Beranda blog Halaman 658

PT KNI Bangun Gedung BCH, Diresmikan Langsung Kepala Perpustakaan Nasional RI

0
PT KNI Bangun Gedung BCH, Diresmikan Langsung Kepala Perpustakaan Nasional RI
Basri Rase beserta para pejabat lainnya saat peresmian BCH dan berfoto bersama dengan Kepala Perpustakaan Nasional RI, Muhammad Syarif Bando. (Dwi S)

BONTANG – PT KNI bekerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Bontang. Bentuk kerjasama itu untuk mewujudkan Program Investasi Komunitas bernama Gedung Bontang Creative HUB atau BCH. Peresmiannya berlangsung di Gedung DPK Bontang, Jum’at (13/10/2023).

Senior Site Manager PT KNI, Bakat Subroto Hadi mengatakan, dibangunnya BCH sebagai salah satu wujud komitmen perusahaan terhadap perkembangan Bontang, dalam hal literasi.

“BCH merupakan ruang bagi beragam aktivitas kreatif masyarakat Kota Bontang. Dibangun berlantai dua dengan konsep infrastruktur yang modern. Pembangunan ini, anggaran yang dikeluarkan sebesar Rp 2,4 milyar,” paparnya.

Melalui program inklusi sosial tersebut, perpustakaan ini tidak hanya menjadi pusat literasi saja, namun turut menjadi wadah bagi pariwisata dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam mengembangkan usaha.

“Pembangunan BCH berjalan dengan visi dan misi pemerintah, dan bangunan ini fasilitas untuk publik. Masyarakat yang ingin menggunakannya tidak perlu membayar, hanya saja tau, bagaimana teknis penggunaan gedung. Kami masih menyiapkan aturannya,” ucapnya.

Kota Bontang dalam perkembangannya sampai saat ini, memiliki keunggulan berupa akumulasi generasi produktif, dua di antaranya adalah generasi Milenial dan generasi Z. Untuk mengembangkan potensi kedua generasi tersebut, maka sangat dibutuhkan berbagai sarana dan prasarana produktif untuk menyalurkan dan mengarahkan mereka pada aktifitas positif yang diperlukan oleh Generasi Milenial kita ini.

“Sebuah Sarana yang diharapkan akan meningkatkan minat membaca bagi generasi muda dan sekaligus menjadi wadah kreatifitas resmi bagi kegiatan kegiatan remaja di Kota Bontang.

“Alhamdulillah, setelah ground breaking semenjak November 2022 lalu, hari ini Gedung BCH berhasil berdiri. Akan diresmikan bersama-sama, dan merupakan kehormatan bagi kami dalam acara ini bisa dihadiri langsung oleh Kepala Perpustakaan Nasional RI, Bapak Syarif Bando dan Wali Kota Bontang kita tercinta”, paparnya.

Perlu diketahui, sejalan dengan proses pengembangan semenjak gedung ini dibangun. PT KNI telah secara bertahap membina beberapa komunitas lokal yang kelak akan diwadahi oleh BCH ini. Salah satunya adalah kegiatan pembuatan Batik Sampoang, kegiatan ini merupakan aktifitas baru di Kota Bontang yang dibina untuk menghadirkan Batik Lokal Khas Bontang di pasaran.

Ada juga aktifitas komunitas design grafis di SMA Negeri 2 Kota Bontang yang dibina bersama DPK, untuk menciptakan design batik yang kreatif dan memiliki nilai seni tinggi bermotif kalimantan.

“Kami berharap tentunya dalam perjalanannya ke depan, BCH tidak hanya akan berdiri sebagai sebuah bangunan biasa saja, melainkan akan menjadi icon wadah baru di Kota Bontang, yang dapat mencerminkan kemajuan intelektual masyarakat kota Bontang dan bisa menjadi percontohan atau mempelopori bagi daerah lain dalam upaya membangun infrastruktur penunjang pendidikan kegiatan remaja kota lain di Kalimantan Timur pada khususnya,” bebernya.

Bakat juga menambahkan, dalam kesempatan ini tentunya sekali lagi menyampaikan banyak terima kasih kepada Pemkot Bontang atas terjalinnya kolaborasi yang baik ini. Harapannya ke depan, mari bersama-sama mendukung potensi BCH sebagai legacy PT KNI di Pemkot Bontang, demi bisa mewujudkan inklusi sosial yang berbasis pada pengembangan komunitas.

Sementara itu, Muhammad Syarif Bando, Kepala Perpustakaan Nasional RI sangat mengapresiasi sebesar-besarnya kepada PT KNI yang telah membantu masyarakat di Kota Bontang, dengan memfasilitaskan ruang yang sangat nyaman, dan aman. Dengan hadirnya BCH di Kota Bontang sebagai salah satu simbol kerja sama yang nyata antara pemerintah dengan perusahaan.

“Ini sangat luar biasa, wujud nyata keseriusan pemerintah dan perusahaan telah menyediakan fasilitas untuk mengembangkan SDM,” katanya.

Wali Kota Bontang, Basri Rase juga menyampaikan, bahwa dengan adanya bangunan fasilitas publik tersebut, sangat mampu membuat para generasi muda Kota Bontang yang kreatif, aktif, dan mampu berdaya saing, untuk tenaga kerja yang semakin kompetitif.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada PT. KNI atas komitmennya yang ikut serta dalam memajukan Kota Bontang Ini. Semoga kerja sama ini tidak terputus sampai di sini, akan tetapi tetap terus berjalan hingga sampai berkelanjutan. Baik itu di bidang ekonomi, sosial, maupun pendidikan,” tutupnya. (adv/dwi)

Tunjukkan Perkembangan, Buaya Riska Sudah Mau Makan dan Bergerak

0
Tunjukkan Perkembangan, Buaya Riska Sudah Makan dan Bergerak
Buaya Riska yang terkenal bersama Pak Ambo, dan kini berada di Penangkaran Buaya Teritip Balikpapan.

BALIKPAPAN – Buaya Riska yang terkenal kedekatannya dengan Pak Ambo kini mulai menunjukkan perkembangannya, pasca dievakuasi ke Penangkaran Buaya Teritip, Balikpapan.

Kabar terbaru dari Manajer Operasional Penangkaran Buaya Teritip Balikpapan, Arif Anggoro mengatakan, Buaya Riska masih berada di kandang sebelumnya. Namun kini Riska sudah lebih banyak bergerak dan mau makan.

Awal-awalnya sempat mengalami stres hingga tak mau makan, juga tak banyak bergerak. Bahkan saat itu, Pak Ambo pun sempat menyuapi Riska dengan sepotong ayam, namun Riska tetap tidak mau memakannya.

“Buaya Riska sekarang masih adaptasi. Masih di kandang sebelumnya, tapi sudah banyak bergerak lah. Kalau makan, ada. Paling makan cuma sekali, belum normal,” ujarnya, Jumat (13/10/2023).

Lebih lanjut Arif menjelaskan, untuk kandang Riska kini ditutup seng. Hal ini untuk mencegah terjadinya stres akibat banyaknya pengunjung. Pasalnya sejak adanya Riska, banyak pengunjung yang penasaran.

“Kita tinggikan batas kandangnya. Biar nggak diliat dulu sementara oleh pengunjung. Takutnya bisa kembali stres dia,” jelasnya.

Arif mengaku belum mengetahui apakah ada pengurangan bobot Riska. Pasalnya, Penangkaran Buaya Teritip Balikpapan tidak memiliki alat timbang khusus untuk buaya.

“Kami belum tahu, ada pengurangan bobot atau enggak ya. Karena kami nggak punya alat timbangnya. Tapi secara sekilas kasat mata, sama saja,” tambah Arif.

Hanya saja, Arif berpendapat, pencernaan buaya bisa bertahan selama 6 hari. Oleh karena itu, Buaya Riska masih bisa bertahan tanpa makan selama seminggu ke depan.

“Kan buaya pencernaannya sanggup bertahan 6 hari. Jadi kalau sudah terakhir makan, masih bisa lah bertahan seminggu ke depan,” ujarnya.

Arif berharap Buaya Riska bisa segera beradaptasi dengan lingkungan barunya.

“Semoga Buaya Riska bisa segera beradaptasi dengan lingkungan barunya. Kami akan terus merawatnya dengan baik,” tutup Arif.

Penulis: Aprianto

Editor: Yusva Alam

Suami Istri di Muara Badak Ketahuan Nyabu

0
Suami Istri di Muara Badak Ketahuan Nyabu
Kedua pemakai sabu ini merupakan pasangan suami istri. (ist)

BONTANG – Unit Reskrim Polsek Muara Badak berhasil menangkap pasangan suami istri di Muara Badak yang terlibat kasus narkoba.

Mereka ditangkap pada Selasa (10/10/2023) pukul 22.45 di Desa Badak Baru, Muara Badak, Kukar.

Diungkapkan Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya melalui Kapolsek Muara Badak Iptu Gatot Siswanto, pelaku berinisial Su (27) dan MP (32) diringkus bersama barang bukti 8 poket sabu seberat 1,76 gram.

“Mereka ini pemakai,” katanya mengutip dari Polresbontang.com.

Penangkapan mereka pun atas laporan masyarakat yang menyebut kediaman keduanya sering digunakan untuk transaksi narkoba.

Kini keduanya dijerat pasal 114 ayat (1) atau pasal 112 ayat (1) UU RI nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman 5 sampai 20 tahun penjara.

Editor: Yusva Alam

BPJS Ketenagakerjaan Launching Perlindungan Jaminan Sosial untuk 34.782 Pekerja Rentan Kota Bontang

0
BPJS Ketenagakerjaan Launching Perlindungan Jaminan Sosial untuk 34.782 Pekerja Rentan Kota Bontang
Launching perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan 34.782 pekerja rentan Kota Bontang. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – BPJS Ketenagakerjaan Kota Bontang melaksanakan launching perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan 34.782 pekerja rentan Kota Bontang, di Pendopo Rujan Wali Kota Bontang, Kamis (12/10/23).

Andi Kurnia, Kepala Bidang Hubungan Industrial, Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Bontang menjelaskan, berdasarkan instruksi presiden nomor 2 tahun 2021 tentang optimalisasi pelaksanaan program jaminan sosial ketenagakerjaan. Memberikan arahan kepada Wali Kota Bontang untuk menyusun dan menetapkan regulasi serta mengalokasikan anggaran, untuk mendukung pelaksanaan program jaminan sosial ketenagakerjaan di wilayahnya.

“Sehingga ditetapkan Peraturan Wali Kota Bontang nomor 3 tahun 2023 tentang pedoman pelaksanaan sosial bagi pekerja rentan,” jelasnya.

Pada tahun 2023 ini melalui APBD perubahan, pemkot Bontang telah mengalokasikan dana sebesar Rp 1.735.000.000 untuk pembayaran jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian kepada pekerja rentan, yang berlaku untuk bulan Oktober, November, Desember.

“Sesuai dengan pendataan, pekerja rentan pada bulan Oktober sudah dibayarkan, sehingga untuk bulan selanjutnya mereka bisa mandiri dan pemerintah dapat membayar lagi pekerja rentan lainnya,” tambahnya.

BPJS Ketenagakerjaan Launching Perlindungan Jaminan Sosial untuk 34.782 Pekerja Rentan Kota Bontang

Zainuddin, Direktur Kepesertaan BPJS menjelaskan, bahwa sebanyak kurang lebih 4000 pekerja di Kota Bontang belum memiliki BPJS, sehingga bersama dengan pemkot ia meminta untuk mencari agar seluruh pekerja di Bontang 100 persen tercover oleh BPJS ketenagakerjaan.

Zainudin juga turut mengapresiasi gerak cepat Pemkot Bontang dalam melindungi pekerjanya. Tak tanggung-tanggung, berkat inovasi yang dilakukan tersebut, cakupan kepesertaan di Kota Bontang berhasil terdongkrak hingga hampir 95 persen dan saat ini menjadi yang tertinggi di Provinsi Kalimantan Timur.

“Inovasi kreasi di Bontang ini luar biasa. Karena nggak banyak Pemda yang memberikan perhatian khusus ke pekerja informal. Namun Bontang justru memperhatikan itu, bahkan lebih dalam lagi Pak wali ini masuk ke pekerja rentan dan juga disabilitas. Yang lebih membanggakan lagi, Kota bontang ini hampir full coverage,”ujar Zainudin.

Besarnya manfaat perlindungan BPJS Ketenagakerjaan dibuktikan langsung dengan diserahkannya santunan kematian dan beasiswa kepada 2 ahli waris peserta yang meninggal dunia dengan total manfaat mencapai Rp120 juta.

Seperti yang diketahui, saat ini BPJS Ketenagakerjaan tengah fokus melakukan perluasan kepesertaan pada 4 ekosistem, yaitu ekosistem desa seperti perangkat desa, RT/ RW, Bhabinkamtibmas, kemudian ekosistem pasar yang didalamnya ada pasar modern dan tradisional, kemudian ekosistem pada e-commerce dan UMKM, serta yang terakhir ekosistem pada pekerja rentan seperti pekerja informal atau pekerja bukan penerima upah, pekerja miskin dan tidak mampu.

“Kami akan fokus pada pekerja informal yang memang jumlahnya sangat banyak, beberapa langkah akan kami tempuh antara lain menggunakan sistem keagenan dan juga sistem auto debet, ini akan memudahkan pekerja informal untuk membayar iuran tiap bulannya,” tambahnya.

Mengakhiri keterangannya Zainudin berharap inovasi yang dilakukan oleh Pemkot Bontang mampu menginspirasi Pemda lainnya, sehingga semakin banyak pekerja rentan yang bisa terlindungi.

“Kami siap berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk melindungi para pekerja rentan. Tujuannya tentu agar mereka bisa Kerja Keras Bebas Cemas karena seluruh risiko kerjanya kami yang tanggung. Dengan komitmen dan kolaborasi  yang baik dari pemerintah daerah, saya yakin universal coverage jaminan sosial ketenagakerjaan di Indonesia akan segera terwujud,” tutup Zainudin.

Sementara itu, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bontang, Dahlia Libriana mengatakan akan terus berkoordinasi dengan Pemkot Bontang agar bisa mewujudkan full coverage 100% program jaminan sosial ketenagakerjaan di Kota Bontang.

“Kami akan berkoordinasi dengan Pemkot Bontang terkait masyarakat yang masih belum terlindungi program jaminan sosial ketenagakerjaan agar full coverage 100% dapat tercapai” ucap Dahlia.

Di akhir keterangannya Dahlia mengucapkan terima kasihnya kepada Walikota Bontang dan jajaran atas inisiatifnya untuk mendaftarkan para pekerja rentan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Pak Wali yang turut menginisiasi perlindungan kepada masyarakatnya terutama para pekerja rentan di sektor informal,” tutur Dahlia.

Wali Kota Bontang, Basri Rase turut mengajak seluruh perusahaan yang ada di Kota Bontang, untuk benar-benar melaksanakan amanat pemerintah dengan mendaftarkan seluruh pekerjanya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Dalam program Pemkot Bontang ini, para pekerja rentan yang mayoritas berprofesi sebagai tukang pijat tradisional, tukang ojek, pedagang, mekanik, dan kurir tersebut akan mendapatkan perlindungan 2 program dari BPJS Ketenagakerjaan yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).   (adv/sya)

HUT ke-24 Bontang, Kepala DPMPTSP Ingin Lebih Baik Jaring Investor Datang

0
HUT ke-24 Bontang, Kepala DPMPTSP Ingin Lebih Baik Jaring Investor Datang
Kepala DPMPTSP Bontang, Asdar Ibrahim. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Asdar Ibrahim turut hadir dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Bontang ke-24 di Stadion Bessai Berinta, Lang-Lang, Kamis (12/10/23).

Ia menjelaskan, HUT Kota Bontang ke-24 tahun ini sangat membanggakan terutama dalam pembangunannya.

“OPD kami menjadi salah satu tempat untuk pembangunan kota Bontang, dimana kita ramah investasi sesuai dengan arahan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang,” ujarnya.

Tentu kita terus lakukan keseragaman, koordinasi, promosi, untuk meningkatkan investasi yang ada di Kota Bontang baik yang sekarang maupun yang akan datang.

“Sampai saat ini kita masih menjaring investor-investor nasional maupun daerah, dan itu akan terus kami lakukan secara berkelanjutan,” imbuhnya

Beberapa investasi di Kota Bontang tahun depan juga sudah masuk dalam DPMPTSP, yang berupa investasi dari perusahaan-perusahaan. Selain itu wilayah pemkot di Bontang Lestari juga telah terbuka untuk para calon investor di sektor industri.

Asdar berharap untuk Kota Bontang lebih semangat dalam berkarya, apalagi Bontang di umur ke 24 tahun sudah mulai bisa berpacu dalam hal pembangunan, yang semakin banyak untuk memenuhi pertumbuhan ekonomi. (adv/sya)

HUT ke-24 Kota Bontang, Ketua DPRD: Bontang Harus Lebih Sejahtera ke Depannya!

0
HUT ke-24 Kota Bontang, Ketua DPRD: Bontang Harus Lebih Sejahtera ke Depannya!
Andi Faizal Sofyan Hasdam, Ketua DPRD Kota Bontang saat diwawancara awak media. (Dwi S)

BONTANG – Tepat di Hari Kamis (12/9/2023) ini Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Kota Bontang. Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam berharap, agar Kota Bontang lebih sejahtera lagi ke depannya.

Andi Faiz sapaan akrabnya mengatakan, dengan adanya segala kebijakan dan peraturan yang ada, akan mendatangkan kebaikan sehingga masyarakat Kota Bontang lebih sejahtera lagi buat ke depannya.

Perayaan HUT ke-24 ini diharapkan menjadi momentum untuk kita terus mengevaluasi diri, sebagai penyelenggara pemerintah yang telah dipilih langsung oleh rakyat.

“Alhamdulillah hari ini Kota Bontang sudah berumur 24 tahun. Mudah-mudahan segala kebijakan, terus peraturan-peraturan yang sudah kita buat semuanya mendatangkan kebaikan,” ucapnya saat diwawancarai, Kamis (12/10/2023).

Ditambahkannya, Kota Bontang saat ini sudah sangat maju, lebih modern, dan sudah bisa dibilang tidak kalah dengan kota-kota besar lainnya. Ada banyak kemajuan terdapat di Kota Bontang ini, dari berdirinya mall, tempat wisata, bahkan mangrove sekalipun.

“Kota Bontang sekarang sudah banyak bergerak menjadi kota yang lebih maju. Begitu banyak investasi, interaksi kehidupan sosialnya juga, bahkan sekarang ada Mall dan tempat rekreasi lainnya yang terdapat di Kota Bontang”, paparnya.

Politisi Partai Golkar ini juga berharap, di hari ulang tahun yang ke-24 ini Kota Bontang lebih berkembang dari yang sebelum-sebelumnya, lebih maju, mengembalikan tingkat ekonomi penduduk Kota Bontang yang sempat menurut akibat pandemi, bahkan tidak kalah dengan kota-kota besar yang ada.

Penulis: Dwi S

Editor: Yusva Alam

Segera Daftar! 4 Hari Lagi Pelatihan Tukang Bangunan Gedung Bersertifikasi Dimulai

0
Segera Daftar! 4 Hari Lagi Pelatihan Tukang Bangunan Gedung Bersertifikasi Dimulai
Iklan pelatihan tukang bersertifikasi. (ist)

BONTANG – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang Bidang Bina Konstruksi akan mengadakan pelatihan bersertifikasi bagi profesi tukang di Kota Taman. Warga Bontang berprofesi tukang bisa segera mendaftar sebelum kehabisan kuota.

Dijelaskan Kepala Dinas PUPRK, Usman melalui Kabid Bina Konstruksi (Bikon), Dedy Nugraha, bahwa pelatihan ini merupakan pelatihan dan sertifikasi untuk tukang bangunan gedung jenjang 1 Kota Bontang.

Terdapat beberapa Jabatan kerja yang akan dilatihkan, di antaranya:

Tukang pasang bata/dinding/bricklaying (TK Bata)

Tukang besi beton/babender/barbending

Tukang plester/tukang plesteran/plesterer/solid plasterer

Tukang pasang ubin/tukang pasang lantai tegel ubin/marmer

Tukang cat/tukang cat bangunan

“Daftar segera peserta terbatas hanya untuk 50 pendaftar pertama. Pelatihan ini juga dijamin gratis 100 persen,” bebernya.

Para peserta pun akan mendapat fasilitas seperti APD (helm sepatu boots, rompi, sarung tangan,), seminar kit, baju kaos praktek, sertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), sertifikat pelatihan/diklat.

Untuk waktu pelatihan rencananya akan diadakan 16 Oktober – 28 Oktober 2023. Bagi warga Bontang yang berminat bisa menghubungi Sidrah (085773563552), Henni (081250514421), atau Jai (085246946988)

Ditambahkan Dedy, bersamaan dengan pelatihan tersebut, pihaknya juga mengadakan pelatihan dan uji kompetensi untuk sertifikasi operator alat berat excavator. Diikuti sebanyak 35 calon peserta dan 15 calon peserta driver dump truck.

Kegiatannya nanti 2 hari pembekalan materi dan 9 hari praktik lapangan, serta hari terakhir adalah ujian.

“Untuk anggaran alat barat kami terbantu dari Pokir Bapak Agus Haris, Wakil Ketua DPRD Bontang dan anggaran untuk pelaksana bangunan konstruksi gedung dari BJKW 5 Banjarmasin,” pungkasnya.

Penulis/Editor: Yusva Alam

Kendarai Motor Ugal-ugalan, Sepasang Suami Istri Kedapatan Bawa Sabu

0
Kendarai Motor Ugal-ugalan, Sepasang Suami Istri Kedapatan Bawa Sabu
Tersangka YW (34) (kanan bawah) dan R (44) (Kiri bawah) warga Marang Kayu, Kecamatan Kutai Kartanegara saat ditangkap Unit Reskrim Marangkayu. (ist)

BONTANG – Unit Reskrim Marangkayu berhasil meringkus dua tersangka pengedar narkotika jenis sabu. Dua tersangka itu merupakan sepasang suami istri, kedapatan membawa sabu seberat 0,75 gram, di Desa Sebuntal, Kecamatan Marang Kayu, Rabu (11/9/2023).

Tersangka berinisial YW (34) dan R (44) didapat saat melintas di pemukiman warga dari Desa Sebuntal menuju Jalan Poros Bontang Samarinda. Keduanya mengendarai sepeda motor secara ugal-ugalan dengan gerak-gerik  yang mencurigakan, di KM 7, RT. 20, Desa Sebuntal, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara.

“Melihat ada gerak gerik mencurigakan dari keduanya, lantas anggota Reskrim Polsek Marangkayu berusaha menghentikan keduanya,” ujar Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prasetya melalui Kapolsek Marangkayu, Iptu Fahrudi.

Tersangka R (44) mengakui bahwa dirinya bersama suami dari membeli sabu disuruh oleh seseorang berinisial Y. Sabu itu dibeli dari seorang di Kampung Citra, Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak.

“Saat digrebek sabu langsung dijatuhkan di pinggir jalan, di atas semak-semak tidak jauh dari tersangka. Ditemukan juga dua poket beserta 12 plastik klip yang dijatuhkan di pinggir jalan,” tambahnya.

Barang Bukti yang disita itu adalah dua poket narkotika jenis sabu dengan berat 0,75 gram, uang sisa upah pembelian sabu sebesar Rp 45 ribu, 12 buah plastik klip, serta handphonemerek Samsung bewarna biru.

Tersangka dijerat pasal 114 ayat (1) atau pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Ancaman maksimal 20 tahun penjara,” pungkasnya.

Penulis: Dwi S

Editor: Yusva Alam

Tari Jepen Massal Sukses Semarakkan Upacara HUT ke-24 Kota Bontang

0
Tari Jepen Massal Sukses Semarakkan Upacara HUT ke-24 Kota Bontang
Dua ribu penari Jepen di HUT ke-24 Bontang. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Sebanyak 2 ribu penari sukses menampilkan Tarian Jepen khas Bontang di Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Bontang ke-24 di Stadion Bessai Berinta, Lang-lang, Kamis (12/10/23) pagi.

Para penari yang berasal dari pelajar SMP, SMA, dan SMK se-Bontang tersebut tampak memenuhi lapangan. Semuanya mengenakan kaos hitam dengan kain jarik, plus menggunakan udeng khas Kota Bontang.

Para penari mulai beraksi pasca upacara berakhir. Menampilkan defile dari masing-masing OPD di Kota Bontang.

Antusias warga terlihat sangat tinggi dengan membludaknya penonton di setiap sisi Stadion Bessai Berinta. Termasuk para orang tua murid.

Tidak hanya itu, para pejabat juga turut memeriahkan Tarian Jepen tersebut dengan ikut turun ke lapangan bergabung dengan para penari lainnya.

Sebelumnya, penyesuaian di lapangan dinilai cukup singkat, yakni 2 hari saja, namun para murid dapat menampilkan tarian dengan maksimal. Penari juga lebih banyak dari tahun lalu, dari seribu menjadi dua ribu penari. Tentu ini merupalan antusias anak muda kota Bontang untuk berkontribusi dalam HUT Kota Bontang.

Penulis: Syakura

Editor: Yusva Alam

Bocah Selambai Digigit Buaya, 12 Jahitan di Punggung dan 1 di Hidung

0
Bocah Selambai Digigit Buaya, 12 Jahitan di Punggung dan 1 di Hidung
Bhabinkamtibmas Loktuan, Aipda Bambang Sumantri (berdiri) bersama keluarga korban saat menemani korban di rumah sakit. (ist)

BONTANG – Keganasan buaya di perairan sekitar Bontang kembali memakan korban. Kali ini seorang bocah berusia sekira 10 tahunan harus menjadi korban gigitan buaya, Rabu (11/9/2023) sore tadi.

Penerkaman buaya itu tepatnya terjadi di RT 05, Selambai, Kelurahan Loktuan Rabu sore sekitar pukul 16.30 wita.

Bhabinkamtibmas Loktuan, Aipda Bambang Soemantri menjelaskan kronologis kejadian. Sore itu korban berinisial F berenang bersama temannya di perairan di kolong rumahnya. Tiba-tiba saat berenang itu ada buaya yang panjangnya sekira 3 meter menerkam korban dari belakang.

“Korban tidak mengetahui kemunculan buaya tersebut. Saat itu mereka sedang berenang dan main-main dengan gabus box ikan,” ujarnya.

Mengetahui keponakannya digigit buaya, sang paman segera memberikan bantuan dengan cara berteriak-teriak dan memukul-mukul tiang rumah dengan kayu. Cara itu digunakan untuk membuat keramaian agar buaya segera melepas gigitannya dan pergi dari situ.

“Cara itu berhasil. Buaya melepas gigitannya dan pergi,” imbuhnya.

Korban segera dilarikan ke RS PKT. Korban mendapat 12 jahitan di punggung sebelah kanan, satu jahitan di hidung, dan luka di pelipis kiri.

“Kondisi korban sudah membaik hanya mengalami shock saja dengan kejadian itu. Sekarang F sudah dipulangkan untuk rawat jalan,” pungkasnya.

Penulis/Editor: Yusva Alam