Beranda blog Halaman 612

Dewan Pertanyakan Nasib 250 Tenaga Honorer yang Diputus Kontrak, Ini Tanggapan Wali Kota Bontang

0
Dewan Pertanyakan Nasib 250 Tenaga Honorer yang Diputus Kontrak, Ini Tanggapan Wali Kota Bontang
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Kebijakan tertulis di dalam surat yang ditandatangani Sekretaris Daerah Kota Bontang nomor B/800.1.2.2/519/BKPSDM/2025, 3 Juni 2025 mendatang, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang akan putuskan sebanyak 250 tenaga honorer.

Pemutusan dilakukan, sebab para tenaga honorer dengan masa kerja di bawah dua tahun. Hal tersebut memicu pro dan kontra dari berbagai kalangan, salah satunya anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang, Nursalam.

Dirinya mengungkapkan, dengan adanya pemutusan kontrak tersebut, maka nantinya akan bertambah juga jumlah pengangguran di Bontang.

“Bisa jadi, dengan adanya putusan kontrak ini, jumlah pengangguran di Bontang semakin bertambah,” ucapnya, Selasa (10/6/2025) siang.

Nursalam ingin, untuk seluruh honorer yang masuk dalam pemutusan kontrak, nantinya bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah untuk meringankan sedikit beban mereka, agar tidak menjadi pengangguran.

Di kesempatan yang sama, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menanggapi hal tersebut, dimana dirinya menyatakan jika pihaknya sudah menyiapkan jalur alternatif.

Contohnya jika nantinya ada yang ingin mencoba untuk berwirausaha, Pemkot Bontang akan memfasilitasi bantuan permodalan untuk honorer yang terikut dalam pemutusan kontrak, menjadi pelaku usaha mandiri.

“Kita akan usahakan buat bantu modalnya, buat usaha mereka,” ungkapnya.

Selain itu ada juga arahan untuk tetap bekerja melalui mekanisme kontrak individu, dengan kepala dinas di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yang dikenal dengan Penyediaan Jasa Lainnya Perorangan (PJLP).

“Bisa juga menjadi pegawai harian lepas, atau guru honorer untuk tetap bisa bekerja dengan sistem kontrak. Hal ini bisa ditanyakan langsung sama Kepala Dinasnya setiap OPD masing-masing,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Saparuddin Sebutkan Skema Terkait Sekolah Swasta yang Bakal Digratiskan

0
Saparuddin Sebutkan Skema Terkait Sekolah Swasta yang Bakal Digratiskan
Ilustrasi. (Ist).

BONTANG – Mahkamah Konstitusi (MK) telah mengeluarkan keputusan terkait pendidikan dasar gratis, dimana nantinya sekolah swasta hampir setara dengan sekolah negeri.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang, Saparuddin menyampaikan jika sekolah swasta maupun negeri harus bebas dari biaya.

Akan tetapi aturan tersebut harus mendapatkan dasar dari kesiapan para pihak sekolah swasta, yang ingin sekolahnya turut menggratiskan pendidikannya seperti sekolah negeri.

“Kemarin kami sempat adakan rapat, tetapi kami belum memfinalkan program ini. Sebab kemarin kebanyakan yang datang kepala sekolah, bukan ketua yayasan. Padahal di program ini ada regulasi teknisnya,” ucapnya saat dikonfirmasi, Selasa (10/6/2025).

Skema yang akan digunakan seperti di pendanaan baru, dimana BOSDA akan dinaikan sampai Rp 280 ribu per siswa. Adapun untuk insentif guru nantinya akan digandakan, yang semula Rp 1,1 juta perbulan menjadi Rp 2 juta.

“Pastinya nanti ada bantuan dana juga dari provinsi sekitar Rp 500 ribu, dan dari rencana pusat Rp 300 ribu. Jadi setiap guru swasta bisa menerima sampai Rp 2,8 juta,” ungkapnya.

Saat ini, ada empat sekolah yang telah menyatakan siap dengan pelaksanaan sekolah gratis. Program ini ditujukan ke siswa baru di tahun ajaran 2025/2026 mendatang.

“Kami tentunya berusaha untuk mengatur pola dan skemanya, jadi nantinya sekolah yang gratis tidak hanya terdapat di negeri saja, di swasta pun juga ada,” paparnya.

Sedikit informasi, jika pun ada guru yang telah tersertifikasi pastinya nanti akan ada tambahan dengan setara satu kali gaji, walaupun belum UMR. Tetapi setidaknya, bayaran tersebut tidak membebani sekolah, atau orang tua wali murid.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Tak Hanya Negeri, Sekolah Swasta di Bontang Juga Bisa Gratis, Pemkot Kucurkan Anggaran Rp 4 Miliar

0
Tak Hanya Negeri, Sekolah Swasta di Bontang Juga Bisa Gratis, Pemkot Kucurkan Anggaran Rp 4 Miliar
Plt Kadisdikbud Kota Bontang, Saparuddin saat diwawancarai. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) telah mempersiapkan pendidikan dasar gratis bagi pihak sekolah swasta.

Hal ini dinyatakan langsung oleh Plt Kepala Disdikbud Bontang, Saparuddin, dimana pihaknya telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 4 miliar, untuk membantu sekolah swasta di Bontang.

Sehingga, untuk mewujudkan pendidikan dasar gratis, nantinya tidak hanya terdapat di sekolah negeri saja, akan tetapi juga terdapat di sekolah swasta.

Langkah ini menjadi keputusan Mahkamah Konstitusi (MK), dimana agar sekolah swasta tetap bisa hidup nantinya tanpa adanya pungutan dari para siswa.

“Kami coba menjalankan sistem ini bukan semata-mata mematuhi keputusan MK saja, akan tetapi kami ingin menyeimbangkan antara sekolah negeri dengan swasta. Kemungkinan pun berjalan di siswa ajaran baru 2025/2026,” ucapnya, Selasa (10/6/2025).

Menurut Saparuddin, banyak orang tua siswa-siswi yang menyasar ke sekolah negeri karena gratis, sehingga para orang tua mendahulukan anak-anaknya untuk mendaftar ke sekolah negeri terlebih dahulu, dan sekolah swasta menjadi kurang peminatnya.

“Semoga dengan adanya program seperti ini, nantinya sekolah swasta bisa setara dengan sekolah negeri. Sebab, jika semuanya memilih untuk bersekolah di negeri, pastinya sekolah swasta akan bangkrut,” jelasnya.

Mengingat hal itu, Saparuddin ingin nantinya dari adanya bantuan ini tidak hanya berjalan di jangka pendek saja, akan tetapi berlanjut dan bisa menjadi peluang bagi sekolah swasta untuk lebih berkembang.

selain itu, dalam program ini juga memberi jalur alternatif, bagi orang tua yang masih kesulitan mendapatkan kuota di sekolah negeri. Terlebih di skema ini, pilihan mereka semakin terbuka tanpa dibatasi biaya.

“Sudah ada empat sekolah yang siap untuk menerapkan skema sekolah gratis, nanti akan kami bahas lebih lanjut,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

DPRD Bontang Bahas Dua Raperda Inisiatif Pemkot: Fokus RPJMD 2025–2029 dan Penyesuaian Pajak Daerah

0
Rapat Paripurna ke-6 Masa Sidang II Tahun 2025. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang menggelar Rapat Paripurna ke-6 Masa Sidang II Tahun 2025, Selasa (10/6/2025).

Dalam agenda ini disampaikan dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) inisiatif dari Pemerintah Kota Bontang dengan dipimpin Wakil Ketua DPRD Kota Bontang, Maming serta dihadiri oleh 19 anggota dewan.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyampaikan dua raperda prioritas yang telah tercantum dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Tahun 2025. Menurutnya, kedua raperda ini merupakan instrumen penting untuk memperkuat arah pembangunan daerah dan pengelolaan fiskal yang lebih tertata.

RPJMD 2025–2029: Visi Bontang sebagai Mitra IKN

Raperda pertama yang diajukan adalah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bontang Tahun 2025–2029. Dokumen ini menjadi acuan pembangunan lima tahunan Kota Bontang, dengan visi:

“Terwujudnya Kota Bontang sebagai Kota Industri dan Jasa yang Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan sebagai Daerah Mitra IKN.”

Dalam RPJMD ini, ditetapkan tujuh program unggulan daerah yang terbagi ke dalam 120 kegiatan prioritas, antara lain, Bontang Sehat 24 kegiatan, Bontang Pintar 12 kegiatan, Gerakan Ekonomi Bontang 13 kegiatan, Pelayanan Publik yang Prima 17 kegiatan, Menata Bontang 31 kegiatan, Komitmen Bontang 19 kegiatan, dan Inovasi Bontang 4 kegiatan.

“RPJMD ini akan menjadi fondasi dalam mewujudkan Bontang yang siap bersaing sebagai penyangga IKN,” ujar Wali Kota Neni.

Raperda Perubahan Pajak dan Retribusi: Tindak Lanjut Evaluasi Pemerintah Pusat

Raperda kedua yang disampaikan menyangkut perubahan atas Perda Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Perubahan ini merupakan respons terhadap evaluasi yang dilakukan oleh Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri.

Berdasarkan surat bernomor S-174/PK/PK.5/2024, terdapat sejumlah penyesuaian yang harus dilakukan agar Perda tersebut selaras dengan regulasi nasional dan kebijakan fiskal terbaru. Termasuk di antaranya adalah penghapusan dan penambahan objek retribusi, serta penyesuaian tarif berdasarkan rekomendasi perangkat daerah.

Wali Kota Neni menegaskan pentingnya percepatan pembahasan, mengingat batas waktu yang ditetapkan dalam Pasal 128 ayat (3) PP Nomor 35 Tahun 2023 adalah 15 hari kerja sejak diterimanya pemberitahuan.

“Jika tidak segera dibahas dan disesuaikan, Kota Bontang berisiko terkena sanksi berupa pemotongan Dana Alokasi Umum (DAU) dan/atau Dana Bagi Hasil (DBH),” jelasnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Pembangunan Pelataran BK Akan Masuk Tahap 2, Pedagang Harap Ada Solusi untuk Usaha Mereka

0
Pelataran Bontang Kuala dan beberapa balok ulin yang telah datang. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang akan melanjutkan pembangunan pelataran Bontang Kuala tahap ke dua. Hal ini tentu berpengaruh pada para pedagang di sana.

Beberapa pedagang yang telah terdaftar di kelurahan sebelumnya berharap akan adanya alternatif lain, agar mereka tetap berjualan. Karena hal ini berpengaruh pada pendapatan mereka selama penutupan berlangsung.

Yuti, salah satu pedagang menyatakan, sebenarnya ia tetap dapat berjualan dari rumah dengan melayani pesanan online maupun kebutuhan acara seseorang, namun pendapatan tersebut bisa berkurang hingga 50 persen dari saat ia berjualan di pelataran.

“Seminggu bisa Rp 800 ribu, kemarin yang penutupan pelataran pertama, karena hanya jualan di rumah dan online seminggu jadi Rp 400 ribu,” ujarnya, Senin (8/6/2025).

Hal ini juga diceritakan oleh Faisa, selama penutupan pelataran pertama kali ia hanya dapat berjualan di rumah sang ibu, namun karena minimnya pengunjung dan ia tidak berjualan online, terkadang ia bisa tidak mendapatkan penghasilan sama sekali dalam sehari.

“Di rumah ibu ada warung kecil gitu, jadi jualan di sana. Karena BK tutup jarang orang ke BK makanya penghasilan sedikit sekali,” tambahnya.

Berbeda dengan Nurul, yang merupakan salah satu pedagang yang tidak memiliki alternatif sama sekali, ia benar-benar berhenti berjualan lantaran tidak memiliki tempat lain.

“Kalau bisa dikasih alternatif tempat lain atau bagaimana, soalnya kemarin pas penutupan pertama kami tidak jualan, kalau ini ditutup lagi berarti tidak jualan lagi,” pungkasnya.

Adapun mereka telah mendapat kabar dari mulut ke mulut, terkait penutupan akan dilakukan pada bulan Juni ini. Pada dua bulan pertama penutupan akan dilakukan pada ujung pelataran terlebih dahulu karena akan dibangun dermaga terlebih dahulu.

“Katanya dua bulan awal belum ditutup semua, jadi kita masih bisa jualan, tapi setelah itu akan ditutup total. Saya dapat kabar dari orang sini yang ada di grup penjual BK,” kata Melan, pedagang di Bontang Kuala.

Ia menyatakan material seperti kayu ulin sudah mulai berdatangan, namun belum ada pengerjaan yang dimulai.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Maraknya Pelecehan Seksual, Neni Imbau Orang Tua Selalu Pantau Aktivitas Anak

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat diwawancarai. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Belakangan ini, kasus pelecehan seksual melibatkan anak di bawah umur, sedang marak di wilayah Kota Bontang.

Mendengar meningkatnya kasus tersebut, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni turut prihatin terhadap anak-anak yang terlibat. Sehingga kondisi ini membuat dirinya menjadi khawatir dan cemas.

Menurutnya, tindakan pelecehan terhadap anak di bawah umur tersebut, biasanya sang anak terlepas dari pemantauan orang tua.

“Maka saya katakan, peran orang tua itu sangat penting bagi anak-anaknya. Kemungkinan anaknya mengalami hal yang tidak sepantasnya, sebab anak sering ditinggal, atau kurangnya perhatian khusus dari orang tuanya,” ucapnya.

Sehingga, Neni sangat menyarankan untuk seluruh orang tua, agar bisa menyempatkan waktunya, untuk lebih dekat dan berbaur dengan anak-anak.

Terlebih lagi, dapat memahami karakter anaknya sendiri. Bahkan kalau perlu, harus mengenal lingkungan bermain dan kumpulan anaknya agar tidak salah jalan.

“Sebagai orang tua, kita juga harus mengetahui aktivitas apa saja yang dilakukan anak-anak. Pemantauan dan pengawasan sangat perlu,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Dorong Pengembangan UMKM, Pemkot Luncurkan Kredit Bunga 0 Persen

0
Ilustrasi. (AI)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang terus menunjukkan dukungannya kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melalui peluncuran program kredit tanpa bunga bertajuk Bontang Kreatif.

Program ini hasil kolaborasi antara Pemkot Bontang dan Bank Kaltimtara, yang secara resmi diumumkan sebagai bentuk fasilitasi pembiayaan yang Kredibel, Adil, Transparan, dan Inovatif.

Melalui Kredit Bontang Kreatif, pelaku usaha mikro produktif dari berbagai sektor. Mulai dari pertanian, perikanan, peternakan, industri kecil, perdagangan, jasa, hingga ekonomi kreatif.

Mereka berkesempatan mengakses pembiayaan tanpa beban bunga dan hanya dikenai biaya administrasi yang ringan.

Informasi yang dihimpun dari laman resmi Bank Kaltimtara, program ini menyediakan pinjaman mulai dari Rp15 juta hingga Rp25 juta per pelaku usaha dengan tenor pelunasan maksimal 2 tahun. Adapun biaya provisi dan administrasi hanya sebesar 5 persen dari total pinjaman, tanpa bunga tambahan.

Syarat dan Ketentuan

Program ini menyasar pelaku usaha mikro yang telah aktif dan memiliki usaha produktif minimal selama enam bulan. Calon debitur juga harus memenuhi sejumlah persyaratan administratif, di antaranya:

1. Berdomisili dan memiliki KTP Kota Bontang.

2. Telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).

3. Memiliki rekening di Bank Kaltimtara

4. Usia minimal 21 tahun atau telah menikah, dan maksimal 63 tahun saat pengajuan (dengan batas usia 65 tahun saat kredit berakhir)

5. Tidak memiliki riwayat kredit bermasalah di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK

Terdaftar pada perangkat daerah teknis yang menangani sektor usaha produktif.

6. Selain itu, calon peminjam wajib menyerahkan dokumen pendukung sesuai ketentuan Bank Kaltimtara dan mengisi formulir aplikasi kredit.

Informasi lebih lanjut dan pengajuan permohonan dapat diakses secara daring melalui laman resmi Bank Kaltimtara: https://www.bankaltimtara.co.id/id/page/kredit-bontang-kreatif

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Jelang Iduladha, Pupuk Kaltim Edukasi Peternak Lokal soal Perawatan dan Pengolahan Limbah Ternak

0

BONTANG –  Optimalkan pemberdayaan sektor pertanian dan peternakan, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) tingkatkan kapasitas mitra binaan di Kota Bontang dan Kutai Timur, terkait strategi perawatan hewan ternak secara terintegrasi. Kegiatan ini sebagai upaya menjaga produktivitas pelaku usaha peternakan lokal, khususnya saat kebutuhan terhadap hewan kurban yang meningkat drastis jelang Iduladha.

Pgs VP TJSL Pupuk Kaltim Lendl Wibisana, mengatakan kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata peran Pupuk Kaltim dalam mendukung ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan, mengingat sektor peternakan memiliki peran vital jelang Iduladha, karena permintaan hewan kurban yang meningkat signifikan. Hal ini pun secara tidak langsung menuntut masyarakat untuk memastikan hewan ternak yang disiapkan benar-benar memenuhi kriteria kesehatan, sesuai syariat hingga aspek kesejahteraan hewan.

“Oleh karena itu, pelatihan ini sengaja dihadirkan Pupuk Kaltim sebagai wujud komitmen Perusahaan dalam mendukung peningkatan kapasitas peternak lokal, agar mampu menerapkan strategi perawatan ternak sesuai standar,” ucap Lendl, Senin (28/5/2025).

Dijelaskan Lendl, 50 peserta dari pelaku usaha peternakan lokal yang telah menjadi mitra binaan Pupuk Kaltim ini, diberikan berbagai pengetahuan pemeliharaan dan perawatan hewan secara optimal. Mulai dari pemberian pakan seimbang, manajemen kesehatan hewan, hingga pengelolaan stres yang sangat menentukan kualitas serta kelayakan hewan kurban.

“Semua itu menjadi tantangan yang perlu dijawab dengan pendekatan yang sistematis, sehingga pelatihan ini hadir sebagai jawaban dari kebutuhan nyata di lapangan,” tandas Lendl.

Pelatihan ini dilaksanakan melalui pendekatan terpadu aspek peternakan, yang terintegrasi dengan pengolahan limbah sebagai bagian dari sistem pertanian berkelanjutan. Dimana Pupuk Kaltim juga membekali para peserta pengolahan limbah ternak seperti kotoran dan sisa pakan, untuk dikonversi menjadi pupuk organik melalui pemanfaatan teknologi Biodex.

Salah satu produk unggulan Pupuk Kaltim ini berfungsi sebagai bioaktivator dalam proses pengomposan, sehingga mampu merubah limbah ternak menjadi pupuk organik berkualitas dan bernilai ekonomi, serta dapat menjadi solusi praktis mempercepat proses dekomposisi untuk menghasilkan pupuk organik yang aman dan ramah lingkungan.

“Maka dari itu, kami harap para pelaku usaha peternakan lokal tidak hanya mampu menjawab permintaan pasar saat Iduladha, tetapi juga memiliki daya saing dan keberlanjutan dalam menjalankan usaha,” tambah Lendl.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan (DKP3) Kota Bontang Ahmad Aznem, mengapresasi langkah Pupuk Kaltim dalam meningkatkan daya saing serta kapasitas pelaku usaha peternakan di daerah. Mengingat pelatihan ini sejatinya bagian dari program Pemerintah, untuk mendorong penguatan ketahanan dan swasembada pangan mulai tingkat lokal, yang kedepannya diharap makin berdampak terhadap produktivitas hasil peternakan.

“Kolaborasi seperti ini merupakan bentuk sinergi positif yang perlu terus kita dorong dalam mencapai kemandirian masyarakat. Termasuk swasembada pangan sesuai asta cita Pemerintah, agar kapasitas pertanian dan peternakan lokal mampu tumbuh berdaya saing,” ungkap Aznem.

Dirinya pun berharap pelatihan serupa dapat terus ditindaklanjuti Pupuk Kaltim, dan Pemkot Bontang siap memberi dukungan optimal agar seluruh sasaran penguatan kapasitas masyarakat khususnya di sektor pangan, dapat berjalan secara maksimal. Dimana pemerintah juga tidak tinggal diam dalam memperkuat peluang pelaku pertanian dan peternakan, sehingga Bontang dapat berkontribusi signifikan terhadap swasembada pangan.

“Kami optimis dengan keterlibatan Pupuk Kaltim, ketahanan pangan di Kota Bontang bisa kita pacu secara optimal. Baik di sektor pertanian maupun peternakan, guna berkontribusi maksimal terhadap pemenuhan kebutuhan pangan mulai tingkat lokal,” tutur Aznem.

Salah satu peserta pelatihan Jamaluddin, menyampaikan terima kasih atas dukungan Pupuk Kaltim dalam memperkuat kapasitas peternak lokal, guna mendorong peluang dan penciptaan usaha berkelanjutan di sektor perternakan. Dirinya yang juga bagian dari program SGH Hidayatullah Pupuk Kaltim, mengaku banyak terbantu dengan beragam pelatihan yang dilaksanakan, sehingga produktivitas para petani maupun peternak yang selama ini dibina intensif secara perlahan mampu memaksimalkan potensi yang dimiliki.

“Mengingat pelatihan seperti ini memberikan dampak langsung terhadap produktivitas peternakan yang kami kelola, sehingga para peternak lokal Bontang dan Kutai Timur bisa makin tumbuh dengan pemahaman yang lebih baik. Terima kasih Pupuk Kaltim,” ungkap Jamaluddin. (adv/MK)

PDAM Bontang Siapkan Sumber Air Jangka Panjang, Gandeng Perumda Tirta Kencana Samarinda

0
PDAM Bontang Siapkan Sumber Air Jangka Panjang, Gandeng Perumda Tirta Kencana Samarinda
Perumda Tirta Taman Kota Bontang. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – PDAM Kota Bontang menyatakan, lambat laun akan membutuhkan sumber air jangka panjang yang dapat memenuhi kebutuhan Kota Bontang.

Diakui Kepala PDAM Bontang, Suramin pihaknya tertarik dengan kerjasama Perumda Tirta Kencana Samarinda yang menawarkan sambungan pipa yang dialirkan dari Sungai Mahakam ke Kota Bontang.

Namun, perencanaan tersebut masih dalam pembahasan FS (Feasibility Study) adalah studi kelayakan untuk menilai kelayakan suatu proyek sebelum proyek tersebut dilaksanakan, serta DED (Detail Engineering Design) yakni perancangan teknis yang rinci oleh Perumda Tirta Kencana Samarinda.

“Kita memang kesulitan air baku. Bukan krisis. Untuk saat ini masih cukup, namun untuk jangka menengah dan panjang tentu memerlukan alternatif,” pungkasnya, Kamis (5/6/2025).

Untuk itu, pemenuhan kebutuhan air jangka menengah, PDAM Bontang memiliki dua perencanaan, yang pertama yakni SPAM Regional Kukar – Bontang yang mana merupakan pemanfaatan bendungan yang berada di Marangkayu.

Opsi kedua adalah SPAM Regional Kutim – Bontang dengan memanfaatkan void tambang milik Indominco dimana WTP (Water Treatment Plant) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) adalah sistem atau fasilitas yang berfungsi untuk mengolah air baku menjadi air bersih, yang memenuhi standar mutu dan layak digunakan sudah terpasang hampir 100 persen.

Dilanjut, kajian pengaliran air makaham dari Samarinda menuju Kota Bontang akan dilakukan oleh pihak Pemerintah Samarinda. Jika Perjanjian Kerja Sama (PKS) telah selesai, maka seluruh pembangunan akan dilakukan dari Pemkot Samarinda.

“Pemkot Bontang tinggal men-deal-kan saja mau seberapa banyak air yang dialirkan, berapa liter atau berapa kubik perdetik, nanti tarifnya dibicarakan dan lain sebagainya,” terangnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Pemotor Scoopy Merah yang Tabrak Mobil Ayla di Dekat McD Belum Sadarkan Diri

0
Ilustrasi. (ist)

BONTANG – Kondisi pengendara Scoopy pasca menabrak Mobil Ayla di Simpang Tiga Ahmad Yani Sabtu (7/6/2024) dini hari tadi, hingga kini belum juga sadarkan diri.

Luka berat di bagian kepala yang dialami pengendara motor itu, menyebabkan belum sadarkan diri, bahkan masuk kondisi kritis. Diketahui, pihak rumah sakit juga akan melakukan CT Scan. Kondisi itu diterangkan salah satu petugas jaga Rumah Sakit Amalia.

“Setelah keluar hasil CT Scan baru kami lakukan penanganan lebih lanjut,” jelasnya.

Pengendara motor berinisial SR (20) tahun itu, dilarikan ke RS Amalia Pukul 02.00 Wita, dan telah dilakukan penanganan pertama.

Sebelumnya, kecelakaan terjadi dikarenakan pemotor itu tidak mengurangi kecepatannya saat melintasi Simpang Tiga Ahmad Yani atau lebih tepat dekat waralaba McDonald, hingga menabrak mobil yang hendak melintas dari Jalan Ahmad Yani menuju Imam Bonjol.

Kecelakaan pun tidak terhindarkan dan pengendara mobil telah dimintai keterangan lebih lanjut

“Kejadian terjadi di simpang tiga McDonald’s,” ucap Kapolres Kota Bontang AKBP Alex Frestian Lumban Tobing, melalui Kasatlantas AKP Purwo Asmadi.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam