Beranda blog Halaman 1012

Pengedar Simpan Sabu-sabu dalam Sepatu

0
Tersangka Mustafa dan Abdilah diamankan di Mapolres Bontang beserta barang buktinya. (ist)

BONTANG – Dua pengedar sabu-sabu asal Kelurahan Berbas Pantai diringkus Satresnarkoba Polres Bontang, Minggu (24/10/2021) malam. Mereka adalah Mustafa (28) dan Abdilah (28). Dari tangan keduanya polisi menyita 15,77 gram sabu-sabu yang sebagian disimpan dalam sepatu kulit.

Kapolres Bontang AKBP Hamam Wahyudi melalui Kasat Resnarkoba Iptu Rakib Rais mengatakan, kasus ini bermula dari laporan masyarakat. Usai mengantongi beberapa informasi awal, pihaknya kemudian mengintai indekos di Jalan Raden Fatah RT 02 Kelurahan Berbas Pantai, yang menjadi kediaman Mustafa. Begitu menyakini pelaku berada di indekos, polisi langsung menggerebek pada pukul 22.05 Wita.

Saat polisi menggeledah, didapati celana pendek hitam tergantung di dinding dapur. Di kantong celana itu ditemukan tiga bungkus plastik sabu-sabu total seberat 1,27 gram yang disimpan dalam bungkus rokok. Selain itu, polisi juga menyita satu unit handphone. “Sabu-sabu itu diakui miliknya (Mustafa, Red.),” ujar Rakib.

Saat diinterogasi, Mustafa mengaku mendapat barang haram tersebut dari temannya, Abdilah. Polisi lalu mengembangkan kasus ini dan hanya sekitar 30 menit, Abdilah diringkus di rumahnya yang juga berlokasi di Kelurahan Berbas Pantai.

Dari tangan Abdillah, polisi menemukan barang bukti 6 bungkus sabu-sabu dengan total seberat 14,5 gram. Satu bungkus di antaranya disimpan di dalam telur mainan, tiga bungkus di dalam sepatu kulit hitam, dan dua bungkus di dalam kotak masker. “Kami juga menyita satu timbangan digital, plastik klip, dan alat isap (bong, Red.),” bebernya.

Kedua pemuda pengangguran itu kini sudah diamankan di Mapolres Bontang. Terhadap keduanya, penyidik menjerat dengan Pasal 114 ayat 1 dan Pasal 114 ayat 2 Undang-undang RI nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman 5-20 tahun penjara. (bms)

Gubernur Tunda Penyerahan Santunan Ahli Waris Covid-19 di Bontang

0
Ramah tamah Gubernur Kaltim bersama Walikota Bontang dan jajaran Forkopinda Kota Bontang sebelum menuntup FASI XI Tingkat Kaltim. Foto: Humas Prov Kaltim

BONTANG – Penyerahan bantuan kepada keluarga ahli waris meninggal, anak yatim dan yatim piatu karena Covid-19 di Bontang oleh Gubernur Kaltim Isran Noor ditunda.  Berdasarkan jadwal, seharusnya penyerahan tersebut diserahkan dalam rangkaian Penutupan Festival Anak Soleh Indonesia (FASI) ke-XI tingkat Kaltim 2021, Minggu (24/10) malam. Namun karena kondisi yang tidak memungkinkan, maka Gubernur memutuskan menjadwalkan ulang.

“Sebenarnya ada acara lagi (setelah penutupan FASI). Tapi karena sudah agak larut malam, mungkin kita carikan waktu siang, karena momennya tidak begitu pas,” ujar Isran saat memberikan sambutan.

Sementara itu, menurut keterangan Kepala Dinas Sosial Kaltim, HM Agus Hari Kesuma, pihaknya masih akan berkoordinasi dengan Biro Humas Pemprov Kaltim terkait jadwal penyaluran bantuan yang tertunda tersebut.

Adapun terkait proses validasi data dari kabupaten/kota se-Kaltim, saat ini masih berproses, dan pihaknya meminta batas akhir pengumpulannya dilaksanakan Kamis (28/10/2021) mendatang. Setelah itu, barulah dilakukan validasi ke rumah sakit pemerintah di daerah dan Dinkes kaltim. “Deadline penyalurannya, minggu depan sudah masuk ke rekening masing-masing,” ucapnya saat dikonfirmasi.

Sebagai informasi, Pemprov Kaltim menyiapkan anggaran Rp 50 miliar untuk memberikan bantuan kepada masyarakat Kaltim yang meninggal dunia akibat terpapar Covid-19, ditambah Rp 2 miliar untuk ahli waris yang orang tuanya meninggal karena Covid-19. Santunan yang diberikan sebesar Rp 10 juta per orang. Regulasi bantuan ini juga telah tertuang dalam surat Gubernur Kalimantan Timur Nomor : 440/5644/0901/B.Kestra/2021.

Terpisah Karo Adpim Pemprov Kaltim HM Syafranuddin mengakui, agenda penyerahan santunan kepada ahli waris korban Covid-19 di Bontang, awalnya dijadwalkan bersamaan penutupan FAS) XI. Namun karena terlalu larut malam, maka pelaksanaan penyerahan santunan ditunda lain waktu.

“Karena terlalu larut malam. Maka, pemberian santunan yang sudah diagendakan ditunda lain kali. Jadi, Gubernur Isran Noor mohon maaf kepada calon penerima secara simbolis,” ucap Karo Adpim Pemprov Kaltim HM Syafranuddin ketika menghadiri penutupan FASI.

Menurut Ivan sapaan akrabnya, penundaan ini tidak mengurangi rasa hormat dan menurunkan semangat keluarga korban meninggal karena Covid-19 yang sempat hadir.

Tetapi, karena terlalu larut malam kegiatan dilaksanakan, sehingga nantinya menganggu kenyamanan masyarakat, apalagi dalam kondisi pandemi. Maka, agenda ditunda lain kali.

“Prinsipnya, melalui kebijakan yang sangat tinggi, Gubernur Isran Noor bersama Wagub Kaltim Hadi Mulyadi tetap komitmen menyerahkan bantuan santunan bagi ahli waris maupun anak yatim dan yatim piatu korban Covid-19,” jelasnya. Sementara data penerima santunan Yatim dan yatim piatu sebanyak 141 anak di Bontang. Sedangkan santunan kematian 355 ahli waris. (hms/bms)

FASI XI 2021 Tingkat Kaltim Ditutup, Gubernur Tak Berani Janjikan Bonus untuk Tingkat Nasional 

0
Gubernur Kaltim Isran Noor menutup FASI XI Tingkat Kaltim di Kota Bontang. Foto: Annisa/Radar Bontang

BONTANG – Gubernur Kaltim Isran Noor berpesan, momentum FASI XI 2021 sebagai motivasi generasi muda sejak dini untuk semangat mencintai Alquran.

“Selamat kepada para pemenang dan belum juara. Semoga tetap semangat dan selalu meningkatkan kemampuan di masing-masing cabang yang ditekuni, sehingga menjadi anak yang bermanfaat,” ucap Isran Noor ketika menutup FASI XI Tingkat Provinsi Kaltim 2021, dipusatkan di Ponpes Baitul Quran Bontang, Minggu (24/10) malam tadi.

Hadir Wali Kota Bontang Basri Rase, Wawali Bontang Hj Najirah, Kadis Sosial Kaltim HM Agus Hari Kesuma, Karo Adpim Pemprov Kaltim HM Syafranuddin dan Forkopimda se Kota Bontang serta seluruh Pengurus LPPTKA BKPRMI Bontang dan Provinsi Kaltim.

Menurut Isran, setelah penutupan FASI ini, peserta tidak berhenti belajar. Tetapi, terus berusaha belajar, sehingga meningkatkan kemampuan dalam mencintai, membaca, mengamalkan Alquran serta cabang yang dilombakan lainnya.

“Pemprov Kaltim sangat mengapresiasi atas pelaksanaan ini. Semoga terus dilanjutkan dan mampu memberikan manfaat bagi kemaslahatan umat serta memperkuat aqidah yang diyakini,” harap Isran.

Penutupan FASI XI Kaltim 2021 dirangkai penyerahan Piala Bergilir dan Tetap BKPRMI Kaltim oleh Gubernur Isran Noor kepada Wali Kota Bontang Basri Rase yang meraih juara umum.

Sementara, juara kedua diraih Kota Samarinda, juara ketiga Kutai Timur dan juara keempat diperoleh Penajam Paser Utara. “Selamat kepada Bontang sebagai juara umum. Bahkan bisa mempertahankan hingga delapan kali berturut-turut,” ucap Isran.

Isran berpesan, agar apa yang telah dilaksanakan ini bermanfaat, bernilai ibadah bagi semua pihak khususnya anak-anak sejak dini. Program ini sebagai tanggungjawab bersama dalam mengembangkan dan membina anak-anak di masa depan. Diharapkan, mampu mempertahankan kebaikan, keindahan dan menegakkan kalimatuttauhid serta mempertahankan aqidah Islam yang dimiliki.

“Alhamdulillah semua berjalan lancar. Selanjutnya, bagi yang menang dan akan mengikuti FASI Nasional di Palembang, Pemprov Kaltim tak ingin berjanji bonus. Karena, kalau janji pasti utang. Kami tidak ingin peserta berlomba semata-mata berharap bonus. Maka belum tentu ada, karena kalau janji pasti utang,” jelasnya.

Apresiasi juga disampaikan orang nomor satu Benua Etam ini, terkhusus kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang yang memfasilitasi FASI XI Kaltim 2021, hingga selesai dan berjalan baik. (ahr)

Bontang Juara Umum FASI XI Kaltim, Wali Kota Bangga, Ingatkan untuk Persiapkan ke Tingkat Nasional

0
Penyerahan Piala Bergilir Oleh Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor kepada Wali Kota Bontang Basri Rase, Pada Penutupan FASI XI Tingkat Provinsi Kaltim 2021, Minggu (24/10/2021). Foto: Anisa/Media Kaltim

BONTANG – Kota Bontang berhasil menjadi juara umum Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) XI Tingkat Provinsi Kalimantan Timur 2021. Dari 12 cabang lomba, Bontang berhasil mendapatkan total 116 piala, Piala Tetap juga Piala Bergilir.

Hal tersebut ditetapkan berdasarkan surat keputusan hasil rapat Dewan Hakim yang dibacakan Sekretaris Dewan Hakim Sirajuddin pada penutupan FASI XI Tingkat Provinsi Kaltim 2021 di Halaman Kantor BKPRMI, Minggu (24/10/2021).

Ungkapan haru bercampur bangga disampaikan Wali Kota Bontang Basri Rase dalam sambutannya. Ia berpesan kepada para pemenang untuk bisa mempersiapkan diri untuk FASI Tingkat Nasional tahun depan.

“Terima kasih untuk para kafilah, sudah kembali mengharumkan nama Bontang, untuk para pemenang terus tingkatkan kompetensinya untuk melaju ke tingkat nasional di Palembang tahun depan, dan yang belum jadi pemenang, jangan berkecil hati dan harus terus belajar,” pesan Basri Rase.

Penutupan FASI XI Tingkat Provinsi Kaltim kali ini ditutup langsung oleh Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor. Dalam sambutannya, ia berharap   FASI menjadi manfaat dan bernilai ibadah.

“Semoga bisa bermanfaat dan bernilai ibadah, ini akan menjadi sebuah tanggung jawab untuk kita semua dalam melakukan pembinaan kepada anak-anak generasi kita dalam melaksanakan kebaikan dan keindahan menegakkan kalimat tauhid, serta mempertahankan akidah Islam yang kita miliki, “ucap Isran Noor.

Mewakili Bontang di FASI Tingkat Nasional tahun depan, Nabila Lailiyah Rusdi Juara 1 Cabang Lomba Tilawah Tingkat TQA, mengaku bangga dan bersyukur karena ini merupakan yang kedua kalinya ia mendapatkan juara.

“Alhamdulillah, rasanya senang sekali bisa mewakili Bontang tahun depan. Ini yang kedua kalinya jadi juara 1 cabang tilawah di ajang FASI, “ucapnya.

Dari cabang lomba berbeda, Yearza Aqila Maitsa berhasil meraih Juara 1 Cabang Lomba Ceramah Agama Islam. Aqila yang juga merupakan Juara 1 MTQ Tingkat Provinsi Kaltim 2021 Cabang Tartil Quran ini mengatakan, persiapan yang dilakukan cukup lama hingga bisa meraih juara.

“Alhamdulillah, senang banget. Persiapannya untuk FASI ini cukup lama, setelah kemarin ikut MTQ, langsung mempersiapkan diri, ” ucap Aqila.

Selanjutnya, pelaksanaan FASI Tingkat Provinsi Kaltim akan dilaksanakan di Kabupaten Berau. Dan selamat kepada seluruh pemenang, karena berhasil meraih juara umum dan mengharumkan nama Kota Bontang. (ahr)

Antrean Truk Disorot, Kahar: Nomor Antrean Bukan Solusi, Data Stok Solar!

0
Kahar Kalam, Pengusaha Bontang

BONTANG – Antrean truk yang memakan badan ikut menuai reaksi Pengusaha Bontang, H Kahar Kalam. Menurutnya kondisi itu telah merugikan banyak toko di sepanjang jalan, yang menjadi sumber perekonomian kota. “Jelas sangat merugikan pemilik toko. Untung saja bukan toko saya yang dihalangi, kalau toko saya dihalangi saya usir semua itu truk,” kata Kahar dengan tegas.

Di Bontang, tidak hanya SPBU PKT yang kerap dipadati truk yang akan mengisi bahan bakar. Tetapi, antrean BBM juga sering terlihat memanjang di SPBU Tanjung Laut Jalan Jenderal Sudirman. Panjang antriannya bahkan bisa sampai 500 meter, sehingga mengakibatkan kemacetan.

Soal usulan nomor antrean, Kahar mengatakan, nomor antrean bukan menjadi solusi, karena truk tetap mengantre menutupi toko dan pedagang. “Sebaiknya ada pihak terkait yang bekerjasama dengan petugas SPBU untuk mendata kebutuhan BBM. Jika memungkinkan dan cukup mengisi 10 truk sesuai stok BBM, kenapa harus mengantre di badan jalan umum hingga 20 truk fuso,” tegasnya. (bdu)

Soal Antrean Truk Mengisi Solar, Nursalam: Aparat Harus Tegas Menindak

0
Anggota DPRD Bontang Nursalam

BONTANG – Anggota Komisi II DPRD Bontang, Nursalam, mengatakan seharusnya instansi terkait tanggap atas antrean truk yang panjang untuk mengisi solar di SPBU Koperasi PKT Jalan Brigjen Katamso, Kota Bontang. “Perlu tindakan yang tegas dari aparat terkait. Truk fuso itu sudah mengambil separuh jalan dan menghalangi orang yang bermaksud mampir ke toko untuk berbelanja,” tegas Nursalam.

Nursalam bahkan sempat mengabadikan momen antrean truk tersebut. Ia justru heran dengan sikap aparat yang bisa tegas menilang kendaraan pribadi yang parkir sebentar hanya untuk berbelanja, tapi malah membiarkan truk besar tersebut parkir berjam-jam dan mengancam keselamatan pengendara lain.

“Mungkin sebaiknya kawasan tertib lalu lintas digeser setelah SPBU, tidak lagi dari Simpang Yabis ke SPBU. Kalau tidak akan terjadi pelanggaran setiap saat sementara kawasan tertib lalu lintas sudah ditetapkan sebagai kawasan Zero Tolerance,” ujarnya. (bdu)

Truk Antre BBM Parkir di Badan Jalan Dikeluhkan Warga

0
Atrean truk untuk mengisi solar di SPBU ini dikeluhkan karena menutupi tempat usaha warga. Foto: Media Kaltim

BONTANG – Antrean truk yang panjang kembali terjadi di depan SPBU Koperasi PKT Jalan Brigjen Katamso, Kota Bontang, Minggu (24/10/2021) siang. Dari hasil pantauan Media Kaltim, puluhan truk dan kendaraan besar tampak berderet mulai depan SPBU hingga memanjang sekitar 200 meter. Padahal Satlantas Polresta Bontang sudah menerapkan Zero Tolerance di kawasan jalan itu.

Spanduk cukup besar yang dipasang di median jalan bertuliskan tanda dilarang parkir, diabaikan oleh para sopir truk yang menunggu dibukanya SPBU. Menurut informasi warga, SPBU belum melayani karena BBM solar belum datang. Salah seorang warga Bontang, Ibnu Santoso, mengusulkan ide untuk mengatasi antrean panjang BBM di SPBU. Ia meminta pihak SPBU membuat grup WA berisikan para sopir truk kendaraan yang kerap mengantre BBM.

“Kemudian membuat nomor antrean dan mengumumkannya di grup tersebut. Apabila nomor antrean sudah dekat, maka truk baru merapat ke SPBU. Ini untuk mencegah kendaraan besar menumpuk. Ini sangat mengganggu,” katanya.

Kondisi ini juga menuai keluhan dari warga lainnya, karena deretan panjang truk ini membahayakan pengendara bermotor yang melintas dan menutupi tempat usaha yang berada di sepanjang jalan. Salah satunya adalah Kantor Dealer Toyota Auto 2000.

“Usul kepada dinas terkait, sebaiknya antrean BBM bisa dilakukan malam hari, supaya tidak mengganggu aktivitas usaha di sekitar pom bensin, karena kami ikut merasakan bahwa usaha kami juga tertutup antrian sepanjang hari dan berbulan-bulan,” ujar Kepala Cabang Auto 2000, Wahyudi Romadhon. (bdu)

Diduga Lepas Kontrol, Remaja Tewas Kecelakaan di Depan Mapolres

0
Polisi evakasi korban lakalantas. Foto: Tangkapan layar

BONTANG – Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) tunggal terjadi di depan Mapolres Bontang, Jalan Bhayangkara , Minggu (24/10/2021) sekitar pukul 08.00 Wita. Korban yang masih berusia 15 tahun langsung tewas di tempat kejadian.

Kapolres Bontang AKBP Hamam Wahyudi melalui Kanit Laka Ipda Supriyadi mengatakan, kecelakaan diduga terjadi akibat korban tidak bisa mengendalikan sepeda motor matic Scoopy KT 4087QC yang dikendarainya.

Remaja berinisial RRP tersebut melaju dengan kecepatan tinggi dari arah kilometer 6 menuju rumahnya di Kelurahan Bontang Kuala. Saat lakalantas, korban yang berjenis kelamin laki-laki itu tampak tengkurap di depan Mapolres Bontang dengan kondisi bersimbah darah.

Motor yang digunakan korban.

Korban diduga mengalami benturan yang cukup parah di bagian kepala. Korban yang mengenakan pakaian berwarna army dan celana pendek hitam itu kemudian dievakuasi dan dibawa ke RS Amalia.

Supriyadi mengingatkan kepada orang tua untuk memperhatikan anak-anaknya di bawah umur yang belum dibolehkan mengendarai sepeda motor. “Kami berharap orangtua tidak mengizinkan anaknya yang masih dibawah umur mengendarai kendaraan bermotor,” pesannya saat dikonfirmasi. (bms)

Program Kota Tanpa Kumuh, Bontang Kuala dan Berbas Pantai Kebagian Rp 995 Juta

0
Saat ini sedang dikerjakan penguatan jalan jembatan di permukiman Bontang Kuala yang sumber dananya dari Loan NSUP.  Foto: Al/Media Kaltim

BONTANG – Pekerjaan program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) 2021 tengah dilaksanakan di dua lokasi yakni di permukiman atas laut Bontang Kuala dan Berbas Pantai. Dari pantauan mediakaltim.com, proyek yang sumber dananya dari Loan National Slum Upgrading Program (NSUP) ini, terus dikebut pekerjaannya.

Seperti pekerjaan peningkatan jembatan di kawasan Bontang Kuala. Di beberapa ruas jalan, terlihat jalan kayu yang lama dibongkar dan dilakukan pemasangan kayu ulin yang baru.

Dilihat dari plang proyek, program Kotaku di RT 03 Bontang Kuala ini, anggarannya Rp 995 juta. Waktu pelaksanaan 80 hari, dimulai 31 Mei 2021 sampai 27 November 2021. Sebanyak 20 pekerja dilibatkan untuk menyelesaikan proyek ini dari kelompok swadaya masyarakat.

Progres pekerjaan proyek ini, juga telah ditinjau Anggota Komisi V DPR RI Irwan pada 19 Oktober 2021 lalu. Ikut mendampingi Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Kalimantan Timur, Sandhi Eko Bramono.

Irwan mengatakan, program Kotaku merupakan kegiatan penguatan jalan jembatan yang dilaksanakan oleh swadaya masyarakat setempat. “Kegiatannya penguatan dan peninggian jalan jembatan. Untuk di Bontang dilaksanakan di Bontang Kuala dan Berbas Pantai,” tuturnya.

Dari progres pekerjaan, diakuinya, pembangunan sedikit terlambat lantaran terbatasnya bahan baku kayu ulin. “Tapi masih ada waktu sampai 27 November. Kita harapkan bisa rampung. Karena mereka komitmen bisa menyelesaikan 4 meter per hari,” katanya.

Sementara Sandhi eko bramono optimistis proyek penguatan jembatan di dua lokasi bisa selesai sesuai kelender kerja. “Sekarang sudah selesai 186 meter. Pekerja bisa menyelesaikan 3 meter sampai 4 meter per hari, sehingga bisa selesai tepat waktu,” ucapnya.

Menurut Sandhi program Kotaku di Kota Bontang, penyelesaian pekerjaannya 6 bulan kelender dengan anggaran kurang dari Rp 2 miliar untuk dua lokasi. “Bontang Kuala dan Berbas Pantai nilainya sama. Masing-masing lokasi Rp 995 juta,” pungkasnya. (al/red)

Mahyudin Janji Perjuangkan Bendungan Suka Rahmat dan Penanganan Banjir Bontang

0
Silaturahmi bersama Wakil Ketua DPD RI Mahyudin di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang. (Firman/Diskominfo)

BONTANG – Jajaran Pemkot Bontang yang dipimpin Wali Kota Basri Rase dan Wakil Wali Kota (Wawali) Najirah, menerima kunjungan kerja (kunker) Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Mahyudin.

Pertemuan dalam rangka silaturahmi dan ramah tamah itu digelar di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, Jalan Awang Long, Sabtu (23/10/2021). Mahyudin mengatakan, kedatangannya dalam rangka menyisir sekaligus menerima aspirasi terkait permasalahan yang ada di Bontang, untuk selanjutnya diperjuangkan di tatanan pemerintah pusat. “Apalagi Kaltim ke depan, bakal menjadi kawasan Ibu Kota Negara (IKN) baru. Sebagai daerah penyangga IKN, industri di Bontang harus hidup,” ucapnya.

Mantan Wakil Ketua DPR RI ini menambahkan, beberapa permasalahan dan masukan yang bakal diperjuangkan ke Senayan diantaranya, pembangunan Bendungan Suka Rahmat sebagai upaya penanggulangan banjir di Kota Taman. Selain itu, permasalahan perbaikan Jalan poros Bontang-Samarinda, hingga maraknya kasus tambang ilegal.

Ada pula usulan yang diterima Mahyudin, terkait pembangunan jalan khusus industri yang menghubungkan Bontang-Kutim. Sebab di masa mendatang, arus pengiriman barang dan jasa di dua daerah ini akan semakin banyak dan saling menguntungkan. “Tentu hal ini bisa membuka lapangan pekerjaan, menimbulkan dampak ekonomi yang baik, dan muaranya dapat menyejahterakan masyarakat,” sebutnya.

Mahyudin mengaku optimistis, sejumlah aspirasi itu bakal ditindaklanjuti pemerintah pusat. Dirinya juga bakal berjuang, agar kewenangan pengawasan terhadap aktivitas tambang ilegal nantinya dapat dikembalikan ke daerah. Dengan begitu daerah memiliki kewenangan untuk mengawasi agar tidak terjadi kerusakan lingkungan.

Terpisah, Basri Rase dalam sambutannya mengaku senang sekaligus bangga atas kedatangan Mahyudin ke Kota Taman. Dirinya berharap, sinergitas antara Pemkot Bontang dan DPD RI dapat semakin terjalin baik, utamanya menyiapkan Bontang sebagai daerah penyangga IKN baru. “Semoga dengan kerja sama yang baik ini, DPD RI bisa membantu memperjuangkan program-program Bontang di tingkat pusat,” pungkasnya. (bms/adv)