Beranda blog Halaman 624

Bontang Lestari Bakal Dijadikan Lokasi Kawasan Industri, Pemkot Siapkan Lahan 1.000 Hektar

0
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang mengungkapkan jika di wilayah Bontang Lestari nantinya, bakal dijadikan lokasi pembangunan kawasan industri.

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris menyatakan, pemkot telah menyiapkan lahan sekitar 1.000 hektar untuk kawasan tersebut.

Sehingga dengan adanya perencanaan di Bontang Lestari sebagai wilayah industri dan jasa di Kota Bontang, pastinya nanti sangat membutuhkan karyawan atau tenaga kerja dengan kuota besar.

Diketahui saat ini, untuk wilayah bagian utara dan selatan yang ada di Bontang, sebagian wilayah tersebut sudah menjadi kawasan industri. Maka ke depan, pemerintah telah berencana akan perluas lagi wilayahnya di bagian Bontang Lestari.

“Untuk jumlah lahan yang dipersiapkan sebagai kawasan industri di Bontang Lestari, kira-kira mencapai hingga 1.000 hektare. Luas lahan tersebut diharapkan cukup untuk menarik investor lokal dan asing,” jelasnya, Selasa (13/5/2025).

Selain itu, Agus Haris turut berharap jika nantinya investor-investor besar ini tertarik menanamkan modal di wilayah Bontang. Mengingat kawasan industri di Bontang Lestari, nantinya akan berdampak besar terhadap penyerapan tenaga kerja.

Tak sampai disitu, pastinya dengan harapan besar pemerintah di kawasan industri tersebut, terdapat pelabuhan khusus seperti halnya peti kemas, Cold Storage atau ruang pendinginan yang akan digunakan untuk industri hasil laut.

“Bontang ini lautnya sangat luas, hasil tangkapan ikan kita pun untuk sementara masih dalam kajian. Jadi nantinya diperkirakan, apakah bisa memenuhi kebutuhan pabrik pengolahan ikan atau tidak,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pengiriman Hewan Kurban ke Kota Bontang: Ini Syarat dan Prosedurnya!

0
Ilustrasi (AI)

BONTANG – Menjelang Iduladha, pengiriman hewan kurban ke Kota Bontang mulai menjadi perhatian masyarakat, terutama terkait persyaratan kesehatan dan prosedur administratif yang harus dipenuhi.

Menurut drh. Riyono, medik veteriner ahli muda Bontang, pengiriman hewan ternak ke Kota Bontang harus memenuhi sejumlah ketentuan untuk mencegah penyebaran penyakit hewan menular.

Salah satu syarat utama adalah ternak harus bebas dari penyakit seperti PMK (Penyakit Mulut dan Kuku), brucellosis, dan penyakit Jembrana. Selain itu, ternak yang akan dikirim harus menunjukkan kondisi klinis sehat dan telah divaksinasi terhadap PMK.

“Setiap pengiriman harus diajukan melalui aplikasi lalu lintas hewan ISIKHNAS yang berbasis web di https://lalulintas.isikhnas.pertanian.go.id/dashboard,” jelasnya, Selasa (13/5/2025)

Aplikasi ini mencatat dan menyesuaikan persyaratan berdasarkan daerah asal ternak, karena kondisi wabah penyakit bisa berbeda-beda di setiap wilayah.

Ia juga menambahkan, bahwa salah satu syarat penting adalah ternak harus berasal dari daerah yang tidak mengalami wabah penyakit hewan menular dalam enam bulan terakhir. Proses pengiriman juga melibatkan uji klinis dan laboratorium dari daerah asal, serta karantina selama 14 hari di pelabuhan masuk.

Mengenai situasi penyakit hewan saat ini, Riyono mengungkapkan bahwa tidak ada wabah besar yang sedang terjadi. Namun, kasus PMK sempat meningkat di beberapa wilayah di Sulawesi Selatan, yang sebelumnya masuk zona merah dan kini telah turun menjadi zona kuning.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Begini Kondisi Korban Kecelakaan di KM 10 Jalan Poros Samarinda-Bontang

0
Kecelakaan yang terjadi di kilometer 10 poros Bontang-Samarinda. (Polres Kutim)

BONTANG – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Poros Samarinda-Bontang, tepatnya di kawasan Desa Suka Rahmat, Kabupaten Kutai Timur, pada Selasa (13/5/2025) sekitar pukul 15.00 WITA.

Kapolres Kutim AKBP Chandra Hermawan, melalui Kasi Humas Polres Kutim Aiptu Wahyu Winarko, menyebutkan dua mahasiswa asal Bontang menjadi korban dalam insiden tersebut. Mereka dalam perjalanan menuju Samarinda dengan mengendarai sepeda motor Yamaha RX King.

Pengendara motor yang diidentifikasi sebagai MA mengalami patah tulang di kaki kanan, luka ringan di mulut, dan luka pada jari tangan kanan. Sementara penumpang, ER, mengalami luka yang lebih parah, termasuk patah pada paha kaki kanan dan kiri, patah tulang lainnya, serta luka lecet di jari tangan kanan dan kiri.

“Mereka dievakuasi ke RSUD Taman Husada Bontang oleh warga yang menolong. Saat dievakuasi, keduanya masih dalam keadaan sadar,” katanya.

Dijelaskan pula, kecelakaan terjadi ketika MA kehilangan kendali saat melintasi tikungan dekat Jembatan Hauling Indominco. Motor yang dikendarai keduanya tergelincir hingga masuk ke jalur berlawanan, dan pada saat bersamaan, sebuah truk berwarna hijau melintas.

Motor korban terlindas oleh truk tersebut, menyebabkan luka berat pada keduanya. Naasnya, truk tersebut tidak berhenti dan terus melaju meninggalkan lokasi. Pihak kepolisian tidak menemukan informasi mengenai plat nomor kendaraan truk tersebut saat olah TKP.

Saat ini, sepeda motor korban telah diamankan, dan kedua korban masih menjalani perawatan intensif di RSUD Taman Husada.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Kecelakaan di KM 10 Jalan Poros Bontang – Samarinda, Motor Ringsek Dihantam Mobil

0
Kecelakaan yang terjadi di KM 10, Jalan Poros Bontang - Samarinda. (tangkapan layar).

BONTANG – Terjadi kecelakaan lalu lintas antara sepeda motor dengan mobil, di KM 10, Jalan Poros Bontang – Samarinda, Selasa (13/5/2025).

Dari video yang beredar di media sosial, nampak ada dua orang pengendara motor yang berboncengan tergeletak di sisi bahu jalan, dengan keadaan motor yang sudah hancur parah.

Dari sejumlah informasi yang telah beredar, kedua korban tersebut adalah mahasiswa yang berasal dari Bontang.

Salah satu saksi mata yang berada di lokasi kejadian menyatakan, jika kedua korban pengendara motor telah dibawa langsung ke Rumah Sakit Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada, untuk mendapatkan pertolongan medis.

“Korbannya laki-laki dan perempuan. Mereka berboncengan, untuk yang perempuan mengalami patah kaki kiri, dan paha kanan,” ucap salah salah saksi mata.

Tim Redaksi Radar Bontang, saat ini berusaha untuk coba menghubungi Kasat Lantas Polres Bontang, untuk mengkonfirmasi kejadian kecelakaan tersebut.

“Untuk saat ini, masih ditangani oleh Polsek Badak,” pungkas Kasat Lantas Polres Bontang, AKP Purwo.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

413 Jiwa Terdampak Banjir, Kelurahan Gunung Elai Buka Dapur Umum

0
Kelurahan Gunung Elai membuka dapur umum untuk suplai makanan bagi warga terdampak banjir. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – 122 KK dan 413 jiwa di wilayah Kelurahan Gunung Elai terdampak banjir yang melanda Kota Bontang sejak Senin (12/5/2025) sore kemarin.

Untuk itu aktivitas warga, khususnya dapur tidak dapat digunakan untuk memasak. Lurah Gunung Elai, Sulistyo mengatakan bahwa di wilayahnya air mulai tinggi pada pukul 20.00 kemarin malam, sehingga pihaknya baru membuka dapur umum Selasa (13/5/2025) pagi ini.

“Semalam kami baru terima suplai bahan makanan dari Dinsos serta RT yang ada di kelurahan ini, kami sudah berikan makanan mulai sarapan,” ujarnya.

Meskipun pagi ini air sudah mulai surut, masih tidak memungkinkan warga untuk memasak setelah kelelahan membersihkan rumah. Mereka juga turut menyalurkan makan siang bagi korban banjir, agar tidak terbebani lagi untuk memasak.

Adapun kelurahan memiliki program Siaga Bencana Tingkat RT (SAKTI RT), untuk mempersiapkan kebutuhan jika ada bencana seperti banjir. Ibu-ibu PKK di Kelurahan Gunung Elai yang membantu memasak makanan tersebut.

Dari pantauan redaksi, air sudah surut dan jalanan juga mulai mengering. Warga sekitar masih membersihkan rumah mereka yang terdapat sedikit genangan serta lumpur. Adapun beberapa aktivitas jualan maupun usaha sudah buka seperti biasa.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Laboratorium Kini Tersedia di Gedung B, Pasien Tak Perlu Bolak Balik ke Gedung A

0
Laboratorium yang berada di Gedung B. (Syakurah)

BONTANG – RSUD Taman Husada Bontang terus meningkatkan pelayanan Kesehatan kepada para pasien. Salahsatunya dengan menambah dan melengkapi laboratorium.

Apabila sebelumnya laboratorium hanya di Gedung A, kini laboratorium sudah tersedia di Gedung B. Diketahui, Gedung B merupakan gedung baru yang dimiliki RSUD Bontang. Awalnya diperuntukkan bagi pasien covid 19, namun sekarang beralih menjadi poliklinik dan peruntukan lainnya seperti laboratorium.

Kabid Pelayanan Medik dan Pengendalian Mutu RSUD Taman Husada, dr Tri Ratna Paramita menjelaskan, lab yang berada di Gedung B diperuntukkan untuk menangani pasien di poliklinik, dan yang kedua berada di Gedung A untuk menangani rawat inap juga IGD.

“Jadi pasien tidak perlu bolak balik ke laboratorium di Gedung A kemudian balik ke poliklinik di Gedung B,” katanya.

Pemeriksaan darah, urin, kimia darah, maupun cairan tubuh lainnya dapat dilakukan, jika ada pemeriksaan khusus namun alatnya tidak ada di poliklinik Gedung B maka, sampelnya dapat dikirim ke laboratorium Gedung A. (adv)

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Disdik Akan Terapkan Bimbel Gratis secara Online untuk Anak Pesisir

0
Ilustrasi. (ist)

BONTANG – Bimbingan Belajar (Bimbel) gratis dari Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang akan dilakukan secara daring bagi pelajar yang berada di wilayah pesisir.

Plt Kepala Disdikbud Bontang, Saparudin mengungkapkan, skema ini dibuat untuk menjangkau anak-anak yang tinggal di wilayah yang berada di tengah laut. Hal ini merupakan pemerataan akses bimbel gratis bagi seluruh pelajar Kota Bontang.

Ia menyebutkan bahwa, ketersediaan listrik di kampung tersebut sudah mendukung, adapun akses dapat menggunakan laptop guru ataupun handphone yang telah mereka miliki.

“Bimbel ini dapat dilakukan secara daring via zoom,” terangnya, Jumat (9/5/2025).

Skema ini dilakukan untuk sejumlah kampung di wilayah pesisir seperti, Kampung Malahing, Tihi-tihi serta Pulau Gusung. Jumlah siswa di tiap kampung juga relatif sedikit, rata-rata hanya 10 orang sehingga skema daring menjadi solusi yang efisien.

Selain sesi interaktif lewat zoom, Disdik juga mempertimbangkan pengiriman soal-soal disertai penjelasan untuk menunjang proses belajar.

Adapun siswa SMP di sana juga akan menerima manfaat tablet yang akan diberikan oleh Disdik. Dengan adanya perangkat tersebut, mereka dapat menggunakan untuk proses bimbel secara daring.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Air Sungai Meluap, Jalan Ahmad Yani Terendam Banjir

0
Banjir yang merendam Jalan Ahmad Yani, Kota Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Akses jalan yang berada di Jalan Ahmad Yani, Gunung Sari, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, saat ini sedang terendam banjir, Senin (12/5/2025).

Banjir merendam jalan tersebut, akibat air sungai yang meluap. Aliran air sungai yang meluap, terbilang cukup deras.

Haryanto, salah satu pedagang di lokasi sekitar mengatakan, bahwa air yang datang dari sungai, dan merendam lokasi tersebut dimulai pukul 17.00 Wita, hingga saat ini.

Saat lokasi tersebut sedang terendam banjir, dirinya menyatakan jika ia sedikit mengalami terkendala. Salah satunya tidak bisa membuka tempat usahanya akibat banjir.

“Usaha saya kan ada dua, makanan sama tempat bermain anak. Jadi kalau banjir seperti ini, usaha tempat bermain anak tidak bisa saya buka, sebab tempatnya banjir,” ucapnya saat diwawancarai, Senin (12/5/2025).

Haryanto juga menambahkan, di lokasi tersebut sering terendam banjir sebab adanya turap sungai yang sudah lama jebol tetapi tak kunjung diperbaiki.

“Ini sering banjir karena ada yang jebol, di bagian dinding sungainya. Tapi tahun ini airnya yang naik tidak terlalu parah, tidak seperti tahun lalu,” tambahnya.

Pemantauan langsung dari redaksi Radar Bontang, akibat air sungai yang merendam jalanan, akses jalan menjadi padat akibat sebagian sisi jalannya ditutup, sebab air semakin meninggi.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Banjir Rendam Jalan Jetsky RT 29, Air Terus Naik Sejak Siang

0
Banjir di Jalan Jetsky RT 29, lokasi berada di belakang Bank Danarta. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG — Hujan deras yang mengguyur wilayah hulu menyebabkan Sungai di Kota Bontang meluap dan merendam permukiman warga, salah satunya di Jalan Jetsky RT 29, Kelurahan Api-Api, pada Senin (12/05/2025).

15 petugas dari Pasukan Bersih Sungai (Panbers) milik Dinas PUPR Kota Bontang, dikerahkan ke lokasi untuk mengevakuasi sampah dan batang kayu yang menyumbat aliran sungai. Sampah tersebut terbawa arus dari wilayah hulu dan memperparah kondisi banjir.

Pantauan di lapangan, sekitar pukul 15.00 Wita menunjukkan genangan air telah mencapai betis orang dewasa. Debit air pun masih menunjukkan kenaikan hingga sore hari.

Salah satu warga RT 29, Agus menyebut air mulai naik sekitar pukul 12.00 Wita, dan dalam dua jam, permukaan air meningkat drastis. Ia menduga banjir kali ini merupakan kiriman dari wilayah atas.

“Cepat sekali naiknya, sampai sekarang air masih terus naik,” ujarnya.

Ia telah tinggal di kawasan tersebut sejak tahun 2000. Banjir serupa sering ia hadapi. Berbagai upaya mitigasi seperti normalisasi, peninggian turap, dan pendalaman sungai sudah dilakukan, namun banjir masih tetap menghantui warganya.

“Banjir jadi hal biasa. Bahkan setelah turap dinaikkan, debit air yang masuk ke lingkungan malah makin tinggi,” keluhnya.

Ia pun berharap pemerintah kota dapat memberikan perhatian lebih serius terhadap persoalan ini, agar tidak terus berulang tiap tahun. Terlebih, usaha pencucian mobil miliknya selalu terpaksa tutup setiap kali banjir melanda.

“Setiap pergantian pemerintahan, saya selalu sampaikan harapan agar banjir ini bisa diatasi,” pungkasnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Niat Mau Lihat Rumah Kontrakan, Malah Diancam Parang, Pelaku Dibekuk Polisi

0
Pelaku beserta barang bukti berhasil diamankan. (Ist).

BONTANG – Tim Rajawali Sat Reskrim Polres Bontang berhasil mengamankan seorang pria berinisial RR (27), salah satu warga Berbas Tengah, Kecamatan Bontang Selatan, Kota Bontang, Senin (12/5/2025) dini hari, sekitar pukul 00.08 Wita.

Penangkapan dilakukan oleh tim gabungan, yakni Tim Rajawali, Unit Reskrim Polsek Bontang Selatan, serta Unit 4 Sat Intelkam Polres Bontang saat melaksanakan konsolidasi terkait dengan Target Operasi (Ops) Pekat.

Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing, melalui Kasat Reskrim Polres Bontang, Iptu Hari Supranoto menyampaikan, tepat di Minggu (11/5/2025), sekitar pukul 20.30 Wita, korban bernama Suryadi bersama seorang saksi Asri, mendatangi sebuah rumah kontrakan di Jalan WR. Supratman, dengan maksud ingin mengecek kondisi rumah yang rencana akan disewa oleh Asri.

Setiba di lokasi, korban dan saksi bertemu dengan seorang pria terlapor yakni RR, dengan tanpa jelas RR langsung mengeluarkan parang sambil mengancam korban.

Karena dirinya merasa terancam oleh tersangka yang membawa senjata tajam (sajam), korban langsung melangkah mundur untuk menghindar. Korban pun langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Bontang, untuk bisa mendapatkan perlindungan dan proses hukum lebih lanjut.

“Adanya informasi yang masuk dengan kejadian pengancaman menggunakan sajam, kami bersama tim gabungan langsung melakukan penangkapan dengan yang bersangkutan,” ucapnya.

Penangkapan dilakukan di Jalan Petran, Kelurahan Berbas Tengah, Kecamatan Bontang Selatan. Pelaku beserta dengan barang bukti parang pun berhasil diamankan, dan langsung dibawa menuju Mako Polres Bontang untuk didapatkan keterangan lebih lanjut.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam