Beranda blog Halaman 602

Kebakaran di Bontang Kuala: Pemadam Diuntungkan Kondisi Air Pasang

0
Kebakaran di Bontang Kuala: Pemadam Diuntungkan Kondisi Air Pasang
Kondisi terkini rumah terbakar di BK. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Petugas pemadam kebakaran yang bertugas memadamkan kebakaran Kelurahan Bontang Kuala, Jalan Kapten Pierendean, Gang Batu Sahasa, RT 6, Bontang Kuala, pada Jumat (24/5/24) ini diuntungkan dengan kondisi air laut pasang.

Tetangga korban, Yunita menjelaskan, pemadam kebakaran yang berada di wilayah Bontang Kuala datang dengan cepat menggunakan mobil pikap yang berisi genset untuk menyedot air dari sekitar lokasi kejadian, karena kejadian ini terjadi di kampung yang berada di atas air.

Dengan kondisi air pasang itu, pemadam dimudahkan untuk isi ulang air dan bisa lebih cepat memadamkan api.

“Untung air sedang pasang, mobil pikap pemadam satu saja bawa genset buat sedot air,” tambahnya.

Bersyukur api tersebut tidak menjalar ke rumah-rumah lain, hanya saja satu rumah di kanan kirinya harus mengalami pemadaman listrik karena kabel mereka tersambung.

Diceritakan Yunita, saat menunggu adzan isya, tiba-tiba melihat langit-langit berwarna merah membara. Mendengar suara langkah di lantai kayu yang menderap, ia menyadari sedang terjadi musibah di rumah tetangganya tersebut.

“Pas keluar rumah api sudah besar, tidak ada suara teriakan, cuma suara anak nangis saja,” jelasnya.

Rijal, salah satu teknisi dari PLN, mengatakan kemungkinan rumah Ibu Yunita baru bisa diperbaiki pada Sabtu (25/5/24) karena meteran listriknya terbakar.

“Kalau memang bisa lebih cepat, dua rumah tersebut bisa segera diperbaiki kelistrikannya, syukur cepat ditanggapi jadi listrik tidak ada masalah yang gimana-gimana,” ujarnya.

Diketahui rumah tersebut ditempati oleh enam orang, yaitu Jan seorang wanita yang berumur sekitar 65 tahun. Ia tinggal bersama anak, menantu, serta cucunya. Menurut tetangganya, mereka telah diungsikan dan ditempatkan di rumah keluarga yang lain.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Satu Rumah di BK Hangus Terbakar, Diduga Terjadi Ledakan Sebelum Kebakaran

0
Kebakaran di salah satu rumah, Bontang Kuala, Kota Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Kobaran api menghanguskan satu rumah warga yang berada di Jalan Kapten Piere Tendean, Gang Batu Sahasa, RT.06, Bontang Kuala, Jumat (24/5/2024), sekitar pukul 19.17 Wita.

Salah satu warga sekitar, Arman menjelaskan, kebakaran terjadi karena adanya ledakan keras dari belakang rumah, sehingga api langsung membesar.

“Saya tidak tahu pasti penyebab awalnya seperti apa, yang saya tahu tadi sempat mendengar ledakan dari rumah tersebut,” ucapnya saat diwawancarai.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (disdamkartan) Kota Bontang, Amiluddin mengatakan, sampai sekarang belum diketahui dari mana asal mula api berasal, karena petugas mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa api sudah membesar.

“Untuk penyebabnya kami belum mengetahui pasti, dari mana asal api. Kami masih belum bisa pastikan, karena penyebabnya dari masyarakat pun masih simpang siur. Ada yang mengatakan adanya ledakan, ada juga yang bilang akibat listrik,” katanya.

Saat pemadaman api petugas membutuhkan waktu kurang lebih setengah jam, tidak ada kendala ketika pemadaman berlangsung. Hanya saja petugas mengeluhkan adanya sekumpulan warga yang kurang memberi akses kepada petugas saat melakukan pemadaman di lokasi.

“Tidak ada kendala, hanya saja warga memenuhi jalan yang membuat jalan jadi semakin sempit. Jadi petugas kurang leluasa saat pemadaman,” paparnya.

Untuk kebakaran tersebut ada dua rumah yang terdampak, bahkan yang terdampak kebakaran terbilang tidak terlalu besar, bisa dikatakan 10 persen dari sisi kanan dan kiri.

“Ada dua rumah, tapi satu rumah terbakar habis,” tambahnya.

Beruntung dalam hal ini tidak ada korban jiwa, lantaran pemilik rumah langsung pergi menyelamatkan diri.

“Tidak ada korban jiwa, hanya syok berat saja,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

75 Peserta Ikuti Uji Kompetensi Kejuruan Tata Boga

0
75 Peserta Ikuti Uji Kompetensi Kejuruan Tata Boga
Peserta mengikuti uji kompetensi tata boga, di Hotel Andika, Kota Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang melalui Dinas Ketenagakerjaan menggelar uji kompetensi kejuruan Tata Boga, di Hotel Andika, Berbas Tengah, Kecamatan Bontang Selatan, Jumat (24/5/2024).

Kepala Bidang (Kabid) Pelatihan Produktivitas dan Penetapan Tenaga Kerja (Lattas dan Penta Kerja) Disnaker Kota Bontang, Lukmanul Hakim mengatakan, untuk ujian kompetensi tata boga diikuti sebanyak empat Lembaga Pelatihan Kerja (LPK). Mulai dari LPK Cahya Berkah, LPK Sandy, LPK Humairah, dan LPK Kartika Jaya Training.

Dari keempat LPK tersebut, ada 75 peserta yang mengikuti uji kompetensi. Bahkan dalam uji kompetensi ini didatangkan langsung asesor dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

“Dari empat LPK ada satu kelompok yang berkebutuhan khusus, yaitu pelatihan bagi penyandang disabilitas. Tahun ini untuk pertama kalinya, bagi disabilitas mengikuti pelatihan,” ucapnya saat diwawancara, Jumat (24/5/2024).

Pemkot Bontang memberikan ruang khusus bagi penyandang disabilitas, bahkan untuk pemberdayaan Pemkot Bontang wajib mempekerjakan 2 persen disabilitas untuk semua pegawai yang ada. Sama halnya dengan perusahaan, dimana perusahaan wajib mempekerjakan 1 persen penyandang disabilitas di satu perusahaan dari jumlah karyawan.

“Itu semua ada undang-undangnya, kita harus setarakan mereka dengan orang pada umumnya. Hanya saja, ujiannya kemungkinan ada yang sedikit berbeda,” paparnya.

Lukman ingin semua peserta yang mengikuti uji kompetensi ini mampu dilalui dengan baik, sehingga nantinya mereka lulus dan mendapatkan sertifikat dengan layak sesuai kemampuan masing-masing, dimana mereka telah mengikuti kurang lebih 20 hari pelatihan.

“Saya tidak mau ada yang lulus asal-asalan, jika nantinya ada yang tidak lulus, pastinya mereka tidak memahami teori dan materi dengan baik. Saya pastikan yang lulus adalah yang benar-benar kompeten,” ujarnya.

Lukman berharap nantinya jika peserta yang sudah memiliki sertifikat, bisa membuka usahanya sendiri, bahkan dengan membuka usaha sendiri bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain yang membutuhkan pekerjaan.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan se-Bontang Resmi Dilantik

0
Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan se-Bontang Resmi Dilantik
Pelantikan panitia pengawas pemilu kecamatan se-Bontang. (ist)

BONTANG – Wali Kota Bontang, Basri Rase menghadiri acara Pelantikan Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kecamatan se-Kota Bontang pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota tahun 2024 di Hotel Bintang Sintuk, Jumat (24/5/24).

Basri mengucapkan selamat kepada peserta yang telah dilantik menjadi Panitia Pengawas pada Pemilihan Umum Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur dan Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2024.

“Kta semua harus menyambut secara gembira, karena ini adalah pesta rakyat. Ini bukan pesta untuk bermusuhan, atau saling menghancurkan,” jelasnya

Pemilihan umum ini merupakan pesta demokrasi yang diwajibkan sebagai negara yang berdasarkan hukum. Wali Kota mengajak seluruh masyarakat untuk menyambut pesta demokrasi ini dengan baik dan penuh sukacita.

Menurutnya, pemilihan umum Tahun 2024 ini untuk menyambut pemimpin yang nantinya menjadi nakhoda di daerah. Ia berharap, siapapun pemimpinnya harus bisa berkolaborasi serta meningkatkan pelayanan untuk kesejahteraan daerah.

Tahapan pemilu sudah dimulai, oleh karenanya, wali kota mengajak semua pihak untuk mempersiapkan dengan baik.

Pihaknya juga memerintahkan kepada lurah dan camat untuk memfasilitasi dengan baik Panwascam, dan PPK di setiap kecamatan dan kelurahan. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Jelang Iduladha, Harga Hewan Kurban Capai 45 Juta Per Ekor

0
Jelang Iduladha, Harga Hewan Kurban Capai 45 Juta Per Ekor
Salahsatu pedagang hewan kurban di Kota Taman. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Menjelang Hari Raya Iduladha 1445 H, pedagang hewan kurban mulai marak di Bontang. Mardi salahsatunya, pedagang hewan kurban yang mulai menjajakan dagangannya sejak sebulan lalu.

Mardi mengatakan, dirinya menjual hewan kurban dengan harga yang beragam, disesuaikan dengan beratnya. Seperti kambing untuk harga standar mulai Rp 3 juta, bahkan ada yang sampai Rp 8 juta. Sementara sapi mulai dari Rp 20-45 juta per ekor.

“Sekarang standar harga kambing Rp 3 juta. Sedangkan sapi Rp 3,5 juta perorang untuk mereka yang bagi 7 orang,” ucapnya saat di wawancarai, Jumat (24/5/2024).

Untuk pengambilan hewan kurban, Mardi mendatangkan langsung dari Pulau Jawa dan Sulawesi. Ia juga menyetok untuk hewan kurban sebulan sebelum hari H.

“Mendengar adanya penyakit pada hewan kurban, saya baru tahu ini. Bahkan saya mendatangkan kambing dan sapi bisa dibilang sebulan yang lalu,” jelasnya.

Mardi memastikan untuk hewan kurban yang akan dijual nantinya, sehat tanpa ada penyakit apapun. Bahkan selama ini dirinya menjual hewan kurban berjalan lancar, tanpa adanya kritikan dari para pembeli dan pelanggan.

“Alhamdulillah selama 30 tahun berjualan hewan kurban, saya tidak ada mendapatkan komplain sama sekali dari pelanggan, berarti mereka semua telah mempercayai saya,” paparnya.

Diketahui untuk menjelang Iduladha, Mardi selalu menyediakan stok kambing sebanyak 150 ekor, dan untuk sapi ada sekitar 25 ekor.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Dijamin Menang Banyak, Pemkot Dorong Pengembangan Jabatan Fungsional

0
Dijamin Menang Banyak, Pemkot Dorong Pengembangan Jabatan Fungsional
Sosialisasi jabatan fungsional. (ist)

BONTANG – Pidato Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) pada Sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat RI, Tanggal 20 Oktober 2019 menjadi tonggak awal perubahan tata kelola pemerintahan, khususnya terhadap birokrasi dan manajemen kepegawaian.

Komitmen Jokowi mencanangkan Reformasi Birokrasi mengalir jelas dalam tiap kata yang beliau ucapkan di sela pelantikannya sebagai Presiden Terpilih 2019-2024.

Tak menunggu lama, Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) lantas menterjemahkan arahan mantan Wali Kota Solo itu sebagai penyederhanaan level birokrasi pada tiap instansi pemerintahan, tak terkecuali terhadap 514 pemerintah daerah kabupaten/kota se-Indonesia.

Di lingkup Pemerintah Kota Bontang sendiri, penyederhanaan level birokrasi memangkas 191 formasi Jabatan Eselon IV dan 2 (dua) formasi Jabatan Eselon III. Para mantan pejabat Eselon IV yang terkena penyederhanaan, kemudian disetarakan sebagai Pejabat Fungsional Ahli Muda, adapun mantan Pejabat Eselon III berkedudukan sebagai Pejabat Fungsional Ahli Madya.

Sempat dihantui pesimisme karena beralih dari zona lama menuju zona baru yang penuh tanda tanya akan nasib mereka ke depan, penyandang Jabatan fungsional (jabfung) keahlian kini bisa bernafas lega. Banyaknya keunggulan sebagai pejabat fungsional perlahan menuntun mereka berjalan menuju optimisme. Ditambah lagi, sejumlah kebijakan pemerintah pusat belakangan ini turut menambah lapang kelegaan itu.

Apa saja keunggulan itu? Benarkah berkarir sebagai jabfung lebih ‘menang banyak’?

Ditemui di ruang kerjanya, Sekretaris Daerah Kota Bontang, Aji Erlynawati atau biasa disapa Iin menyebut beberapa kelebihan berkarir sebagai jabfung. Pertama, dari sisi tunjangan jabatan, Iin menyebut tunjangan jabfung (komponen penghasilan ini melekat pada pembayaran gaji) lebih tinggi dari tunjangan jabatan struktural pada kelas jabatan yang sama.

“Tunjangan jabatan struktural pejabat eselon IVA sebesar Rp 540.000,- sedangkan tunjangan fungsional jabfung ahli muda rata-rata di atas nominal tersebut,” contoh Iin pada awak media.

Dirinya juga membeberkan informasi, bahwa presiden mengeluarkan Perpres No 50 Tahun 2022 yang memuat ketentuan, bahwa penghasilan yang diterima Jabfung Keahlian/hasil penyetaraan besarannya tidak boleh mengalami penurunan dibanding penghasilan mereka sebelumnya, saat menduduki jabatan administrasi. Dengan klausul dalam Perpres tersebut, kesejahteraan Jabfung Ahli Muda dan Madya/hasil penyetaraan diperhatikan secara serius oleh pemerintah.

Keunggulan kedua, masih menurut Iin, para jabfung hasil penyetaraan juga menikmati kenaikan pangkat (kenpa) yang lebih cepat dibanding sebelumnya, saat mereka masih menduduki jabatan struktural. Asalkan Angka Kredit (AK) telah terpenuhi, naik pangkat tidak perlu menunggu 4 (empat) tahun seperti kenpa pejabat struktural.

Ditambah lagi saat ini, para jabfung hasil penyetaraan tidak perlu lagi berpusing-pusing memikirkan cara mengumpulkan Angka Kredit demi kenaikan pangkat. Terbitnya PermenpanRB Nomor 01 Tahun 2023 memfasilitasi konversi predikat kinerja dalam SKP menjadi nilai AK yang makin mempercepat jabfung dalam pengumpulan AK guna meraih kenpa masing masing.

Ditemui di tempat terpisah, Asisten Administrasi Umum, Akhmad Suharto ikut merinci keunggulan lainnya. Di luar salary dan fasilitas kenaikan pangkat yang lebih baik, Suharto menyebut bahwa Batas Usia Pensiun (BUP) jabfung keahlian juga lebih panjang dibanding pejabat struktural.

“Jabfung Ahli Madya bisa sampai 60 tahun, sama seperti BUP-nya Pejabat Eselon II,” imbuhnya sembari menerangkan bahwa Jabfung Ahli Utama bahkan bisa pensiun sampai usia 65 tahun. Dengan BUP yang lebih panjang ini, jabfung keahlian pastinya akan berlomba-lomba meraih jenjang jabatan dan kepangkatan yang lebih tinggi, karena kesempatan mengabdi yang lebih lama bagi bangsa dan negara.

Selain keunggulan BUP, Suharto juga merilis fakta bahwa para pejabat fungsional keahlian juga punya kans besar kembali menjadi pejabat struktural (Eselon III atau II). Hal sebaliknya juga berlaku bagi pejabat struktural yang menginginkan mengembangkan karirnya di ranah fungsional dengan mempedomani aturan yang berlaku.

“Tentu bisa (fungsional ke struktural dan juga sebaliknya), asalkan tersedia kesempatan/formasi dan sesuai ketentuan. Jadi fleksibel saja,” tegas Suharto.

Ditanyai seputar upaya Pemkot Bontang dalam Pembinaan Jabfung pasca penyederhanaan birokrasi, Kepala BKPSDM Kota Bontang, Sudi Priyanto membeberkan beberapa upaya, di antaranya: membuat Surat Edaran terkait pembinaan Jabfung sebanyak 2 kali, melaksanakan sosialisasi pengembangan karier jabfung pasca penyederhanaan birokrasi sebanyak 4 kali dalam 2 tahun belakangan, dan yang terakhir melaksanakan FGD terkait penilaian AK pada akhir April 2024 lalu.  Termasuk bersinergi dengan Bagian Organisasi Sekretariat Daerah yang berperan membuka formasi jabatan fungsional sesuai dengan Analisis Jabatan dan Analisis Beban Kerja di masing-masing perangkat daerah.

“Kami sangat serius membina rekan-rekan jabfung, karena mereka adalah target penguatan Birokrasi yang bertumpu pada keahlian dan profesionalisme” Imbuh Sudi sambil menjelaskan, bahwa sistem kerja pemerintahan saat ini menuntut adanya tim-tim kerja yang agile, yang lentur, yang bisa bergerak lintas bidang dengan jabfung keahlian berperan sebagai ketua tim.

Dalam sistem kerja saat ini, unsur pejabat struktural cukup memikirkan kerangka manajemennya saja, berupa pemenuhan/alokasi sumber daya untuk kelancaran bekerja tim-tim yang dipimpin oleh para pejabat fungsional keahlian itu.

Tak lupa, di bagian akhir Sudi juga menjelaskan, bahwa Para Pejabat Fungsional Keahlian di Kota Bontang seluruhnya.

“Kesemua jabfung ini menjalani peran penting sebagai pondasi utama layanan pemerintahan,” pungkasnya singkat.

Berikut adalah Data Jumlah Pejabat Fungsional Keahlian lingkup Pemkot Bontang sebagaimana Sudi maksud:

CLUSTER JABATANAHLI

PERTAMA

AHLI MUDAAHLI MADYAAHLI UTAMATOTAL
GURU1373081051551
NAKES2087523162
TEKNIS71199210291

 

berjumlah 1004 orang dengan rincian: 551 orang guru, 162 tenaga Kesehatan dan 291 orang sebagai Jabfung teknis. (adv)

Editor: Yusva Alam

Antisipasi Kriminalitas di Malam Hari, Satimpo Laksanakan Patroli Rutin

0
Antisipasi Kriminalitas di Malam Hari, Satimpo Laksanakan Patroli Rutin
Kegiatan patroli di Kelurahan Satimpo. (ist)

BONTANG – Untuk menjaga keamanan wilayah sekitar, khususnya Kelurahan Satimpo, patroli rutin dilakukan meliputi Perumahan HOP I, HOP II HOP III, PC, serta wilayah Pisangan.

Akses wilayah Perumahan PT Badak yang berada di wilayah Kelurahan Satimpo juga memiliki jam malam, sehingga aktifitas akan berkurang dan mengurangi kekhawatiran orang tidak bertanggung jawab masuk ke wilayah tersebut.

“Antara jam 11 atau 12 sudah ditutup pagar dari perumahan arah ke Pisangan, jadi aktivitas bisa lebih terkontrol,” jelas Maryono, Lurah Satimpo.

Ia juga menanggapi terkait kasus begal payudara yang kembali naik, karena masih memakan korban. Maryono mengatakan kejadian tersebut dikabarkan terjadi Minggu (19/5/24) di wilayah HOP I, dimana kantor kelurahan juga berada di sana dan cukup ramai oleh pengendara.

“Saya kira kejadian bukan masuk HOP I, karena di sini tempat yang ada aktivitas,” ujarnya.

Ia menambahkan, kejadian tersebut kemungkinan besar terjadi di jalan menuju Simon Tampubolon yang berbatasan dengan Kelurahan Kanaan. Wilayah tersebut sudah keluar dari wilayah Satimpo.

Dengan beredarnya kabar tersebut, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan tiap RT di Satimpo, untuk melakukan pengecekan CCTV di tiap wilayah. Selain itu ia juga berkomunikasi dengan satuan pengamanan HOP, serta security perusahaan.

“Walaupun kejadian tersebut terjadi di luar atau di dalam wilayah kami, kami tetap berusaha menjaga keamanan dengan patroli rutin, dan berkoordinasi dengan pihak-pihak lain,” jelasnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Kecamatan Bontang Selatan Laksanakan Lokakarya Identifikasi Kasus Penurunan Stunting

0
Kecamatan Bontang Selatan Laksanakan Lokakarya Identifikasi Kasus Penurunan Stunting
Percepatan stunting oleh Kecamatan Bontang Selatan. (ist)

BONTANG – Dalam rangka percepatan penurunan stunting, dilaksanakan mini lokakarya tentang Identifikasi Kasus Percepatan Penurunan Stunting ke II bertempat di ruang Rapat Kecamatan Bontang Selatan, Selasa (21/05/24).

Camat Bontang Selatan, Kamsal mengatakan, bahwa akan ada pertemuan rutin untuk kegiatan tersebut, guna memantau aktivitas masyarakat yang memiliki bayi untuk tetap rajin ke posyandu.

“Kami ingin masyarakat rajin ke posyandu, agar bisa membantu pertumbuhan anak, apalagi kalau ada gejala stunting kita akan pantau mereka,” ujarnya.

Ia menjelaskan kegiatan ini akan terus berlangsung, hingga 10 kali pertemuan untuk memastikan banyak hal, termasuk kendala apa yang sebenarnya ada di lapangan, sehingga hambatan-hambatan dapat segera diselesaikan.

“Kita tentu pingin anak-anak kita bebas dari stunting, agar terwujud Indonesia emas, makanya kita dukung itu,” tambahnya.

Pertemuan lintas sektor ini turut dihadiri Camat Bontang Selatan Kamsal, Kasi PM Kecamatan Bontang Selatan Susanti, Perwakilan Dinas Pemberdayaan Perempuan,  Perlindungan Anak dan KB, Kasi PM Kelurahan Berbas Pantai, Kasi PM Kelurahan Tanjung Laut Indah, Puskesmas BS I,  Puskesmas BS II PKB Bontang Selatan dan Koordinator TPK Berbas Pantai dan Tanjung Laut Indah. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Lomba Balita Sehat Indonesia, Camat Bontang Selatan Ingin Orang Tua Perhatikan Nutrisi Anak

0
Lomba Balita Sehat Indonesia, Camat Bontang Selatan Ingin Orang Tua Perhatikan Nutrisi Anak
Kegiatan LBSI Bontang Selatan. (ist)

BONTANG – Dalam rangka mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas, Kecamatan Bontang Selatan melalui Seksi Pemberdayaan Masyarakat bersama Pokja 4 TP. PKK Bontang Selatan menggelar Lomba Balita Sehat Indonesia (LBSI) bertempat di BPU Kecamatan Bontang Selatan, Rabu (22/05/20).

Dalam penilaian lomba Balita Sehat tingkat Kecamatan Bontang Selatan ini diikuti 12  peserta perwakilan enam kelurahan se-Kecamatan Bontang Selatan, dengan pembagian berdasarkan dua kelompok  umur kategori 10-18 bulan dan kelompok kategori umur 26-50 bulan.

Selaku tim penilai melibatkan dari Puskesmas Bontang Selatan1, Puskesmas Bontang Selatan 2 dan Puskesmas Bontang Lestari.

Camat Bontang Selatan, Kamsal mengatakan, bahwa ia berharap dengan adanya kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi para ibu untuk memberikan yang terbaik kepada bayinya.

“Kita tahu 1000 hari pertama anak harus mendapatkan asupan nutrisi yang baik,” ujarnya.

Adapun pemenang hasil penilaian oleh tim juri dan hadiahnya diserahkan langsung oleh Camat Bontang Selatan, Kamsal, yakni:

Kategori Usia 10-18 Bulan:

-Juara 1 El Shanum (Kel Berbas Tengah)

-Juara 2 Azura (Kel Tanjung Laut)

-Juara 3 Izzah (Kel Bontang Lestari)

Kategori Usia 26-50 Bulan:

-Juara I Muhammad Rayan(Kel Tanjung Laut)

-Juara II Bilal Saputrai (Kel Tanjung Laut Indah)

-Juara III Muhammad Alwi ( Kel Bontang Lestari)

Sebagai informasi, kepada para pemenang juara 1 akan disiapkan untuk mengikuti Lomba Balita Sehat Indonesia Tingkat Kota Bontang. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Beragam Almamater Pejabat Pemkot Bontang, Berkarya untuk Bangsa dan Negara

0
Beragam Almamater Pejabat Pemkot Bontang, Berkarya untuk Bangsa dan Negara
Para pejabat Pemkot Bontang berfoto bersama. (ist)

BONTANG – Banyak orang yang memimpikan profesi sebagai ASN. Disamping bisa mendedikasikan seluruh kemampuan yang dimiliki untuk memberi layanan terbaik pada masyarakat, harapan akan penghasilan yang memadai juga membayang di depan mata. Hal yang sama berlaku di Kota Bontang.

Bekerja sebagai abdi negara di Kota berjuluk Kota Taman tentu menjadi gairah tersendiri, dan hal inilah yang menarik minat alumni banyak perguruan tinggi, baik kampus lokal (yang berada di sekitar Kota Bontang), maupun kampus lainnya (dari luar Pulau Kalimantan). Ibarat gula bagi semut, manisnya iming-iming profesi yang mapan, membuat tamatan dari berbagai almamater itu berlomba-lomba mendaftarkan diri menjadi bagian dari korps pelat merah.

Berbekal ijazah Strata 1 atau Diploma yang dimiliki, para alumnus ini kemudian berkompetisi secara sehat, adil dan berimbang dalam tes seleksi CPNS maupun ujian persamaan lainnya. Mereka yang sukses raih cita merengkuh profesi ASN ini lantas memulai tahapan baru, yakni mengembangkan karirnya masing-masing.

Lantas bagaimana keberlanjutan karir mereka setelah menjadi PNS? Apakah Kota Pengolah Gas Alam ini hanya ‘ramah’ pada alumni kampus tertentu? Atau malah keberagaman almameter yang mengisi kursi para pejabat eselon-nya?   

Dilansir dari Data SIMPEG Kota Bontang Tahun 2024, keberagaman almamater adalah jawaban atas pertanyaan tersebut. Dari total 355 jabatan yang ada, terdapat lebih dari 60 macam almamater mengisi pos-pos jabatan di seluruh eselon (II, III dan IV).

Pada Eselon II contohnya, dari 33 jabatan yang tersedia, diisi oleh 22 macam almamater civitas akademika, baik kampus yang berdomisili di dalam maupun luar Pulau Kalimantan. Hampir sama dengan Eselon II, pada Eselon III dari total 126 jabatan, ada 46 macam almamater yang menempati pos-pos jabatan yang ada.

Idem dengan Eselon II dan III, pada Eselon IV dari total 196 jabatan, terdapat 63 macam almamater yang mengisinya.  Walau demikian, para alumnus perguruan tinggi lokal, seperti: Universitas Mulawarman dan Universitas Trunajaya konsisten berada di urutan puncak persentase jumlah Pejabat Eselon Pemkot Bontang, baik pada Eselon IV, Eselon III hingga Eselon II (simak infografis di akhir artikel).

Keberagaman sebagaimana diurai di atas, tentunya menjadi kebanggaan tersendiri, karena semakin banyak almamater yang mengisi pos-pos jabatan lingkup Pemerintah Kota Bontang, maka akan semakin memperkaya khazanah keilmuan para pejabat dalam pola interaksi mereka menghadapi tantangan pekerjaan.

Di sisi lain, keberagaman almamater memungkinkan terjalinnya konektivitas yang semakin luas antar para pejabat ini dalam menyelesaikan tugas-tugas kesehariannya baik secara internal maupun pihak eksternal instansi.

Ditemui di ruang kerjanya, Sekda Kota Bontang, Aji Erlynawati tak menampik fakta tersebut. Iin membenarkan bahwa diferensiasi almamater yang sangat beragam telah lama terjadi di lingkup Pemkot Bontang.

Menanggapi ‘ke-Bhineka-an’ ini, Iin, sapaan akrab Aji Erlynawati menitipkan pesan penting:

“Keberagaman ini anugerah, pengabdian Kita sebagai PNS berbaur dengan banyak teman dari bermacam corak keilmuan. Intinya, kompetensi Kita sebagai PNS harus terus diasah dan wajib jaga sinergitas antar alumni,” Tegas Wanita Lulusan S1 Universitas Mulawarman Tahun 1990 ini, sembari merinci cara mengasah kompetensi yang Ia maksud sebagai EMPAT ASAH.

Pertama, ASAH WAWASAN dengan banyak baca referensi dan aturan yang terkait pekerjaan kita. Kedua, ASAH KETERAMPILAN dengan serius saat mengikuti pelatihan manajerial dan rajin turut serta dalam pelatihan-pelatihan Teknis. Ketiga, ASAH KEPRIBADIAN dengan menjadikan Nilai ASN Ber-AKHLAK sebagai pedoman berperilaku. Dan yang Keempat, ASAH JARINGAN dengan memperbanyak koneksi kerja.

Iin menjamin bila ke-EMPAT ASAH itu diimplementasikan dengan benar, kinerja yang baik akan cepat diraih oleh seorang PNS, tak peduli dari latar belakang kampus manapun PNS itu berasal.

Penasaran dengan data yang Iin maksud? Yuk intip 5 Besar Persentase Jumlah Pejabat Eselon II, III dan IV lingkup Pemkot Bontang:

Pejabat Eselon II (33 orang)

1.              UNMUL (6 orang: 18%)

2.              APDN/STPDN/IPDN  (4 orang: 12%)

3.              UNIJAYA (2 orang: 6%)

4.              UNHAS (2 orang: 6%)

5.              UMI Makassar (2 orang: 6%)

+   17 almamater lain (17 orang: 52%)

 

Pejabat Eselon III (126 orang)

1.              UNMUL (21 orang: 17%)

2.              UNIJAYA(18 orang: 12%)

3.              UMI Makassar (10 orang: 8%)

4.              STPDN/IPDN (10 orang: 8%)

5.              UNHAS (9 orang: 7%)

+   40 almamater lain (58 orang:  48%)

 

Pejabat Eselon IV (196 orang)

1.              UNIJAYA (70 orang: 36%)

2.              UNMUL (16 orang: 8%)

3.              STPDN/IPDN (16 orang: 8%)

4.              UNTAG Samarinda (9 orang: 5%)

5.              Universitas Terbuka (6 orang: 3%)

+   58 almamater lain (79 orang:40%)

 

Editor: Yusva Alam