Beranda blog Halaman 615

Tumbuhkan Kepercayaan Diri Siswa, OIKN Dorong Guru Kembangkan Growth Mindset

0
Ratusan guru yang ikut pelatihan tengah fokus dengarkan pemaparan materi oleh direktur pelayanan dasar OIKN. (Prasetyo/MKN)

NUSANTARA — Direktur Pelayanan Dasar Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Suwito, mendorong para pendidik di wilayah IKN untuk menanamkan growth mindset dalam proses belajar mengajar. Hal ini disampaikan dalam Pelatihan Growth Mindset yang berlangsung di Multifunction Hall Kemenko 3 IKN, Senin (6/10/2025).

Di hadapan lebih dari 250 guru dari berbagai jenjang pendidikan di wilayah delineasi IKN, Suwito menekankan pentingnya menumbuhkan kepercayaan diri siswa sejak dini. Menurutnya, pola pikir berkembang bukan hanya membentuk karakter anak, tetapi juga menyiapkan generasi yang siap memimpin di masa depan.

“Yang paling utama, jangan pernah takut untuk meningkatkan rasa percaya diri murid. Siapa tahu, kelak salah satu dari mereka akan menjadi pemimpin di IKN ini,” ujar Suwito disambut antusias para peserta.

Suwito menegaskan bahwa guru memiliki peran penting sebagai fasilitator yang membangun semangat dan kepercayaan diri siswa melalui pendekatan positif. Dengan growth mindset, peserta didik diyakini mampu menghadapi tantangan dan terus berkembang tanpa takut gagal.

Salah satu peserta pelatihan, Laili Kurniawati, guru TK Ashidiqi, mengaku mendapatkan banyak inspirasi dari kegiatan tersebut. Ia menilai pelatihan ini membuka cara pandang baru tentang bagaimana guru seharusnya memotivasi siswa tanpa terburu menilai kemampuan mereka.

“Kadang kita melihat murid yang tampak tidak punya potensi apa-apa. Tapi ternyata, bisa jadi mereka menyimpan kemampuan luar biasa, hanya saja kurang percaya diri. Tugas guru adalah menggali dan menumbuhkan potensi itu,” ungkapnya kepada wartawan.

Para peserta berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut agar wawasan dan metode pengajaran guru semakin berkembang. Selain sesi materi di ruangan, peserta juga mengikuti kegiatan penanaman bibit pohon di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN sebagai simbol kontribusi nyata dunia pendidikan terhadap lingkungan dan masa depan Ibu Kota baru.

Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya OIKN membangun ekosistem pendidikan yang adaptif dan berorientasi pada pengembangan karakter di wilayah Ibu Kota Nusantara.

Pewarta: Prastyo
Editor: Agus S

Bukan Sekadar Film: 56 Karya Pelajar Bangun Tembok Kewaspadaan Nasional di Kutim

0
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi menyerahkan hadiah ke Juara 1 Videografi Kewaspadaan 2025. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Di tengah derasnya arus digitalisasi dan meningkatnya ancaman disintegrasi, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kutai Timur (Kutim) menemukan cara efektif untuk mendekati generasi Z. Bukan melalui ceramah formal, melainkan lewat Lomba Videografi Kewaspadaan 2025, yang berhasil menarik partisipasi 56 kelompok pelajar dari berbagai SMA dan SMP se-Kutim.

Ajang ini membuktikan, bahwa kreativitas sinema remaja dapat menjadi tameng paling ampuh melawan ancaman nyata seperti narkoba, radikalisme, dan kejahatan siber.

Kepala Kesbangpol Kutim, Tejo Yuwono, menyebut lomba ini sebagai terobosan strategis untuk membangun kesadaran kewaspadaan nasional sejak dini. Ia menekankan bahwa pelajar didorong menjadi aktor utama, bukan sekadar objek sosialisasi.

“Kami tidak ingin anak muda hanya menjadi penonton. Mereka harus jadi pelaku utama dalam membangun kesadaran. Dengan membuat video, mereka dipaksa untuk berpikir, meneliti, dan memahami ancaman nyata di sekitar mereka,” tegas Tejo, Senin (6/10/2025).

Menurutnya, edukasi melalui karya jauh lebih efektif. “Kewaspadaan tidak bisa dipaksakan dengan perintah. Ia harus tumbuh dari kesadaran. Dan lewat karya seperti ini, kami melihat itu mulai tumbuh,” tambahnya.

Penganugerahan para pemenang turut dihadiri oleh Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi. Ia secara langsung menyerahkan penghargaan dan memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas karya yang disajikan.

“Lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sarana edukasi dan media kreatif bagi generasi muda kita dalam menumbuhkan kesadaran kewaspadaan nasional,” ujar Mahyunadi dalam sambutannya.

Mahyunadi menilai, di tengah kemudahan teknologi, kegiatan ini penting untuk menyeimbangkan antara manfaat dan potensi ancamannya. Ia mengaku kagum dengan kedalaman pesan moral yang diangkat oleh pelajar.

“Karya mereka kreatif, edukatif, dan penuh pesan moral. Saya tidak menyangka anak-anak Kutai Timur dapat berkreasi dengan ide dan visualisasi yang begitu kuat,” ungkapnya.

Menutup sambutannya, Mahyunadi menegaskan pentingnya keberlanjutan program ini. “Arahan saya kepada dinas terkait, agar kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda rutin tahunan, sehingga semangat berkarya dan kepedulian sosial terus tumbuh di kalangan pelajar,” tandasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Lampaui Target Lama, Disnakertrans Pasang Angka 70 Persen Serap Pekerja di Kutim

0
Kepala Disnakertrans Kutim, Roma Malau. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Pemerintah Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), memasang target serapan tenaga kerja yang signifikan lebih tinggi pada pelaksanaan job fair kedua mendatang.

Kepala Disnakertrans Kutim, Roma Malau, menargetkan serapan sebesar 70 persen, melampaui capaian 65 persen pada bursa kerja sebelumnya.

Target ambisius ini akan diupayakan bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kutim. Malau menyatakan optimistis, bahwa angka tersebut dapat dicapai berkat kesiapan yang lebih matang dan koordinasi yang erat dengan berbagai perusahaan di Kutim.

“Pada job fair pertama kami mencapai serapan 65 persen. Karena itu, dengan persiapan yang lebih matang dan koordinasi yang baik dengan perusahaan, target serapan 70 persen sangat memungkinkan. Itu harapan saya,” ujar Kepala Disnakertrans Kutim, Roma Malau, Senin (5/10/2025).

Malau menegaskan, bahwa peluang kerja di Kutim tidak lagi didominasi oleh sektor tambang dan perkebunan semata. Pemerintah daerah kini secara aktif mendorong penciptaan lapangan kerja di sektor jasa dan UMKM.

Ia mencontohkan, bahwa usaha laundry dan berbagai layanan jasa lainnya, terbukti memiliki kapasitas tinggi untuk menyerap banyak tenaga kerja lokal. Sektor-sektor ini akan menjadi perhatian utama dalam program penempatan kerja di masa depan.

Selain fokus pada penyerapan, Roma Malau juga menyoroti komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada para pekerja.

Pemerintah daerah berupaya keras memberikan fasilitas perlindungan seperti BPJS Ketenagakerjaan dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

Roma Malau mengungkapkan, bahwa pihaknya tengah menanti kerja sama lanjutan dengan BPJS untuk memaksimalkan perlindungan tersebut.

“Pemerintah hadir agar masyarakat merasa nyaman dan terlindungi saat bekerja,” tegasnya.

Ia memastikan, perluasan perlindungan JKP juga mencakup pekerja di sektor jasa dan UMKM.

“Sektor jasa juga kami masukkan dalam program BPJS Ketenagakerjaan, agar para pekerjanya terlindungi JKP-nya. Dengan begitu, masyarakat bisa bekerja dengan lebih tenang,” tutupnya.

Melalui sinergi antara bursa kerja dan jaminan sosial, diharapkan pekerja di Kutim tidak hanya memperoleh pekerjaan, tetapi juga rasa aman dan terlindungi selama menjalankan profesinya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Kutim Tak Terima DBH Dipangkas: Produksi Batu Bara Naik, Hak Daerah Malah Dikebiri

0
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi saat diwawancara awak media. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Pemerintah Kutai Timur (Kutim) bereaksi keras atas kebijakan pemerintah pusat yang memangkas Dana Bagi Hasil (DBH) hingga 50 persen pada tahun anggaran 2026.

Kebijakan itu dinilai tidak masuk akal, sebab produksi batu bara Kutim justru terus meningkat dalam dua tahun terakhir.

Pemkab Kutim menyebut, pemotongan DBH tanpa alasan jelas merupakan bentuk ketidakadilan fiskal terhadap daerah penghasil sumber daya alam.

“Tidak ada alasan bagi pusat untuk memotong. Kalau sifatnya pinjaman, maka harus dikembalikan. Itu jelas diatur undang-undang. Kami akan berlindung di bawah itu,” tegas Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, Senin (6/10/2025).

Data internal Pemkab menunjukkan, tren positif pada sektor batu bara salah satu penyumbang terbesar bagi pendapatan nasional.

Namun alokasi DBH yang semestinya meningkat sesuai porsi hasil produksi, justru dipangkas hingga separuh, membuat proyeksi APBD Kutim 2026 anjlok drastis.

Kondisi ini dinilai berpotensi menghambat pembangunan di berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, pendidikan, hingga pelayanan publik.

Padahal, Kutim termasuk daerah yang selama ini memberikan kontribusi signifikan bagi penerimaan negara melalui pajak dan royalti sektor pertambangan.

“Kita daerah penghasil. Logikanya, ketika produksi batu bara naik, bagi hasil juga naik. Tapi yang terjadi justru sebaliknya hak daerah malah dikebiri,” tambahnya.

Menanggapi kondisi ini, Pemkab Kutim tengah menyiapkan kajian hukum dan keuangan daerah untuk menelusuri dasar perhitungan DBH oleh pemerintah pusat.
Langkah hukum termasuk kemungkinan gugatan konstitusional tak tertutup, jika ditemukan kejanggalan atau pelanggaran terhadap ketentuan undang-undang.

“Kami tidak sedang melawan, tapi membela hak daerah. Kalau hasilnya menunjukkan ketidakadilan, maka jalur hukum adalah pilihan yang sah,” tegas mantan Ketua DPRD itu.

Pemkab Kutim juga mendesak pemerintah pusat untuk membuka data dan mekanisme perhitungan DBH secara transparan.

Selama ini, formula pembagian dinilai tertutup dan tidak mencerminkan kontribusi riil daerah penghasil terhadap pendapatan nasional.

Bagi Pemkab Kutim, perjuangan ini bukan semata soal angka di APBD, melainkan soal keadilan dan kedaulatan daerah dalam mengelola sumber daya alamnya sendiri.

“Kami hanya menuntut hak yang semestinya. Jangan sampai daerah penghasil seperti Kutim terus menjadi korban kebijakan sepihak,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Desakan Ekonomi, Oknum TKD Nekat Lakukan Pungli ke Pedagang Baru Citra Mas Loktuan

0
Ilustrasi. (Istimewa)

BONTANG – Desakan kebutuhan hidup, mendorong seorang Tenaga Kerja Daerah (TKD) nekat melakukan pungutan liar (pungli) terhadap sejumlah pedagang baru di Pasar Taman Citra Mas, Kelurahan Loktuan.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Loktuan, Aiptu Bambang Sumantri, mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan, pelaku yang diketahui berinisial H mengaku menggunakan uang hasil pungli, untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga serta biaya sekolah anaknya.

“Ia melakukan hal itu atas inisiatif sendiri, tidak ada yang menyuruh. Alasannya karena desakan ekonomi,” ujarnya, Senin (6/10/2025).

Modusnya, H memanfaatkan kondisi tiga pedagang baru, dua penjual kue dan satu penjual soto yang belum memahami skema resmi sewa lapak di pasar tersebut. Mereka diketahui masih menumpang di lapak pedagang lain saat peristiwa itu terjadi.

Dengan dalih membantu pengurusan tempat berjualan, H meminta sejumlah uang kepada para pedagang. Berdasarkan laporan, nilai pungutan bervariasi mulai dari Rp2,5 juta hingga Rp8,5 juta.

Kasus ini terungkap setelah Kepala UPT Pasar Taman Citra Mas, Nurfaidah, menerima laporan langsung dari para korban yang merasa dirugikan. Dari keterangan para pedagang, H sempat menjanjikan akan mengurus lapak baru mereka sebagai jalur resmi pengelola pasar.

Meski demikian, hingga kini kasus tersebut belum dilaporkan ke pihak berwajib. Para korban memilih memberikan kesempatan kepada H untuk mengembalikan uang hasil pungutan itu.

“Dalam mediasi kemarin, korban memberikan waktu sampai 2 November 2025 untuk mengembalikan uangnya,” terangnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Pengamat Kebijakan: Pasar Murah Belum Sentuh Akar Masalah Harga Beras di Bontang

0
Pengamat kebijakan Universitas Mulawarman, Saipul Bachtiar. (istimewa)

BONTANG – Kenaikan harga beras di Kota Bontang yang kini menembus Rp17 ribu per kilogram, dinilai belum bisa diatasi hanya dengan kebijakan pasar murah. Menurut pengamat kebijakan Universitas Mulawarman, Saipul Bachtiar langkah tersebut bersifat sementara dan tidak menyentuh akar persoalan sesungguhnya.

Pengamat kebijakan menilai pasar murah yang digelar pemerintah kota memang bisa membantu masyarakat dalam jangka pendek, tetapi belum menjadi solusi untuk menekan harga beras secara berkelanjutan.

“Pasar murah itu ibarat memadamkan api, tapi tidak pada sumber kebakarannya. Hanya menyiram bagian luarnya saja, padam sebentar, nanti muncul lagi,” ujarnya saat dihubungi, Senin (6/10/2025).

Ia menjelaskan, permasalahan utama ada pada struktur pasokan beras di Kota Bontang yang bergantung pada daerah lain. Sebagai wilayah tanpa lahan pertanian luas, Bontang memang tidak bisa mencapai swasembada pangan, termasuk untuk kebutuhan beras.

“Selama masih impor beras dari luar, wajar kalau harga beras di Bontang tidak bisa dikendalikan sepenuhnya,” katanya.

Menurutnya, pemerintah kota perlu melakukan evaluasi serius terhadap kebijakan stabilisasi harga, bukan hanya melalui operasi pasar, tetapi juga lewat penguatan stok pangan daerah. “Kalau berani menentukan harga, ya harus siap punya stok sendiri. Tidak bisa hanya mengandalkan operasi pasar,” tegasnya.

Terkait rencana Pemerintah Kota Bontang membangun gudang Bulog pada tahun depan, pengamat menilai langkah itu bisa menjadi awal yang baik, asalkan disertai strategi yang jelas dalam pengadaan dan distribusi beras.

“Ya, kita lihat nanti setelah sudah mulai digunakan. Apakah benar bisa menekan harga atau hanya jadi tempat penyimpanan saja,” pungkasnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Perkuat Liputan, Media Kaltim Buka Kantor Resmi di Ibu Kota Nusantara

0
Tim Media Kaltim usai syukuran peresmian kantor biro IKN. (foto: Riski/Media Kaltim)

Pasca gelaran Media Kaltim Nusantara Fun Run 2025 pada 4 Mei lalu, kami resmi menempatkan Biro IKN. Sejak saat itu, Media Kaltim semakin intens memberitakan perkembangan di Ibu Kota Nusantara (IKN), mulai dari dinamika pembangunan di Sepaku hingga aktivitas di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).

Untuk memperkuat basis liputan, saya menunjuk Riski Maulana Perwira Atmaja sebagai Kepala Biro IKN dan Bayu Prasetyo sebagai wartawan yang bertugas sehari-hari. Keduanya diharapkan menjadi ujung tombak dalam menghadirkan informasi cepat dan akurat dari lapangan.

Suasana ruang kerja Biro Media Kaltim di Gedung Oval Gallery – Plaza Seremoni, KIPP IKN.
(foto: Riski/Media Kaltim)

Kerja sama yang terus dijalin dengan OIKN akhirnya membuahkan hasil. Media Kaltim mendapatkan satu ruangan khusus sebagai kantor biro, berbagi area dengan Antara News dan berjarak 2 ruangan dari kantor TVRI Nusantara. Lokasi ini tentu sangat strategis karena menempatkan Media Kaltim di jantung aktivitas informasi IKN.

Sebagai ungkapan syukur, Minggu (5/10) hari ini, kami menggelar acara sederhana di kantor baru tersebut, lalu melanjutkannya dengan makan bersama di Kampung Kecil, sebuah rumah makan yang berdiri persis berseberangan dengan Hotel Qubika.

Kantor Media Kaltim ini berada di lantai 2 Gedung Oval Gallery – Plaza Seremoni pusat kegiatan KIPP IKN. Posisinya persis di seberang Istana Negara IKN. Gedung ini dikenal publik karena kerap menjadi lokasi acara resmi, termasuk event Nusantara Food Festival 2025 bertajuk Festival Cokelat. Dengan arsitektur oval yang dinamis dan posisi strategis di Plaza Seremoni, gedung ini menjadi salah satu ikon kegiatan publik di kawasan inti pemerintahan.

Suasana ruang kerja kami sederhana namun fungsional. Meja utama menghadap jendela besar dari lantai hingga langit-langit, membuat ruangan terasa terang. Di dinding terpasang foto Presiden dan Wakil Presiden, lengkap dengan lambang Garuda. Bendera Merah Putih berdiri di sudut ruangan. Dua banner Media Kaltim juga menghiasi ruangan: satu berisi daftar jaringan media, satu lagi kampanye pembaca e-paper setiap hari.

Area ruang tamu kecil dilengkapi sofa hijau dan kursi hitam modern, cukup untuk menerima tamu atau berdiskusi singkat. Suasananya formal tetapi tetap nyaman untuk aktivitas kerja sehari-hari.

Kehadiran kantor ini bukan sekadar ruang kerja. Biro di IKN adalah bentuk komitmen Media Kaltim untuk terus meliput dan menyajikan perkembangan pembangunan Nusantara secara akurat, independen, dan konsisten. Dari sini, kami memastikan publik Kaltim dan Indonesia mendapatkan kabar terbaru langsung dari pusat pemerintahan yang baru. (*)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

Basuki dan Tekad Membangun IKN Hingga Tuntas

0
Suasana akrab saat Basuki Hadimuljono melihat detail cover edisi khusus Media Kaltim. (Foto: Riski/MKN)

Bertemu langsung dengan Kepala OIKN Basuki Hadimuljono di Swissotel Nusantara Anniversary Run 2025, Minggu (5/1), menjadi momen yang tak saya sia-siakan.

Selama ini jadwalnya selalu padat. Tapi kali ini saya bisa menemuinya di sela acara. Langsung saya serahkan cover Media Kaltim bergambar dirinya dengan tajuk “IKN Maju Terus.” Basuki tersenyum, menatap lekat, lalu berkomentar singkat, “Wah, bagus sekali.”

Saya menyerahkan cover edisi khusus kepada Kepala OIKN Basuki Hadimuljono. (Foto: Riski/MKN)

Cover itu menampilkan sosok Basuki mengenakan helm putih bertuliskan Nusantara, rompi lapangan, dan kacamata hitam, dengan latar kawasan pembangunan IKN.

Slogan “IKN Maju Terus” menjadi pesan bahwa proyek ibu kota negara baru ini harus berjalan tanpa keraguan. Dari ekspresi Basuki saat menerima cover tersebut, tampak jelas ada kebanggaan sekaligus tekad yang tidak pernah padam.

Sambil memegang cover, ia sempat berbagi cerita. Dukungan Menteri Keuangan, katanya, sangat membantu menjaga ritme pembangunan. Fokus utama kini adalah percepatan penyelesaian Gedung Wakil Presiden (Wapres) yang ditargetkan rampung November tahun ini. “Tahun depan sudah bisa ditempati,” ucapnya. Jika sudah difungsikan, ia percaya arus perpindahan akan semakin nyata dan kehadiran investor akan lebih deras.

Basuki menegaskan, pembangunan IKN tidak hanya bertumpu pada APBN. Infrastruktur dasar tetap menjadi beban negara, tapi untuk proyek-proyek bernilai komersial pemerintah mengandalkan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) serta investasi asing langsung (FDI). “Intinya jangan sampai beban negara terlalu berat,” katanya. Dari data pemerintah, hingga September 2025, realisasi investasi non-APBN telah mencapai sekitar Rp65,3 triliun dari puluhan investor dan mitra kerja sama.

Basuki Hadimuljono berfoto bersama tim Media Kaltim. (Foto: Riski/MKN)

Kepastian hukum juga menjadi perhatian utama. Basuki menekankan, Perpres 79/2025 adalah payung penting yang menegaskan status IKN sebagai ibu kota politik sekaligus memberi kepastian kepada investor bahwa proyek ini akan terus berjalan. Regulasi ini memastikan arah pembangunan tidak bergeser meski terjadi pergantian kebijakan, sehingga risiko investasi bisa ditekan dan minat swasta maupun asing tetap terjaga.

Tak heran jika dalam RAPBN 2026, alokasi anggaran untuk OIKN tetap dicantumkan sebesar Rp6,26 triliun. Meski nilainya menurun dibanding tahun-tahun awal, keberadaannya di APBN menjadi bukti bahwa pemerintah pusat konsisten mendukung IKN.

Dari pertemuan singkat itu, saya menangkap satu hal: Basuki membangun IKN bukan dengan retorika panjang, melainkan dengan kerja nyata. Semangat membangun ibu kota negara baru tampak jelas dari keteguhan sikapnya. Konsistensi, energi yang tidak surut, dan keyakinan kuat bahwa Indonesia mampu melangkah maju bersama. Pesan di cover pun selaras dengan sikapnya: IKN memang harus maju terus.

Oleh Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

 

Porwada III, 260 Wartawan Berebut Medali di Bontang

0

BONTANG – Sebanyak 260 wartawan dari sembilan daerah se-Kaltim dipastikan meramaikan Pupuk Kaltim Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) III di Bontang, 17–19 Oktober 2025. Ajang bergengsi ini bakal jadi arena adu gengsi sekaligus sarana silaturahmi insan pers di Bumi Etam.

Ketua Organizing Committee Porwada III, Adiel Kundhara, menyebut sembilan kontingen daerah yang ikut serta meliputi Balikpapan, Samarinda, Kutai Kartanegara (Kukar), Kutai Timur (Kutim), Kutai Barat (Kubar), Penajam Paser Utara (PPU), Paser, Berau, serta tuan rumah Bontang.

“Porwada kali ini mempertandingkan sembilan cabang olahraga, yaitu futsal, bulu tangkis, tenis meja, atletik, catur, domino, e-sport, biliar, dan jurnalistik,” jelas Adiel.

Dari data panitia, Samarinda menjadi kontingen terbesar dengan 52 peserta, disusul tuan rumah Bontang dengan 47 wartawan. Kukar mengirim 36 atlet, Berau 35, Kutim 29, PPU 26, sementara Kubar dan Paser masing-masing hanya delapan peserta. “Ada beberapa peserta yang turun di lebih dari satu cabang olahraga,” tambahnya.

Adiel menegaskan, kesiapan panitia saat ini telah mencapai 97 persen. Seluruh desain acara pembukaan hingga penutupan telah disusun. Panitia juga menyiapkan 55 medali emas, 55 perak, dan 68 perunggu. “Kontingen dengan raihan medali emas terbanyak akan membawa pulang piala bergilir,” ujarnya.

Selain menjadi ajang kompetisi, Porwada III diharapkan menjadi ruang memperkuat soliditas antarwartawan se-Kaltim. Tak hanya itu, ajang ini juga dijadikan sarana seleksi atlet wartawan untuk mewakili provinsi pada Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas).

Porwada III mendapat dukungan penuh dari PT Pupuk Kaltim selaku sponsor utama. Ketua PWI Bontang, Suriadi Said, memastikan pihaknya siap menyambut rekan-rekan wartawan dari berbagai daerah.

“Persiapan kami sudah matang. Kami ingin menjadi tuan rumah yang baik dan memberikan kesan positif bagi semua peserta,” pungkasnya.

Pewarta: Dwi S
Editor: Agus S

Dukung Koperasi Berdaya, Pemkot Siap Sinergi dan Bantu Beragam Kegiatan

0
Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-78 tingkat Kota Bontang, Minggu (5/10/2025) di Stadion Bessai Berinta. (ist)

BONTANG — Pemkot Bontang siap bersinergi dan mendukung koperasi pada beragam kegiatan yang diadakan di masa mendatang. Hal ini agar menjadikan koperasi semakin berdaya. Hal itu diungkapkan Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Bontang, Ahmad Suharto, yang hadir mewakili Wali Kota Bontang saat hadir di kegiatan jalan santai memperingati Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-78 tingkat Kota Bontang, Minggu (5/10/2025) di Stadion Bessai Berinta.

Dalam sambutannya, Ahmad Suharto menegaskan bahwa pemerintah menyadari pentingnya sinergi antara gerakan koperasi dan pemerintah dalam memperkuat peran koperasi di era ekonomi modern.
“Untuk menjadikan koperasi semakin berdaya, dibutuhkan sinergi antara gerakan koperasi dan pemerintah. Untuk itu, Pemerintah Kota Bontang siap memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan koperasi di masa mendatang,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menumbuhkan kembali semangat gotong royong sebagai ruh utama koperasi.
“Jadikan semangat Hari Koperasi ini sebagai pengingat, bahwa kemajuan Bontang harus dibangun di atas pondasi kebersamaan dan gotong royong. Koperasi adalah miniatur dari nilai-nilai luhur bangsa — kerja sama, keadilan, dan solidaritas sosial — yang harus terus kita hidupkan di tengah tantangan ekonomi modern saat ini,” imbuhnya.

Pewarta: Dwi S
Editor: Yusva Alam