Beranda blog Halaman 601

Cetak Generasi Muda yang Unggul, Program Mental Health Libatkan 60 Mahasiswa

0
Kegiatan mental health yang berlangsung di Pendopo, Rujab Wali Kota. (Ist).

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang, melalui Kesejahteraan Rakyat (Kesra) menggelar program Mental Health, yang dimana kegiatan tersebut melibatkan mahasiswa, agar mahasiswa tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga tangguh secara spiritual dan emosional.

Ada sebanyak 60 mahasiswa dari 3 perguruan tinggi yang mengikuti program mental health, seperti Sekolah Tinggi Teknologi Bontang (Stitek), STIT Syam, dan Sekolah Tinggi Teknologi Industri Bontang (STTIB). Diketahui dari ke 60 peserta, mereka akan menjadi angkatan pertama.

Program yang diselenggarakan atas kerjasama Kesra Bontang, dan LKP FS Training Center telah berlangsung selama tiga bulan, terhitung mulai dari April 2025 lalu.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengatakan bahwa kesehatan mental adalah pondasi utama bagi generasi muda. Terlebih lagi untuk kepemimpinan sejati, berawal dari kesadaran diri dan spiritualitas.

“Kepemimpinan sejati dimulai dari kesadaran kepada Allah SWT, maka disitulah lahir tanggung jawab untuk bisa menjaga diri, termasuk dengan menjaga kesehatan mental,” ucapnya saat kegiatan berlangsung, Minggu (6/7/2025.

Neni juga menambahkan bahwa, Pemkot Bontang tidak hanya fokus pada kesehatan mental saja, akan tetapi juga memberikan dukungan konkret di bidang pendidikan.

Dirinya memberitahukan, jika alokasi anggaran pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan, untuk membantu Uang Kuliah Tunggal (UKT), serta biaya SKS bagi mahasiswa Bontang.

“Kenapa saya memberitahukan hal seperti ini, sebab ini adalah uang rakyat. Maka teruntuk mahasiswa yang menerima bantuan ini, harus membuktikan diri bahwa kalian layak dan bertanggung jawab,” jelasnya.

Selanjutnya, diujung kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat secara simbolis kepada lima perwakilan mahasiswa.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Event Bontang Running 2025 Diikuti 800 Pelari

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat melepas peserta Bontang Running 2025. (Ist).

BONTANG – Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Bontang menggelar kegiatan Bontang Running 2025, yang berlangsung di Stadion Bessai Berinta (Lang-Lang), Minggu (6/7/2025).

Sebanyak 800 peserta ikut ajang lari, mulai dari 3K, 5K, hingga 10K yang mengusung tema ‘New Step, New Energy’.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, secara resmi langsung mengibarkan bendera start sebagai tanda dimulainya perlombaan lari. Neni mengingatkan, agar peserta tetap memperhatikan kondisi tubuh selama mereka berlari.

“Jangan memaksakan diri. Semoga setiap langkah kita ini adalah energi baru, untuk menjadi orang yang sehat dan kuat,” ucapnya.

Perlu diketahui untuk kategori lari 10K Open, diikuti sebanyak 187 pelari. Peserta pun tidak hanya warga Bontang saja, namun juga dari daerah lain seperti Bulungan, Berau, Tanjung Selor, Kutai Timur (Kutim), dan Samarinda.

Sementara itu di kategori 5K, diikuti sebanyak 547 pelari, dan untuk di 3K diikuti oleh 42 pelari, yang seluruhnya warga wilayah Bontang.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran para pelari, yang berasal dari luar Bontang. Ini menjadi motivasi bagi kami, untuk menghadirkan event yang lebih besar lagi dan terbuka di masa mendatang. Insyaallah dalam waktu dekat, kita akan gelar Bontang Running dengan skala yang besar,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Diancam Tombak Sawit, Anak 11 Tahun Jadi Korban Lagi Perbuatan Asusila

0
Ilustrasi. (Ist).

BONTANG – Tim Rajawali Satreskrim Polres Bontang, berhasil mengamankan seorang pria berinisial AS, yang diduga telah melakukan tindak pidana pengancaman serta perbuatan asusila, terhadap anak di bawah umur.

Penangkapan AS berlangsung, tepat di Sabtu (05/07/2025) kemarin, sekitar pukul 16.00 Wita, yang berlokasi di Jalan KS Tubun, Kelurahan Tanjung Laut Indah, Kecamatan Bontang Selatan, Kota Bontang.

Sebelumnya, AS telah dilaporkan oleh ibu korban setelah menerima laporan dari anaknya yang masih berusia 11 tahun, dimana anaknya telah menjadi korban pengancaman dengan senjata tajam, dan tindakan yang tak senonoh.

Sebelumnya, perbuatan asusila terhadap anak di bawah umur ini terjadi di Kamis (3/7/2025) lalu, sekitar pukul 16.30 Wita, di wilayah Desa Tanjung Limau Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara (Kukar).

Hingga besoknya Jumat (4/7/2025), di wilayah Marangkayu, Kukar, kejadian serupa terulang kembali. Bahkan dalam aksinya, AS menggunakan tombak sawit untuk mengintimidasi korban.

Saat ini terduga beserta dengan barang bukti, satu bilah tombak sawit telah diamankan di Mapolres Bontang, dan menjalani proses pemeriksaan intensif oleh penyidik Unit PPA Satreskrim.

Mengenai hal tersebut, Kasat Reskrim, AKP Hari Supranoto menyatakan bahwa kasus ini menjadi perhatian serius bagi jajaran kepolisian, terutama yang terkait dengan perlindungan terhadap anak.

“Polres Bontang akan bertindak tegas terhadap pelaku kejahatan terhadap anak, kami juga mengimbau ke masyarakat untuk tidak ragu melapor, jika mengetahui tindakan mencurigakan di lingkungan sekitar,” tegasnya.

Selanjutnya, polisi juga berkomitmen untuk memberikan pendampingan terhadap korban, termasuk trauma healing bekerja sama dengan instansi terkait.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Bersama Wartawan, Badak LNG Bangun Cerita di Tengah Rimbunnya Hutan Kota

0
Keseruan acara Media Gathering Badak LNG. (Dwi Suliati)

Setiap tahun, PT Badak NGL rutin mengundang para pimpinan media dan wartawan dalam kegiatan Media Gathering. Undangannya selalu saya terima, tapi hampir selalu saya lewatkan. Kadang karena sedang di luar kota, kadang berbenturan dengan agenda lain. Tapi tahun ini berbeda. Saya niatkan hadir. Sabtu pagi, (5/7/2025), saya tiba tepat pukul 07.00 WITA.

Ternyata saya orang pertama yang mengisi daftar hadir. Di dalam gedung, saya melihat Bapak Putra Peni Luhur Wibowo, Manager CSR & Relations Badak LNG, sudah lebih dulu datang. Kami langsung saling sapa dan berbincang cukup lama. Sudah lebih dari satu dekade kami tak bertemu. Dulu kami cukup sering bermain golf bersama.

Tak berselang lama, hadir pula Bapak Busori Sunaryo, Senior Manager Corporate Communication & Services Badak LNG, yang juga rekan lama di lapangan golf. Obrolan pun makin hangat. Kami bertiga larut dalam cerita masa lalu, perkembangan industri, dan dunia media yang kini semakin dinamis. Saya juga sempat berbagi cerita bahwa sejak 2020, saya membangun dan mengelola Media Kaltim beserta jejaringnya secara independen di berbagai wilayah Kaltim.

Saya memang tak datang hanya untuk menggugurkan undangan. Konsep acaranya menarik. Jelajah alam di kawasan Hutan Kota Badak NGL, area konservasi seluas 7,4 hektare yang masih alami dan rindang. Dari total 2.010 hektare wilayah perusahaan, sekitar 44 persennya adalah Ruang Terbuka Hijau.

Pukul 07.30, kegiatan resmi dimulai di dalam gedung Town Center. Para peserta lebih dulu mengikuti video safety induction—prosedur wajib sebelum memasuki area operasional perusahaan.

Lalu saya diminta memberikan sambutan mewakili rekan-rekan wartawan. Setelah itu, giliran Ibu Mutiara Dinanti, Analis Departemen Formalitas & Komunikasi SKK Migas Perwakilan Kalimantan dan Sulawesi, menyampaikan sambutan.

Acara dilanjutkan dengan sambutan utama dari Bapak Feri Sulistyo Nugroho, Pelaksana Tugas (Plt.) Director & Chief Operating Officer (COO) Badak LNG.

Dalam sambutannya, Bapak Feri berbicara tentang masa depan Badak LNG, peran strategis media, serta komitmen perusahaan terhadap keselamatan kerja. “Media adalah bagian dari kami. Tanpa media, apa yang kami kerjakan tak akan diketahui publik. Kami ini bukan siapa-siapa kalau tidak diberitakan,” ujarnya.

Beliau juga menyinggung ketatnya sistem keamanan di lingkungan Badak. “Rumah kami cuma sepelemparan batu dari kilang. Kalau ada apa-apa, kami yang kena duluan,” ucapnya. Ia menambahkan bahwa mulai 2028, kilang akan kembali aktif penuh dengan pasokan gas dari North Delta Mahakam, memperpanjang umur operasional hingga 2040-an.

Sambutannya ditutup dengan celetukan ringan. “Orangutan di belakang rumah saya itu kadang ambil pisang. Saya biarin aja. Ya gimana, teman sendiri,” kelakarnya.

Bersama Wartawan, Badak LNG Bangun Cerita di Tengah Rimbunnya Hutan Kota
Keseruan acara Media Gathering Badak LNG. (Dwi Suliati)

Pukul 08.00, peserta dibagi menjadi delapan kelompok, masing-masing berisi 6–7 orang. Saya satu tim dengan Bapak Feri, Bapak Busori, Ibu Mutiara, serta dua rekan wartawan: Hafid Atma dari Bakesah dan Yulia dari Kitamudamedia. Nama kelompok kami Bintaro. Sebelum berangkat, kami mengikuti pemanasan senam di pendopo belakang.

Tepat pukul 08.30, jelajah hutan dimulai. Rutenya sekitar 4 kilometer, dengan titik start dan finish tetap di Town Center. Medannya cukup menantang. Naik-turun, melintasi jalur berakar, bahkan di satu titik harus menggunakan tali bantu.

Kami melewati Pos 1 (area Procurement), papan edukasi flora-fauna, landmark I Love Badak LNG, hingga banner besar bertuliskan Media Gathering di tengah rimbun pepohonan.

Di setiap pos, tersedia tantangan ringan: kuis, permainan kelompok, hingga tugas yel-yel. Semua poin dicatat dan diakumulasi. Penilaian mencakup waktu tempuh, skor permainan, kekompakan, dan semangat yel-yel. Suasananya cair dan semangat.

Hutan yang sejuk dan udara segar menjadi pelipur dari rutinitas ruang redaksi. Tapi yang paling membekas adalah momen bertemu rekan-rekan lama. Beberapa di antaranya pernah satu tim dengan saya di Bontang Post, saat saya menjabat sebagai direktur. Dulu mereka reporter dan manajer, kini sudah menjadi pemimpin di medianya masing-masing.

Saya teringat, dulu saya memiliki 40 karyawan. Hari ini, mungkin lebih dari separuhnya masih aktif di dunia media—dan banyak yang kini menjadi pemilik atau pimpinan perusahaan pers. Beberapa saya temui kembali di kegiatan ini. Kami tak lagi bicara soal berita dan tenggat, tapi berbagi cerita dan nostalgia.

Menjelang siang, seluruh peserta kembali ke aula. Panitia mengumumkan hasil akhir. Semua kelompok mendapat hadiah. Tak ada yang pulang tangan kosong. Kelompok kami meraih posisi Gold 1 atau juara ketiga. Sementara posisi pertama dan kedua meraih posisi Premium 1 dan Premium 2.

Namun bukan soal peringkat. Yang lebih penting adalah kebersamaan yang terjalin sejak pagi, dan semangat positif yang terasa sepanjang kegiatan.

Saya bersyukur bisa hadir. Menyusuri jejak di Hutan Kota, menyambung silaturahmi, dan menyaksikan langsung dedikasi mereka yang menjaga perusahaan dan lingkungan, dengan tenang, konsisten, dan penuh tanggung jawab. (*)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.
Pemimpin Redaksi Radarbontang.com

Pemkot Rancang Strategi Berantas THM dan Warung Jual Miras Ilegal

0
Ilustrasi miras. (Ist).

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) melangsungkan rapat bersama, terkait maraknya peredaran minuman keras (miras) di wilayah Bontang.

Penataan Perizinan Ahli Muda DPMPTSP Bontang, Idrus mengatakan bahwa dalam rapat ini, pihaknya membahas strategi pengawasan dan penegakan aturan peredaran minuman beralkohol.

“Pastinya kita semua memiliki peran penting, untuk tetap bisa menciptakan suasana yang bebas dari minuman beralkohol,” ucapnya saat diwawancarai, Jumat (4/7/2025).

Idrus juga menyampaikan, penertiban dilakukan untuk memberi efek jera ke pemilik Tempat Hiburan Malam (THM) dan ke penjual di warung kelontong wilayah Bontang, yang masih saja tetap menjual miras secara ilegal.

“Kita hanya ingin menciptakan suasana yang aman, demi kota yang sehat,” paparnya.

Sehingga, untuk memaksimalkan penindakan nantinya, pihaknya akan membentuk tim yang melibatkan Institusi Kejaksaan, Polri, serta Polisi Militer (POM).

“Nantinya kita akan memastikan tim untuk bisa menyasar ke THM. Lalu penindakan berlanjut ke warung-warung kelontong yang masih menjual miras tanpa izin,” jelasnya.

Sebelumnya, terdapat dua tempat yang diketahui masih saja beroperasi menjual miras, seperti tempat karaoke keluarga Happy Puppy dan THM yang berlokasi belakang Hotel Gembira.

Tidak hanya miras saja, kedua tempat tersebut juga turut menyediakan Ladies Companion (LC), bagi para tamu pria. Ada pun di belakang Hotel Gembira, terkadang juga terdapat hiburan DJ.

Diketahui, kedua tempat tersebut menjual miras secara ilegal, tanpa mengantongi izin secara resmi. Sebab, di wilayah Bontang yang secara legal bisa menjual miras, hanya di Hotel Sintuk.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Rujab Wali Kota Bontang Bakal Diubah Mirip Malioboro, Dilengkapi Hotel Mewah

0
Rujab Wali Kota Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Pemkot Bontang mewacanakan untuk kawasan Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Bontang, di Jalan Awang Long, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara, akan diubah seperti kawasan Malioboro, Yogyakarta. Bakal terdapat hotel mewah, dengan fasilitas yang lengkap.

Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris. Dikatakannya, perencanaan ini kemungkinan akan berjalan di 2027 mendatang, sebab proses pembangunannya masih di dalam tahapan perencanaan.

Penuturan ide tersebut berasal dari Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, yang dimana lokasi Rujab Wali Kota akan dialihfungsikan sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH). Ditambahkan sebelumnya di diberitakan, Rujab Wali Kota telah direncanakan akan dipindahkan ke Bontang Lestari.

“Setidaknya Bontang nantinya akan mempunyai hotel mewah, dengan fasilitas yang lengkap. Ini juga masih dalam tahapan perencanaan yang akan kami susun,” jelasnya saat dikonfirmasi, Jumat (4/7/2025).

Agus Haris mengakui, bahwa untuk di wilayah Kota Bontang sendiri, masih sangat memerlukan tempat seperti RTH. Serta untuk menambah daerah resapan air, agar bisa sedikit mengurangi dampak dari banjir. Akan tetapi sampai saat ini, pihaknya masih belum memiliki dokumen perencanaannya.

“Pastinya kita juga akan imbangi dengan keuangan kita, kalau menang ingin merubah lokasi tersebut. Biar kesannya seperti tidak terlalu memaksakan, jangan sampai juga membebani APBD kita,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Batal Terima Satya Lencana, Pegawai Bapperida Keluhkan Keteledoran Oknum BKPSDM

0
Penghargaan Satya Lencana. (Ist).

BONTANG – Salah satu pegawai Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Bontang, Arif Pambudi menyuarakan rasa kekesalannya ke salah satu pegawai di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bontang, lantaran lambatnya mengeluarkan penghargaan Satya Lencana yang didapatkannya dari Presiden beberapa waktu lalu.

Sebelumnya Arif menjelaskan, dirinya bersama dengan ketiga rekannya sebagai staf di Bapperida telah mendapatkan penghargaan Satya Lencana pada dua kategori, yakni 10 dan 20 tahun.

Sebagai tanda kehormatan yang diberikan kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS), yang telah menunjukkan kesetiaan, pengabdian, kecakapan, kejujuran, serta kedisiplinan dalam melaksanakan tugasnya.

Arif menyampaikan, bahwa salah satu staf dari Bapperida telah mengurus berkas penghargaan tersebut, dan berkas telah sampai ke Kepala BKPSDM. Selanjutnya, Kepala BKPSDM menyerahkan surat tersebut ke staf untuk diproses. Pengurusan berkas dilakukan melalui aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi). Terlebih lagi prosesnya telah sampai ke kepala BKPSDM.

Akan tetapi, ada satu kendala yang membuat proses pembuatan penghargaan tersebut terhenti, yakni salah satu pegawai di BKPSDM tidak membuka aplikasi tersebut, bahkan sampai batas waktu telah habis.

Sehingga Arif bersama rekannya yang awalnya akan menerima penghargaan tersebut di tahun ini, menjadi batal akibat kelalaian pegawai BKPSDM.

“Saya seharusnya dapat penghargaan tersebut di 2024 lalu, tetapi karena TMT-nya Desember, jadi penerimaannya di 2025. Kalau ketiga rekan saya di 2025 ini, tapi akibat kelalaian pegawai BKPSDM, jadi tertunda penerimaan di 2026 mendatang, apa tidak kecewa,” ucapnya saat dikonfirmasi, Jumat (4/7/2025).

Arif merasa sangat kecewa dengan adanya sikap pegawai BKPSDM, yang tidak konsisten terhadap pekerjaannya. Dirinya merasa dengan adanya penundaan seperti ini, sangat dirugikan. Akibat kelalaian seseorang.

“Jadinya kalau begini, penghargaan saya jadi tertunda 2 tahun, karena bisa menerima di 2026 mendatang, saya benar-benar kecewa,” tambahnya.

Selain kecewa akibat tertundanya proses penghargaan itu, Arif menyatakan dengan tegas jika dirinya yang menjadi korban, malah disuruh untuk menghubungi yang bersangkutan untuk mengkonfirmasi ulang.

“Kita di sini yang menjadi korban, masa dia pegawai BKPSDM malah menyuruh kami untuk menghubungi mereka, itu kan tidak mungkin. Di sini saya sudah 20 tahun kerja, bahkan terbilang sudah jadi senior. Seharusnya mereka yang menghubungi kami, atau bersurat. Ini malah tidak ada sama sekali tanggung jawabnya,” jelasnya.

Arif ingin pihak BKPSDM bisa menyesali kesalahannya, bahkan seharusnya mereka pegawai yang mengurus proses tersebut, bersurat ke kantor Bapperida secara resmi untuk menunjukkan rasa permintaan maafnya.

“Oknum pegawai BKPSDM yang melakukan kesalahan tidak menyadari, bahwa dirinya telah melakukan kesalahan yang fatal. Bahkan atas kelalaiannya, seharusnya meminta maaf dan menghubungi kami. Bukan kami yang disuruh untuk menghubungi dia, kan kita yang dirugikan,” bebernya.

Adanya permasalah ini, Arif dan ketiga rekannya berencana Senin (7/7/2025) besok, akan mendatangi Kantor BKPSDM untuk bertemu secara langsung oleh Kepala BKPSDM.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Percantik Kota, Neni Gelar Pengecatan Median Jalan di Tugu Selamat Datang

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat kegiatan pengecatan median jalan. (Ist).

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menggelar kegiatan pengecatan median jalan, guna mempercantik kota di Jumat Bersih, sebagai terwujudnya lingkungan kota agar tertata rapi dan nyaman. Kegiatan berlangsung di Tugu Selamat Datang Bontang, Jumat (4/7/2025).

Kegiatan ini dilakukan merupakan bagian Program Unggulan Daerah ‘Menata Bontang’, program kerja kepemimpinan Neni Moerniaeni dan Wakil Wali Kota Agus Haris. Program ini bertujuan menciptakan tata kota yang fungsional, estetik, dan berkelanjutan secara komprehensif.

Kegiatan Jumat Bersih kali ini dilakukan pengecatan median jalan, sebagai salah satu upaya penataan visual kawasan utama kota. Selain itu juga turut membersihkan area di sekitar bagian tugu. Petugas juga merapikan fasilitas publik, dan memperindah tampilan jalan sebagai wajah utama Kota Bontang.

“Kegiatan ini bukan hanya soal kebersihan saja, akan tetapi juga menanamkan rasa memiliki terhadap kota. Kita ingin Bontang menjadi kota yang tidak hanya bersih, tetapi juga tertata rapi, dan nyaman bagi semua warganya,” ucapnya.

Adapun partisipasi aktif dari seluruh elemen pemerintah, dalam kegiatan ini sangat diharapkan menjadi contoh bagi masyarakat, untuk terus menjaga kebersihan dan keteraturan lingkungan sekitar.

Dalam Program Jumat Bersih, direncanakan terus berlanjut secara rutin sebagai bagian dari pembinaan budaya bersih, serta upaya penataan kota secara berkelanjutan.

Saat kegiatan berlangsung dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah (Sekda) Bontang, asisten daerah, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, beserta dengan lurah se-Kota Bontang.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

4 Mobil Tabrakan Beruntun di Lampu Merah Loktuan, Sopir Avanza Diduga Kondisi Mabuk

0
Kondisi mobil Avanza diduga penyebab kecelakaan beruntun di Simpang Empat Loktuan, dan 3 mobil korban. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Terjadi kecelakaan beruntun di Jalan Pupuk Raya, tepatnya di Simpang Empat Lampu Merah Loktuan, Kamis (3/7/2025), sekitar pukul 16.42 Wita.

Dalam kecelakaan tersebut melibatkan 4 mobil, di antaranya mobil Xpander Silver, mobil jenis Ignis berwarna Merah, mobil Honda Brio Kuning, serta Avanza Putih.

Salah satu saksi mata menceritakan, mobil Avanza putih dengan nomor polisi KT 1216 DQ melaju kencang dari arah lampu merah Rumah Sakit PKT, bahkan sopir Avanza pun mengendarai mobil tersebut dengan cara ugal-ugalan.

“Posisi mobil Avanza ini memang sudah laju pas turunan dari lampu merah RS PKT, bahkan yang bawa mobil sampai posisi mobilnya seperti zig-zag. Saya pun mengira, mobil ini akan masuk ke sungai di SMPN 5,” ucapnya saat dikonfirmasi.

Diketahui, awal mula kecelakaan beruntun terjadi tepat di lampu merah Simpang Empat Loktuan saat lampu merah sedang menyala, dengan posisi semua kendaraan berhenti.

Tak lama kemudian, datang Avanza Putih dengan keadaan melaju kencang, sehingga langsung menabrak mobil yang ada di depannya. Terjadilah tabrakan beruntun yang melibatkan 3 mobil di depannya.

Dari pantauan redaksi di lokasi, kondisi mobil Honda Brio dengan nomor polisi KT 1634 RQ mengalami kerusakan yang cukup parah, dimana bagian depan mobil dan belakang mobil mengalami ringsek.

“KTP tidak ada, SIM juga tidak punya, pas keluar dari mobil dengan kondisi mabuk. Mata merah, bau alkohol, dan rombongan semua anak ABG di dalam mobil,” ucap Sukardi, salah satu korban tabrakan beruntun.

Sukardi ingin mobilnya yang mengalami kerusakan harus dibawa ke bengkel. Sebab, dirinya tidak ingin menerima ganti rugi berupa uang.

“Kalau mobil saya yang Xpander KT 1149 LM mbak, saya maunya mobilnya dibawa ke bengkel langsung. Karena orang bengkel yang tahu persis mana saja yang rusak, saya tidak mau digantikan dengan uang,” jelasnya.

Saat ini, sopir Avanza Putih dibawa langsung ke Polres Bontang untuk dimintai keterangan lebih lanjut, serta diikuti dengan korban lain yang telah ditabraknya.

Polisi juga telah mengatur kendaraan yang menjadi korban tabrakan beruntun, untuk tidak menghalangi arus lalu lintas di jalan.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Penurapan Drainase di Batu Ampar Ditargetkan Lebih Cepat Rampung, Antisipasi Musim Hujan Datang

0
Penurapam Jalan Batu Ampar RT 09, Kelurahan Bontang Kuala. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Penurapan di Jalan Batu Ampar RT 09, Kelurahan Bontang Kuala, Saat ini telah mencapai 50 persen.

Diketahui proyek perbaikan turap ini, merupakan drainase yang langsung menghubungkan ke Sungai Bontang.

Kepala Bidang Sanitasi, Air Minum, dan Sumber Daya Air Dinas PUPR Kota Bontang, Edi Suprapto mengungkapkan, pengerjaannya menggunakan anggaran APBD 2025, dengan nilai Rp 3,4 Miliar. Masa pelaksanaan proyek ini selama 180 hari.

“Saat ini sudah mencapai 50 persen, pegerjaan sudah dari 3 Juni 2025 lalu, kalau sesuai kontrak sampai akhir Desember 2025 batas pengerjaannya,” terangnya.

Lebih lanjut, pengerjaannya menyasar pada kedua sisi dinding drainase itu, dengan masing masing panjangnya 200 meter.

Terpisah, Direktur PT. Samudra Prima Mandiri, Dedi yang mengerjakan proyek tersebut mengungkapkan, saat ini pihaknya memfokuskan penyelesaian pada sisi kanan turap di drainase itu terlebih dahulu.

Setelahnya melanjutkan pada sisi kiri. Ia mengungkapkan kendala dalam pengerjaan proyek ini ketika terjadi pasang air laut, dan keadaan musim hujan yang akan datang.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam