Beranda blog Halaman 655

Tempat Biliar Langgar Jam Operasional, Satpol PP Bubarkan Pengunjung

0
Saat Satpol-PP Bontang mengimbau pengunjung karena melanggar waktu buka operasional di Bulan Ramadan. (Ist)

BONTANG – Salah satu tempat biliard yang berada di Jalan KS Tubun, Kelurahan Bontang Kuala melanggar jam operasional yang telah ditentukan pada Bulan Ramadan.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bontang melakukan razia gabungan tersebut, Rabu (5/3/2025) malam. Mereka pun langsung menghimbau para pengunjung untuk pulang.

Kepala Satpol PP Bontang, Ahmad Yani, melalui Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan Daerah, Arianto, menjelaskan, dalam Surat Edaran (SE) Nomor 100.1.1/171/Satpol PP/2025 dijelaskan bahwa tempat usaha seperti biliar, warnet, dan rental PlayStation hanya diperbolehkan beroperasi dari pukul 10.00 hingga 22.00 selama Bulan Ramadan.

“SE tersebut sudah diedarkan dari sebelum puasa,” katanya.

Saat ditanyai, pengelola tempat biliar menjelaskan, terdapat beberapa atlet yang sedang berlatih. Pihaknya pun meminta bukti atau surat resmi yang menyatakan tempat tersebut sebagai lokasi latihan, namun mereka tidak dapat menunjukkan dokumen pendukung.

Ia menjelaskan, di tahun sebelumnya salah satu tempat biliar yang berada di dekat Halal Square juga melakukan hal yang sama, namun mereka dapat menunjukkan surat resmi dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

“Kalau ada surat pendukung masih jadi toleransi, karena kita turut mendukung atlet-atlet tersebut,” ujarnya.

Penanggung jawab usaha pun harus membuat surat pernyataan. Jika pelanggaran masih diulangi, Satpol PP akan memberikan teguran hingga tiga kali sebelum menyerahkan kewenangan penindakan ke tingkat kota.

“Jika masih ngeyel bisa disegel, tapi tetap menunggu arahan wali kota,” tuturnya.

Razia ini merupakan lanjutan dari penggrebekan penginapan yang dilakukan di wilayah Bontang Selatan.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

545 Pasukan Kuning dan Hijau Terima Paket Sembako di Bulan Ramadan

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni (kiri) saat memberikan paket sembako. (Ist).

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang melalui program ‘Bontang Peduli’, kembali menyalurkan bantuan paket sembako di Bulan Ramadan untuk Tenaga Harian Lepas (THL). Kegiatan berlangsung di Pendopo, Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Bontang, Kamis (6/3/2025).

Penyerahan sembako diserahkan langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, ke salah satu pasukan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bontang, secara simbolis. Ada sebanyak 545 orang yang mendapatkan paket sembako tersebut, di antaranya 103 orang Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), dan 442 dari DLH.

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bontang, Kuba Siga turut menyampaikan bahwa, dana untuk bantuan ini berasal dari pemotongan gaji Aparatur Sipil Negara (ASN), di lingkungan Pemkot Bontang.

“Permohonan bantuan yang masuk cukup meningkat pesat, yang sebelumnya hanya mencapai 10 hingga 12 permohonan per hari, kini sudah mencapai 30 lebih permohonan di setiap harinya. Ini menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat,” ucapnya.

Paket sembako yang disalurkan terdiri dari berbagai kebutuhan pokok, yang meliputi beras, minyak goreng, sirup, susu, biskuit, saus, kecap, gula, tepung, sarden, dan margarin.

“Paket ini diharapkan dapat membantu meringankan beban para penerima, karena berperan penting dalam menjaga kebersihan dan penataan kota,” paparnya.

Kesempatan yang sama, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengapresiasi kontribusi semua pihak yang terlibat dalam meringankan beban masyarakat, terutama bagi tenaga harian lepas yang berperan besar dalam menjaga kebersihan dan lingkungan di wilayah Kota Bontang.

“Saya instruksikan kepada Kadis LH dan Kadis Perkim untuk memperhatikan kesejahteraan para pekerja lepas harian, dengan cara menaikkan upah mereka sesuai dengan Upah Minimum Kota (UMK),” tegasnya.

Tidak hanya itu, Neni pun turut berjanji akan memberikan seragam baru bagi para pekerja lepas harian, sebagai salah satu bentuk perhatian terhadap profesi mereka. Bahkan mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan, dan pelestarian lingkungan demi masa depan yang lebih baik.

“Tanggung jawab besar ada di tangan kita semua untuk menjaga kebersihan dan pelestarian lingkungan, agar bumi ini tetap lestari untuk anak cucu kita,” tambahnya.

Sebagai bagian dari upayanya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Neni Moerniaeni meminta Baznas Kota Bontang untuk terus tetap melakukan pendampingan, memberikan pelatihan, dan memberikan permodalan kepada tenaga harian lepas agar mereka dapat lebih mandiri.

“Saya berkomitmen untuk terus berupaya agar masyarakat Bontang semakin sejahtera. Mari kita jaga kebersihan, jaga lingkungan, dan bekerja dengan ikhlas,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Neni Bakal Berdayakan Penjahit Lokal untuk Pembuatan Seragam Sekolah Gratis

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni akan memberdayakan penjahit lokal untuk pembuatan seragam sekolah gratis, bagi siswa-siswi di Kota Bontang.

Dirinya menyampaikan bahwa, untuk kain yang akan digunakan nantinya, akan dibeli dari luar daerah. Akan tetapi proses tahapan menjahit, akan dikerjakan oleh penjahit lokal.

“Bahan kainnya beli di luar, menjahitnya di sini aja. Kita berdayakan penjahit lokal, agar nantinya tidak ada keluhan dari para siswa tentang kebesaran atau kekecilan seragam sekolah,” ucapnya saat diwawancarai, Rabu (5/3/2025).

Adanya aktivitas itu, Neni menyebutkan salah satu utamanya ialah untuk membantu perekonomian yang ada di Kota Bontang, dengan menggerakkan penjahit lokal untuk pengadaan seragam gratis.

“Dengan kita memberdayakan penjahit lokal, itu sama saja kita mengurangi angka kemiskinan. Sehingga mereka tidak menganggur, adanya pekerjaan dan berpenghasilan,” ungkapnya.

Diketahui, seragam gratis tidak hanya untuk siswa baru saja, akan tetapi berlaku untuk semua siswa-siswi SD dan SMP se-Kota Bontang.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang pun telah menyiapkan mekanisme anggaran melalui pergeseran, mendahului Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) perubahan, untuk mempercepat mengeksekusi program ini.

Terlebih lagi, walaupun sudah masuk dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP), Neni tegaskan untuk tidak dieksekusi terlebih dahulu, mengingat adanya penambahan anggaran.

“Misalkan per siswa Rp 1 juta, dan jumlah siswa mencapai 28.000 orang, maka total anggaran yang harus disiapkan sekitar Rp 38 miliar,” paparnya.

Terlebih lagi, untuk pengadaan seragam gratis ini harus segera bisa terealisasi. Mengingat kebutuhan para siswa-siswi, agar bisa cepat nantinya dipergunakan.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Lengkapnya Alat di Instalasi Radiologi, dari Konvensional Hingga yang Canggih

0
Alat CT Scan 128 Slince yang dimiliki RSUD Taman Husada Bontang. (Yahya Yabo)

BONTANG – Unit Instalasi Radiologi RSUD Taman Husada Bontang memiliki kelengkapan alat-alat radiologi. Bahkan saat ini memiliki alat terbaru, yaitu CT Scan 128 slince.

Kepala Instalasi Radiologi RSUD Taman Husada Bontang, dr Agustiana, Sp. Rad, M.Kes menjelaskan, instalasi radiologi memiliki berbagai macam alat-alat radiologi baik yang konvensional maupun alat-alat yang lebih canggih.

“Alat-alat canggih seperti alat USG dan CT Scan kami miliki. Radiologi juga memeriksakan dengan menggunakan media kontras hingga pemeriksaan HSG,” katanya.

Saat ini pun RSUD Bontang telah memiliki CT Scan 128 Slince. Dimana alat ini dapat lebih unggul dibanding dengan CT Scan lainnya.

“CT Scan ini digunakan untuk melihat organ dalam seperti organ otak sampai ke organ jantung, yang paling unggul kami gunakan,” imbuhnya.

CT Scan sendiri memiliki banyak macam seperti CT Scan 2 Slince, 64 Slince dan 128 Slince. (adv/yah)

Editor: Yusva Alam

Satpol PP Razia Penginapan, Dapati Tiga Pasangan Bukan Suami Istri

0
Satpol PP Razia Penginapan, Dapati Tiga Pasangan Bukan Suami Istri
Salah satu pasangan yang kedapatan di salah satu penginapan di Jalan KS Tubun. (Ist)

BONTANG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bontang menggelar razia gabungan, Rabu (5/3/2025) malam. Razia ini menyasar beberapa penginapan di wilayah Tanjung Laut Indah.

Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan Daerah Satpol PP Bontang, Arianto mengatakan, dari razia tersebut didapati tiga pasangan muda yang bukan suami istri.

Razia tersebut dilaksanakan ke empat penginapan yang berada di Jalan KS Tubun dan di Jalan Musafir. Diketahui, tiga pasangan tersebut berumur kisaran 20 tahunan.

“Dari KTP yang kami data, yang paling tua kelahiran 2001, dan yang paling muda kelahiran 2003,” terangnya

Selanjutnya, tiga pasangan tersebut dibuatkan surat pernyataan dan dilakukan pemanggilan orang tua atau wali sebagai bentuk pembinaan.

“Jika kedapatan mengulangi hal yang sama, akan langsung kami serahkan ke pihak kepolisian,” ujarnya.

Ditambahkan, Kepala Satpol PP Bontang, Ahmad Yani, menjelaskan razia ini dilakukan berdasarkan Surat Edaran Nomor 100.1.1/171/Satpol PP/2025, dengan tujuan utama mencegah praktik prostitusi serta perbuatan asusila di penginapan.

“Sekali lagi saya mengimbau pengusaha penginapan agar lebih selektif dalam menerima tamu,” katanya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Masyarakat yang Kehilangan Motor Bisa Cek ke Polres, Kapolres: Jangan Lupa Bawa Surat Kepemilikan!

0
Masyarakat yang Kehilangan Motor Bisa Cek ke Polres, Kapolres: Jangan Lupa Bawa Surat Kepemilikan!
Sejumlah motor curian yang berhasil Polres Bontang Amankan. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Polres Bontang berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah Kota Bontang, Selasa (4/3/2025) kemarin.

Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing menyampaikan bahwa, untuk tersangka utama pencurian tersebut seorang pria berinisial K (27) salah satu warga Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan, Kota Bontang. Beserta temannya sebagai penadah, yakni H (40) salah satu warga Bantaeng, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Tersangka berhasil mencuri sebanyak 20 motor dari 18 unit yang berhasil polisi amankan. Tersangka menggunakan kunci T yang telah dimodifikasi untuk membobol atau merusak kunci kontak kendaraan.

Dari 18 motor yang telah diamankan di Mako Polres Bontang, hanya terdapat 8 motor saja yang diketahui pemiliknya, sehingga masih ada 10 motor yang tidak diketahui siapa pemiliknya.

“Untuk masyarakat yang merasa motornya hilang, bisa langsung datang ke Polres Bontang agar mengecek motor-motor yang telah kami amankan, siapa tahu di antaranya ada dari pemiliknya,” ucapnya.

Tak lupa Kapolres Bontang meminta agar masyarakat bisa membawa surat-surat keterangan motornya, seperti STNK maupun BPKB kepemilikan.

“Memastikan motor tersebut adalah milik pribadi, jangan lupa membawa surat-surat sahnya sebagai tanda bukti,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Beragam Permasalahan Gigi di Klinik Gigi Anak RSUD Bontang

0
Ilustrasi klinik gigi anak. (ist)

BONTANG – Beragam permasalahan gigi pada anak kerap ditemui di klinik gigi anak. Dokter Spesialis Kedokteran Gigi Anak RSUD Taman Husada Bontang, drg Hena Ratnasari, Sp. KGA pun membeberkan beragam permasalahan yang sering dihadapinya itu.

Kedokteran gigi anak memiliki cakupan yang lebih luas untuk pelayanan pada gigi anak. Kedokteran gigi anak melakukan perawatan kepada permasalahan gigi anak seperti gigi berlubang, gigi terpendam (gigi impaksi) dan permasalahan gigi anak lainnya.

“Banyak permasalahan gigi anak yang kami tangani dengan melakukan perawatan gigi, seperti permasalahan odontektomi dan eksposur,” jelasnya beberapa waktu lalu.

Lanjut, drg Hena, pasien anak-anak setiap harinya bisa mencapai 20-25 anak dengan berbagai macam permasalahan gigi, seperti permasalahan gigi dengan melakukan perawatan penambalan atau konservasi dan pencabutan serta orthodonsi.

Ia pun mengharapkan, tingkat karies atau gigi berlubang berkurang dengan melakukan perawatan gigi pada anak.

“Gigi berlubang bisa sampai 80-90 persen. Perawatannya bisa dengan dicabut atau dengan melakukan penambalan gigi. Sering kali pasien datang ke poli gigi anak dengan kondisi gusi dan pipi bengkak,” ungkapnya. (adv /yah)

Editor: Yusva Alam

Polsek Bontang Utara Amankan Tiga Motor Knalpot Brong di Loktuan

0
Polsek Bontang Utara Amankan Tiga Motor Knalpot Brong di Loktuan
Polsek Bontang Utara mendapati sejumlah motor yang menggunakan knalpot brong, di wilayah Loktuan. (Ist).

BONTANG – Polsek Bontang Utara bersama Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) Kelurahan Loktuan, berhasil mengamankan tiga motor knalpot brong, Selasa (4/3/2025) malam.

Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing, melalui Kapolsek Bontang Utara, Iptu Lukito mengatakan, bahwa motor yang menggunakan knalpot brong dinilai sangat tidak sesuai dengan spesifikasi kendaraan, sehingga pihaknya langsung mengamankan ketiga motor tersebut.

Motor yang telah diamankan oleh petugas patroli meliputi dua motor Honda Beat, dan satu Yamaha mio. Ketiga motor tersebut kini berada di Polsubsektor Loktuan, dan pemilik motor diberi pembinaan.

“Jangan sampai membuat ketidaknyamanan masyarakat lain, dengan menggunakan knalpot seperti ini,” ucapnya saat dikonfirmasi, Rabu (5/3/2025).

Mengenai hal tersebut, Kapolsek Bontang Utara, FKPM Kelurahan Loktuan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), beserta petugas gabungan lainnya tetap berusaha untuk melakukan kegiatan rutin berpatroli, agar masyarakat dapat menjalankan ibadah di bulan ramadan dengan aman dan lancar.

“Dengan adanya patroli seperti ini, upaya menekan potensi gangguan Kamtibmas seperti balap liar, konsumsi minuman keras, tawuran, penyalahgunaan narkoba, main petasan, hingga terjadinya tindak pidana bisa dicegah,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Sertijab Wali Kota Bontang Periode 2025-2030, Neni Siap Tuntaskan Program Prioritas di 100 Hari Kerja

0
Sertijab Wali Kota Bontang Periode 2025-2023, Neni Siap Tuntaskan Program Prioritas di 100 Hari Kerja
Serah terima jabatan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. (Ist).

BONTANG – Rapat Paripurna ke-11 masa sidang II tahun 2025 telah berlangsung. Di rapat tersebut dirangkai pula dengan serah terima jabatan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang periode 2025-2030. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Bontang, Rabu (5/3/2025).

Proses serah terima jabatan ditandai dengan penandatanganan berita acara, dari Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bontang, Aji Erlinawati, bersama Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, dan Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, yang disaksikan secara langsung oleh Pimpinan DPRD serta Sekretaris DPRD Kota Bontang.

Rapat paripurna dipimpin langsung Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, yang didampingi oleh kedua Wakil Ketua DPRD, Maming dan Siti Yara. Rapat ini turut dihadiri oleh seluruh anggota DPRD Kota Bontang.

Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam menyampaikan selamat kepada Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni beserta dengan Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris atas terpilihnya dalam periode jabatan yang baru.

Saat pidato berlangsung, Neni Moerniaeni mengatakan bahwa, untuk komitmennya menyelesaikan program prioritas dalam 100 hari kerja pertama, termasuk mendukung dan mensukseskan program Asta Cita yang digagas oleh Presiden Prabowo.

Bukan hanya itu saja, ada pula 10 prioritas yang akan dilaksanakan seperti program percepatan pembangunan RT, program pengembangan sumber daya maritim, gerakan ekonomi Bontang, program Bontang sehat, program Bontang Pintar, program digitalisasi pelayanan, gerakan komitmen Bontang, program menata Bontang, program pelayanan publik yang prima, hingga program inovasi daerah.

“Mari kita wujudkan pembangunan di Kota Bontang, agar Kota Bontang menjadi maju dan mampu berdaya saing,” ucapnya.

Tak lupa, Neni turut menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas berbagai prestasi yang telah diraih oleh Kota Bontang selama ini, serta berjanji untuk melanjutkan dan meningkatkan capaian-capaian tersebut dalam periode kepemimpinannya bersama dengan wakilnya, Agus Haris.

Dengan dimulainya kepemimpinan Neni Moerniaeni dan Agus Haris, nantinya diharapkan Kota Bontang dapat terus berkembang dan mencapai kemajuan yang lebih baik, sejalan dengan visi dan misinya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Terekam CCTV, Karyawan di Toko Buah Pisangan Curi Uang Rp 15 Juta

0
Pelaku mengambil sejumlah uang di toko buah, Pisangan, Kota Bontang. (tangkapan layar).

BONTANG – Terjadi aksi pencurian uang tunai sebesar Rp 15 juta, di salah satu toko buah yang berada di Jalan HM. Ardans, Kelurahan Satimpo, Kecamatan Bontang Selatan, Selasa (4/3/2025) malam.

Dari hasil rekaman CCTV yang beredar, memperlihatkan seorang pria menggunakan baju merah sedang berada di meja kasir, menghitung sejumlah uang. Tak berselang lama kemudian, pria tersebut langsung pergi keluar, meninggalkan toko.

“Iya benar dia karyawan disini, tetapi baru dua minggu kerja,” ucap Syaiful Arif, pemilik toko buah tersebut.

Sebelumnya, karyawan yang telah membawa kabur uang tersebut berinisial A, berasal dari Berau. Datang meminta pekerjaan di Bontang dengan beralasan telah menjadi korban penipuan, sampai dompetnya sendiri hilang.

Karena merasa kasihan dan iba, akhirnya Syaiful memberi pekerjaan terhadap pelaku A untuk menjadi karyawan di toko buah miliknya.

“Dia bawa uang hasil jualan, sebesar Rp 15 juta,” paparnya.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing, melalui Kasat Reskrim Polres Bontang, Iptu Hari Supranoto menuturkan jika laporan tersebut sudah pihaknya terima.

“Laporan sudah kami terima, dan pastinya akan kami selidiki,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam