Beranda blog Halaman 626

Peringati Hari Kebebasan Pers, PWI dan AJI Bontang Gelar Diskusi Publik

0
Suasana diskusi publik di Kantor Akurasi.id. (ist)

BONTANG – Dua organisasi, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bontang dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Samarinda, berkolaborasi memperingati Hari Kebebasan Pers Dunia.

Mereka menggelar diskusi publik yang membahas sesuatu yang sedang hangat: “AI dalam Dunia Jurnalistik, Ancaman atau Peluang?. Lokasinya di Kantor Akurasi, Bontang, Jumat (9/5/2025).

Kartika Anwar, dari AJI Samarinda, berbicara pertama. Suaranya tegas. Ia mengingatkan, sehebat apapun AI menulis cepat, ada satu hal yang tidak bisa tergantikan: verifikasi.

“Kecepatan AI itu mengagumkan. Tapi akurasi, verifikasi, memastikan bahwa tulisan mematuhi kode etik, itu tetap tugas jurnalis manusia,” katanya.

Kartika seperti ingin mengingatkan: jangan silau oleh kecanggihan. Di balik kecepatan itu, bisa saja ada lubang-lubang kesalahan yang membahayakan kredibilitas media.

Lalu, giliran Suriadi Said, Ketua PWI Bontang, bicara. Ia membawa pandangan dari sudut yang lain. Sedikit lebih filosofis.

“Dewan Pers sekarang juga sedang mengamati penggunaan AI. Kita harus tetap berpegang pada prinsip jurnalistik: verifikasi, akurasi, cover both sides,” ujarnya.

Suriadi menambahkan, AI memang bisa merangkum berita. Tapi sentuhan manusia tetap tak tergantikan.

“AI itu hasilnya seragam. Tidak ada jiwa, tidak ada identitas di dalam tulisannya,” tegasnya.

Kedua narasumber itu kompak: AI memang alat yang berguna. Tapi manusia tetap harus memegang kendali. Feature humanis, reportase lapangan yang penuh nuansa, dan investigasi mendalam — itu semua tidak bisa dikerjakan mesin.

Satu hal yang mereka garisbawahi: transparansi. Penggunaan AI dalam produksi berita harus terbuka kepada publik, agar kepercayaan tidak luntur.

Diskusi ini memang tidak memberi jawaban final. Tapi satu hal menjadi jelas: masa depan jurnalistik adalah soal memilih. Bukan antara manusia atau mesin, melainkan bagaimana manusia bijak menggunakan mesin untuk memperkuat karyanya — tanpa meninggalkan ruh dan etika jurnalistik.

Hari itu, Bontang bukan hanya merayakan kebebasan pers. Tapi juga menyiapkan langkah kecil menuju masa depan berita yang lebih cerdas dan tetap manusiawi. (Rls)

Editor: Yusva Alam

Program Pemutihan Tingkatkan Pembayaran Pajak, Capai Rp 4,45 Miliar di 25 Hari Pertama

0
Ruangan Pelayanan Pajak Kota Bontang. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Program pemutihan tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di Bontang mencatat hasil memuaskan.

Kegiatan ini berlangsung mulai 8 April hingga 30 Juni 2025. Dalam kurun waktu 25 hari mulai 8 April hingga 2 Mei 2025, sebanyak 7.588 unit kendaraan memanfaatkan kesempatan ini, menghasilkan penerimaan sebesar Rp 4,45 miliar.

Kasi Pendataan dan Penetapan, Entjik Achmad Reza Yudiar menjelaskan, kegiatan ini disebut “THR dari Gubernur Kaltim”. Dibandingkan sebelum masa pemutihan, peningkatan aktivitas pembayaran sangat signifikan.

Rata-rata kendaraan yang membayar pajak per hari naik dari 165 menjadi 303 unit. Sementara, penerimaan harian meningkat dari Rp 111 juta menjadi Rp 178 juta. Sayangnya, UPTD PPRD Bontang menunjukkan capaian tersebut hanya dalam periode 8 April sampai 2 Mei 2025.

“Program ini terbukti efektif dalam menggerakkan kembali kesadaran pajak masyarakat,” jelasnya.

Dari total kendaraan yang membayar pajak, 3.157 unit tergolong membayar tepat waktu dengan nilai kontribusi Rp 1,87 miliar. Sementara, 2.757 unit membayar terlambat senilai Rp 1,24 miliar, dan 1.674 unit yang sebelumnya menunggak akhirnya melunasi pajaknya, menyumbang Rp 1,33 miliar.

Ia menilai program ini tidak hanya mengapresiasi wajib pajak yang taat, tetapi juga berhasil menarik mereka yang sebelumnya enggan membayar.

Namun, tantangan tetap ada. “Sebagian besar penunggak baru bergerak ketika ada program penghapusan denda,” katanya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Lewat PKT KARUNIA, Pupuk Kaltim Tanamkan Pentingnya K3 dan Keberlanjutan Lingkungan pada UMKM

0

Tegaskan komitmen dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) dorong UMKM binaan kedepankan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam aktivitas sehari-hari. Hal ini menjadi upaya penting Pupuk Kaltim memperkuat kapasitas UMKM, khususnya para pelaku usaha resablon yang memanfaatkan kembali karung bekas pupuk untuk menghasilkan produk bernilai jual.

Penguatan aspek K3 ini bagian dari program Pemanfaatan Kemasan Tersisa dari Karung untuk Inovasi dan Akselerasi (PKT KARUNIA), yang tidak hanya sekadar memanfaatkan kembali limbah karung bekas pupuk, tapi juga membawa misi besar dalam membangun nilai ekonomi baru dari barang yang dianggap limbah, sekaligus menanamkan prinsip keberlanjutan bagi UMKM lokal.

Hal ini melihat masih rendahnya kesadaran akan penerapan prinsip K3 di lingkungan produksi oleh pelaku usaha, sehingga perlu adanya kesinambungan upaya dalam menciptakan UMKM yang tangguh, serta mampu melindungi setiap orang dari risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja.

“Hal ini bagian dari misi untuk membangun ekonomi sirkular di masyarakat, dengan menciptakan nilai baru dari barang yang semula dianggap tidak bernilai menjadi produk ekonomi baru. Selain juga wujud konsistensi perusahaan dalam mendukung kelestarian lingkungan,” ujar AVP Pembangunan Ekonomi Pupuk Kaltim Irma Safni, saat Sosialisasi K3 dan Lingkungan Hijau program PKT Karunia, Senin (5/5/2025).

Dijelaskan Irma, sosialisasi sengaja digagas untuk menanamkan budaya usaha yang lebih aman, ramah lingkungan dan berkelanjutan bagi pelaku usaha. Selain juga memastikan seluruh UMKM binaan mampu menjalankan usaha yang tidak hanya berfokus pada produktivitas dan keuntungan, tetapi juga memprioritaskan keselamatan, kesehatan dan kelestarian lingkungan.

Utamanya pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), seperti thinner dan cat bekas dalam proses resablon. Dimana tanpa pengelolaan yang benar, limbah ini dapat mencemari lingkungan, membahayakan kesehatan masyarakat dan berpotensi menimbulkan masalah hukum bagi pelaku usaha, sebagai risiko nyata yang harus diantisipasi serta kelola dengan penuh tanggung jawab.

“Makanya kapasitas pelaku usaha binaan perlu diperkuat, agar tidak hanya menghasilkan produk berkualitas tapi juga menjadi mitra strategis perusahaan dalam membangun ekonomi daerah yang tangguh dan berwawasan lingkungan,” terang Irma.

Langkah ini sejalan dengan visi Pupuk Kaltim yang selalu menempatkan keberlanjutan di tiap inisiatif yang dijalankan, mengingat kemajuan industri harus sejalan dengan upaya lingkungan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Oleh sebab itu, pelaku usaha binaan diharap mampu memahami dengan baik prinsip dasar K3 secara sederhana, namun efektif dalam mengelola limbah B3. Termasuk berbagai langkah strategis dalam membangun sistem produksi yang aman dan ramah lingkungan

“Melalui program PKT Karunia, Pupuk Kaltim ingin menunjukkan jika pendekatan inovatif dan keberlanjutan dapat berjalan beriringan. Dimana UMKM diharap mulai menerapkan Sistem Manajemen K3 skala mikro, seperti SOP kerja tertulis, pencatatan insiden kerja, hingga pengawasan bahan kimia yang digunakan,” tambah Irma.

Kepala Bidang Industri Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Kota Bontang, Muhammad Ridwan, mengatakan pemahaman akan pentingnya K3 sudah sepatutnya menjadi bagian sektor usaha masyarakat, guna mewujudkan iklim usaha yang bertanggungjawab. Pembekalan yang diberikan Pupuk Kaltim bagi pelaku usaha resablon kali ini pun menunjukkan konsistensi perusahaan yang senantiasa mengedepankan K3 dalam operasional, yang turut didorong bagi UMKM binaan secara optimal.

“Pemkot Bontang sangat menyambut positif program ini, karena sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat komitmen Kota Bontang sebagai Kota Sehat yang berkelanjutan di Indonesia. Dimana aspek keselamatan dan kesehatan kerja merupakan salah satu indikator yang harus dipenuhi dalam aktivitas usaha,” terang Ridwan.

Dirinya berharap, pengetahuan yang dibekali Pupuk Kaltim dapat diimplementasikan dengan baik oleh para pelaku usaha binaan, guna mendorong pertumbuhan usaha yang berkelanjutan. Mengingat resablon merupakan salah satu sektor potensial yang bisa dikembangkan sebagai UMKM unggul dan berdaya saing di Kota Bontang.

“Kami harap ini menjadi perhatian pelaku usaha, dimana K3 penting untuk diterapkan dalam aktivitas, termasuk perhatian terhadap aspek lingkungan yang berkelanjutan,” tambah Ridwan.

Salah satu pelaku usaha Rinto Kusnadi dari Ida Sablon, mengaku sangat terbantu memahami pentingnya aspek K3 dan keberlanjutan lingkungan dalam pengelolaan usaha. Kata dia, bekal yang diberikan Pupuk Kaltim menjadi pengetahuan baru yang siap untuk diterapkan secara konsisten dalam menjalankan usaha resablon.

“Kami selalu didukung Pupuk Kaltim dalam pengembangan usaha, dan kali ini kembali dibekali pengetahuan baru untuk memperkuat kapasitas usaha. Bekal ini sangat berharga untuk kami terapkan ke depannya,” tutur Rinto. (adv)

Jalanan di Simpang Tiga Lapas Bontang Lestari Rusak Parah, Alfin: Akan Kami Bahas Bersama PUPR

0
Jalanan rusak di wilayah Bontang Lestari, Kota Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Beberapa titik jalan rusak parah di wilayah Bontang Lestari, lebih tepatnya di sepanjang jalan mulai dari daerah Simpang Tiga Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) atau Lapas, sampai ke arah menuju Puskesmas Bontang Lestari.

Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, Alfin Rausan Fikry turut menyampaikan bahwa, untuk di wilayah tersebut, jalanan itu sudah termasuk bagian milik provinsi.

Bahkan pihak dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bontang, sempat menyinggung jalanan rusak tersebut. Terlebih lagi, PUPR Bontang pun sempat mengirimkan proposal ke provinsi untuk meminta bantuan anggaran terkait perbaikan jalan.

“Nantinya kami akan memanggil PUPR untuk perbaikan jalan, dan pastinya kami akan mendengarkan terlebih dahulu, semua penyampaian dari mereka. Anggaran yang sudah ada, nantinya akan tersalurkan kemana saja,” jelasnya saat ditemui, Jumat (9/5/2025).

Alfin juga mengatakan, tujuan PUPR Bontang sempat mengirimkan proposal ke provinsi, supaya bisa mengucurkan dana dari provinsi untuk perbaikan jalan tersebut, mengingat jalan itu bukan sepenuhnya milik wilayah Bontang.

“Yang jelas, jalanan itu sudah masuk di jalan provinsi. Kita tetap menunggu balasan proposal yang sudah dikirim oleh PUPR, dimana saja nantinya titik-titik lokasi yang akan dibantu dari dana provinsi, termasuk depan PT EUP yang rusak parah,” tambahnya.

Alfin menyatakan dengan tegas, pihaknya ingin jalanan yang ada di wilayah Kota Bontang, semuanya tampak bagus tanpa adanya lagi jalanan yang rusak. Akan tetapi, hingga sampai saat ini belum semuanya bisa terealisasikan dengan maksimal.

“Maunya semua jalanan bagus, tidak ada lagi jalanan yang rusak di Bontang. Tetapi semuanya harus bertahap, tidak bisa langsung segera diperbaiki dengan cepat,” ungkapnya.

Dari pantauan tim redaksi Radar Bontang, jalanan tersebut sudah terbilang cukup parah, dimana saat mobil atau bus melewati jalan tersebut, kendaraan mereka sampai miring akibat jalanan yang tidak rata.

Terlebih lagi saat musim panas berlangsung, debu yang keluar dari material yang telah terkupas di bagian badan jalan menimbulkan polusi tebal, saat kendaraan melintas.

Adapun saat hujan datang, genangan air pastinya menutupi jalanan yang berlubang. Sehingga, bagi pengendara yang tidak hafal dengan kondisi jalan, secara tidak langsung pastinya akan masuk ke lobang tersebut.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Besok, WTP di Kanaan Masuki Masa Perawatan, 16 Wilayah Terdampak

0
Distribusi air bersih di stop sementara. (Ist).

BONTANG – Perumda Air Minum Tirta Taman (PDAM) Kota Bontang, akan memberhentikan sementara terkait penyaluran distribusi air bersih di Water Treatment Plant (WTP) Kanaan, Sabtu (10/5/2025) besok, mulai pukul 07.00 Wita hingga selesai.

Akibat adanya kegiatan masa perawatan WTP, penyetopan distribusi air berdampak ke 16 wilayah, meliputi di Jalan Asmawarman, Jalan Damai, Jalan Pongtiku, Jalan Perum Disnaker, dan Jalan Tarakan.

Selanjutnya di Jalan Palembang, Jalan Balikpapan, Jalan Surabaya, Jalan Pontianak, Jalan Semarang, Jalan Soekarno-Hatta atau ex Flores.

Serta di Jalan Karya Manunggal, Jalan Bandung, Kelurahan Kanaan, hingga sampai di bagian Kelurahan Gunung Telihan dan sekitarnya.

“Pastinya, pemeliharaan dan perawan ini kami lakukan secara rutin, setiap tiga bulan sekali,” ucap Direktur Perumda Tirta Taman Bontang, Suratmin, Jumat (9/5/2025).

Penyetopan distribusi air bersih pun berdampak ke 6 ribu pelanggan, selama kegiatan pemeliharaan WTP berlangsung.

“Kami mohon maaf, atas terganggunya dari pelayanan kami,” tambahnya.

Sehingga, Suratmin mengimbau ke masyarakat sekitar yang nantinya akan terdampak pemberhentian distribusi air, untuk bisa segera menampung air sebanyak-banyaknya. Sebagai bahan stok saat kegiatan pemeliharaan berlangsung, agar masyarakat tidak kesulitan air.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Prosedur Pendaftaran Rawat Jalan di RSUD Bontang Bagi Pengguna BPJS Kesehatan

0
Ilustrasi pendaftaran mobile JKN. (ist)

BONTANG – Petugas PIPP BPJS RSUD Bontang, Renan memaparkan prosedur bagi pengguna BPJS Kesehatan yang akan melakukan pengobatan rawat jalan (poliklinik) di RSUD Taman Husada Bontang.

Dijelaskannya, pertama pasien wajib mendaftar terlebih dahulu melalui Mobile JKN. Kedua, pasien harus memiliki rujukan dari puskesmas ataupun klinik rujukan.

BPJS Kesehatan telah mewajibkan untuk melakukan pendaftaran online melalui aplikasi sejak 10 Oktober 2024 lalu.

Aplikasi ini sudah dapat didownload di Play store maupun App store, setelah mendownload pasien dapat melakukan registrasi terlebih dahulu.

“Mobile JKN ini kan timingnya WIB, jadi setidaknya jam 1 malam baru bisa daftar, karena pendaftaran harus H-1,” terangnya.

Jika berhasil melakukan pendaftaran, maka akan muncul nomor antrian yang artinya keesokan harinya pasien sudah dapat melakukan rawat jalan dengan check in melalui aplikasi tersebut.

Meskipun begitu, jika terdapat pasien yang sudah terlanjur datang ke RSUD untuk melakukan pemeriksaan, ia mengarahkan agar dapat langsung datang ke loket dua, dan memiliki nomor hp serta pulsa.

“Mobile JKN ini OTPnya masih lewat SMS, makanya perlu pulsa,” tuturnya.

Ia menyebutkan selama sudah memiliki rujukan, maka selanjutnya akan dibantu untuk proses pendaftaran. Jika memang belum memiliki HP yang mumpuni untuk memiliki aplikasi tersebut. (adv)

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Kronologi 2 Anggota Dewan Bontang yang Alami Kecelakaan di Jalan Poros Samarinda – Bontang

0
Kendaraan yang ditumpangi 2 legislator Bontang dalam keadaan rusak parah. (Ist).

BONTANG – Pihak kepolisian mengungkapkan kronologi kecelakaan lalu lintas ganda yang dialami oleh 2 legislator Bontang, yakni Nursalam dan Winardi, Kamis (8/5/2025), sekitar pukul 17.00 Wita.

Kejadian kecelakaan tersebut terjadi di Jalan Poros Samarinda – Bontang, tepatnya di KM 47, Desa Tanah Datar, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing, melalui Kasat Lantas Polres Bontang, AKP Purwo mengatakan bahwa, kejadiannya berawal dari mobil Avanza bewarna putih dengan plat KT 1581 QE yang dikendarai oleh Muhammad Rivaldi dari arah Samarinda, hendak menuju ke Bontang.

Akan tetapi, setibanya di Tempat Kejadian Perkara (TKP) KM 47, Desa Tanah Datar, pengemudi mobil tersebut mendadak kurang fokus, sehingga tepat saat tanjakan lurus di KM 47, dan akan menyalip ada mobil truk yang berada di depannya.

“Jadi, setelah mobil ini menyalip di depannya ada truk. Kemudian, mobil ini kembali mau menyalip lagi truk yang ada di depannya, akan tetapi dari arah berlawanan ada mobil Mitsubishi Triton. Akibat tidak bisa mengontrol laju kendaraan, akhirnya terjadi tabrakan,” jelas AKP Purwo.

Saat tabrakan berlangsung, mengakibatkan pengendara beserta dengan penumpang mobil Avanza, Nursalam dan Winardi mengalami luka.

Kedua legislator ini langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Bontang, untuk mendapatkan pertolongan medis.

Sebelumnya, kedua legislator ini baru saja akan pulang Ke Bontang, dari perjalanan dinas di Penajam Paser Utara (PPU).

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

E-Paper Edisi Khusus: Jejak 5 Tahun Media Kaltim di IKN

0

Perjalanan Media Kaltim selama 5 tahun di Kalimantan Timur berpuncak pada gelaran Nusantara Fun Run 2025 yang digelar spektakuler di Ibu Kota Nusantara (IKN), 4 Mei 2025.

Acara ini bukan hanya selebrasi, tapi juga penanda komitmen kami dalam mengawal pembangunan IKN melalui jurnalisme yang sehat, inklusif, dan mendidik.

Baca dan simak kilas balik lengkap perjalanan Media Kaltim serta momen-momen terbaik dari Fun Run dalam e-paper edisi khusus berikut:

Baca selengkapnya: https://digital.mediakaltim.com/mkfunrun2025/mobile/

Editor: Agus S

2 Legislator Bontang Alami Kecelakaan, Adu Banteng di Poros Samarinda–Bontang

0
Kondisi mobil Toyota Veloz yang ditumpangi 2 anggota DPRD Bontang ringsek.(ist)

BONTANG — Dua anggota DPRD Bontang, Drs. H. Nursalam dan Winardi, terlibat dalam kecelakaan lalu lintas di KM 38 Jalan Poros Samarinda–Bontang, kawasan Sambera, Kamis (8/5/2025) sekitar pukul 15.00 WITA. Mobil Toyota Veloz yang mereka tumpangi bertabrakan adu banteng dengan sebuah mobil Mitsubishi Triton.

Meski kendaraan mereka mengalami kerusakan parah, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Nursalam dan Winardi langsung dilarikan ke RSUD Taman Husada Bontang untuk mendapatkan perawatan medis. Sopir, Rivaldi, Staf Humas dan Protokol DPRD Bontang yang mengemudikan mobil Veloz dilaporkan tidak mengalami luka.

“Saya bersyukur masih diberi keselamatan. Tapi dada masih sakit, kata dokter kemungkinan ada tulang yang retak,” ujar Nursalam kepada Media Kaltim saat ditemui di rumah sakit. Ia mengaku baru pulang perjalanan dinas dari Penajam Paser Utara (PPU).

 

Saat ini, Nursalam masih menjalani perawatan lanjutan di rumah sakit. Sementara itu, koleganya Winardi telah diperbolehkan pulang setelah menjalani observasi singkat.

Editor: Agus S

Pemkot Sampaikan Aspirasi Terkait Galian C ke Pemprov Kaltim

0
Pemkot Sampaikan Aspirasi Terkait Galian C ke Pemprov Kaltim
Wakil Wali Kota, Agus Haris bersama Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam saat mengunjung ESDM Kaltim. (Ist).

BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris datang berkunjung ke Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) untuk menyampaikan aspirasinya terkait dengan galian C, di wilayah Bontang, Rabu (7/5/20/5).

Kunjungan tersebut turut dihadiri oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam. Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Lukman. Beserta dengan para jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Saat kunjungan berlangsung, Agus Haris secara terang-terangan menyatakan bahwa, Bontang sangat membutuhkan material tambang seperti pasir, untuk mendukung pembangunan Kota Bontang.

“Kami catat kebutuhan pasir di Bontang antara 200 sampai 250 kubik per hari. Bahkan jika dirinci, truk bisa memuat empat kubik, berarti butuh 1.000 kubik pasir setiap harinya,” ucapnya.

Selain itu dibalik angka itu semua, ada ratusan nasib warga yang telah menggantungkan hidupnya dari penambangan pasir. Kalau pun berhenti aktivitasnya, bukan berarti tidak ada pasir yang diangkut, akan tetapi karena belum ada izinnya.

“Maka dari itu tujuan kami datang berkunjung ke sini, kami ingin para sopir yang menggantungkan hidupnya di setir truk, untuk bisa aktivitas yang ada seperti ini dilegalkan lewat mekanisme sesuai dengan aturan,” jelasnya.

Agus Haris menambahkan, jika kebutuhan material tambang tidak hanya datang dari masyarakat umum saja, akan tetapi juga datang dari perusahaan-perusahaan besar, serta proyek pembangunan vertikal yang terus berkembang di wilayah Kota Bontang.

Terlebih lagi, persoalan terkait tambang galian C ini masuk dalam pertimbangan revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Bontang. Serta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim, sedang mengevaluasi RTRW tersebut, untuk selaras dengan penyesuaian wilayah.

Menanggapi hal itu, Kepala Biro Perekonomian Provinsi Kaltim, Iwan Darmawan menyampaikan apresiasi atas penyampaian aspirasi yang telah disampaikan secara langsung, oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang.

Sehingga, dirinya memastikan bahwa Pemprov Kaltim akan menelaah secara seksama, dan menindaklanjuti sesuai dengan regulasi yang berlaku, dimana maksud tujuan dari Pemkot Bontang menyampaikan bagaimana agar kegiatan yang selama ini berkaitan dengan galian C dapat dilegalkan, sampai ke kawasan Hutan Lindung (HL).

“Nanti bagaimana aturan mainnya, dan seperti apa, kita akan bicarakan dalam koridor ketentuan,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam