Beranda blog Halaman 623

Gelar Promkes Keliling OPD, Cara RSUD Bontang Kenalkan Layanan Kesehatan ke ASN

0
Salahsatu promkes yang digelar di Disdamkartan Bontang beberapa waktu lalu. (Syakurah)

BONTANG – RSUD Taman Husada punya cara untuk mengenalkan beragam layanan Kesehatan yang dimiliki. Baik kepada masyarakat, utamanya kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di Bontang. Yaitu dengan menggelar Promosi Kesehatan (promkes) di masing-masing OPD.

Kegiatan ini bertujuan membuka wawasan sesama OPD di Kota Bontang, mengenai pelayanan kesehatan yang ada di RSUD, serta memperkenalkan layanan terbaru yang dapat diakses oleh pasien BPJS.

RSUD Bontang melaksanakan sosialisasi company profile serta promosi kesehatan yang dilaksanakan secara bergantian ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Kepala unit PKRS, Sunarti menjabarkan berbagai fasilitas yang ada di RSUD, seperti Magnetic Resonance Imaging (MRI), Cath Lab, dan layanan Kemoterapi, yang dimana sudah ditanggung oleh BPJS. Ada juga alat pendeteksi tumor ataupun kanker payudara bagi perempuan.

“Kita tidak berharap ada yang terkena penyakit, siapa tau ada tetangga maupun keluarga yang membutuhkan bisa diberitahu,” jabarnya. (adv)

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Jalan Rusak di Depan SDN 002 Bontang Barat Tunggu Pembahasan Anggaran

0
Kondisi jalan berlubang di depan SDN 002 Bontang Barat. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Kerusakan parah pada akses jalan menuju SDN 002 Bontang Barat hingga kini belum mendapat kepastian perbaikan. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang menyatakan, penanganan jalan tersebut masih menunggu pembahasan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Kepala Dinas PUPR Kota Bontang Edy Prabowo menjelaskan, pembahasan dengan TAPD menjadi langkah awal sebelum perbaikan bisa masuk ke dalam penyusunan anggaran daerah.

“Nanti dibahas dengan TAPD,” ujarnya, Senin (12/5/2025)

Adapun penyebab utama kerusakan jalan adalah aktivitas truk pengangkut material bangunan, saat proyek pembangunan gedung sekolah dan penurapan sungai tahun lalu. Aktivitas kendaraan berat itu membuat jalan berlubang parah, bahkan kawat cor di beberapa titik mencuat ke permukaan.

“Kemarin sempat digunakan untuk pembangunan sekolah dan penurapan sungai, jadi rusak,” jelasnya.

Kondisi jalan yang rusak ini telah dikeluhkan pihak sekolah dan orang tua murid. Kepala SDN 002 Bontang Barat, Suhartini, mengatakan jalan menjadi sangat licin saat hujan, membahayakan pengendara, terutama anak-anak dan guru.

“Sekolah kami sekarang bagus, tapi akses jalannya rusak dan licin saat hujan. Orang tua murid khawatir saat mengantar anak-anak ke sekolah,” ucapnya, Jumat (10/1/2025).

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Pengedar Sabu di Tanjung Laut Indah Berhasil Diamankan Polisi

0
Barang bukti telah diamankan di Polres Bontang. (Ist).

BONTANG – Unit II Sat Resnarkoba Polres Bontang telah mengamankan seorang pria berinisial Su (33), terkait pengedaran narkoba jenis sabu, Rabu (14/5/2025), sekitar pukul 15.00 Wita.

Su adalah salah satu warga Tanjung Laut Indah, Kecamatan Bontang Selatan, Kota Bontang.

Sebelumnya, petugas telah mendapatkan informasi jika di salah satu rumah yang berada di Tanjung Laut Indah, seringkali dijadikan tempat transaksi barang haram.

Sehingga, anggota langsung melakukan penyelidikan untuk mengecek kebenaran informasi tersebut. Saat mendatangi rumah yang dimaksud, tim menemukan seseorang yakni Su yang kedapatan memiliki sabu.

“Saat kami geledah, ada barang bukti berupa tiga bungkus sabu yang telah dibungkus rapi dan siap edar, seberat 2,50 gram,” ucap Kasat Resnarkoba Polres Bontang, AKP Rihard Nixon Lumban Toruan.

Barang bukti lainnya yang berhasil diamankan berupa dua plastik klip, dua sedotan berujung runcing, uang tunai sebesar Rp 400 ribu, dan satu unit handphone merek Oppo.

“Kami coba lakukan pengembangan, yang bersangkutan mengakui barang tersebut adalah miliknya sendiri,” tambahnya.

Sabu yang diperoleh tersangka pun, melalui dengan sistem jejak. Bahkan, awalnya tersangka telah menerima sebanyak 10 gram lalu dijual ke pembelinya.

“Ini sisanya yang belum sempat terjual,” tambahnya.

Kini, tersangka beserta barang bukti telah dibawa ke Sat Resnarkoba Polres Bontang, untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut.

Tersangka pun akan dijerat Pasal 114 ayat (1) atau Pasal 112 ayat (1) UURI No. 35 Th. 2009 tentang Narkotika.

“Dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun penjara,” pungkasnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Waspadai Gejala dan Penyebab Kanker Payudara!

0
Ilustrasi kanker payudara. (ist)

BONTANG – Dokter Sub Spesialis Bedah Onkologi RSUD Bontang, dr.Johan Gomar Gama, SP.B. (K) Onk menyebutkan beberapa penyebab dan gejala penyakit kanker payudara.

Diketahui, kanker payudara menjadi penyakit terbanyak yang dilayani di poliklinik spesialis onkologi RSUD Bontang.
Dijelaskannya, belum ada penyebab pasti dari kanker payudara, namun terdapat pendorong yang menjadikan tumor itu dapat bertumbuh seperti hormonal.

Untuk perempuan sendiri memiliki yang namanya hormon esterogen, dimana dapat merangsang pertumbuhan kanker itu sendiri, kemudian genetik, untuk itu yang memiliki genetik atau orang tua sebelumnya sudah pernah terkena kanker payudara dapat lebih berhati-hati.

Makanan pun juga berpengaruh apalagi yang mengandung radikal bebas, karena makanan dapat berpengaruh ke hormonal seseorang sehingga dapat memicu kanker tersebut.

“Makanan tinggi lemak salah satunya. Karena lemak itu nanti menjadi bahan baku yang membentuk rangsangan esterogen yang berlebihan,” katanya.

Radiasi tinggi juga menjadi salah satu pemicu, “Biasanya yang pernah melakukan pemeriksaaan di rumah sakit menggunakan radiasi juga dapat menjadi pemicu,” ujarnya.

Adapun gejala yang dapat masyarakat kenali sebagai salah satu langkah untuk deteksi dini, seperti munculnya benjolan di payudara, kulit payudara pun juga bisa mengalami perubahan seperti warna payudara yang menggelap, kulit yang mengkerut seperti kulit jeruk, puting susu juga bisa tertarik ke dalam.

Adapun kulit di sekitar puting susu bisa mengeras dan bahkan mengeluarkan cairan yang tidak normal, bahkan di bagian ketiak juga bisa muncul benjolan. Selain ciri-ciri tadi penyakit tersebut juga bisa menyerang sistem tubuh.

Kanker Payudara biasanya menyerang wanita yang berumur sekitar 40 tahun, adapun yang memiliki keturunan dapat terjangkit lebih mudah berkisar diumur 35 tahun keatas. Dari sekian banyak penyebab dr Johan menekankan bahwa inti dari kesehatan tubuh adalah gaya hidup seseorang.

“Gaya hidup menjadi sangat berpengaruh,” ujarnya. (adv)

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

 

Sengketa Sidrap, MK Tugaskan Gubernur Kaltim Mediasi 3 Wilayah

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat menghadiri sidang di MK. (Ist).

BONTANG – Mahkamah Konstitusi (MK) menugaskan Gubernur Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), untuk bisa memfasilitasi mediasi terkait permasalahan tapal batas di wilayah Sidrap, antara Bontang dan Kutim.

MK ingin dalam mediasi tersebut, dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim), hingga Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar), dalam kurun waktu tiga bulan. Hal itu disampaikan langsung dalam Putusan Sela Nomor 10-PS/PUU-XXII/2024 yang diucapkan oleh hakim, Rabu (14/5/2025).

“Memerintahkan kepada Gubernur Kaltim, untuk memfasilitasi penyelesaian dengan cara mediasi antara Pemerintahan Daerah Kota Bontang, dengan Pemerintahan Daerah Kabupaten Kutai Timur, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara, dalam upaya menyelesaikan permasalahan cakupan wilayah dan batas wilayah serta perluasan wilayah Kota Bontang paling lama tiga bulan sejak putusan ini diucapkan,” jelas Ketua MK, Suhartoyo saat di Ruang Sidang Pleno, Jakarta.

Selain itu, MK juga memerintahkan Gubernur Kaltim untuk nantinya bisa melaporkan kepada mahkamah mengenai hasil mediasi, dengan jangka waktu paling lama tujuh hari kerja sejak tenggang waktu mediasi berakhir.

Selanjutnya, mahkamah juga memerintahkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), untuk bisa melakukan supervisi dalam pelaksanaan mediasi, serta melaporkan kepada mahkamah terkait hasil supervisi yang dilakukan, dengan paling lama tujuh hari sejak tenggang waktu mediasi berakhir.

Putusan Sela dijatuhkan, karena mahkamah menilai upaya mediasi yang difasilitasi Pemerintah Provinsi Kaltim, selama ini belum optimal.

Karena itu mahkamah memandang, sangat perlu dilakukan mediasi ulang dengan itikad baik, dan tanggung jawab bagi semua pihak untuk mencari titik temu antara keinginan Pemkot Bontang, dan Pemkab Kutim, agar permasalahan tidak berlarut-larut tanpa kejelasan.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Air Sungai Kembali Meluap, Rendam Wilayah Belakang Bank Dhanarta

0
Banjir di wilayah Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Sungai di sepanjang Jalan Ahmad Yani, Gunung Sari, Kelurahan Api-Api, kembali meluap. Terutama di bagian wilayah belakang Bank Dhanarta, tepatnya sekitaran Jalan Jetski, Rabu (14/5/2025) malam.

Diketahui, air mulai merendam wilayah tersebut sejak pukul 17.00 Wita. Dari pantauan Tim Redaksi Radar Bontang, di lokasi tersebut air belum juga berangsur surut.

“Naiknya air mulai jam 5 sore, iya sampai sekarang pun belum ada surut. Takutnya semakin larut malam, air malah semakin naik,” ucap salah satu warga.

Tepat pukul 23.45 Wita, untuk ketinggian air sudah hampir mencapai di batas ketinggian jembatan yang berada di Jalan Jetski. Terlebih lagi, sangat banyak sampah di sekitar arus sungai, yang menghambat aliran air.

Warga sekitar berharap, nantinya air semakin lama bisa berangsur surut, tidak bertambah naik. Sebab beberapa warga sekitar saat ini, sudah ada rumahnya yang terendam banjir.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Nelayan Marangkayu Minta Ganti Rugi ke PT EUP Rp 48 Juta per Nelayan

0
Nelayan Marangkayu Minta Ganti Rugi ke PT EUP Rp 48 Juta per Nelayan
Humas PT EUP, Jayadi saat diwawancarai awak media. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Nelayan yang tergabung dalam Aliansi Gabungan Nelayan Marangkayu, menggeruduk PT Energi Unggul Perkasa (EUP) untuk meminta tuntutan ganti rugi, Rabu (14/5/2025).

Ratusan nelayan tersebut meminta ganti rugi sekitar Rp 48 juta per nelayan, yang dimana akumulasi kerugian tersebut berlangsung selama 30 hari.

“Dengan rata-rata, pendapatan nelayan sebelum ada kejadian seperti ini bisa mendapatkan hingga Rp 1,5 juta setiap melaut,” kata Nina Iskandar, selaku Koordinasi Aksi.

Nina menambahkan, selama kejadian dugaan pencemaran laut yang menyebabkan ribuan ikan mati mendadak, para nelayan yang mencari ikan di wilayah tersebut terus merugi, dengan hasil tangkapan terus menurun.

“Yang jelas selama kejadian itu, nelayan merugi. Makanya kami datang ke sini untuk meminta ganti rugi itu,” ucapnya.

Nina juga menyampaikan bahwa, dari data yang dirinya peroleh, ada sebanyak 185 nelayan yang mengalami kerugian, ditambah dengan hutang mereka (nelayan) yang ada dimana-mana.

Sementara itu, Humas PT EUP, Jayadi mengkonfirmasi jika selama ini dari pihak perusahaan, tidak pernah memberi bantuan berupa uang tunai ke masyarakat.

“Kami belum pernah kasih bantuan berupa uang tunai, kami hanya memberikan bantuan berupa barang sesuai dengan kebutuhan hasil musyawarah sebelumnya,” ungkapnya.

Bantuan dari perusahan yang akan dibagikan menyasar ke 271 nelayan yang telah terdata, dan bakal diberikan bantuan di wilayah Santan dan Bontang Lestari.

“Pembagian bantuan ini, nantinya akan dibagi dengan masing-masing nelayan akan menerima tiga set jaring,” paparnya.

Jayadi ungkapan, bahwa bantuan ini lebih berdampak dalam waktu jangka panjang, dibandingkan dengan mengganti rugi menggunakan uang tunai yang cepat habis.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Ratusan Nelayan Marangkayu Geruduk PT EUP, Ini Tuntutannya!

0
Nelayan tergabung dalam Aliansi Gabungan Nelayan Marangkayu, saat mendatangi PT EUP. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Ratusan nelayan tergabung dalam Aliansi Gabungan Nelayan Marangkayu mendatangi PT Energi Unggul Perkasa (EUP), dengan melakukan aksi dugaan pencemaran laut yang menyebabkan ribuan ikan mati mendadak.

Ratusan nelayan Marangkayu tersebut, datang beraksi dengan memblokade gerbang masuk ke PT EUP, Rabu (14/5/2025) siang.

Nina Iskandar, Koordinator Aksi mengatakan bahwa aksi tersebut akan dilakukan selama tujuh hari berturut-turut, jika tuntutan yang mereka layangkan tak diindahkan atau dikabulkan.

Sebab, selama kejadian ribuan ikan yang tiba-tiba saja mati mendadak, nelayan yang mencari ikan di wilayah itu terus mengalami rugi. Terlebih lagi, hasil tangkapan para nelayan pun menurun.

“Selama kejadian itu, nelayan ini merugi. Maka dari itu, kami datang kesini untuk minta ganti rugi,” ucapnya sata diwawancarai .

Tidak hanya itu, Nina pun menyebutkan, jika dari data yang dirinya peroleh, ada sebanyak 185 nelayan yang mengalami kerugian besar.

“Kalau bisa, nelayan akan meminta ganti rugi sebesar Rp 48 juta, dengan akumulasi kerugian selama 30 hari yang mereka alami.

Akumulasi kerugian ini dirangkum dari seluruh kerugian nelayan selama sebulan, dengan rata-rata nelayan sebelum ada kejadian kasus ini, bisa dapatkan hingga Rp 1,5 juta setiap melaut.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Daftar Poliklinik yang Tersedia di Gedung B RSUD Bontang

0
Ruang tunggu poliklinik di Gedung B. (ist)

BONTANG – Saat ini Sebagian besar poliklinik di RSUD Taman Husada Bontang terpusat di Gedung B. Hal itu untuk memaksimalkan pelayanan bagi pasien.

Kabid Pelayanan Medik dan Pengendalian Mutu RSUD Taman Husada, dr Tri Ratna Paramita menerangkan, berbagai jenis klinik yang ada yakni Klinik Ibu dan Anak, Obgyn, Jantung, Bedah, Bedah Onkologi, Ortopedi, THT, Mata, Saraf, Penyakit Dalam, Paru, Kulit Kelamin, Gigi Anak, Bedah Mulut, Konservasi Gigi.

Selain itu, juga ada Pelayanan Jantung, Paru, THT, Mata, Kulit dan Kelamin, Psikiatri, Neurologi, dan Geriatri.

“Selain itu ada juga pendukung seperti MCU, laboratorium, serta klinik rehabilitasi,” katanya.

Dikatakannya, dengan terkumpulnya klinik dalam satu gedung, pasien yang harus mendatangi lebih dari satu klinik tidak perlu bolak balik.

“Tidak perlu bolak-balik lagi jika ada yang harus memeriksa di beberapa klinik berbeda,” tambahnya.

Ia menyebutkan masih terdapat tiga klinik yang berada di luar gedung B, seperti klinik jiwa, klinik paru dan klinik anastesi.

Adapun pemindahan ini melihat kebutuhan masyarakat Bontang yang terus meningkat.
“Gedung utama nantinya dapat dimaksimalkan untuk beberapa keperluan lainnya,” terangnya. (adv)

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

BPBD Bontang Pantau 3 Lokasi Langganan Banjir, Ismail: Semua Sudah Surut

0
Anggota BPBD Bontang, saat meninjau lokasi banjir. (Ist).

BONTANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang, telah memantau secara langsung ke lokasi langganan banjir di wilayah Bontang.

Saat banjir datang, ada tiga titik lokasi yang menjadi langganan banjir. Pertama di Perumahan Bontang Permai, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara.

Lokasi kedua di daerah belakang Bank Dhanarta, tepatnya di bagian RT.8, Kelurahan Api-Api. Serta di lokasi ketiga Guntung, Kecamatan Bontang Utara.

Kepala Pelaksana BPBD Bontang, Ismail, melalui Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Bontang, Ismail mengatakan bahwa di hari sebelumnya, tepat Senin (12/5/2025) kemarin, untuk di wilayah Perumahan Bontang Permai, Kelurahan Api-Api, dan Guntung, kondisi air cukup tinggi.

Sebab di ketiga lokasi tersebut, terdapat tanggul atau turap yang tak mampu menahan derasnya arus air sungai. Sehingga, air jadi meluap dan genangan tersebut merendam akses jalan.

“Untungnya malam tidak hujan, sehingga genangan air berangsur surut. Ketinggian air pun kemarin rata-rata 5 sentimeter, tetapi kalau di Guntung, depan Posyandu ketinggian air sampai 50 sentimeter,” jelasnya saat dikonfirmasi, Selasa (13/5/2025).

Sejak kemarin saat air mulai pasang dan merendam akses jalan, banyak aktivitas masyarakat yang lumpuh akibat adanya banjir datang. Mengingat saat ini air telah surut, dan tidak ada hujan. Maka akses jalanan sudah bisa dilewati, serta tidak ada lagi genangan.

Jadi kemarin saat Bontang mengalami banjir, tim kami hanya lebih memantau di tiga lokasi itu saja. Sebab, tiga lokasi tersebut sudah menjadi langganan banjir,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam