Beranda blog Halaman 603

Sosialisasi PPID SP4N Lapor, Percepat Penyelesaian Masalah Instansi Dalam Pelayanan Publik

0
Sosialisasi PPID SP4N Lapor, Percepat Penyelesaian Masalah Instansi Dalam Pelayanan Publik
Kegiatan sosialisasi PPID. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Sosialisasi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) dilaksanakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bontang, Rabu (22/5/24).

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium 3 Dimensi ini menghadirkan Ketua Bidang Penelitian dan Dokumentasi Komisi Informasi Pusat, Rospita Vici Paulyn, Ketua Komisi Informasi Provinsi Kaltim, Imran Duse, Sekretaris Dinas Kominfo Kota Bontang, Andi Hasanudin Akmal.

Wali Kota Bontang melalui Kepala Diskominfo Bontang, Anwar Sadat mengatakan, penyelenggaraan sosialisasi ini terkait keterbukaan informasi publik dan sp4n lapor di lingkungan Pemerintah Kota Bontang.

Sesuai dengan amanat undang-undang no. 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik dan peraturan menteri no.3 tahun 2017 tentang pedoman pengelolaan informasi dan dokumentasi kementerian dalam negeri dan pemerintah daerah, bahwa informasi merupakan kebutuhan pokok setiap orang bagi pengembangan pribadi dan lingkungan sosialnya. Serta merupakan bagian penting bagi ketahanan nasional.

Hak memperoleh informasi merupakan hak asasi manusia, dan keterbukaan informasi publik merupakan sarana dalam mengoptimalkan pengawasan publik terhadap penyelenggaraan negara yang baik.

“Sp4n lapor ini bentuk perhatian masyarakat agar pelayanan kita untuk mereka makin baik, jadi tentu harus tersampaikan kepada yang dituju,” ujarnya.

Keterbukaan informasi publik merupakan sarana pengawasan publik terhadap penyelenggaraan negara dan badan publik lainnya, dan segala sesuatu yang berakibat pada kepentingan publik.

Untuk memberikan akses informasi publik, diperlukan adanya pengelolaan informasi publik.

“Tahun 2023 Kota Bontang berhasil memperoleh predikat kota informatif dengan nilai 97,37. Oleh karena itu, atas nama pemerintah Kota Bontang saya ucapkan selamat kepada PPID Pemkot Bontang, yang berhasil memperoleh predikat tersebut pada monev pemeringkatan PPID se-Kalimantan Timur pada tahun 2023,” katanya.

Tujuan utama dari aplikasi sp4n-lapor adalah mempercepat penyelesaian masalah di instansi pelayanan publik. Dengan aplikasi ini, pelapor dapat melaporkan masalah di lingkungan mereka dengan dijamin kerahasiaannya.

Oleh karena itu penting adanya sosialisasi bagi admin sp4n lapor, agar dapat  mengelola pengaduan secara parsial dan terkoordinir dengan baik. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Bapaslon Basri-Chusnul Berpeluang Kembali Maju Jalur Independen

0
Bapaslon Basri-Chusnul Berpeluang Kembali Maju Jalur Independen
Musyawarah penyelesaian sengketa pemilihan yang diadakan di kantor Bawaslu Bontang. (ist)

BONTANG – Bakal pasangan calon Basri Rase – Chusnul Dhihin diberikan kembali kesempatan melakukan submit data melalui Sistem Informasi Pencalonan (Silon). Hal ini berdasarkan hasil musyawarah penyelesaian sengketa pemilihan yang diadakan di kantor Bawaslu Bontang bersama KPU Bontang serta tim bakal pasangan calon (Bapaslon) Basri Rase dan Chusnul Dhihin, Rabu (22/5/24).

Hasil musyawarah tersebut menyepakati, untuk memberikan kesempatan membuka kembali akses Silon untuk mensubmit data dan jumlah dukungan dalam waktu 2x24jam, terhitung sejak akses Silon dibuka.

Pihak KPU nantinya akan melaksanakan rapat pleno, kemudian hasil rapat tersebut akan diajukan ke KPU provinsi untuk kembali diteruskan ke KPU RI, setelah dari RI menyetujui silon akan kembali dibuka dan Bapaslon dapat melakukan kembali submit data.

“KPU RI yang punya akses, jadi kita ajukan permohonan tersebut,” jelas Azis Maidy Muspa, Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU.

KPU memberikan kesempatan kepada pemohon untuk melakukan submit data dan jumlah dukungan ke dalam Silon, tidak berubah dari jumlah 16.395 dukungan sesuai data terakhir yang diterima oleh termohon dalam Silon pada tanggal 16 Mei 2024, yang selanjutnya akan dilakukan proses verifikasi administrasi hingga tgl 29 mei 2024.

Pewarta: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Ibu dan Keluarga Terjamin dengan Islam

0
Ibu dan Keluarga Terjamin dengan Islam
Dinnar Fitriani Susanti. (ist)

Oleh:

Dinnar Fitriani Susanti

Aktivis Muslimah Balikpapan

Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur memberikan bantuan usaha kepada 50 Ibu Rumah Tangga (IRT) rawan sosial ekonomi, Senin (13/5/24), di Rumah Jabatan Wali Kota Bontang.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Kaltim, Andi Muhammad Ishak mengungkap, bantuan tersebut ditujukan kepada wanita dengan kondisi ekonomi sulit.

Ekonomi Kapitalisme Membuat Ibu dan Keluarga Semakin Sulit

Berbagai upaya untuk menuntaskan kemiskinan ekstrim dilakukan. Salah satunya adalah dengan memberikan bantuan usaha oleh Dinas Sosial kepada 50 Ibu Rumah Tangga.

Dilihat dari perkembangan persentase penduduk miskin dalam 10 tahun di kota Bontang dalam tren turun, bergerak dari kemiskinan sebesar 5,1 persen menuju ke 4,11 persen.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), total penduduk pada 2023 lalu di kota ini berjumlah 187,45 ribu jiwa.

Tren penduduk miskin di Bontang mengalami penurunan, namun masih ada PR bersama untuk menuntaskan permasalahan ini ditambah kondisi ekonomi ke depan dengan berbagai kebutuhan pokok dan kebutuhan pendidikan yang terbilang naik, dikhawatirkan akan berdampak pada ekonomi ibu dan keluarga.

Ekonomi saat ini berlandaskan pada ekonomi Kapitalisme yang menjadikan pendapatan perkapita sebagai perhitungan APBN, telah menjadikan setiap individu harus produktif, termasuk para ibu. Cara pandang Kapitalisme inilah, yang akhirnya membuat para ibu jika tidak produktif menjadi beban dalam perputaran ekonomi.

Di sisi yang lain, Kapitalisme memiliki konsep kebebasan kepemilikan. Dari konsep ini maka kekayaan sumber daya alam bisa dikuasai oleh siapapun. Indonesia yang kaya akan sumber daya alam, termasuk juga dengan wilayah Bontang yang memiliki berbagai potensi sumber daya alam terkena dampak dari konsep Kepemilikan kapitalisme ini.

Sehingga perputaran kekayaan ekonomi sumber daya alam hanya pada para kapital, para Ibu dan keluarga terdampak kesulitan ekonomi dari konsep tersebut.

Untuk memberikan kesejahteraan kepada Ibu dan keluarga sangat dibutuhkan solusi yang terstruktur dan komprehensif. Jika dengan konsep dan sudut pandang Kapitalisme, maka ekonomi masih dalam kondisi yang sama. Jikalau pun terjadi penurunan angka kemiskinan, hal ini pun akan sangat rawan dan tidak kokoh. Karena kapitalisme telah nyata terlihat ketimpangan ekonominya.

Ekonomi Islam Kaffah Menjamin Kesejahteraan Ibu dan Keluarga

Dan tidak satupun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh). (QS Hud ayat 6)

Dari ayat di atas, jelas bahwa Allah menjamin rezeki bagi setiap makhluknya. Penegasan bahwa Allah menjamin adalah dengan lengkapnya aturan Islam atau Syariah Islam yang mampu menjamin kebutuhan setiap makhluk di bumi.

Islam sebagai agama yang komprehensif dan sempurna, telah mendudukkan bahwa setiap makhluk adalah wajib untuk terikat dengan Syariah Islam. Dengan keterikatan ini, Allah akan memberikan keberkahan di bumi.

Ketika Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menegakkan Islam di Madinah, Rasulullah mengatur kehidupan ekonomi dengan Syariah Islam, salah satunya dengan mempersaudarakan Muslim Muhajirin dan Anshar. Kehidupan ekonomi Islam pun berjalan dengan baik dengan landasan Syariah Islam tersebut.

Kemudian Rasullullah pun juga menegakkan konsep kepemilikan ekonomi berdasarkan tiga hal, kepemilikan individu, kepemilikan umum dan kepemilikan negara. Pengaturan konsep ini dalam rangka agar harta tidak hanya beredar pada segelintir orang saja (QS Al Hasyr ayat 7).

Konsep Kepemilikan umum dengan Syariah ini pasti mampu untuk menunaikan kebutuhan pokok jama’ah, seperti pendidikan, kesehatan, transportasi, keamanan, listrik, air dan sebagainya. Konsep Kepemilikan umum ini berasal dari Fai’, kharaj, ghanimah, jizyah, barang tambang dan harta – harta yang keadaan asalnya terlarang bagi individu tertentu untuk memilikinya. Dan jumlah kepemilikan umum seperti ini sangatlah dijumpai terbilang banyak.

Selain itu, Syariah Islam telah jelas menetapkan, bahwa jalur nafkah sebagai upaya individu untuk menunaikan ekonomi. Setiap laki-laki baligh wajib menafkahi dirinya dan keluarga yang menjadi tanggungannya. Ketika tidak ada laki-laki yang baligh, atau suami. Jalur nafkah ini berpindah kepada pihak keluarga atau wali. Jika hal ini pun tidak ada, maka Daulah Islam akan menjadi jalur nafkah melalui konsep Baitul Mall.

Dengan penegakan Syariah Islam inilah, para Ibu dan keluarga akan lebih terjamin. Para Ibu akan lebih fokus pada amanah utamanya sebagai pencetak utama dan pertama generasi.

Secara fitrah, Allah sebagai pencipta manusia, membedakan antara hak dan kewajiban laki-laki dan perempuan. Sehingga jelaslah syariah Islam secara implementasinya selama ditegakkan sejak di Madinah sampai Daulah Utsmaniyah memberikan kesejahteraan bagi para Ibu seluruh warga negaranya, muslim dan non muslim.

Begitu juga laki-laki dan perempuan semua dipandang dengan sudut pandang riayah suunil Ummah (diurusi sebagai ummat) bukan beban atau sudut pandang penghasil ekonomi.

Inilah Syariah Islam yang diturunkan oleh Allah untuk semua manusia, menjamin kesejahteraan sejati ketika aturan Syariah di terapkan oleh seluruh umat manusia.

Tersangka Penipuan Kasus Apderis Bertambah, Istri Pelaku Ditangkap Polisi di Bulungan

0
Tersangka Penipuan Kasus Apderis Bertambah, Istri Pelaku Ditangkap Polisi di Bulungan
Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Lanjutan kasus investasi bodong ayam potong Apderis bertambah satu pelaku, yakni istri dari tersangka. Hal ini terungkap setelah pihak Polres Bontang berhasil menangkap istri tersangka SR (27) di Bulungan, Kalimantan Utara, Minggu (19/5/2024) kemarin.

Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing mengatakan, SR telah ikut terlibat dalam kasus penipuan investasi bodong. Bahkan SR pun telah ditetapkan juga sebagai tersangka.

“Istrinya sudah kami amankan,” ucapnya saat konferensi pers, Rabu (22/5/2024).

Hingga saat ini Polres Bontang masih terus mendalami kasus tersebut, semua bukti dan informasi masih akan terus dikumpulkan.

Polres Bontang juga memperkirakan akan ada tersangka baru yang bakal diamankan.

“Pastinya kasus ini masih kita selidiki lebih lanjut, jika ada informasi akan kami kabari,” tambahnya.

Sebelumnya tersangka RW (27) pelaku kasus investasi bodong ayam potong Apderis berhasil ditangkap oleh Polisi di Jakarta Kamis (23/11/2023) lalu, dengan bantuan Polda Metro Jaya.

Pewarta: Dwi S

Editor: Yusva Alam

Ngobar Kopinicus, Konsep Gelas Kopi Besar dari Kedai Samping Omah Bikin Kaget Pembeli

0
Ngobar Kopinicus, Konsep Gelas Kopi Besar dari Kedai Samping Omah Bikin Kaget Pembeli
Para anggota Kopinicus saat bersilaturahmi ke Kedai Kopi Samping Omah. (ist)

BONTANG – Komunitas pecinta kopi, Kopinicus kembali melanjutkan agendanya untuk berkunjung ke kedai, warung, maupun cafe kopi yang ada di Bontang, Minggu (19/5/2024).

Agedisi yang diberi nama Ngopi Bareng (Ngobar) ini sudah memasuki edisi ke-5. Kali ini Kopinicus berkunjung dan silaturahmi ke Kopi Samping Omah di Jalan Dahlia, Kelurahan Belimbing. Kedatangan anggota Kopinicus disambut pemilik kedai, Tono.

Pria paruh baya ini menceritakan sejarah awal dirinya membangun usahanya itu. Awal mula buka lantaran suka minum kopi tubruk, dan disarankan teman untuk buka angkringan.

“Awal buka angkringan ini juga ragu-ragu, karena di Perumahan BTN PKT ini apa ada nanti yang bakal datang buat ngopi,” ujarnya.

Akhirnya setelah pertimbangan yang matang, dirinya memberanikan membuka usahanya sejak tanggal 10 April 2024 lalu.

Kenapa mengambil konsep angkringan? karena menurutnya, ia ingin konsep sederhana dan melihat peluang yang lebih bisa dijangkau. Ada kopi giling tapi tetap juga menyediakan kopi sachet, karena teman-teman masih banyak yang belum terbiasa.

“Untuk melengkapi nongkrong sambil ngopi, ada sate-satean, nasi kucing dan mie rebus,” bebernya.

“Usaha ini saya jalankan bareng istri. Saya yang buat minuman, istri saya yang buat makanannya. Alhamdulillah pelanggan yang datang ternyata suka dan cocok dengan rasa yang ada,” imbuhnya.

Ditambahkannya, konsep angkringan sedikit mengambil konsep dari Surabaya. Dimana untuk minumannya menggunakan gelas ukuran besar.

Dengan konsep itu dikatakannya, beberapa pelanggan pertama kali ada yang kaget karena gelasnya besar dan porsinya banyak.

Dari kunjungan itu, ia berharap kepada Kopincus ke depannya makin sering-sering bikin agenda nongkrong ngopi bareng.

“Apa lagi bisa datang ke tempat yang masih baru buka seperti saya ini. Jadi saya merasa disupport oleh komunitas Kopinicus ini dan mendapat sharing ilmu terkait kopi maupun bisnis,” pungkasnya.

Kontributor: Rian Suri

Editor: Yusva Alam

Miliki Sabu 257,66 Gram di Tas Belanja, Warga Guntung Diamankan Polres Bontang

0
Miliki Sabu 257,66 Gram di Tas Belanja, Warga Guntung Diamankan Polres Bontang
Konferensi pers pengungkapan kasus sabu Polres Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Sat Resnarkoba Polres Bontang berhasil mengamankan pria berinisial RAM (24) salah satu warga Guntung, Kelurahan Bontang Utara, yang memiliki sabu seberat 257,66 gram di tas belanjanya.

Tersangka diamankan di Jalan NPK Pelangi, RT.48, Kelurahan Loktuan, Kecamatan Bontang Utara, Senin (20/5/2024) kemarin, sekitar pukul 19.00 Wita.

Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing menyatakan, tersangka diamankan saat sedang duduk di atas motornya, di dalam gang. Saat dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti berupa sabu di tas belanja.

“Awalnya tersangka sempat tidak mengakui kalau barang tersebut adalah miliknya, dirinya mendapatkannya dari seseorang,” ucapnya saat konferensi pers, Rabu (22/5/2024).

Diketahui barang tersebut didapat tersangka dari sistem jejak, oleh seseorang tidak dikenal berinisial A, bahkan barang tersebut sebagian telah dijual tersangka di daerah Sidrap dan Guntung.

“Pengungkapan untuk kesekian kalinya dari hasil informasi masyarakat, bahwa memang wilayah Loktuan sering dijadikan tempat transaksi dan peredaran sabu,” ungkapnya.

Barang bukti lainnya yang telah diamankan berupa tiga lembar tisu, satu timbangan digital, satu bungkus plastik klip, satu kotak handphone Redmi Note 9, satu tas belanja, satu handphone Realme C33, serta satu unit sepeda motor Yamaha NMAX.

“Perkiraan harga sabu mencapai Rp 282 juta, hingga saat ini pun tersangka dan barang bukti telah diamankan di Mapolres Bontang untuk menjalani pemeriksaan secara lanjut,” paparnya.

Polres Bontang sangat menghimbau kepada seluruh masyarakat, jika ada yang mengetahui hal-hal yang mencurigakan di lingkungan sekitar, berharap untuk segera melaporkan.

Tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat (2) atau Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang RI nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” pungkasnya.

Pewarta: Dwi S

Editor: Yusva Alam

Pemkot Bakal Lanjutkan Pembangunan, Wali Kota: Program TMMD Wajib Didukung

0
Pemkot Bakal Lanjutkan Pembangunan, Wali Kota: Program TMMD Wajib Didukung
Ketua Tim Wasev PJO TMMD ke-120 TA 2024, Brigjen TNI Terry Tresna Purnama, mengunjungi wilayah Kodim 0908 didampingi Wali Kota Bontang, Basri Rase. (ist)

BONTANG – Program Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke-102 di Kota Bontang sudah berjalan sekira 2 pekan. Meninjau pelaksanaan TMMD di Kampung Timur, Kelurahan Kanaan, Ketua Tim Wasev PJO TMMD ke-120 TA 2024 Brigjen TNI Terry Tresna Purnama, mengunjungi wilayah Kodim 0908 Bontang, Selasa (21/5/24).

Wali Kota Bontang, Basri Rase pun menyambut baik kehadirannya. Program TMMD ini, dikatakan wali kota dalam rangka kemanunggalan TNI bersama rakyat. Sehingga kegiatan ini wajib didukung.

“Disampaikan jenderal juga ketika kegiatan pembangunan dilaksanakan oleh TNI, pekerjaan itu selalu tuntas. Bahkan tempat-tempat yang sedikit sulit, pasti akan selesai,” jelas Basri

Progres TMMD kini sudah mencapai 50 persen. Ke depannya, Pemkot Bontang akan melanjutkan pembangunan yang telah diawali oleh TMMD di Kampung Timur.

Sementara itu, dikatakan Ketua Tim Wasev PJO TMMD ke-120, Brigjen TNI Terry Tresna, TMMD itu namanya operasi bakti, makanya harus selesai pada 6 Juni 2024, atau selama 30 hari.

“Kalau tidak selesai, berarti Pak Dandim gagal. Jangan berutang ke Pak Wali Kota, karena Pak Dandim sebagai Ketua Satgas TMMD di Bontang,” tegasnya

Sebelumnya diberitakan TMMD di Kampung Timur membangun akses jalan sepanjang 650 meter dengan lebar 9 meter, juga drainase, agar ketika hujan tidak terdampak banjir, dan ada juga rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), serta pembangunan sumur bor dan sasaran non fisik seperti posbindu, stunting, bela negara. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Rakor Bulanan PKK Kecamatan Bontang Utara, Bahas Stunting sampai Lomba

0
Rakor Bulanan PKK Kecamatan Bontang Utara, Bahas Stunting sampai Lomba
Kecamatan Bontang Utara melaksanakan rakor rutin, di Aula Kecamatan Bontang Utara. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Kecamatan Bontang Utara menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) rutin yang dilaksanakan setiap bulannya. Rakor dihadiri anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di lingkungan Bontang Utara, yang berlangsung di Gedung Aula Kecamatan Bontang Utara, Selasa (21/5/2024).

Kepala Seksi (Kasi) Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Bontang Utara, Vike Setiawan menyampaikan, rakor bulanan PKK tingkat Kecamatan Bontang Utara ini untuk membahas seluruh kegiatan yang ada. Mulai dari stunting, penguatan data di tingkat Rukun Tetangga (RT) melalui dasawisma, bahkan lomba yang akan diadakan nantinya.

“Di rakor ini kami membahas semuanya, bahkan kami bahas hasil survei kesehatan Indonesia memang ada peningkatan untuk stunting di Kota Bontang. Maka dari itu kita bergerak di kecamatan untuk memotivasi kader, memantau, dan memberi edukasi saat kegiatan di posyandu,” ucapnya.

Perlu diketahui untuk mengurangi stunting, yang paling terpenting adalah pola asuh dari orang tua, bagaimana orang tua memberikan pola makanan pada anak. Jika orang tua lalai dalam memberikan makan anak, pastinya akan sangat berpengaruh bagi pertumbuhan. Selain pola asuh, ada juga kandungan gizi makanan dan serta faktor lingkungan.

“Terpenting dalam menurunkan stunting adalah pola asuh, orang tua harus memberikan makanan yang bergizi dan seimbang. Apalagi anak di bawah umur 2 tahun sangat beresiko stunting,” paparnya.

Vike berpesan untuk masyarakat Bontang yang memiliki anak di bawah 2 tahun wajib ke posyandu, agar bisa mengetahui bagaimana perkembangan tumbuh kembang anak. Bahkan petugas juga melakukan penguatan ke posyandu, pergerakan masyarakat tingkat RT, kelurahan, kecamatan, bahkan kota untuk bisa bergerak bersama mengatasi stunting. (dwi/adv).

Editor: Yusva Alam

Pemkot Bontang Gelar Pelatihan Tata Boga Bagi Penyandang Disabilitas

0
Pemkot Bontang Gelar Pelatihan Tata Boga Bagi Penyandang Disabilitas
Disnaker Kota Bontang gelar pelatihan tata boga bagi penyandang disabilitas. (Dwi/RadarBontang)

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) menggelar pelatihan Tata Boga (Cake Decoration) bagi penyandang disabilitas, untuk pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kota Bontang. Pelatihan berlangsung di Kampung Jawa, RT.15, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara.

Wakil Wali Kota Bontang, Najirah menyampaikan, seluruh peserta yang mengikuti pelatihan bisa lebih memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin, sehingga nantinya akan meningkatkan kemampuan SDM di Kota Bontang, untuk menekan angka pengangguran.

“Banyak sekali pelatihan yang telah di buka oleh Disnaker Kota Bontang, saya ingin selesai dari pelatihan ini mereka memiliki bekal untuk membuka usaha, bahkan memberi lapangan pekerjaan untuk orang lain,” ucapnya, Selasa (21/5/2024).

Diketahui pelatihan tata boga berlangsung sejak 16 Mei hingga 20 hari ke depan, bahkan untuk pelatihan ini nantinya akan ada ujian tertulis dan ujian praktek di akhir pelatihan. Pelatihan pun diikuti sebanyak 14 peserta penyandang disabilitas dan terbuka secara umum tanpa adanya batasan usia.

Instruktur Tata Boga, Rina Yulianti mengungkapkan, pelatihan cake decoration lebih menyasar ke penyandang disabilitas guna memberikan kesempatan untuk mereka bisa berkarya dan berinovasi, dimana mereka akan menambah wawasan di dunia tata boga.

“Kegiatan ini lebih ke penyandang disabilitas, karena kami yakin dengan keterbatasan yang mereka punya, mereka juga bisa ikut melakukan segala hal seperti orang pada umumnya,” katanya.

Rina juga menjelaskan di pelatihan tata boga bagian cake decoration ini, lebih mengajarkan peserta untuk bisa membuat kue hingga menghiasi kue yang telah jadi.

“Ada sedikit kendala saat pelatihan, seperti yang memiliki gangguan pada penglihatan. Jadi kami lebih memberikan pemahaman ke mereka, agar mereka bisa paham,” bebernya.

Rina berharap dengan adanya pelatihan seperti ini, nantinya mereka memiliki inovasi dan bekal untuk membuka usaha sendiri. Walaupun dengan keterbatasan yang ada, hal itu tidak menghalangi mereka untuk tetap bisa melakukan segala aktivitas seperti orang pada umumnya. (dwi/adv).

Editor: Yusva Alam

Laksanakan Pemusnahan Arsip Sesuai JRA, BKPSDM Konsisten Kelola Arsip dengan Baik

0
Laksanakan Pemusnahan Arsip Sesuai JRA, BKPSDM Konsisten Kelola Arsip dengan Baik
Kegiatan pemusnahan arsip oleh BKPSDM Bontang. (ist)

BONTANG – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) menggelar kegiatan pemusnahan arsip pada Selasa (21/5/24). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala BKPSDM Sudi Priyanto, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Retno Febriaryanti beserta tim pemusnahan, perwakilan Kabag Hukum Setda, perwakilan Inspektorat dan seluruh pegawai BKPSDM.

Diketahui, kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan amanat dari Perda Nomor 7 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kearsipan dan Perwali Nomor 23 Tahun 2021 tentang Pedoman Penyusutan Arsip di Lingkungan Pemkot Bontang.

Tujuan pemusnahan arsip sendiri untuk mengurangi jumlah volume arsip yang sudah tidak memiliki nilai guna, sekaligus efisiensi sehingga memudahkan pencarian arsip yang dibutuhkan.

Untuk sampai ke tahap pemusnahan BKPSDM mengawali dengan pembentukan SK Tim Penyusutan Arsip dan SK Panitia Penilai Arsip, membuat daftar arsip usul musnah, melayangkan surat permohonan persetujuan pemusnahan arsip kepada wali kota, hingga melakukan uji petik.

Dalam sambutannya, Kepala BKPSDM Sudi Priyanto membeberkan, bahwa kegiatan tersebut merupakan bukti dari adanya pengolahan arsip di BKPSDM yang dilaksanakan secara periodik berkelanjutan.

“Dalam 3 tahun terakhir BKPSDM telah melaksanakan pemusnahan arsip sebanyak 4 kali. Proses penciptaan, pemeliharaan dan penyusutan ini merupakan bagian tak terpisahkan dari pengelolaan arsip,” kata Sudi dalam sambutannya.

Sudi menambahkan, bahwa tertib arsip menjadi kebutuhan sehari-hari agar suatu hari ketika kita memerlukannya akan mudah menemukannya.

“Saya berharap proses pengelolaan arsip di BKPSDM dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan Jadwal Retensi Arsip (JRA),” imbuhnya.

Ia pun optimistis Kota Bontang dapat menjadi yang terbaik dalam pengelolaan arsip.
Sementara itu, Kadis Perpustakaan dan Kearsipan, Retno Febriaryanti mengungkapkan 40% penilaian indeks kearsipan disumbang dari OPD.

“Jadi jika OPD pengelolaan arsipnya bagus tentunya sangat mendorong Pemkot Bontang untuk memperoleh nilai Indeks Kearsipan yang baik juga,” ungkap Retno.

Ia berharap BKPSDM dapat mempertahankan pengelolaan arsipnya dengan baik, sehingga dapat menjadi contoh bagi OPD lain.

Sebagai informasi, dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan ceremony pemusnahan arsip dengan metode cacah yang dilakukan oleh Kepala BKPSDM Sudi Priyanto, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Retno Febriaryanti, perwakilan Kabag Hukum Setda, dan perwakilan Inspektorat.

Adapun dalam kegiatan pemusnahan tersebut terdapat 309 arsip yang akan dimusnahkan. Terdiri dari jenis arsip absen tahun 2018, e-performance tahun 2018, pensiun APS, BUP, meninggal dan mutasi tahun 2015 sampai dengan tahun 2022. (adv)

Editor: Yusva Alam