Beranda blog Halaman 660

Sambut Ramadan, Kelurahan Satimpo Gelar Ramah Tamah Bersama Mitra

0
Sambut Ramadan, Kelurahan Satimpo Gelar Ramah Tamah Bersama Mitra
Kegiatan Ramah Tamah Kelurahan Satimpo. (ist)

BONTANG – Dalam rangka menyambut datangnya Bulan Suci Ramadan 1446 Hijriah, Kelurahan Satimpo menggelar kegiatan Ramah Tamah bersama Mitra Kelurahan Satimpo, Kamis (27/2/2025).

Lurah Satimpo, Maryono mengatakan berbagai elemen masyarakat dan mitra kerja kelurahan turut hadir dalam acara tersebut. Ia menyampaikan harapannya, agar bulan suci ini menjadi momentum meningkatkan kebersamaan dan kepedulian sosial di lingkungan.

“Pentingnya menjaga kebersamaan dan mempererat tali silaturahmi dalam menyambut bulan yang penuh berkah ini,” ujarnya.

Pengisi acara, Ustadz KH. Mulkan memberikan tausiyah mengenai pentingnya menyambut Ramadan dengan hati yang bersih, serta memperbanyak amal ibadah dan kepedulian sosial, serta pentingnya meningkatkan keimanan, dan memperbanyak ibadah selama Bulan Ramadan.

“Biasanya menyambut Bulan Ramadan kami hanya bersama rekan kelurahan, kali ini kami undang bersama-sama masyarakat, dan akan menjadi agenda tahunan,” tambahnya.

Maryono berharap semakin terjalin ukhuwah Islamiyah serta semakin kuat rasa kebersamaan di antara masyarakat Satimpo. Semoga bulan suci Ramadan tahun ini membawa berkah dan keberkahan bagi seluruh umat Muslim.

Selanjutnya, Camat Bontang Selatan, Kamsal, yang mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini sebagai bentuk sinergi dan kekompakan masyarakat dalam menyambut bulan penuh berkah.

Acara ini dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat, termasuk pegawai Kelurahan Satimpo, Ketua RT, PKK, LPM, Karang Taruna, Posyandu, FKPM, Posyantek, KIM, Bank Sampah Ceria, Pokja Sehat, Kampung KB Bestari Indah, FKUB, Forum Anak, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Usulan 58 Formasi Guru Telah Terpenuhi, Kepala BKPSDM: Masih Proses Seleksi CASN 2024-2025 Ini!

0
Usulan 58 Formasi Guru Telah Terpenuhi, Kepala BKPSDM: Masih Proses Seleksi CASN 2024-2025 Ini!
Ilustrasi guru mengajar. (Ist)

BONTANG – Pemenuhan kebutuhan guru merupakan prioritas yang harus menjadi perhatian bersama. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah, bahwa untuk mendukung terciptanya pendidikan yang berkualitas bagi generasi penerus, maka kebutuhan guru di setiap sekolah khususnya yang berada di lingkup kewenangan pemerintah daerah harus dapat terpenuhi. Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bontang Sudi Priyanto.

Lebih lanjut Sudi menyampaikan, bahwa selama ini Pemerintah Kota Bontang dalam menyusun perencanaan formasi pengadaan ASN selalu menempatkan pemenuhan kebutuhan guru sebagai prioritas. Konkretnya dilaksanakan melalui konfirmasi detail dan perhitungan bersama kebutuhan guru tersebut, melalui analisis data dan informasi yang disampaikan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang.

Sudi mendukung pernyataan terkini dari Kepala Disdikbud Kota Bontang, Bambang Cipto Mulyono, bahwa usulan formasi kebutuhan guru ke pemerintah pusat sebanyak 58 formasi telah dipenuhi seluruhnya. Selanjutnya berproses dalam tahapan seleksi pengadaan CASN tahun 2024, yang masih berlangsung hingga tahun 2025 ini. Dengan potensi pelamar melalui Dapodik (Data Pokok Pendidikan), RTG (Ruang Talenta Guru) dan juga PPG (Program Pendidikan Profesi Guru) sesuai dengan pedoman dan ketentuan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI.

Dari 58 formasi tersebut:

– Telah diisi sebanyak 8 formasi pada seleksi PPPK Periode 1 dan mulai bertugas sejak Maret 2025 ini, dan

– InsyaAllah 50 formasi yang selebihnya juga akan dapat terpenuhi melalui seleksi PPPK Periode 2.

Optimisme ini dikarenakan pada seleksi administrasi 67 orang dinyatakan MS (Memenuhi Syarat) untuk masuk ke tahap seleksi kompetensi, yang penentuan kelulusannya didasarkan pada prioritas (Non ASN kemudian PPG). 50 orang yang akan lulus nanti ini diproyeksikan dapat melaksanakan tugas sekitar bulan Agustus 2025.

Proses ini tidak akan berhenti di situ, karena merupakan siklus yang berlangsung secara terus menerus guna mengisi ruang guru yang ditinggalkan karena pensiun, mutasi atau berhalangan tetap lainnya.

Oleh karena itu dibutuhkan keselarasan antara kebijakan pemerintah pusat dengan kondisi yang ada di setiap daerah, dalam mengatur pengadaan guru sehingga dapat seluruh prosesnya dapat berjalan dengan tertib, adil dan transparan. (adv/rls)

Editor: Yusva Alam

Bangkai Buaya Sepanjang 4 Meter Ditemukan Mengambang di Perairan TPI Tanjung Limau

0
Bangkai Buaya saat dievakuasi. (ist)

BONTANG – Bangkai buaya sepanjang 4 meter ditemukan warga sekitar Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Limau, Kelurahan Bontang Baru. Bangkai itu ditemukan mengapung di perairan setempat, Kamis (27/02/2025).

Buaya tersebut sebelumnya pernah dilihat salah seorang warga, sehari sebelumnya masih hidup dan sempat diberikan makan. Rusli, warga yang melihat saat itu sedang memancing, dan melihat buaya tersebut tidak merespon saat diberikan ikan.

“Paginya buaya tersebut sudah mengapung, makanya warga melapor untuk segera dievakuasi takutnya membusuk,” terangnya.

Bhabinsa Kelurahan Bontang Baru, Purnomo, mengatakan menerima laporan tersebut pada pukul 10.00 Wita. Saat dievakuasi, ditemukan luka di bagian perut buaya, namun penyebabnya belum dapat dipastikan.

Setelah itu pihaknya melaporkan hal tersebut ke Disdamkartan. Petugas pun telah melakukan evakuasi buaya tersebut, “Saya lihat ada luka di perutnya, tapi belum tahu pasti penyebabnya,” ujarnya.

Untuk itu ia mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar perairan, mengingat habitat buaya muara berada di sekitar hutan bakau dan belakangan ini sering muncul di wilayah tersebut.

“Beberapa wilayah di Bontang banyak hutan bakaunya. Jadi untuk masyarakat terutama yang sering memancing diharapkan berhati-hati,” ujarnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Sekolah Masih Terapkan Shift Pagi dan Siang, Pemkot Berencana Tambah Ruang Kelas Baru

0
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang berencana akan membangun Ruang Kelas Baru (RKB) di beberapa sekolah, sebab hingga saat ini masih terdapat keterbatasan ruang kelas.

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris mengungkapkan, bahwa pihaknya akan melakukan pembangunan secara bertahap, dengan menyesuaikan keuangan daerah.

Karena AH sapaannya menilai, dengan adanya kegiatan pembelajaran di dua shift ini, dianggap sangat kurang efektif dalam proses belajar mengajar, apalagi bertatap muka.

“Dengan adanya pembelajaran di dua shift ini, saya rasa seperti kurang etis saja. Selain waktu belajar anak-anak yang kurang, ilmu yang mereka dapat juga tidak terserap secara maksimal,” ucapnya saat dikonfirmasi, Selasa (25/2/025).

Sehingga dengan nantinya bertambahnya RKB, tidak akan ada lagi sekolah yang menerapkan pembelajaran dengan dua shift. Dengan harapan semua siswa-siswi dapat masuk sekolah untuk belajar dengan kompak mulai di pagi hari.

“Pastinya ini dilakukan untuk proses pembelajaran anak-anak yang maksimal, agar anak-anak mendapatkan pemahaman dalam pembelajaran dengan baik, dengan proses pembelajaran yang lama, tidak dengan waktu yang singkat,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Bontang Alami Krisis Guru, Wawali Beri Solusi Dua Skema

0
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris menanggapi kondisi dunia pendidikan Bontang yang kekurangan tenaga guru. Hal itu lantaran banyaknya tenaga guru yang memasuki masa pensiun.

Dikatakan AH sapaannya, bahwa permasalahan ini harus cepat teratasi, agar tidak menanggung proses pembelajaran anak-anak di sekolah.

Sehingga ia memberikan dua skema untuk mengatasi krisis guru tersebut. Pertama, agar bisa membuka formasi khusus Aparatur Sipil Negara (ASN) guru, yang dimana harus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, untuk mengajukan permohonan ke Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Kementerian Pendidikan Dasar Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen).

“Nanti kita akan coba mengajukan permohonan tersebut, sambil menunggu kedatangan Wali Kota Bontang untuk bisa segera ditindaklanjuti,” ucapnya, Selasa (25/2/2025).

Kedua, akan merekrut guru dengan menggunakan skema outsourcing untuk bisa menjadi solusi sementara, yang dimana skema tersebut telah diterapkan di Jakarta, terkait sebagai pihak ketiga.

“Nantinya pasti akan kami pelajari lagi lebih detailnya seperti apa, yang jelas sambil menunggu kedatangan Wali Kota Bontang, semuanya akan langsung kami kerjakan dengan baik,” paparnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang, Bambang Cipto Mulyono mengungkapkan di 2025 akhir tahun nanti, akan ada 47 guru dan kepala sekolah yang akan memasuki masa pensiun.

Bahkan, di 2024 kemarin ada sebanyak 32 guru yang pensiun, dan di 2023 lalu terdapat 58 guru yang sudah masuk pada masa pensiun.

Sehingga untuk saat ini, banyak sekali tenaga pengajar atau guru yang merangkap dalam proses belajar mengajar di sekolah, seperti contohnya guru pendidikan Agama Islam merangkap mengajar Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK).

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Selama Bulan Puasa, Jam Kerja ASN Dipangkas 1 Jam Lebih Cepat

0
Sekda Kota Bontang, Aji Erlynawati. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Memasuki Bulan Suci Ramadan, jam kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkot Bontang akan dipangkas dari jam kerja di hari biasanya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bontang, Aji Erlynawati menyampaikan, adanya perubahan di jam kerja pada Bulan Ramadan, seperti perubahan jam pulang yang dipangkas lebih cepat dari biasanya.

Contohnya seperti di hari Senin – Kamis, masuk mulai pukul 07.30 Wita hingga pukul 16.00 Wita. Untuk sementara di hari Jumat, masuk mulai pukul 07.30 Wita sampai dengan 11.30 Wita.

Biasanya ASN akan bekerja selama delapan jam per hari, akan tetapi di Bulan Ramadan untuk jam kerja dipangkas, menjadi tujuh jam per hari.

“Jadi di bulan puasa ini, sejam lebih cepat dari jam biasanya,” ucapnya saat dikonfirmasi, Kamis (27/2/2025).

Diketahui, untuk pemangkasan jam kerja di bulan puasa bukan pertama kalinya dilakukan. Pemangkasan jam kerja telah berlaku dari tahun ke tahun.

“Walaupun pemangkasan jam kerja di Bulan Ramadan lebih singkat, saya ingin pelayanannya tetap berjalan secara maksimal,” ungkapnya.

Terlebih lagi, untuk pemangkasan jam kerja mulai berlaku di 1 ramadan hingga bulan puasa selesai.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Basri dan Najirah Pamit Undur Diri, Minta Pembangunan Harus Dilanjutkan

0
Pisah Kenang Wali Kota Bontang dan Wakil Wali Kota Bontang periode 2021-2025. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Pisah Kenang Wali Kota Bontang dan Wakil Wali Kota Bontang periode 2021-2025, Basri Rase dan Najirah dilaksanakan di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang, Rabu (26/2/2025).

Seluruh instansi pemerintah hingga perusahaan turut hadir memeriahkan acara tersebut. Prokompim (Protokol dan Komunikasi Pimpinan) yang kurang lebih hampir 4 tahun membersamai Basri Rase dan Najirah, menyiapkan video kenang-kenangan yang turut diputar dalam acara tersebut.

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang terpilih, Neni Moerniaeni dan Agus Haris beserta Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam tidak dapat bergabung dalam perpisahan tersebut.

“Permohonan maaf karena harus menjalani retret di Magelang,” ujar Neni dalam video perpisahan. Begitu pula Agus Haris yang sedang dalam perjalanan menuju Magelang. Adapun Andi Faiz sedang melaksanakan ibadah umroh.

Sekretaris Daerah Kota Bontang, Aji Erlynawati mewakili Pemerintah Kota Bontang mengucapkan terima kasih atas warna yang telah diberikan selama masa kepemimpinannya.

“Terima kasih atas pembangunan yang dilakukan di Kota Bontang, mulai dari pembangunan fisik hingga pembangunan yang dilakukan di masyarakat,” ujarnya.

Basri Rase turut menyampaikan rasa terima kasih. Pihaknya telah berusaha untuk meningkatkan infrastruktur kota, meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperbaiki sistem pendidikan dan kesehatan, serta memberikan perhatian terhadap kesejahteraan masyarakat.

Meski demikian, disadari masih banyak pekerjaan yang harus diteruskan oleh penerus kepemimpinan selanjutnya.

“Terima kasih telah diberikan kesempatan untuk melayani Kota Bontang,” tuturnya.

Sama halnya dengan Najirah, ia turut mengungkapkan rasa senangnya dapat mengabdi untuk masyarakat Bontang, dan berpasangan dengan Basri Rase untuk berjalan bersama.

“Saya juga tidak kepikiran bakalan jadi wakil wali kota, terima kasih semuanya,” tambahnya.

Pisah kenang ini ditutup dengan pemberian cinderamata dari seluruh instansi dan perusahaan.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Konselor di Klinik Laktasi RSUD Bontang Sudah Tersertifikasi

0
Ilustrasi klinik laktasi. (ist)

BONTANG – Sumber Daya Manusia (SDM) di klinik laktasi telah memiliki sertifikasi dalam pelayanan laktasi. Memiliki sertifikat pelatihan 40 jam laktasi yang telah diadakan Perinasia. Hal itu diungkapkan Konselor menyusui RSUD Taman Husada Bontang, dr Siti Aisyatur Ridha

“Kami sudah ada sertifikasi laktasi sebagai konselor menyusui. Kami bisa bantu bagi ibu-ibu yang mengalami permasalahan dalam proses menyusui. Karena ada beberapa permasalahan bagi ibu dan bayi seperti kesalahan dalam memposisikan bayi saat menyusui atau masalah lainnya itu yang akan kita bantu sebagai konselor,” katanya.

Sementara untuk jumlah SDM yang ada di klinik laktasi ada satu dokter konselor menyusui dan satu bidan pada klinik laktasi. Tersedia pula alat peraga yang memudahkan praktek menyusui pada ibu yang datang berkonsultasi.

“Jangan sungkan untuk berkonsultasi pada klinik laktasi. Kami hadir untuk memberikan edukasi, motivasi dan dukungan pelayanan ibu dan bayi terutama pada ibu menyusui.,” pungkasnya. (adv)

Editor: Yusva Alam

Dilepas Wamen UMKM, Produk Mitra Binaan Pupuk Kaltim Ekspor Perdana ke Filipina

0

UMKM ‘Abon Jaya Mandiri’ binaan PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim), berhasil membuka pasar ekspor melalui pengiriman perdana 400 bungkus produk abon tuna ke Filipina. Hasil produksi lokal Bontang ini dikirim bersamaan dengan 22.000 produk UMKM Indonesia, yang dilepas langsung Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza, serta Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad di Jakarta, Kamis (20/2/2025).

Plt VP TJSL Pupuk Kaltim Anggono Wijaya, mengungkapkan hal ini wujud komitmen perusahaan dalam mendorong pemberdayaan potensi sumber daya lokal, sekaligus mendukung pengembangan UMKM lokal agar naik kelas dan berorientasi ekspor. Abon Jaya Mandiri merupakan salah satu mitra binaan Pupuk Kaltim yang telah melalui pembinaan dan pendampingan berkesinambungan, sehingga mampu menciptakan produk dengan kualitas serta mutu yang terjamin.

“Usaha yang berfokus pada produksi abon olahan hasil laut ini juga bagian dari Koperasi Bina Sukses Bontang (BSB), yang beranggotakan UMKM binaan Pupuk Kaltim, dan sengaja dibentuk untuk menaungi pelaku usaha agar berorientasi ekspor,” tutur Anggono Wijaya.

Melalui Koperasi BSB, Pupuk Kaltim secara bertahap melakukan peningkatan kualitas dan kapasitas pembinaan pelaku usaha dengan berbagai pendampingan intensif. Hal ini melihat UMKM yang tergabung dalam koperasi telah dinyatakan layak, berdasarkan hasil kurasi produk sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).

Menurut Anggono, keberhasilan Abon Jaya Mandiri adalah bagian dari strategi jangka panjang Pupuk Kaltim  mendorong UMKM lokal memiliki daya saing di pasar global. Pengembangan kapasitas pelaku usaha mulai dari penguatan manajerial dan kapasitas produksi, pengemasan produk yang sesuai standar, hingga pengurusan dokumen ekspor. Seluruhnya dilakukan secara bertahap dan terarah, sehingga abon tuna yang diolah dengan cita rasa khas Indonesia ini berhasil menarik perhatian buyer Filipina.

“Pupuk Kaltim tidak hanya ingin UMKM bertahan di pasar lokal, tetapi juga mampu bersaing di level nasional dan internasional. Ekspor Abon Jaya Mandiri menjadi bukti nyata, bahwa dengan pendampingan yang tepat, UMKM lokal bisa naik kelas dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi,” tutur Anggono.

Ekspor perdana Abon Jaya Mandiri juga berdasarkan hasil penjajakan pasar ekspor yang rutin difasilitasi Pupuk Kaltim bagi UMKM binaan. Salah satunya Bootcamp and Business Matching yang digelar Kemenkop UKM pada September 2024, yang mempertemukan puluhan pelaku UMKM dengan buyer potensial seperti Saudi Arabia, Singapura, Malaysia, Thailand, Jerman, Afrika Selatan dan Filipina. Pada kesempatan itu, Abon Jaya Mandiri dan tiga usaha binaan Pupuk Kaltim lainnya, berkesempatan melakukan penajajakan bersama seluruh buyer.

“Dan akhirnya Abon Jaya Mandiri mampu menarik minat buyer Filipina melalui ekspor perdana ini. Target kami, tahun depan harus ada lagi UMKM binaan Pupuk Kaltim yang bisa ekspor produknya,” tambah Anggono.

Direktur Utama Pupuk Kaltim Budi Wahju Soesilo, menyampaikan kebanggaan dan apresiasi atas ekspor perdana Abon Jaya Mandiri, sebagai salah satu mitra binaan perusahaan yang mampu membuka peluang di pasar global. Keberhasilan ini diharap bisa menjadi pemacu semangat bagi UMKM lokal Bontang lainnya, agar bisa mengikuti keberhasilan serupa untuk memperluas peluang di pasar ekspor.

“Ekspor Abon Jaya Mandiri kami harap menjadi inspirasi bagi UMKM binaan Pupuk Kaltim lainnya, agar semakin banyak produk lokal yang mampu menembus pasar ekspor,” ucap Soesilo.

Pupuk Kaltim pun berkomitmen untuk terus mendukung pertumbuhan UMKM melalui berbagai program pelatihan, pendampingan serta fasilitasi dalam perluasan pasar. Langkah ini sejalan dengan visi perusahaan dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta menciptakan ekosistem usaha yang berkelanjutan.

“Ini menjadi momentum bagi Pupuk Kaltim untuk terus mendukung pengembangan UMKM lokal yang lebih berdaya saing, dengan memaksimalkan pendampingan hingga penjajakan peluang untuk memperluas pemasaran produk binaan,” ucap Soesilo.

Wamen UMKM Helvi Yuni Moraza, menyampaikan ekspor UMKM ini merupakan hasil aktualisasi program Capacity Building tahun 2024, melalui platform KAMPUS UKM dengan pendekatan ekosistem dan rantai pasok global. Terdiri produk makanan, fesyen, hingga kerajinan yang turut mendapat dukungan dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).

“Dari seluruh ekspor produk UMKM kali ini, total nilai transaksi mencapai Rp961 juta atau mendekati Rp1 Miliar,” kata Helvi. (*)

Klinik Psikiatri RSUD Bontang Melayani Pasien dengan Permasalahan Kesehatan Mental

0
Klinik Psikiatri RSUD Bontang Melayani Pasien dengan Permasalahan Kesehatan Mental
dr Dewi Maharni, M.Sc, Sp.KJ, Dokter Spesialis Kejiwaan RSUD Taman Husada Bontang. (Yahya Yabo)

BONTANG – RSUD Taman Husada Bontang memiliki klinik Psikiatri atau kejiwaan, yang melayani pasien dengan keluhan kesehatan mental atau kejiwaan.

Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa RSUD Taman Husada Bontang, dr Dewi Maharni, M.Sc, Sp.KJ menjelaskan, klinik psikiatri merupakan klinik untuk melayani konsultasi dan pengobatan dalam permasalahan kesehatan mental atau kesehatan jiwa.

Dalam proses alur pelayanannya, dr Dewi mengatakan, sama seperti klinik lainnya dalam proses pendaftaran, ke poli klinik hingga pengambilan obat.

“Klinik psikiatri sendiri melayani semua gangguan mental, baik gangguan ringan, sedang, hingga gangguan jiwa berat,” kata dr Dewi Maharni.

Klinik psikiatri diharapkan dapat menjadi pelayanan kejiwaan yang baik, dengan memberikan pelayanan kepada semua lapisan masyarakat.

“Harapannya masyarakat jangan lagi terstigma sehingga takut dan malu untuk berobat di klinik psikiatri atau kejiwaan,” terangnya. (adv/yah)

Editor: Yusva Alam