Beranda blog Halaman 659

Disdikbud Keluhkan Kewenangan SMA/SMK di Provinsi, Sutarmin: Perkuat Kajian Sebagai Dasar Tuntutan

0
Disdikbud Keluhkan Kewenangan SMA/SMK di Provinsi, Sutarmin: Perkuat Kajian Sebagai Dasar Tuntutan
Kadisdikbud Bambang Cipto Mulyono (tengah) saat raker terkait BCC 2023 bersama DPRD Bontang. (Yusva Alam)

BONTANG – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Bontang, Bambang Cipto Mulyono mengeluhkan kondisi SMA/SMK yang kewenangannya masih berada di Provinsi Kaltim. Lantaran kondisi tersebut pihaknya tidak bisa turut campur di SMK/SMK.

Hal itu terungkap saat Rapat Kerja (Raker) Komisi I dan II DPRD Bontang terkait event Bontang City Carnival (BCC) 2023. Mengundang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Bontang, beberapa waktu lalu di Ruang Rapat Lantai II DPRD Bontang.

Bambang mengeluhkan kondisi ini, lantaran menyebabkan pihaknya tidak bisa memberikan bantuan atau memanfaatkan SMA/SMK untuk turut dalam memajukan Bontang. Selain itu, pihaknya juga tidak bisa mengukur tingkat pendidikan warga Bontang, karena untuk mengukur berapa persen yang lulus atau diterima di kampus, dan sebagainya harus sampai tingkat pendidikan SMA/SMK.

“Saya sudah keluhkan hal ini ke Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian dan juga Dirjend Pendidikan RI. Kami takut menyalahi kewenangan apabila melanggar aturan tersebut,” bebernya.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Bontang, Sutarmin menjelaskan, bahwa Komisi II DPRD Bontang bersama DPRD Kukar pernah diundang oleh Komisi II DPR RI untuk membahas masalah ini salahsatunya.

Dikatakannya, untuk dapat mengembalikan kewenangan SMA/SMK ke daerah, maka harus memperkuat kajian. Sehingga memiliki dasar yang kuat untuk meminta kembalinya kewenangan SMA/SMK ke daerah.

“Tuntutannya harus berdasar yang kuat. Mungkin OPD terkait bisa berkoordinasi dengan Ketua DPRD untuk bekerjasama menyampaikan tuntutan dan alasan meminta kembalinya wewenang SMA/SMK ke daerah,” beber Sutarmin. (al/adv)

Legislatif Sebut Ada Potensi Pariwisata Digabung Kebudayaan Jadi Dinas Tersendiri

0
Legislatif Sebut Ada Potensi Pariwisata Digabung Kebudayaan Jadi Dinas Tersendiri
Anggota Komisi II DPRD Bontang, Nursalam (tengah) saat memimpin raker terkait BCC 2023. (Yusva Alam)

BONTANG – Anggota Komisi II DPRD Bontang, Nursalam mempertanyakan kepada Pemkot Bontang, mengapa tidak menjadikan pariwisata sebagai dinas tersendiri. Karena menurutnya, apabila pemkot ingin fokus meningkatkan pariwisata, maka harus ada dinas sendiri yang mengurusi masalah tersebut.

Hal itu diungkapkan Nursalam usai Rapat Kerja Komisi I dan II DPRD Bontang terkait event Bontang City Carnival (BCC) 2023. Mengundang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Bontang, beberapa waktu lalu di Ruang Rapat Lantai II DPRD Bontang.

Diungkapkannya, dirinya dulu pernah mendengar bahwa pemkot akan menjadikan pariwisata prioritas sendiri. Namun sampai saat ini keinginan tersebut belum juga terwujud. Karenanya ia menyayangkan kondisi tersebut.

Menurutnya, berdasarkan hasil kajian Lembaga Administrasi Negara (LAN), bahwa ada potensi pemkot untuk bisa menggabungkan pariwisata dengan kebudayaan, agar menjadi dinas tersendiri menjadi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar), bahkan bisa ditambah Ekonomi Kreatif yang masih sehubungan.

“Padahal LAN sudah menawarkan ke Bontang. Saya tidak tahu apakah wali kota mau atau tidak dengan tawaran itu, tapi kenyataannya hal itu tidak terjadi,” bebernya.

Dijelaskannya, seandainya pemkot punya dinas sendiri untuk pariwisata dan kebudayaan, maka anggaran dan penyelenggaraan Bontang City Carnival (BCC) tidak perlu lagi di bawah Disdikbud. Disdikbud bisa fokus mengurusi pendidikan saja.

“Kenapa saat ini penyelenggaraan BCC ada di Disdikbud, karena hanya di Disdikbud yang ada bidang kebudayaan. Di Dispopar yang membidangi pariwisata pun secara UU tidak bisa,” pungkasnya. (al/adv)

Hindari Penumpukkan Antrian, RSUD Gunakan E-tiket Obat

0
Hindari Penumpukkan Antrian, RSUD Gunakan E-tiket Obat
Seorang pasien di RSUD Taman Husada saat menggunakan e-tiket obat. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – RSUD Taman Husada Bontang terus berinovasi dengan meningkatkan teknologi pelayanan pasien dan pengunjung. Salah satu inovasi itu adalah pengambilan tiket obat tanpa memberikan resep ke apotek, hanya melalui data.

dr. Siti Aisyatur Ridha dari Tim Humas RSUD Taman Husada menjelaskan, setelah melakukan pemeriksaan di poliklinik, pasien tidak perlu membawa kertas berisi resep dokter. Pasien hanya perlu mengambil e-tiket yang diprint dengan memasukkan kode yang telah diberikan.

Setelah pasien berobat, dokter akan menginput obat apa saja yang diberikan dan data tersebut langsung masuk ke komputer apotek.

“Jadi ada monitor di samping tempat pengambilan obat, nah di situ nanti pasien mengisi nomor yang diberikan, dan tinggal menunggu,” jelasnya.

Pasien yang menunggu obat juga tidak harus menunggu di lobi rumah sakit, karena dalam data pasien akan diminta nomor handphone yang aktif untuk diberikan informasi kepada mereka jika obat sudah siap.

“Karena tidak semua orang bisa nunggu, siapa tau ada kesibukan, nanti kami akan Whatsapp kalau obat mereka sudah bisa di ambil,” ujarnya.

Hal ini juga dimaksudkan agar antrian pasien berobat dan antrian pengambilan obat tidak menumpuk. Apabila nomor pasien tercecer atau lupa, pasien bisa memasukkan NIK atau nomor BPJS bila menggunakannya.

Selain itu, dalam monitor tersebut, pasien akan memberi penilaian terhadap dokter yang mereka datangi. Jika mendapatkan nilai di bawah 4 bintang, di hari yang sama pihak rumah sakit akan menyelesaikan permasalahan tersebut, tergantung dari yang pasien keluhkan.

“Kami tidak ingin berlarut-larut, sebelum banyak pasien yang komplain kami tegur langsung,” tambahnya. (adv/Sya)

Masih Skala Lokal, Pemkot Diminta Promosikan BCC di Media Nasional dan Internasional

0
Masih Skala Lokal, Pemkot Diminta Promosikan BCC di Media Nasional dan Internasional
Raker Komisi I dan II DPRD Bontang terkait event BCC 2023. (Yusva Alam)

BONTANG – Anggota DPRD Bontang meminta Pemkot Bontang untuk terus meningkatkan kualitas event Bontang City Carnival (BCC). Tidak hanya skala lokal namun mampu meningkat jadi skala nasional bahkan internasional.

Hal itu terungkap saat Rapat Kerja Komisi I dan II DPRD Bontang terkait event BCC 2023. Mengundang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Bontang, beberapa waktu lalu di Ruang Rapat Lantai II DPRD Bontang.

Dijelaskan Pimpinan Rapat, Nursalam, bahwa pihaknya akan selalu mensupport apapun kebijakan pemerintah daerah, asalkan memberikan efek positif bagi masyarakat. Termasuk salahsatunya menggelorakan budaya-budaya lokal dan pariwisata yang ada.

Menurutnya, saat ini BCC sifatnya masih skala lokal, belum nasional bahkan internasional. Belum bisa menjadi perhatian wisatawan mancanegara (wisman) untuk datang melihat.

“Di Jember itu saya lihat sampai bule-bule datang menonton. Kalau kita hanya bikin BCC ini sebagai rutinitas akan sulit menarik minat wisman,” ujar Anggota Komisi II DPRD Bontang ini.

Bakhitiar Wakkang mengungkapkan hal yang sama. Agar BCC dapat berubah skalanya menjadi event internasional, menurutnya dibutuhkan publikasi di media-media nasional, bahkan media internasional.

Untuk dapat meningkatkan kualitas BCC tersebut, menurutnya lagi dibutuhkan juga kajian induk agar memiliki legal standing. Dengan begitu dapat memberi dampak multiplier effect.

“Jangan hanya berharap pada APBD, tapi juga berusaha untuk bisa dapat APBN. Agar BCC ini dapat terus berkembang,” ungkap Politisi Partai Nasdem itu.

Kadisdikbud Bontang, Bambang Cipto Mulyono menanggapi permintaan tersebut. Diakuinya, branding BCC saat ini belum setingkat nasional. Sehingga BCC belum banyak dikenal masyarakat luar.

Karenanya pihaknya berencana untuk menggandeng Diskominfo Bontang agar dapat membranding BCC hingga level nasional bahkan internasional. Perlu juga untuk mempromosikan BCC di media-media skala nasional dan internasional.

“Semoga ke depan kami dapat terus meningkatkan BCC,” imbuhnya singkat. (al/adv)

LNGTV Juara 1 Lomba Video Pendek PUPRK, Berikut Daftar Pemenangnya!

0
LNGTV Juara 1 Lomba Video Pendek PUPRK, Berikut Daftar Pemenangnya!
Perwakilan LNGTV menerima hadiah dari Wali Kota Bontang. (Ist)

BONTANG – Puncak acara lomba video pendek garapan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang berlangsung, Jumat (20/10/2023) lalu. Pada puncak acara yang berlangsung di kegiatan Welcome Party Event Bontang Animal Fest, dibacakan para pemenang lomba video pendek.

Berikut daftar pemenang lomba video pendek Dinas PUPRK:

JUARA

  1. LNGTV
  2. Asli Bontang
  3. D’BOND

JUARA HARAPAN

  1. Penden
  2. V Project
  3. Fantastic Four

JUARA FAVORIT: Visit Bontang

JUARA PESONA: Gading

“Alhamdulillah kegiatan berjalan sangat baik. Barometer salah satunya ditandai dengan banyaknya peserta yang ikut mendaftar,” ujar Kepala Dinas PUPRK Bontang, Usman, melalui Sekretaris, Iskandar.

LNGTV Juara 1 Lomba Video Pendek PUPRK, Berikut Daftar Pemenangnya!
Para pemenang lomba berfoto bersama. (ist)

Ditambahkannya, video terbaik (juara 1) akan dipublikasikan ke media sosial, termasuk di web yang dikelola oleh Dinas PUPRK.

“Salah satu tujuannya adalah karena PUPRK mendukung upaya untuk peningkatan kemajuan sektor pariwisata Kota Bontang,” ungkapnya.

Diketahui, sebanyak 7 nominator berhasil lolos ke babak akhir, untuk dipilih karya yang akan menjadi pemenangnya.

Selama lomba berlangsung terdapat 25 tim yang mengikuti lomba yang dimulai sejak tanggal 30 September 2023 tersebut. Dari 25 tim tersebut yang telah menyerahkan karya video untuk dinilai tim juri sebanyak 16 karya video.

“Usai penilaian dari tim juri, ke-25 tim tersebut mengerucut menjadi 7 tim yang berhasil masuk nominasi,” jelasnya.

Penulis/Editor: Yusva Alam

RSUD Bontang Punya Klinik IPWL untuk Rehab Pecandu Narkotika

0
RSUD Bontang Punya Klinik IPWL untuk Rehab Pecandu Narkotika
dr Siti Chodijah, dokter penanggung jawab klinik IPWL RSUD Taman Husada Bontang. (Yahya Yabo)

BONTANG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Kota Bontang memiliki Klinik Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) yang telah ditunjuk oleh pemerintah, untuk menangani pasien rehabilitasi pecandu narkotika dengan tingkat ringan, sedang, dan berat.

Dokter Penanggung Jawab Klinik IPWL, dr Siti Chodijah menjelaskan, klinik IPWL RSUD Bontang ada untuk memberikan bantuan rehabilitasi bagi pecandu narkotika, yang telah ditunjuk langsung oleh Kementerian Kesehatan RI kepada RSUD Bontang.

Dr Siti Chodijah mengatakan, IPWL RSUD diperuntukkan bagi masyarakat atau keluarga yang ingin merehabilitasi anggota keluarga yang telah mengalami kecanduan narkotika.

“Ada dua di Kota Bontang, salah satunya RSUD Bontang. Untuk rehabilitasinya terbuka untuk umum. Siapa saja bisa bagi anggota keluarga yang merasa memiliki kerabat yang kecanduan narkoba,” kata dr Siti Chodijah.

Lebih lanjut Ia menambahkan, pasien terlebih dahulu akan dilakukan asessmen apakah memiliki tingkat kecanduan ringan, sedang, atau berat.

“Akan kita asessmen ketergantungannya. Sejauh mana dia (pasien) memiliki ketergantungan. Kalau ringan dan sedang bisa kami rehab. Kalau berat akan kami rujuk ke BNNK Bontang atau ke tempat rehabilitasi tanah merah. Itu semua dimulai dari skrining kesehatan,” lanjutnya.

Selain merehabilitasi pecandu narkoba dengan asesmen, klinik IPWL RSUD Taman Husada Kota Bontang juga melakukan konsultasi kesehatan terkait pecandu narkoba dengan dilakukan oleh dokter psikiater.

“Kita di sini ada dokter psikiatri. Kalau memang nanti diperlukan terapi obat-obatan atau hanya wawancara motivasi, semua kita lakukan di sini,” katanya.

Chodijah menyebutkan IPWL RSUD sendiri telah beroperasi sejak tahun 2018. Namun baru aktif kembali pada 2022 semenjak pandemi Covid-19 terjadi. Untuk penanganan kasus sepanjang pada tahun 2022, ada sebanyak 5 pasien yang ditangani. Sedangkan untuk tahun 2023 berjalan ini ada 2 pasien yang ditangani.

“Pasiennya sih tidak mengantre dengan kategori ringan dan sedang. Untuk rehabnya dilakukan rawat jalan dengan memberikan kartu rawat jalan yang akan terus dievaluasi. Rehabnya bisa dilakukan sampai 2 hingga 3 bulan dengan 8 kali pertemuan,” jelasnya. (yah/adv)

Momen-momen Menarik nan Unik BCC 2023

0
Momen-momen Menarik nan Unik BCC 2023
Gapura Selamat Datang Bontang. (Yusva Alam)

BONTANG – Event Bontang City Carnival (BCC) 2023 sudah berlangsung, Sabtu (21/9/2023) kemarin di Simpang 3 Ramayana. Event yang terselenggara ketiga kalinya ini berlangsung sukses dan meriah. Mampu menyedot perhatian warga Bontang untuk datang menyaksikan carnaval dan pawai budaya tersebut.

Banyak momen menarik nan unik yang tersaji dalam perhelatan rangkaian HUT Kota Bontang ini. Redaksi Radarbontang.com berupaya mengabadikan momen-momen menarik yang ada. Tak hanya dari penampilan para peserta, namun juga para panitia dan pengisi acara, serta penonton.

Berikut hasil jepretan redaksi:

Momen-momen Menarik nan Unik BCC 2023
Costplay uang kertas. (Yusva Alam)
Penonton menyaksikan dari atas pagar demi melihat penampilan peserta. (Yusva Alam)
MC dan pengisi acara. (Yusva Alam)
Kostum dari bahan daur ulang. (Yusva Alam)
Costplay zombie. (Yusva Alam)
Panas terik tak menyurutkan warga Bontang menyaksikan BCC 2023. (Yusva Alam)
Kostum Suku Dayak. (Yusva Alam)
Kameramen tetap menjalankan tugas meski panas terik. (Yusva Alam)
Event BCC membawa berkah bagi pedagang asongan. (Yusva Alam)
Mempromosikan gerakan budidaya ikan lele. (Yusva Alam)
Para juara kategori tamu undangan. (Yusva Alam)
Costplay anime. (Yusva Alam)
Satpol PP mengamankan rute yang dilewati peserta. (Yusva Alam)

Penulis/Editor: Yusva Alam

Fotografer: Yusva Alam

Butuh Islam Kaffah Atasi Masalah Pergaulan Bebas Remaja

0
Butuh Islam Kaffah Atasi Masalah Pergaulan Bebas Remaja
Dinnar Fitriani Susanti. (ist)

Oleh:

Dinnar Fitriani Susanti

(Aktivis Muslimah Balikpapan)

Kasus aborsi yang terungkap di Tanjung Laut turut mendapat atensi dari legislator. Kasus ini dinilai karena pergaulan bebas di lingkungan remaja hingga menyebabkan korban jiwa.

Bukan hanya aborsi, peredaran narkoba maupun minuman keras juga perlu diawasi bersama-sama. Selama ini penegakan hukum menjadi ujung tombak, seharusnya pendekatan persuasif dikedepankan.

Namun, revolusi mental dan pembentukan karakter membutuhkan dukungan setiap pihak. Maka dari itu, keluarga, tetangga hingga kelompok sosial harus bersama bergandengan tangan demi menciptakan lingkungan sosial yang sehat, ujar Rustam dari Fraksi Golkar. (Klikkaltim)

Krisis Pergaulan Bebas Remaja, Akibat Sekuleris

Mengkhawatirkan dan miris adalah kata yang paling tepat jika melihat fenomena pergaulan remaja saat ini. Wajar jika hal ini mendapat atensi yang serius di semua kalangan.

Angka aborsi terus meningkat, juga peredaran narkoba dan minuman keras ini tidak lagi bisa dilihat sebagai hal yang sudah zaman nya. Namun harus dilihat bahwa satu saja perbuatan ini jika dilakukan adalah sebuah kemaksiatan. Setiap kemaksiatan akan memberikan dampak bahaya juga kerusakan, dan ini tidak hanya untuk si pelaku namun juga untuk semua masyarakat yang ada di sekitarnya.

Sumber persoalan yang semakin marak dan meningkat ini adalah karena mengadopsi sistem sekuleris yang menumbuh suburkan budaya liberal. Dalam adopsi sistem ini hormon pubertas nya di eksploitasi secara bebas tanpa batas melalui tayangan, gaya hidup dan saat ini pun kondisi yang ada menjadikan industri hiburan sebagai ajang kreativitas. Hal ini bukanlah kreativitas, justru hal ini mengarah pada kemaksiatan itu sendiri.

Di sisi yang lain pembelajaran tentang konsep agama sangat minimalis, wajar karena sekuleris membawa asas memisahkan agama dari kehidupan. Sehingga generasi disorientasi hidup. Narkoba yang sejatinya adalah produk haram, namun tak pernah tuntas di selesaikan, selama ada permintaan dan penawaran, maka hal ini pun tidak akan tuntas.

Selama sistem sekuleris liberal ini masih diadopsi, maka fenomena dan angka kemaksiatan ini akan terus bertambah. Karena solusi yang di berikan tidak pernah menyentuh asas mendasar pada sumber persoalan penyebabnya. Sehingga butuh sebuah sistem yang mampu menyelesaikan secara tuntas yang menyentuh asasnya.

Islam Solusi Atas Seluruh Pergaulan Bebas Remaja

Islam adalah agama yang sempurna dan menyeluruh. Setiap insan yang melaksanakan seluruh aturan Islam akan hidup mulia dan terhormat.

Islam memandang generasi adalah penerus peradaban dan pemimpin terbaik. Dengan sudut pandang inilah Islam akan menjaga generasi secara komprehensif dengan Syariat Islam.

Kamu (umat Islam adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik.(QS Al Imran ayat 110)

Dari ayat ini, Allah Subhana wa ta’ala mengabarkan kepada umat Islam, bahwa umat ini adalah terbaik, termasuk generasi. Sehingga untuk mendapatkan predikat umat terbaik, maka generasi membutuhkan syariat Islam.

Dan untuk melaksanakan proses penjagaan generasi inilah butuh seorang Khalifah yang menerapkan seluruh aturan Islam.

Khalifah akan menerapkan sistem Islam, mulai dari sistem politik, sistem ekonomi, sistem sosial, sistem sanksi, sistem pendidikan berlandaskan pada syariat Islam.

Hal ini harus diterapkan secara menyeluruh, karena menjaga generasi sebagai penerus butuh tanggung jawab dari semua pelaksana sistem.

Selain itu, setiap individu, masyarakat juga akan menjaga kondusifitas suasana ketakwaan. Dengan landasan takwa inilah maka generasi memiliki peran strategis untuk mewujudkan filosofi tujuan hidup nya.

Dari sini bisa dilihat bahwa satu – satunya solusi untuk menyelesaikan pergaulan bebas remaja adalah dengan sistem Islam. (*)

Aksi Bela Palestina: Konvoi, Galang Dana, hingga Tabligh Akbar

0
Aksi Bela Palestina: Konvoi, Galang Dana, hingga Tabligh Akbar
Konvoi kendaraan start di halaman parkir Masjid Al-Firdaus (kantor wali kota lama). (Dwi S)

BONTANG – Kepedulian terhadap warga Palestina yang menjadi korban kekejaman Israel ditunjukkan oleh seluruh dunia, tak terkecuali di Bontang. Aksi bela Palestina berlangsung, Minggu (22/10/2023) sore kemarin dengan beragam agenda kegiatan.

Asep Gumilar Widi Mulyadi, Ketua Pelaksana Aksi mengatakan, adanya kegiatan ini dilakukan untuk menggalang aksi solidaritas, dan memberi dukungan terhadap warga Palestina yang tertindas.

“Aksi ini kami lakukan untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina. Menunjukkan kepedulian kaum muslimin yang berada di Indonesia,” ucapnya.

Beragam kegiatan yang diadakan selama aksi di antaranya; konvoi kendaraan keliling Bontang oleh beberapa komunitas, lalu ada tabligh akbar yang berlangsung di Masjid Raya Al-Hijrah, Tanjung Laut, serta menggalang donasi.

Dijelaskannya, kegiatan konvoi ini dibuka untuk umum, siapa saja boleh mengikuti konvoi kendaraan maupun tabligh akbar. Dalam kegiatan ini, ada beberapa organisasi, komunitas, pelajar, bahkan mahasiswa Kota Bontang.

“Semua orang boleh ikut, boleh turut serta dalam konvoi kendaraan dan tabligh akbar ini, karena kegiatan ini untuk umum,” paparnya.

Beberapa organisasi atau komunitas yang ikut konvoi antara lain, Organisasi Bontang Berbagi (OBB), RUAS, Cipur Projec, Salimah Bontang, ODOJ Bontang, Pesantren Subulana, Himpib, Baitul Mal Hidayatullah, Bontang Owner Scooter Club/ Vespa Bontang) BOSC, GM FKPPI, Bapasak, Kawan Bontang, LBN, BEM STTI Bontang, HPRM, Kurma Al Amin, IPMAN, KKABAB, Remz Loktuan, KKP Bone, dan Teras Cinta Yatim Bontang (TCYB).

“Di konvoi ini, target kami yang ikut turut serta seribu peserta. Konvoi kendaraan start bada ashar sekira pukul 16.00 wita. Finish di Masjid Al-Hijrah pukul 18.00 wita, atau menjelang adzan magrib,” ungkapnya.

Untuk rute konvoi kendaraan, titik kumpul bertempat di halaman parkir Masjid Al-Firdaus Pemkot (Pemerintah Kota) lama, Jalan Awang Long, Bontang Baru, menuju Jalan Bhayangkara, Loktuan, putar arah hingga didekat Pelabuhan Loktuan, kembali ke Jalan Bhayangkara, Jalan Wr. Soeprapto, Jalan Ahmad Yani, Gunung Sari, Tanjung Laut, Berbas, dan finish di Masjid Al-Hijrah.

“Setelah konvoi, baru kami mengadakan tausiyah atau tabligh akbar yang diisi oleh Ustad Asha Nurahmad, beliau mubalig dari Samarinda. Ada pun doa bersama dan galang dana di area Masjid Al-Hijrah,” bebernya.

Asep juga menambahkan, dengan adanya kegiatan ini berharap semoga masyarakat Kota Bontang memiliki kesadaran, kepedulian terhadap warga Palestina. Bisa saling mendoakan, dan juga memberikan bantuan dananya untuk meringankan saudara-saudara yang berada di Palestina.

“Untuk nomor rekening kami pun sudah mencantumkan, jadi bagi anda yang ingin mentransfer atau mau memberikan cash langsung bisa menghubungi panitia,” tutupnya.

Penulis        : Dwi S

Editor          : Yusva Alam

BKPSDM Kolaborasi BCC Bersama Paguyuban Bojonegoro, Angkat Core Velue ASN BerAKHLAK Pada Nilai-nilai Budaya Bojonegoro

0

BONTANG – Pawai budaya kolaborasi BKPSDM Kota Bontang dan Paguyuban Bojonegoro Kota Bontang turut memeriahkan Bontang City Carnaval (BCC) Tahun 2023 sebagai rangkaian memperingati Hari Ulang tahun ke 24 Kota Bontang.

Dalam pawai budaya kolaborasi ini, seluruh performance yang ditampilkan Paguyuban Bojonegoro menggambarkan nilai-nilai ASN Berakhlak sebagai pondasi dalam membangun budaya kerja ASN yang profesional di lingkungan Pemerintah Kota Bontang.

TARI TENGUL
Merupakan tari penyambutan atau tari selamat datang di daerah Bojonegoro, dimana tari ini dikolaborasi dari seni wayang TENGUL yg merupakan bagian dari wayang tiga dimensi di pulau Jawa. SENI TARI ini menggambarkan salah satu nilai ASN berakhlak, yakni: ASN yang Berorientasi pelayanan. Yang dengan senyum, salam, sapa dan sopan santun senantiasa menyambut masyarakat dalam setiap layanan yang diberikan.

KAYANGAN API
Adalah sumber api alam abadi yg terletak di desa Sendangharjo kecamatan Ngasem kabupaten Bojonegoro. Kayangan api diperkirakan telah berpijar sejak jaman kerajaan Majapahit, dalam hal ini kesetiaan, keteguhan nyala api kayangan ini merupakan personifikasi dari salah satu nilai ASN berakhlak, yakni: ASN yang loyal dan akuntabel. Yang komitmen dan kesetiaannya terus menyala tidak lekang digerus jaman dan perubahan

NAGA BERGOLA
Adalah Naga jelmaan dewa yg merupakan sahabat dari Prabu Angling Darmo. Suatu ketika Naga Bergola memberikan ilmu wasiat Ajian Senyawa. Dengan ilmu tersebut Prabu Angling Darmo bisa memiliki kemampuan mengetahui bahasa semua binatang dan menambah kearifan sebagai seorang Raja dlm memimpin rakyatnya. Kisah Naga Bergola dan Prabu Angling Darmo ini menggambarkan nilai ASN yang kompeten, yang memiliki keinginan secara terus menerus untuk mengembangkan kemampuan dan kualitas dirinya.

SENI OKLIK
Adalah kesenian khas Bojonegoro, alat musik dari bambu ini tercipta berdasarkan latar belakang fenomena sejarah di masa lalu. Pada perkembangannya OKLIK bisa dikolaborasi dengan alat – alat musik yg lain seperti drum, keyboard maupun alat musik gamelan berbahan logam, yang  menambah indahnya nada dan irama yg dihasilkannya. Seni OKLIK ini mencitrakan nilai ASN yang Harmonis, kolaboratif, dan adaptif yang memiliki kecakapan untuk terus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.

Sebagai apresiasi atas keberhasilan Kota Bontang dalam membangun budaya kerja profesional melalui nilai-nilai ASN Berakhlak tersebut, pada Tahun 2023 ini Pemkot Bontang berhasil meraih 6 penghargaan tingkat nasional dan 5 penghargaan tingkat regional dalam manajemen ASN sebagai berikut:

Dengan semangat HUT Ke-24 Kota Bontang: Mari bersama Kita wujudkan internalisasi nilai-nilai ASN Berakhlak dengan layanan pegawai yang tanpa biaya, berbasis digital, profesional dan terus bergerak menuju Bontang yang Lebih Hebat. (ADV)