Beranda blog Halaman 614

Agus Haris Tegaskan Sidrap Masih Sah Jadi Wilayah Bontang

0
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris. (Foto: Syakurah/ Radar Bontang)

BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menegaskan bahwa Dusun Sidrap secara hukum masih sah sebagai bagian dari wilayah administrasi Kota Bontang, meskipun Mahkamah Konstitusi (MK) telah mengeluarkan putusan terkait batas wilayah antara Kota Bontang dan Kabupaten Kutai Timur (Kutim).

Pernyataan ini disampaikan Agus Haris dalam konferensi pers resmi, menanggapi komentar Ketua DPRD Kutai Timur yang dua kali menyampaikan pernyataan di media. Ketua DPRD Kutim sebelumnya meminta Pemkot Bontang mencabut RT di Dusun Sidrap serta menuntaskan apa yang disebut sebagai “dosa administrasi”.

“Atas pernyataan tersebut, perlu kami berikan penjelasan, agar tidak menimbulkan tafsir keliru dan keresahan di masyarakat,” ujar Agus Haris, Selasa (7/10/2025).

Putusan MK Tak Nyatakan Sidrap Milik Kutim

Agus menjelaskan, putusan MK sama sekali tidak menyebut bahwa Dusun Sidrap sah menjadi bagian dari wilayah administrasi Kutai Timur, baik dalam pertimbangan hukum maupun amar putusan.

Ia menyebut, Pemkot Bontang mengajukan permohonan ke MK bukan untuk menegaskan kepemilikan wilayah, melainkan karena terdapat ketidaksesuaian norma dalam Undang-Undang Nomor 47 Tahun 1999 dengan Permendagri Nomor 25 Tahun 2005.

“Dalam pertimbangan hukum, MK menilai penentuan batas wilayah harus dilakukan dengan penarikan dan penentuan titik koordinat di lapangan oleh lembaga yang berkompeten. MK sendiri tidak memiliki kewenangan menentukan titik koordinat, sehingga memerintahkan pembentuk undang-undang untuk melakukan peninjauan batas daerah,” jelasnya.

MK Tekankan Dua Aspek Utama Penentuan Batas

Lebih jauh, Agus menyebut MK menitikberatkan dua aspek dalam penentuan batas wilayah:

  1. Mendengarkan aspirasi masyarakat yang tinggal di perbatasan daerah.
  2. Penetapan titik koordinat dilakukan oleh lembaga yang memahami pemetaan secara teknis.

“Karena yang paling terdampak dari penentuan batas wilayah adalah masyarakat yang tinggal di perbatasan. Paradigma penetapan batas bukan hanya soal garis administratif, tapi juga soal pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

RT di Sidrap Sah Berdasarkan Perda 2002

Menanggapi permintaan pencabutan RT di Sidrap, Agus menegaskan bahwa keberadaan tujuh RT di Dusun Sidrap sah secara hukum.

Pembentukan RT tersebut diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 18 Tahun 2002 tentang pembentukan beberapa kelurahan, termasuk Kelurahan Guntung, yang wilayahnya mencakup Sidrap.

“Sidrap tidak mungkin menjadi bagian dari Kelurahan Guntung kalau tujuh RT di sana tidak sah. Jadi jelas, keberadaannya memiliki dasar hukum yang kuat. Pernyataan Ketua DPRD Kutim itu tendensius, alias asal bunyi,” tegasnya.

Administrasi Kependudukan Sidrap Sah Secara Hukum

Ia juga menanggapi tudingan “dosa administrasi”. Ia menjelaskan bahwa administrasi kependudukan warga Sidrap sudah ada jauh sebelum Bontang menjadi kota.

“Warga Sidrap sudah punya KTP sejak masih sistem Siak, jauh sebelum Permendagri Nomor 25 Tahun 2005 terbit. Pemerintah Kota Bontang juga sempat memberikan pelayanan sosial sampai 2013,” terangnya.

Ia menambahkan, pelayanan tersebut dihentikan dengan alasan adanya rekomendasi BPK, namun hingga kini rekomendasi itu tak pernah bisa ditunjukkan secara resmi.

“Jadi saya tegaskan, administrasi kependudukan warga Sidrap sah secara hukum. Mereka warga Bontang yang hak-haknya wajib dipenuhi karena dijamin oleh konstitusi,” tambahnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Ambisi Zero Kemiskinan Bontang Terganjal Data Tak Akurat

0
Grafis: Ade Irawanto

BONTANG – Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang mencapai Zero Kemiskinan dalam lima tahun ke depan menghadapi tantangan serius. Meski Wali Kota Neni Moerniaeni dan Wakil Wali Kota Agus Haris telah menyiapkan program cepat 100 hari kerja untuk menekan kemiskinan ekstrem, masalah klasik soal validitas data masih menjadi batu sandungan utama.

Pemberian bantuan paket sembako dari Pemkot Bontang kepada warga miskin. (Foto: Istimewa)

Sebagai langkah awal, Pemkot menyalurkan bantuan langsung kepada 149 individu dari 42 kepala keluarga yang terdaftar dalam Program Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE). Setiap penerima mendapat Rp300 ribu per bulan untuk membantu kebutuhan dasar.

“Bantuan ini diberikan langsung kepada individu, bukan per kepala keluarga,” jelas Neni.

Neni menyebut anggaran untuk program ini mencapai Rp536,4 juta per tahun atau sekitar Rp44,7 juta per bulan. Dengan total APBD Bontang sebesar Rp3 triliun, ia optimistis dana itu bisa dialokasikan melalui pergeseran anggaran tahun berjalan. “Kota Bontang yang terus berkembang seharusnya tidak lagi memiliki angka kemiskinan ekstrem,” tegasnya.

Pembekalan enumerator untuk verifikasi data kemiskinan di Auditorium Rumah Jabatan Wali Kota Bontang. (Foto: Dwi S/Radarbontang.com)

Data Tak Akurat, Program Sering Tak Tepat Sasaran

Masalah utama dalam program penanggulangan kemiskinan terletak pada pendataan warga miskin yang dinilai belum akurat. Selama ini, Pemkot Bontang masih mengacu pada data dari pemerintah pusat yang tidak disertai by name by address, sehingga sulit memotret kondisi riil di lapangan. Akibatnya, sejumlah program bantuan kerap tidak tepat sasaran.

Saat itu, Wakil Ketua Komisi I DPRD Bontang, Raking, mengkritisi lemahnya pendataan di wilayah pesisir. “Bantuan pemerintah belum banyak dirasakan masyarakat pesisir karena pendataan warga di kampung-kampung tidak maksimal,” ujarnya dalam rapat paripurna APBD 2023. Ironisnya, saat itu, Anggota DPRD Bontang Bakhtiar Wakkang juga ditemukan masuk dalam data warga miskin milik BPS. “Artinya, data BPS ini tidak akurat,” ungkap BW.

Langkah Perbaikan: RT, DTKS, dan Enumerator

Menjawab persoalan itu, Wawali Agus Haris menegaskan perlunya pembenahan total data kemiskinan. Menurutnya, validasi dan verifikasi ulang harus menjadi prioritas agar bantuan benar-benar tepat sasaran. “Oleh karena itu, kita perlu melakukan verifikasi ulang. Apakah data tersebut sudah sesuai dengan kondisi di lapangan, dan mereka yang terdata benar-benar layak menerima bantuan,” tegas Agus Haris.

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, memimpin rapat membahas program pengentasan kemiskinan. (Foto: Dwi S/Radarbontang.com)

Beberapa langkah konkret pun ditempuh Pemkot, antara lain:

  • Pendataan Ulang oleh Ketua RT: RT diinstruksikan mendata ulang warga miskin sesuai kriteria yang berlaku. Pendataan dijadwalkan berlangsung selama dua bulan dengan pengawasan ketat untuk mencegah manipulasi data.
  • Percepatan Validasi DTKS: Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (DSPM) mempercepat validasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang selama ini masih mengacu pada data tahun 2023. “Pendataan kali ini bukan mencari warga miskin baru, tapi membersihkan data lama,” jelas Agus Haris.
  • Penugasan 150 Enumerator: Pemkot juga menurunkan 150 enumerator dari 300 pendaftar untuk memverifikasi 16.384 warga yang tercatat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Pendataan dilakukan sejak 1 hingga 31 Oktober 2025 di seluruh kelurahan.

Selain itu, Agus Haris mengingatkan agar warga penerima bantuan tidak mencabut label “miskin” yang ditempel di rumah mereka. “Kalau label dilepas, bisa saja bantuan berikutnya tidak diterima. Ini langkah penertiban agar program benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.

Menuju Data Tunggal yang Akurat

Proses verifikasi kini tengah berjalan. Setelah selesai, hasil pendataan akan disinkronkan dengan BPS sebelum diserahkan ke Kementerian Sosial sebagai data resmi. Neni dan Agus Haris berharap kerja keras tim lapangan mampu menghasilkan data yang benar-benar valid dan bisa menjadi dasar kebijakan yang lebih adil bagi masyarakat. Dengan data yang bersih dan terverifikasi, target Zero Kemiskinan 2029 bukan hal yang mustahil untuk dicapai.

Penulis: Syakurah – Dwi S
Editor: Yusva Alam

Alasan Pungli Oknum TKD ke Pedagang Baru Citra Mas Loktuan: Desakan Ekonomi

0
Alasan Pungli Oknum TKD ke Pedagang Baru Citra Mas Loktuan: Desakan Ekonomi

Kasus dugaan pungutan liar yang melibatkan oknum Tenaga Kerja Daerah (TKD) terhadap pedagang baru di kawasan Citra Mas Loktuan mencuat ke publik. Pelaku berdalih tindakannya dilakukan karena desakan ekonomi. Pemerintah Kota Bontang kini diminta menindak tegas agar praktik serupa tidak terulang di lapangan.

Pembaca Setia Radar Bontang!
Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang?
Langsung baca e-paper lengkapnya di link berikut:

👉 E-Paper Lengkap
👉 Versi Mobile

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!

PTMB Rehabilitasi Pipa Utama di Jalan Agung Tunggal, Layanan Air Balikpapan Sempat Terganggu

0
Direktur Operasional PTMB, Ali Rachman. (istimewa)

BALIKPAPAN – Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) kembali mengambil langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan air bersih di Kota Balikpapan. Dalam waktu dekat, PTMB akan melakukan rehabilitasi pipa distribusi utama di kawasan Jalan Agung Tunggal, yang menjadi jalur vital penyaluran air ke sejumlah wilayah pelanggan.

Direktur Operasional PTMB, Ali Rachman, menjelaskan bahwa selama proses rehabilitasi berlangsung, distribusi air di wilayah layanan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kampung Damai akan mengalami penurunan sekitar 11 persen.

“Selama pekerjaan berlangsung, akan dilakukan penjadwalan distribusi air secara bergilir. Kami juga telah menyiapkan layanan suplai air melalui mobil tangki. Warga dapat menghubungi Call Center PTMB atau mengirim pesan langsung ke Instagram @ptmb_commandcenter untuk mendapatkan bantuan suplai air,” ujarnya, Selasa (7/10/2025).

Ali menegaskan bahwa pekerjaan rehabilitasi ini merupakan bagian dari komitmen PTMB memperkuat sistem distribusi dan infrastruktur air bersih di seluruh wilayah Balikpapan. Setelah rehabilitasi selesai, sejumlah program strategis peningkatan kapasitas akan segera dijalankan untuk memastikan suplai air semakin andal dan merata.

“Beberapa program yang sedang kami siapkan antara lain peningkatan kapasitas pengolahan air di Waduk Manggar dari 50 menjadi 100 liter per detik (Lpd) untuk memperkuat pasokan air di wilayah Kampung Baru,” jelasnya.

Selain itu, PTMB juga berencana meningkatkan kapasitas di IPA Km 12 guna memperkuat layanan air di kawasan Balikpapan Utara, serta mengembangkan Embung Aji Raden dan IPA Teritip tahap II dengan tambahan kapasitas 200 Lpd untuk melayani Balikpapan Timur dan sebagian Balikpapan Selatan.

Tak hanya itu, PTMB juga tengah menjalin kerja sama suplai air baku Sepaku–Semoi sebesar 1.000 Lpd dan menyiapkan studi kelayakan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Sungai Mahakam yang akan melayani wilayah Kukar, Samarinda, PPU, dan Bontang.

“Kami mohon doa, dukungan, serta pengertian masyarakat agar seluruh program penguatan layanan ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi warga Kota Balikpapan,” tutup Ali.

Langkah ini mempertegas komitmen PTMB dalam menjaga keandalan sistem distribusi air sekaligus memastikan keberlanjutan layanan air bersih yang berkualitas bagi seluruh pelanggan di Balikpapan. (MK)

Editor: Agus S

Kepiting Soka Jadi Andalan Baru Mentawir, Warga Dapat Pelatihan Eksklusif

0
Soft Crab Academy dibuka resmi Camat Sepaku, jadi Program Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Mentawir tahun 2025. (Istimewa)

PPU – Dalam upaya memperkuat program pemberdayaan masyarakat, Kelurahan Mentawir, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), menggelar Pelatihan Budidaya Kepiting Soka bertajuk Mentawir Soft Crab Academy. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, 6–8 Oktober 2025, di Balai Pertemuan Mentawir.

Sekretaris Kelurahan Mentawir, Herry Nurdiansyah, menyebut pelatihan ini merupakan bentuk nyata implementasi program pemberdayaan masyarakat kelurahan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membekali warga dengan keterampilan dan wawasan baru agar mampu mengelola potensi pesisir secara produktif dan mandiri,” ujarnya.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Camat Sepaku, Gamaliel Abimanyu Arliandito, pada Senin (6/10/2025), dan menghadirkan narasumber nasional, Tonny Berthiolios, Founder Crab Crab Aquatic asal Surabaya. Ia dikenal sebagai praktisi dan ahli budidaya kepiting soka berskala internasional melalui sistem inovatif Crab Box atau “apartemen kepiting” — metode budidaya yang efisien, higienis, ramah lingkungan, dan bernilai ekonomi tinggi.

Camat Sepaku, Gamaliel Abimanyu Arliandito, menegaskan pelatihan ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan potensi wilayah pesisir.

“Program ini sejalan dengan arahan Bupati Penajam Paser Utara, bahwa menyejahterakan masyarakat adalah prioritas utama pemerintah daerah,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, Bupati telah menginstruksikan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan terbaik, agar setiap program pembangunan benar-benar berdampak bagi masyarakat.

Pelatihan budidaya kepiting soka ini diharapkan mampu memperkuat identitas ekonomi pesisir Mentawir, meningkatkan keterampilan warga, serta mendorong tumbuhnya sentra ekonomi produktif berbasis pesisir di wilayah Sepaku yang juga beririsan dengan kawasan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kegiatan ini diikuti oleh Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) Berkah Alam Lestari, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tiram Tambun, para Ketua RT, serta masyarakat pesisir yang tertarik mengembangkan sektor perikanan. Hadir pula Forum Petani Milenial Kecamatan Sepaku, perangkat dan staf Pemerintah Desa Suka Raja, serta Kepala Desa Wonosari bersama anggota BPD Wonosari.

Pelatihan ini menjadi wujud sinergi antara pemerintah, praktisi, dan masyarakat untuk menjadikan Mentawir sebagai kawasan pesisir yang maju, mandiri, dan berdaya saing di tengah pengembangan IKN. (MK)

Editor

Dinkes Catat 61 Kasus Suspek Campak di 2025, Cakupan Imunisasi Belum Setengah dari Target

0
Sosialisasi Cakupan Imunisasi Dan Cakupan ORI Campak oleh Dinkes Bontang (Foto: Syakurah/ Radar Bontang)

BONTANG – Sepanjang tahun 2025, Dinas Kesehatan Kota Bontang mencatat sebanyak 61 kasus suspek campak dan rubella, dengan 11 di antaranya terkonfirmasi positif campak. Menariknya, tidak ditemukan kasus positif rubella maupun laporan kematian akibat penyakit tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang, Bahtiar Mabe mengungkapkan, cakupan imunisasi vaksin Campak Rubella (MR) dosis pertama di Kota Bontang masih jauh dari target nasional. Berdasarkan data Dinas Kesehatan, hingga periode Januari hingga Agustus 2025, rata-rata capaian tiap kelurahan belum mencapai separuh dari target tahunan sebesar 95 persen.

Kelurahan Kanaan tercatat memiliki cakupan tertinggi dengan persentase 69 persen. Disusul Bontang Kuala 51 persen, dan Bontang Lestari 48 persen. Sementara beberapa kelurahan lainnya masih berada di bawah 40 persen, seperti Telihan (42 persen), Loktuan (38 persen), Bontang Baru (37 persen), dan Api-Api (35 persen).

Adapun kelurahan dengan capaian terendah adalah Berbas Tengah dengan 22 persen dan Berbas Pantai 23 persen. Selain itu, Tanjung Laut, Gunung Elai, dan Belimbing juga menunjukkan angka di bawah 30 persen.

“Meskipun sempat diberitahu bahwa 11orang terkonfirmasi positif campak, Alhamdulillah kabar terbaru mereka sudah sembuh,” pungkasnya dalam Sosialisasi Cakupan Imunisasi dan Cakupan ORI Campak, Senin (6/10/2025).

Ia mengimbau, bahwa imunisasi bukan hal yang membahayakan seperti asumsi masyarakat. Imunisasi menjadi satu-satunya penghindar masyarakat terutama pada anak-anak dari virus yang menyebabkan campak itu sendiri.

“Campak ini cukup mudah tertular lewat udara, jadi imunisasi menjadi tameng utama,” tuturnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Ekspor Kaltim Naik 7,42 Persen pada Agustus, Neraca Perdagangan Surplus US$1,5 Miliar

0
Grafik resmi ekspor Kaltim pada Agustus yang diterbitkan oleh BPS 1 Oktober lalu (Ist).

SAMARINDA – Kinerja ekspor Kalimantan Timur (Kaltim) kembali menunjukkan tren positif. Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat nilai ekspor pada Agustus 2025 mencapai US$1.828,97 juta, naik 7,42 persen dibanding Juli 2025 yang tercatat US$1.702,60 juta.

Peningkatan ini terutama didorong oleh naiknya ekspor nonmigas sebesar 8,60 persen, sementara ekspor migas justru turun 2,61 persen. Nilai ekspor nonmigas tercatat US$1.654,25 juta, sedangkan migas US$174,72 juta.

Meski demikian, secara tahunan (year-on-year) ekspor Kaltim masih terkoreksi 10,70 persen dibanding Agustus 2024. Secara kumulatif, total ekspor Januari–Agustus 2025 mencapai US$13,56 miliar, turun 16,43 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut BPS, lonjakan ekspor terbesar terjadi pada golongan bahan bakar mineral, yang naik US$163,93 juta (14,74 persen) dibanding bulan sebelumnya. Sementara penurunan terdalam dialami produk kimia, turun 42,53 persen atau senilai US$17,37 juta.

Sektor hasil tambang masih menjadi tulang punggung ekspor Kaltim dengan kontribusi 69,20 persen dari total ekspor sepanjang Januari–Agustus 2025. Disusul hasil industri sebesar 21,01 persen, dan migas sebesar 9,69 persen.

Dari sisi tujuan ekspor, Tiongkok masih menjadi pasar utama dengan nilai US$3,89 miliar (31,77 persen) dari total ekspor kumulatif. Posisi berikutnya ditempati India sebesar US$2,04 miliar (16,70 persen) dan Filipina sebesar US$1,09 miliar (8,93 persen).
Peningkatan ekspor terbesar pada Agustus juga terjadi ke Tiongkok (naik 28,72 persen), India (44,24 persen), dan Jepang (26,30 persen).

Adapun dari sisi pelabuhan, ekspor terbesar Kaltim dilakukan melalui Pelabuhan Balikpapan dengan nilai US$501,98 juta, disusul Pelabuhan Samarinda (US$339,66 juta) dan Pelabuhan Bonthan Bay (US$308,63 juta).

Sementara itu, nilai impor Kaltim turun 16,98 persen menjadi US$310,45 juta. Impor migas menurun 14,13 persen menjadi US$234,34 juta, dan nonmigas anjlok 24,67 persen menjadi US$76,11 juta. Negara asal barang impor masih didominasi Tiongkok (US$298,89 juta), diikuti Jerman (US$70,09 juta) dan Amerika Serikat (US$64,82 juta).

Dengan ekspor yang meningkat dan impor menurun, neraca perdagangan Kaltim pada Agustus 2025 mencatat surplus besar mencapai US$1.518,52 juta. Surplus tersebut didorong oleh sektor nonmigas yang mencatat US$1.578,14 juta, sementara sektor migas masih defisit US$59,62 juta.

Secara kumulatif, sepanjang Januari–Agustus 2025, Kaltim tetap mencatat surplus besar sebesar US$10,48 miliar, hasil dari surplus sektor nonmigas US$11,42 miliar meski sektor migas defisit US$939 juta. (MK)

Editor: Agus S 

UPBIT Puspantara Resmi Beroperasi, Dorong Ketahanan Pangan dan Ekonomi Pesisir di Kawasan IKN

0

NUSANTARA – Unit Produksi Benih Ikan Air Tawar (UPBIT) Puspantara di Desa Suko Mulyo, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), resmi beroperasi. Peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh Deputi Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam (LHSDA) Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Myrna A. Safitri, Sabtu (4/10/2025) lalu.

UPBIT Puspantara merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Desa Suko Mulyo, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Mulawarman (Unmul), serta dukungan penuh dari Otorita IKN. Unit ini menjadi salah satu model pengembangan ekonomi pesisir yang berorientasi pada pembenihan ikan air tawar berkelanjutan.

Kepala Desa Suko Mulyo, Mustain, menjelaskan bahwa fasilitas UPBIT dirancang secara terpadu dan ramah lingkungan.

“Sarana yang tersedia antara lain kolam terpal bundar untuk pembesaran ikan di bagian luar, serta kolam terpal persegi panjang di bagian dalam untuk proses budidaya yang lebih intensif,” ujarnya.

Ia menambahkan, sirkulasi air pada proses pembenihan menggunakan sistem filtrasi modern untuk menjaga kualitas air, meskipun bersumber dari sungai sekitar lokasi. Pembenihan dilakukan melalui akuarium pemijahan induk dan kolektor telur ikan yang berfungsi sebagai media penetasan sebelum bibit dipindahkan ke kolam pembesaran.

Menariknya, UPBIT Puspantara tidak hanya fokus pada produksi benih ikan, tetapi juga menerapkan konsep pertanian sirkular. Limbah air budidaya dimanfaatkan sebagai nutrisi bagi tanaman hidroponik, seperti pakcoy dan selada, yang dibudidayakan di dalam greenhouse. Sistem ini menciptakan rantai pangan yang berkelanjutan dan minim limbah.

Deputi OIKN, Myrna A. Safitri, menilai kehadiran UPBIT Puspantara menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis desa, sekaligus membuka ruang edukasi dan inovasi perikanan berkelanjutan di kawasan penyangga IKN.

“Kehadiran UPBIT Puspantara ini adalah langkah penting untuk memperkuat ketahanan pangan di desa, membuka lapangan edukasi, dan membangun ekosistem pangan tangguh di kawasan IKN,” tegasnya.

Sebagai informasi, peresmian UPBIT Puspantara juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-43 Desa Suko Mulyo, yang turut diramaikan dengan karnaval budaya dan dihadiri sejumlah pejabat Kabupaten PPU serta anggota DPRD PPU Dapil Sepaku. (MK)

Editor: Agus S

IHSG Awal Pekan Ditutup Menguat, Sektor Energi dan Digital Jadi Penopang

0
Grafik penutupan IHSG mengalami kenaikan meski tipis pada Senin, (6/10/2025). (SS/Stockbit).

SAMARINDA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan awal pekan di zona hijau. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, Senin (6/10/2025), IHSG naik 21,59 poin atau 0,27 persen ke level 8.139,89, didorong oleh penguatan saham-saham sektor energi dan digital.

Sepanjang sesi perdagangan, IHSG bergerak fluktuatif di rentang 8.104,55–8.176,31. Indeks sempat terkoreksi pada awal sesi, namun berhasil berbalik arah menjelang penutupan seiring meningkatnya minat beli investor domestik.

Total transaksi di seluruh pasar tercatat mencapai 461,49 juta lot dengan nilai perdagangan Rp28,21 triliun dan frekuensi transaksi 2,94 juta kali. Sementara di pasar reguler, nilai transaksi mencapai Rp23,93 triliun dengan volume 441,36 juta lot.

Meski IHSG menguat, investor asing tercatat masih melakukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp472,17 miliar di pasar reguler. Dari total transaksi asing, pembelian mencapai Rp5,08 triliun, sedangkan penjualan tercatat Rp5,55 triliun.

Sejumlah saham mencatatkan lonjakan signifikan dan menjadi sorotan perdagangan hari ini, di antaranya:

  • Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) naik 25,00% ke Rp625 per saham,
  • Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) menguat 24,88% ke Rp1.255,
  • Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) melonjak 15,61% ke Rp2.000,
  • Rukun Raharja Tbk (RAJA) naik 13,51% ke Rp4.620,
  • Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) menguat 11,25% ke Rp1.780,
  • Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) naik 5,41% ke Rp3.310,
  • Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) naik 8,41% ke Rp232.

Sementara itu, Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi salah satu saham yang tertekan, turun 6,83% ke level Rp150 per saham.

Kenaikan IHSG ini menandakan optimisme pasar terhadap prospek ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global. Analis menilai, sentimen positif datang dari stabilnya harga komoditas energi dan meningkatnya minat pada saham-saham teknologi yang berorientasi ekspansi digital.

Meski tekanan jual asing masih membayangi, pelaku pasar memperkirakan penguatan dapat berlanjut dalam jangka pendek, terutama jika dukungan dari sektor komoditas dan digital tetap solid.

Pewarta: K. Irul Umam
Editor: Agus S

Polsek Tenggarong Seberang Tangkap Pengedar Sabu, Lima Poket Siap Edar Diamankan

0
Pelaku pengedar sabu-sabu di Tenggarong Seberang. (Istimewa)

TENGGARONG — Unit Reskrim Polsek Tenggarong Seberang kembali menorehkan prestasi dalam upaya pemberantasan narkotika. Seorang pria berinisial RW (26) ditangkap saat hendak mengedarkan narkoba jenis sabu di RT 26, Desa Kerta Buana, Kecamatan Tenggarong Seberang, Sabtu malam (4/10/2025) sekitar pukul 22.20 WITA.

Dari tangan pelaku, polisi menemukan lima poket sabu siap edar dengan total berat 1,51 gram. Penangkapan ini berawal dari laporan warga yang merasa resah dengan aktivitas mencurigakan di lingkungan mereka.

Kapolsek Tenggarong Seberang IPTU Aulia Hadi Rahman membenarkan penangkapan tersebut. Ia menjelaskan, pelaku diamankan saat sedang menunggu pembeli di sekitar lokasi kejadian.

“Saat digeledah, ditemukan barang bukti berupa sabu-sabu yang disimpan dalam dompet pelaku. Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengaku barang itu akan diedarkan,” ungkap IPTU Aulia Hadi Rahman.

Usai penangkapan, pelaku langsung digelandang ke Mapolsek Tenggarong Seberang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi kini menelusuri kemungkinan adanya jaringan pemasok yang lebih besar di wilayah tersebut.

IPTU Aulia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberi ruang bagi peredaran narkotika di wilayah hukum Polsek Tenggarong Seberang. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan setiap aktivitas yang mencurigakan demi mencegah penyebaran narkoba di lingkungan mereka.

“Kami berkomitmen memberantas narkotika hingga ke akar-akarnya. Dukungan masyarakat sangat penting untuk melindungi generasi muda dari bahaya narkoba,” tegasnya.

Pelaku RW kini resmi ditahan dan akan dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Penulis: Shavira
Editor: Agus S