Beranda blog Halaman 660

Penari Jepen Pemantapan di Lang-Lang, Paduan Suara BoChiCho Ramaikan HUT Bontang

0
Penari Jepen Pemantapan di Lang-Lang, Paduan Suara BoChiCho Ramaikan HUT Bontang
Penari Jepen pemantapan gerakan di Lang-Lang. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Sebanyak 37 sekolah negeri dan swasta terlibat dalam Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Bontang dalam menampilkan Tari Jepen massal. Sekira 2 ribu penari Jepen berasal dari pelajar SMP, SMA dan SMK Bontang akan meramaikan perayaan HUT ke-24 Kota Bontang pada 12 Oktober mendatang.

Kasi Kebudayaan Disdikbud Bontang, Nur Irwansyah menjelaskan, konsep Tari Jepen kali ini sedikit berbeda dari tahun lalu. Dimana tahun lalu mengenakan selendang berwarna hijau dan merah, tahun ini menggunakan selendang berwarna oranye. Baik penari Jepen putra maupun putri.

Nantinya, ribuan penari Jepen bakal mengenakan udeng. Untuk putra mengenakan udeng khas Kota Bontang, sedangkan untuk putri mengenakan udeng berbentuk segitiga.

“Ini sebagai bentuk promosi produk lokal. Agar lebih dikenal oleh masyarakat luas, tapi nanti akan dikembalikan. Karena jadi inventarisasi Disdikbud,” jelasnya, Selasa (10/10/2023).

Selanjutnya, ribuan penari Jepen akan memantapkan gerakan di Lapangan Lang-Lang, usai berlatih secara mandiri selama tiga bulan di masing-masing sekolah, yang didampingi oleh Sanggar Tari Sekar Arum.

“Sampai besok mereka latihan di Lapangan Lang-Lang. Biar penampilan di hari H nanti berjalan maksimal,” ujarnya.

Ditambahkan Kadisdikbud Bontang, Bambang, bahwa akan ada tambahan penampilan dari Bontang City Choir (BoCiCho) yang baru saja memenangkan gold medal kategori koreo terbaik di event lembah strait internasional Bitung choir festival 2023.

“Tiga hari lalu mereka mendapatkan juara tersebut dan akan tampil lagi di HUT Kota Bontang,” tutupnya.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Kanreg VIII BKN Apresiasi Pemkot Bontang Atas Komitmen Peningkatan Kualitas Data ASN Terintegrasi SIASN

0

KANTOR Regional VIII Badan Kepegawaian Negara (Kanreg 8 BKN) memberikan piagam penghargaan sebagai wujud apresiasi kepada Pemkot Bontang atas Komitmen Peningkatan Kualitas Data ASN Terintegrasi Sistem Informasi Aparatur Sipil Negara (SIASN).

Pemberian penghargaan tersebut ditandatangani Kepala Kanreg 8 BKN A. Darmuji, S.Sos, M.Si yang diserahkan Kepala Bidang Informasi Kepegawaian Bagus Adi Noegroho, ST kepada yang mewakili Walikota Bontang, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Syahruddin, SE, M.A,M.Eng didampingi Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bontang Drs. Sudi Priyanto, M.Si pada Senin 9 Oktober 2023.

SIASN merupakan aplikasi yang bertujuan untuk mengintegrasikan data ASN secara nasional meliputi seluruh Instansi Pemerintah Pusat dan Instansi Pemerintah Daerah.

Ini menjadi bagian dari reformasi yang harus memberikan dampak bagi masyarakat. Untuk mewujudkan hal tersebut, BKN mengimplementasikan digitalisasi manajemen ASN dalam SIASN.

Menurut Sudi Priyanto, bahwa sebelumnya pihaknya telah memiliki Simpeg (Sistem Informasi Kepegawaian) yang merupakan aplikasi kepegawaian untuk melingkupi seluruh data kepegawaian ASN Kota Bontang, karena selama ini telah berjalan efektif maka bersama BKN telah dilakukan integrasi dua arah antara Simpeg dengan SIASN.

“Ini merupakan rangkaian informasi dan data Pegawai ASN yang disusun secara sistematis, menyeluruh, dan terintegrasi berbasis teknologi,” katanya.

Lebih lanjut upaya yang dilakukan adalah mencoba meningkatkan kualitas data dengan melakukan updating data secara berkelanjutan bersama Tim BKPSDM dengan admin perangkat daerah/ UPT/ kelurahan se Kota Bontang.

“Inilah yang kemudian diapresiasi oleh Kanreg BKN sebagai wujud komitmen intansi pemerintah daerah dalam menyiapkan data kepegawaian yang berkulitas. Dengan harapan akan memberikan kemudahan bagi kami bersama BKN dalam melakukan proses layanan kepegawaian secara menyeluruh kepada ASN Kota Bontang,” bebernya.

Sementara Darmuji, mengatakan upaya yang dilaksanakan Pemkot Bontang merupakan langkah yang baik dalam menyelesaikan disparitas data ASN. “Hal lain yang juga menjadi apresiasi kami adalah dukungan kegiatan pembekalan/pelatihan yang diberikan kepada admin perangkat daerah sehingga mangetahui dan mampu membantu peremajaan data secara lengkap dan bertanggungjawab,” bebernya.

Peremajaan dan pembaharuan data secara mandiri untuk mewujudkan data yang akurat, terkini, terpadu, dan berkualitas guna meningkatkan kualitas layanan managemen ASN adalah suatu proses yang harus berlangsung secara terus menerus, dengan tujuan:

1. Pelaksanaan LAYANAN PUBLIK MANAJEMEN ASN, yaitu:

  • Perencanaan pengadaan ASN
  • Perekrutan dan orientasi untuk mendapatkan talenta terbaik
  • Pengembangan kapasitas, melalui pengurangan kesenjangan kompetensi
  • Penilaian Kinerja dan pemberian penghargaan untuk meningkatkan kinerja berkelanjutan
  • Promosi, Rotasi dan Pengembangan karir menuju ASN yang dinamis
  • Purnabakti melalui pemberian apresiasi yang layak

2. Mewujudkan SATU DATA ASN YANG BERKUALITAS guna mendukung penyusunan kebijakan ASN berbasis data. (ADV)

Diprotes Atlit Bonus Lebih Banyak Manajer, Dispopar Ubah Sistem Pembagian

0
Diprotes Atlit Bonus Lebih Banyak Manajer, Dispopar Ubah Sistem Pembagian
Situasi penandatanganan bonus porprov di Aula Dispopar. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Ketidaksesuaian bonus bagi cabang olahraga (cabor) yang meraih mendali dalam Porprov VII di Kabupaten Berau pada tahun 2022 lalu, membuat para pelatih, manager serta official menolak untuk menandatangani pencairan bonus.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Bontang, Ahmad Aznem menilai, jika satu cabor hanya dihitung satu pelatih, sehingga perhitungan mereka dirasa sudah pas.

“Saya tidak tahu kalau satu cabor pelatih bisa sampai tiga, dan manager sama official juga ada bonus sendiri,” jelasnya Senin (9/10/23).

Ia menjelaskan, bahwa walaupun pelatih, manager, dan official menolak untuk tanda tangan, hal tersebut tidak mempengaruhi pencairan bonus yang nantinya akan dikirim ke BPKAD.

“Kami akan infokan ke BPKAD, walaupun ada yang tidak ditandatangani tidak apa, karena mereka sudah memberikan nomor rekening jadi ya tetap kami transfer. Kalau tidak diterima kami akan tetap kembalikan ke kas daerah,” jelasnya.

Adapun sistem perhitungan bonus pada tahun 2018 untuk manager hingga official, dikalkulasikan berdasarkan total perolehan medali memang diterapkan saat Porprov Kaltim di Kutim. Namun, kini Dispopar mengganti sistem tersebut, tidak diterapkan lantaran mendapatkan protes dari para atlit.

“Kemarin atlit komplain, kenapa lebih banyak bonus untuk manager daripada atlit. Karena kalkulasinya, misalkan satu atlit dapat emas satu dan dalam cabornya memperoleh 10 emas, kalau dikalkulasi lebih banyak untuk manager,” jelasnya.

Kepala Bidang Olahraga, Muhtar menambahkan, untuk bonus atlit pada anggaran murni 2023 senilai Rp 5 miliar. Jumlah tersebut termasuk untuk kegiatan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) sehingga tersisa Rp 4 miliar.

“Pada APBD perubahan 2023 Dispopar hanya mendapatkan tambahan 6 miliar untuk bonus atlit. Jadi total Rp 10.5 miliar,” ungkapnya.

Adapun jumlah yang diberikan seperti berikut. Untuk yang mendapatkan medali emas perorangan Rp 50 juta, Perak Rp 25 juta dan Perunggu Rp 15 juta. Untuk grup 2 sampai 5 orang mendali emas mendapat Rp 75,3 juta, perak Rp 50 juta, perunggu Rp 22,5 juta

Kemudian untuk grup 6 sampai 10 orang, medali emas mendapatkan Rp. 112.5 juta, perunggu Rp 56.2 juta, perak Rp 33.7 juta dan jika lebih dari 10 orang untuk emas Rp 168.7 juta, perak Rp 84.3 juta, dan perunggu Rp 50.6 juta.

Sementara itu untuk manager yang emas mendapat Rp 25 juta, perak Rp 15 juta, perunggu Rp 10 juta. Kemudian untuk pelatih emas Rp 30 juta, perak Rp 17 juta, perunggu Rp 12 juta. Terakhir untuk official medali emas mendapat Rp 10 juta, perak Rp 7.5 juta, dan perunggu Rp 5 juta.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Dewan Kembali Usulkan Tambahan Insentif Guru Honorer Sekolah Swasta

0
Dewan Kembali Usulkan Tambahan Insentif Guru Honorer Sekolah Swasta
Ilustrasi guru honorer sekolah swasta. (ist)

BONTANG – Wakil Ketua DPRD Bontang Agus Haris mengungkapkan, bahwa DPRD Bontang kembali mengusulkan agar insentif para guru honorer di sekolah swasta jenjang PAUD hingga SMP dinaikkan.

Menurutnya, guru swasta ini memiliki peran penting dalam mendidik karakter anak-anak sebagai generasi penerus bangsa, sama seperti halnya para guru-guru di sekolah negeri.

“Para guru swasta memiliki hak yang sama untuk mendapat kenaikan insentif. Karena mereka sama-sama berjuang mencerdaskan anak bangsa,” ujarnya.

Jumlah APBD-Perubahan 2023 yang mencapai Rp 2,5 triliun dinilai AH sapaan akrabnya, cukup untuk mencover tambahan insentif kepada dua ribu guru honorer di kota taman.

“Saat ini guru tingkat SMA dan SMK ranahnya sudah di Pemprov Kaltim. Saya rasa kalau anggaran segitu, bisalah mencover permintaan tambahan insentif para guru swasta,” timpalnya.

Sementara itu, Ketua Persatuan Guru Swasta (PGS) Bontang Baidlowi mengatakan, sudah 10 tahun terakhir tidak ada kenaikan insentif bagi para guru swasta. Ia pun meminta agar besaran kenaikan insentif minimal bisa 50 persen. Apalagi harga bahan pangan pokok di pasaran terus meningkat.

“Ini sudah angka yang tepat, tiap guru maksimal mendapat kenaikan Rp 1,5 juta tiap bulan,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Aji Erynawati menjelaskan, bahwa memang belum mencantumkan untuk penambahan insentif guru honorer. Sebab, regulasi terkait itu tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2018. Sementara, terkait kondisi keuangan daerah dijelaskan Aji tidak ada masalah.

Namun, pemkot tidak mau menabrak regulasi. Ia pun belum bisa mematok target terkait apakah penambahan ini akan diajukan tahun depan.

“Memang usulan untuk penambahan insentif guru honorer ini muncul di detik-detik sebelum pembahasan APBD perubahan. Kami belum bisa tambah karena ketentuannya pakai Perda. Jadi harus revisi perda dulu,” terangnya. (al/adv)

Pemerintah Diminta Perhatikan Pemeliharaan dan Kebersihan Masjid Terapung

0
Pemerintah Diminta Perhatikan Pemeliharaan dan Kebersihan Masjid Terapung
Masjid Terapung Darul Irsyad Selambai. (ist)

BONTANG – Masjid Terapung Darul Irsyad Selambai, Loktuan, kurang mendapatkan perhatian pemerintah. Hal itu terbukti dengan minimnya perawatan pada masjid yang telah diresmikan dan difungsikan pada awal Maret 2022 lalu.

Hal itu disayangkan Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang, Faisal.

Diungkapkan anggota dewan yang berdomisili di Selambai tersebut, Masjid Terapung saat ini menjadi ikon wisata religi kota taman yang banyak dikunjungi masyarakat, namun sangat disayangkan kurang mendapat perhatian terkait pemeliharaan fasilitas masjid.

“Padahal sudah setahun diresmikan, tapi kurang diperhatikan pemeliharaan fasilitasnya,” ujarnya.

Dirinya meminta agar kebersihan masjid lebih dijaga dan dikelola dengan baik. Selain petugas kebersihan, juga bisa melibatkan dan mengajak para jemaah masjid.

“Petugas kebersihan kerjanya cuma Senin sampai Jumat, jadi Sabtu Minggu tidak ada yang bersihkan, apalagi kalau ada kapal datang, banyak penumpang kapal pakai toilet itu,” ungkap Politikus Partai Nasdem ini. (al/adv)

Andi Faiz Apresiasi Rampungnya Pembangunan Lift di Pasar Tamrin

0
Andi Faiz Apresiasi Rampungnya Pembangunan Lift di Pasar Tamrin
Pasar Taman Rawa Indah. (ist)

BONTANG – Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam mengapresiasi rampungnya fasilitas Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin), yaitu pembangunan lift. Hadirnya lift bakal mempermudah mobilisasi angkutan barang dagangan dan para pembeli.

Menurutnya, alasan sepinya pengunjung di Pasar Tamrin dikarenakan akses yang sulit, sehingga para pedagang memilih mengosongkan lapaknya di pasar berlantai 4 tersebut dan memilih untuk berjualan di luar.

“Sejak awal salah satu yang jadi keluhan pedagang adalah akses yang sulit di pasar, sehingga banyak yang milih jualan di luar. Pemerintah memang sudah seharusnya berbenah,” ujarnya.

Maka itu, dirinya berharap dengan adanya pembenahan fasilitas yang ada di pasar bisa meningkatkan geliat ekonomi di pasar semakin baik lagi. Para pedagang pun bisa kembali lagi berjualan di dalam pasar.

“Para pedagang di luar pasar diharapkan dapat pindah dan kembali mengisi kios-kios yang telah disediakan. Area luar pasar bisa disterilkan menjadi lebih rapi dan bersih,” terangnya.

Maka itu, Politikus Partai Golkar ini meminta kepada pemerintah daerah melalui dinas terkait, agar segera berkoordinasi terkait rencana relokasi kepada para pedagang di luar, agar bisa segera pindah ke dalam pasar.  Arus lalu lintas pun menjadi aman dan tidak terganggu lagi.

“Tinggal dorongan dari semua pihak agar penataan pasar lebih baik lagi. Mungkin bisa dibuatkan surat perintah kapan mereka harus pindah, jadi tidak mendadak, usahakan upaya persuasif,” tandasnya. (al/adv)

Nominal Tak Sesuai Komitmen, Pelatih dan Manajer Atlit Tolak Tandatangan Bonus

0
Nominal Tak Sesuai Komitmen, Pelatih dan Manajer Atlit Tolak Tandatangan Bonus
Penandatanganan bonus atlit. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Para pelatih, manajer, serta official Cabang Olahraga (cabor) enggan menandatangani administrasi pencairan bonus Porprov VII 2022. Hal itu dikarenakan besaran yang diberikan, dinilai tidak sesuai dengan perjanjian awal.

Kondisi itu terjadi saat penyerahan penghargaan serta bonus dari Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII 2022 lalu. Pengambilan bonus tersebut dilakukan di Aula Dispopar, Senin (9/10/23)

Pelatih Cabor Judo, Sulis Subiarti mengaku kecewa dengan keputusan tersebut. Karena sebelumnya pemerintah menjanjikan bonus yang diterima setidaknya akan bernominal sama seperti porprov sebelumya.

“Pemerintah sempat menyampaikan saat penyerahan bonus secara simbolis, bahwa setidaknya nominal yang kami terima akan sama dengan tahun lalu. Tapi pas datang ke sini kita lihat beda, kami akan ajukan ke wali kota beserta DPRD nanti,” jelasnya.

Pada Poprov sebelumnya, besaran penghargaan dan bonus didapat dengan mengalikan jumlah medali yang diraih, namun kini hanya dihitung dengan medali tertinggi yang didapat.

Adapun penghargaan yang didapat Cabor Judo Bontang yakni, empat medali emas, dua medali perak, dan 18 medali perunggu.

Hal yang sama diungkapkan Pelatih Panjat tebing, Yusnaini. Ia juga merasa kecewa dengan keputusan tersebut, karena persiapan Poprov kemarin cukup memakan waktu yang lama dan uang akomodasi yang banyak ditombok.

“Uang akomodasi ditanggung pemerintah hanya 40 persen, yang berarti hanya 8 dari 16 personil yang tercover,” jelasnya.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Diskominfo Kaltim Siapkan Pergub, Rizal Ingatkan Jangan Jadi Alat Pembunuh Kritik untuk Pemerintah

0
Diskominfo Kaltim Siapkan Pergub, Rizal Ingatkan Jangan Jadi Alat Pembunuh Kritik untuk Pemerintah
Kepala Diskominfo Kaltim Faisal (kanan) menerima penghargaan Wartawan Legend Award 2023 untuk kategori Tokoh Kemerdekaan Pers. Penghargaan diserahkan Rizal Efendi. (ist)

BONTANG – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalimantan Timur, HM Faisal, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya sedang dalam proses penyusunan Peraturan Gubernur (Pergub) yang akan mengatur regulasi kerjasama dengan media massa, sebagaimana yang telah diterapkan Kota Bontang melalui Surat Keputusan (SK) Wali Kota Bontang. Rencana ini sebelumnya telah disampaikan Faisal dalam berbagai pertemuan dengan organisasi perusahaan pers.

Pernyataan ini disampaikan lagi Faisal saat menjadi salah satu narasumber dalam diskusi ‘Konvensi Media Siber: Menuju Pers yang Sehat’, yang digelar Diskominfo Bontang di Ballroom Hotel Grand Mutiara Kota Bontang pada Sabtu (7/10).

Dalam kesempatan tersebut, Faisal mengungkapkan bahwa instansi yang dipimpinnya dipercayakan untuk mengelola anggaran yang diperuntukkan bagi media massa. Hal ini karena pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memberikan pembinaan kepada media massa.

Namun, diakui Faisal, ada dilema dalam pengalokasian anggaran, mengingat saat ini terdapat sekitar 600 media massa yang terdaftar, namun hanya 43 media yang telah terverifikasi Dewan Pers.

“Oleh karena itu, diperlukan perbaikan dalam pengaturan media massa, bukan untuk menghambat atau mematikan, melainkan untuk memastikan bahwa media-media tersebut beroperasi sesuai dengan standar yang telah ditetapkan Dewan Pers,” ungkap Faisal.

Selain itu, Faisal juga mencatat bahwa dalam beberapa tahun terakhir, anggaran yang dialokasikan untuk media cukup besar. “Saya apresiasi yang telah dilakukan Kota Bontang dengan menerbitkan SK Wali Kota. Ini juga akan kami jadikan rujukan dalam penyusunan Pergub,” tambahnya.

Rencana penerbitan Pergub ini juga mendapatkan dukungan dari Wartawan Senior, Rizal Effendi. Namun, Rizal mengingatkan bahwa dalam pembuatan Pergub yang mengatur kerjasama media, jangan dijadikan alat untuk membungkam atau membunuh integritas dan idealisme wartawan.

“Tugas pemerintah adalah membantu membina dunia pers. Pers yang menyampaikan kritik tidak boleh dihentikan. Saat ini, ada pemerintah daerah yang ingin menghentikan kritik media melalui kerjasama media,” tegasnya.

Sementara itu, Charles Siahaan, Ahli Pers dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim, juga menyatakan dukungannya terhadap langkah Diskominfo Kaltim untuk segera menerbitkan Pergub yang akan mengatur kerjasama dengan media massa.

Langkah ini dianggap penting dalam memperbaiki regulasi terkait media online, yang telah memberikan kontribusi signifikan dalam dunia jurnalistik di era digital. “Kami akan mendukung perbaikan regulasi ini. Semua media tidak harus dibina; jika ada media yang tidak memenuhi syarat sebagai perusahaan pers yang diatur oleh Dewan Pers, maka tidak perlu dibina,” tegasnya.

Pendapat serupa juga disampaikan Intoniswan, ahli pers lainnya dari PWI Kaltim. Ia menekankan pentingnya regulasi yang mengatur media online, namun juga menegaskan bahwa media online yang belum terverifikasi oleh Dewan Pers harus mendapatkan pembinaan.

“Media online yang telah mematuhi kode etik jurnalistik dan beroperasi secara baik harus diakui dan dihargai,” ungkapnya.

Ia berharap dengan diterbitkannya Peraturan Gubernur yang mengatur kerjasama dengan media massa, akan terjadi peningkatan kualitas dan integritas media di Kaltim, serta memberikan perlindungan yang lebih baik bagi wartawan yang menjalankan tugas jurnalistik. (RB)

Doa dan Haul di Malam Wartawan Legend Award, Berikut Daftar Jurnalis yang Telah Berpulang

0
Doa dan Haul di Malam Wartawan Legend Award, Berikut Daftar Jurnalis yang Telah Berpulang
Munanto saat memimpin doa untuk puluhan jurnalis Kaltim yang telah meninggal dunia. (ist)

BONTANG – Momen khusus “Doa dan Haul” digelar untuk mengenang para wartawan Kaltim yang telah berpulang, Sabtu (7/10) malam. Acara ini menjadi bagian dari penganugerahan Wartawan Legend Award 2023, yang merupakan ajang apresiasi dan penghargaan kepada tokoh internal dan eksternal pers Kaltim, yang digelar Diskominfo Kota Bontang di Hotel Grand Mutiara Bontang

Sebelum rangkaian acara nostalgia para wartawan legend dimulai, pembacaan doa dan haul dipimpin Munanto, salah satu pengurus PWI Kaltim Acara ini bertujuan untuk memberikan penghormatan kepada puluhan jurnalis yang telah meninggalkan dunia.

Berikut adalah daftar nama wartawan Kaltim yang telah meninggal dunia:

  1. Oemar Dahlan
  2. Horas Siregar (Koran Panggilan Waktoe, Koran Kalimantan Timoer, Koran Warta Oemoem)
  3. Maradja Sajoethi Loebis (Surat kabar Persatoen, salah satu surat kabar pertama yang beredar di Kaltim, bersama Surat Kabar Perasaan Kita)
  4. Anang Atjil Kesoema Wira (Surat Kabar Perasaan Kita)
  5. Hiefni Effendi (Mingguan Meranti)
  6. Yazirwan Uyun (RRI)
  7. Achmad Bintoro (Tribun Kaltim)
  8. Rizal Juraid (Kaltim Post)
  9. Yudi (Sapos)
  10. Ikram (Klik Bontang)
  11. Margarita Sarita (Tribun Kaltim)
  12. Iwan (RRI)
  13. Badrul Munir (Kaltim Post)
  14. Bangun Subekti (Kaltim Post)
  15. Darkuni (Kaltim Post)
  16. Robert Effendi (Kaltim Post)
  17. Agus Winarno (Kaltim Post)
  18. Mas Suleiman Manuntung
  19. Abd Muis
  20. Imron Rosyadi (LKBN Antara/ SCTV)
  21. Hendra (TVRI Kaltim)
  22. Henny (Kaltim Pos)
  23. Anang Suryono (Suara Kaltim)
  24. Yusmanto (Kaltim Post)
  25. Ridwan Alkaff (Sapos)
  26. Hari Diyo (Suara Kaltim)
  27. Hendra (Suara Kaltim)
  28. Fuad Arief (Suara Kaltim)
  29. Sudin Hadimulya (Koran Sampe)
  30. Muryadi (RRI)
  31. Hamal Hamid (RRI)
  32. Sofyan Asnawi (Suara Pembaruan)
  33. Syahranuddin (Harian AB)
  34. Johansyah Balham (Meranti)
  35. Achmad Mauluddin
  36. Agung K (Suara Kaltim)
  37. Gayatri (RRI Pro 2)
  38. Junaedi (TVRI)
  39. Saleh Jaya (Suara Kaltim)
  40. Rusheliansyah (TVRI Kaltim)
  41. Iwan (Suara Kaltim)
  42. Johansyah Ibrahim (Suara Kaltim)
  43. Sulaiman Amir (Mimbar Masyarakat)
  44. Tamrin Yunus
  45. Arif (Samarinda Pos)
  46. Sarjono (Poskota Kaltim)
  47. Purwadi (Poskota Kaltim/Suara Kaltim)
  48. Soeratno (Selamet Tabloid Solidaritas)
  49. Masdiansyah (RRI)
  50. Hamidin (Sampe)
  51. Taufiqurahman (TVRI)
  52. Ahmad Mauluddin (Kaltim Post)
  53. Achmad Jeck (Koran Meranti)
  54. Jamhari Ismail (Koran Sampe)
  55. Zainal Abidin (Manuntung/Kaltim Post)
  56. Kojim (TVRI)
  57. Masdari Ahmad (RRI)
  58. Mugni Baharuddin (Tabloid Menara)
  59. Anang Anwari (Mingguan Gelora)
  60. Rita Susena (Mimbar Masyarakat)
  61. Rifadin SKM (Meranti)
  62. Sukadi (Suara Kaltim)
  63. Yadi AM (Suara Kaltim)
  64. Habul Hasan (Kaltim Post)
  65. Syahrium Jafar (Suara Kaltim)
  66. Syahrani (DNsul)
  67. Iwan Syaifiansyh
  68. Adif Asegaf
  69. Edy Riyanto (RRI)
  70. Masrudiansah (Cucung)
  71. Indrawati (RRI)
  72. Ardin Katoeng (RRI)
  73. Anwar Mawardi (Katoeng RRI)
  74. Syaiful (Kompas)
  75. Ahmad Noor (Sampe)
  76. Korrie Layun Rampan (Sentawar Pos)
  77. Istiah Ahmad (Manuntung/Kaltim Post)
  78. Sofyan Edi (Suara Kaltim Tenggarong)
  79. Hernanda (Tabloid Solidaritas)
  80. Suprihadi (Malindo Pos)
  81. Vera Margahadi (Malindo Pos)
  82. Susianto (Balikpapan Pos)
  83. Ujang S Sudarno
  84. Mawar Sikumbang (Kaltim Post)
  85. Zulkifli (Tabloid Solidaritas)
  86. Sujani
  87. Wahyuliansyah
  88. Salamon (wartawan Antara yang tertabrak mobil saat memperbaiki motornya.)
  89. Abdul Rasyid (Gelora Mahardhika di Tanjung Selor)
  90. Reza Fahlevi (Koran Kaltim)
  91. Adi Darma (Meranti). (RB)

Wartawan Legend dan Pemilik Media Bahas Strategi Media Siber di Era Digital

0
Wartawan Legend dan Pemilik Media Bahas Strategi Media Siber di Era Digital
Ilona Juwita, narasumber dari Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) menerima kenang-kenangan dari Ketua Panitia Charles Siahaan. (ist)

BONTANG – Media siber memiliki peran yang semakin penting dalam mendistribusikan berita dan informasi kepada masyarakat. Dalam Konvensi Media Siber dengan tema “Menuju Pers Sehat,” para wartawan legend dan pemilik media berdiskusi tentang bagaimana mereka bisa memanfaatkan peluang untuk mendapatkan ‘kue’ iklan di era digital.

Konvensi yang dikemas dalam rangkaian Wartawan Legend Award 2023 ini digelar di Hotel Grand Mutiara Kota Bontang, Sabtu (7/10).

Salah satu topik yang dibahas bagaimana pemilik media siber bisa memanfaatkan peluang mendapatkan iklan di era di mana konsumen media memiliki banyak pilihan, termasuk video dan audio. Hal ini dikupas oleh Ilona Juwita, narasumber dari Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) yang dipandu moderator Felanans Mustari, Pemimpin Redaksi Kaltimkece.id.

“Para pemilik media harus berusaha menghadirkan konten yang relevan dan mudah dikonsumsi. Konten-konten ini sangat populer dan mudah diakses oleh masyarakat. Tantangannya, apakah para pemilik media siap untuk mengambil peluang ini dengan baik? Maka perlu memahami teknisnya dan memaksimalkan platform yang dimiliki untuk mendistribusikan kontennya,” jelas Ilona, yang juga Direktur PT Promedia Punggawa Satu, sebagai mitra Google.

Dalam paparannya, ia juga mengungkapkan data tentang belanja konsumen terhadap teknologi dan iklan media. Dikatakannya, belanja konsumen terhadap teknologi media cenderung tumbuh, tetapi distribusinya bervariasi.

“Beberapa platform seperti video streaming dan layanan musik memiliki pangsa pasar yang besar, sementara media cetak tradisional mengalami penurunan. Dalam konteks belanja iklan, media digital menjadi pilihan utama,” tambahnya.

Namun demikian, ia mengingatkan kepada para pemilik media bahwa jika ingin mendapatkan porsi iklan yang lebih besar, mereka perlu fokus tidak hanya pada platform online tetapi juga mengoptimalkan konten lain agar sesuai dengan kebijakan iklan global. “Konten yang berkualitas dan sesuai dengan etika iklan menjadi kunci untuk mendapatkan peluang iklan yang baik,” sebutnya.

Menurutnya, mengelola media online memerlukan strategi yang cerdas untuk mendapatkan pemasukan yang signifikan, dan salah satu peluang besar adalah melalui kerjasama dengan Google.

Ia pun membahas cara-cara untuk memanfaatkan Google sebagai sumber iklan yang menguntungkan sehingga tidak hanya bergantung pada pendanaan dari kerjasama pemerintah.

Pertanyaan teknis muncul tentang bagaimana media online dapat berhasil mendapatkan iklan dari Google. Seiring dengan pertumbuhan industri ini, media perlu memahami teknis yang ada.

Dalam diskusi, para peserta setuju bahwa penting untuk belajar bersama-sama dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Industri media tidak dapat dihentikan, dan pertumbuhannya akan terus berlanjut. Oleh karena itu, penting untuk menjaga agar industri media selaras dengan evolusi teknologi.

Salah satu cara untuk memaksimalkan pendapatan melalui Google adalah dengan mengoptimalkan konten media online. Dalam hal ini, pengelola media perlu fokus pada kualitas dan etika iklan yang sesuai dengan kebijakan global. Konten berkualitas dan sesuai etika menjadi kunci untuk menjaga peluang iklan yang baik.

Pentingnya memahami data belanja iklan juga dibahas dalam diskusi. Media perlu memahami karakteristik pengguna serta kebutuhan mereka. Dengan memahami karakteristik pengguna, media dapat menawarkan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Selain itu, diskusi menyoroti bagaimana media online dapat memanfaatkan teknologi untuk memproduksi konten dengan cepat dan efisien. Platform berbasis bot diperkenalkan sebagai salah satu solusi untuk membantu produksi konten yang lebih efisien. (RB)