Beranda blog Halaman 619

Polisi Nyamar Jadi Pembeli, Berhasil Tangkap Pengedar Sabu

0
Tersangka MS (32) berhasil diamankan Polsek Bontang Selatan. (Ist).

BONTANG – Unit Reskrim Polsek Bontang Selatan, telah mengamankan seorang pria berinisial MS (32), dimana pelaku telah tertangkap basah saat ingin menjual sabu.

Sebelumnya, anggota Reskrim Polsek Bontang Selatan sempat mendapatkan laporan dari masyarakat yang telah dicurigai adanya aktivitas peredaran sabu di salah satu rumah yang berada di Jalan Selat Karimata 2, RT.26, Kelurahan Tanjung Laut, sekitar pukul 17.30 Wita, Jumat (23/5/2025).

Mengenai hal tersebut, polisi mencoba untuk menyamar sebagai pembeli sebagai strategi penangkapan MS. Tanpa dicurigai MS, dengan secara tidak sadar MS langsung menyerahkan sabu tersebut ke anggota polisi yang menyamar.

“Dengan tanpa curiga, terduga langsung menyerahkan 2 bungkus sabu, kepada petugas karena mengira mereka adalah pembeli,” ucap Kapolsek Bontang Selatan, AKP Rakib Rais.

Barang bukti yang berhasil disita meliputi sabu seberat 2,55 gram, satu alat hisap sabu (bong), plastik klip, sedotan modifikasi, handphone, dan uang tunai sebesar Rp. 450 ribu, yang diduga hasil dari transaksi sabu.

“Ini hasil dari penggeledahan di lokasi, kami pun juga menyita barang bukti lainnya. Adanya kasus seperti ini, kami akan terus melakukan pengembangan untuk menelusuri kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Minim Dukungan Orang Tua, Anak Pesisir Bontang Terancam Tak Lanjut Sekolah

0
Ilustrasi. (AI)

BONTANG — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang mengkhawatirkan nasib anak-anak pesisir yang terancam putus sekolah.

Pihaknya kesulitan mengajak anak-anak di wilayah pesisir untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, lantaran pihak orang tua merasa kesulitan jika sang anak jauh dan tidak dapat membantu mereka bekerja di atas laut.

Kebanyakan anak-anak pesisir hanya bersekolah hingga SD saja, karena kebetulan di wilayah tersebut hanya ada Sekolah Dasar saja. Namun, jika mereka tidak melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi, hal ini dapat menyulitkan mereka untuk mencari pekerjaan.

Untuk itu jika mereka ingin melanjutkan ke tingkat SMP atau SMA, anak-anak pesisir harus pergi ke kota untuk bersekolah. Padahal Disdikbud Bontang juga telah mengusahakan berbagai fasilitas penunjang, agar anak pesisir tetap dapat melanjutkan sekolah dengan mudah.

Plt Kepala Disdikbud Kota Bontang, Saparudin, mengatakan berbagai fasilitas pendukung, seperti asrama gratis yang berlokasi di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa), serta transportasi perahu gratis. Pihaknya juga meminta kepada sembilan SMP negeri untuk memberikan ruang khusus, untuk menerima anak-anak pesisir yang ingin mendaftar.

Hal itu menjadi percuma, lantaran orang tua mereka enggan memberikan izin kepada anak-anaknya untuk melanjutkan sekolah di kota dan tinggal di asrama, “Para orang tua khawatir kehilangan tenaga kerja keluarga, untuk membantu mereka mencari ikan untuk kebutuhan sehari-hari kalau anak mereka harus menginap di kota,” katanya, Kamis (22/5/2025).

Saparudin mengatakan, bahwa para murid tetap akan dipulangkan tiap Jumat sore dan menetap di sana hingga hari Minggu. Namun, ia mengaku tidak dapat berbuat apa-apa jika berurusan dengan orang tua murid yang tidak setuju.

Ia harap ada pertimbangan yang mereka lakukan memikirkan pentingnya pendidikan untuk masa depan anak-anak mereka. Pemkot juga telah memberikan seragam dan buku gratis untuk kelengkapan belajar.

“Apalagi sekolah negeri kan sudah gratis juga,” ujarnya.

Diketahui, terdapat sekitar 10 siswa yang berada di wilayah pesisir dengan rincian di Selangan satu orang, Tihi-Tihi tiga orang, dan di Gusung tujuh orang.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Dua Dapur Umum MBG Direncanakan Beroperasi Awal Juni

0
Salah satu dapur umum MBG di Kelurahan Kanaan. (ist)

BONTANG – Pengoperasian dapur umum program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bontang ditargetkan akan dijalankan awal Juni 2025. Kota Bontang memiliki dua dapur yang akan dioperasikan sebagai penunjang program tersebut.

Koordinator MBG Kota Bontang, Surya Rufaidah, mengatakan pihaknya menunggu verifikasi dari Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat. Adapun dapur tersebut terletak di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Kanaan, dan dapur mitra di Kelurahan Guntung.

“Kedua dapur itu disiapkan untuk melayani sekitar 7.000 anak sekolah,” ujarnya Kamis (22/5/2025).

Nantinya, sebanyak 3.500 porsi akan diproduksi per dapur dengan tafsiran harga Rp 15.000 per porsi. Fokus awalnya, pendistribusian akan diberikan kepada sekolah yang berada di sekitar wilayah dapur MBG, selain itu juga akan diberikan kepada ibu hamil dan balita.

Selain itu, terdapat lima mitra yang akan bekerjasama sebagai dapur mitra MBG, yang saat ini masih dalam proses renovasi serta kelengkapan dokumen sesuai standar BGN.

“Kelimanya calon dapur mitra lokal yang berada di wilayah Bontang Utara, dengan syarat bangunan minimal 400 m²,” terangnya.

Ia menerangkan, butuh sekitar 14 dapur aktif untuk seluruh wilayah Bontang, sehingga dapat memenuhi kebutuhan seluruh kelompok. Hal ini tidak menutup kemungkinan untuk menggaet mitra baru.

“Perekrutan mitra baru masih memungkinkan, tapi tidak dapat diproses dengan cepat, lantaran butuh verifikasi dari pusat,” katanya.

Jika terdapat mitra yang ingin mendaftar, dapat mengunjungi laman resmi https://mitra.bgn.go.id, atau menghubungi kontak SPPG Bontang melalui sppgbontang1@gmail.com dan WhatsApp 082279485612.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Jaga Kualitas Pelayanan Ruang ICU, RSUD Miliki Alat Medis Lengkap dan SDM Tersertifikasi

0
Jaga Kualitas Pelayanan Ruang ICU, RSUD Miliki Alat Medis Lengkap dan SDM Tersertifikasi
dr Arditya saat menunjukkan Ruang ICU RSUD Taman Husada Bontang. (Yahya Yabo)

BONTANG – Ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUD Taman Husada Bontang telah dilengkapi dengan alat-alat medis dan SDM yang tersertifikasi. Masyarakat Bontang tak perlu khawatir untuk berobat ke rumah sakit plat merah tersebut.

Kepala Instalasi Intensive Care Unit (ICU) RSUD Taman Husada Bontang, dr Arditya Maulana, M.Ked.Klin, Sp.An menjelaskan, jumlah SDM di ruang ICU sebanyak 3 dokter anestesi dan ada 27 perawat.

“SDM perawat kita bagi ketika melakukan perawatan, setiap shif dengan observasi ketat dengan satu tim keperawatan.

Dimana 63 persen Perawat juga telah tersertifikasi keperawatan,” ungkapnya.
Dr Arditya mengharapkan masyarakat tidak perlu khawatir untuk berobat ke RSUD Bontang, di mana instalasi ICU sudah memiliki berbagai fasilitas alat medis yang lengkap.

“Kita termasuk rumah sakit dengan kelengkapan alat-alat medis,” terangnya. (adv/yah)

Editor: Yusva Alam

Mengenal Ruang Bougenville RSUD Bontang: Miliki 25 Perawat Tersertifikasi, Tersedia Ruang Perawatan Kelas II dan III

0
Mengenal Ruang Bougenville RSUD Bontang: Miliki 25 Perawat Tersertifikasi, Tersedia Ruang Perawatan Kelas II dan III
Ruang perawatan Bougenville milik RSUD Taman Husada Bontang. (ist)

BONTANG – Ruang Bougenville merupakan ruang perawatan kelas II dan III bagi pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Kota Bontang yang merawat semua gejala penyakit. Ruang Bougenville sendiri terdiri dari 25 SDM perawat yang telah tersertifikasi.

Kepala Ruangan Bougenville, Noviani Nastiti Susantiningdyah menjelaskan kondisi Ruang Bougenville yang dimiliki RSUD Taman Husada Bontang melayani pasien kelas II dan kelas III.

Ia mengatakan Ruang Bougenville memiliki ketersediaan sebanyak 34 tempat tidur dengan rincian kelas dua sebanyak 16 tempat tidur dan kelas tiga 18 tempat tidur.

“Ruang Bougenville memiliki 25 perawat dengan kualifikasi tersertifikasi keperawatan,” jelasnya.

Ia mengatakan Ruang Bougenville tetap melayani semua penyakit sesuai dengan kategori jaminan kesehatan. “Sesuai dengan kategori kelas jaminan kesehatan. Di sini pasien BPJS Kesehatan dan pasien umum. Tapi kalau penyakit paru menular akan diarahkan di Ruang Anggrek,” ungkapnya.

Ia menambahkan untuk sertifikasi perawat yang ada di Ruang Bougenville sendiri telah memenuhi 100 persen untuk sertifikasi BTCLS. “Sertifikasi kami sudah 100 persen pelatihan BTCLS. Akan diperbaharui setiap tiga tahun sekali. Ada juga pelatihan manajemen bangsal dan pelatihan perawat klinis,” katanya.

Ia mengharapkan ke depannya Ruang Bougenville dapat mempertahankan standar layanan yang telah dikeluarkan Kemenkes RI. “Kita tetap memperbaiki layanan sesuai dengan standar Kemenkes baik ketika ada keluhan permasalahan,” terangnya.

Untuk saat ini, Ruang Bougenville telah berbenah dengan merenovasi ruangan dan mempercantik ruangan perawatan. (adv)

Editor: Yusva Alam

RSUD Taman Husada Terapkan Inovasi Digital Pengambilan Obat Tanpa Resep Fisik

0
Tempat pengambilan tiket obat. (Syakurah)

BONTANG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Bontang terus mengembangkan layanan berbasis teknologi demi kenyamanan pasien. Terbaru, rumah sakit ini meluncurkan sistem pengambilan obat tanpa perlu membawa resep fisik ke apotek.

Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Pengendalian Mutu RSUD Taman Husada, Tri Ratna Paramita menjelaskan, pasien kini hanya perlu memasukkan kode tertentu ke mesin e-tiket setelah selesai diperiksa di poliklinik. Resep dari dokter langsung terhubung secara digital ke komputer apotek, sehingga tidak diperlukan lagi resep cetak.

“Di area pengambilan obat ada monitor khusus. Pasien cukup masukkan kode yang diberikan, lalu tunggu e-tiket keluar,” jelasnya, Jumat (16/5/2025).

Untuk menghindari penumpukan di ruang tunggu, pasien dapat meninggalkan lokasi setelah memasukkan data. Mereka akan menerima notifikasi melalui WhatsApp saat obat sudah siap diambil.

“Kami memahami tidak semua pasien bisa menunggu lama. Karena itu, kami kirim pesan ke nomor yang aktif saat obat sudah selesai diracik,” tambahnya.

Jika kode tiket hilang, pasien tetap bisa mengakses layanan dengan memasukkan NIK atau nomor BPJS yang terdaftar.

Menariknya, RSUD Taman Husada juga memberikan kesempatan kepada pasien untuk menilai dokter yang menangani mereka. Penilaian dilakukan melalui monitor yang sama, dan jika ada dokter yang mendapatkan rating di bawah empat bintang, rumah sakit akan segera menindaklanjuti keluhan tersebut pada hari yang sama.

“Kami bertindak cepat agar tidak ada keluhan yang menumpuk. Tujuan kami adalah menjaga mutu layanan,” pungkasnya. (Adv)

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Sepekan Terakhir Tilang Elektronik Mulai Berlaku, 1.600 Pelanggar Terekam Kamera

0
Ilustrasi. (Ist)

BONTANG – Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau Tilang Elektronik untuk wilayah Bontang, sudah mulai aktif sejak sepekan terakhir. Akan tetapi belum terkoneksi dengan sistem Korlantas Polri.

Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing, melalui Kasat Lantas Polres Bontang, AKP Purwo Asmidi menyampaikan bahwa, sudah banyak sekali pengendara yang terekam kamera di sepekan terakhir, ada sekitar 1.600 pelanggar.

Akan tetapi dengan adanya koneksi yang belum terhubungkan, saat ini polisi belum bisa mengeluarkan surat tilangan tersebut ke pengendara yang melanggar.

Pengendara yang banyak melanggar, seperti pengemudi mobil yang tidak menggunakan sabuk pengaman, tidak menggunakan helm, menerobos lampu merah, bahkan berboncengan melebihi muatan.

“Kalau dari rekaman kamera banyak yang melanggar, maka dari itu kami masih mencoba untuk menggunakan sistem manual,” ucapnya Jumat (23/5/2025).

Diketahui, ada beberapa lokasi yang telah dipasang tilang elektronik, meliputi Jalan Bhayangkara atau Jalan Tembus, Jalan Jendral Sudirman, tepat di Simpang Tiga Ramayana, serta di Jalan R Suprapto, lebih tepatnya di depan Kantor Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf).

Sedikit informasi, untuk pemasangan tilang elektronik tersebut telah mengucurkan anggaran sebesar Rp 3 miliar.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Diduga Korsleting, Api Membakar Panel Listrik di Gedung Dispoparekraf

0
Pemadam kebakaran memadati kantor Disporparekraf Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Gedung Dinas Kantor Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disporparekraf) Kota Bontang terbakar, Jumat (23/5/2025) malam.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang, Amiluddin mengatakan, bahwa kejadian tersebut berawal dari adanya konsletingnya panel listrik gedung, yang dimana memicu asap tebal dan api besar.

Sebelum kebakaran terjadi, gedung tersebut masih sempat digunakan untuk acara senam kreasi. Tak berselang lama kemudian, sejak menjelang magrib, kelistrikan di gedung tersebut mulai padam.

Lanjut, tepat di sekitar pukul 08.00 Wita, listrik di kawasan gedung tersebut mengalami padam menyala berulang kali, sehingga petugas Disdamkartan langsung bergerak menuju lokasi untuk memantau situasi.

“Sebelumnya ada kegiatan disini, tidak lama kemudian asap langsung muncul setelah listrik padam,” ucapnya saat dikonfirmasi.

Terlebih lagi, Amiluddin menyampaikan bahwa kebakaran mulai muncul dari panel listrik yang berada di lantai dasar. beruntungnya, kebakaran tidak merambat ke lantai lain.

“Awalnya muncul asap tebal, tidak lama kemudian langsung muncul api. Ini yang terbakar hanya bagian planel listriknya saja, dengan dugaan adanya konsleting listrik,” jelasnya.

Petugas Disdamkartan berusaha memadamkan api sekitar kurang lebih satu jam, dengan menurunkan sebanyak 5 armada.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Kantor Disporaparekraf Bontang Kebakaran

0
Pemadam kebakaran memadati kantor Disporparekraf Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Kebakaran terjadi di Kantor Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Kota Bontang, Jumat (23/5/2025) malam ini.

Sejumlah armada kebakaran milik Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang, melaju cepat menuju lokasi tersebut.

Awalnya sekumpulan asap mulai muncul, tak berselang lama kemudian api besar langsung menyala yang berasal dari sekumpulan kabel listrik.

Saat ini, pihak petugas Disdamkartan berusaha untuk mencoba memadamkan api, dan mencari asal mula kebakaran.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Dukung Program WAJAR, Satpol PP Masih Rutin Patroli Pelajar Keliaran di Malam Hari

0
Kepala Satpol PP Bontang, Ahmad Yani saat ditemui. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bontang saat ini masih rutin melangsungkan patroli terkait program Wajib Belajar (Wajar).

Sebagai dukungan dalam program Wajar tersebut, pihak Satpol PP secara rutin melakukan penertiban pelajar, yang masih sering berkeliaran atau keluyuran di tempat nongkrong. Patroli pun dilakukan setiap harinya, selama 24 jam.

“Jadi tim kami sudah berpencar, setiap wilayah selalu ada laporan terkait pelajar yang berkeliaran. Kami akan bergerak, jika ada pelajar yang kedapatan keluar rumah di jam belajar,” jelas Kepala Satpol PP Bontang, Ahmad Yani saat dikonfirmasi, Kamis (22/5/2025).

Bagi pelajar yang terjaring petugas, nantinya akan diberikan edukasi atau pemahaman secara langsung, terkait pentingnya melaksanakan sistem belajar di rumah mulai pukul 19.00 – 21.00 Wita.

“Pastinya, untuk pelajar yang kami dapat masih berkeliaran, akan kami beri edukasi secara langsung. Kami pun akan kasih pemahaman juga ke orang tuanya, agar tidak keluar rumah di waktu jam belajar,” paparnya.

Di program sosialisasi Wajar ini, Yani belum mengetahui pasti berapa lama berlangsungnya patroli edukasi tersebut. Dirinya menyatakan, masih menunggu arahan lebih lanjut dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang.

“Saya belum tahu pasti akan berjalan berapa lama, sebab kami masih menunggu arahan selanjutnya. Kalaupun untuk program patroli eduksi ini, sudah berjalan kurang lebih sebulan,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam