Beranda blog Halaman 617

Ada Anak-anak Berjualan Hingga Malam, Begini Tanggapan Wawali

0
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris saat diwawancarai di Pendopo, Rujab Wali Kota. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris menanggapi adanya anak-anak yang berjualan hingga tengah malam.

Dirinya menilai, hal tersebut sangatlah tidak dibenarkan dan tak wajar. Lantaran memasuki malam hari menjadi waktu bagi anak-anak menjalani proses belajar mengajar di rumahnya masing-masing, bukan berkeliling untuk berjualan.

“Malam hari itu waktunya anak-anak belajar di rumah, maka nanti akan kita lihat latar belakang keluarga mereka seperti apa. Mengapa sampai malam hari pun, mereka masih berkeliaran untuk menjajakan jualannya,” jelasnya, Sabtu (4/10/2025).

Wawali pun meminta agar dinas terkait bisa melakukan pemrosesan data-data anak sekolah yang berdagang. Apakah memang memiliki latar belakang yang kurang mencukupi, ataupun sebagainya.

“Kita tidak bisa membatasi orang yang mencari rezeki, akan tetapi kita juga perlu melihat sejauh mana peran orang tuanya terhadap anaknya sendiri. Jangan sampai waktunya jam belajar, masih disuruh berkeliaran untuk jualan,” ungkapnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Wawali Tegaskan Warga yang Cabut Label Miskin Tak Dapat Bansos Lagi

0
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris saat ditemui awak media. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris menegaskan, bagi warga Bontang terkategori kurang mampu dan telah menerima Bantuan Sosial (Bansos), agar tidak mencabut label miskin di rumahnya yang telah dipasang oleh petugas.

Sebab, jika melepaskan atau mencabut label khusus tersebut, maka nantinya warga yang berhak mendapatkan bisa jadi tak mendapatkan bagiannya lagi.

“Jadi saya ingatkan, untuk masyarakat yang mendapatkan bansos, jangan melepaskan labelnya yang telah terpasang. Kalau sampai dilepas, saya akan pastikan tidak akan dapat bantuan lagi,” ucapnya beberapa waktu lalu.

Hal ini dilakukan untuk menertibkan masyarakat, agar bisa menaati aturan yang ada. Walaupun masuk kategori kurang mampu, tetap tidak dapat bantuan bila masih saja melepaskan label khusus yang diberi.

“Ini bukan hanya gertakan saja, tetapi ini akan berlaku. Selain bantuan agar tertib dan tepat sasaran, pastinya untuk memastikan juga warga agar tidak melepas pasangkan labelnya,” tutupnya.

Penulis: Dwi S.
Editor: Yusva Alam

Disdikbud Bontang Upayakan Anak Korban Konflik Keluarga yang Sempat Terjaring Razia Wajib Belajar Bisa Kembali Sekolah

0
Ilustrasi. (ist)

BONTANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang, menindaklanjuti proses penanganan temuan dua anak yang terjaring razia saat jam wajib belajar (wajar) beberapa waktu lalu. Salah satu dari dua anak tersebut diketahui putus sekolah dan berasal dari Sulawesi.

Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha menjelaskan, pihaknya telah menerima laporan dari tim patroli Satpol PP dan berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk menelusuri kondisi anak dimaksud.

“Data awal sudah kami terima. Selanjutnya akan dilakukan pendekatan dan asesmen terhadap keluarga anak tersebut,” ujarnya, Sabtu (4/10/2025).

Dari hasil keterangan sementara, anak tersebut tinggal bersama kerabatnya di Bontang setelah terjadi konflik keluarga di Makassar. Namun, karena tidak memiliki kelengkapan administrasi pendidikan seperti Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), upaya untuk mendaftarkan anak itu ke sekolah formal sempat terhambat.

“Persoalan administrasi seperti NISN bisa diatasi melalui komunikasi antar instansi pendidikan. Yang penting, hak anak untuk bersekolah tetap harus dipenuhi,” tambahnya.

Disdikbud menyebutkan, akan melakukan asesmen menyeluruh untuk menentukan bentuk pendidikan yang sesuai. Jika tidak memungkinkan kembali ke sekolah formal, maka anak tersebut dapat mengikuti pendidikan nonformal, seperti program Paket A, B, atau C, maupun melalui SKB.

“Yang utama adalah memastikan anak itu tetap mendapatkan layanan pendidikan, baik melalui jalur formal maupun nonformal,” tegasnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Ribuan Pelari Ramaikan Anniversary Run Swissotel Nusantara di Jantung IKN

0
Ribuan peserta bersiap di garis start Swissotel Nusantara Anniversary Run 2025 di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Minggu (5/10/2025). foto: riski/MKN

NUSANTARA – Ribuan peserta memadati Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN) pada gelaran Swissotel Nusantara Anniversary RUN 8K, Minggu (5/10/2025). Ajang lari ini sekaligus memperingati satu tahun berdirinya Swissotel Nusantara, hotel bintang lima pertama yang beroperasi di IKN.

Acara dimulai pukul 06.30 Wita dengan pelepasan pelari oleh Kepala OIKN Basuki Hadimuljono, didampingi jajaran manajemen Swissotel. Dalam sambutannya, Basuki menyampaikan selamat ulang tahun kepada Swissotel yang dinilainya telah memberi warna baru bagi kehidupan di IKN.
“Bukan hanya pelopor hotel di sini, tetapi juga pelopor ekonomi dan kehidupan di Nusantara. Kita doakan tetap eksis meski sebentar lagi akan hadir hotel-hotel baru,” ujarnya.

Grup band Geisha tampil menghibur peserta usai lomba lari pada Swissotel Nusantara Anniversary Run 2025 di IKN. foto: riski/MKN

General Manager Swissotel Nusantara, Chrestian Pesik, menambahkan, angka 8 dipilih sebagai jarak lari karena melambangkan keberlanjutan tanpa putus. “Momen ini sangat berarti bagi kami, tepat satu tahun usia Swissotel Nusantara,” katanya.

Selain perlombaan lari, hiburan spesial hadir melalui penampilan Grup Band Geisha yang tampil sebagai bintang tamu. Band dengan vokalis Regina Poetiray itu menjadi grup vokalis perempuan pertama yang manggung di IKN. Mereka membawakan 10 lagu populer, mulai dari Cukup Tak Lagi, Tak Pernah Ada, Cinta dan Benci, Selalu Salah, Lumpuhkan Ingatanku, hingga lagu baru Jika Bukan Karenamu.

Suasana makin meriah ketika Regina berinteraksi dengan penonton yang merangsek ke depan panggung. “Swissotel Nusantara mana suaranya? Kita seru-seruan yuk pagi ini, sambil menikmati sejuknya udara di IKN,” serunya dari atas panggung. Penampilan Geisha membuat peserta larut dalam irama musik, termasuk Risa, salah satu pelari, yang mengaku antusias. “Seru banget, jarang-jarang ada band nasional tampil di Sepaku, apalagi vokalisnya cewek,” ungkapnya.

Di sisi kompetisi, sejumlah nama mencuat sebagai calon pemenang, di antaranya Lauri, Dasmin, dan Sejati Ginting di kategori putra, serta Noor Aliya, Zahra, dan Keysa di kategori putri.

Event ini juga mendapat dukungan penuh dari Media Kaltim sebagai media partner. CEO Media Kaltim, Agus Susanto, turut mendampingi pemotongan kue ulang tahun dan memberikan ucapan selamat kepada manajemen Swissotel. Ia juga berkesempatan menyerahkan foto cover kepada Basuki Hadimuljono sebagai kenang-kenangan.

Pewarta: Riski
Editor: Agus S

TPP ASN Jadi Pos Pertama Dipangkas Jika TKD Kaltim 2026 Dikurangi 50 Persen

0
Foto: Wagub Kaltim, Seno Aji. (Foto: Hadi Winata/MKN)

SAMARINDA – Wacana pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) tahun anggaran 2026 mulai mengguncang Kalimantan Timur (Kaltim). Di tengah kritik publik yang menilai Kaltim sebagai penyumbang besar pendapatan negara dari sektor batubara, sorotan kini tertuju pada Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dianggap membengkak.

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, memastikan TPP menjadi pos pertama yang akan dipangkas bila pemerintah pusat benar-benar menurunkan alokasi TKD hingga 50 persen. Menurutnya, langkah ini tak terhindarkan demi menjaga stabilitas keuangan daerah.

“Pasti ada pemangkasan. Tapi ini harus dibicarakan bersama seluruh ASN, karena kondisi saat ini memang tidak memungkinkan,” ujarnya.

Berdasarkan Keputusan Gubernur Kaltim Nomor 100.3.3.1/K.731/2023, besaran TPP ASN Pemprov Kaltim tercatat cukup tinggi. Sekretaris Daerah misalnya, menerima TPP hingga Rp99 juta per bulan. Beberapa jabatan strategis lain seperti Inspektur, Asisten, Kepala Badan, hingga Direktur RSUD kelas A juga memperoleh puluhan juta rupiah. Nilai ini dinilai tidak seimbang dengan tekanan fiskal yang kini mengintai daerah.

Namun, Seno menegaskan bahwa pemangkasan tidak hanya menyasar TPP. Sejumlah proyek strategis daerah berpotensi dipangkas atau bahkan dihapus dari rencana kerja.

“Mungkin tidak hanya TPP. Ada proyek strategis yang harus kita pangkas atau kita hilangkan,” katanya.

Meski begitu, program prioritas sesuai visi-misi seperti pendidikan gratis dan kesehatan gratis dipastikan tetap berjalan.

“Itu wajib jalan. Gratis pol, pendidikan gratis, kesehatan gratis itu tetap prioritas,” tegasnya.

Kondisi ini semakin pelik setelah Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan merilis dokumen rancangan alokasi TKD tahun 2026. Dalam dokumen tersebut, Kaltim hanya akan menerima sekitar Rp2,49 triliun Dana Transfer Umum (DTU), dengan rincian DBH Migas Rp48 miliar, DBH Minerba Rp1,19 triliun, Dana Reboisasi Rp51 miliar, dan Dana Alokasi Umum (DAU) sekitar Rp866 miliar.

“Kita juga akan memangkas yang tidak penting, dan yang bisa ditunda prioritasnya, akan kita geser ke tahun depan,” jelas Seno.

Di sisi lain, penolakan terhadap pemangkasan TKD datang dari Forum Rumah Rakyat Kaltim Bersatu (FRKB), gabungan tokoh masyarakat, adat, dan mantan pejabat daerah. Forum ini bertujuan membantu pemerintah daerah melobi pemerintah pusat melalui empat anggota DPD RI asal Kaltim.

“Mereka (FRKB) ingin membantu kita mengkomunikasikan hal ini kepada Bang Henock, Haji Mirni, Pak Sofyan, dan Sinta Rosma untuk melobi pusat,” ungkapnya.

Bagi masyarakat, pengurangan TKD dianggap ironis. Pasalnya, Kaltim masih menjadi penopang utama pendapatan negara melalui batubara dan sumber daya alam lainnya. Jika alokasi untuk daerah justru menyusut, maka beban pembangunan semakin berat.

Seno mengakui bila pemangkasan benar terjadi, Pemprov tak punya banyak pilihan selain merasionalisasi anggaran. Namun ia memastikan program prioritas tetap berjalan.

“Kita harus duduk bersama DPRD, melihat mana anggaran yang bisa ditunda, dan memangkas yang tidak prioritas. Hanya program vital yang akan kita amankan,” pungkasnya.

Penulis: Hadi Winata
Editor: Agus S

HUT ke-43, Desa Suko Mulyo Deklarasikan Diri sebagai Pusat Ketahanan Pangan Nusantara

0
Anak-anak dan warga Desa Suko Mulyo tampil dalam karnaval HUT ke-43 dengan kostum hasil bumi dan busana tradisional. Foto: Prasetyo/MKN

PENAJAM PASER UTARA – Desa Suko Mulyo, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), merayakan hari jadinya yang ke-43 pada Sabtu (4/10/2025). Perayaan berlangsung meriah dengan karnaval bertema Ketahanan Pangan yang diikuti ratusan warga.

Warga antusias mengikuti karnaval sambil membawa hasil bumi untuk dipamerkan. Sejumlah atraksi turut memeriahkan acara, mulai dari penampilan tarian tradisional oleh kelompok seni Syaran dan Syalun, hingga parade kendaraan hias serta pesta kostum yang menarik perhatian tamu undangan.

Acara ini turut dihadiri perwakilan Pemerintah Kabupaten PPU, Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), serta anggota DPRD PPU dapil Sepaku.

Kepala Desa Suko Mulyo, Mustain, dalam sambutannya menjelaskan bahwa tema ketahanan pangan dipilih untuk menegaskan potensi desa dalam bidang pertanian. Semua jenis sayuran yang ditampilkan merupakan hasil tanaman masyarakat setempat.

“Desa Suko Mulyo juga memiliki produksi lokal berupa pupuk kompos organik maupun cair yang berbahan dasar sisa sayuran. Semoga dengan kegiatan ini, desa kami bisa menjadi pusat ketahanan pangan Nusantara,” ungkapnya.

Deputi Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam (LHSDA) OIKN, Myrna A. Safitri, mengapresiasi semangat masyarakat yang membudidayakan berbagai macam sayuran secara mandiri.

“Kegiatan ini sangat luar biasa karena bisa menjadikan masyarakat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga. Dengan semangat seperti ini, warga tidak harus serba membeli,” ujarnya.

Perayaan HUT ke-43 Desa Suko Mulyo bukan hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga momentum memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian masyarakat di kawasan penyangga IKN.

Pewarta: Prasetyo
Editor: Agus S

Pohon Tumbang Timpa Rumah di Mugirejo, Ibu dan Anak Terluka

0
Kondisi rumah pohon tumbang Dari atas bukit. Foto: Dimas/MKN

SAMARINDA – Sebuah pohon berukuran besar tumbang dan menimpa rumah warga di Jalan Riam Indah, Gang Langgar, Kelurahan Mugirejo, Kecamatan Sungai Pinang, pada Sabtu (4/10) dini hari. Insiden ini menyebabkan dua penghuni rumah, seorang ibu dan anaknya, mengalami luka-luka.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Samarinda, Suwarso, menjelaskan peristiwa terjadi sekitar pukul 04.00 Wita usai wilayah Samarinda diguyur hujan deras. Pohon yang berdiri di atas bukit tersebut tergelincir dan roboh ke arah rumah warga.

“Tadi pagi kami mendapat laporan ada pohon tumbang yang menimpa satu unit rumah warga. Di dalamnya ada seorang ibu dan seorang anak,” jelas Suwarso di lokasi kejadian.

Akibatnya, sang ibu mengalami luka cukup serius setelah tertimpa palang kayu dan harus dilarikan ke rumah sakit karena kakinya sulit digerakkan. Sementara itu, sang anak hanya mengalami memar ringan.

Pohon tumbang diduga dipicu kondisi tanah perbukitan yang labil serta curah hujan tinggi. “Batang pohon yang posisinya di atas bukit tergelincir dan mengenai rumah,” tambahnya.

Untuk mencegah risiko susulan, rumah terdampak langsung dikosongkan. Penanganan darurat dilakukan secara gotong royong oleh tim gabungan, mulai dari aparat kelurahan, Bhabinsa, Bhabinkamtibmas, Polri, relawan, hingga BPBD Kota Samarinda yang turun langsung memotong batang pohon.

Suwarso menyebut kendala utama di lapangan adalah keberadaan kabel listrik di sekitar lokasi. Posisi pohon yang menimpa tiang dan lampu listrik membuat petugas harus menunggu pemutusan aliran sebelum melanjutkan evakuasi. Sebagai langkah sementara, tim menutup bagian rumah yang rusak dengan terpal.

Ia juga mengingatkan warga agar selalu waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, meskipun Samarinda kini memasuki musim kemarau.

“Himbauan kami, meski masuk musim kemarau, hujan tetap sering terjadi karena Samarinda berada di daerah ekuator dan hutan tropis. Kondisi tanah di sini berpasir lempung, sehingga bagi warga yang tinggal di perbukitan risikonya tinggi. Saat hujan deras dan angin kencang, segera lakukan evakuasi ke tempat yang aman,” tegasnya.

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Tambang dan Galian C Ilegal di IKN Kembali Disorot, Aparat Pasang Garis Polisi di Desa Suko Mulyo

0
Lokasi penambangan pasir yang ditemukan Satgas dan Trantibum OIKN di Desa Suko Mulyo Sepaku. Foto: Istimewa

NUSANTARA – Aktivitas tambang ilegal kembali menjadi sorotan di wilayah delineasi Ibu Kota Nusantara (IKN). Satuan Tugas Gabungan bersama Bagian Ketentraman dan Ketertiban Umum Otorita IKN menemukan kerusakan lingkungan di sejumlah titik di Kecamatan Sepaku, termasuk Desa Suko Mulyo, pada 29 September hingga 1 Oktober 2025.

Dalam operasi tersebut, aparat kepolisian dan petugas OIKN melakukan dokumentasi lapangan, mencatat titik koordinat, serta memasang tanda larangan di area terdampak. Material pasir dari galian itu diduga dijual untuk kebutuhan konstruksi proyek di kawasan Sepaku melalui jalur tidak resmi, sehingga masuk kategori galian C ilegal.

Berdasarkan hasil pengamatan, petugas menemukan bekas galian di tebing tinggi dengan tumpukan pasir halus menyerupai bukit kecil di bawahnya. Lokasi itu telah direkam dengan foto serta data GPS untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.

Media Kaltim mencoba mengonfirmasi temuan tersebut kepada Sekretaris Desa Suko Mulyo, Aries Eko Prasetyo. Namun, ia hanya menjawab singkat karena sedang menghadiri acara peringatan hari jadi desa. Upaya menghubungi Kepala Desa Mustain juga belum membuahkan hasil lantaran masih fokus mengikuti rangkaian kegiatan.

Sementara itu, Ketua RT 3 Desa Suko Mulyo, Ahmad Solihin, membenarkan adanya aktivitas penambangan pasir yang berlangsung dua hari sebelumnya. Ia menegaskan saat ini kegiatan tersebut sudah berhenti setelah aparat memasang garis polisi.

“Sudah diberi garis polisi. Para pekerja tambang pasir itu warga luar, bukan warga Suko Mulyo,” terangnya.

Sebelumnya, penindakan terhadap aktivitas tambang ilegal di kawasan IKN juga sempat mencuat setelah Satuan Tugas OIKN bersama aparat kepolisian menghentikan tujuh truk bermuatan batu bara di Jalan Tol Balikpapan–Samarinda (Balsam), Minggu (29/9/2025) dini hari.

Tidak hanya di jalur transportasi, investigasi lapangan yang dilakukan Satgas bersama Bagian Ketentraman dan Ketertiban Umum OIKN di kawasan Desa Suko Mulyo, Argo Mulyo, hingga Semoi Dua, Kecamatan Sepaku, menemukan bukti nyata kerusakan hutan akibat praktik tambang ilegal.

Pewarta: Prasetyo/Atmaja Riski
Editor: Agus S

Guru Bermutu, Indonesia Maju: Porsenijar Bontang 2025 Resmi Bergulir dengan Tujuh Cabang Lomba

0
Agus Haris memukul gong tanda dibukanya Porsenijar Guru 2025 di Bontang. Foto: Prokopim/Istimewa

BONTANG – Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) Guru se-Kota Bontang resmi dimulai. Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, membuka ajang ini di halaman SMA Negeri 1 Bontang, Sabtu (4/10/2025) pagi, sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional 2025.

Ratusan guru dari berbagai sekolah, mulai jenjang PAUD hingga SLB, ikut hadir sebagai peserta dan kontingen. Pembukaan juga dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bontang, Abdu Safa, Ketua PGRI Bontang, Saparuddin, serta para kepala sekolah negeri maupun swasta. Suasana berlangsung meriah dengan penampilan seni guru SDN 011 Bontang Selatan.

Dalam sambutannya, Agus Haris menegaskan bahwa Porsenijar bukan sekadar ajang lomba, melainkan wadah silaturahmi, pembinaan bakat, sekaligus pemacu semangat kebersamaan. “Peringatan ini adalah momentum berharga untuk mengapresiasi jasa dan dedikasi guru dalam mendidik serta membentuk generasi emas Bontang. Saya berharap kegiatan ini menguatkan tekad kita mewujudkan kota yang berdaya saing, berkelanjutan, dan sejahtera,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris bersalaman dengan guru peserta Porsenijar. Foto: Prokopim/Istimewa

Selain membuka Porsenijar, Agus Haris juga menyampaikan capaian tujuh program unggulan Pemerintah Kota Bontang hingga September 2025. Khusus di sektor pendidikan, ia menyoroti Program Bontang Pintar yang menghadirkan inovasi literasi seperti PERISA (Perpustakaan Kapsul Cerdas) dan Si MOKEL LINCAH (Mobil Perpustakaan Keliling Cerdas). Pemkot, lanjutnya, juga telah meningkatkan insentif bagi guru swasta dan menyalurkan perlengkapan sekolah gratis, termasuk distribusi sepatu untuk siswa SD dan SMP.

Porsenijar Guru 2025 mengusung tema “Guru Bermutu, Indonesia Maju” dengan tujuh cabang lomba. Yakni Senam, Futsal, Bola Voli, Bulu Tangkis, Tenis Meja, Mini Soccer, dan Karya Tulis Ilmiah. “Selamat bertanding, berkarya, dan berprestasi. Jadikan momentum ini sebagai wujud pengabdian tulus untuk pendidikan,” tutup Agus Haris.

Pewarta: Syahkura
Editor: Agus S

Sudah Tiga Kali Raih Penghargaan, Bontang Sabet Lagi Predikat Kota Informatif Terbaik 1 di Kaltim

0
Wawali Bontang, Agus Haris mewakili Pemkot Bontang menerima penghargaan kota informatif terbaik 1 di Kaltim. (Dok Humas Pemkot)

BONTANG – Kota Bontang meraih predikat terbaik 1 sebagai kota informatif se-Kalimantan Timur. Predikat tersebut diberikan pada Malam Penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik Komisi Informasi Provinsi Kalimantan Timur 2025.

Acara digelar di Pendopo Odah Etam, Kantor Gubernur Kaltim, Jumat (3/10). Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Adji, secara langsung menyerahkan penghargaan tersebut kepada Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, yang hadir mewakili pemerintah daerah.

Selain penghargaan utama, Bontang juga sukses memboyong tiga kategori lain dari sembilan kategori yang diperlombakan, yakni:

  • Kategori Yudikatif: Pengadilan Agama Kota Bontang sebagai Terbaik 1, bersama PA Samarinda, PA Tenggarong, dan PA Balikpapan.
  • Kategori Perangkat Daerah Kabupaten/Kota: BKPSDM Kota Bontang serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bontang, masing-masing meraih Terbaik 1.
  • Kategori Vertikal Kabupaten/Kota: Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bontang menyandang Terbaik 1.

Dengan raihan tersebut, Bontang meneguhkan diri sebagai kota dengan tradisi keterbukaan informasi publik yang konsisten.

Usai menerima penghargaan, Agus Haris, menyampaikan rasa syukur atas capaian yang kembali diraih untuk ketiga kalinya, setelah sebelumnya pada tahun 2020 dan dua tahun berturut-turut berikutnya.
“Alhamdulillah, Bontang kembali dipercaya menjadi yang terbaik. Ini berkat komitmen pimpinan daerah bersama jajaran birokrasi hingga tingkat RT, dalam memberikan pelayanan yang transparan kepada masyarakat,” ucapnya mengutip dari ppidpemkotbontang.

Agus Haris menambahkan, meski berhasil meraih prestasi, Pemerintah Kota Bontang akan terus berbenah. “Kami akan terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, termasuk memastikan ketersediaan informasi yang mudah diakses oleh masyarakat,” ujarnya.

Editor: Yusva Alam