Beranda blog Halaman 618

Dishub Gelar Pelatihan Pengemudi Angkutan Barang Berbahaya, Diikuti 52 Sopir dari Berbagai Perusahaan

0
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris saat menghadiri pelatihan sertifikasi pengemudi angkutan barang berbahaya. (Ist).

BONTANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bontang menggelar pelatihan sertifikasi pengemudi angkutan barang berbahaya, atau dangerous goods. Sebanyak 52 sopir dari berbagai perusahaan di Bontang mengikuti kegiatan tersebut.

Kegiatan secara resmi dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, yang berlangsung di Ballroom Hotel Tiara Surya. Sebagai simbolis telah dibukanya pelatihan, Agus Haris menyerahkan life jacket ke salah satu perwakilan peserta.

Agus Haris menyampaikan apresiasinya terhadap pelatihan yang dinilainya sebagai langkah strategis, di tengah dinamika aktivitas industri Kota Bontang yang terus berkembang.

Peningkatan kompetensi dan profesionalisme para sopir angkutan barang berbahaya, nantinya akan menjadi kebutuhan yang mendesak.

“Jadi dengan adanya sertifikasi ini, sebagai bentuk pengakuan atas profesionalisme pelatihan mereka. Terlebih lagi juga memberikan perlindungan hukum dalam menjalankan tugas,” ucapnya saat sambutan, Senin (26/5/2025).

Tak hanya itu, Agus Haris menegaskan bahwa, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang akan mendukung penuh, setiap upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor transportasi.

“Sebab pentingnya pembangunan infrastruktur sebagai pilar utama, dalam menciptakan konektivitas yang adil, mendorong pemerataan pembangunan, serta membuka wajah baru Kota Bontang sebagai kota pesisir yang maju, terintegrasi, dan berwawasan masa depan,” jelasnya.

Adanya kegiatan pelatihan ini sangat diharapkan, para pengemudi dapat meningkatkan pemahaman serta kemampuan teknis dalam menangani muatan berbahaya, dimana sesuai standar keselamatan dan regulasi yang berlaku.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

147 Anak PAUD di Bontang Utara Meriahkan Kirab Budaya, Tenaga Pendidik Dijanjikan Kenaikan Insentif Rp 2 Juta

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat menghadiri kegiatan Parade Kirab Budaya. (Ist),

BONTANG – Sebanyak 147 anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kecamatan Bontang Utara, mengikuti kegiatan Parade Kirab Budaya, yang berlangsung di Halaman Auditorium Tiga Dimensi, Senin (26/5/2025).

Kegiatan ini digelar langsung oleh sekumpulan PAUD di Bontang Utara, dengan menampilkan kirab anak-anak dari Satuan PAUD Sejenis (SPS), Kelompok Bermain (KB), serta Taman Penitipan Anak (TPA), dengan busana daerah berbagai macam.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, sekaligus sebagai Bunda PAUD di Bontang hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Berkumpul, tertawa, dan bercanda ria bersama dengan anak-anak PAUD.

Di tengah-tengah kehadirannya bersama dengan anak-anak, Neni menyampaikan bahwa pemerintah komitmen akan mendukung pendidikan anak usia dini, termasuk penggratisan seragam, tas, dan sepatu untuk seluruh murid PAUD se-Kota Bontang.

“Anak-anak kita adalah generasi masa depan yang harus dibekali dengan pondasi kuat, terutama akhlak yang baik sejak dini. Terlebih lagi, pendidikan serta karakter, harus menjadi prioritas di rumah maupun di sekolah,” ucapnya.

Tidak sampai di situ, Neni juga mengatakan, jika nantinya akan ada kenaikan insentif sebesar Rp 2 juta, bagi para pendidik PAUD. Hal ini disampaikan langsung di depan para guru PAUD se-Kecamatan Bontang Utara.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Waka Polres dan Kasat Intelkam Diganti, Polres Bontang Gelar Sertijab

0
Pelaksanaan upacara sertijab di lingkungan Polres Bontang. (Ist).

BONTANG – Polres Bontang menggelar upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab), yang berlangsung di Aula Wicaksana Lagawa, Senin (26/5/2025) pagi.

Sertijab dilaksanakan untuk pergantian Wakil Kepala Kepolisian Resor (Waka Polres), dan Kepala Satuan Intelijen dan Keamanan (Kasat Intelkam) Polres Bontang.

Sebelumnya, jabatan Waka Polres di jabat oleh Kompol Faisal Risa, kini berganti ke pejabat baru menjadi Kompol Ropiyani. Sementara untuk Kasat Intelkam Polres AKP Yurizca, diganti pejabat baru AKP Didik Sulistyo.

Kegiatan ditandai dengan pembacaan Keputusan Kapolda Kalimantan Timur (Kaltim) Nomor: KEP/243/I/2025 tanggal 2 Mei 2025 tentang pemberhentian dan pengangkatan dalam jabatan perwira Polri dilingkungan Polda Kaltim.

Ada pun pengambilan sumpah jabatan oleh rohaniawan, serta penandatanganan berita acara pelantikan, sertijab, dan pakta integritas oleh pejabat lama, pejabat baru, dan Kapolres Bontang.

Kegiatan ini menjadi bagian dari mekanisme organisasi dalam penyegaran struktur dan optimalisasi kinerja institusi, khususnya dalam mendukung dalam pelaksanaan tugas-tugas kepolisian di wilayah hukum Polres Bontang.

Terlebih lagi, dengan terlaksananya kegiatan ini diharapkan pejabat yang baru dapat segera beradaptasi, dan melanjutkan tugas serta tanggung jawab dengan penuh dedikasi dan profesionalisme.

Sementara itu, untuk pejabat yang lama, Kapolres Bontang memberikan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, dan kontribusi selama bertugas di Polres Bontang.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pemkot Sering Gelar Operasi Timbang, Angka Stunting Turun Jadi 12 Persen

0
Pemkot Sering Gelar Operasi Timbang, Angka Stunting Turun Jadi 12 Persen
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. (Ist).

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang, kerap kali melakukan operasi timbang serentak di seluruh Posyandu, sehingga angka prevalensi stunting turun menjadi 12 persen. Hal ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni.

Dirinya menyampaikan, bahwa awalnya di Bontang menjadi kota dengan angka prevalensi stunting paling buruk di Kalimantan Timur (Kaltim), yakni berada diatas 21 persen.

Angka itu diambil dari data Sistem Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat atau (e-PPGBM). Adapun istilah dari prevalensi, digunakan sebagai representasi banyaknya kasus penyakit yang terjadi.

Sehingga, dari hasil operasi timbang tersebut, hanya ada 1.219 anak stunting yang terdampak stunting, atau setara dengan 12 persen. Jumlah ini pun telah dinyatakan berkurang, setelah sebelumnya terdapat 1.700 kasus.

“Jadi, di antaranya terdapat 1.700 balita yang bermasalah. Akan tetapi, tidak semua balita yang dinilai bermasalah tersebut mengalami stunting,” ucapnya, Senin (26/5/2025).

Neni turut menambahkan, terdapat balita yang masuk kategori pendek, dikarenakan genetik sebanyak 800, namun gizinya dinilai baik. Lalu, sisanya sebanyak 1.215 yang dinyatakan stunting.

“Dinyatakan stunting dengan indikator panjang balita yang tidak normal, dan gizinya tidak sesuai. Lalu ada juga beberapa penilaian lainnya,” ungkapnya.

Dari jumlah total 1.219 balita stunting tersebut, akan menjadi fokus Pemkot Bontang untuk diberikan intervensi berima Pemberian Makanan Tambahan (PMT).

“Dari total balita yang ditimbang, berarti ada 12 persen yang dinyatakan stunting, dan nantinya pasti akan kita intervensi,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Diajak Mantan Berhubungan Badan, Korban Diancam Pelaku Sebarkan Video

0
Ilustrasi. (Ist).

BONTANG – Seorang remaja perempuan berusia 14 tahun di Bontang, diancam oleh mantannya sendiri yang berusia 16 tahun, untuk berhubungan badan.

Mantannya mengajak korban berhubungan badan secar paksa, dimana jika korban tidak mau melakukannya maka pelaku akan menyebarkan video syur korban.

Sebelumnya, keduanya berpacaran sejak 2023 lalu, di 2024 kemarin keduanya sempat melakukan hubungan intim layaknya suami istri, tepat di Agustus 2024.

Bahkan, keduanya sempat mengalami putus hubungan berpacaran. Akibatnya sang mantan tidak terima, kemudian mengajak korban untuk berhubungan badan lagi, jika tidak mau maka videonya akan disebar luaskan.

Karena tidak ada pilihan lain, korban pun menuruti kemauan mantannya tersebut untuk bersetubuh, agar videonya tidak tersebar.

Persetubuhan dilakukan sebanyak lima kali di Maret 2025, akibat korban yang tidak betah dengan sifat mantan yang terus memaksa dirinya untuk berhubungan badan, akhirnya korban menceritakan hal tersebut ke orang tuanya, dan melaporkan ke pihak polisi.

Adanya kasus tersebut, Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing, melalui Kasat Reskrim Polres Bontang, Iptu Hari Supranoto turut membenarkan adanya laporan tersebut yang telah masuk, dimana terkait dengan kasus persetubuhan anak di bawah umur.

“Tersangka mencoba terus mendesak korban untuk melakukan hubungan badan, jika tidak dituruti maka tersangka akan menyebar luaskan video syur mereka ke publik,” ucapnya saat dikonfirmasi, Senin (26/5/2025).

Kini, tersangka sudah diamankan dan berada di Mapolres Bontang, untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut.

Pelaku pun nantinya akan dijerat dengan Pasal 81 ayat 2 atau pasal 81 ayat (1) jo pasal 76D UURI No 17 Tahun 2016, tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti uu no 1 thn 2016 ttg perubahan kedua atas UURI No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang-undang atau pasal 6 huruf C UURI No 12 Tahun 2022 tentang tindak pidana kekerasan seksual.

“Dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara,” pungkasnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Tingkatkan Penanganan TBC, RSUD Bontang Ikuti Audit Klinis Kemenkes

0
Pegawai, dokter RSUD, dan fasilitator saat melaksanakan audit klinis TBC RO beberapa waktu lalu. (Yahya Yabo)

BONTANG – Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr Suhardi, Sp.JP mengungkapkan, kegiatan audit klinis TB RO atau TBC RO tak hanya sebagai program pusat Kemenkes untuk melakukan pengawasan terkait tata laksana penanganan penyakit TBC, namun juga untuk mengupgrade pengetahuan petugas medis yang menangani TBC.

“Berharap agar tatalaksana atau pengobatan bisa berjalan sesuai SOPnya. Juga merupakan momen untuk konsultasi bagi rumah sakit di daerah agar memberikan masukan,” kata dr Suhardi.

Karenanya RSUD Bontang terus meningkatkan keilmuan para petugas medis yang menangani TBC ini. Salahsatunya dengan mengikuti audit klinis.

Diharapkan, setelah kegiatan audit klinis ini, pegawai RSUD Bontang yang menangani dan pemberi pelayanan penyakit TBC dapat mendapatkan tambahan ilmu terkait tata laksana penanganan TBC.

“Harapannya teman-teman sebagai pemberi layanan dapat menambah ilmu,” pungkasnya. (adv/yah)

Editor: Yusva Alam

Belajar Pengelolaan IGD ke RSUD AWS Samarinda

0
Belajar Pengelolaan IGD ke RSUD AWS Samarinda
Kunjungan Tim RSUD Bontang untuk studi orientasi ke RSUD AWS Samarinda beberapa waktu lalu. (Yahya Yabo)

BONTANG – RSUD Taman Husada Bontang terus meningkatkan tata Kelola kegawatdaruratan. Salahsatu caranya dengan melaksanakan studi orientasi ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD AWS Samarinda.

Sub Koordinator Penunjang Keperawatan RSUD Taman Husada Bontang, Bambang Sri Mulyono mengatakan, perawat dan bidan yang ikut sekitar 30 orang. Disambut oleh Wakil Direktur Penunjang RSUD AWS, dr Mazniati, MPH dan pemberian materi oleh pihak RSUD AWS Samarinda terkait tata kelola IGD.

“Kami didampingi Kepala IGD AWS, melihat SDM, sarana prasarana, dan proses pelayanan di IGD,” ungkap Bambang.

Selanjutnya, Ia mengatakan tujuan dari kegiatan studi orientasi perawat dan bidan yakni agar memahami penatakelolaan IGD dan memperluas pengetahuan mengenai pengelolaan kegawatdaruratan.

“Agar perawat dan bidan mengetahui bagaimana pengelolaan dan tata kelola kegawatdaruratan,” terangnya.

Bambang menambahkan, melalui studi orientasi ini, harapannya untuk pelayanan IGD dapat menjadi pelayanan kegawatdaruratan terdepan sesuai moto dan tata nilai RSUD Bontang.

“Harapannya pelayanan kegawatdaruratan menjadi terdepan sesuai moto melayani sepenuh hati dan tata nilai Cepat, Efisien, Ramah, Inovatif dan Aman (CERIA),” sebutnya. (adv/yah)

Editor: Yusva Alam

RSUD Terus Lengkapi Dokter Spesialis

0
RSUD Terus Lengkapi Dokter Spesialis
RSUD Bontang tambah dokter spesialis untuk tunjang pelayanan pasien. (ist)

BONTANG – RSUD Taman Husada terus berusaha memenuhi ketersediaan dokter spesialis dan dokter sub spesialis. Hal itu dilakukan untuk terus menunjang pelayanan Kesehatan kepada para pasien yang datang.

Harapan ke depannya, ada keterpenuhan berbagai jenis spesialisasi dan sub spesialisasi, agar pasien bisa berobat di RSUD Bontang dan tidak lagi berobat ke luar daerah Bontang.

“Nanti ada pemenuhan berbagai spesialisasi dan sub spesialisasi dalam beberapa tahun ke depan, agar masyarakat tidak jauh-jauh berobat keluar daerah,” ungkap Kabid Pelayanan Medik dan Pengendalian Mutu RSUD Bontang, dr Tri Ratna Paramita.

Dikatakannya, sebagai RS rujukan, RSUD Bontang juga harus melengkapi dokter spesialis dan sarana pemeriksaan lainnya secara bertahap

“Kalau dari standar RS kami sudah terpenuhi tipe B sesuai dengan kriteria tempat tidur. Tapi masih ada dokter spesialis yang belum dimiliki,” katanya. (adv/yah)

Editor: Yusva Alam

Pengedar Kedapatan Sembunyikan Sabu di Panci dan Helm

0
Barang bukti yang berhasil diamankan polisi. (Ist).

BONTANG – Seorang pria berinisial Mt (40) salah satu warga Tanjung Laut, berhasil diamankan Polres Bontang, lantaran memiliki sabu.

Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing, melalui Kasat Resnarkoba Polres Bontang, Rihard Nixon Lumban Toruan menyampaikan, tepat di Jumat (23/5/2025) malam, petugas melakukan penangkapan Mt yang merupakan hasil pengembangan dari introgasi lanjut dari terduga Ms, yang sebelumnya telah terjaring terlebih dahulu.

Penangkapan Mt dilakukan di rumah kontrakannya di wilayah Kelurahan Berbas Pantai, dimana saat penangkapan berlangsung saat penggeledahan Tim Resnarkoba menemukan 15 bungkus plastik bening berisi kristal putih, yang diduga sabu seberat bruto 5,62 gram.

Sabu itu disembunyikan secara rapi di dalam panci listrik, dan sebuah helm hitam. Tidak hanya itu saja, barang bukti yang didapatkan selain sabu, meliputi satu unit handphone, dan uang tunai Rp 700 ribu.

“Handphone sebagai barang bukti alat komunikasi, dan uang hasil penjualan sabu. Dari keterangan terduga Mt, sabu itu diperolehnya dari seseorang yang hingga saat ini masih buron,” ucapnya.

Sehingga, dalam keterangan rilisan kasus narkoba ini, Kasat Resnarkoba, AKP Rihard Nixon menyampaikan, bahwa pihaknya akan terus menindak tegas pelaku penyalahgunaan narkoba di Bontang.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pengedar Sabu di Berbas Pantai Berusaha Buang Barang Bukti Saat Ditangkap

0
Tersangka dan barang bukti berhasil diamankan Polres Bontang. (Ist).

BONTANG – Sat Resnarkoba Polres Bontang telah berhasil mengamankan pengedar sabu di Jalan Raden Patah, RT.01, Kelurahan Berbas Pantai, Jumat (23/5/2025) kemarin, sekitar pukul 21.25 Wita.

Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing, melalui Kasat Reskrim Polres Bontang, AKP Rihard Nixon Lumban Toruan mengatakan, jika salah satu rumah yang berada di alamat tersebut terdapat aktivitas mencurigakan.

Dari laporan masyarakat itu, petugas langsung mendatangi lokasi guna penyelidikan. Tak berselang lama kemudian melalui pengamatan situasi sekitar, terdapat seseorang yang mencurigakan.

“Ada seorang yang keluar dari rumah tersebut, dengan gerak gerik mencurigakan. Saat kami amankan dan lakukan penggeledahan, terduga berusaha membuang satu bungkus plastik bening berisi sabu,” ucapnya.

Setelah barang berusaha dibuang terduga, ternyata berisikan sabu seberat 0,37 gram, adapun barang bukti lainnya berupa satu unit handphone Vivo Y15s, yang diduga digunakan dalam transaksi.

“Terduga Ms (39) mengakui bahwa sabu tersebut miliknya, dan diperoleh dengan cara membeli dari seseorang yang ia kenal bernama inisial Ig,” paparnya.

sehingga dengan adanya kasus ini, Polres Bontang tidak akan memberi ruang, bagi para terduga pelaku yang terlibat dalam peredaran narkoba.

“Kami akan terus konsisten, dan tegas dalam memberantas segala bentuk penyalahgunaan narkotika, terutama di wilayah hukum Polres Bontang,” ungkapnya.

Adapun pihak kepolisian juga mengajak seluruh masyarakat, untuk tidak ragu melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing. Ini adalah upaya bersama.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam