Beranda blog Halaman 659

Presensi ASN Melalui Aplikasi BONPRI Bernilai Riset Akademik, Mahasiswa: Presensi Ini Menarik untuk Diteliti

0
Presensi ASN Melalui Aplikasi BONPRI Bernilai Riset Akademik, Mahasiswa: Presensi Ini Menarik untuk Diteliti
Salah satu mahasiswa yang melakukan riset akdemik terhadap aplikasi BONPRI. (ist)

BONTANG – Pada Tahun 2025 ini, Aplikasi Presensi Bontang Prima (BONPRI) memasuki usianya yang ke-4 tahun. Di usianya yang masih terbilang belia ini, BONPRI ternyata menjelma sebagai “gula bagi semut.”

Keberadaannya dipandang menarik untuk dikaji lebih jauh, terutama dalam konteks relevansi aplikasi ini dengan pembinaan disiplin pegawai. Hal ini terbukti dari sejumlah civitas akademika yang bertandang ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bontang.

Salah satunya adalah Alya Nasywa Annida, seorang Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial Politik Universitas Mulawarman yang baru-baru ini melakukan Riset berjudul “Implementasi Kebijakan Presensi Elektronik Menggunakan Aplikasi Bontang Prima dalam meningkatkan Disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Bontang”.

Mahasiswi Prodi Administrasi Publik ini tertarik mengkaji implementasi penggunaan BONPRI, dikarenakan alasan yang sangat menarik. Menurut Alya, panggilan akrabnya, penerapan presensi secara online mulai menjamur di beberapa daerah dengan berbagai dinamikanya.
“Bontang sebagai tempat Saya berdomisili ternyata ASN-nya malah sudah lebih dulu menggunakan presensi online melalui BONPRI ini” ucap Alya antusias.

Menurutnya, BONPRI sebagai presensi online memenuhi standar keilmuan untuk diteliti, tentu dengan mengkolaborasi antara aspek empiris (penerapan) dengan aspek epistemologis (keilmuan) yang selama ini Ia pelajari di bangku perkuliahan.

Gadis yang tinggal di Jalan Tenis Kelurahan Api-api ini, juga bertekad menguliti lebih jauh aspek-aspek teknis penggunaan BONPRI di kalangan ASN Pemerintah Kota Bontang.

Bukan hanya Alya, pada tahun 2022 saat BONPRI masih di tahap awal penggunaan, seorang mahasiswi jenjang Strata 2 juga pernah melakukan penelitian sejenis. Bedanya, Mahasiswi S-2 bernama Sulih Wijiani ini melakukan riset dengan tujuan melihat kemampuan adaptasi BONPRI sebagai sebuah inovasi presensi pegawai dalam konteks pembinaan disiplin pegawai.

Adaptasi ini penting diteliti dalam rangka mengukur kemampuan BONPRI menyesuaikan dengan kebutuhan presensi pegawai di Lingkungan Pemerintah Kota Bontang. Dalam risetnya saat itu, Sulih membandingkan keunggulan dan keuntungan penggunaan BONPRI dibandingkan dengan model presensi sebelumnya (fingerprint).

Ditemui di ruang kerjanya, Kepala BKPSDM Kota Bontang, Sudi Priyanto memberikan apresiasi sekaligus mengaku sangat terbuka terhadap berbagai penelitian yang digelar Civitas Akademika, terhadap Implementasi BONPRI. Menurut Sudi, riset-riset ini menunjukkan bahwa BONPRI memiliki pesona untuk dikaji lebih mendalam. “BONPRI adalah sebuah inovasi. Sebagai inovasi tentu banyak hal-hal baru di dalamnya, baik BONPRI sebagai aplikasi maupun BONPRI dalam konteks penerapannya” ujar Sudi sembari mengurai hal-hal baru dalam Implementasi BONPRI, di antaranya: Pertama, pemakaian BONPRI bersifat privasi karena menggunakan perangkat gadget masing-masing. Melalui privasi ini, banyak profit yang bisa didapat pemakai BONPRI.

Kedua, BONPRI berbasis geospasial sehingga pengawasan atasan terhadap keberadaan staf ASN dapat berjalan lebih optimal.

Ketiga, presensi memakai BONPRI bersifat realtime sehingga data yang tersaji sangat presisi sesuai waktu/tempat dilakukannya absen.

Keempat, dari sisi pelaporan, data bisa ditarik kapan saja tanpa menunggu proses rekapitulasi secara manual.

Kelima, Pengajuan cuti dalam BONPRI relatif sangat mudah juga cepat dan tetap akurat sesuai ketentuan yang berlaku.

Keenam, melalui BONPRI proses absen dan pengajuan cuti seluruhnya berpijak pada teknologi digital sehingga minim pemakaian kertas, hal ini memiliki dampak ekonomi sekaligus dampak ekologis yang positif.

Ketujuh, BONPRI terintegrasi dengan aplikasi perhitungan tunjangan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), sehingga mempercepat juga mempermudah proses rekap bulanan  TPP Rekan-rekan ASN se-Kota Bontang. (adv/rls)

Editor: Yusva Alam  

Profil Alysia, Penghapal Quran 30 Juz Asal Bontang yang Bakal Tampil di Program Hafiz Indonesia

0
Profil Alysia, Penghapal Quran 30 Juz Asal Bontang yang Bakal Tampil di Program Hafiz Indonesia
Alysia Tatiana Paturisi peserta hafiz dari Bontang. (Ist)

BONTANG – Satu lagi anak Bontang yang berhasil mengharumkan nama daerah. Alysia Tatiana Paturisi namanya. Bocah berusia 10 tahun ini berhasil menjadi penghafal Al Quran 30 juz, dan akan ikut serta dalam program Hafiz Indonesia 2025 yang akan tayang di stasiun televisi RCTI.

Di program tivi nasional ini, Alysia akan tampil bersama 17 peserta lainnnya.

Berdasarkan dari video yang beredar di media sosial, prestasi terakhir yang berhasil ia torehkan adalah menjadi juara 1 Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) 30 juz tingkat Kota Bontang.

Alysia merupakan anak kedua dari Mutia. Dimana Mutia mengatakan, bahwa anaknya itu memiliki karakter pejuang.

“Dia menyatakan bahwa ingin menghafal Al- Quran, karena dia tidak ingin terpisah dari mama dan kakak,” ujarnya.

Ditambahkannya, dia menjadi panutan sang adik yang juga ingin menjadi penghafal. Adapun kakak dari Alysia saat ini sedang menempuh pendidikan di Yaman.

Adapun peserta lain yang turut ikut dalam acara Hafiz Indonesia:

1. Adeeva (6 tahun) – Balikpapan, hafal 3 Juz
2. Adzkia (10 tahun) – Gowa, hafal 9 Juz
3. Al-Fatih (6 tahun) – Balikpapan, hafal 3 Juz
4. Alif (8 tahun) – Medan, hafal 4 Juz
5. Alivah (7 tahun) – Teluk Kuantan, hafal 5 Juz
6. Aly (9,5 tahun) – Sidoarjo, hafal 30 Juz
7. Alysia (10 tahun) – Bontang, hafal 30 Juz
8. Azzam (10 tahun) – Depok, hafal 5 Juz
9. Dafandra (5 tahun) – Tangerang, hafal 3 Juz
10. Firoh (9 tahun) – Sidoarjo, hafal 19 Juz
11. Hamzah (6 tahun) – Mesir, hafal 3 Juz
12. Hanif (8 tahun) – Yogyakarta, hafal 4 Juz
13. Izzah (10 tahun) – Tidore Kepulauan, hafal 6 Juz
14. Kaisa (10 tahun) – Bogor, hafal 10 Juz
15. Mora (10 tahun) – Jombang, hafal 30 Juz
16. Musa (8 tahun) – Karawang, hafal 5 Juz
17. Nabhan (7 tahun) – Bandung, hafal 4 Juz
18. Naufal (10 tahun) – Australia, hafal 30 Juz

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Sambut Ramadan, 1500 peserta Meriahkan Pawai Obor Loktuan

0
Sambut Ramadan, 1500 peserta Meriahkan Pawai Obor Loktuan
Pawai obor Loktuan antusias diikuti 1500 peserta. (ist)

BONTANG – Diperkirakan sebanyak 1500 orang ikuti pawai obor di Kelurahan Loktuan. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Loktuan itu digelar, Kamis (28/02/2025) malam.

Kemeriahan pawai obor dalam rangka menyambut bulan suci ramadan 1446 hijrah itu, diikuti oleh remaja masjid, majlis taklim, panti asuhan dan sejumlah sekolah se-Kelurahan Loktuan.

Mengambil titik start di simpang tiga jalan NPK pelangi dan slamet riyadi menuju Masjid Terapung Loktuan, Lurah loktuan, Ketua LPM loktuan, babinkamtibmas dan babinsa bersama mitra kelurahan melepas peserta pawai obor.

 

Dalam sambutannya, Ketua LPM Loktuan Muhammad Kusnadi mengatakan, pihaknya berkomitmen memaksimalkan kegiatan pawai obor yang digelar setiap tahun jelang bulan ramadan.

“Kegiatan ini untuk menjadikan Loktuan sebagai kampung di ujung Utara Bontang, agar lebih meriah. Masyarakat merasakan kemeriahan ramadan dengan penuh suka cita dan bahagia,” ujar Kusnadi.

Kusnadi menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua peserta pawai obor yang sangat antusias mengikuti. Tak lupa menyampaikan ucapan terima kasih kepada perusahaan PT Pupuk kaltim, PT KPI, PT BME, PT KNI dan PT Elsa Jaya serta perorangan yang memberikan dukungan kegiatan pawai obor.

“Kami sampaikan terima kasih kepada semua peserta dan dukungan perusahaan atas kebersamaannya, kami minta maaf atas kekurangan yang terjadi selama kegiatan berlangsung,” ucapnya.

Lurah loktuan, Supriadi menyampaikan apresiasi kepada LPM Loktuan dan jajarannya, atas keberhasilannya menyiapkan kegiatan pawai obor ini setiap tahun.

“Ini pawai obor yang ketiga kalinya dilaksanakan. Kegiatan ini menjadi penyemangat kita dalam mengarungi bulan suci ramadan dengan ibadah yang optimal,” katanya.

Deden berharap, kegiatan ini bisa lebih semarak tahun berikutnya. Dukungan berbagai pihak tak luput dari apresiasi mantan lurah berbas pantai ini.

“Terima kasih kepada semua pihak yang membantu kegiatan ini, babinkamtibmas, babinsa dan FKPM Loktuan, forum bela negara dan perusahaan yang turut mensupport acara ini,” ungkapnya.

Meski sempat diguyur hujan gerimis, semangat peserta untuk ikut dalam kegiatan pawai obor 2025 ini tak surut. Antusias peserta dalam pawai obor 2025 ini terlihat dari berbagai ornamen cahaya yang disertakan dalam arak arakan.

Seperti halnya disampaikan oleh salah satu peserta dari Bank Bontang Hasan, ia menyambut baik kegiatan ini ia berharap bisa ikut selalu setiap tahun dalam kegiatan ini.

“Kami berkantor di Loktuan. Kami merasa bagian dari wilayah ini. Semoga kegiatan ini dapat dilaksanakan lagi tahun depan. Sukses terus LPM Loktuan,” kata Hasan.

Serupa, disampaikan oleh Haji Wirna salah seorang peserta dari Majlis Taklim Qalbi Khairina yang meminta agar tahun depan bisa lebih baik. Pelaksanaan tahun ini menurutnya antusias ribuan masyarakat ditambah dukungan masyarakat yang menonton menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat Loktuan.

“Bagi kami kegiatan ini juga merupakan syiar islam, agar masyarakat tau bahwa kegiatan ini menyambut ramadan dengan suka dan bahagia,” ucapnya.

Tampak hadir dalam giat tersebut, perwakilan pospol loktuan, babinkamtibmas dan babinsa loktuan, sekuriti KJS, KIE, beberapa Ketua RT di Loktuan, ketua fkpm dan jajarannya, ketua posyantek,ketua pokdarwis loktuan dan forum bela negara. (rls)

Editor: Yusva Alam

Peserta NFSC 2025 dari Malang Alami Cedera Saat Latihan, Amiluddin: Kemungkinan Harus Operasi!

0
Peserta NFSC 2025 dari Malang Alami Cedera Saat Latihan, Amiluddin: Kemungkinan Harus Operasi!
Kepala Disdamkartan Kota Bontang, Amiluddin. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang, Amiluddin menyampaikan, jika salah satu dari peserta yang mengikuti National Firefighter Skill Competition (NFSC) 2025, ada yang mengalami cedera saat melakukan latihan.

Diketahui untuk peserta yang mengalami cedera berasal dari kontingen Malang. Awalnya peserta melakukan latihan di pagi hari, akan tetapi saat latihan berlangsung, peserta ini langsung terjatuh secara tiba-tiba. Diperkirakan, peserta ini mengalami keletihan.

“Jadi peserta ini jatuhnya pas sedang latihan, bukan saat bertanding atau lomba,” ucapnya saat dikonfirmasi, Kamis (27/2/2025).

Mengenai insiden tersebut, pihak penyelenggara langsung mengambil tindakan untuk membawa peserta ke rumah sakit, agar dapat penanganan medis.

“Saat sudah melakukan rogtsen, ternyata ditemukan pendarahan di otak kecilnya,” ungkapnya.

Pihak penyelenggara pun memutuskan untuk peserta tetap melakukan masa perawatan, dan berusaha menghubungi keluarga peserta untuk memberikan kabar.

“Bu Sekda sudah langsung koordinasi dengan pihak rumah sakit untuk bisa menanganinya lebih lanjut,” paparnya.

Peserta yang mengalami cedera saat latihan telah dirawat inap di rumah sakit terhitung sejak 25 Februari 2025 lalu, dan Amiluddin menyatakan untuk nantinya peserta yang dirawat inap ada kemungkinan akan melakukan operasi.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Bontang Sukses Gelar HUT Damkar ke-106, Makassar Juara Umum di NFSC

0
Bontang Sukses Gelar HUT Damkar ke-106, Makassar Juara Umum di NFSC
Kepala Disdamkartan Kota Bontang, Amiluddin saat menyerahkan piala ke peserta. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Kota Bontang sukses menggelar Hari Ulang Tahun (HUT) Damkar ke-106 berskala nasional. Di ajang kali ini, Kota Makassar menjadi juara umum di National Firefighter Skill Competition (NFSC) 2025.

Pembagian medali dan piagam berlangsung Hotel Grand Mutiara, KM 3, Kelurahan Belimbing, Kecamatan Bontang Barat, Kota Bontang, Kamis (27/2/2025) malam.

Ketua Inspektur Juri NFSC, Agus Wijaya membacakan total poin secara keseluruhan, yang merupakan gabungan dari beberapa kategori perlombaan yang telah ditetapkan.

Penilaian pun telah diambil dari hasil babak penyisihan enam tim terbaik, dengan tiga kategori perlombaan meliputi Survival, Ladder Pitching, dan Hose Laying.

“Dengan raihan total poin 3.551, juara umum berhasil diraih oleh Kota Makassar,” ucapnya saat acara berlangsung, Sabtu(27/2/2025) malam.

Kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang, Amiluddin menyampaikan selamat bagi peserta atau kontingen yang telah berhasil mendapatkan juara di perlombaan HUT Damkar ke-106.

“Untuk yang mendapatkan juara, saya ucapkan selamat dan sukses. Semuanya yang datang di HUT Damkar ke-106, kalian sangat luar biasa,” ungkapnya.

Berikut adalah daftar juara di masing-masing perlombaan:

Kategori Survival:

Juara I : Kota Padang
Juara II : Kota Bandung
Juara III : Kota Palu
Juara Harapan I Kabupaten Banjar
Juara Harapan II : Kota Bekasi
Juara Harapan III : Kabupaten Kutai Kartanegara

Kategori Ladder Pitching:
Juara I : Kabupaten Sidenreng Rappang I
Juara II : Provinsi Kalimantan Selatan I
Juara III : Kota Bekasi I
Juara Harapan I : Kabupaten Kebumen
Juara Harapan II : Kota Yogyakarta
Juara Harapan III : Kota Bandung

Karegori Hose Laying:

Juara I : Kota Makassar
Juara II : Kota Bekasi I
Juara III : Kabupaten Magelang
Juara Harapan I : Kota Tanggerang Selatan
Juara Harapan II : Kabupaten Bogor
Juara Harapan III : Kota Bekasi II

“Juara umum dua diraih Kabupaten Sidrap dengan total poin 3.475 dan juara umum tiga diraih oleh Kota Padang dengan total poin 3.262,” ujarnya pada acara Gala Dinner NFSC 2025 di Hotel Grand Mutiara, Bontang.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Mengapa Pasien Penyakit Dalam Sulit Sembuh? Ini Penyebabnya

0
Ilustrasi klinik penyakit dalam. (ist)

BONTANG – Kejenuhan dalam pengobatan menjadi salahsatu penghambat pasien di klinik penyakit dalam RSUD Taman Husada Bontang sulit sembuh. Hal itu diungkapkan Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Taman Husada Bontang, dr Dendy Hendriansyah, Sp.PD .

Dijelaskannya, beberapa hambatan saat melakukan pengobatan yakni, pasien merasa jenuh atau bosan saat proses pengobatan berjalan, sehingga dapat mengakibatkan munculnya komplikasi dari penyakitnya.

“Sering kali pasien tidak rutin berobat atau datang dalam kondisi sudah banyak memiliki komplikasi, sehingga penanganan pasien menjadi lebih sulit. Karena kasus di penyakit dalam sebagian besar adalah penyakit kronis dan memerlukan pengobatan jangka panjang,” sebutnya.

Selain itu, ia membeberkan kasus yang paling banyak adalah penyakit metabolik seperti diabetes, gangguan kolesterol, kegemukan, hipertensi, gagal ginjal, tiroid/gondok, gangguan pencernaan, kelainan darah, rematik atau radang sendi dan penyakit autoimun. (adv)

Editor: Yusva Alam

Radarbontang.com Terima Sertifikat Keanggotaan Perusahaan Pers dari SMSI

0
Penyerahan sertifikat keanggotaan perusahaan pers oleh pengurus SMSI kepada Direktur PT Radar Media Megatama, Darman. (ist)

BONTANG – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Bontang menyerahkan sertifikat keanggotaan kepada sejumlah perusahaan pers di Kota Bontang.

Dari seluruh anggota SMSI Bontang, salahsatunya adalah PT Radar Media Megatama, perusahaan yang menaungi Radarbontang.com dan juga PT Media Kaltim Promosindo, perusahaan yang menaungi Mediakaltim.com.

Penyerahan ini merupakan bentuk pengakuan atas legalitas media yang telah memenuhi syarat sebagai perusahaan pers sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Ketua SMSI Bontang, Saparta Abdullah, menyampaikan sertifikasi ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem media di Bontang, khususnya dalam menghadapi tantangan industri pers digital yang semakin berkembang.

“Kami berharap dengan adanya sertifikat keanggotaan ini, perusahaan pers di Bontang semakin profesional dalam menjalankan fungsinya,” ujar Saparta usai kegiatan, di Kantor Akurasi.id, Jl. HM Ardans Jl. Sukun Raya Gg. 6 No.4, Kelurahan Satimpo, Kecamatan Bontang Selatan, Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim), Kamis (27/5/2025).

“Ini juga menjadi bukti bahwa media yang tergabung dalam SMSI telah memenuhi standar sebagai perusahaan pers yang sah,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Saparta menekankan pentingnya keberadaan SMSI sebagai wadah bagi media siber di Bontang.

Selain memberikan advokasi bagi perusahaan pers, SMSI juga berkomitmen untuk meningkatkan kualitas jurnalisme melalui berbagai program pembinaan dan pelatihan.

“Kami akan terus mendukung media-media di Bontang agar semakin kredibel dan dapat dipercaya oleh masyarakat. Selain itu, SMSI juga siap menjembatani kepentingan media dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan dunia usaha,” lanjut Saparta.

Dirinya berharap dengan adanya sertifikasi ini, diharapkan perusahaan pers di Bontang semakin berkembang dan mampu menghadapi dinamika industri media yang terus berubah.

“SMSI Bontang berkomitmen untuk terus mendampingi dan memperjuangkan kepentingan perusahaan pers agar tetap eksis dan berdaya saing,” tutupnya. (Rls)

Editor: Yusva Alam

Punya Masalah Proses Menyusui? Datang Aja ke Klinik Laktasi RSUD Bontang!

0
Punya Masalah Proses Menyusui? Datang Aja ke Klinik Laktasi RSUD Bontang!
Konselor menyusui RSUD Bontang, dr Siti Aisyatur Ridha. (ist)

BONTANG – RSUD Taman Husada Bontang memiliki klinik laktasi yang melayani para ibu dan bayi di Kota Taman. Klinik ini dapat membantu para ibu yang memiliki masalah dalam hal pemberian Air Susu Ibu (ASI) kepada bayi-bayinya.

Konselor menyusui RSUD Bontang, dr Siti Aisyatur Ridha mengatakan, dengan mengaktifkan kembali layanan klinik laktasi, merupakan agenda mewujudkan misi rumah sakit untuk menjadi Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi (RSSIB).

“Pasien bisa mendaftar, misalnya ibu yang baru melahirkan dengan membawa surat kontrol,” jelasnya.

Dr Ridha menambahkan, SDM di klinik laktasi telah memiliki sertifikasi dalam pelayanan laktasi. Memiliki sertifikat pelatihan 40 jam laktasi yang telah diadakan Perinasia.

“Kami sudah ada sertifikasi laktasi sebagai konselor menyusui. Kami bisa bantu bagi ibu-ibu yang mengalami permasalahan dalam proses menyusui. Karena ada beberapa permasalahan bagi ibu dan bayi seperti kesalahan dalam memposisikan bayi saat menyusui atau masalah lainnya itu yang akan kita bantu sebagai konselor,” katanya.

“Kami hadir untuk memberikan edukasi, motivasi dan dukungan pelayanan ibu dan bayi terutama pada ibu menyusui. Inipun bagian dari dukungan pada program pemerintah untuk mencegah stunting, karena pemberian ASI merupakan bagian dari progam tersebut,” pungkasnya. (adv)

Editor: Yusva Alam

Pasca Lengser, Basri Jabat Plt Ketua DPW Perindo Kaltim

0
Pasca Lengser, Basri Jabat Plt Ketua DPW Perindo Kaltim
Basri Rase. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Mantan Wali Kota Bontang, Basri Rase menyatakan dirinya telah diamanahkan menjadi Pelaksana tugas (Plt) Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Perindo Kalimantan Timur.

Keputusan ini terdapat dalam Surat Keputusan (SK) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Perindo Nomor: 010-SK/DPP-Partai Perindo/11/2025. SK tersebut ditandatangani oleh ketua umum Partai Perindo, Angela Herliani Tanoesoedibjo, bersama Plt Sekretaris Jenderal DPP Partai Perindo di Jakarta pada 10 Februari 2025.

Adapun pergantian antar DPP Partai Perindo, Hamdani yang diberhentikan secara hormat, menjadi Basri Rase dikarenakan perlu adanya pembaharuan untuk memperbaiki Partai Perindo di Kalimantan Timur.

“Kemarin saya ditunjuk langsung, tanpa ada kandidat lainnya,” terangnya dalam pisah kenang Wali Kota dan Wakil Wali Kota Periode 2021-2025, Rabu (26/2/2025).

Basri menjelaskan, bahwa ia akan seterusnya berada di ranah politik. Ia mengungkapkan, mungkin selanjutnya akan berpolitik tidak hanya tingkat daerah, namun juga tingkat provinsi bahkan pusat.

Sebelumnya ia telah ditetapkan dalam kepengurusan Partai Perindo pusat pada akhir 2024 lalu. Awal Februari kemarin, ia telah diamanahi menjadi Plt Ketua DPW Kalimantan Timur.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Wawali Ingin Percantik Pulau Segajah Demi Tingkatan Destinasi Wisata

0
Wawali Ingin Percantik Pulau Segajah Demi Tingkatan Destinasi Wisata
Pulau Segajah. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris berencana ingin mempercantik Pulau Segajah, agar bisa meningkatkan destinasi wisata di Kota Bontang.

Hal ini nantinya akan disampaikan, saat Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian datang ke Kota Bontang di malam puncak Hari Ulang Tahun (HUT) Damkar ke-106, Sabtu (1/3/2025) mendatang.

Agus Haris ingin mengatakan ke Mendagri, bahwa nantinya pemerintah pusat bisa membantu Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang, untuk memberikan anggaran terkait peningkatan destinasi wisata, dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Rencana untuk destinasi wisata di Kota Bontang, Pulau Segajah akan lebih bagus lagi jika nantinya dikelola. Tetapi hal tersebut membutuhkan anggaran besar, sehingga saya meminta Kemendagri untuk sampaikan hal ini ke pusat,” ucapnya, Kamis (27/2/2025).

Menurut Agus Haris, Pulau Segajah memiliki daya tarik yang unik untuk dikunjungi para wisatawan. Bahkan lokasi di Pulau Segajah sendiri, tak kalah bagusnya dari tempat wisata lainnya yang berada di Kota Bontang.

“Jika nantinya Pulau Segajah bisa dikelola dengan baik, nantinya pasti banyak wisatawan yang datang berkunjung,” ungkapnya.

Walaupun tupoksi Mendagri bukan di bagian pengalokasian anggaran, setidaknya pesan yang telah Agus Haris titipkan nantinya tersampaikan ke pusat, dan bisa dibahas bersama saat rapat.

“Intinya nanti saya akan sampaikan pesan ini ke Mendagri, dan semoga pesan tersebut sampai dengan baik ke pusat. Bahkan ditanggapi dengan baik juga,” paparnya.

Perlu diketahui, Pulau Segajah adalah pulau yang mengalami pasang surut. Lokasi Pulau Segajah pun berada di tengah laut, dimana pulau akan terlihat jika air laut sedang surut, dan pulau akan tenggelam jika air laut sedang pasang.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam