Beranda blog Halaman 657

Polres Bontang Ungkap Kasus Curanmor dari Laporan Pemilik Bengkel

0
Polres Bontang Ungkap Kasus Curanmor dari Laporan Pemilik Bengkel
Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing, saat menunjukkan alat bukti. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Polres Bontang mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah Kota Bontang. Polres mengamankan kedua pelaku berinisial K (27) dan H (40), Selasa (4/3/2025).

Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing mengatakan, bahwa Minggu (23/2/2025) lalu, Tim Operasi Gabungan Anti Curanmor Polres Bontang, telah menerima informasi dari pemilik bengkel yang berada di Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Gunung Telihan, Kecamatan Bontang Barat, adanya seseorang yang tak dikenal sedang menawarkan satu unit sepeda motor merek Honda Scoopy, yang tidak dilengkapi dengan surat lengkap, seperti STNK dan BPKB.

Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata sepeda motor tersebut adalah motor yang telah dilaporkan hilang beberapa waktu lalu di Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Sehingga tim langsung bergerak dengan cepat melakukan penyelidikan, tepat pukul 13.40 Wita, tim berhasil mengamankan terduga pelaku berinisial K (27) di Jalan Soekarno-Hatta, dimana di tangan terduga ditemukan 3 kunci T sebagai alat untuk melakukan aksi pencurian.

“Setelah kami introgasi, K menyatakan jika dirinya sering kali melakukan pencurian motor di wilayah Bontang, Kukar, hingga Kutai Timur (Kutim), lalu menjualnya ke H (40) sebagai penadah,” ucapnya saat konferensi pers.

Tak berselang lama kemudian, Kamis (27/2/2025) lalu sekitar pukul 00.30 Wita, tim berhasil mengamankan terduga H (40) sebagai penadah di Perkebunan Sawit, Desa Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu.

“H mengaku telah membeli dan menjual beberapa motor hasil curian K, ke daerah Rantau Pulung dan Batu Ampar, Kutim,” ungkapnya.

Mengenai hal tersebut, polisi langsung mengamankan terduga beserta barang bukti motor lainnya, dengan berbagai merek. Semua barang bukti yang berhasil dikumpulkan, diduga merupakan hasil curanmor, ada sebanyak 18 unit.

Atas perbuatannya, terduga K dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.

Sedangkan terduga H dijerat dengan Pasal 480 KUHP tentang Penadahan dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pelaku Curanmor yang Beraksi di 9 TKP dan Gasak 18 Motor Berhasil Diciduk

0
Pelaku Curanmor yang Beraksi di 9 TKP dan Gasak 18 Motor Berhasil Diciduk
Pelaku curanmor K (27) dan H (40) berhasil diamankan oleh Polres Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Polres Bontang berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah Kota Bontang selama dua bulan terakhir, Selasa (4/3/2025).

Diketahui, kedua pelaku tersebut yakni K (27) dan H (40) sudah melakukan aksinya di 9 Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang berbeda, dengan berhasil membobol dan menggasak sebanyak 18 unit sepeda motor.

Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing menyampaikan, bahwa untuk lokasi pertama terjadi di Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Satimpo, Bontang Lestari, Sabtu (4/1/2025). Kedua di Jalan Pramuka, RT.01, Kelurahan Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan, Sabtu (11/1/2025).

Lanjut di lokasi ketiga dan keempat Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan, Senin (13/1/2025). Kelima di Jalan Sumatra, RT.02, Kelurahan Gunung Telihan, Kecamatan Bontang Barat. Keenam di lokasi parkiran RSUD Taman Husada Bontang, Jalan S Parman, Kelurahan Belimbing, Kecamatan Bontang Barat, Kamis (16/1/2025).

Kemudian lokasi ketujuh di Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Kanaan, Kecamatan Bontang Barat, Minggu (19/1/2025). Delapan di Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan, Senin (10/2/2025), dan terakhir di Jalan Pramuka I, RT.01, Kelurahan Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan, Kamis (20/2/2025).

“Kedua pelaku ini K (27) sebagai pelaku utama, salah satu warga Bontang Lestari, dan H (40) sebagai penadah hasil curanmor, salah satu warga Bantaeng, Sulawesi Selatan,” ucapnya.

Kedua pelaku melakukan aksinya dengan menggunakan kunci T yang telah dimodifikasi, untuk membobol dan merusak kunci kontak kendaraan.

“Sehingga kedua pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mako Polres Bontang,” paparnya.

Atas perbuatannya, terduga K dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.

Sedangkan terduga H dijerat dengan Pasal 480 KUHP tentang Penadahan dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pengunjung Diimbau Tidak Menjenguk Pasien di Ruang Anggrek, Ini Sebabnya

0
Pengunjung Diimbau Tidak Menjenguk Pasien di Ruang Anggrek, Ini Sebabnya
Ruang Anggrek RSUD Taman Husada Bontang khusus pasien isolasi. (Yahya Yabo)

BONTANG – Kepala Ruang Anggrek RSUD Bontang, Ria Kusuma Dewi mengimbau kepada masyarakat Bontang, agar tidak menjenguk pasien yang berada di Ruang Anggrek RSUD Taman Husada Bontang.

Ia mengatakan, pasien pada ruang anggrek seharusnya tidak diperkenankan dijenguk, untuk mengurangi tingkat penyebaran penyakit yang dapat ditularkan melalui udara dari percikan dahak pasien.

“Untuk pasien TBC dengan perawatan isolasi di ruang anggrek, pasien tidak diperkenankan untuk dijenguk. Namun pada kenyataannya sampai dengan saat ini masih banyak pengunjung/masyarakat yang belum mengetahui. Untuk itu diharapkan mulai dari sekarang informasi edukasi tentang tata tertib ruang anggrek dapat dipatuhi masyarakat,” harapnya.

Ria menambahkan, dengan mematuhi aturan di Ruang Anggrek RSUD Taman Husada Kota Bontang dapat mewujudkan tujuan yakni aman pasien, aman keluarga, aman petugas.

“Sehingga apa yang menjadi tujuan kami aman pasien, aman keluarga dan aman petugas dari penyakit menular dapat terwujud,” tandasnya.

Diinformasikan, Ruang Anggrek di RSUD Taman Husada Bontang dikhususkan bagi pasien isolasi seperti perawatan kasus airborne disease yang meliputi penyakit TB, TB MDR, Covid-19, SARS, MERS dan Pneumonia MRSA.

“Dikhususkan bagi pasien-pasien yang memiliki riwayat penyakit yang dapat menular melalui udara dan pasien terbanyak adalah TB (Tuberculosis),” ujarnya. (adv/yah)

Editor: Yusva Alam

Apel Gabungan Pegawai, Wali Kota dan Wawali Tegaskan Komitmen dalam Menata Aparatur

0
Apel Gabungan Pegawai, Wali Kota dan Wawali Tegaskan Komitmen dalam Menata Aparatur
Apel gabungan seluruh pegawai Pemkot Bontang. (ist)

BONTANG – Senin, 3 Maret 2025 menjadi hari yang menoreh catatan tersendiri bagi seluruh pegawai, mulai dari PNS, PPPK hingga Tenaga Kontrak Daerah (TKD) di Lingkungan Pemerintah Kota Bontang. Pasalnya pada hari pertama kerja di Bulan Puasa Tahun 2025, bertepatan 3 Ramadhan 1446 H, seluruh Pegawai secara khidmat mengikuti pengarahan yang disampaikan Wali Kota/Wakil Wali Kota Bontang masa jabatan 2025 – 2030.

Pengarahan yang disampaikan dalam Apel Gabungan Pegawai ini, menyasar beberapa rumpun pembahasan, yakni: visi misi wali kota, program 100 hari kerja, hingga sejumlah kebijakan nasional yang harus dikolaborasikan realisasinya di daerah.

Bertempat di Auditorium Kantor Wali Kota, Apel Gabungan tumpah ruah dihadiri pegawai hingga luar gedung. Neni Moerniaeni, Wali Kota Bontang sekaligus pembina apel, membuka arahan dengan kilas balik yang membuka ingatan pegawai perihal kebijakannya dulu saat menjabat Walikota Masa Bakti 2015 – 2020.
“Saya pernah memimpin Bontang melewati masa-masa tsunami anggaran pada awal menjabat Tahun 2017 lalu” ungkapnya sembari menjelaskan, bahwa tsunami anggaran yang dirinya maksud adalah penurunan anggaran dari 1,9 trilyun menjadi 900 milyar pada tahun anggaran tersebut.

Pada masa itu, menurut Neni, walaupun belanja honorarium TKD terasa membebani APBD yang hanya tersisa di bawah 1 trilyun, namun dirinya tidak pernah memiliki niatan untuk memberhentikan seorangpun TKD di lingkungan Pemerintah Kota Bontang.

Neni memilih merasionaliasi nilai honorarium TKD, sebuah keputusan sulit yang harus dirinya ambil ketimbang harus merumahkan para TKD pada saat itu.

Kisah pembuka ini disampaikan Neni, untuk meyakinkan bahwa dirinya berkomitmen akan mencarikan solusi bagi kurang lebih 400-an TKD yang saat ini gagal atau TMS (Tidak Memenuhi Syarat) pada tahap Seleksi Administrasi PPPK Periode II beberapa waktu lalu.

Dirinya akan berupaya keras agar para TKD tersebut tidak sampai dirumahkan, dan tetap bisa mengabdi pada Pemerintah Kota Bontang.

Selain menyatakan komitmennya mengupayakan nasib para tenaga kontrak daerah, Neni juga meminta dukungan penuh dari seluruh abdi negara peserta apel, untuk mendukung penuh semua Program Prioritas 100 Hari Kerja yang Ia rangkum dalam 17 (tujuh belas) program yakni: Jumat Sehat, Periksa Kesehatan Gratis bagi Warga yang Berulang Tahun, Zero Miskin Ekstrim, Bersih Sungai Pesisir Laut, Bank Sampah setiap RT, Baca Al Quran dan Solat Dhuha sebelum belajar, Sholat Subuh Berjamaah, Hari Senin Kamis dianjurkan berpuasa tidak ada makan minum rapat, Pemberian Makanan Bergizi Gratis bagi Balita di Posyandu, Puskesmas Kunjung ke Sekolah, Mental Health Bontang, Cek Kesehatan Gratis Lansia/Senam Lansia di setiap Kelurahan, Rembuk Bontang, Tengok Tetangga, Memaksimalkan Balai Latihan Kerja, Gerakan Bersih Rumah Ibadah,  dan yang terakhir adalah Wajib Belajar pada Pukul 19.00 Hingga 21.00 WITA.

Bermaksud menyemangati, Neni juga melontarkan pujian bahwa semua keberhasilan Kota Bontang saat ini tak lepas dari kontribusi seluruh Pegawai Pemerintah Kota Bontang, yang selalu bekerja secara profesional dengan penuh dedikasi.

Tak lupa, pada momen Apel Gabungan ini, Neni juga memberi kesempatan pada Wawali Bontang, Agus Haris untuk memperkenalkan diri. Agus yang mengenakan setelan waskat nampak antusias memberi dorongan sekaligus motivasi, kepada seluruh pegawai yang hadir untuk bekerja lebih optimal mewujudkan Visi Baru Pemerintah Kota Bontang yakni Terwujudnya Kota Bontang sebagai Kota Jasa dan Industri yang Maju dan Berkelanjutan dengan Ekonomi yang Dinamis Menuju Era Masyarakat Sejahtera sebagai Daerah Mitra Baru IKN. (adv/rls)

Editor: Yusva Alam

Sejak Awal Ramadan, Satlantas Sudah Jaring 12 Motor Terlibat Balap Liar, Rata-rata Pelaku Anak SMA

0
Sejak Awal Ramadan, Satlantas Sudah Jaring 12 Motor Terlibat Balap Liar, Rata-rata Pelaku Anak SMA
12 motor yang ditahan oleh Polres Bontang akibat balap liar. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Sejak awal Ramadan sampai saat ini, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bontang berhasil menahan 12 kendaraan bermotor yang terlibat dalam aksi balap liar.

Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian, melalui Kasat Lantas AKP Purwo Asmadi mengatakan, bahwa motor-motor tersebut ditahan dengan jangka waktu yang berbeda.

Untuk pelaku balap liar dilakukan penahanan sepeda motor selama tiga bulan. Untuk penonton balap liar dilakukan penahanan selama satu bulan. Rata-rata dari mereka adalah anak di bawah umur yang masih bersekolah di bangku SMA.

“Rata-rata yang kami cek surat-surat mereka belum lengkap apalagi SIM,” ujarnya, Senin (3/3/2025).

Ia menjelaskan, fenomena ini seringkali terjadi, karena anak sekolah saat ini sedang libur, serta banyaknya penonton yang menjadi pendukung, sehingga terjadilah balap liar.

Selama Bulan Ramadan, Polres Bontang akan melakukan patroli rutin untuk menghalau terjadinya balapan liar di beberapa titik rawan, yang sering dijadikan anak remaja nongkrong dan balapan.

“Habis dibubarkan di A. Yani, pindah lagi ke kampung baru, begitu terus, makanya kami patroli rutin,” katanya

Selain patroli, Hotline Kapolres juga berperan penting dalam pengawasan Kota Bontang. Ditambahkannya, bahwa cukup banyak masyarakat yang menggunakan hotline tersebut untuk melaporkan hal-hal yang meresahkan.

“Silahkan gunakan nomor Hotline Polres untuk melakukan berbagai pelaporan,” tuturnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Pemotor Melaju di Pasar Rawa Indah, Alami Kecelakaan Tunggal hingga Luka Parah

0
Pemotor Melaju di Pasar Rawa Indah, Alami Kecelakaan Tunggal hingga Luka Parah
Salah satu pengendara mengalami kecelakaan tunggal, di Pasar Rawa Indah, Kota Bontang. (tangkapan layar).

BONTANG – Terjadi kecelakaan tunggal di Jalan KS Tubun, Tanjung Laut Indah, Kecamatan Bontang Selatan, Senin (3/3/2025) pagi tadi atau tepatnya di Pasar Rawa Indah.

Salah satu saksi mata mengatakan bahwa, awalnya korban mengendarai sepeda motornya dengan kecepatan di atas rata-rata, akan tetapi tiba-tiba korban langsung jatuh tersungkur di aspal dengan kondisi kaki yang patah dan berlumuran darah.

“Kurang tahu pastinya, kejadiannya seperti apa. Yang jelas, tadi korban bawa motor dengan keadaan laju, tiba-tiba aja langsung terjatuh,” ucapnya saat dikonfirmasi.

Adanya kejadian tersebut, arus jalan di sekitar Pasar Rawa Indah menjadi macet, akibat masyarakat yang mencoba untuk melakukan evaluasi terhadap korban.

“Yang satunya sepertinya baik-baik saja, tidak mengalami luka berat, tetapi yang satunya ini lukanya sangat parah, sebab darahnya berceceran dimana-mana,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

400 Nomor Antrian Sejak Pukul 07.00 di Gerakan Pangan Murah Loktuan

0
Kegiatan Gerakan Pangan Murah oleh DKP3. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Gerakan Pangan Murah (GPM) digelar Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DPK3) Kota Bontang, Senin (3/3/2025) di halaman depan Kantor Kelurahan Loktuan.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKP3 Bontang, Debora Kristiani mengatakan, bahwa kegiatan yang digelar kali ini dinilai lebih ramai dari tempat-tempat sebelumnya. Pasalnya beberapa warga sudah mulai menunggu sejak pukul 07.00 Wita, padahal kegiatan baru dimulai jam 08.00 Wita.

“Antusias sekali, belum satu jam buka antrian sembako sudah hampir 400 nomor antrian, sekarang pakai antrian, biar nggak ada yang dobel,” ujarnya.

Adapun distributor yang menjadi mitra juga sudah mulai kehabisan stok pada pukul 10.00 Wita. Kebanyakan, stok dari sembako juga pihaknya tambahkan. Mereka juga membatasi untuk beras, gula, dan minyak masing-masing 2 item.

Seperti telur yang awalnya 500 piring menjadi 600 piring, bawang merah dan bawang putih, tepung terigu pun ditambahkan stoknya. Agar seluruh pembeli bisa dapat jatah.

Selanjutnya, GPM akan kembali digelar menjelang Hari Raya Idulfitri, pihaknya akan melakukan kegiatan tersebut di wilayah Bontang Selatan. “Untuk tanggalnya antara tanggal 25 atau 26, ditunggu saja kabarnya,” tambahnya

Hadida salah satu warga Loktuan mengungkapkan, sangat senang dengan adanya GPM ini, harga beras dan beberapa komoditas lainnya menjadi lebih murah. Ia pun memborong berbagai macam, seperti beras, minyak, mi instan, kopi saset dan sebagainya.

“Senang sekali karena harga lebih murah,” katanya.

Meskipun sempat tertunda, Debora mengungkap, bahwa hal itu dikarenakan stok beras SPHP sempat berhenti produksi, dikarenakan gudang yang berada di Kota Bontang terbatas.

Adapun harga bahan pokok sebagai berikut:

– Beras SPHP 5 kilogram Rp 52 ribu
– Telur ayam sedang Rp 55 ribu per piring
– Gula Pasir Rp 13 ribu per kilogram
– Tepung Rp 8 ribu per kilogram
– Minyak goreng Rp 13 ribu per liter
– Bawang Merah dan Bawang Putih Rp 30 ribu per kilogram
– Cabai Rp 33 ribu per setengah kilogram.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Mobil Pick Up Masuk Jurang di Pinggir Jalan Cipto Mangunkusumo

0
Mobil Pick Up Masuk Jurang di Pinggir Jalan Cipto Mangunkusumo
Disdamkartan Bontang mengevakuasi mobil yang jatuh ke jurang. (Ist).

BONTANG – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang, telah berhasil mengevakuasi mobil yang masuk ke jurang, di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kota Bontang, Minggu (2/3/2025).

Komandan Kompi Disdamkartan Kota Bontang, Norman mengatakan, bahwa pihaknya telah menerima laporan yang masuk sekitar pukul 21.22 Wita, sehingga saat laporan diterima petugas langsung bergerak cepat menuju ke lokasi.

Diketahui untuk mobil yang masuk ke dalam jurang yakni mobil pick up dengan nomor polisi KT 8474 DH, dimana mobil tersebut dari arah Loktuan hendak menuju ke kota.

“Dengan adanya laporan yang masuk, petugas langsung pergi menuju lokasi tersebut,” ucapnya, Senin (3/3/2025).

Namun belum diketahui kronologi mengapa mobil itu bisa keluar dari jalan, dan bisa masuk ke dalam jurang di pinggir jalan.

Saat tiba di lokasi, petugas langsung melakukan evakuasi terhadap mobil maupun korban. Sehingga, saat mendapatkan pertolongan, korban langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.

“Kami melakukan penanganan kurang lebih sejam, dan korban langsung dibawa ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut,” paparnya.

Mengenai insiden tersebut, Norman sangat menghimbau agar masyarakat bisa lebih berhati-hati saat sedang berkendara. Utamakanlah keselamatan, untuk diri sendiri dan orang lain.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Operasi Laparoskopi Bisa Gunakan BPJS Kesehatan

0
Operasi Laparoskopi Bisa Gunakan BPJS Kesehatan
Ilustrasi operasi laparoskopi. (ist)

BONTANG – Warga Bontang tidak perlu khawatir apabila harus melaksanakan operasi laparoskopi di RSUD Taman Husada Bontang. Pasalnya, rumah sakit plat merah ini tidak hanya menerima pasien umum, namun juga pasien dengan tanggungan BPJS Kesehatan.

Operasi menggunakan alat laparoskopi dapat melayani pasien umum BPJS Kesehatan kelas 1,2 dan 3 dan pasien umum lainnya. Pasien BPJS Kesehatan dapat menggunakan layanan ini tanpa ada pengeluaran biaya apa pun.

“Masyarakat saat ini tidak perlu khawatir untuk melakukan operasi dengan alat laparoskopi. Bahkan tidak perlu mengeluarkan biaya apa pun dengan menggunakan kartu BPJS Kesehatan,” beber Dokter Spesialis Bedah RSUD Taman Husada Bontang, dr Muhammad Hidayat, Sp.B.

Diketahui, RSUD Taman Husada telah memiliki layanan operasi menggunakan laparoskopi sejak tahun 2017. (adv/yah)

Editor: Yusva Alam

Rutin Update Pelatihan Penggunaan Alat Kesehatan

0
Rutin Update Pelatihan Penggunaan Alat Kesehatan
Ilustrasi. (ist)

BONTANG – RSUD Taman Husada Bontang merasa perlu untuk terus mengupdate penggunaan alat-alat Kesehatan. Hal ini sebagai bagian dari peningkatan pelayanan Kesehatan, dan agar penggunaan alat-alat Kesehatan tersebut dapat semakin maksimal.

Karenanya pihak manajemen rumah sakit, rutin mengadakan pelatihan-pelatihan terkait penggunaan alat-alat Kesehatan kepada para tenaga medis RSUD Bontang. Seperti perawat, bidan, maupun dokter.

Wakil Direktur Pelayanan Kesehatan RSUD Taman Husada Bontang, dr Niken Titisurianggi, M.Kes mengatakan, kegiatan semacam ini untuk memberikan penyegaran pengetahuan mengenai alat-alat kesehatan yang digunakan di RSUD Taman Husada Bontang. Hal ini sesuai dengan visi RSUD Bontang menjadi rumah sakit terbaik di Kaltim berstandar internasional.

“Orientasi pada keselamatan pasien. Salah satu caranya harus merefresh SDM bagaimana keilmuan mengenai penggunaan alat-alat kesehatan,” jelasnya.

Ia menambahkan, SDM RSUD Bontang harus mengetahui penggunaan alat-alat kesehatan terbaru. Sehingga ketika ada permasalahan dapat segera ditangani.

“Bagaimana ketika ada trouble-trouble bisa langsung diatasi,” katanya.

Modal utama selain skill bagi SDM yakni alat-alat kesehatan yang baik, yang digunakan untuk pasien. Dengan penggunaan alat kesehatan yang benar, akan dapat membantu masyarakat dan lebih efisien bagi penggunaan anggaran.

“Harapannya teman-teman dapat aware lagi. Ini menjadi modal bagi SDM membantu masyarakat yang dapat digunakan dengan baik,” ungkapnya. (adv/yah)

Editor: Yusva Alam