Beranda blog Halaman 618

Kutim Darurat Narkoba: 274 Kasus Dalam 9 Bulan, BNN Minta Warga Jadi Mata-mata

0
Kepala BNNK Kutim, Kompol Risnoto. (Ist)

SANGATTA – Situasi peredaran narkoba di Kutai Timur (Kutim) mencapai titik krisis. Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kutim mencatat, lonjakan kasus yang mengkhawatirkan menembus angka 274 kasus hingga akhir September 2025. Angka ini memposisikan Kutim dalam status darurat narkoba, dan memaksa BNN untuk mengambil langkah ekstrem.

Kepala BNNK Kutim, Kompol Risnoto, menyatakan bahwa data tersebut adalah alarm keras bagi seluruh pihak. Ia menginstruksikan jajaran untuk bekerja ekstra keras dalam upaya pemberantasan, yang kini fokus pada tiga pilar; penindakan, pencegahan, dan partisipasi publik.

“Kami sedang dalam mode perang. Mencapai 274 kasus dalam waktu sembilan bulan adalah bencana sosial yang harus segera diatasi,” tegas Kompol Risnoto kepada media beberapa hari lalu.

Dalam upaya pencegahan, BNN Kutim kini menggencarkan penyuluhan secara masif, dengan target utama adalah sekolah-sekolah. Strategi ini bertujuan membentengi generasi muda, yang kerap menjadi sasaran empuk bandar.

“Jika kita hanya fokus menangkap bandar, tetapi tidak memutus mata rantai permintaan, barang itu akan terus masuk. Kami harus menyelamatkan anak-anak kita, maka penyuluhan ke sekolah adalah wajib,” jelasnya.

Menyadari keterbatasan personel dalam memantau wilayah yang luas, Kompol Risnoto secara eksplisit meminta dukungan penuh warga Kutim untuk berani bertindak. Ia bahkan secara gamblang meminta masyarakat untuk menjadi ‘mata-mata’ BNNK

“Ini bukan tugas BNNK semata. Kami butuh peran serta masyarakat. Segera laporkan jika Anda memiliki indikasi atau melihat transaksi narkoba di lingkungan sekitar Anda,” pinta Risnoto.

BNNK menjamin kerahasiaan identitas pelapor. Dukungan warga yang proaktif dianggap sebagai kunci utama untuk memutus rantai peredaran gelap yang telah merusak ratusan kehidupan di Kutim.

“Bersama, kita wujudkan Kutai Timur yang bersih dari narkoba. Jangan biarkan lingkungan Anda menjadi sarang peredaran barang haram,” tutup Risnoto, menandaskan pesan darurat kepada seluruh masyarakat Kutim.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

136 Remaja Ikuti Jambore Ajang Kreativitas Genre, Tumbuhkan Remaja Siap Bersaing dan Bawa Perubahan Positif

0
Suasana Jambore Ajang Kreativitas Genre. (Dok Humas Pemkot)

BONTANG – Sebanyak 136 remaja dari 17 Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) se-Kota Bontang, mengikuti Jambore Ajang Kreativitas Generasi Berencana (Genre). Jambore kali ini mengusung tema “Stop Stunting, Start Caring Tanpa Fatherless, Generasi Berkualitas,” di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang beberapa waktu lalu.

Stunting, yang menjadi perhatian serius nasional, serta isu fatherless atau hilangnya peran ayah dalam pengasuhan, menjadi dua faktor kunci yang dapat memengaruhi tumbuh kembang generasi muda.

“Masa depan bangsa ditentukan oleh kualitas remaja saat ini. Kita berada dalam era dengan akses informasi yang sangat terbuka, namun tantangan yang dihadapi juga semakin kompleks dan penuh ketidakpastian. SDM unggul dimulai dari keluarga yang berkualitas. Keluarga yang berkualitas melahirkan remaja-remaja yang sehat, berkarakter, dan siap membangun masa depan,” ujar Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur Nurizky Permana Jati mengutip dari PPIDPemkotBontang.

Ia juga menekankan, bahwa pemerintah, baik pusat maupun daerah, memiliki tanggung jawab untuk memastikan remaja di Bontang dan Kalimantan Timur tumbuh menjadi generasi yang siap bersaing dan membawa perubahan positif.

“Gunakan kesempatan jambore ini bukan hanya untuk berkompetisi, tapi juga untuk belajar dan berbagi pengalaman. Ini adalah momen untuk tumbuh bersama,” katanya.

Kegiatan jambore ini juga menjadi panggung bagi para remaja PIK-R untuk unjuk gigi dalam berbagai kompetisi, seperti presentasi program unggulan, pentas seni, dan edukasi kesehatan reproduksi remaja.

Editor: Yusva Alam

Hujan Berbuah Musibah Tak Lagi Berkah, Astaghfirullah

0
Rahmi Surainah, M.Pd. (ist)

Oleh:
Rahmi Surainah, M.Pd
Alumni Pascasarjana Unlam

“Allahumma shoyyiban nafi’an”
(Ya Allah, turunkanlah hujan yang bermanfaat)

Doa tersebut dipanjatkan agar hujan yang turun membawa manfaat dan keberkahan. Namun bagaimana kalau hujan justru mengakibatkan banjir, longsor, pohon tumbang dan rumah ambruk? Setiap kali hujan lebat alias cuaca ekstrem musibah pun melanda astaghfirullah!

Sebagaimana yang dikabarkan beberapa waktu lalu di Bontang ketika hujan terjadi mengakibatkan banjir sebagian wilayah, tanah longsor hingga tumbangnya pepohonan serta rumah ambruk. Meski sekarang sudah tak lagi banjir, namun tak dapat dihindari ketika hujan maka banjir jadi ancaman. Tak hanya itu terbaru, angin kencang disertai hujan membuat atap rumah dan fasilitas umum rusak khususnya di kawasan pesisir Bontang.

Tak hanya Bontang, ancaman banjir dan sederet musibah yang menyertainya juga terjadi di beberapa wilayah Kaltim. Langganan banjir seperti Kota Samarinda, Tenggarong, Balikpapan, Sangatta, Kutai Barat dan Mahulu hampir semua wilayah Kaltim tak luput dari banjir ketika hujan melanda. Jika demikian seharusnya dengan semakin meluasnya wilayah banjir membuat kita instrospeksi salahkah hujan atau manusia?

Jangan Salahkan Hujan

Hujan dengan sederet ancaman seakan sudah biasa terjadi. Padahal musibah banjir ini jangan dianggap biasa atau menolerir keadaan. Ekosistem alam terganggu hujan yang membawa berkah berubah menjadi musibah.

Penerapan sistem kapitalisme berbuah kerusakan lingkungan. Eksploitasi tambang, kebakaran atau gundulnya hutan menyebabkan air hujan tak terserap, diperparah kondisi pasang surut air sungai/ laut dan saluran drainase yang tidak mampu mengalirkan air.

Curah hujan tinggi selalu jadi kambing hitam ancaman banjir dan longsor. Padahal konversi atau berkurangnya tutupan hutan akibat pembukaan lahan seperti sawit, tambang, pemukiman, dan deforestasi tak dapat dipungkiri. Tidak akan terjadi banjir dan longsor jika benar tata kelola alam.

Keserakahan dengan eksploitasi SDA gila-gilaan membuat rusaknya lingkungan, seperti banjir dan longsor. Banjir semakin meluas dan tinggi, longsor pun berulang kali. Demikianlah akibat tata kelola alam kapitalistik. Tentu kebebasan yang dimiliki oleh para kapital tersebut didukung oleh ijin dan aturan yang dibuat penguasa.

Sungguh miris hidup dalam sistem kapitalis sekuler, banjir dan longsor jadi langganan bahkan menelan korban. Tentunya untuk mengakhirinya harus dengan tata kelola alam yang membawa keberkahan.

Hujan Membawa Keberkahan

Allah Swt berfirman:
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (TQS. Ar-Ruum: 41)

Ulah manusialah kerusakan lingkungan sehingga ketika hujan datang alam tidak mampu lagi menampungnya. Islam melarang kepemilikan SDAE dikuasai oleh individu, swasta, atau asing. SDAE dalam Islam adalah kepemilikan umum dan dikuasai oleh negara untuk kesejahteraan umat diserahkan dalam bentuk langsung atau pun tidak langsung. Misalnya gratisnya biaya pendidikan, kesehatan, dan terjangkaunya harga kebutuhan pokok.

Pengelolaan SDAE dalam Islam tidak bisa dilepaskan dari penerapan Islam secara kaffah. Dengan dikuasainya SDAE oleh negara dalam sistem Islam dan pemimpin yang bertakwa maka akan meminimalisir kerusakan lingkungan. Masyarakat akan sejahtera dan alam berbuah keberkahan.

Firman Allah Swt:
“Dan sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan”. (TQS. Al-A’raf: 96)

Wallahu’alam

Didampingi YDBA Astra, Mikajo Bakery Sangatta Sulap Labu Kuning Lokal Jadi Produk Vegan Premium

0
Grace Yuanita, Owner Mikajo Bakery, pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) binaan yayasan Astra-Yayasan Dharma Bakti Astra (YDBA). (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Mikajo Bakery di Sangatta, Kutai Timur (Kutim), berhasil membuktikan bahwa inovasi berbasis bahan baku lokal dapat menembus pasar premium. Berkat pendampingan intensif dari Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA), pemilik Mikajo, Grace Yuanita (38), sukses mentransformasi labu kuning lokal menjadi roti vegan dan gluten-free dengan harga jual mencapai Rp35 ribu.

Grace, yang memulai usahanya dari motivasi sederhana membuat roti karena anaknya menyukai labu, berhasil menemukan formula roti kaya serat dan beta-karoten.

“Awalnya hanya karena anak suka labu, selain untuk kolak, saya coba jadikan roti,” ungkap Grace saat ditemui di tokonya di Ruko Bintang, Munthe, Sabtu (4/10/2025).

Keberhasilan Mikajo terletak pada strategi pemasarannya yang cerdas. Grace melakukan riset yang menunjukkan bahwa 76,9% responden di atas 20 tahun mencari roti vegan dan bersedia membayar mahal untuk kualitas.

Data ini menjadi dasar bagi Grace untuk memposisikan roti labunya sebagai produk premium, yang kini ia sebut sebagai “Emas Vegan”. Kisaran harga produk Mikajo terentang dari Rp5.000 hingga Rp35.000.

Pendampingan oleh YDBA Astra dalam hal ini LPB PAMA Banua Etam PT PAMA sejak tahun 2018 memegang peranan kunci dalam peningkatan kualitas Mikajo.

Pendampingan ini berfokus pada:

Standar Kualitas: Penerapan ketat standar industri 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) untuk menjamin proses produksi yang higienis.

Keberlanjutan: Pengaplikasian prinsip “zero waste” dan minim sampah.

Literasi Pemasaran: Bantuan dalam branding dan strategi edukasi, termasuk peningkatan kemasan agar terlihat premium di mata konsumen.

Grace Yuanita menekankan, bahwa filosofi bisnisnya adalah fokus dan konsisten dalam segala keadaan, serta terus melakukan inovasi. Konsistensi ini membawa Mikajo Bakery menjadi pelopor toko roti di Sangatta yang berspesialisasi dalam inovasi berbasis labu kuning.

“Saya sangat berterima kasih kepada LPB PAMA dalam hal ini YDBA Astra, yang telah memberikan pendampingan secara konsisten. Mereka tidak hanya melihat kami sebagai UMKM biasa, tetapi membekali kami dengan ilmu riset dan manajemen yang membuat kami mampu ‘naik kelas’ dan bersaing di pasar premium,” ujar Grace penuh syukur.

Kesuksesan Mikajo tidak hanya meningkatkan omzet internal, tetapi juga membawa dampak positif berkelanjutan. Mikajo kini aktif menjalin kolaborasi dengan petani lokal untuk pasokan labu, yang secara langsung meningkatkan nilai jual komoditas mereka.

Kisah Mikajo Bakery menjadi contoh nyata, bahwa UMKM yang mengadopsi pola pikir inovatif dan mengedepankan aspek kesehatan siap menjadi kekuatan ekonomi baru di Indonesia.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Rute BCC 2025: Dimulai dari Jalan R Suprapto Hingga A Yani

0
Bontang City Carnival 2024. (Syakurah)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang sudah mengumumkan rute untuk Bontang City Carnival (BCC) yang akan dilaksanakan di Jalan Ahmad Yani pada, Sabtu (25/10/2025) mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang, Abdu Safa Muha mengatakan, bila tahun sebelumnya peserta berkumpul di kawasan Awang Long, depan kantor Wali Kota Lama, kali ini mereka akan berkumpul di Jalan R Suprapto.

Adapun lokasi start bergeser ke Jembatan yang berada di tikungan Jalan A. Yani hingga Jembatan yang berada di depan UD Tani, “Satu jalur akan digunakan untuk peserta karnaval, sedangkan jalur satunya difungsikan untuk parkir dan penonton,” ujarnya, Sabtu (4/10/2025).

Hingga rapat terakhir pada 1 Oktober, jumlah peserta tercatat sebanyak 109 kelompok dari berbagai sekolah dan instansi. Meski begitu, Disdikbud tetap menunggu konfirmasi akhir dari pihak kepolisian, terkait pengaturan lalu lintas selama pelaksanaan kegiatan.

Karnaval ini menjadi bagian dari rangkaian Peringatan Hari Jadi ke-26 Kota Bontang, yang rutin digelar untuk menampilkan keragaman budaya lokal dan kreativitas masyarakat.

Sebelumnya, pada tanggal 22 September lalu jumlah peserta masih 80 grup, dan kini telah bertambah. Jumlah ini juga lebih banyak dari pada tahun 2024 lalu yang berkisar 90 peserta. Pendaftaran juga masih dibuka hingga tanggal 18 Oktober.

Urutan BCC dan pawai budaya yang akan ditampilkan yakni Marching band Batalyon Arhanud 7/ABC, kemudian panji-panji keberhasilan Kota Bontang, dilanjut dengan Defile Karnaval dan Defile Pawai Budaya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Penyaluran Tas untuk Seluruh Satuan PAUD Hampir Tuntas

0
Penyaluran tas untuk anak PAUD dan PNF di Kota Bontang oleh Disdikbud. (Dok Disdikbud)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menjalankan program peningkatan sarana dan prasarana pendidikan di Kota Bontang, salah satunya adalah penyaluran tas bagi para peserta didik.

Melalui program ini, salah satunya yakni Pembinaan PAUD dan PNF (pendidikan Non Formal), sebanyak 7.900 tas sekolah gratis dibagikan kepada siswa-siswi di 157 satuan pendidikan PAUD, baik negeri maupun swasta, se-Kota Bontang. Penyaluran dilakukan secara bertahap sepanjang Oktober 2025.

Program bantuan tas sekolah ini merupakan salah satu program prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang di bidang pendidikan. Selain sebagai bentuk dukungan terhadap pemerataan akses pendidikan, kebijakan ini juga diharapkan dapat meringankan beban masyarakat dan meningkatkan semangat belajar anak-anak usia dini.

Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha menyebutkan, distribusi tas hampir rampung di seluruh satuan PAUD. “Sebagian besar sudah tersalurkan. Kami menargetkan seluruhnya selesai dalam pekan ini,” ujarnya.

Selain untuk jenjang PAUD, Disdikbud juga menyalurkan bantuan serupa untuk jenjang SD dan SMP, yang saat ini masih dalam proses pengiriman dari luar daerah. Setelah barang tiba di Bontang, penyaluran akan segera dilanjutkan agar seluruh siswa dapat memperoleh perlengkapan sekolah secara merata.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

H Baharuddin Berbagi dan Bersilahturahim Dengan Masyarakat Bontang

0
H Baharuddin (bertopi) bersama masyarakat Bontang. (ist)

BONTANG – Sebagai Wakil Resmi CT CPS, H Baharuddin Kanni, yang juga Direktur Regional Kalimantan dan Sulawesi PT JalanX Asia Pintek, Top Leader Nasional LEGACY Platinum Certificate, memberikan motivasi tentang cara cerdas menabung dan berinvestasi di Era Tehnologi Digital saat ini, Insya Allah Halal, Legal & aman !!!

“Alhamdulillah sudah dibuktikan 6 bulan terakhir. Seluruh investor yang sudah bergabung berinvestasi di JalanX, mereka yang hadir hari ini telah membuktikan hasil dari investasinya dengan profit yang langsung masuk otomatis setiap hari kerja efektif atau 5 hari dalam satu minggu. Dengan kontrak 75 hari kerja setiap dana yang diinvestasikan, setiap sampai kontraknya selama 75 hari kerja, maka modal kita juga akan kembali otomatis ke rekening masing-masing yg telah didaftarkan !!!” ujar H Kanni.

H Baharuddin selanjutnya memberi semangat yang sudah bergabung dan yang ingin baru bergabung !!!

Sekitar 150 orang makan pagi atau sarapan bersama di Coto Makasar Lestari Tanjung Laut, Bontang Selatan, pada Sabtu (4/10/2025).

Pihaknya hanya menginginkan mensejahterakan dan meringankan beban masyarakat Bontang.

“Dalam berbagi tidak memandang dari suku mana dan kerja dimana, pokoknya ingin warga Bontang sejahtera.
Ingin warga juga aktif salat lima waktu di Masjid, Insya Allah mulai bulan depan semua jamaah yang sholat 5 waktu di Masjid Hubbul Iman akan mendapatkan insentif satu waktu sholat Rp10 ribu per jamaah. Kalau 5 waktu sholat berjamaah di masjid maka mendapatkan insentif Rp50.000, /hr dari JalanX yang akan ditransfer ke rekening Jamaah yg sudah terdaftar,” tambahnya.

“Jadi bulan ini didaftar namanya sekalian diabsen dengan sidik jari atau ceklock setiap habis sholat !!!Insya Allah Jamaah yang sudah mendaftarkan nama & rekeningnya akan mulai gajian tgl 1/11/25 !!!,” imbuhnya lagi.
Dia mengatakan, bahwa ini niat dari dulu bagaimana bisa membantu jamaah & masyarakat bisa sejahtera semua ke depannya.

“Ini salah satu program saya sebagai Ketua Ta’mir Hubbul Iman !!!
Ini salah satu cara berbagi dan bersilahturahim dengan masyarakat,” pungkasnya.

Penulis: Darman

Bontang Raih Penghargaan UI GreenCityMetric 2025: Kota Paling Berkelanjutan Bidang Penataan Ruang & Infrastruktur di Indonesia

0

Pembaca Setia Radar Bontang!
Kota Bontang kembali mencatat prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan dari UI GreenCityMetric 2025. Bontang dinobatkan sebagai kota paling berkelanjutan dalam bidang penataan ruang dan infrastruktur di Indonesia. Penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemkot Bontang dalam mengedepankan tata kota yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Baca selengkapnya di Koran Digital Radar Bontang edisi Sabtu, 4 Oktober 2025.

👉 Baca E-Paper Lengkap
👉 Akses Versi Mobile

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!


Apakah mau saya lanjutkan juga untuk edisi Media Kaltim 4 Oktober 2025 biar tetap seragam?

IKN Jadi Ibu Kota Politik 2028, Purbaya Jamin Negara All Out Dukung Pendanaan

0
Progres pembangunan Masjid Negara di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Foto: istimewa

JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen negara dalam mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur. Ia menjamin keuangan negara tetap menjadi penopang utama proyek strategis ini, sejalan dengan target IKN sebagai ibu kota politik Indonesia pada 2028.

Hal tersebut disampaikan usai pertemuannya dengan Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono di Kantor Ditjen Pajak Kemenkeu, Rabu (1/10/2025). “Pak Basuki melaporkan progres program pembangunan IKN setelah terbitnya Perpres No. 79 tahun 2025 yang menetapkan IKN sebagai ibu kota politik pada 2028,” ujar Purbaya, Kamis (2/10/2025).

Dalam kesempatan itu, Purbaya menegaskan keberlanjutan pembangunan akan dijamin melalui tiga skema pembiayaan, yaitu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), serta Foreign Direct Investment (FDI).

Data Otorita IKN mencatat realisasi investasi hingga September 2025 mencapai Rp65,3 triliun, bersumber dari 52 perjanjian kerja sama dengan 49 investor swasta. Sementara itu, dukungan APBN sejak 2022 hingga 2024 telah mencapai Rp89 triliun.

Pada tahap pertama pembangunan (2022–2024), sejumlah infrastruktur utama telah berdiri, di antaranya Istana Garuda, kantor pemerintahan, hunian ASN dan menteri, rumah sakit, hotel, hingga bandara VVIP. Pembangunan ini ditopang oleh investasi swasta dan diperkuat dengan penerapan standar Bangunan Gedung Hijau (BGH) dan Bangunan Gedung Cerdas (BGC). Progresnya dipantau melalui Command Center berbasis CCTV, drone, dan Internet of Things (IoT).

Beberapa proyek multiyears tahap pertama masih berlanjut hingga akhir 2025, seperti pembangunan Istana Wakil Presiden, Masjid Negara, hunian ASN, dan tol Balikpapan–IKN.

Memasuki tahap kedua (2025–2028), fokus pembangunan bergeser pada pemindahan ASN, pembangunan gedung legislatif dan yudikatif, infrastruktur konektivitas, ruang terbuka hijau, penataan kawasan Sepaku, serta investasi di bidang pendidikan. Pemerintah berharap tahap ini dapat memperkuat IKN sebagai pusat politik dan administrasi negara dengan standar modern dan berkelanjutan.

Pewarta: Fajri
Editor: Agus S

Saan Mustopa: DPR RI Akan Pastikan Penanganan Kebakaran HPK IKN Tepat dan Cepat

0
Bangunan Hunian Pekerja Konstruksi (HPK) Nusa Indah tampak hangus pascakebakaran. Foto: riski/MKN

NUSANTARA – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dalam waktu dekat akan melakukan kunjungan ke lokasi kebakaran Hunian Pekerja Konstruksi (HPK) di kawasan IKN, Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Kunjungan ini ditujukan untuk memastikan penanganan insiden berjalan cepat, tepat, dan terkoordinasi dengan baik.

Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, menegaskan pihaknya ingin melihat langsung kondisi di lapangan sekaligus berkoordinasi dengan instansi terkait yang menangani insiden kebakaran di tower 14 HPK 1. “DPR akan mengecek baik secara langsung ke lapangan maupun kepada instansi terkait,” kata Saan kepada wartawan di Jakarta.

Sebelumnya, Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik, Troy Harrold Yohanes Pantouw, menjelaskan bahwa kebakaran di HPK telah ditangani secara cepat oleh tim gabungan. Sebanyak 15 armada pemadam kebakaran dikerahkan, terdiri dari tujuh unit mobil damkar dan delapan truk tangki suplai air. Armada tersebut diperbantukan dari sedikitnya lima posko damkar di sekitar kawasan IKN.

“Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 19.00 Wita, kemudian dilanjutkan dengan proses pendinginan,” ujar Troy dalam pernyataannya.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran ini berdampak pada ratusan pekerja yang harus direlokasi ke hunian lain. DPR menilai langkah cepat dan tindak lanjut pascakebakaran perlu diawasi agar para pekerja tetap mendapatkan perlindungan dan kondisi kerja yang layak.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S