Beranda blog Halaman 613

Diduga di Hack, Grup FB Jual Beli Bontang Promosikan Judol

0
Ilustrasi. (ist)

BONTANG – Salah satu grub Facebook jual beli barang di Bontang, diduga dihack karena didapati membagikan link situs judi online (judol).

Polres Bontang saat ini sedang menyelidiki grup yang telah dibuat sejak tahun 2010 tersebut. Akun ini biasanya digunakan bagi warga Bontang yang hendak melakukan transaksi jual beli barang.

Berdasar dari pantauan, akun tersebut mengubah namanya menjadi “Maju57 Rekomendasi Website Terpercaya” dengan total 110.940 anggota, adapun nama grup mulai berganti ditanggal 29 Mei 2025.

Postingan link situs Judol juga telah dipromosikan sejak tanggal 23 Mei 2025 hingga saat ini.

Dikonfirmasi, Kapolres Kota Bontang AKBP Alex Frestian Lumban Tobing mengatakan, pihaknya segera melakukan penelusuran terhadap grub tersebut.

Kasat Reskrim AKP Hari Supranoto juga menambahkan, pihaknya akan menghimpun terlebih dahulu informasi lebih dalam. Ia menduga bahwa akun tersebut telah dihack oleh seseorang.

“Masih kita lakukan penelusuran apakah grup tersebut memang kena hack,” katanya, Sabtu (07/06/2025).

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Perlindungan Komprehensif pada Perempuan dan Anak

0
Perlindungan Komprehensif pada Perempuan dan Anak
Emirza Erbayanthi, M.Pd. (dok)

Emirza Erbayanthi, M.Pd
Pemerhati Sosial

Komitmen Kota Bontang dalam memperkuat perlindungan perempuan dan anak kembali ditegaskan. Wali Kota Bontang, Neni Moerniani memaparkan sederat strategi penguatan perlindungan anak di Bontang.

Di antaranya: 1). Integrasi pendidikan keluarga dan pengasuhan dalam kurikulum pendidikan usia dini. 2). Pelaksanaan kelas manajemen emosi untuk anak dan remaja guna mencegah perilaku beresiko sejak dini. 3). Penguatan dan pengembangan layanan daycare yang ramah anak dan keluarga.

Tak hanya tataran konsep beliau juga memaparkan progam andalan, yakni “tengok tetangga”. Di akhir paparan harapan agar pemerintah pusat meningkatkan alokasi DAK untuk memperluas jangkauan progam pendampingan dan advokasi korban kekerasan. (https://pranala.co/diskusi-bareng-menteri-pppa-wali-kota-bontang-minta-tambahan-dana-pusat-untuk-perlindungan-anak-dan-perempuan/ )

Kasus kekerasan pada perempuan dan anak memang tergolong tinggi. Dari kanal KemenPPPA, Per Januari 2025 menunjukkan 3.303 kasus kekerasan, dengan 2.862 korban perempuan. Selama satu tahun sebelumnya Per Januari 2024, KemenPPPA mencatat adanya 20.968 pengaduan kasus kekerasan, dengan 4.618 korban laki-laki dan 18.146 korban perempuan.

Selain itu, KemenPPPA juga mencatat adanya 8.000 kasus kekerasan pada remaja di Indonesia pada tahun 2024. Apabila kondisi ini dibiarkan, tidak menutup kemungkinan bertambah jumlahnya.

Kekerasan pada Anak dan Perempuan

Selama ini negara telah menyiapkan berbagai perangkat untuk menyelesaikan kasus kekerasan pada perempuan dan anak. Diantaranya adalah undang-undang perlindungan anak, penghapusan kekerasan dalam rumah tangga, perdagangan orang, kesehatan, serta penyelenggaraan dan pemulihan korban kekerasan dalam rumah tangga.

Kemudian ada peraturan menteri tentang standar pelayanan minimal bidang layanan terpadu bagi perempuan dan anak anak korban kekerasan. Selain itu, ada perda khusus yang memuat perlindungan perempuan dan anak.

Upaya yang dilakukan pemerintah pun tidak main-main. Ada perlindungan fisik, pemenuhan hak prosedural, bantuan medis dan psikologis, serta fasilitasi restitusi.

Sayangnya, seperangkat aturan yang ada itu tidak menghilangkan, bahkan tidak mengurangi kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Strategi tersebut patut diapresiasi, namun tanpa berbasis agama atau akidah apakah bisa berjalan? Strategi bagus tapi landasan kehidupan masih kapitalis sekuler maka tidak akan mampu melindungi perempuan dan anak karena akar persoalan di sana.

Para pelaku sepertinya tidak memiliki efek jera dengan adanya aturan tadi. Setiap terungkap kasus yang satu, muncul kasus lainnya.

Strategi dan progam perlu direalisasikan di lapangan, namun jika bergantung dana tanpa kesadaran maka tidak akan bertahan lama. Maka, perlu dukungan individu, keluarga masyarakat dan negara.

Kenapa Terjadi Kekerasan?

Kasus kekerasan terjadi karena masalah ekonomi keluarga. Kondisi ekonomi yang semakin susah ini menjadikan beberapa orang mengalami tekan.

Seperti terlibat pinjol atau utang riba, maka hidupnya tidak tenang dan susah. Hal tersebut pemicu tindakan kekerasan, penyiksaan, hingga pembunuhan.

Selain hal di atas ada perselingkuhan, masalah seksualitas, pengaruh minuman keras, obat-obatan terlarang, pengangguran, PHK, istri berkarier, dan juga hamil diluar nikah dapat menjadi penyebab tindak kekerasan.

Penerapan kapitalisme menyebabkan kesusahan ekonomi, cari kerja susah, biaya hidup mahal, kesehatan dan pendidikan susah. Karena kapitalisme membuat aturan berdasar standar manusia.

Aturan-aturan sistem kapitalis tidak memanusiakan pekerja. Selain itu, riba menjadi halal dalam kapitalisme, hal ini juga penyebab hidup semakin susah.

Kekerasan terjadi juga karena gaya hidup liberalisme yang mengakibatkan masyarakat salah pergaulan. Sehingga, muncul perselingkuhan yang mengakibatkan kecemburuan.

Kesalahan pergaulan bersanding dengan miras dan narkoba. Ujungnya terjadi kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Kapitalisme dengan pemikiran sekuler, yang memisahkan antara kehidupan dunia dan akhirat, menjadikan agama sebatas ibadah ritual saja. Sedangkan kehidupan sepenuhnya hak manusia lahir dari cara pandang kapitalisme dengan paham kebebasan.

Sebaik apapun tujuan pemerintah untuk menyelamatkan perempuan dan anak-anak dari tindak kekerasan, tidak akan berhasil. Karena hukumannya tidak menjerakan dan akar masalahnya belum terselesaikan. Maka, sebanyak apapun kasus yang sudah terpecahkan, akan muncul kasus serupa.

Perlindungan Komprehensif

Dalam Islam, perempuan dan anak-anak akan dilindungi. Islam menjadikan ketakwaan individu sebagai pendorong ketaatan masyarakat.

Pada aspek pemerintahan, kewajiban seorang pemimpin menjalankan syariat Islam dengan sempurna. Sebagai masyarakat mukmin wajib mengikuti aturan tersebut.

Pemimpin muslim akan berusaha melindungi dan mengurusi kebutuhan rakyatnya. Pemimpin akan menerapkan sistem pemerintahan Islam, sistem ekonomi Islam, sistem pergaulan Islam dan sistem sanksi Islam. Semuanya saling mendukung satu sama lain.

Kebijakan Islam mengenai pemasukan negara dari jizyah, fai, kharaj, ganimah, dan pengelolaan SDA digunakan untuk pelayanan fasilitas terbaik. Kebijakan zakat juga akan diberikan kepada yang berhak. Seperti, membantu para fakir miskin secara ekonomi.

Negara akan membuka lapangan pekerjaan atau memberikan pinjaman modal tanpa riba. Semua itu akan membantu masalah ekonomi keluarga. Sehingga tidak ada lagi masyarakat yang stress karena kemiskinan dan pelampiasan kemarahan pada istri anaknya.

Dalam pergaulan, Islam mengatur hubungan antara laki-laki dan perempuan terpisah. Dilarang juga berkhalwat, ikhtilat, tabaruj, dan seterusnya. Maka, akan terjaga dan tidak akan terjadi perselingkuhan.

Karena Islam mewajibkan menikah atau berpuasa bagi yang tidak bisa menahan hawa nafsu. Islam juga mengatur fikih keluarga agar memuncul saling kasih sayang. Apabila masih ada tidakan kejahatan, maka Islam memberikan sanksi yang tegas.

Sanksi Islam akan membuat jera dan pelaku terampuni dosanya. Sehingga, pintu kekerasan akan tertutup rapat. Jadi, hanya dengan penerapan Islam yang sempurna ini akan memberikan perlindungan kepada perempuan dan anak-anak secara komprehensif.

Wallahualam.

Pemotor Tabrak Mobil Ayla di Simpang Tiga McDonald’s Dini Hari

0
Pemotor Tabrak Mobil Ayla di Simpang Tiga McDonald's Dini Hari
Gambar dari video lakalantas antara mobil Alya Putih dan Scoopy Merah di simpang tiga Mc Donald. (ist)

BONTANG – Terjadi kecelakaan lalu lintas sekitar pukul 1.30 Wita dini hari Sabtu (7/6/2025) di simpang tiga Jalan Ahmad Yani, yang melibatkan motor dan mobil.

Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing, melalui Kasat Lantas AKP Purwo Asmadi menjelaskan kejadian tersebut tak terhindarkan, lantaran pengendara motor Scoopy tidak mengurangi kecepatannya saat melintasi simpang tiga tersebut, sehingga ia menabrak mobil Ayla yang hendak melintas.

“Di simpang tiga McD, mobil dari arah Malaya, mau belok ke Imam Bonjol, motor dari arah Tanjung Laut, jadi di simpang situ kejadiannya,” terangnya, Sabtu (7/6/2025).

Pengendara motor dilarikan ke Rumah Sakit Amalia, ia mengalami luka di bagian kepala, adapun kendaraannya juga rusak dan diamankan di Polres Bontang.

“Anggota lapangan sudah cek kondisi pemotor di lapangan. Pengendara mobil sudah dimintai keterangan juga,” katanya.

Karena kondisinya dini hari, Purwo menyebutkan bahwa lampu lalu lintas sudah tidak aktif, dan menampilkan lampu kuning saja sebagai tanda untuk berhati-hati. Untuk itu ia meminta pengendara untuk tetap waspada saat berkendara.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Dari Pekarangan ke Pemakaman, Perjuangan Rofu Ati Penjual Bunga Tabur untuk Tambahan Kehidupan

0
Dari Pekarangan ke Pemakaman, Perjuangan Rofu Ati Penjual Bunga Tabur untuk Tambahan Kehidupan
Rofu Ati, salah satu penjual bunga tabur di Pemakaman Muslim Bontang Kuala. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Para pedagang bunga tabur telah menata dagangannya sejak subuh di pemakaman Muslim Bontang Kuala, mereka menanti para peziarah menyambangi sanak saudara di momen lebaran Iduladha ini.

Salah satunya Rofu Ati yang telah berjualan sejak H-1 lebaran. Ia mulai berjualan bunga tabur sejak 2015 lalu, sebagai tambahan menutupi kebutuhan sehari-hari. Meskipun jarak tempuh tempat ia berjualan dengan tempat tinggalnya cukup jauh, tidak surut keinginannya membantu ekonomi keluarga.

Ia berjualan hanya di hari-hari besar saja, lantaran usaha ini merupakan penghasilan tambahan bagi keluarga kecilnya. Kebetulan sang suami merupakan pekerja di kuburan tersebut

Sebagai ibu dari tiga buah hati, ia berhasil menyekolahkan anak tertuanya menuju jenjang perguruan tinggi yang bercita-cita menjadi seorang bidan ke depannya.

“Saya yakin kalau pendidikan anak layak, mereka dapat mengangkat derajat orang tuanya,” terangnya, Jumat (6/6/2025).

Selama ia berjualan, ia menanam berbagai macam bunga sebagai kebutuhan jualan di sisa pekarangan rumahnya. Ditambahkannya, ia juga mencari kelengkapan bunga tabur dengan berkeliling dari wilayah ke wilayah, maupun rumah ke rumah, lantaran kebutuhan stok yang banyak agar cukup bagi para peziarah yang datang. Untuk satu kantung kresek bunga dan tanaman lain ia jual Rp 5000 rupiah.

Selama dua hari ia berjualan, Rp 100 ribu telah ia raup terbagi atas penjualan bunga maupun air. Menyadari Iduladha tidak akan seramai saat lebaran Idulfitri, biasanya para penjual bunga tabur akan berjualan 3 hingga 4 hari saja.

Rofu Ati tetap terlihat ceria saat diwawancarai, meskipun ia telah kehilangan sebelah matanya akibat penyakit yang ia derita. Ia selalu bersemangat mengingat anak-anaknya yang harus ia sekolahkan setinggi mungkin.

“Ya lumayan lah untuk tambahan, apalagi sekarang inflasi dimana mana,” pungkasnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Malika Jadi Sapi Pertama yang Disembelih di Masjid Tua Al Wahhab

0
Sapi kurban dari Presiden RI, Prabowo Subianto untuk Kota Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Masjid Tua Al Wahhab di Bontang Kuala (BK) berencana akan menyembelih sapi kurban dari Presiden RI, Prabowo Subianto di Sabtu (6/6/2025) pagi, sekitar pukul 06.30 Wita.

Malika, sapi kurban tersebut akan menjadi sapi pertama yang nantinya akan disembelih. Kemudian, berlanjut ke sapi-sapi yang lainnya lalu ke kambing.

Tahun ini untuk jumlah hewan kurban di masjid tua ada sebanyak 8 ekor sapi, dan 11 ekor kambing.

Ketua Takmir Masjid Tua Al Wahhab, Iwan Susanto mengatakan, untuk pembagian daging sapi, nantinya akan terbagi di 4 RT wilayah Kelurahan Bontang Kuala, meliputi RT.9, RT15, RT.18, serta RT.19.

“Semuanya sudah kami data, mana saja warga yang akan mendapatkan daging kurban,” ucapnya saat diwawancarai, Jumat (5/6/2025).

Iwan dan tim panitia telah memprediksi, jumlah daging dari hewan-hewan kurban tersebut di tahun ini ada sekitar 800 kilo, dengan pembagian di RT.9 ada sekitar 50 warga, RT.18 sebanyak 120 warga, RT.15 sebanyak 120 warga, RT.19 sekitar 90 warga.

“Jadi setiap satu orang akan mendapatkan daging dengan berat satu kilo, kalaupun daging sapi dari Bapak Presiden kurang, akan kami tambahkan dari sapi yang lainnya,” paparnya.

Perlu diketahui, untuk pembagian daging kurban pun nantinya akan merata, tidak hanya warga sekitar saja yang mendapatkannya, akan tetapi seperti marbot masjid, jemaah yang rutin ke masjid, penjaga, serta perewang pun memiliki hak untuk dapat daging kurban.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

H-1 Iduladha, Gas 3 Kilogram Kembali Langka

0
H-1 Iduladha, Gas 3 Kilogram Kembali Langka
Tumpukan Gas LPG Kosong di salah satu pengecer di Bontang Baru. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Menjelang Lebaran Iduladha, elpiji 3 kilogram mengalami kelangkaan.

Salah satu pedagang serta pengecer di wilayah Kelurahan Bontang Baru mengeluhkan langkanya stok gas elpiji tiga kilogram.

Salah satu pedagang di Jalan Awang Long, Sutimah mengatakan sudah sejak dua hari terakhir ia kesulitan mendapatkan gas melon tersebut. Sehingga ia masih menggunakan stok gas sebelumnya, yang ia sempat beli dengan harga Rp 35 ribu.

“Belum ada dapat lagi dua harian ini, masih pake gas yang ada,” pungkasnya, Kamis (5/6/2025).

Ia telah berkeling ke warung-warung di wilayah Kelurahan Bontang Baru, pun mendapatkan ketersediaan, ia harus membeli dengan harga yang lebih tinggi dari Harga Ecer Tertinggi (HET).

Menyambangi salah satu pengecer yang berada di wilayah yang sama, Suhono mengakui bahwa kelangkaan mulai ia rasakan sejak tiga hari terakhir. Ia tidak bisa meminta stok lebih, karena dari pangkalan sudah memberi jatah.

“Saya biasa ambil di pangkalan di Tanjung Limau. Biasa ambil 10, ini dari pangkalan dikasih 3 saja, sampai sekarang belum ada lagi,” katanya.

Ia mengatakan stok yang berada di pangkalan saja sedang menurun, sehingga pangkalan harus menjual secara merata jumlah gas kepada tiap-tiap pengecer. Meskipun begitu Suhono tetap menjual LPG dengan HET yang telah ditentukan.

“Jadi kalau dikasih tiga, semua pengecer dapat tiga, biar tidak ada yang iri, sekali kita stok ya pasti langsung habis berapa menit saja,” tambahnya.

Ia menambahkan, kelangkaan ini kerap kali terjadi menjelang hari-hari besar, “Apalagi mau lebaran adha, pasti langka,” terangnya.

Adapun salah satu pangkalan LPG di Jalan KS Tubun, Kelurahan Api-Api, yakni Pangkalan Ahmad Rifa’i juga menyebutkan, bahwa stok gas sudah habis sejak dua hari lalu. Jatah yang mereka dapat per pengiriman yakni 50 tabung.

Dengan jumlah yang terbatas akhirnya mereka menerapkan 1 tabung satu KK. Ia juga menjelaskan bahwa pengiriman dilakukan tiga hari sekali.

“Karena keterbatasan stok, penjualan satu tabung per KK, bukan per KTP agar distribusi lebih merata, ” ujar pemilik pangkalan, Lisa, Kamis (09/06/2025).

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Malika, Sapi Kurban Presiden Diserahkan Neni ke Masjid Tua Al Wahhab

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat melakukan penyerahan sapi kurban di Masjid Tua. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni telah menyerahkan secara langsung sapi kurban dari Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto, Kamis (5/6/2025) siang.

Penyerahan secara simbolis dilakukan di Masjid Tua Al Wahhab, yang berada di Jalan Piere Tandean, Kelurahan Bontang Kuala, Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang.

Neni menyebutkan, bahwa ini pertama kalinya bagi Kota Bontang mendapatkan sapi kurban dari Presiden RI. Tentunya dengan adanya bantuan berupa sapi tersebut, pastinya sangat bermanfaat bagi masyarakat Bontang.

“Ini sebagai bukti kecintaan Bapak Presiden, dengan memperhatikan hal-hal kecil seperti ini. Sehat selalu Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ucapnya.

Diketahui, sapi kurban dari presiden merupakan sapi berjenis simmental, yang dibeli langsung di peternakan lokal Bontang. Sapi tersebut bernama Malika, dengan berat 650 kilogram yang berumur 3 tahun lebih.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Ikuti Perintah Pusat, Pemkot Putus Kontrak 250 Tenaga Non ASN Akhir Bulan Ini

0
Sekretaris Daerah Kota Bontang, Aji Erlynawati. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang resmi mengakhiri kontrak kerja seluruh tenaga Non ASN dengan masa kerja kurang dari dua tahun, terhitung mulai 30 Juni 2025.

Kebijakan ini ditulis dalam Surat Sekretaris Daerah Kota Bontang nomor B/800.1.2.2/519/BKPSDM/2025 yang ditandatangani 3 Juli 2025. Hal ini merujuk pada regulasi nasional yang mengatur tenaga Non ASN.

Sekretaris Daerah Kota Bontang, Aji Erlynawati menyebutkan, setelah melalui proses evaluasi panjang dan mempertimbangkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku yakni UU nomor 20 tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara, yang melarang pengangkatan tenaga Non ASN baru di lingkup pemerintah daerah.

Pemerintah pusat juga telah memperingatkan hal tersebut dari jauh hari lewat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK. Ditambah Pemkot Bontang juga pernah menerbitkan Surat Edaran (SE) di tahun 2021 dan 2023, untuk memperingati seluruh kepala perangkat daerah mengenai larangan pengangkatan Non ASN baru.

“Pusat dan pemerintah telah memperingatkan hal ini sejak lama, dan saat ini kami ikuti aturan pusat,” ujarnya, Rabu (4/6/2025).

Pemerintah Kota Bontang telah melakukan evaluasi selama lima bulan terakhir, dan berbagai upaya telah ditempuh untuk memperjuangkan nasib tenaga kerja tersebut. Namun, terkendala regulasi nasional dan belum adanya arahan lebih lanjut dari Kementerian PANRB maupun BKN. Satu-satunya opsi yang tersedia adalah mengakhiri kontrak kerja mereka.

Diketahui sebanyak 250 tenaga Non ASN akan diputus kontrak. Namun, sejalan dengan program Neni Moerniaeni-Agus Haris terkait zero pengangguran, Ia menjelaskan, mereka dapat memanfaatkan program Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang yang akan memberikan bantuan permodalan tanpa bunga, bagi masyarakat yang ingin membuka usaha.

“Para tenaga honorer yang sudah tidak berkontrak bisa memanfaatkan itu,” pungkasnya.

Ia mengatakan, agar nantinya mereka dapat membuka kesempatan kerja baru tanpa harus berharap kepada pemerintah untuk terus kerja kantoran.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Tekan Harga Elpiji di Wilayah Pesisir, DKUMPP Bakal Adakan WARTEK IN

0
Tekan Harga Elpiji di Wilayah Pesisir, DKUMPP Bakal Adakan WARTEK IN
Plt Kepala DKUMPP Kota Bontang Alfrita Junain Sande. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) telah melakukan pembahasan, adanya kenaikan harga yang berlebih dalam penjualan LPG 3 kilogram di wilayah pesisir.

Plt Kepala DKUMPP Kota Bontang, Alfrita Junain Sande mengatakan, mereka telah membahas hal tersebut secara internal, serta melakukan koordinasi dengan Wali Kota Bontang.

Pihaknya menetapkan, akan mengadakan Warung Tekan Inflasi (WARTEK IN) On The Spot tiap bulannya, yang akan dilaksanakan di wilayah pesisir secara bergantian. Namun, hal itu akan dilakukan setelah pembahasan anggaran perubahan 2025.

“Saat ini kami belum bisa, karena tidak punya kapal, jadi transportasi akan dibahas di anggaran perubahan,” ujarnya saat ditemui, Rabu (4/6/2025).

Tiap bulannya mereka akan melakukan kegiatan tersebut bergiliran, misalnya wilayah pertama adalah Kampung Malahing, maka bulan selanjutnya diadakan di Tihi-tihi, begitupun seterusnya.

Untuk jumlah pasokan yang akan dibawa, mereka menyesuaikan jumlah penduduk yang ada di sana, komoditas yang diperjual belikan sama seperti WARTEK IN yang dilaksanakan di darat, seperti sembako, LPG 3 kilogram, dan sebagainya.

“Harga dari kami tentu sesuai Harga Ecer Tertinggi (HET). Supplier kami selalu siap hanya saja menunggu ketersediaan kapal,” pungkasnya.

Mereka juga akan melakukan sosialisasi di masing-masing wilayah, jika ada warga yang ingin menjadi pengecer LPG subsidi, sehingga harga LPG di pesisir tidak lagi melonjak.

“Kalau ada yang mau kita bantu fasilitasi,” tuturnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Panik Hindari Bus Tambang, Truk Tabrak Median Jalan hingga Lampu Penerangan di KM 6

0
Kondisi truk yang menabrak tiang lampu di KM 6, Kota Bontang. (Ist).

BONTANG – Terjadi kecelakaan tunggal di Jalan Letjend S Parman, lebih tepatnya depan Kantor Bawaslu Bontang, Rabu (4/6/2025) pagi.

Diketahui, sebuah truk Toyota Dyna 130 HT, dengan nomor polisi KT 8683 DL, menabrak tiang lampu jalan lantaran membanting stir.

Awalnya sebelum kecelakaan terjadi, truk tersebut dengan kecepatan tinggi dari arah Jalan Flores, hendak menuju ke Jalan Letjend S Parman, akan tetapi tepat di depan Kantor Bawaslu, ada bus tambang yang akan keluar dari workshop, sehingga sopir truk membanting stir.

“Jadi sopir truk ini berusaha untuk menghindar, kemungkinan dengan keadaan yang sedang panik, jadinya menabrak lampu jalan,” ucap Kasat Lantas Polres Bontang, AKP Purwo Asmadi.

Dari insiden ini, terdapat beberapa bagian truk yang mengalami kerusakan, seperti bagian depan truk penyok, dan lampu truk yang pecah.

“Kecelakaan ini menyebabkan kerusakan media jalan, pohon, serta lampu penerang jalan,” paparnya.

Kini sopir truk telah diamankan pihak kepolisian, dan berada di Polres Bontang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Bagi pengendara, untuk bisa lebih berhati-hati saat sedang berada di jalan. Terlebih lagi, jangan panik saat menghadapi kondisi yang tak terduga,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam