Beranda blog Halaman 614

Pemkot Adakan Pelatihan dan Ujian Sertifikasi Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, Tingkatkan Pengetahuan PA, KPA, dan PPKOM

0
Pemkot Adakan Pelatihan dan Ujian Sertifikasi Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, Tingkatkan Pengetahuan PA, KPA, dan PPKOM
Suasana pelatihan dan ujian sertifikasi pengadaan barang dan jasa Pemkot Bontang. (ist)

BONTANG – Dalam upaya peningkatan kapasitas dan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang pengadaan barang/jasa pemerintah, Pemkot Bontang melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) menyelenggarakan pelatihan bimbingan teknis (bimtek). Dilaksanakan selama 4 hari mulai tanggal 24 S.D. 27 April 2024 di Hotel Harris dan Labkom SMA 1 Samarinda.

Kegiatan bertujuan untuk memperkuat serta mengupgrade pengetahuan para calon/pemegang sertifikat Keahlian Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, terutama bagi Pengguna Anggaran (PA); Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), dan; Pejabat Pembuat Komitmen (PPKOM) yang belum memiliki sertifikat pengadaan barang/jasa, termasuk rekan-rekan yang bertugas di bagian Unit Layanan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Kegiatan dilaksanakan melalui metode blanded learning (dengan e-learning daring dan tatap muka/klasikal serta ujian sertifikasi). Diikuti oleh peserta sebanyak 32 orang dari berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemkot Bontang, yang tergabung bersama peserta dari instansi/ Pemda lainnya seperti Pemkab Kutai Kartanegara, Kutai Timur dan Kutai Barat.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Sudi Priyanto, menyampaikan bahwa dalam satu dekade terakhir, Indonesia telah melakukan reformasi pengadaan barang/jasa pemerintah yang dimotori oleh LKPP. Dari semula yang hanya merupakan tugas administratif dan ad-hoc beralih menjadi tugas yang strategis, dengan melibatkan pengelola pengadaan barang/jasa yang profesional dan permanen.

“Sistem pengadaan yang dulunya manual kemudian digantikan secara elektronik, sehingga memungkinkan akuntabilitas, transparansi dan pencegahan korupsi yang lebih handal, serta memunculkan partisipasi publik dalam memantau kinerja pengadaan pemerintah,” ucapnya.

Dengan terbitnya Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, telah menjawab banyak tantangan, salah satunya agar pengadaan pemerintah dapat menjadi instrumen pembangunan.

“Di sini, kebijakan pengadaan harus bisa bersifat inklusif dan tidak melulu bertujuan untuk mendapatkan value for money, yang semata-mata membeli barang/jasa dengan harga termurah, karena juga mengamanatkan agar mendorong pengembangan UMKM, penelitian, mempromosikan perdagangan, serta mendorong penggunaan produk dalam negeri termasuk mendorong pembangunan daerah dan pembangunan yang berkelanjutan,” lanjutnya.

Sebelumnya telah dilaksanakan e-learning sejak tanggal 18 hingga 28 Maret 2024, dan dilanjutkan pertemuan klasikal/ tatap muka selama 3 hari dari tanggal 24 sampai dengan 26 April 2024 bertempat di Hotel Harris Samarinda dengan materi klasikal yang disampaikan meliputi:
– Pengantar Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah (PBJP)
– Perencanaan PBJP
– Pemilihan penyedia PBJP
– Mengelola kontrak PBJP
– Mengelola PBJP secara swakelola
– Manajemen rental pasok
– Latihan Soal dan pembahasan try out setiap hari setelah penyampaian materi.

Selanjutnya pada tanggal 27 April 2024 dilaksanakan uji kompetensi/sertifikasi PBJP level 1 bertempat di Labkom SMAN 1 Samarinda.
Ujian Sertifikasi dirancang secara khusus bagi setiap ASN, agar mampu mengukur pengetahuan, keahlian, keterampilan dan sikap untuk dapat melaksanakan tugas secara profesional dengan dilandasi kepribadian dan etika dalam menyusun, mempersiapkan/merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi proses pengadaan barang/jasa pemerintah sesuai ketentuan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

“Perpres ini mengatur mengenai perubahan beberapa ketentuan dalam Perpres Nomor 16 Tahun 2018,” imbuh Sudi.

Beberapa perubahan yang diatur dalam Perpres ini antara lain dalam Pasal 65 yang mengatur mengenai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah yang wajib mengalokasikan anggaran minimal 40% untuk usaha kecil dan koperasi dari total anggaran belanja barang/jasa.

Disamping itu, perubahan juga dilakukan pada Pasal 66 yang mengatur mengenai kewajiban penggunaan produk dalam negeri yang dilakukan apabila terdapat produk dalam negeri yang memiliki penjumlahan nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) ditambah nilai Bobot Manfaat Perusahaan (BMP) paling sedikit 40% (empat puluh persen).

Beberapa pasal juga telah diubah sebagaimana diatur dalam Perpres Nomor 12 Tahun 2021 ini.

“Kami berharap rekan-rekan peserta yang mengikuti pelatihan ini dapat fokus dalam proses pembelajaran, dan menyelesaikan ujian sertifikasi dengan hasil yang baik diatas ambang batas kelulusan, dan memperoleh sertifikasi pengadaan barang/jasa pemerintah,” harapnya. (adv)

Editor: Yusva Alam

Si Jago Merah Hanguskan Rumah Warga di Kanaan, Kerugian Capai Rp 200 Juta

0
Si Jago Merah Hanguskan Rumah Warga di Kanaan, Kerugian Capai Rp 200 Juta
Kebakaran rumah warga di Kanaan, Bontang. (Dok. Disdamkartan Bontang).

BONTANG – Terjadi kebakaran di salah satu rumah warga di Kanaan, Jalan Perintis, RT.06, No.39, Kelurahan Kanaan, Kecamatan Bontang Barat, Jumat (26/4/2024), sekitar pukul 00.16 Wita.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang, Amiluddin menjelaskan, awal kejadian warga melihat kepulan asap tebal, tidak lama kemudian terdengar ledakan dari rumah.

Si jago merah menghanguskan rumah kayu dan atap seng, peralatan las bengkel, kandang ayam, hingga empat ekor ternak babi habis terbakar. Bahkan kerugian yang dialami korban pun tidak main-main, diperkirakan sebesar Rp 200 juta. Rumah yang terbakar berisikan 2 kepala keluarga, yang berjumlah 7 orang.

“Saat kebakaran penghuni rumah sedang tidur, dan terbangun setelah mendengar teriakan dari warga sekitar. Dari situ penghuni rumah langsung keluar untuk menyelamatkan diri,” ucapnya saat di konfirmasi.

Munculnya kebakaran tersebut diduga akibat adanya konsleting listrik, akan tetapi saat ini penyebab kebakaran pun masih diselidiki lebih lanjut oleh pihak yang berwajib.

“Kemungkinan ada listrik yang konslet,” paparnya.

Perlu diketahui, sudah tidak ada aktivitas kegiatan di dapur dari jam 19.00 Wita. Sebelumnya dapur sempat digunakan untuk memasak makanan ternak, di dapur khusus pengelola pakan ternak.

Kejadian ini, petugas dari Disdamkartan Bontang menurunkan sebanyak 34 personel, dan 6 armada, dan juga bantuan dari relawan. Pemadaman selesai dilakukan hingga pukul 03.00 Wita.

“Petugas memadamkan api kurang lebih 3 jam lamanya,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pemkot Bontang Laksanakan Apel Peringati Hari Otonomi Daerah Ke-28 Tahun 2024

0
Pemkot Bontang Laksanakan Apel Peringati Hari Otonomi Daerah Ke-28 Tahun 2024
Kegiatan apel dalam rangka hari otonomi daerah. (ist)

BONTANG – Dalam rangka memperingati Hari Otonomi Daerah (OTDA) ke-28 Tahun 2024, Pemkot Bontang menggelar apel di Halaman Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Kamis (25/4/24).

Wali Kota Bontang, Basri Rase sekaligus inspektur upacara, mengajak seluruh jajaran pemerintahan untuk mengambil momentum peringatan ini sebagai refleksi dan komitmen bersama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Mari peringatan ini kita jadikan momentum refleksi dan komitmen bersama untuk mengabdi dan melayani dengan lebih baik,” ujarnya.

Basri Rase yang sekaligus inspektur upacara menuturkan, tahun ini Kemendagri memfokuskan otonomi daerah berkelanjutan menuju ekonomi hijau dan lingkungan yang sehat.

Hari Otonomi Daerah tahun ini mengusung tema ‘Otonomi Daerah Berkelanjutan Menuju Ekonomi Hijau dan Lingkungan yang Sehat.’ Tema ini mencerminkan arah pembangunan daerah yang berkelanjutan, dengan pendekatan kebijakan yang memperhatikan aspek ekonomi hijau dan pelestarian lingkungan.

“Daerah yang masih rendah PAD-nya, agar melakukan terobosan untuk menggali berbagai potensi yang dapat memberikan nilai tambah, serta meningkatkan PAD,” pesan Mendagri Tito Karnavian, dalam sambutan yang dibacakan oleh Basri.

Ekonomi hijau ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan tidak bersumber dari pabrik pengolahan. Nantinya berbasis keunggulan suatu daerah dan tengah merumuskan hal ini, rencananya di bidang peternakan.

Upacara ini menjadi bukti nyata bahwa otonomi daerah bukan hanya sekadar konsep, tetapi juga sebuah komitmen bersama untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Dengan semangat yang sama, diharapkan Kota Bontang dapat terus menjadi contoh bagi daerah lain, dalam mewujudkan visi pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Ambil Formulir ke PKB, Sigit Alfian Bakal Daftar Bacalon Wali Kota

0
Ambil Formulir ke PKB, Sigit Alfian Bakal Daftar Bacalon Wali Kota
Sigit Alfian mengambil formulir bacalon di PKB. (ist)

BONTANG – Sigit Alfian mendatangi Kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Bontang untuk mengambil formulir, Kamis (25/4/24).

Ketua Harian PKB, Abdul Haris mengatakan, Sigit merupakan orang kedelapan yang mengambil formulir untuk penjaringan Bacalon Wali Kota Bontang dan Wakil Wali Kota Bontang.

Penjaringan PKB berlangsung mulai dari 20 hingga 25 April. Abdul Haris menjelaskan, pihaknya secara terbuka mengizinkan masyarakat Bontang yang ingin mencalonkan diri untuk mendaftar ke PKB. Pihaknya terbuka kepada siapapun yang akan mencalonkan diri, mau Independen ataupun dari partai.

“Saya menyambut hangat kedatangan Pak Sigit dan rombongan untuk mengambil formulir di hari terakhir,” katanya.

Sigit Alfian secara independen didukung oleh Ikapakarti Bontang untuk maju sebagai Wali Kota Bontang. Dirinya dengan optimis akan mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon (Bacalon) Wali Kota Bontang di partai tersebut.

“Saya juga menjalankan amanat dari Ikapakarti, yang mendukung saya maju menjadi bacalon wali kota,” tambahnya.

Dirinya mendaftar untuk bacalon wali kota walaupun Ketua DPC PKB, Basri Rase diusung menjadi kandidat terkuat, untuk maju menjadi Calon Wali Kota Bontang pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 mendatang.

“Sebagai orang yang demokrasi, hanya mengambil kesempatan bukan mau menyaingi beliau,” tuturnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Sosialisasi Kepemudaan: Pemkot Bontang Sediakan Wadah Berkreatifitas

0
Sosialisasi Kepemudaan: Pemkot Bontang Sediakan Wadah Berkreatifitas
Sosialisasi kegiatan kepemudaan Dispopar. (ist)

BONTANG – Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kota Bontang melaksanakan kegiatan sosialisasi kepemudaan, Kamis (25/4/24), di Aula Dispopar.

Wakil Wali Kota Bontang, Najirah mengungkapkan terima kasih kepada Dispopar, yang telah berperan aktif dalam menggerakkan kegiatan-kegiatan, yang bertujuan untuk mengembangkan potensi pemuda di Kota Bontang.

“Sosialisasi ini merupakan wadah menyalurkan inspirasi, gagasan, ide-ide positif pemuda Bontang pada pembangunan daerah, serta peran penting pemuda dalam mengisi pembangunan IKN,” jelasnya.

Pemuda merupakan aset berharga bagi bangsa dan negara. Mereka memiliki potensi, energi, dan ide-ide segar yang dapat menjadi motor penggerak bagi pembangunan.

Oleh karena itu, melalui kegiatan-kegiatan seperti ini, tidak hanya memberikan ruang bagi pemuda untuk berkembang, tetapi juga mendorong mereka untuk menjadi agen perubahan yang positif dalam masyarakat.

Kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan pada acara sosialisasi ini, yakni pemilihan pemuda pelopor dan prestasi, pemilihan Jambore Pemuda Daerah (JPD), pemilihan peserta kreativitas pemuda, serta pemilihan pertukaran pemuda antar provinsi, juga merupakan langkah konkret dalam memberikan ruang dan kesempatan bagi para pemuda untuk berkarya, berprestasi, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan Kota Bontang.
“Saya berterima kasih anak muda di Bontang bersinergi dengan Pemkot Bontang, mereka juga bagian terdepan untuk membangun bangsa dengan karya,” tambahnya.

Ia berharap, agar semua yang berperan serta dalam kegiatan ini dapat berpartisipasi optimal, sehingga kegiatan ini dapat terus dikembangkan dan membawa manfaat besar bagi pemuda, guna peningkatan perekonomian Kota Bontang dan meningkatkan kreativitas pemuda di segala sektor, dan menjadi wahana untuk mengasah kemampuan, memperluas jaringan, dan menginspirasi satu sama lain untuk terus berkontribusi dalam pembangunan Bontang. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Bawa 1,64 Gram Sabu, 2 Pemuda di Bontang Diamankan Polisi

0
Bawa 1,64 Gram Sabu, 2 Pemuda di Bontang Diamankan Polisi
Barang bukti yang diamankan di Mapolres Bontang.(ist)

BONTANG – Dua pemuda berinisial RY (25) warga Bontang Kuala dan YH (26) warga Tanjung Laut, telah diamankan Sat Resnarkoba Polres Bontang akibat membawa sabu seberat 1,64 gram, Rabu (24/4/2024) sekitar pukul 17.00 Wita.

Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing, melalui Kasat Resnarkoba, AKP Rihard Nixon Hernando Lumban mengatakan, mendapat informasi dari masyarakat jika di Jalan WR. Supratman, RT.26, Kelurahan Berbas Tengah, Kecamatan Bontang Selatan, dicurigai sering dijadikan sebagai tempat transaksi barang haram.

“Saat kami lakukan penyelidikan terdapat dua orang yang dicurigai, akhirnya kami lakukan penggeledahan badan dan ditemukan 4 poket sabu,” ucapnya.

Kedua pemuda tersebut adalah sebagai pengedar, dimana sabu yang mereka bawa akan dijual kembali.

Barang bukti yang telah diamankan berupa 4 bungkus plastik berisikan sabu seberat 1,64 gram, uang tunai Rp 200 ribu, satu celana pendek, satu unit handphone merek Vivo, satu bungkus plastik klip, dan juga satu unit handphone merek Realme.

“Kami masih memeriksa kedua tersangka dari mana mendapatkan sabu tersebut, bahkan mereka beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Bontang.

Tersangka dijerat Pasal 114 ayat (1) atau Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang RI nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” pungkasnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

PAMA dan IMM Gelar Pelatihan Digital Marketing untuk UMKM

0
PAMA dan IMM Gelar Pelatihan Digital Marketing untuk UMKM
Kegiatan pelatihan digital marketing PAMA dan IMM. (Syakurah/Mediakaltim)

BONTANG – Pelatihan Digital Marketing terkait target serta pengoptimalan pasar untuk Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal warga Desa Santan Ulu dilaksanakan PT Pamapersada Nusantara bersama dengan PT Indominco Mandiri, Kamis (25/4/24).

Kegiatan ini melibatkan sekitar 20 peserta pelaku UMKM, termasuk melibatkan pelajar sebagai generasi muda yang melek teknologi.

Yasser Pramana, Departemen Head Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pamapersada mengungkapkan, bahwa kegiatan ini adalah komitmen bersama PT Indominco Mandiri untuk melaksanakan program CSR.

“Khususnya hari ini kegiatan dipilar ekonomi masyarakat, yang termasuk dalam program kami yakni Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) oleh PAMA,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, di desa tersebut sudah memiliki produk unggulan untuk dipasarkan seperti madu kelulut, jamu, dan beberapa olahan keripik. Perusahaan juga berkomitmen menjaga proses tersebut dengan melakukan pendampingan.

Selain pelatihan, perusahaan juga membantu memfasilitasi terkait perizinan dan pemasaran, seperti yang ada di galeri PAMA di Bandara Sepinggan, Balikpapan dan akan segera rilis juga di Bandara APT Pranoto Samarinda.

“Ini juga bentuk kepedulian perusahaan agar masyarakat dapat lebih pasca tambang,” tambahnya.

Teguh, Community Development PT Indominco Mandiri juga menambahkan, bahwa kegiatan ini dapat menambah bekal untuk para pelaku UMKM agar usaha yang sudah berjalan bisa makin besar.

Dengan adanya kehadiran dari perwakilan siswa juga, ia berharap mereka dapat membantu dan memfasilitasi pelaku UMKM untuk pemasaran yang tentunya menggunakan digital.

Ia juga harap dengan adanya dukungan seperti pelatihan ini tidak hanya sementara, tapi juga bisa terus berkelanjutan dampaknya bagi kesejahteraan masyarakat sekitar.

“Dengan adanya kerjasama kita harus berbagi peran,” imbuhnya.

Ini adalah salah satu pelatihan untuk menjembatani para pelaku usaha dengan pembeli. Bisa jadi ternyata produk milik warga Santan Ulu merupakan produk yang dicari di daerah lain. Oleh sebab itu, dengan digital semua dapat terhubung.

Perwakilan Kepala Desa Santan Ulu, Puput Mei Puspita Sari selaku Kasi Kesra mengucapkan terima kasih, karena pelatihan digital marketing sebelumnya belum pernah dilakukan. Sehingga antusias kegiatan ini sangat baik.

Pemasaran disana diakui masih secara tradisional, yaitu dari mulut ke mulut dan di letakkan di toko-toko, dengan adanya pelatihan tentu mempermudah jangkauan konsumen yang lebih luas sehingga perekonomian warga lokal dapat meningkat.

Winarni, salah satu pelaku usaha cemilan di Desa Santan Ulu sudah menyebarkan produknya ke 16 warung di wilayah, dan ia telah berencana untuk memasarkan lebih luas lagi produk tersebut.

“Rencana mau melangkah lebih luas lagi ke daerah Perangat,” ungkapnya optimistis.

Ia berharap dapat belajar melakukan pemasaran dan menerapkan hal tersebut dalam digital, sehingga para pembeli tidak harus mendatangi penjualnya.

“Kalau nanti sudah bisa jual online kan bisa kirim, selama ini kan mereka ambil sendiri,” katanya.

Adapun narasumber dalam kegiatan ini adalah Assa Octara Putra, Digital Marketing Trainer yang mengedukasi secara detail terkait dasar-dasar marketing melalui sosial media, sehingga pemasaran di era modern ini bisa lebih mudah untuk para UMKM lokal.

Ia menjelaskan bahwa ketika iklan dipasang, bukan berarti akan langsung datang pembeli, karena pemasaran juga harus memiliki target yang tepat.

Kualitas pengiklanan dan produk harus baik, agar saat konsumen tertarik dengan suatu produk dalam iklan ia dapat merasa puas saat barang yang ia terima juga sesuai. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Bontang Tuan Rumah Rakor se-Kaltim, Basri Apresiasi Peran PKK Turunkan Angka Stunting

0
Bontang Tuan Rumah Rakor se-Kaltim, Basri Apresiasi Peran PKK Turunkan Angka Stunting
Rakor PKK se-Kaltim di Ballroom Hotel Bintang Sintuk. (ist)

BONTANG – Rapat Koordinasi Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) se- Kalimantan Timur, resmi dilaksanakan pada Rabu (24/04/24), di Ballroom Hotel Bintang Sintuk.

Kegiatan yang ditandai dengan sambutan oleh Pj. Ketua TP PKK Provinsi Kaltim, Yulia Zubir Akmal ini, turut serta dihadiri oleh Wali Kota Bontang, Basri Rase, Wawali Najirah dan Ketua TP PKK Bontang, Hapidah beserta jajarannya.

Basri Rase mengungkapkan, bahwa peran PKK sangatlah penting dan ia mengapresiasi kesungguhan kegiatan ini, terutama untuk menurunkan angka stunting di Kota Bontang.

“Kalau perempuan yang berbicara pasti didengar itulah peran perempuan. Apalagi hal seperti stunting sangat perlu digalakkan,” ujarnya.

Sebagai salah satu penyangga IKN tentu stunting harus diberantas, ia ingin Kota Bontang memiliki SDM yang berkualitas dan tentu harus ada peran semua pihak, sehingga anak-anak kelak tumbuh dengan baik.

Ketua TP PKK Provinsi Kaltim, Yulia juga menekankan peran penting PKK dalam mengentaskan persoalan stunting. Hal ini dikarenakan berdasar Survei Kesehatan Indonesia (SKI), prevalensi stunting Kaltim masih berada di angka 22%, dan SKI tersebut akan dikeluarkan kementrian kesehatan per kabupaten kota, mudah-mudahan kita bisa tahu capaiannya

”Kaltim pada tahun 2023 mencapai prevalensi stuntingnya 22%, jadi belum mencapai target yang kita harapkan,” ungkap Yulia.

Di samping target nasional dalam rangka penurunan stunting hingga angka 14%, Yulia optimistis angka stunting di Provinsi Kaltim bisa turun hingga 12,8%.

Menyambut hal itu Pj Gubernur Kaltim, Akmal yang turut bergabung secara virtual, berharap agar PKK dapat fokus pada berbagai program kemasyarakatan.

“Fokus pada visi dan misi program PKK, yang tidak lain adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tukasnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Pengukuhan Ketua Pembina Posyandu Tingkat Kabupaten/Kota Provinsi Kaltim. Proses pengukuhan diikuti oleh Ketua TP PKK dari 9 kabupaten/kota yang di antaranya yakni, Ketua TP PKK Bontang, Ketua TP PKK Balikpapan. Ketua TP PKK Samarinda, Ketua TP PKK Kutai Kartanegara, Ketua TP PKK Kutai Timur, Ketua TP PKK Berau, Ketua TP PKK Kutai Barat, Ketua TP PKK Penajam Paser Utara dan Ketua TP PKK Mahakam Ulu. (adv).

Penulis: Syakura
Editor: Yusva Alam

Pemkot Target 7 Bulan Selesai Pembangunan Kantor BNN

0
Bangun Kantor BNN, Pemkot Target 7 Bulan Selesai
Basri Rase beserta rombongan meninjau lokasi pembangunan Kantor BNN Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Pemkot Bontang akan membangun kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) yang berada di Jalan Awang Long, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara. Pembangunan kantor ini ditargetkan 7 bulan akan terselesaikan.

Kepala Bidang Tata Ruang dan Bangunan Dinas Pekerjaan Umum Penataan dan Ruang Kota (PUPR) Kota Bontang, Robysai Manaasa Malisa mengatakan, ada sebanyak tiga bangunan yang akan dibangun, terdiri dari kantor utama, klinik, dan sel tahanan.

“Kalau kantor utama akan dibangun dua lantai, klinik satu lantai, bangunan sel tahanan juga satu lantai, ucapnya saat dikonfirmasi, Rabu (24/4/2024).

Pemkot Bontang telah mengalokasikan dana sebesar Rp 7,9 miliar, dana tersebut dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Pembangunan Kantor BNN Bontang tepat akan bersampingan dengan Kantor Pengadilan Agama, dengan tanah seluas 6.170 meter persegi.

“Pemenang tendernya dari CV Ricas Gumilang, proyek mereka yang akan mengerjakan,” tambahnya.

Peletakan batu pertama dilakukan oleh Wali Kota Bontang, Basri Rase, yang didampingi Inspektur Utama BNN RI, Irjel Pol Wahyono dan Kepala BNNP Kaltim, Brigjen Pol Edhy Moestofa. (Dwi/Adv).

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Bangun Kantor BNN, Pemkot Bontang Anggarkan 7,9 Miliar

0
Bangun Kantor BNN, Pemkot Bontang Anggarkan 7,9 Miliar
Basri Rase beserta rombongan peletakan batu pertama untuk pembangunan Kantor BNN Bontang l. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang akan membangun kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) pada tahun ini, dengan dana anggaran yang dikeluarkan sebesar Rp 7,9 Miliar, Rabu (24/4/2024).

Wali Kota Bontang, Basri Rase mengatakan, jika perencanaan pembangunan telah direncanakan pada 2019 lalu, akan tetapi karena memakan anggaran yang cukup besar, sehingga tahun ini baru bisa dilaksanakan.

“Perlu diketahui, saya adalah Ketua BNN Bontang yang pertama. Karena besar anggaran untuk penanganan covid lalu, akhirnya pembangunan kantor BNN Bontang sempat tertunda,” ucapnya.

Kantor BNN akan dibangun di Jalan Awang Long, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara, lebih tepatnya di sebelah Kantor Pengadilan Agama.

Basri ingin Bontang menjadi kota yang Bersih dari Narkoba (Bersinar), sehingga telah membentuk tim penanggulangan.

“Narkoba adalah musuh terbesar untuk kita, maka dari itu mari kita bersama-sama memberantas narkoba,” paparnya.

Di kesempatan yang sama, Inspektur Utama BNN RI, Irjen Pol Wahyono mengungkapkan terima kasih kepada Pemkot Bontang, yang dimana telah bersedia membangun kantor untuk BNN.

“Semoga dengan adanya pembangunan kantor BNN di Kota Bontang, dapat lebih meningkatkan pelayanan yang lebih. Pemberantasan narkoba harus dilakukan di seluruh Indonesia,” tutupnya. (Dwi/Adv).

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam