Beranda blog Halaman 656

Ada 55 Dokter di RSUD, Bakal Tambah Lagi Spesialis

0
Ada 55 Dokter di RSUD, Bakal Tambah Lagi Spesialis
Penanganan dokter saat melakukan pemeriksaan pasien di RSUD Bontang. (Dwi S)

BONTANG – RSUD Taman Husada Bontang saat ini memiliki kurang lebih 55 dokter. Terdiri dari 35 dokter spesialis dan 1 sub spesialis, serta 20 dokter umum.

Tri Ratna Paramita, Kepala Bidang Pelayanan dan Penunjang Medik mengatakan, ke depannya RSUD bakal menambah lagi jumlah dokter,  yakni spesialis jantung.

“Sekarang dengan antrian yang sangat panjang, dan dokter jantung di sini mengcover di pelayanan intervensi, di poli sera ruangan, sehingga kurang maksimal. Agar lebih maksimal, kami akan menambahkan satu dokter lagi untuk spesialis jantung,” ucapnya saat diwawancarai Radarbontang.com, Senin (16/10/2023) kemarin.

Selain penambahan dokter spesialis jantung, ada juga dokter yang akan bergabung dengan RSUD Bontang, yakni dokter gigi ortodonti. Dimana dokter gigi ortodonti ini akan membuka pelayanan poli baru.

“Insyaallah di akhir tahun, dokter gigi ortodonti yang akan membuka pelayanan poli baru,” paparnya.

Saat ini, juga ada beberapa dokter yang disekolahkan untuk mengatasi kekurangan dokter spesialis. Yaitu dua dokter umum mengambil bedah plastik dan gigi (penyakit gigi). Serta, ada juga dokter spesialis masih bersekolah untuk mengambil sub spesialis, yaitu Sub Spesialis Konsultan Hematologi dan Onkologi Medik (KHOM) dan ada juga yang mengambil Konsultan Intensive Care (KIC). Dari Dinas Kesehatan dokter bedah saraf, ortopedi, serta gigi (spesialis gigi tiruan).

“Untuk yang disekolahkan ada PNS disini dari RSUD Bontang, dan dari Dinas Kesehatan. Kalau di RSUD ada dua yang masih sekolah, dua dokter umum, mengambil bedah plastik dan gigi (penyakit gigi). Dokter spesialis juga ada untuk KIC, yang akan berkolaborasi dengan bedah onkologi penanganan tumor,” jelasnya.

Di RSUD Bontang ada beberapa dokter, yakni dari dokter penyakit dalam, dokter kandungan (kebidanan), dokter bedah mulut, konservasi gigi, dokter gigi anak, dokter bedah, sub spesialis bedah onkologi, dokter THT, dokter mata, dokter TH medik, dokter bedah tulang, dokter jiwa, dokter penyakit kulit kelamin, serta anastesi.

Ratna menambahkan, harapannya dokter-dokter yang ada mampu mengembangkan kompetensinya sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik. Serta juga dengan sesuai standar sebagai tipe rumah sakit B, rumah sakit sebagai rujukan yang memiliki penanganan yang paling kompleks. Selain itu juga dapat mengembangkan berbagai jenis layanan sub spesialis lainnya. (dwi/adv)

Hadapi Keluhan Pelanggan, RSUD Taman Husada Ikuti Pelatihan Handling Customer di RSUD Makassar

0
Hadapi Keluhan Pelanggan, RSUD Taman Husada Ikuti Pelatihan Handling Customer di RSUD Makassar
Manajemen RSUD Taman Husada Bontang saat berkunjung ke RS Makassar. (ist)

BONTANG – RSUD Taman Husada Bontang berkunjung ke RSUD di Kota Makassar beberapa waktu lalu. Kunjungan itu dalam rangka pelaksanaan kegiatan pelatihan komunikasi efektif handling keluhan customer.

Dalam kunjungan tersebut, dilaksanakan pelatihan menggunakan metode in-class learning dan outing-class learning dengan diikuti sebanyak 40 orang peserta.

Kabag Hukum, Humas, dan Kerja sama RSUD Taman Husada Kota Bontang, Syariful Rahman mengatakan, kegiatan dalam bentuk outing-class learning atau studi lapangan ditujukan untuk mempelajari dan berbagi pengalaman.

“Kami belajar dari praktik-praktik terbaik (best practices) yang telah dicapai sebuah institusi,” jelasnya.

Syariful Rahman menambahkan, kegiatan ini telah lama ingin dilakukan namun baru pada tahun ini dapat direalisasikan.

“Kami membawa perwakilan berbagai unit dari rumah sakit, guna mendapatkan hal baru yang nantinya bisa diaplikasikan di Bontang. RSUD kami juga baru saja melakukan rekredensial untuk perpanjangan kerja sama dengan BPJS. Semoga pelatihan ini bermanfaat,” pungkasnya.

Ia mengharapkan dengan kunjungan ini dapat melihat dan mencontoh bagaimana penerapan komunikasi efektif handling keluhan bagi pelanggan (customer). (adv/yah)

Daftar 5 Jenis Usaha Paling Diminati di Bontang

0
Daftar 5 Jenis Usaha Paling Diminati di Bontang
Ilustrasi usaha. (ist)

BONTANG – Kota Bontang menjadi tempat pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan banyak perusahaan-perusahaan untuk melakukan investasi. Terdapat juga berbagai jenis usaha yang berdiri di Kota Bontang.

Terdapat 5 Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang paling diminati di Kota Bontang, didominasi oleh jenis usaha perdagangan eceran berbagai macam barang yang utamanya makanan dan minuman.

“Survei itu kita ambil dari yang diterbitkan melalui Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA),” jelas Jabatan Fungsional (Jabfung) Sub Koordinator Pelayanan Perizinan Ekonomi DPMPTSP Bontang, Natalia Santi Kanan saat ditemui, Selasa (17/10/23).

Santi mengungkapkan, bahwa setiap pelaku usaha di Kota Bontang secara sadar telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), karena mereka sadar dengan memiliki legalitas maka usaha mereka akan lebih diakui.

“Jadi pelaku usaha ini sadar pentingnya NIB untuk usaha mereka, kalau sudah memiliki NIB maka usaha mereka akan terdaftar di OSS-RBA,” ujarnya.

Data ini terhitung sejak 4 Agustus 2021 hingga 16 Oktober 2023. Dengan jumlah usaha terbanyak adalah 638 usaha perdagangan eceran berbagai macam barang yang utamanya makanan dan minuman, kemudian yang kedua sebanyak 261 industri kerupuk, kripik, peyek, dan sejenisnya, ketiga sebanyak 259 berupa rumah atau warung makan.

Kemudian yang keempat sebanyak 253 usaha perdagangan besar alat tulis dan gambar, dan yang terakhir sebanyak 235 usaha penyediaan jasa boga periode tertentu.

“Data ini bisa terus bertambah dengan banyaknya warga yang hampir setiap hari mengurus usaha mereka,” tutupnya (sya/adv)

Poliklinik Konservasi Gigi RSUD Tutup 3 Hari

0
Poliklinik Konservasi Gigi RSUD Tutup 3 Hari
Tri Ratna Paramita, Kepala Bidang Pelayanan dan Penunjang Medik RSUD Bontang. (Dwi S)

BONTANG – Poliklinik konservasi gigi RSUD Taman Husada menutup sementara pelayanannya selama 3 hari sejak tanggal 16-18 Oktober 2023. Manajemen RSUD mengumumkan akan kembali membuka pelayanan di tanggal 19 Oktober 2023.

Tri Ratna Paramita, Kepala Bidang Pelayanan dan Penunjang Medik menjelaskan, poliklinik konservasi gigi ditutup sementara lantaran adanya dokter yang mengikuti pelatihan.

“Dokter spesialisnya sedang mengikuti pelatihan, sehingga tidak ada yang bisa membackup untuk menggantikan dokter tersebut, karena dokternya hanya ada satu,” ungkapnya saat diwawancarai redaksi Radarbontang.com.

Poliklinik Konservasi Gigi RSUD Tutup 3 Hari
Pengumuman tutup sementara poliklinik konservasi gigi. (Dwi S)

Ratna juga menjelaskan, untuk setiap dokter memiliki perannya masing-masing. Dari dokter bedah mulut hingga dokter gigi anak, mereka tidak bisa digantikan, karena memiliki peran masing-masing.

“Untuk layanan konservasi gigi tidak bisa digantikan semisalnya dengan dokter gigi anak atau dengan bedah mulut, atau yang lainnya. Karena pastinya ilmu yang berbeda-beda, memiliki peran masing-masing, serta mempunyai keahliannya tersendiri,” paparnya.

Selain karena dokter yang sedang ada kegiatan, alasan lainnya apabila poliklinik tutup disebabkan ada dokter yang sedang mengambil cuti. Mulai dari cuti tahunan, cuti dengan alasan yang sangat urgent, bahkan cuti sakit. Itu merupakan hak bagi seluruh karyawan tentunya. (adv/dwi)

Terus Bertambah, RSUD Punya 24 Poliklinik

0
Terus Bertambah, RSUD Punya 24 Poliklinik
Beberapa ruang poliklinik di RSUD Taman Husada. (Dwi S)

BONTANG – Jumlah poliklinik di RSUD Taman Husada terus bertambah tiap tahun. Penambahan ini guna meningkatkan pelayanan, dan melengkapi kebutuhan kesehatan masyarakat Bontang.

Di tahun 2019 lalu, rumah sakit yang beralamat di Jalan Letjen S. Parman, Nomor 01 ini telah memiliki 21 poliklinik. Di tahun 2022 bertambah tiga poliklinik, yakni Konservasi Gigi, Ortopedi, serta Laboratorium Patologi Anatomi (Lab PA). Sehingga saat ini total jumlah poliklinik di RSUD berjumlah 24 poliklinik.

Tri Ratna Paramita, Kepala Bidang Pelayanan dan Penunjang Medik mengatakan, penambahan poliklinik berlangsung hingga tahun 2022. Di tahun 2023 ini belum ada penambahan lagi.

“Poliklinik ortopedi yang dimaksud adalah untuk pembedahan tulang. Sedangkan Lab PA atau pemeriksaan patologi anatomi, sebenarnya bukan klinik, hanya saja pelayanan dari penegak diagnosa. Untuk memeriksa jaringan tubuh, memeriksa cairan tubuh untuk dilihat di bawah alat mikroshop, melihat sel-selnya. Ada tidaknya sel ganas,” ucapnya saat diwawancarai awak media, Senin (16/10/2023).

Walaupun belum ada lagi penambahan poliklinik, namun ada beberapa poliklinik yang berpindah ke gedung B. Adanya perpindahan sebagian poli klinik, agar dapat membuat para pasien menjadi sangat nyaman.

“Seperti dokter gigi, yang awalnya hanya berada pada satu tempat menjadi satu, dan sekarang mempunyai ruangan masing-masing. Dokter spesialis juga sudah satu ruangan tersendiri, bertujuan agar membuat para pasien menjadi nyaman, dan juga dokternya tidak bergantian, jika kemarin bergantian karena keterbatasan tempat dan kursi gigi,” tutupnya. (Dwi/adv)

Maksimalkan Pelayanan, DPMPTSP Buka Pengurusan Malam

0
Maksimalkan Pelayanan, DPMPTSP Buka Pengurusan Malam
Pelayanan di DPMPTSP. (syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang membuka pelayanan terpadu perizinan malam (Padu Prima) sejak Mei 2022 lalu.

Pelayanan dibuka setiap Selasa dan Kamis mulai pukul 19.30 sampai 20.30 Wita. Jabatan Fungsional (Jabfung) Sub Koordinator Pelayanan Perizinan Ekonomi DPMPTSP Bontang, Natalia Santi Kanan menjelaskan, bahwa pelayanan itu dibuka untuk memudahkan masyarakat yang akan mengurus perizinan.

“Tentu untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat kami buka malam, karena kita tahu tidak semua orang bisa ngurus pagi atau siang,” jelasnya.

Pelayanan malam terbilang cukup ramai karena masyarakat yang mengurus tidak diburu oleh pekerjaan. “Kadang ramai kadang sepi, tapi kalau ramai kadang ramai banget,” jelasnya.

Santi menambahkan, walaupun tidak selalu ada orang yang melakukan kepengurusan pada malam hari, tapi pihaknya tetap membuka pelayanan tersebut. (sya/adv)

Fasilitas Lengkap di Kamar Bersalin RSUD Taman Husada

0
Fasilitas Lengkap di Kamar Bersalin RSUD Taman Husada
Bidan saat menunjukkan kelengkapan ruang bersalin RSUD Taman Husada Bontang. (Yahya Yabo)

BONTANG – Kamar Bersalin Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Kota Bontang miliki berbagai fasilitas untuk pelayanan ibu hamil dan bersalin.

Di mana ada Ruang Kala (ruang menunggu bersalin) dengan 2 bed bagi ibu hamil yang sedang kontraksi saat masuk masa bersalin.

Humas RSUD Taman Husada Kota Bontang, dr Siti Aisyatur Ridha menjelaskan, beberapa fasilitas yang ada di ruang bersalin milik RSUD Taman Husada. Ia mengatakan, fasilitas-fasilitas di ruang bersalin cukup lengkap dengan memiliki fasilitas seperti baby infant warmer untuk menghangatkan bayi yang baru lahir.

“Ada beberapa fasilitas di sini. Kami dilengkapi dengan fasilitas alat-alat persalinan. Ada tim bidang yang siap membantu,” jelas dr Ridha.

Dr Ridha menambahkan, adapun ketika pasien melakukan persalinan normal maka akan dilakukan tindakan di ruang bersalin. Namun ketika ada permasalahan dengan ibu dan bayi, maka bidan akan berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan.

“Misalnya ada penyulitnya ketika melakukan persalinan, maka bidan-bidan kami melakukan konsultasi ke dokter spesialis kandungan yakni dokter penanggung jawab pasien. Ketika ada tindakan untuk operasi maka aksesnya cepat ke ruang Operatie Kamer (OK) atau ruang operasi,” katanya.

Ia mengatakan RSUD Taman Husada sangat cocok bagi masyarakat sebagai pilihan bagi ibu untuk melahirkan.

Diberitahukan bahwa untuk ruang bersalin sendiri difasilitasi sebanyak 3 bed (tempat tidur) dan ruang kala atau ruang menunggu bersalin sebanyak 2 bed. (ADV)

Fasilitas Ruang NICU Sudah Tersedia di RSUD, Khusus Bayi Penyakit Sedang hingga Berat

0
Fasilitas Ruang NICU Sudah Tersedia di RSUD, Khusus Bayi Penyakit Sedang hingga Berat
Ruangan NICU dan alat inkubator yang ada di RSUD Taman Husada Bontang. (Yahya Yabo)

BONTANG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Kota Bontang kini telah memiliki Ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) yang dikhususkan bagi bayi-bayi sakit level penyakit sedang sampai berat. Misalnya, bayi prematur yang bermasalah, bayi dengan berat lahir rendah, bayi yang membutuhkan alat bantu pernapasan, serta bayi dengan kelainan kongenital/bawaan lahir.

Dr. Siti Aisyatur Ridha menjelaskan ruang NICU dikhususkan bagi bayi yang memiliki masalah tersebut di atas dengan batasan usia bayi yang dirawat adalah kisaran usia 0-28 hari.

“Bayi-bayi sakit akan ditempatkan di dalam inkubator dan masuk perawatan ruang NICU,” kata dr Ridha.

Untuk lama rawat di NICU bagi bayi yang baru lahir, dr Ridha mengatakan dapat dievaluasi dari kondisi bayi dan kasus penyakit bayi.

“Masing-masing bayi berbeda kasusnya. Kalau memang butuh alat bantu nafas lama kita fasilitasi di sini dan bila masih bermasalah atau butuh konsultasi khusus misalnya pada bayi dengan kelainan kongenital maka kita koordinasi dengan cara dirujuk ke RS rujukan,” katanya.

Ia menambahkan RSUD sendiri memiliki 10 alat inkubator dengan didukung 19 perawat NICU andal yang tersertifikasi dan 3 dokter spesialis anak.

“Semoga RSUD tetap terpercaya dalam memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat apalagi salah satu misi RSUD Bontang adalah menjadi rumah sakit sayang ibu dan bayi,” terangnya. (ADV)

Sebagian Klinik di RSUD Taman Husada Pindah ke Gedung B

0
Sebagian Klinik di RSUD Taman Husada Pindah ke Gedung B
Salah satu ruang klinik di Gedung B. (Humas RSUD)

BONTANG – Terhitung sejak 25 September 2023 lalu, beberapa klinik rawat jalan di gedung utama RSUD Taman Husada dipindahkan ke gedung baru atau Gedung B, yang terletak di sebelah gedung utama. Hal itu dijelaskan dr. Siti Aisyatur Ridha dari Tim Humas RSUD Taman Husada Bontang.

Hal ini dilaksanakan dalam rangka optimalisasi pelayanan rawat jalan. Perpindahan beberapa klinik ini terkait pembangunan layanan MRI di lantai dasar gedung A RSUD, selain itu dalam rangka merespon usulan dari pelanggan RS terkait ruang tunggu poliklinik rawat jalan yang menginginkan ruang tunggu nyaman dan kondusif.

“Ada beberapa layanan klinik rawat jalan yang masih ada di gedung lama, di antaranya klinik anak, klinik kandungan-kebidanan, klinik bedah, klinik Saraf, klinik jantung, dan klinik penyakit dalam” ujarnya

Untuk mekanisme pendaftaran tetap seperti biasa, masyarakat melakukan pendaftaran di lobi gedung A. Kemudian, untuk pasien-pasien yang akan menuju klinik yang mengalami perpindahan, setelah mendaftar dapat langsung menuju gedung B melalui lift yang tersedia di basement gedung B menuju lantai 3.

“Petunjuk arah dan penanda lift sudah disiapkan oleh rumah sakit, sehingga pasien dapat memahami arah tujuan menuju ruangan baru poliklinik lantai 3 gedung B,” tambahnya.

Nantinya, perpindahan akan dilakukan secara bertahap. Kemudian, ruangan-ruangan sebelumnya akan digunakan untuk pengadaan alat MRI. (sya/adv)

Tambah Fasilitas, 6 Ruang VVIP Wijaya Kusuma RSUD Mulai Berbenah

0
Tambah Fasilitas, 6 Ruang VVIP Wijaya Kusuma RSUD Mulai Berbenah
Ruang VVIP Wijaya Kusuma di RSUD Taman Husada Kota Bontang. (Yahya Yabo)

BONTANG – RSUD Taman Husada Kota Bontang telah berbenah dengan memiliki Ruang VVIP Wijaya Kusuma. RSUD telah melakukan perbaikan dengan menyediakan 6 ruangan VVIP di Ruang Wijaya Kusuma.

Humas RSUD Taman Husada Kota Bontang, dr Siti Aisyatur Ridha menjelaskan, Ruang Seruni memiliki ruang kelas I dan VIP serta ruang Wijaya Kusuma diperuntukkan kelas VVIP.

“Di Seruni ada unit Wijaya Kusuma untuk VVIP. RSUD saat ini telah berbenah dengan memiliki ruangan Wijaya Kusuma 1-6 yang diperuntukkan bagi layanan jaminan kesehatan umum atau perusahaan. Kalau plafon kesehatannya memenuhi maka kami akan fasilitasi,” kata dr Ridha.

Dr Ridha menambahkan saat ini tampilan Wijaya Kusuma telah dipercantik dan diperbaiki dengan tetap melengkapi beberapa fasilitas ruangan. “Peminatnya juga banyak, dengan fasilitas VVIP,” katanya.

Ia menambahkan, bahwa masih ada beberapa ruangan yang diperbaiki dan diubah untuk kenyamanan pasien. “Ada dua ruangan masih perbaikan. Saat ini 6 ruangan telah digunakan dan dibuat nyaman. VVIP juga melayani ketika ada pasien yang ingin naik kelas dan pasien umum,” ungkapnya.

Sementara, ruang Seruni RSUD memiliki beberapa ruang seperti kelas 1 dan ruang VVIP.

“Kami tetap fasilitasi penunggu pasien juga ketika menjaga pasien di rumah sakit, harapan kami pasien menjadi nyaman dengan adanya pembenahan ruangan-ruangan ini,” tandasnya. (ADV)