izin pengelolaan limbah B3, serta di RS Yabis dengan indikator administrasi.

“Kita sedang melakukan pembinaan juga ke mereka untuk pengurusan perizinan. Membantu dalam mengurus perizinan, agar prosesnya cepat terselesaikan,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Bahas Pengelolaan Lang-Lang, Wawali Dorong Kemajuan Olahraga dan Pertumbuhan UMKM

0
Wali Kota Bontang, Agus Haris saat memimpin rapat. (Ist).

BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris menggelar rapat bersama terkait pengembagan dan pemanfaatan di kawasan Stadion Bessai Berinta (Lang-Lang), Senin (7/7/2025).

Saat rapat berlangsung, Agus Haris mengungkapkan ada sejumlah agenda yang wajib dibahas, terkait dengan pengelolaan Stadion Lang-Lang.

Pembahasan pun dimulai dari adanya perbaikan fasilitas, kebersihan lingkungan, penataan sarana dan prasarana (Sarpras), pemberdayaan Usaha Mikro Kecil, dan Menengah (UMKM), serta ekonomi kreatif.

“Pastinya kita mengetahui secara langsung, lapangan adalah tempat yang sangat potensial untuk olahraga. Adapun sebagai pusat ekonomi bagi pelaku UMKM. Sehingga inginnya di tempat ini turut menjadi pusat pengembangan ekonomi,” jelasnya.

Agus Haris menegaskan, jika pertumbuhan ekonomi harus wajib ditumbuhkan. Sebab, untuk bisa memajukan olahraga dan UMKM, harus memiliki koordinasi yang baik antara semua pihak. Agar semua rencana dapat terlaksana dengan baik, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Rapat tersebut turut dihadiri beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, yakni Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf).

Lanjut Dinas Koperasi, Usaha Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), pihak kecamatan, serta Bagian Administrasi Pembangunan (Adbang) Sekretariat Daerah Kota Bontang.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Proyek Gali Parit Sebabkan Pipa PDAM Dekat Kantor BPKAD Bocor

0
Kebocoran pipa PDAM di Jalan MT. Haryono, Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang. (Ist).

BONTANG – Pipa PDAM yang berada di Jalan MT. Haryono, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara, mengalami kebocoran akibat proyek penggalian parit, Senin (7/7/2025), sekitar pukul 15.00 Wita.

Kondisi itu menyebabkan distribusi air bersih di wilayah Bontang Utara sementara ini disetop, sampai selesai perbaikan pipa dilakukan.

“Pastinya kita akan melakukan perbaikan dulu pada pipanya yang bocor, jadi sementara waktu distribusi air akan diberhentikan sampai pengerjaan selesai,” ucap Suratmin, Direktur Utama Perumda Tirta Taman Bontang, saat dihubungi.

Suramin menyatakan, pihaknya yang mengerjakan kebocoran pipa langsung di lapangan, akan dipastikan selesai secepat mungkin. Mengingat air adalah kebutuhan penting bagi masyarakat.

“Setidaknya masih ada aliran air yang terdistribusikan, jadi tidak mati secara total, besok akan kami lanjutkan pengerjaannya,” katanya.

Mengingat sepanjang Jalan MT. Haryono sedang mengalami proses perbaikan trotoar, Suratmin menyatakan lantaran kurang komunikasi antara kontraktor, dimana pihaknya tidak mengetahui jika sepanjang jalan akan mengalami pembongkaran untuk diperbaiki.

“Awalnya yang saya tahu hanya pengerjaan di sekitaran sekolah saja, tidak sampai lanjut di sepanjang jalan ini. Kalau sudah kejadian seperti ini, repot juga urusannya,” jelasnya.

Lokasi titik pipa PDAM yang mengalami kebocoran tersebut, tepat di Simpang Tiga Lampu Merah Ramayana, sebelah kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bontang.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam